Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH KOMBINASI WAKTU APLIKASI + PROSENTASE DOLOMIT PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogea L.) Pangestu, Inggil Luji; Suminarti, Nur Edy; Heddy, Y.B. Suwasono
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.45 KB) | DOI: 10.21176/protan.v6i8.841

Abstract

Kacang tanah ialah salah satu komoditas yang cukup penting, kebutuhan kacang tanah di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat baik untuk konsumsi maupun sebagai bahan industri. Penurunan produksi kacang tanah dapat terjadi karena kondisi lahan kurang baik, aplikasi pupuk kimia secara terus menerus dapat menyebabkan tanah menjadi padat dan bersifat asam. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan hasil produksi kacang tanah ialah menggunakan dolomit dengan waktu aplikasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan kombinasi yang tepat antara waktu aplikasi + prosentase dolomit pada pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2015 hingga Februari 2016 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 10 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 30 petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi waktu aplikasi + prosentase dolomit memberikan pengaruh yang nyata pada komponen pertumbuhan yaitu jumlah cabang, jumlah daun, luas daun, dan komponen hasil yaitu bobot kering total tanaman, jumlah polong, bobot kering polong, bobot kering biji, polong hampa, polong isi, maupun panen yaitu bobot 100 biji dan hasil ton ha-1. Berdasarkan hasil analisis usahatani, kombinasi waktu aplikasi + prosentase dolomit (awal tanam + 150%) memberikan nilai R/C lebih tinggi yaitu sebesar 1,72 dan dapat dikatakan layak untuk dikembangkan.
UJI TINGKAT KETEBALAN MULSA SEKAM PADA 2 VARIETAS TANAMAN GANDUM (Triticum aestivum L.) DI DATARAN MEDIUM Danaparamita, Galuh Hayu; Fajriani, Sisca; Suminarti, Nur Edy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21176/protan.v6i8.838

Abstract

Gandum termasuk salah satu tanaman serealia yang berpotensi sebagai sumber bahan pangan alternatif. Tanaman gandum umumnya ditanam di dataran tinggi dan varietas yang digunakan adalah Dewata dan Selayar. Tanaman gandum dapat tumbuh dengan baik di daerah dataran tinggi di Indonesia, tetapi lahan yang tersedia sangat terbatas. Daerah dataran tinggi umumnya ditanami komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi. Kendala pengembangan tanaman gandum di wilayah dataran medium salah satunya adalah tingginya suhu dan dapat diatasi melalui penggunaan mulsa. Namun demikian, seberapa besar pengaruh mulsa terhadap pengendalian suhu dan evaporasi akan sangat dipengaruhi oleh tingkat ketebalan dan macam mulsa pada macam varieatas tanaman gandum. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan September 2016 di Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya interaksi nyata antara macam varietas dan berbagai tingkat ketebalan mulsa pada jumlah daun, luas daun, jumlah anakan total, bobot kering total tanaman, jumlah anakan produktif, jumlah malai per rumpun, bobot malai per rumpun, sedangkan pada pengamatan panen terjadi interaksi pada bobot spikelet per rumpun, hasil panen per hektar, bobot 1000 biji dan indeks panen. Pengaruh nyata dari berbagai tingkat ketebalan mulsa terjadi pada panjang malai per rumpun, bobot kering total tanaman, bobot spikelet per petak, laju pertumbuhan relatif, kelembaban tanah dan suhu tanah.
KOMBINASI KOMPOS KOTORAN SAPI DAN PAITAN (Tithonia diversifolia L.) PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Pramudika, Gita; Tyasmoro, Setyono Yudo; Suminarti, Nur Edy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.656 KB)

