Articles

KONDISI SOSIAL EKONOMI DAN MODAL SOSIAL PADA BERBAGAI TINGKAT PARTISIPASI PESERTA PROGRAM POS PEMBERDAYAAN KELUARGA (KASUS POSDAYA MANDIRI TERPADU, DESA CIKARAWANG, KECAMATAN DRAMAGA, KABUPATEN BOGOR) Mukti, Suhaeri; Sumarti, Titik
Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 2 (2013): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Program Pascasarjana Ilmu Penyuluhan Pembangunan, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/penyuluhan.v9i2.9905

Abstract

The purpose of this study are analyze the influence of socio-economic conditions and social capital on the level of program?sparticipation. The correlation level between of program?s participation are access to welfare benefits and economic benefits of thePosdaya Integrated Self. The research was conducted in the village of Cikarawang, District Dramaga. This study uses quantitativeand qualitative approaches. The results showed that the socio-economic conditions and social capital owned by the participantsrelated to the level of program participation program, and the level of participation in the program achieved the degree ofparticipation of tokenism Arnstein. Correlation test results demonstrate, there is a significant and strong correlation betweensocioeconomic conditions and social capital on the level of program participation. Other results show that the participationrate also has a significant and strong correlation with access to welfare benefits and economic benefits received by programparticipants.Keywords: Access to Welfare and Economic, Participation,Social Capital, Socio-Economic Condition
STRATEGI PEMBERDAYAAN PETANI MUDA KOPI WIRAUSAHA DI KABUPATEN SIMALUNGUN Sumarti, Titik; Rokhani, Rokhani; Falatehan, Sriwulan Ferindian
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Program Pascasarjana Ilmu Penyuluhan Pembangunan, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.048 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i1.15165

Abstract

Kopi arabika merupakan produk global, dan kopi arabika Simalungun mampu bersaing di dunia internasional. Keberlanjutan usaha kopi arabika tergantung pada petani muda wirausaha. Petani muda sebagai aset bangsa perlu mendapat perhatian agar usahanya mampu bersaing di era global. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis data primer. Teknik pengumpulan data adalah FGD sebanyak 2 kali masing-masing diikuti 15 orang petani muda kopi dan wawancara mendalam dengan teknik snow ball terhadap 11 orang petani muda kopi. Subyek penelitian adalah petani muda kopi yang terlibat dalam usaha kopi. Hasil penelitian menunjukkan: strategi pemberdayaan petani muda kopi wirausaha memerlukan dua komponen, yaitu faktor penggerak dan pelancar. Faktor penggerak meliputi: perubahan sistem ekonomi non pasar menjadi pasar, perubahan sistem patron klien menjadi pasar; membuka akses alat pengolahan kopi, membentuk citra petani muda sebagai agen yang aktif dan kritis, menempatkan petani muda kopi sebagai subyek yang dinamis dalam membangun karakter kepemimpinan dan kewirausahaan. Faktor pelancar meliputi: membangun kolektifitas, mengorganisir petani muda kopi dengan memperkuat modal sosial, melindungi basis sumberdaya air dan lahan dengan menerapkan good agricultural practices (GAP), diversifikasi mata pencaharian, membuka akses pasar, penyuluhan dan pendampingan usaha kopi berbasis informasi dan teknologi. Dalam era pasar bebas (MEA), diperlukan reposisi petani muda kopi dari petani produsen menjadi petani pemasok.
KONTESTASI DISKURSUS KETAHANAN PANGAN DAN PEMBENTUKAN KUASA PENGETAHUAN PEREMPUAN PADA KELUARGA PETANI SAWAH DI SUMATERA SELATAN -, Yunindyawati; Sumarti, Titik; Adiwibowo, Soeryo; Vitayala S. Hubbeis, Aida; -, Hardinsyah
Jurnal Komunitas: Research and Learning in Sociology and Anthropology Vol 6, No 1 (2014): Lokalitas, Relasi Kuasa dan Transformasi Sosial
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v6i1.2952

