Articles

Media Pembelajaran Berbasis Webtoon Untuk Menafsirkan Pandangan Pengarang Dalam Novel Suciati, Suciati; Sumarti, Sumarti; Sunarti, Iing
J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 1 (2018): J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is the development of webtoon-based literary learning media. The purpose of this study is to produce media, to test the feasibility of the media, and test the effectiveness of webtoon-based literary learning media to interpret the author's views in the novel Maafkan Aku, Kuala Mesuji written by Fajar for senior high school students. This study uses the Research and Development (R& D) method referring to the Borg and Gall model. The results of this study are (1) webtoon-based learning media entitled "Practical Tips for Interpreting the Viewer's Angle through the Webtoon", (2) webtoon media worthy of use as learning media to interpret the author's views according to the results of validation tests from experts, teachers , and peseta students, (3) the webtoon media proved to be effective in increasing students' learning abilities with the acquisition of an average value of pre test 65 and post test 88 with an average effectiveness of 0.71 with a high category.Penelitian ini ialah pengembangan media pembelajaran sastra berbasis webtoon, tujuan penelitian ini untuk menghasilkan media, menguji kelayakan media, dan menguji efektivitas media pembelajaran sastra berbasis webtoon untuk menafsirkan pandangan pengarang dalam novel Maafkan Aku, Kuala Mesuji Karya Fajar untuk siswa SMA kelas XII. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R & D) mengacu pada model Borg and Gall. Hasil penelitian ini berupa (1) media pembelajaran berbasis webtoon dengan judul ”Kiat Praktis Menafsir Sudut Pandang Pengarang Melalui Webtoon”, (2) media webtoon layak digunakan sebagai media pembelajaran menafsir pandangan pengarang sesuai dengan hasil uji validasi dari para ahli, guru, maupun peseta didik, (3) media webtoon terbukti efektif meningkatkan kemampuan belajar siswa dengan perolehan nilai rata-rata pre test 65 dan post test 88 dengan efektivitas rata-rata 0,71 dengan kategori tinggi.Kata Kunci: media, webtoon, pandangan pengarang.
UJI TINGKAT TOLERANSI TANAMAN JAGUNG PADA FASE TERTENTU TERHADAP CEKAMAN NACL PADA TANAH SULFAT MASAM DENGAN BUDIDAYA JENUH AIR sumarti, sumarti; Ir. Setia Budi, M.MA, Ir. Setia Budi, M.MA; Ir Dini Anggorowati, M.Sc, Ir Dini Anggorowati, M.Sc
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demand of corn always increased. Therefore corn production has to be increased through both intensification and extensification program. Cultivation of corn in acid sulphate soil has salinity problems causing crop toxicity. This study aims to determine the effect of NaCl concentration to the growth and yield of corn in the acid sulphate soil with saturated cultivation, and assesing the growth phase of corn which is tolerant to the NaCI stress. The experiment was carried out at green house, located in Faculty of Agriculture, Tanjungpura University Pontianak. The experimental design was completely randomized design which consisted of two factors and three replications. The first was the level NaCl which consisted of n0 (without NaCI), n1 (1,50+3,00 dS/m) dan n2 (3,00+6,00 dS/m) whereas the second factor was NaCl application time which consisted of p1  (early growth phase), p2 (toward tasseling phase), and p3 (after tasseling phase). The result showed that the treatment of NaCI concentration sinivicantly effeced only the dry wight of plant. Meanwhile, the period of NaCI application did not effect on all variable observed.
Peningkatan Pembelajaran Keterampilan Berbicara Bahasa Lampung Melalui Model Discovery Learning Dengan Teks Waghahan Di SMP Eliyana, Eliyana; Raja, Patuan; Sumarti, Sumarti
Jurnal Tiyuh Lampung Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Tiyuh Lampung
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to describe the improvement of learning speaking skill of Lampung language of through Discovery Learning Model with text Waghahan on students of class VIII A in SMP Negeri 4 Bandar Lampung academic year 2016/2017. The method used was the Classroom Action Research. The result showed that there were improvements; 1) the lesson planning through discovery learning at cycle I had good category, while at cycle II, it had very good category; 2) the process of learning through discovery learning had changed the atmosphere of learning to be more effective and it improved the students’ creativity. At cycle I, it had good category, while at cycle II, it had very good category; 3) After having teaching process through discovery learning model,  the result of students’ speaking skill got everage score that at cycle I was  68.57 was enough, while at cycle II was 85.00 with good caegory; 4) the result of cycle II was better than cycle IPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan pembelajaran keterampilan berbicara bahasa lampung melalui model discovery learning dengan teks waghahan pada siswa kelas VIIIA di SMP Negeri 4 Bandar Lampung tahun ajaran 2016/2017. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan; 1) rencana pembelajaran melalui model discovery learning pada siklus I dalam kriteria baik, pada siklus II rencana pembelajaran dalam kriteria sangat baik, 2) pada siklus I pelaksanaan pembelajaran dalam kriteria baik sedangkan siklus II pelaksanaan pembelajaran dalam kriteria sangat baik, 3) hasil pembelajaran keterampilan berbicara siswa diperoleh nilai rata-rata yaitu siklus I sebesar 68,57 dengan kriteria cukup, sedangkan siklus II diperoleh nilai rata-rata sebesar 85,00 dengan kriteria baik, 4)  hasil siklus II lebih baik daripada siklus IKata kunci: Discovery Learning Model, keterampilan berbicara, teks waghahan.
