Joko Sukoyo
Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

THE EFFECTIVENESS OF JAVANESE SONGS IN CULTIVATING STUDENTS’ CHARACTERS SUKOYO, JOKO
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 1, No 2: November 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v1i2.10753

Abstract

EFEKTIVITAS LAGU-LAGU BERBAHASA JAWA UNTUK MENANAMKAN NILAI-NILAI KARAKTER SISWAAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakter siswa sebelum dan sesudah diberi pembelajaran menggunakan lagu-lagu berbahasa Jawa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian praeksperimental dengan desain one group pretest posttest design. Subjek penelitiannya 30 siswa PAUD Mutiara Hati Semarang dan lima guru. Data nilai-nilai karakter dikumpulkan dengan teknik observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan sebagai pertama, terdapat perbedaan karakter yang signifikan antara karakter siswa sebelum diberi pembelajaran menggunakan media lagu berbahasa Jawa dengan sesudah diberi pembelajaran menggunakan media lagu berbahasa Jawa. Kedua, perubahan yang terjadi menunjukkan arah yang lebih positif, yakni karakter mandiri, disiplin, cinta tanah air, religius, kerja keras, dan peduli lingkungan. Karakter yang paling konsisten mengalami peningkatan adalah karakter kepedulian lingkungan. Konsistensi tersebut disebabkan karena guru selalu membiasakan siswanya untuk selalu peduli lingkungan sejak awal masuk di PAUD tersebut.Kata kunci: karakter, lagu berbahasa Jawa, PAUDAbstractThis study was aimed at determining the differences in the characters of the students before and after being given classroom learning using Javanese songs. The study was preexperimental research with a one group pretest posttest design. The subjects of this study were 30 students and 5 teachers of PAUD Mutiara Hati Semarang. The data on character values were collected by observation and interview techniques. The data were analyzed using descriptive analysis techniques and inferential statistics. The results show that: first, there are significant character differences between the characters of students before and after being given learning using Javanese songs. Second, the changes that occur indicate positive characters namely independence, discipline, nationalism, religiousity, hard work, and environmental awareness. The most consistent character that has increased is the character of environmental awareness. The consistency is due to the fact that teachers always familiarize their students with environment issues since the beginning of classes.Keywords: character building, Javanese song, early childhood education program
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA TUTURAN PENYIAR ACARA CAMPURSARI RADIO PESONA FM Sukoyo, Joko
Lingua Vol 6, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis alih kode dan campur kode pada tuturan penyiarcampursari radio Pesona FM. Subyek penelitian ini adalah bahasa yang digunakan para penyiar acaracampursari di radio Pesona FM Sukoharjo, sedangkan obyeknya adalah alih kode dan campur kode padatuturan penyiar acara campursari radio Pesona FM. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakandalam penelitian ini adalah metode simak, dengan teknik rekam dan catat. Data-data yang diperoleh,kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif sesuai dengan konteksnya. Jenis-jenis kode yangditemukan adalah alih kode intern yang meliputi 1) alih kode antarbahasa yaitu bahasa Jawa ke bahasaIndonesia (50%) dan dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa (23,6%). 2) alih kode antartingkat tutur (undhausukbasa) yaitu dari ragam krama ke ragam ngoko (17,6%) dan sebaliknya, dari ragam ngoko ke ragamkrama (8,8%). Jenis campur kode yang muncul pada tuturan penyiar acara campursari radio Pesona FMadalah 1) campur kode ke dalam (88,1%) dan alih kode ke luar (11,9%). Alih kode ke dalam meliputicampur kode antara kode bahasa Jawa dengan bahasa Indonesia. Alih kode ke luar meliputi campur kodeantara bahasa Jawa dengan bahasa asing, misalnya bahasa Inggris dan bahasa Arab.Kata kunci: campur kode, alih kode, tuturan, penyiar, campursari
INTERFERENSI BAHASA INDONESIA DALAM ACARA BERITA BERBAHASA JAWA “KUTHANE DHEWE” DI TV BOROBUDUR SEMARANG Sukoyo, Joko
