Edy Tri Sulistyo
Seni Rupa, FKIP, Universitas Sebelas Maret

Published : 25 Documents
Articles

Found 25 Documents
Search

KENDALA DALAM PEMBELAJARAN MICRO TEACHING DAN PEMECAHANNYA Sulistyo, Edy Tri
Jurnal Inovasi Pendidikan Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal Inovasi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.568 KB)

Abstract

This study aims to determine: (1) what constraints in microteaching lessons are faced by the students of Education Study Program at Teacher Training and Education Faculty, Sebelas Maret University Surakarta; and (2) what alternative solutions in overcoming the obstacles, so that students can join the microteaching lessons well. This research uses descriptive qualitative approach, with purposive sampling technique. Data sources include informants, place/event and archive/document.  The data are collected by in-depth interview techniques, direct observation, and content analysis. The content ?analysis is done by the technique of interactive models. Based on the result analysis, it can be concluded that the practice of microteaching is absolutely important to be given to the students as potential educators in the future. Due to the lack of facilities and infra-structures, and to maximize learning activities, it is important for the institution to give special space for the ideal microteaching room, to provide the adequate supporting facilities, and to improve the tutors' competence. Another constraint is that the students who take courses on learning component generally did not master the practical material such as how to draw on the blackboard. In addition, some students are less self-confident in the training. It can be solved by taking a great number of good training materials for teaching theory and practice.
MODEL PENDIDIKAN PARTISIPATIF EMPAT PILAR BANGSA BAGI INTEGRASI NASIONAL Haryono, Bagus; Sulistyo, Edy Tri; Zuber, Ahmad
Jurnal Komunitas: Research and Learning in Sociology and Anthropology Vol 5, No 2 (2013): Tema Edisi: Model-Model Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Karakter Bangsa
Publisher : Jurnal Komunitas: Research and Learning in Sociology and Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pendidikan partisipatif tentang empat pilar bangsa pada masyarakat akar rumput. Penelitian ini dilakukan di Sudiroprajan. Penelitian dirancang menerapkan Participatory Action Research, dengan siklus planning, act, observe, dan reflection. Integrasi dianalisis dengan fungsionalisme struktural, sebatas Cina-Jawa, dan sebatas variabel tingkat pengamalan 4 pilar bangsa.  Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui gambar dan tulisan yang mereka tuangkan dalam media mural, penelitian menunjukkan bahwa mereka memahami isi 4 pilar bangsa (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI) dan merepresentasikan pengamalan dan penghayatannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui mural, selain menjadikan tembok tampak terawat, terlihat bersih dan enak dipandang, juga dapat mengaktualisasikan pesan asimilasi alamiah di kampung Mbalong menjadi representasi bahwa mereka tidak lagi mempermasalahkan etnisitas, mampu mereduksi ikatan primordialisme, menguatkan persatuan, nasionalisme, dan mengokohkan integrasi nasional. AbstractThis study aims to develop a participatory education model for educating four nation pillars in grassroots level. The research was concluded in Sudiroprajan Surakarta using participatory action research. The result shows that throught mural citizen can express their understanding of four nation pillars concern on the form of mural drawings and writings indicate that they understanding the content and practice the four nation pillars (Pancasila, the 1945 Constitution, Unity in Diversity, The Unity State Republic of Indonesia) in the everyday life. The murals do not only make the walls clean and pleasing. They also can actualize the message of natural assimilation. This is illustrated in Mbalong mural which suggests an idea that ethnicity there, is not longer a problem, that they can reduce primordial ties, strengthen unity, nationalism, and the national integration.  © 2013 Universitas Negeri Semarang
THE ILLOCUTION SPEECH ACT OF LUDRUK JOKO SAMBANG PENDEKAR GUNUNG GANGSIR SHOW Luckiyanti, Reska; Widodo, Sahid Teguh; Sulistyo, Edy Tri
Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : English Department FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.96 KB) | DOI: 10.24036/ld.v11i1.7946

