Articles

Found 16 Documents
Search

One of the causes of the low productivity of rice grown on peat soils was the high levels of of toxic phenolic compounds in the soil. Development of tolerant rice varieties is one of strategies to grow rice on peat soils. The aims of this research were to select rice varieties tolerant to peat soils and to study the correlation between the plant phenolic acid content with plant tolerance to peat soil. This research was conducted at the Seed Farm Centre Lubuk Minturun, Padang from February to Jul Haryoko, Widodo; Kasli, ,; Suliansyah, Irfan; Syarif, Auzar; Prasetyo, Teguh Budi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 40 No. 2 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v40i2.6358

Abstract

One of the causes of the low productivity of rice grown on peat soils was the high levels of of toxic phenolic compounds in the soil. Development of tolerant rice varieties is one of strategies to grow rice on peat soils. The aims of this research were to select rice varieties tolerant to peat soils and to study the correlation between the plant phenolic acid content with plant tolerance to peat soil. This research was conducted at the Seed Farm Centre Lubuk Minturun, Padang from February to July 2009. The research consisted of two experiments i.e. in peat soil and in mineral soil. The experiments used a completely randomized design using 21 varieties of rice as treatments which were replicated four times. The results showed that there were nine rice varieties categorized as tolerant to peat soil. These tolerant varieties showed higher stress tolerance index (STI), demonstrated by a high level of phenolic acids (coumaric, syringic, and ferulic) in the plant tissues. The STI value had positive correlation with the content of plant phenolic acids, thus the level of plant phenolic acids can be used as an indicator to determine tolerant rice varieties in peat soils. Keywords: peat soil, phenolic acids, tolerant rice, STI
PENGARUH BAHAN PERTANAMAN TERHADAP KUALITAS BENIH YANG DIHASILKAN PADA TANAMAN BENGKUANG Ningsih, Mismawarni Srima; Suliansyah, Irfan; Anwar, Aswaldi; Yusniwati, Yusniwati
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 3 No 1 (2019): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Payakumbuh State Polytechnic of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jaast.v3i1.64

Abstract

Umbi dan biji merupakan bahan pertanaman yang sering digunakan petani untuk mendapatkan benih bengkuang dimana masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh bahan pertanaman penghasil benih terhadap kualitas benih yang dihasilkan pada tiga aksesi bengkuang (Kuranji, Padang Sidimpuan dan Blitar). Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2018 dengan metoda Deskriptif. Pengamatan dilakukan terhadap 100 sampel dari tiap-tiap aksesi. Parameter yang diamati adalah panjang, lebar dan tebal biji, berat biji saat panen, berat biji saat polong pecah, berat biji kering, berat biji saat berkecambah, daya kecambah, nilai indeks perkecambahan dan uji muncul tanah. Hasil dianalisis dengan pengujian Parametrik, Independent Sample-T Test taraf 5% menggunakan program SPSS Statistik 19. Hasil memperlihatkan bahwa benih yang berasal dari bahan pertanaman umbi dan biji pada bengkuang tidak berbeda ukuran panjang, lebar dan tebal biji, berat saat panen, berat saat polong pecah, berat kering, berat saat berkecambah, nilai indeks perkecambahan dan uji muncul tanah pada ketiga aksesi uji. Perbedaan hanya terlihat pada daya kecambah. Berdasarkan pengujian dan analisis statistik yang telah dilakukan pada beberapa parameter pengamatan dapat diambil kesimpulan bahwa umbi dan biji sama-sama dapat digunakan sebagai bahan pertanaman penghasil benih pada pembudidayaan bengkuang.
Perbaikan Genetik Padi Gogo Beras Merah Sumatera Utara melalui Pemuliaan Mutasi Budi, Rahmad Setia; Suliansyah, Irfan; Yusniwati, Yusniwati; Sobrizal, Sobrizal
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 15, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.507 KB) | DOI: 10.17146/jair.2019.15.1.4723

