Sukirwan Sukirwan
Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN SPASIAL SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PENGGKONSTRUKSIAN VOLUME BANGUN RUANG Wahdah, Nurjamilatul; Sukirwan, Sukirwan; Pamungkas, Aan Subhan
Jurnal Elementary : Kajian Teori dan Hasil Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar Vol 3, No 2: Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6182.585 KB) | DOI: 10.31764/elementary.v3i2.2263

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan kemampuan spasial siswa sekolah dasar melalui pengkostruksian volume bangun ruang. Metode yang digunakan adalah design research terdiri dari tiga tahap, yaitu: preparing for the experiment; design experiment (Pilot experiment dan teaching experiment), dan retrospective analysis. Penelitiaan ini mengembangkan kemampuan spaisal dalam pembelajaran bangun ruang melalui serangkaian aktivitas, prosedur, dan strategi bagi siswa dalam menemukan kemampuan berpikir melalui pendekatan Realistic Mathematic Education. Hasil penelitian ini berupa learning trajectory pada masing-masing aktivitas yaitu: 1) Aktivitas 1, siswa mengenal benda terkait dengan situasi kehidupan sehari-hari yang memiliki kapasitas atau volume kubus dan balok. 2) Aktivitas 2, siswa mampu beralih dari situasi kontekstual ke tingkat yang lebih abstrak yaitu menggambar konstruksi kubus dan balok. 3) Aktivitas 3, siswa mampu  memahami struktur dan menggunakan strategi penataan ruang untuk menentukan jumlah kubus dan balok.
SUNDANESE ETHNOMATHEMATICS: MATHEMATICAL ACTIVITIES IN ESTIMATING, MEASURING, AND MAKING PATTERNS Muhtadi, Dedi; Sukirwan, Sukirwan; Warsito, Warsito; Prahmana, Rully Charitas Indra
Journal on Mathematics Education Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.54 KB) | DOI: 10.22342/jme.8.2.4055.185-198

Abstract

Mathematics is a form of culture integrated in all aspects of society, wherever there are, including the sundanese ethnic communities. This enables the mathematical concepts embedded in cultural practices and recognizes that all people develop a special way of doing mathematics called ethnomathematics activities. Sundanese ethnomathematics is mathematics in sundanese culture implemented in community activities. Sundanese ethnic sundanese people living in the area of West Java Indonesia, speaking sundanese language, and having activities  reflecting sundanese culture. Sundanese ethnomathematics in this study has three activities, namely estimating, measuring, and making patterns appearing in the activities in term of kibik (a unit for measuring volume), bata (a unit for measuring surface area), and path pihuntuan (a model of cane work).DOI: http://dx.doi.org/10.22342/jme.8.2.4055.185-198
ARGUMENTASITASI MATEMATIS MAHASISWA CALON GURU PADA SUATU KONJEKTUR MATEMATIKA Sukirwan, Sukirwan
Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 9 Nomor 1 Februari 2016
Publisher : Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.018 KB)

Abstract

Argumentasi matematis merupakan kemampuan yang sangat terkait dengan penalaran dan bukti matematis. Argumentasi matematis mencirikan kualitas penalaran matematis, bagaimana mengeksplorasi dan mengkomunikasikan penalaran matematis. Argumentasi berangkat dari kemampuan siswa dalam memberikan alasan terhadap suatu penalaran matematis, dan mengkonstruksi bukti matematis sesuai dengan tahapan pencapaian abstraksi siswa. Dalam konteks ini, bukti dipandang sebagai suatu proses dan aktivitas manusia (human activity) yang tidak hanya bertumpu pada sistem deduksi formal. Capaian siswa pada suatu level abstraksi merupakan interpretasi terhadap representasi matematis yang diberikan.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIK DAN KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK Muhtadi, Dedi; Sukirwan, Sukirwan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.051 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik (KBKM) dan kemandirian belajar peserta didik melalui implementasi Pendekatan Matematika Realistik (PMR). Populasi penelitian ini adalah peserta didik SMP Negeri di Kota Tasikmalaya. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas VIII yang mewakili satu sekolah level tinggi dan satu sekolah level sedang. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretes-postes. Instrumen yang digunakan yaitu tes KBKM, skala kemandirian belajar peserta didik, dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis. Dari hasil penelitian disimpulkan: 1) Pencapaian dan peningkatan KBKM kelompok PMR lebih baik dari kelompok PK; dan 2) Pencapaian dan peningkatan kemandirian belajar kelompok PMR lebih baik dari kelompok PK. The purposes of this study are to describe the enhancement and the achievement of students’ Mathematical Creative Thinking Skills (MCTS) and Self Regulated Learning (SRL) through implementation of Realistic Mathematics Education (RME) and Conventional Learning (CL). The population of this study were Junior High School students in Tasikmalaya City. The sample of this study were eighth grade students representing the high school level and the medium school level. This research is a quasi-experimental design with pretest-posttest control group. The instrument used is a test MCTS, scale independence of learners, and the observation sheet. Analysis of data using Kruskal Wallis test. The final conclusion: 1) Achievement and improvement of MCTS RME group is better than CL group; and 2) Achievement and improvement of Self Regulated Learning (SRL) RME group is better than CL group.
SUNDANESE ETHNOMATHEMATICS: MATHEMATICAL ACTIVITIES IN ESTIMATING, MEASURING, AND MAKING PATTERNS Muhtadi, Dedi; Sukirwan, Sukirwan; Warsito, Warsito; Prahmana, Rully Charitas Indra
Journal on Mathematics Education Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.54 KB) | DOI: 10.22342/jme.8.2.4055.185-198