Abstract

AbstractThis research analysed the utterance used in Ludruk, a traditional art originated from East Java. The utterance were used in accordance with the story performed by the artists. This article describes the category of illocution, function, and the purpose of the illocution in the Ludruk Joko Sambang Pendekar Gunung Gangsir showed in Kediri on 2017 by a group of East Java Ludruk artists. The research is descriptive qualitative identifying the illocution speech acts in the Ludruk. Research data are the containing speech act in the Ludruk artists? dialogue. Data analysis technique is conducted systematically as follows: (1) Transcribing the utterance and translating the Java language into Indonesia language, (2) Categorizing the data, included the illocution utterance, (3) Analyzing data, how the context, function and its purpose. It is found four utterances categories, namely: (1) Assertive category of complaining, suggesting, fulminating, stating, and revealing mode; (2) Expressive category of giving advice, and requesting; (3) Commissive mode category of offering and promising; (4) Expressive mode category of thanking and fulminating. The declarative category is not found in the Ludruk show utterance.  Based on the classification of realization is also found that each utterance has a function to persuade the hearer to do something based on context.Keywords/phrases: pragmatics, illocution speech act, ludrukTINDAK TUTUR ILOKUSI PADA PEMENTASAN LUDRUK JOKO SAMBANG PENDEKAR GUNUNG GANGSIRAbstrakPenelitian ini menganalisa ujaran yang digunakan dalam Ludruk, kesenian tradisional yang berasal dari Jawa Timur. Tuturan digunakan sesuai dengan konteks cerita yang dimainkan oleh para pemeran. Artikel ini mendeskripsikan kategori tuturan ilokusi, fungsi, dan maksud dari ilokusi pada pementasan Ludruk lakon  Joko Sambang Pendekar Gunung Gangsir yang dipentaskan di Kediri tahun 2017 oleh kumpulan seniman ludruk Jawa Timur.Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kulitatif dengan objek penelitian tindak tutur ilokusi yang dituturkan oleh pemain ludruk. Data penelitian berupa ujaran yang terdapat pada dialog pemain ludruk yang mengandung tindak tutur ilokusi. Teknik analisis data dilakukan secara terstruktur, yaitu dengan langkah sebagai berikut: (1) mentraskripsi data dan menerjemahkan ujaran dari bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia, (2) mengelompokan data yang telah diperoleh, termasuk pada kategori  tuturan ilokusi, (3) menganalisis tiap kategori data yang telah terkumpul, bagaimana konteks, maksud dan fungsinya. Ditemukan empat  kategori tuturan, yakni: (1) Kategori asertif dengan modus mengeluh, mengusulkan, mengecam, menyatakan, mengungkapkan; (2) Kategori ekspresif  dengan modus menasihati, dan memerintah; (3) Kategori komisif modus yang muncul menawarkan, menjanjikan; (4) Kategori ekspresif modus yang muncul  terima kasih dan mengecam. Kategori deklaratif tidak ditemukan pada tuturan pementasan ludruk tersebut. Berdasarkan klasifikasi mengenai relisasijuga ditemukan bahwa setiap tuturan tersebut memiliki fungsi untuk mempengaruhi mitra tutur untuk melakukan tindakan sesuatu yang sesuai dengan konteksnya.Kata Kunci/frase: pragmatik, tindak tutur ilokusi, ludruk
OPTIMALISASI TINDAK TUTUR EKSPRESI GURU SEBAGAI WUJUD KESANTUNAN PESERTA DIDIK SMK YANG UNGGUL DI ERA MEA Luckiyanti, Reska; Widodo, Sahid Teguh; Sulistyo, Edy Tri
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.624 KB)