Lingua Vol 7, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia melakukan proses interaksi dengan sesamanya, dapat memakai lebih dari satu bahasa. Dampak adanya penggunaan lebih dari satu bahasa tersebut adalah adanya kontak antarbahasa. Salah satu fenomena kontak bahasa adalah interferensi. Proses interferensi dapat terjadi dalam segala tataran kehidupan, termasuk dalam penelitian ini, yaitu  interferensi bahasa Indonesia dalam acara  berita  berbahasa  Jawa  “Kuthane  Dhewe”  di  TV  Borobudur  Semarang. Penelitian ini mendeskripsi wujud interferensi bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa. Wujud interferensi tersebut adalah pada tataran fonologi, morfologi, leksikal dan sintaksis yang muncul dalam acara berita berbahasa Jawa “Kuthane Dhewe” di TV Borobudur Semarang, serta mendeskripsi juga faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya interferensi tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu berusaha mendeskripsikan interferensi bahasa Indonesia dalam berita berbahasa Jawa, yang disiarkan oleh TV Borobudur Semarang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik pengumpulan (1) teknik rekam menggunakan tape recorder dan (2) teknik catat pada kartu data. Sedangkan metode analisis data terdiri atas (1) identifikasi masalah, (2) deskripsi kesalahan, (3) penjelasan kesalahan, (4) kuantifikasi kesalahan. Diketahui bahwa interferensi yang terjadi meliputi (1) interferensi  tataran fonologi, (2) interferensi tataran leksikal, yang dikelompokkan menjadi bentuk dasar dan bentuk berimbuhan, (3) interferensi tataran morfologi (4) interferensi tataran sintaksis. Faktor penyebab interferensi yaitu kedwibahasaan penutur, tipisnya kesetiaan penutur menggunakan bahasa Jawa, tidak cukupnya kosakata bahasa Jawa dalam menghadapi kemajuan dan pembaharuan, keterbatasan kemampuan penutur dalam berbahasa Jawa.
HUBUNGAN PENGUASAAN KOSAKATA DAN MINAT MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN MENULIS EKSPOSISI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA UNNES Sukoyo, Joko
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kesulitan yang dialami mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa adalah mengungkapkan ide dan gagasannya dalam bahasa tulis. Padahal keterampilan menulis merupakan salah satu bentuk keterampilan berbahasa yang sangat penting bagi mahasiswa di samping keterampilan menyimak, berbicara dan membaca. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Negeri Semarang, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2011/2012 dengan mengambil sampel 30 mahasiswa. Instrumen untuk mengumpulkan data adalah angket minat minat membaca, tes penguasaan kosakata, dan tes menulis karangan eksposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ada hubungan positif yang signifikan antara penguasaan kosakata mahasiswa dengan kemampuan menulis eksposisi, dengan koefisien korelasi sebesar 0,643. 2) ada hubungan positif  yang signifikan antara minat membaca dengan kemampuan menulis eksposisi dengan koefisien korelasi sebesar 0,661. 3) ada hubungan yang positif antara penguasaan kosakata, dan minat membaca secara bersama-sama dengan ketrampilan menulis eksposisi, dengan koefisien korelasi 0,735, dan koefisien determinasi 0,54. One of the difficulties of students in program of Javanese Language and Literature is expressing ideas in writing. Though writing skills is one of language skills very important besides the other skills as listening, speaking and reading. The research was done at the State University of Semarang, in Program of Javanese Language and Literature. The study population was a student of 2011/2012 and the sample is 30 students. Instrument to collecting data was a questionnaire concerning interest in reading, vocabulary test, and test of exposition writing. The results showed that 1) there was a positive relation between vocabulary acquisition and ability in writing exposition (coefficient correlation was 0.643), 2) there was a positive relation between interests in reading and ability in writing exposition (coefficient correlation was 0.661), 3) there was a positive relation between vocabulary, reading interests and exposition writing (correlation coefficient: 0.735 and coefficient of determination: 0.54).
WACANA “ATURE REDAKSI” DALAM MAJALAH JAYA BAYA (Tinjauan Aspek Gramatikal) Sukoyo, Joko
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis penelitian ini adalah deskripstif kualitatif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan penanda kohesi aspek gramatikal pada wacana “Ature Redaksi”dalam majalah Jaya Baya. Teknik yang digunakan dalam proses pengumpulan data berupa teknik simak dan catat sedangkan penganalisisan data menggunakan metode distribusional (metode agih). Hasilnya, aspek gramatikal yang ditemukan meliputi konjungsi, referensi, elipsis dan substutusi. Konjungsi sebanyak 50%,  referensi sebanyak 36,9%, elipsis sebanyak 7,8% dan  substitusi sebanyak 5,3%.The research aims to describe cohesive signifier of grammatical aspect on Jaya Baya magazine’s “Ature Redaksi” discourse. Techniques applied to procedure of data collection are listening (simak) and writing (catat) techniques, whereas procedure of data analysis applied distributional method. Result of this research shows that grammatical aspects found are conjunction, reference, ellipsis, and substitution. Conjunctions are 50%, references are 36,9%, ellipsis is 7,8%, and substitutions are 5,3% of grammatical aspect found. 
