Articles

Found 35 Documents
Search

The development of smart screening technology kit (SST-Kit) for sorting cassava cultivars based on cyanide analysis Maknun, Luluil; Azhari, Noerma Juli; Izzati, Mike Nur; Huda, Rizal Nur; Bahrudin, Abdul Malik; Ginting, Erliana; Sulistyarti, Hermin
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5, No 1 (2020): April
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3758.284 KB) | DOI: 10.22146/ipas.11512

Abstract

Cyanides are deadly toxic substances commonly found in cassava root tuber. Higher content of cyanides causes bitter taste of the root tuber. Therefore, analysis of cyanide content has been used as one of criteria for bitterness in cassava. The substitute common method used for this purpose was organoleptic test that could lead to poisoning, or argentometry, which is complicated, time-consuming, and requires lots of reagents. Therefore, a fast, easy, and safe method is strongly demanded. In this work, a smart screening technology kit (SST-Kit) was developed using ninhydrin reagent. This simple, fast, and low-cost method can be applied in the field for the analysis of cyanide levels in cassava. This method was optimized to the concentration of sodium carbonate from 0.5 to 2.0% by measuring the red color intensity produced under various times of reading from 1 to 3 minutes and three sample preparation techniques. The optimum condition for SST-Kit to read the cyanides level was achieved under the condition of 0.5% of sodium carbonate with a time readout of 2 minutes, using grinding preparation technique followed by dilution. The SST-kit had been applied on cassava samples with the accuracy of more than 90%.
PENENTUAN KREATININ DALAM URIN SECARA KOLORIMETRI DENGAN SEQUENTIAL INJECTION-FLOW REVERSAL MIXING (SI-FRM) Sulistyarti, Hermin; Sabarudin, Akhmad; Istanti, Yudha Ikoma; Wulandari, Eka Ratri Noor
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sequential injection analysis (SIA), generasi kedua dari sistem injeksi alir telahdikembangkan untuk penentuan kreatinin sebagai indeks medis kegagalan ginjalkronis. Pendeteksian kreatinin didasarkan pada reaksi Jaffe yang terjadi antarakreatinin dan asam pikrat dalam medium basa untuk membentuk senyawaberwarna merah-oranye. Absorbansi dari senyawa yang terbentuk diukur padapanjang gelombang 530 nm. Dalam penelitian ini, suatu konsep baru dari SIAyang disebut “lab-at-valve” dikembangkan dengan menambahkan suatu ValveMixing sebagai tempat untuk memaksimalkan pembentukan senyawa antarakreatinin dan alkali-pikrat. Parameter-parameter yang mempengaruhi metode iniantara lain laju alir produk, waktu delay, volume sampel, volume reagen,konsentrasi reagen dan senyawa pengganggu telah dipelajari secara rinci. Darihasil penelitian diperoleh bahwa kondisi optimum akan tercapai pada laju alir 20μL/detik, waktu delay 5 detik, komposisi penggunaan 100 μL sampel dengan 300μL reagen (asam pikrat 0,03 M dan NaOH 3 %) sehingga limit deteksi padapenentuan kreatinin yang dihasilkan sebesar 3,01 μg/g. Aplikasi dari metode iniditujukan untuk penentuan kreatinin dalam sampel urin.Kata kunci : Kreatinin, reaksi Jaffe, SI-VM, RGB kolorimetri, urin
PENGARUH KONSENTRASI AMONIA DALAM PROSES PEMBENTUKAN KOMPLEKS Au(NH3)2+ Umaningrum, Dewi; Mulyasuryani, Ani; Sulistyarti, Hermin