Abstract

Guru merupakan ujung tombak dalam pendidikan, sudah menjadi kewajiban guru memberikan contoh yang baik bagi peserta didiknya. Salah satunya melalui tindak tutur ekspresif. Tindak tutur ekspresif merupakan tuturan yang mengungkapkan sikap psikologis terhadap suatu keadaan yang tersirat. Tindak tutur eksprsif misalnya dengan memberikan contoh kecil, namun dapat memberikan dampak  yang positif bagi mereka. Hal tersebut dapat diaplikasikan dalam mengucapkan terima kasih, mengucapkan selamat, memberi maaf, mengucapkan belasungkawa dan lainnya. Hal tersebut secara tidak langsung akan mendisain dan mentransfer sesuatu pada peserta didik, yang kelak dapat mempermudah mereka ketika berkecimpung di dunia kerja. SMK merupakan suatu lembaga pendidikan yang menyiapkan peserta didiknya untuk siap kerja, dan siap bersaing  menghadapai zaman yang semakin berkembang. MEA merupakan proyek yang telah lama disiapkan oleh anggota ASEAN, yang bertujuan untuk meningkatkan stabilitas perekonomian ASEAN. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban Indonesia untuk mempersiapan kualitas dan meningkatkan kualitas agar dapat bersaing dengan negara lainnya, hal tersebut dibuktikan oleh pemerintah dengan membuka sekolah kejuruan di berbagai wilayah. Berdasarkan  hal tersebut dipilih judul dalam artikel ilmiah ini, Optimalisasi tindak tutur ekspresif guru sebagai wujud kesantunan peserta didik SMk yang unggul di Era MEA. Kata Kunci:  Tindak Tutur Guru, Kesantunan Peserta Didik SMK,MEA
FUNGSI BAHASA DALAM WACANA LISAN TRANSAKSI JUAL BELI DI PASAR KLEWER SURAKARTA DAN RELEVANSINYA SEBAGAI MATERI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Puguh Jatmiko, Henry Trias; Setiawan, Budhi; Sulistyo, Edy Tri
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.982 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi bahasa dalam transaksi jual beli di Pasar Klewer Surakarta yang melingkupi fungsi instrumental, fungsi regulasi, fungsi representasi, fungsi interaksi, fungsi perorangan, fungsi heuristik, dan fungsi imajinatif, yang mendasar pada teori MAK Halliday (1973), dan relevansinya dengan materi pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif; sumber data yang diambil meliputi transkrip percakapan jual beli di Pasar Klewer Surakarta dan  guru bahasa Indonesia kelas X sebagai informan; Teknik sampling penelitian yang digunakan adalah purposive sampling; data dikumpulkan melalui observasi, perekaman, dan wawancara. Uji validitas data yang digunakan, yakni teknik triangulasi metode, triangulasi teori, dan triangulasi sumber serta review informan. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif (interactive model of analysis). Hasil penelitian yang diperoleh antara lain fungsi heuristik mendominasi dalam percakapan jual beli di pasar klewer dan bentuk negosiasi penjual dan pembeli di Pasar Klewer Surakarta dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Kata Kunci: Wacana Lisan, Teks Negoasiasi, Jual beli, Pasar Klewer Surakarta, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia.
INTERPRETASI TUTURAN PERSUASIF IKLAN UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI KREATIF Fatimah, Firdauzia Nur; Sulistyo, Edy Tri; Shaddhono, Kundharu
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.53 KB)

Abstract

Dunia modern saat ini telah memasuki era ekonomi kreatif. Di era ekonomi kreatif teknologi informasi dibutuhkan sebagai sarana untuk mempengaruhi masyarakat. Terknologi tersebut digunakan untuk mempromosikan produk. Melalui promosi produk diharapkan dapat dapat mendorong para pelaku industri untuk menciptakan pola kerja, pola produksi dan pola pemasaran yang mengutamakan daya tarik konsumen. Hal ini menciptakan hubungan saling ketergantungan antarpelaku dunia usaha untuk mendorong semua industri agar lebih aktif, kreatif dan produktif dalam pemasaran produk. Pada bidang pemasaran, daya kreatif periklanan produk akan menjadi faktor yang dapat menarik minat konsumen untuk membeli produk tersebut. Oleh karena itu, para pelaku dunia usaha yang ingin memasarkan produknya harus mampu menghasilkan ide-ide yang dapat menarik minat konsumen. Ide-ide yang menarik dapat tersalurkan melalui bahasa. Bahasa yang digunakan berupa tuturan persuasif. Tuturan persuasif berfungsi untuk mempengaruhi konsumen untuk melihat lebih mendalam mengenai produk yang ditawarkan. Hal ini dapat meningkatkan laba pelaku industri apabila tuturan persuaif mampu membuat konsumen tertarik dan membeli produk.Kata kunci: interpretasi, tuturan persuasif, ekonomi kreatif
LEARNING MEDIA DEVELOPMENT I-SPRING TECHNOLOGY ON THE SUBJECT OF ART AND CULTURE VISUAL ART 2D MATERIALS Fatro, Misron Zen; Sulistyo, Edy Tri; Nugroho, Sugeng
-
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.132 KB)