Abstract

Mathematics is a form of culture integrated in all aspects of society, wherever there are, including the sundanese ethnic communities. This enables the mathematical concepts embedded in cultural practices and recognizes that all people develop a special way of doing mathematics called ethnomathematics activities. Sundanese ethnomathematics is mathematics in sundanese culture implemented in community activities. Sundanese ethnic sundanese people living in the area of West Java Indonesia, speaking sundanese language, and having activities  reflecting sundanese culture. Sundanese ethnomathematics in this study has three activities, namely estimating, measuring, and making patterns appearing in the activities in term of kibik (a unit for measuring volume), bata (a unit for measuring surface area), and path pihuntuan (a model of cane work).DOI: http://dx.doi.org/10.22342/jme.8.2.4055.185-198
ETNOMATEMATIKA: SISTEM OPERASI BILANGAN PADA AKTIVITAS MASYARAKAT JAWA Fitriani, Indah Amelia; Somatanaya, Anak Agung Gde; Muhtadi, Dedi; Sukirwan, Sukirwan
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep matematis dalam proses perhitungan Jawa untuk mengetahui hari baik dalam melaksanakan pernikahan, mendirikan rumah, pindahan, khitanan dan gusaran dalam adat istiadat masyarakat di Desa Indrajaya, Kecamatan Salem Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dengan sumber data sejumlah tiga orang, yaitu dua orang yang memahami perhitungan Jawa dan satu orang yang memahami tentang ngagesrek (istilah adat dalam khitanan dan gusaran). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perhitungan Jawa terdapat konsep matematis berupa modulo bilangan 5 dan 7 untuk aktivitas pernikahan, dan modulo bilangan 4 untuk aktivitas mendirikan rumah, pindahan, khitanan dan gusaran.
Studi Etnomatematika Pada Aktivitas Urang Sunda Dalam Menentukan Pernikahan, Pertanian Dan Mencari Benda Hilang Nisa, Fitri Fakhrun; Nurjamil, Dedi -; Muhtadi, Dedi; Sukirwan, Sukirwan
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep matematis dalam perhitungan Urang Sunda pada aktivitas pernikahan, pertanian, dan mencari benda hilang di Kampung Lembur Balong, Kecamatan Pataruman, Kelurahan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, Indonesia. Tiga aktivitas tersebut dipilih berdasarkan banyaknya penggunaan yang dilakukan oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Sumber data penelitian diperoleh dari seorang sesepuh yang disebut dengan istilah canoli (seorang ahli dalam perhitungan sunda). Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat konsep matematis, yaitu konsep aritmetika modulo dan konsep barisan aritmatika pada aktivitas pernikahan, pertanian dan mencari benda hilang.  
ANALISIS ABSTRAKSI MATEMATIS MELALUI MATEMATISASI PROGRESIF PADA PEMBELAJARAN GEOMETRI Warsito, Warsito; Saleh, Hairul; Sukirwan, Sukirwan
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki karakteristik abstraksi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika realistik melalui matematisasi progresif (PMR-MP) dengan metode penelitian kualitatif. Sampel yang digunakan adalah SMPN 2 Kota Tangerang sebagai sekolah level sedang dan SMPN 16 Kota Tangerang sebagai sekolah level rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis peran matematisasi progresif terhadap kemunculan karakteristik abstraksi pada kategori PAM tinggi yaitu siswa mampu menunjukan kemunculan abstraksi sebanyak 7 jenis dengan rata-rata kemunculan sebesar 45,791. Pada PAM sedang, kemunculan abstraksi sebanyak 6 jenis karakteristik abstraksi dengan rata-rata kemunculan abtraksi sebesar 25,426. Sedangkan pada kategori PAM rendah, kemunculan abstraksi sebanyak 5 jenis karakterisktik abstraksi dengan rata-rata kemunculan sebesar 17,474. Hasil ini menunjukkan peran PMR-MP terhadap kemunculan abstraksi matematis pada PAM tinggi yang lebih besar dan bervariasi dibandingkan dengan PAM sedang sedang dan rendah. 
ETNOMATEMATIKA: EKSPLORASI CANDI BOROBUDUR Utami, Rahmi Nur Fitria; Muhtadi, Dedi; Ratnaningsih, Nani; Sukirwan, Sukirwan; Hamid, Hasan