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji diskursus ketahanan pangan antaraktor dan pembentukan kuasa pengetahuan perempuan pada keluarga petani sawah lebak di Kecamatan Pemulutan Selatan kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga  aktor utama dalam diskursus ketahanan pangan yakni pemerintah, komunitas dan pelaku usaha. Masing-masing aktor berupaya mempraktikkan diskursusnya pada keluarga petani. Pada saat mempraktikkan diskursus terjadi interaksi diskursus antaraktor yang bersifat sinergis. Namun diskursus yang paling dominan dipraktikkan oleh keluarga adalah diskursus komunitas, sementara diskursus pemerintah sebagai pelengkap dan diskursus pelaku usaha sebagai pendorong. Pembentukan kuasa pengetahuan perempuan oleh para aktor bersifat elastis dan terdapat perbedaan akses dalam pembentukan kuasa pengetahuan perempuan berdasarkan perbedaan kelas sosial. This study was to examine food security discourse between actors in the farmers family and the formation of the power of women’s knowledge. The method used was a qualitative method using constructivism paradigm. Research findings indicate that there were three main actors in the discourse of food security namely the government, community and business. Each attempt to practice their discourse on family farmers. It turns out that in practice this discourse, there were interaction between actors in synergy. But the most dominant discourse was discourse of community that practiced by the family while the government discourse as a supplement and entrepreneurs discourse as a spur. Formation of the power of women’s knowledge by actors were flexibles/elastics and there were differences acces of formation in power of women’s knowledge between women in different social classes
KONSTRUKSI SOSIAL KUASA PENGETAHUAN ZAKAT : STUDI KASUS LEMBAGA AMIL ZAKAT DI PROPINSI JAMBI DAN SUMATERA BARAT Malik, Abdul; Hadi Dharmawan, Arya; Sumarti, Titik
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 4 No. 2 (2010)
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.678 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v4i2.5847

Abstract

The governances of zakat is important to be studied, especially about the dynamics of knowledge, rationality, and interest in zakat governance. This study focused on the battle of knowledge, rationality and conflicts of interest in zakat governance. The approach in this study is a qualitative approach with a methodology constructivism paradigm. The data obtained by phenomenology method with depth interview techniques and documentation. Data were analyzed using structural conflict perspective with Foucaultian style, especially the theory of power and knowledge. The results showed that: there are three spheres of knowledge, that competing to get authorities in the governance of zakat (religious knowledge, modern knowledge and local knowledge). The discourse of the governance of zakat in the LAZ of community was dominated by the religious knowledge and local knowledge, while at the Bazda and LAZ of Semen Padang, discourse is dominated by modern knowledge. Second, the rationality of LAZ of community is asceticism and altruism with the interests of individual piety and social piety, but the rationality of Bazda is developmentalism to achieve integration and uniformity, while the rationality of LAZ Semen Padang is maximize Utility, with profit interests and investment security. Finally, the phenomenon of zakat governances was showed as moral laundering efforts
Analisis Gender dalam Usaha Ternak dan Hubungannya dengan Pendapatan Rumahtangga Peternak Sapi Perah Nadhira, Valenikha Fitri; Sumarti, Titik
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.564 KB)

Abstract

KPPPA data in 2015 showed that the index of gender inequality in Indonesia is still relatively high compared to other ASEAN countries, about 0,5. In order to achieve development including the development of animal husbandry sector, the role of men and women and also gender equality should be understood by all stakeholders. However, it turns out the woman is not fully in control of the resources and benefits. The general purpose of this study is to analyze the level of gender equality in the dairy cattle business and to analyze the relationship between the level of gender equality in the dairy cattle business and income of dairy farmer’s household in Pangalengan. This research use simple random sampling technique, cross tabulation analysis and Rank Spearman statistical test. Research showed that there is still gender inequality at control over resources and benefits. Gender equality in household cattle business has a significant relationship with a household income of dairy farmers.Keywords: access, control, dairy cattle business----------------------ABSTRAKData KPPPA 2015 menunjukkan bahwa Indeks Ketimpangan Gender di Indonesia masih terbilang tinggi dibandingkan Negara ASEAN lainnya, yaitu 0,5. Pada hakekatnya dalam mewujudkan pembangunan, termasuk pembangunan peternakan harus memahami kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Pada kenyataanya, perempuan tersebut tidak sepenuhnya memegang kontrol atas sumber daya dan manfaat.  Tujuan umum dari penelitian ini adalah menganalisis kesetaraan gender dalam usaha ternak sapi perah dan menganalisis hubungan kesetaraan gender dalam usaha ternak dengan pendapatan rumah tangga peternak sapi perah. Penelitian menggunakan teknik simple random sampling, analisis tabulasi silang dan uji statistik Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada ketidaksetaraan gender pada kontrol atas sumber daya dan manfaat. Kesetaraan gender  dalam rumah tangga usaha ternak memiliki hubungan yang signifikan dengan pendapatan rumah tangga peternak sapi perah.Kata Kunci : akses, kontrol, usaha ternak sapi perah
Bentuk-Bentuk Perubahan Pertukaran dalam Perkawinan Bajapuik M, Maihasni; Sumarti, Titik; Sri Wahyuni, Ekawati
SODALITY: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : SODALITY: Jurnal Sosiologi Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.556 KB)

Abstract

The objective of this paper to identified and analysis of types that use in bajapuik marriage as a basic of exchange and factors that its influence. The reseach is a qualitative aproach with using multi method approaches in order to explain the phenomena proposed.The result of the study showed that types exchange in bajapuik marriage involved; 1) uang jemputan; 2) uang hilang; 3) uang selo; 4) uang tungkatan. All of types that are exchenged in bajapuik marriage in this moment. In general, the types emerge are caused effect economy and spesific education and inhabitant mobility. 
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KOLABORATIF DALAM PENGELOLAAN EKOWISATA BERBASIS w, Wulandari; Sumarti, Titik
SODALITY: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : SODALITY: Jurnal Sosiologi Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.556 KB)