Abstract

Padi lokal masih banyak ditemukan dan merupakan aset sumber daya genetik dalam penyediaan varietas unggul yang adaptif, sehingga pengembangannya masih terus diupayakan. Salah satu jenis padi gogo lokal di Sumatera Utara yang banyak ditanam masyarakat adalah padi gogo beras merah, selain memiliki keunggulan baik sebagai makanan pokok maupun fungsi kesehatan bagi tubuh. Varietas lokal biasanya beradaptasi baik pada daerah asalnya dengan rasa nasi dan aroma sesuai selera masyarakat setempat. Namun demikian padi lokal memiliki kekurangan seperti umur dalam, batang tinggi sehingga mudah rebah, tidak responsif terhadap pemupukan dan produksi rendah. Penelitian ini dilaksanakan sejak April 2016 sampai Juni 2017 bertujuan untuk memperbaiki genetik padi beras merah lokal Sumatera Utara (Sigambiri merah) khususnya terkait umur tanaman agar lebih genjah dan postur pendek/semi pendek melalui pemuliaan mutasi (mutasi induksi). Untuk mendapatkan dosis optimum, benih padi diiradiasi dengan sinar gamma Co-60 dosis 0, 100, 200, 300, 400, 500, 600, 700, 800, 900, dan 1000 Gy di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi-Badan Tenaga Nuklir Nasional (PAIR - BATAN), Jakarta. Penanaman M1 dan M2 dilaksanakan di BPTP Sumatera Utara. Dari hasil pengamatan persentase tumbuh bibit, tinggi tanaman dan panjang akar pada fase pembibitan, dan persentase kehampaan gabah pada tanaman M1 diperoleh dosis iradiasi 200 - 300 Gy merupakan dosis yang efektif dalam menghasilkan keragaman genetik. Hal ini juga terlihat pada populasi tanaman M2 hasil iradiasi 200 Gy menghasilkan jumlah mutasi klorofil yang tergolong luas dengan 8 macam tipe mutasi dari 8 tipe, yaitu albina, xhanta, viridis, tigrina, spotting leaf, alboviridis, marginata, dan striata. Juga menghasilkan keragaman genetik yang luas pada variabel karakter tinggi tanaman, jumlah anakan produktif dan umur panen. Hasil seleksi yang dilakukan pada populasi M2 diperoleh kandidat mutan genjah sebanyak 69 kandidat dengan frekuensi mutasi sebesar 1,09%. Tanaman genjah dan postur pendek (dwarf)/semi-pendek (semidwarf)  terseleksi tentu akan sangat berguna sebagai bahan tanaman awal dalam perbaikan varietas padi beras merah dalam program pemuliaan tanaman ke depan.
POTENSI DAN PENINGKATAN KUALITAS NUTRISI BUAH TOMAT (Lycopersicon esculentum) AFKIR SEBAGAI PAKAN TERNAK UNGGAS Handayani, Ulvi Fitri; Mahata, Maria Endo; Rizal, Yose; Suliansyah, Irfan; Wizna, Wizna
Jurnal Peternakan Vol 15, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v15i1.4279

Abstract

One of the important things in determining the quality of livestock products is feed ingredients. The quality of Poultry products will be influenced by the nutrient intake provided. Tomato reject is one of the special ingredients of a feed because it contains high lycopene. Lycopene is well known as an antioxidant, also it can lower cholesterol content. However, lycopene still in the matrix of tomato tissue and trans-form lycopene what difficult to digest and absorb in the body. So, in this paper presents the extent to which the development of research utilization of tomatoes high lycopene as poultry feed. As well as opening more widely how to increase the value of lycopene tomatoes in poultry products.
PENGARUH BAP (BENZIL ADENIN PURIN) DAN NAA (NAPHTHALEN ACETIC ACID) TERHADAP EKSPLAN TANAMAN TURI (Sesbania grandiflora) DALAM MEDIA MULTIPLIKASI In Vitro Mardhiyetti, Mardhiyetti; Syarif, Zulfadli; Jamarun, Novirman; Suliansyah, Irfan
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 5 No 1 (2015): Pastura Vol. 5 No. 1 Tahun 2015
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.136 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2015.v05.i01.p13

Abstract

Turi merupakan leguminosa pohon. Perbanyakan turi secara vegetatif sulit dilakukan karena kemampuan turi untuk tumbuh kembali setelah dilakukan pemotongan sangat rendah. Penelitian dalam upaya perbanyakan turi melalui metode multiplikasi tanaman turi secara in vitro telah dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan. Eksplan yang digunakan adalah kotiledon, daun dan hipokotil steril tanaman turi. Media dasar yang digunakan adalah MS (Murashige skoog) yang diperkaya dengan vitamin. Sebagai sumber energi digunakan sukrosa sebanyak 30 g/l dan bacto agar 8g/l. Penelitian ini terdiri dari perlakuan BAP sebagai salah satu jenis sitokinin) secara tunggal yaitu MS + BAP 1 mg/l dan MS + BAP 2 mg/l, dan kombinas BAP dengan NAA (sebagai salah satu jenis auksin) yaitu MS + BAP 1mg/l + NAA 0,08 mg/l, MS + BAP 2 mg/l + NAA 0,08 mg/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi auksin dan sitokinin mampu memperbanyak shootled turi.Kata kunci: turi, ksplan, Benzil Adenin Purin, Naphthalen acetic acid, in vitro
REVIEW PROSES PENYANGRAIAN KOPI DAN TERBENTUKNYA AKRILAMIDA YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEHATAN Fadri, Rince Alfia; Sayuti, Kesuma; Nazir, Novizar; Suliansyah, Irfan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 3 No 1 (2019): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Payakumbuh State Polytechnic of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jaast.v3i1.82