Abstract

Seiring dengan meningkatnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan bahan makanan yang berkualitas mendorong  dikembangkannya sistem pertanian yang mengarah pada kelestarian lingkungan, aman dan sehat. Peluang dalam produksi pertanian organik, khususnya buah terung masih terbuka lebar hal ini didukung dengan permintaan buah terung yang terus meningkat 21,46 % per tahun.  Tanaman terung responsif terhadap penyerapan unsur hara makro seperti N, P dan K, selain itu pemenuhan kebutuhan tanaman terung dapat dipenuhi dengan penggunaan kompos kotoran sapi dan paitan (Tithonia diversifolia L.) sebagai bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh aplikasi pupuk an-organik maupun organik pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung, serta untuk menentukan dosis kompos kotoran sapi dan paitan yang tepat pada tanaman terung agar diperoleh hasil yang paling tinggi. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan september 2012 sampai dengan februari 2013 di lahan pertanian Ponpes Bahrul Maqhfiroh, Jl. Joyo Agung nomer 2 Tlogomas Kota Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bahan organik yang berupa kombinasi kompos kotoran sapi 75% + paitan 25%, dan perlakuan pupuk an-organik 100% menghasilkan pertumbuhan yang tidak berbeda nyata terhadap semua parameter pengamatan (luas daun, bobot kering daun, bobot kering batang, bobot kering akar, jumlah buah panen dan bobot segar buah panen). Kata kunci : Terung, kompos kotoran sapi, paitan, lahan organik
PENGARUH JUMLAH DAN WAKTU PEMBERIAN AIR PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TALAS (Colocasia esculenta (L.) Schott var. Antiquorum) Nurchaliq, Agus; Baskara, Medha; Suminarti, Nur Edy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.72 KB)

Abstract

Semakin sempitnya luas lahan pertanian yang diikuti oleh semakin menigkatnya jumlah penduduk, mengakibatkan belum tercapainya  suatu titik keseimbangan an-tara jumlah penyediaan bahan pangan dengan tingkat permintaannya. Se-hubungan dengan permasalahan tersebut, maka satu di antara beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pe-manfaatan sumber bahan pangan lain yang dapat berpotensi sebagai sumber karbohidrat, yaitu umbi-umbian. Umbi talas adalah satu diantara beberapa komoditas umbi-umbian yang dapat dijadikan sebagai sumber bahan pangan alternatif selain beras yang bersifat sehat dan aman. Tanaman talas hanya di tanam 1 kali dalam 1 tahun, yaitu hanya pada awal musim penghujan. Sehubungan dengan per-masalahan tersebut dan dalam upaya untuk meningkatkan ketersediaan umbi talas, serta agar umbi talas tetap tersedia sepanjang musim, maka penelitian untuk mengetahui tingkat kebutuhan air pada tanaman talas perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respon tanaman talas pada berbagai tingkatan jumlah dan waktu pemberian air serta untuk menentukan jumlah dan waktu pemberian air yang tepat pada tanaman talas. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2012 hingga Maret 2013 di green house Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian, Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian me-nunjukkan bahwa tanaman talas yang diairi sebanyak 1500 mm per musim yang diberikan 1 hari sekali, menunjukkan hasil yang paling tinggi pada seluruh komponen pertumbuhan dan hasil. Kata kunci: Talas, jumlah air, pemberian air, cekaman air
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) PADA BEBERAPA MACAM DAN WAKTU APLIKASI BAHAN ORGANIK Susanto, Eko; Herlina, Ninuk; Suminarti, Nur Edy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.882 KB)

Abstract

Pemanfaatan bahan organik merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menghasilkan produk yang berkua-litas. Hal ini sangat terkait bahwa melalui aplikasi bahan organik, produk pertanian mempunyai rasa yang lebih manis, lebih ta-han lama, bebas dari residu kimia sehingga bersifat aman dan sehat untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu aplikasi berbagai macam bahan orga-nik yang paling tepat pada pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar. Penelitian di-laksanakan di Desa Landungsari, Dau, Malang pada bulan April – September 2013. Bahan yang digunakan adalah bibit ubi jalar varietas lokal gunung kawi, pupuk kandang sapi, kompos azolla dan kompos sampah kota. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan perlakuan macam ba-han organik sebagai petak utama (B) terdiri dari 3 macam yaitu: B1: Pupuk kandang sapi; B2: Kompos azolla; B3: Kompos sam-pah kota. Waktu aplikasi sebagai anak pe-tak (W) terdiri dari 3 waktu yaitu: W1: Ber-samaan tanam; W2: 15 hari sebelum tanam; W3: 30 hari sebelum tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu aplikasi 30 hari sebelum tanam memberikan hasil umbi pa-ling baik pada ketiga bahan organik yang digunakan,  yaitu sebesar 15,25 ton ha-1 un-tuk pupuk kandang sapi, 20,51 ton ha-1 untuk kompos azolla dan 28,03 ton ha-1 untuk kompos sampah kota. Kata kunci: Diversifikasi pangan, ubi jalar, bahan organik, waktu aplikasi
PERENCANAAN HUTAN KOTA DI UNIVERSITAS BRAWIJAYA Bayu, Pamungkas; Suminarti, Nur Edy; Sudiarso, Sudiarso
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.039 KB)