Abstract

This study aimed to learn about the implementation of collaborative management in the implementation of community-based ecotourism in the village of Citalahab- Cikaniki,   Halimun   Salak   Mountain   National   Park.   By   using   the   principles   of collaboration it will be seen how far the process of collaboration that have been implemented. They will also be reviewed regarding the benefits of implementing these community-based ecotourism. This study uses a qualitative approach, specially uses primary and secondary data. The primary data obtained from interviews and field observation, while the secondary data obtained from various sources such as reference books, and reports of research (thesis or a thesis) about community-based ecotourism management   and   collaboration.   The   study   shows   that   the   implementation   of collaboration in community-based ecotourism program in Kampong Citalahab has run on the third phase of implementing the agreement. However, collaboration was limited to the implementation of activities only and not been held to review the deal. If the analysis by using the seven principles of collaboration put forward by Borrini-Feyerabend, et al (2000), the execution of this collaboration can be said to have fulfilled the principle of first to fifth. Benefits of collaborative management of community-based ecotourism in the Kampong Citalahab include economic benefits, social and ecological benefits
Kemiskinan Petani dan Strategi Nafkah Ganda Rumahtangga Pedesaan Sumarti, Titik
SODALITY: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : SODALITY: Jurnal Sosiologi Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.556 KB)

Abstract

Tinjauan atas fenomena kemiskinan di sektor perkebunan memasuki dimensi baru, sejak adanya krisis ekonomi yang ikut sedikit banyak mempengaruhi sektor ini. Wilayah kajian baru tersebut adalah pola penyesuaian nafkah petani perkebunan skala kecil (plasma) dalam menyiasati krisis ekonomi. Dengan mengkaji dua kasus di Provinsi Riau, diperoleh gambaran strategi adaptasi nafkah yang menarik. Sudi ini menyimpulkan bahwa strategi nafkah ganda menjadi perilaku atau tindakan ekonomi yang menonjol digunakan oleh petani perkebunan miskin di kedua daerah penelitian. Strategi adaptasi nafkah yang diimplementasikan biasanya tetap disesuaikan pada konteks sosio-budaya lokal.
Sosiologi Kepentingan (Interest) dalam Tindakan Ekonomi Sumarti, Titik
SODALITY: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : SODALITY: Jurnal Sosiologi Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.556 KB)

Abstract

Sosiologi ekonomi adalah wilayah kajian baru dalam sosiologi yang berusaha mendekatkan ilmu ekonomi dan sosiologi. Sebagai bidang studi baru dalam sosiologi, disiplin ini berupaya untuk terus mengembangkan telaah-telaah baru. Salah satu isyu penting yang menjadi perhatian pemerhati sosiologi ekonomi adalah interest (kepentingan), yang dianggap sebagai konsep penting penggerak tindakan atau perilaku seseorang actor dalam tradisi sosiologi weberian. Tulisan ini mencoba mengkaji isyu/konsep kepentingan serta implikasi sosiologisnya dalam perilaku ekonomi kontemporer.Katakunci: Kepentingan (interest), sosiologi ekonomi, tindakan ekonomi, weberian
Analisis Gender dalam Program Desa Mandiri Pangan (Studi Kasus: Desa Jambakan, Kecamatan Bayat, Klaten-Jawa Tengah) Nurul Qoriah, Siti; Sumarti, Titik
SODALITY: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : SODALITY: Jurnal Sosiologi Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.556 KB)

Abstract

Kebijakan di bidang ketahanan pangan dan gizi merupakan bagian integral dari kebijakan pembangunan nasional. Oleh karena itu strategi dalam membangun sistem ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas saja, tetapi juga pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan mereka secara mandiri dan berkelanjutan. Langkah pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan adalah dengan melaksanakan Program Desa Mandiri Pangan mulai tahun 2006 di daerah yang dinyatakan daerah rawan pangan. Dalam implementasinya, setiap kebijakan yang dilakukan setiap instansi seyogyanya harus memperhatikan hubungan antara laki-laki dan perempuan, yang sesuai dengan INPRES No. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana Program Desa Mandiri Pangan telah responsif gender. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan Program Desa Mandiri Pangan cenderung belum responsif gender. Hal ini karena masih terjadi ketimpangan gender baik di tingkat rumah tangga maupun dalam kelompok afinitas. Bentuk ketidakadilan gender yang terjadi adalah beban kerja, stereotipe dan subordinasi pada perempuan. Ketimpangan gender tersebut terjadi akibat hegemoni patriarki. Faktor elit desa juga bepengaruh terhadap pelaksanaan program.