Peningkatan Kemampuan Menulis Melalui Model Cooperative Integrated Reading And Composition Kantia, I Ketut; Samhati, Siti; Sumarti, Sumarti
J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 3 (2017): J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe lesson plans, implementation of learning, assessment of learning, and improvement of writing learning through Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model. This research uses classroom action research. The results of this study indicate that learning to write through CIRC model in cycle III, on the aspect of RPP preparation has been referring to Permendikbud. 22 years 2016 and very well organized, aspects of learning implementation has changed the learning atmosphere becomes more active, creative, and fun, and the ability to write students have increased. Cycle I, obtained an average value of 67.57 unfinished category, cycle II, obtained an average value of 75.14 with unfinished category, and in cycle III, obtained an average value of 87.71 with the category of due diligence.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) rencana pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, (3) penilaian pembelajaran, dan (4) peningkatan pembelajaran menulis melalui model Coopretive Integrated Reading And Composition (CIRC). Penelitian ini menggunakan disain penelitian tindakan kelas ( Classroom Action Research ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis melalui model Coopretive Integrated Reading And Composition pada siklus III, pada aspek penyusunan RPP telah mengacu pada Permendikbud No. 22 tahun 2016 dan disusun sangat baik, aspek pelaksanaan pembelajaran telah mengubah suasana pembelajaran menjadi lebih aktif, kreatif, dan menyenangkan, serta kemampuan menulis peserta didik mengalami peningkatan. Siklus I, diperoleh nilai rata-rata 67,57 kategori belum tuntas, siklus II, diperoleh nilai rata-rata 75,14 dengan kategori belum tuntas, dan pada siklus III, diperoleh nilai rata-rata sebesar 87,71 dengan kategori tuntas.Kata kunci : kemampuan menulis, model CIRC, hasil belajar
Alih Kode dan Campur Kode Film Guru Bangsa Tjokroaminoto dan Implikasinya Hudha, Nurul; Sumarti, Sumarti; Eko Rusminto, Nurlaksana
J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2 (2017): J-SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the transfer of code and mix code with descriptive qualitative method. of the date form of dialogue film Guru Nation Tjokroaminoto by Garin Nugroho. Date collection is done using document analysis. The results of this study indicate that the transfer of code and mixed code consists of several forms of factors & causes.The most dominant code change is the transfer of external code in form of a dutch code transition to Indonesian language and the most influencing factor is speaker factor. The most dominant code mix is word-shaped word code of Indonesian language & the most influencing factor is language factor. Transfer of code and mixed code can be used as supelmen in learning sociolinguistic course with material related to bilingual. It is important to be understood students and lecturers because sociolinguistics teaches how to put a persons language attitude in a multicultural society.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan alih kode dan campur kode dengan metode deskriptif kualitatif. data berupa dialog film Guru Bangsa Tjokroaminoto karya Garin Nugroho. Pengumpulan data dilakukan menggunakan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alih kode dan campur kode terdiri beberapa bentuk faktor&penyebabnya. Alih kode paling dominan adalah alih kode ekstern berupa peralihan kode bahasa Belanda ke bahasa Indonesia dan faktor penyebab paling memengaruhi adalah faktor penutur. Campur kode yang paling dominan adalah campur kode berbentuk kata bahasa Indonesia&faktor penyebab paling memengaruhi ialah faktor kebahasaan. Alih kode dan campur kode dapat dijadikan sapelmen dalam pembelajaran mata kuliah sosiolinguistik dengan materi yang berkaitan dengan kedwibahasaan. Hal ini penting untuk dipahami oleh mahasiswa dan dosen sebab sosiolinguistik mengajarkan bagaimana menempatkan sikap berbahasa seseorang di tengah masyarakat yang multi kultural.Kata Kunci: Alih Kode, Campur Kode, dan Implikasi.