Abstract

Makalah ini berisi tinjauan komprehensif terhadap literatur tentang proses penyangraian kopi dan pembentukan akrilamida sebagai hasil sampingan proses pengolahan biji kopi diterbitkan antara tahun 2008 hingga 2018. bagian besar penelitian bersifat empiris dan sebagian besar studi berfokus pada proses pengolahan kopi dan efek akrilamida pada kesehatan tubuh. Temuan penting lainnya, sebagian kajian menganggap bahwa kopi mampu meningkatkan kesehatan tubuh. Ulasan ini menyajikan pemahaman yang lebih baik tentang manfaat dan bahaya kopi serta pengaruh penyangraian terhadap mutu kopi yang dihasilkan. Tinjauan ini juga menyoroti tentang alat sangrai kopi yang relatif kurang dieksplorasi. Akademisi, peneliti dan kelompok tani dapat menggunakan hasil kajian ini sebagai pedoman dalam menyangrai kopi. Penyangraian dengan waktu dan suhu yang efektif dapat mengurangi pembentukan akrilamida pada kopi, namun perlu kajian literatur terbaru yang berkaitan dengan proses pengolahan kopi terutama pada proses penyangraian.
PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BIBIT (PENANGKARAN) KENTANG BERMUTU MELALUI APLIKASI TEKNOLOGI BIOSELULER DI KABUPATEN SOLOK Suliansyah, Irfan; Helmi, Helmi; Santosa, Budi; Ekawati, Fitri
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.013 KB) | DOI: 10.25077/logista.1.2.106-116.2017

Abstract

ABSTRAK Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan petani menjadi produsen bibit kentang unggul bermutu tinggi melalui alih teknologi bioseluler (kultur jaringan tanaman), sehingga petani dapat memenuhi kebutuhan bibitnya sendiri.  Melalui kemampuannya untuk memproduksi bibit kentang bermutu, maka akan tercipta kegiatan di sektor penangkaran bibit kentang dan dapat meningkatkan pendapatan petani.  Kegiatan terdiri atas tiga subprogram.  Subprog¬ram pertama adalah produksi dan distribusi propagul kentang (umbi mini/G0) kepada petani penangkar (tahun pertama).  Subprogram kedua adalah produksi umbi propagul kentang G1 – G2 (Tahun kedua dan ketiga).  Subprogram ketiga adalah sosialisasi, pembinaan, dan demonstrasi plot (setiap tahun).  Kegiatan ini merupakan kemitraan antara Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Fakultas Pertanian UMMY Solok, Dinas Pertanian Kabupaten Solok, dan Kelompok Tani Harapan Baru sebagai penggguna teknologi.  Kegiatan yang sudah dilakukan pada Tahun I (2017):  1) perbanyakan planlet kentang, 2) pembuatan screen house untuk aklimatisasi dan produksi umbi G0/G1, 3) workshop/sosialisasi penangkaran benih kentang, 4) sekolah lapang produksi umbi kentang G0/G1, 5) pelatihan penguatan kelembagaan petani penangkar kentang, 6) pelatihan sertifikasi benih kentang, dan 7) pelatihan pembuatan pestisida hayati. Kata Kunci: Bibit kentang, Penangkar, Bioseluler ABSTRACT The purpose of this activity was to empower farmers to become producers of elite potato seeds through the transfer of bioseluler technology (plant tissue culture), so that farmers can meet the needs of their own seeds. Through its ability to produce quality potato seeds, it will create activities in the breeding sector of potato seeds and can increase farmers' income. The activity consists of three subprograms. The first subprogram was the production and distribution of potato propagules (mini tubers/G0) to the farmer breeder (first year). The second subprogram was the production of potato propagules G1 - G2 (second and third year). The third subprogram is socialization, guidance, and demonstration plots (every year). This activity was a partnership between the Faculty of Agriculture Andalas University, Faculty of Agriculture UMMY Solok, Dinas Pertanian Kabupaten Solok, and Harapan Baru Farmer Group as a technology user. (1) propagation of potato plantlets, 2) screen house preparation for acclimatization and tuber production G0 / G1, 3) workshop / socialization of potato seed breeding, 4) field school of potato tuber production G0 / G1 , 5) training of institutional strengthening of potato breeder farmers, 6) certification training of potato seeds, and 7) training on making biological pesticides. Keywords: Potato seeds, Breeder, Bioseluler
TRANSFER TEKNOLOGI SAMBUNG MENGGUNAKAN ANAKAN (Root-sucker) SEBAGAI BATANG BAWAH UNTUK PROPAGASI TANAMAN KESEMEK DI BATU BAGIRIEK ALAHAN PANJANG Hayati, P.K. Dewi; Sutoyo, Sutoyo; Herawati, Netti; Suliansyah, Irfan; Marta, Nini; Kuswandi, Kuswandi
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 3a (2018): September 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.546 KB) | DOI: 10.25077/hilirisasi.1.3.11-17.2018