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan ilmu tentang pola, struktur dan bentuk yang terintegrasi dalam budaya  masyarakat. Konsep-konsep matematika yang diaplikasikan, merujuk pada aktivitas, kebiasaan, ataupun adat kehidupan masyarakat dalam menyelesaikan masalah disebut etnomatematika. Salah satu aplikasi etnomatematika ini terdapat pada Candi Borobudur. Candi Borobudur adalah megastruktur konseptual matematika yang dibangun sejak berabad-abad tahun yang lalu, dimana pada masa itu belum berkembang teknologi modern. Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang ajaran, filosofi, dan konsep matematika yang terdapat dalam Candi Borobudur, serta hubungan dari ketiganya. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan pendekatan historis dan kultural. Simpulan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Candi borobudur sebagai produk etnomatematika menyajikan berbagai konsep agama, moral, budaya, dan matematika, (2) Secara keseluruhan, konsep-konsep tersebut memiliki hubungan dan keterkaitan diantara satu sama lain, (3) Konsep-konsep yang disepakati dan diterapkan dalam realita kehidupan, telah membawa matematika sebagai produk budaya yang tertanam sejak zaman dahulu meskipun mereka tidak menyadarinya, dan (4) Candi borobudur merupakan contoh monumen dari orkesta matematika dalam bentuk etnomatematika.Math is the science about the patterns, structures, and shape, integrated into the culture of the life of the community. Mathematical concepts which applicated in the cultural community, refer to activities or customs, habits, life incomplete the problem is called ethnomathematics. One of these ethnomathematics application is present on the Borobudur Temple. Borobudur Temple is a conceptual mathematical megastructure that was built centuries years ago, which at the time was not yet developing modern technology. The purpose of this study is to discuss the form of teaching, philosophy and mathematical patterns of the structure of the building of the temple, as well as the relationship of the third focus of the study. This research method using exploratory with historical and cultural approaches. The conclusions of this research are as follows: (1) Borobudur temple as ethnomatematics product presents various religious, moral, cultural, and mathematical concepts, (2) Overall, these concepts have a relationship and interrelationships with each other, (3) Concepts which are agreed upon and applied in the reality of life, have brought mathematics as a cultural product that has been embedded since ancient times even though they were not aware of it, and (4) Borobudur temple is an example of a monument of a mathematical orchestra in the form of ethnomatatics.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DITINJAU DARI SELF-CONCEPT MATEMATIS SISWA Susilawati, Siska; Pujiastuti, Heni; Sukirwan, Sukirwan
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika In Press
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.287 KB) | DOI: 10.31004/cendekia.v4i2.244

Abstract

Terbentuknya kemampuan berpikir kreatif pada pribadi siswa, akan membuat pembelajaran matematika yang dianggap sulit bertahap akan menjadi pelajaran yang menyenangkan, karena dengan berpikir kreatif siswa dapat menyelesaikan permasalahan dengan cara sendiri tanpa adanya pemikiran yang terfokuskan dengan satu penyelesaian. Selain kemampuan kognitif, ada faktor lain yang bisa mempengaruhi proses pembelajaran seseorang yaitu kemampuan afektif salah satunya self-concept. Self-concept merupakan kemampuan yang sangat penting dimiliki setiap siswa karena akan menjadikan siswa lebih percaya diri dalam mengerjakan soal-soal dan bersungguh-sungguh dalam belajar matematika. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam berpikir kreatif matematis yang ditinjau dari self-concept matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa MTsN 1 Kota Serang. Prosedur penelitian ini meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap analisis data, dan tahap penyusunan laporan. Pada penelitian ini terdapat siswa yang memliki self-concept matematis yang berbanding terbalik dengan hasil tes kemampuan berpikir kreatif matematisnya. Terdapat siswa yang self-concept tinggi namun kurang kratif dan adapaun siswa yang self concept rendah namun termasuk katagori kreatif.