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh konsentrasi ammonia dalam proses pembentukan kompleks Au(NH3)2+. Tahapan dalam penelitian ini yaitu proses pelarutan serbuk emas dalam larutan ammonia pada beberapa konsentrasi ammonia dan kemudian diukur besarnya konsentrasi emas yang terlarut yang menunjukkan jumlah kompleks Au(NH3)2+ yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ammonia optimum pada proses pembentukan kompleks Au(NH3)2+ sebesar 7 M dengan jumlah Au terlarut sebesar 0,618 ppm.Kata kunci : kompleks Au(NH3)2+, ammonia.
KARAKTERISASI ELEKTRODA SELEKTIF ION (ESI) RODAMINA B BERMEMBRAN POLIMER CAMPURAN PVC – DOP DENGAN KITOSAN SEBAGAI CARRIER Kurniati, Tuti; Atikah, Atikah; Sulistyarti, Hermin
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini membuat dan mengkarakterisasi Elektroda Selektif Ion (ESI) sebagai metode alternatif dalam penentuan Rodamina B secara kuantitatif pada makanan. Metode Elektroda Selektif Ion mudah digunakan untuk pengukuran di lapangan dan hasil pengukurannya memiliki sifat selektif dan sensitif. Elektroda Selektif Ion terdiri atas 4 bagian yaitu : Badan elektroda yang terbuat dari plastik polietilen, konduktor berupa kawat platina, membran menggunakan bahan aktif kitosan dan kabel koaksial RG 58 sebagai penghubung Elektroda Selektif Ion pada potensiometer. Optimasi komposisi membran yang kompatibel dan homogen pada ESI Rodamina B dilakukan dengan % berat perbandingan Kitosan:PVC:DOP adalah (4:32:64 ; 4:34:62 ; 4:35:61 ; 5:34:61; 5:35:60 dan 6:35:59). Total keseluruhan berat membran adalah 1 g dalam pelarut tetrahidrofuran (THF) dengan perbandingan 1:3 (b/v) yang dilapiskan pada kawat platina. Pengaruh waktu prakondisi (dopan) dilakukan dengan tujuan meningkatkan konduktivitas membran ESI yang telah dibuat. Perendaman membran dilakukan dalam larutan RCOONa 0,5 M dengan variasi waktu perendaman membran ESI selama 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70 dan 80 menit. Karakterisasi sifat dasar ESI yang dibuat meliputi: faktor Nernst, kisaran konsentrasi pengukuran, batas deteksi, waktu respon, dan life time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESI yang dibuat menghasilkan karakteristik optimum untuk pengukuran analisis dengan faktor Nernst 58,86 mV/dekade konsentrasi, batas deteksinya 5,79 ppm, waktu respon yang cepat berkisar 30 detik dan memiliki life time hingga 45 hari. Komposisi penyusun membran optimal perbandingan kitosan:PVC:DOP adalah 4:34:62 dengan waktu perendaman optimum 30 menit.Kata kunci : rodamina B, pewarna makanan, elektroda selektif ion (ESI)
KARAKTERISASI ELEKTRODA SELEKTIF ION (ESI) KROMAT TIPE KAWAT TERLAPIS BERBASIS KITOSAN Kurniasih, Dedeh; Atikah, Atikah; Sulistyarti, Hermin
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dibuat dan dikarakterisasi suatu elektroda selektif ion (ESI) kromat tipe kawat terlapis. Komposisi optimum membran didapatkan dari campuran kitosan, alikuot 336-kromat, polivinilklorida (PVC) dan dioktilftalat (DOP) sebagai plasticizer dengan perbandingan 4:0,5:35:60,5 (% b/b) dalam pelarut THF (1:3 b/v). Penambahan alikuot 336-kromat dalam membran dengan bahan aktif kitosan dapat meningkatkan konduktivitas membran sehingga dapat menghasilkan karakter sifat dasar. Karakteristik dasar elektrode selektif ion kromat memberikan karakteristik optimum dengan faktor Nernst 29,77 mV/dek, rentang konsentrasi linier 10-6–10-1 M, waktu respon 40 detik, batas deteksi 1,95 x 10-6 M, usia pemakaian 49 hari.Kata Kunci: elektroda selektif ion (ESI) tipe kawat terlapis, ion kromat, kitosan, alikuot 336-kromat
PENENTUAN KADAR IODIDA SECARA SPEKTROFOTOMETRI BERDASARKAN PEMBENTUKAN KOMPLEKS AMILUM-IODIUM MENGGUNAKAN OKSIDATOR IODAT Febrianti, Sita; Sulistyarti, Hermin; Atikah, atikah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.903 KB)