Abstract

Persimmon, kesemek, buah kaki atau manggih hutan dalam bahasa minang adalah berbagai sebutan untuk buah yang dihasilkan oleh tanaman pohon  Diospyros kaki Thunb.  Buah kesemek mengandung berbagai nutrisi penting, anti toksik dan bahkan anti kanker. Kesemek merupakan tanaman sub tropika sehingga di Indonesia kesemek hanya beradaptasi pada ketinggian ± 1400 mdpl, seperti Alahan Panjang. Petani biasanya menggunakan anakan untuk perbanyakan, namun akibatnya tanaman membutuhkan waktu yang lama untuk berbuah, lebih dari 8 tahun. Kegiatan ini bertujuan untuk mentransfer teknologi sambung pucuk menggunakan anakan (root-sucker) sebagai batang bawah (root-stock) sebagai upaya untuk mendapatkan perbanyakan kesemek secara cepat dan tanaman cepat berbuah. Mitra kegiatan ini adalah kelompok tani Harapan Baru yang berada di Batu Bagiriek Alahan Panjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat dari bulan Oktober hingga Desember 2016. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan grafting. Hasil kegiatan adalah petani meningkat pengetahuannya tentang manfaat buah kesemek, teknik budidaya dan pasca panen serta mampu melakukan grafting atau penyambungan pada kesemek menggunakan root-sucker (anakan) sebagai batang bawah. Berdasarkan hasil uji statistika menggunakan analisis Likert, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan memiliki nilai indeks 92, menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan bermanfaat atau berhasil mentransfer pengetahuan dan juga keterampilan kepada petani.
Induksi Kalus dengan BAP (Benzylaminopurin) dan IAA (Indoleacetic acid) pada Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) Lokal Genotipe Lotanbar Sumatera Barat Sihotang, Saipul; Renfiyeni, Renfiyeni; Suliansyah, Irfan; Jamsari, Jamsari
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol 3, No 2 (2019): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1129.053 KB) | DOI: 10.31289/agr.v3i2.2547

Abstract

This study was aimed to obtain the method in the study of callus induction of in vitro.  The research activities were carried out at Laboratory of Biotechnology, Faculty of Agrotechnology, Andalas University. This research used decriptive and experimental methods. One-way ANOVA analysis followed by Duncan’s test was used to determine significant differences (P ≤ 0.05). All statistical analysis were performed using the SPSS Ver. 23 statistical software package. The results showed that medium of callus induction is 4,0 mg/L BAP + 0,5 mg/L IAA with formation of callus (days), and average of callus formed, namely 4,33 days,  and 9,67 callus.
The Effect of Temperature and Roasting Duration on Physical Characteristics and Sensory Quality Of Singgalang Arabica Coffee (Coffea arabica) Agam Regency Fadri, Rince Alfia; Sayuti, Kesuma; Nazir, Novizar; Suliansyah, Irfan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 3 No 2 (2019): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Payakumbuh State Polytechnic of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jaast.v3i2.117

Abstract

The purpose of this study were to determine the effect of temperature and roasting duration on physical characteristics  and quality of arabica coffee sensory,: find out the best temperature and roasting duration treatmen to physical characteristics and quality of arabica coffee sensory. This study used a factorial complete randomized design with two factors (200°C, 220°C and 240°C) and duration of roasting (12, 15, and 18 minutes). The variables observed in this study were rendemen (sucrose content of sugar cane crop or sample), water content, color value, acidity and sensory test of arabica coffee. The results showed that temperature and duration of roasting had effect on rendemen, water content, color value, acidity, flavor, taste and color of arabica coffee. The temperature of 220 ° C with 12 minutes of roasting is produceed the best physical characteristics and sensory quality of Singgalang arabica coffee, with 88.1% of rendemen, 1.23% of water content (bb), different color L (Lightness) 6,07, acidity 5.81, scent score 3.5), taste score value of 3.2, color score 3.6.