Kontribusi Kebiasaan Membaca dan Penguasaan Makna Kata terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksposisi Anggraini, Ade; Sumarti, Sumarti; Suyanto, Edi
J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 3 (2017): J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find out some of the contributions: reading habits to the ability to write exposition, mastery of the meaning of words to the ability to write exposition, and as well as reading habits and mastery of the meaning of words to the ability to write exposition text. This research uses quantitative approach with ex post facto method. The result of research indicate that there is contribution of reading habits to ability of writing exposition text equal to 21,8% with correlation coefficient 0,467; the contribution of mastery of word meaning to the ability of writing exposition text of 24,6% with correlation coefficient 0,496; the contribution of reading habits and mastery of the meaning of the word together to the ability to write exposition text of 35,4% with a correlation coefficient of 0,595. This study has important implications for improving the ability to write exposition text by improving reading habits and mastery of word meaning.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa kontribusi: kebiasaan membaca terhadap kemampuan menulis teks eksposisi, penguasaan makna kata terhadap kemampuan menulis teks eksposisi, serta kebiasaan membaca dan penguasaan makna kata terhadap kemampuan menulis teks eksposisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kontribusi kebiasaan membaca terhadap kemampuan menulis teks eksposisi sebesar 21,8% dengan koefisien korelasi 0,467; kontribusi penguasaan makna kata terhadap kemampuan menulis teks eksposisi sebesar 24,6% dengan koefisien korelasi 0,496; kontribusi kebiasaan membaca dan penguasaan makna kata secara bersama-sama terhadap kemampuan menulis teks eksposisi sebesar 35,40% dengan koefisien korelasi 0,595. Penelitian ini memiliki implikasi penting terhadap upaya peningkatan kemampuan menulis teks eksposisi dengan cara meningkatkan kebiasaan membaca dan penguasaan makna kata.Kata kunci: kebiasaan membaca, makna kata, menulis teks eksposisi
Ketepatan Pelafalan Kluster Dan Deretan Konsonan Bahasa Indonesia Oleh Penutur Mandarin Peishi, Ni; Sumarti, Sumarti; Eko Rusminto, Nurlaksana
J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 1 (2018): J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposes of this research are to describe the accuracy of Indonesian cluster and consonant row pronounciations by Mandarian-speaking students. This research uses descriptive qualitative method. The data sources of this research were taken from Mandarin-speaking students who major in teaching of Chinese as a foreign language at Guangxi University for Nationalities. The results of this research show that the sounds of Indonesian which pronounced correctly are clusters fl[fl], sl[sl], fr[fr], sw[sw], sm[sm], sn[sn],st[st], and consonant rows mp[mp], nt[nt], ngk[ŋk], ns[ns], ngs[ŋs], st[st], ht[ht], hk[hk], hb[hb], mr[mr], ml[ml], lm[lm], gn[gn], np[np], gm[gm]; and which not pronounced correctly are clusters adalah pl[pl], bl[bl], kl[kl], gl[gl], pr[pr], br[br], tr[tr], dr[dr], kr[kr], sp[sp],  sk[sk], pt[pt], ts[ts], str[str], spr[spr], skr[skr], skl[skl], and consonant rows mb[mb], nd[nd], nc[ñc], nj[ñj], ngg[ŋg], rn[rn], rl[rl], rt[rt], rk[rk], rs[rs], rc[rc], kt[kt], ks[ks], kb[kb], kd[kd], kn[kn], ky[ky],  hsy[hš], bd[pd], hd[hd].Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketepatan pelafalan bunyi kluster dan deretan konsonan bahasa Indonesia oleh mahasiswa penutur bahasa Mandarin. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa penutur bahasa Mandarin yang menempuh pendidikan di jurusan pengajaran bahasa Mandarin sebagai bahasa asing di Guangxi University for Nationalities. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelafalan kluster bahasa Indonesia yang dilafalkan dengan tepat oleh penutur bahasa Mandarin adalah fl[fl], sl[sl], fr[fr], sw[sw], sm[sm], sn[sn],st[st], dan yang tidak tepat adalah pl[pl], bl[bl], kl[kl], gl[gl], pr[pr], br[br], tr[tr], dr[dr], kr[kr], sp[sp],  sk[sk], pt[pt], ts[ts], str[str], spr[spr], skr[skr], skl[skl], dan deretan konsonan bahasa Indonesia yang dilafalkan dengan tepat oleh penutur bahasa Mandarin adalah mp[mp], nt[nt], ngk[ŋk], ns[ns], ngs[ŋs], st[st], ht[ht], hk[hk], hb[hb], mr[mr], ml[ml], lm[lm], gn[gn], np[np], gm[gm], dan yang tidak tepat adalah mb[mb], nd[nd], nc[ñc], nj[ñj], ngg[ŋg], rn[rn], rl[rl], rt[rt], rk[rk], rs[rs], rc[rc], kt[kt], ks[ks], kb[kb], kd[kd], kn[kn], ky[ky],  hsy[hš], bd[pd], hd[hd]. Kata kunci: pelafalan, kluster bahasa Indonesia, deretan konsonan bahasa Indonesia
Penggunaan Imperatif Bahasa Indonesia oleh Guru Perempuan dalam Pembelajaran di MAN Mufazah, Ratu Faizatul; Sumarti, Sumarti; Nazaruddin, Kahfie