HUBUNGAN PENGUASAAN KOSAKATA DAN MINAT MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN MENULIS EKSPOSISI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA UNNES Sukoyo, Joko
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kesulitan yang dialami mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa adalah mengungkapkan ide dan gagasannya dalam bahasa tulis. Padahal keterampilan menulis merupakan salah satu bentuk keterampilan berbahasa yang sangat penting bagi mahasiswa di samping keterampilan menyimak, berbicara dan membaca. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Negeri Semarang, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2011/2012 dengan mengambil sampel 30 mahasiswa. Instrumen untuk mengumpulkan data adalah angket minat minat membaca, tes penguasaan kosakata, dan tes menulis karangan eksposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ada hubungan positif yang signifikan antara penguasaan kosakata mahasiswa dengan kemampuan menulis eksposisi, dengan koefisien korelasi sebesar 0,643. 2) ada hubungan positif  yang signifikan antara minat membaca dengan kemampuan menulis eksposisi dengan koefisien korelasi sebesar 0,661. 3) ada hubungan yang positif antara penguasaan kosakata, dan minat membaca secara bersama-sama dengan ketrampilan menulis eksposisi, dengan koefisien korelasi 0,735, dan koefisien determinasi 0,54. One of the difficulties of students in program of Javanese Language and Literature is expressing ideas in writing. Though writing skills is one of language skills very important besides the other skills as listening, speaking and reading. The research was done at the State University of Semarang, in Program of Javanese Language and Literature. The study population was a student of 2011/2012 and the sample is 30 students. Instrument to collecting data was a questionnaire concerning interest in reading, vocabulary test, and test of exposition writing. The results showed that 1) there was a positive relation between vocabulary acquisition and ability in writing exposition (coefficient correlation was 0.643), 2) there was a positive relation between interests in reading and ability in writing exposition (coefficient correlation was 0.661), 3) there was a positive relation between vocabulary, reading interests and exposition writing (correlation coefficient: 0.735 and coefficient of determination: 0.54).
WACANA ATURE REDAKSI DALAM MAJALAH JAYA BAYA (Tinjauan Aspek Gramatikal) Sukoyo, Joko
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis penelitian ini adalah deskripstif kualitatif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan penanda kohesi aspek gramatikal pada wacana Ature Redaksidalam majalah Jaya Baya. Teknik yang digunakan dalam proses pengumpulan data berupa teknik simak dan catat sedangkan penganalisisan data menggunakan metode distribusional (metode agih). Hasilnya, aspek gramatikal yang ditemukan meliputi konjungsi, referensi, elipsis dan substutusi. Konjungsi sebanyak 50%, referensi sebanyak 36,9%, elipsis sebanyak 7,8% dan substitusi sebanyak 5,3%.The research aims to describe cohesive signifier of grammatical aspect on Jaya Baya magazines Ature Redaksi discourse. Techniques applied to procedure of data collection are listening (simak) and writing (catat) techniques, whereas procedure of data analysis applied distributional method. Result of this research shows that grammatical aspects found are conjunction, reference, ellipsis, and substitution. Conjunctions are 50%, references are 36,9%, ellipsis is 7,8%, and substitutions are 5,3% of grammatical aspect found.