Abstract

Iodium adalah zat gizi esensial bagi tubuh. Gangguan Akibat Kekurangan Iodium  (GAKI) merupakan salah satu masalah gizi yang menjadi faktor penghambat pembangunan sumber daya manusia karena dapat menyebabkan terganggunya perkembangan mental dan kecerdasan manusia. Penentuan iodida penting untuk mengetahui jumlah iodida dalam urin. Penentuan iodida dapat dilakukan dengan spektrofotometer metoda spektrofotometri sinar tampak dengan memanfaatkan metode kolorimetri yaitu dengan cara pembentukan kompleks amilum-iodium yang berwarna biru dan menyerap cahaya pada panjang gelombang 615 nm. Pembentukan kompleks amilum-iodium dapat dilakukan dengan cara mereaksikan I- dengan oksidator IO3- dalam suasana asam dengan indikator amilum. Warna yang dihasilkan akan dianalisa secara spektrofotometri sinar tampak. Pembentukan kompleks dilakukan dalam waktu optimum 6 menit dan dengan volume penambahan oksidator iodat 0,8 mL.Kata kunci: iodida, iodat, kompleks amilum-iodium, spektrofotometri
pembuatn tes kit tiosianat berdasarkan pembentukan kompleks besi(III) tiosianat Dini, Putri; Sulistyarti, Hermin; Atikah, Atikah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1208.82 KB)

Abstract

ABSTRAKTiosianat merupakan salah satu senyawa yang secara tidak langsung dapat menyebabkan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI). Penentuan tiosianat dapat dilakukan dengan tes kit, berdasarkan  metode kolorimetri yaitu dengan cara pembentukan kompleks berwarna merah Besi (III) tiosianat. Pembentukan kompleks Besi (III) tiosianat dapat dilakukan dengan cara mereaksikan tiosianat SCN- dengan ion Fe3+ dalam suasana asam. Warna yang dihasilkan akan dianalisa secara spektrofotometri visibel. Intensitas warna dari kompleks yang terbentuk dibuat sebagai komparator. Hasil penelitian menunjukkan waktu optimum pembentukan kompleks adalah 3 menit dan pH 2.Kata kunci: kompleks Besi(III) tiosianat, tes kit,tiosianatABSTRACTThiocyanate is a compound that can indirectly lead to Iodine Deficiency Disorders(IDD). Determination of thiocyanate to do with the test kit, based on the colorimetric method based on the formation of the red complex iron(III) thiocyanate. Complex formation of iron(III) thiocyanate can be done by reacting thiocyanate(SCN-) with Fe3+ ions under acidic conditions. The resulting color will be analyzed by visible spectrophotometry. Color intensity of the complex formed was madeas a comparator. The results showed the optimum time of the complex formation of 3 minutes and pH 2.Key words:iron(III) thiocyanate complex, tes kit, Thiocyanate
PENGARUH KONSENTRASI ASAM DAN DIAMETER SPOT REAKSI PADA KEMAMPUAN DETEKSI TEST KIT MERKURI(II) Sulistyarti, Hermin; Atikah, Atikah; Indriana, Silvi Avianti
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.125 KB)

Abstract

Test kit merkuri(II) telah berhasil dibuat berbasis pada pembentukan kompleks merkuri(II)-ditizonat yang berwarna oranye. Pada penelitian ini dilakukan optimasi konsentrasi asam yang mempengaruhi kestabilan kompleks merkuri (II) ditizon dan diperoleh konsentrasi optimum 2 M. Pada kondisi asam optimum, test kit larutan dapat digunakan untuk mendeteksi merkuri pada kisaran konsentrasi 0-10 ppm. Pengembangan test kit berbasis kertas memerlukan optimasi diameter spot reaksi yang melibatkan AKD (Alkyl Ketene Dimer) sebagai pembatas diameter spot reaksi yang bersifat hidrofobik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas warna kompleks merkuri (II) ditizon pada kertas meningkat dengan menurunnya diameter spot reaksi, dan diperoleh diameter optimum pada 1 cm. Penggunaan diameter optimum menunjukkan perbedaan intensitas warna untuk konsentrasi merkuri (II) pada konsentrasi 0, 10, dan 20 ppm.Kata kunci : AKD, asam, ditizon, test kit merkuri, diameter spot reaksi
PENGARUH ION ASING TERHADAP KINERJA ESI TIMBAL (II) TIPE KAWAT TERLAPIS BERBASIS S-METHYL-N-(METHYLCARBAMOYLOXY) THIOACETIMIDATE UNTUK PENENTUAN KADAR TIMBAL DALAM IKAN Nelgi, Fahrana Salas Trenggamayu; Fardiyah, Qonitah; Sulistyarti, Hermin
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.303 KB)