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2, April (2017): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to describe the form and imperative pragmatic meaning used by a female teacher in learning activity at MAN 1 Bandar Lampung in the academic year of 2016/2017. This research uses qualitative desriptive method. Data analysis has been done by using permutation, paraphrase technique, and pragmatic technique. Its found that the teacher used both (active and passive) forms of imperative. Its also found that, the teacher also used ten out of seventeen imperative pragmatic meaning with imperative and nonimperative constructions. Nonimperative construction was used to state indirectly imperative meaning in the form of declarative, interrogative, and phatic category.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud formal dan makna pragmatik imperatif yang digunakan oleh guru perempuan dalam kegiatan pembelajaran di MAN 1 Bandar Lampung tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan dengan teknik permutasi, ubah ujud, dan teknik pragmatis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru menggunakan kedua wujud formal imperatif (aktif dan pasif) yang tersedia. Selain itu, guru menggunakan sepuluh dari tujuh belas makna pragmatik imperatif dengan konstruksi imperatif dan nonimperatif. Konstruksi nonimperatif digunakan untuk menyatakan maksud imperatif secara tidak langsung, yaitu dengan bentuk deklaratif, interogatif dan kategori fatis.Kata kunci: imperatif, wujud formal, makna pragmatik, konstruksi
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI PADA KELAS VII SISWA MTsN 1 BANDAR LAMPUNG Putri, Sella Destriani; Sumarti, Sumarti
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 4, No 3, Nov (2016): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this research is learning how to write the eksposition text in class VII MTs 1 Bandar Lampung 2015/2016 school year. The purpose of this study was to describe the learning of writing the eksposition text. This research used a qualitative descriptive method with observation, documentation, and interviews in data collection. Source of data in this research are learning to write the eksposition text. The results showed that all the indicators in the learning plan have been met the teachers. Furthermore, the implementation of learning which includes the introduction, core, and the cover has been implemented by teacher. However, there is an indicator that is not implemented by teacher namely the preliminary activities, where teacher does not deliver the capability to be achieved by learners. Assessment conducted by teacher includes competency assessment attitudes, knowledge, and skills.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pembelajaran menulis teks eksposisi pada siswa kelas VII MTs 1 Bandar Lampung tahun pelajaran 2015/2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis teks eksposisi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara dalam pengumpulan datanya. Sumber data pada penelitian ini adalah pembelajaran menulis teks eksposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua indikator dalam perencanaan pembelajaran telah dipenuhi oleh guru. Selanjutnya pada pelaksanaan pembelajaran yang meliputi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup telah dilaksanakan guru. Namun pada pelaksanaan pembelajaran terdapat satu indikator yang tidak dilaksanakan guru, yaitu guru tidak menyampaikan kemampuan yang akan dicapai peserta didik. Penilaian yang dilakukan oleh guru mencakup penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.Kata kunci: menulis, pembelajaran, teks eksposisi.
Penggunaan Konjungsi pada Makalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Implikasinya pada Pembelajaran Bahasa Sari, Deacy Permata; Sumarti, Sumarti; Samhati, Siti
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 1, Ap (2018): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research describes the used of conjunctions on students papers in medical faculty university of Lampung in 2017 and the implication on the learning of Bahasa Indonesia in college. The method in this research was descriptive qualitative. The data source in this research was papers. Data collecting technique in this research was documentation technique. Based on the research, the used of conjunction on student papers is 2010 to the accuracy of 1908 (95 %) and inaccuracy 102 (5 %) conjunctions. The conjunctions include 802 coordinating conjunctions, 1099 subordinating conjunction, 24 correlative conjunction, and 85 intersentence conjunction. The used of conjunctions on students papers can be used as teaching material in effective sentence learning in college.Penelitian ini mendeskripsikan penggunaan konjungsi pada makalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung tahun 2017 dan implikasinya pada pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah makalah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Berdasarkan penelitian, penggunaan konjungsi pada makalah mahasiswa berjumlah 2010 penggunaan dengan ketepatan 1908 (95%) dan ketidaktepatan 102 (5%) penggunaan. Konjungsi tersebut meliputi konjungsi koordinatif berjumlah 802, konjungsi subordinatif berjumlah 1.099, konjungsi korelatif berjumlah 24, dan konjungsi antarkalimat berjumlah 85 penggunaan. Penggunaan konjungsi pada makalah mahasiswa dapat dijadikan bahan ajar dalam membelajarkan kalimat efektif di perguruan tinggi.Kata kunci: penggunaan konjungsi, makalah mahasiswa Fakultas Kedokteran.