INTERFERENSI BAHASA INDONESIA DALAM ACARA BERITA BERBAHASA JAWA “KUTHANE DHEWE” DI TV BOROBUDUR SEMARANG Sukoyo, Joko
Lingua Vol 7, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia melakukan proses interaksi dengan sesamanya, dapat memakai lebih dari satu bahasa. Dampak adanya penggunaan lebih dari satu bahasa tersebut adalah adanya kontak antarbahasa. Salah satu fenomena kontak bahasa adalah interferensi. Proses interferensi dapat terjadi dalam segala tataran kehidupan, termasuk dalam penelitian ini, yaitu  interferensi bahasa Indonesia dalam acara  berita  berbahasa  Jawa  “Kuthane  Dhewe”  di  TV  Borobudur  Semarang. Penelitian ini mendeskripsi wujud interferensi bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa. Wujud interferensi tersebut adalah pada tataran fonologi, morfologi, leksikal dan sintaksis yang muncul dalam acara berita berbahasa Jawa “Kuthane Dhewe” di TV Borobudur Semarang, serta mendeskripsi juga faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya interferensi tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu berusaha mendeskripsikan interferensi bahasa Indonesia dalam berita berbahasa Jawa, yang disiarkan oleh TV Borobudur Semarang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik pengumpulan (1) teknik rekam menggunakan tape recorder dan (2) teknik catat pada kartu data. Sedangkan metode analisis data terdiri atas (1) identifikasi masalah, (2) deskripsi kesalahan, (3) penjelasan kesalahan, (4) kuantifikasi kesalahan. Diketahui bahwa interferensi yang terjadi meliputi (1) interferensi  tataran fonologi, (2) interferensi tataran leksikal, yang dikelompokkan menjadi bentuk dasar dan bentuk berimbuhan, (3) interferensi tataran morfologi (4) interferensi tataran sintaksis. Faktor penyebab interferensi yaitu kedwibahasaan penutur, tipisnya kesetiaan penutur menggunakan bahasa Jawa, tidak cukupnya kosakata bahasa Jawa dalam menghadapi kemajuan dan pembaharuan, keterbatasan kemampuan penutur dalam berbahasa Jawa.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA TUTURAN PENYIAR ACARA CAMPURSARI RADIO PESONA FM Sukoyo, Joko
Lingua Vol 6, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis alih kode dan campur kode pada tuturan penyiarcampursari radio Pesona FM. Subyek penelitian ini adalah bahasa yang digunakan para penyiar acaracampursari di radio Pesona FM Sukoharjo, sedangkan obyeknya adalah alih kode dan campur kode padatuturan penyiar acara campursari radio Pesona FM. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakandalam penelitian ini adalah metode simak, dengan teknik rekam dan catat. Data-data yang diperoleh,kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif sesuai dengan konteksnya. Jenis-jenis kode yangditemukan adalah alih kode intern yang meliputi 1) alih kode antarbahasa yaitu bahasa Jawa ke bahasaIndonesia (50%) dan dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa (23,6%). 2) alih kode antartingkat tutur (undhausukbasa) yaitu dari ragam krama ke ragam ngoko (17,6%) dan sebaliknya, dari ragam ngoko ke ragamkrama (8,8%). Jenis campur kode yang muncul pada tuturan penyiar acara campursari radio Pesona FMadalah 1) campur kode ke dalam (88,1%) dan alih kode ke luar (11,9%). Alih kode ke dalam meliputicampur kode antara kode bahasa Jawa dengan bahasa Indonesia. Alih kode ke luar meliputi campur kodeantara bahasa Jawa dengan bahasa asing, misalnya bahasa Inggris dan bahasa Arab.Kata kunci: campur kode, alih kode, tuturan, penyiar, campursari
Character Value in Kampong Sala Legend and its Relevancy as Teaching Materials at School Hetami, Fatma; Sukoyo, Joko; Widodo, Widodo
Language Circle: Journal of Language and Literature Vol 13, No 1 (2018): October 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lc.v13i1.15930

Abstract

The research is aimed at preserving the story of Kota Sala Legend. It used qualitative approach. The data were derived from caretakers, the elderly, the artists from Surakarta Palace, and the public figures, as well as from books and articles by using documentation and interview techniques. The data were analyzed by using qualitative descriptive method into several steps as the following: (1) Conducting interview and observing the documents, (2) Collecting and arranging the data into a complete story, (3) Analyzing its character values, and (4) Analyzing its relevance as a teaching material. The results indicate that (1) the oral tradition of Kampong Sala Legend can be documented into a pictorial story book in three languages: Javanese, Indonesian, and English; (2) The story consists of character values such as religious, honest, discipline, hard-working, creative, solicitous, and responsible; (3) The story is very relevantly used as teaching materials at school especially in the subject of Bahasa Jawa and Bahasa Indonesia.