Abstract

Pengaruh ion asing terhadap kinerja ESI timbal (II) tipe kawat terlapis berbasis S-methyl N-(methylcarbamoyloxy) thioacetimidate atau methomyl untuk penentuan kadar timbal dalam ikan telah diteliti. ESI timbal (II) yang telah diteliti memiliki nilai Nernstian dengan harga slope 29,26 mV/dekade konsentrasi, dengan rentang konsentrasi linier 10-5 - 10-1 M dan limit deteksi 1,185 x 10-5 M  atau setara dengan 2,453 ppm timbal. Ion asing yang digunakan adalah Cd2+ dan Fe3+ dengan konsentrasi sebesar 10-3 M menggunakan metode tercampur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESI timbal (II) tipe kawat terlapis yang telah dibuat bersifat selektif terhadap ion timbal yang ditunjukkan dengan nilai koefisien selektifitas (Ki,j) <1 dengan urutan selektifitasnya adalah Pb2+ > Cd2+ > Fe3+. ESI timbal (II) tipe kawat terlapis yang telah dikarakterisasi mempunyai ketelitian 99,71% dan ketepatan 99,42% ketika digunakan untuk menentukan kadar timbal (II) di dalam sampel ikan. Berdasarkan uji statistik t dengan tingkat kepercayaan 5 % diperoleh hasil bahwa nilai thit < ttabel, hal ini menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh dengan metode potensiometri ESI timbal (II) dan metode spektrofotometri serapan atom menunjukkan hasil yang  tidak berbeda nyata. Sehingga, ESI timbal (II) dapat digunakan sebagai metode alternatif  penentuan kadar timbal (II) dalam sampel ikan. Kata kunci: ion asing, methomyl, koefisien selektifitas, insang.
UJI LINIERITAS, SELEKTIVITAS, DAN VALIDITAS METODE ANALISIS MERKURI(II) SECARA SPEKTROFOTOMETRI BERDASARKAN PENURUNAN ABSORBANSI KOMPLEKS BESI(III) TIOSIANAT Nashukha, Hikmanita Lisan; Sulistyarti, Hermin; Sabarudin, Akhmad
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.938 KB)

Abstract

Pada penelitian ini, telah dikembangkan analisis kandungan merkuri dengan metode spektrofotometri berdasarkan penurunan absorbansi kompleks [Fe(SCN)]2+. Merkuri(II) yang direaksikan dengan tiosianat (SCN‑) berlebih akan membentuk kompleks [Hg(SCN)4]2- yang tidak berwarna. Sisa SCN- direaksikan dengan ion besi (Fe(III)) dan menghasilkan kompleks merah [Fe(SCN)]2+ yang diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 460 nm. Parameter-parameter yang dilakukan dalam penelitian ini adalah linieritas, selektivitas dan validitas dari metode analisis merkuri berdasarkan penurunan absorbansi kompleks [Fe(SCN)]2+. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisaran konsentrasi yang dapat terdeteksi adalah 1-30 ppm dengan limit deteksi 0,96 ppm. Metode ini tidak diganggu oleh ion Cu2+, Co2+, Pb2+ pada konsentrasi hingga 50 ppm dan ion Ag+ mengganggu pada konsentrasi 50 ppm. Validitas metode telah dilakukan pada sampel sintetis dan alami, dimana baik sampel sintetis maupun sampel alami menghasilkan recovery yang tinggi yaitu 102,48 % dan 105,26 %. Kata kunci: merkuri(II), spektrofotometri, tiosianat, linieritas, selektivitas, validitas