Abstract

I-Spring program is a computer application used to create instructional multimedia. This study aims to find out the design of I-Spring technology learning media on cultural arts subjects and its influence on students cognitive development on two-dimensional art material. Research methodology used is research and development (R & D) with research subjects of grade X Batik 2 Surakarta Senior High School. The development of I-Spring technology learning media includes four main stages namely; (1) preliminary research, (2) development design, (3) production, (4) product validation. The result of the research shows that I-Spring teaching media can improve students' cognitive ability in two dimensional art material.
NILAI MORAL PADA PEMENTASAN LUDRUK JOKO SAMBANG PENDEKAR GUNUNG GANGSIR SEBAGAI MEDIA PENINGKATAN KECERDASAN MORAL PADA ANAK Luckiyanti, Reska; Sulistyo, Edy Tri
-
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan nilai moral pada pementasan Ludruk Joko Sambang Pendekar Gunung Gangsir, serta mendeskripsikan cara peningkatan kecerdasan moral pada  anak. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa kalimat yang dituturkan oleh pemain ludruk. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara teknik simak dan catat. Teknik analisis data penelitian ini dilakukan dengan terstruktur: (1) Menggumpulkan data dengan mentranslate dialog para pemain, (2) mereduksi data, dan (3) menganalisis data dan penarikan simpulan. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan nilai moral yang terdapat dapat ludruk meliputi nilai: peduli, tanggung Jawab, banyak akal, empati, loyalitas, disiplin, respek, relegius dan akhlak mulia. Cara untuk meningkatkan kecerdasan, yakni : membuat tes, memilih cara/ metode praktis, menentukan cerita/ kisah yang nyata, membuat kelompok diskusi, dan memilih sumber yang lain.  This article describes the moral value of the performance of Ludruk Joko Sambang Pendekar Gunung Gangsir, and how to increase moral intelligence in children. This research includes descriptive qualitative research type. This research data is form of a sentence spoken by ludruk players. Techniques of data collection is done by way of technique refer and note. The data analysis technique of this research is done by structured: (1) Collecting data by transplanting the dialog of the players (2) reducing the data, and (3) analyzing the data and drawing conclusions. The results of this study, indicating the moral values contained can include ludruk value: care, responsibility, sense, empathy, loyalty, discipline, respect, relegius and noble character. Ways to improve intelligence: make tests, choose practical ways / methods, determine real stories / stories, create discussion groups, and choose other sources.
MODEL PENDIDIKAN PARTISIPATIF EMPAT PILAR BANGSA BAGI INTEGRASI NASIONAL Haryono, Bagus; Sulistyo, Edy Tri; Zuber, Ahmad
KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Vol 5, No 2 (2013): Tema Edisi: Model-Model Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Karakter Bangsa
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v5i2.2742

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pendidikan partisipatif tentang empat pilar bangsa pada masyarakat akar rumput. Penelitian ini dilakukan di Sudiroprajan. Penelitian dirancang menerapkan Participatory Action Research, dengan siklus planning, act, observe, dan reflection. Integrasi dianalisis dengan fungsionalisme struktural, sebatas Cina-Jawa, dan sebatas variabel tingkat pengamalan 4 pilar bangsa. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui gambar dan tulisan yang mereka tuangkan dalam media mural, penelitian menunjukkan bahwa mereka memahami isi 4 pilar bangsa (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI) dan merepresentasikan pengamalan dan penghayatannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui mural, selain menjadikan tembok tampak terawat, terlihat bersih dan enak dipandang, juga dapat mengaktualisasikan pesan asimilasi alamiah di kampung Mbalong menjadi representasi bahwa mereka tidak lagi mempermasalahkan etnisitas, mampu mereduksi ikatan primordialisme, menguatkan persatuan, nasionalisme, dan mengokohkan integrasi nasional.AbstractThis study aims to develop a participatory education model for educating four nation pillars in grassroots level. The research was concluded in Sudiroprajan Surakarta using participatory action research. The result shows that throught mural citizen can express their understanding of four nation pillars concern on the form of mural drawings and writings indicate that they understanding the content and practice the four nation pillars (Pancasila, the 1945 Constitution, Unity in Diversity, The Unity State Republic of Indonesia) in the everyday life. The murals do not only make the walls clean and pleasing. They also can actualize the message of natural assimilation. This is illustrated in Mbalong mural which suggests an idea that ethnicity there, is not longer a problem, that they can reduce primordial ties, strengthen unity, nationalism, and the national integration. 2013 Universitas Negeri Semarang
PRAGMATIC STUDY AND AESTHETIC OF MORAL MESSAGES ON MEDIA IMAGE Sulistyo, Edy Tri
-
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.52 KB)

Abstract

This study attempts at exploring a philosophical-pedagogical value (message moral). The image is basically the expression of personal feelings which can be an attempt to convey basic and useful information for the society and the preservation of art and culture in Indonesia. Indonesia concerns the diversity and local wisdom values (just say the Javanese society which characteristically classified into its high culture ‘adiluhung’). The transmission of information realized through values, especially to the current society is perceived declining, thus the effort to maintain a prudent value system can be done in various ways. One of the ways in this study is its delivery with the image media. Images in question such as picture signs, billboards, posters, banners, murals and so on. The pictures are now presented / displayed in various strategic places so that the community, especially the younger generation can read it at any time. The hope is that people can implement it in everyday life. To pragmatically reveal the value (moral message), this research is qualitative descriptive. The data sources are in the form of writing utterances on the image / ad. Data analysis techniques employed holistic criticism and pragmatic analysis. The results showed that the utterances contained in the media images / ads produces some meanings to the readers and implement them in the real life activities.