Abstract

Kampus menjadi tempat untuk belajar mahasiswa, sehingga kenyamanan lingkungan kampus merupakan salah satu faktor utama penunjang keberhasilan studi mahasiswa salah satunya dengan perencanaan hutan kota dalam penyediaan oksigen dan penyerapan karbondioksida. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsep pengembangan hutan kota di lingkungan Universitas Brawijaya sebagai penghasil oksigen dan penyerap  kar-bondioksida. Penelitian  dilaksanakan di lingkungan Universitas Brawijaya di Jl. Veteran Malang, Jawa Timur. Penelitian di-laksanakan pada bulan Juni 2013 - Agustus 2013. dengan pengumpulan data primer yaitu melakukan penentuan luas Hutan kota terhadap ketersediaan oksigen dan pe-nentuan luas Hutan kota terhadap penyerapan emisi karbondioksida dari kendaraan bermotor, dilakukan melalui data primer (asli), yaitu dengan menghitung jumlah kendaraan bermotor yang masuk lingkungan Universitas Brawijaya, Jumlah penduduk meliputi mahasiswa (S1 ,Pasca Sarjana, Doktor), tenaga edukatif , tenaga administratif, mengitung jumlah dan men-getahui jenis pohon di Universitas Brawijaya. Untuk Data sekunder dilakukan dengan melakukan studi literatur.Hasil penelitian menunjukan Konsentrasi polutan karbondioksida yang dibebaskan ke udara adalah sebesar 3443398,38 g/jam kar-bondioksida. Untuk kebutuhan oksigen di lingkungan Universitas Brawijaya sebesar 83890247,14 g hari-1 atau 3495426,96 g/jam Oksigen. Daya serap karbondioksida oleh pohon yang berada di kawasan Uni-versitas Brawijaya Malang sebesar 1206229,29 gr/jam, Produksi Oksigen oleh pohon yang berada di kawasan Universitas Brawijaya Malang sebesar 1706906,03 gr/hari, maka kebutuhan luas hutan kota berdasarkan hutan kota sebagai produsen oksigen Brawijaya seluas 162,34 ha, sedangkan kebutuhan luas hutan kota di Universitas Brawijaya seluas 279,65 ha. Kata kunci: Hutan kota, Oksigen, Karbondioksida, Pohon
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) PADA BERBAGAI TINGKAT PEMUPUKAN N DAN PUPUK KANDANG AYAM Zainal, Mochamad; Nugroho, Agung; Suminarti, Nur Edy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.045 KB)

Abstract

Tanaman kedelai termasuk satu diantara beberapa komoditas tanaman yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia. Permintaan terus meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk. Permintaan tersebut belum dapat segera terpenuhi sebagai akibat masih rendahnya tingkat produktivitas tanaman. Berdasarkan data BPS (2010) dilaporkan bahwa produksi kedelai maksimal tahun 2010 sebanyak 962,540 ton, dan itu hanya mampu untuk mencukupi sekitar 43% dari kebutuhan nasional. Penelitian ini untuk mempelajari pengaruh aplikasi pupuk kandang ayam dan pupuk N pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan Rangcangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Petak Utama adalah: dosis pupuk kandang ayam (K) yang terdiri dari tanpa pupuk kandang ayam (K0), dosis 7,5 ton ha-1 pupuk kandang ayam (K1), dosis 15 ton ha-1 pupuk kandang ayam (K2). Anak petak (N) yang terdiri dari 3 dosis pupuk N yaitu: 25 kg N ha-1(N1), 50 kg N ha-1 (N2), dan 75 kg N ha-1(N3). Hasil percobaan di dapatkan bahwa aplikasi berbagai dosis pupuk kandang ayam dan berbagai dosis pupuk N memberikan pengaruh dan interaksi nyata pada komponen pertumbuhan bobot segar akar dan jumlah cabang maupun komponen hasil (jumlah polong). Kata kunci : Kedelai, Glycine max (L.), Pupuk Kandang Ayam , Dosis Pupuk N.
PENGARUH SISTEM TANAM DAN JUMLAH BIBIT PER LUBANG TANAM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS IR64 Safitri, Devi Anggraini; Suminarti, Nur Edy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.699 KB) | DOI: 10.21176/protan.v6i8.834

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) ialah tanaman pangan yang menghasilkan beras dan merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia.  Salah satu tantangan terberat dalam budidaya padi adalah adanya kecenderungan dalam menurunnya lahan produktif pertanian yang banyak dialihfungsikan menjadi lahan non pertanian. Selain itu, teknik budidaya yang kurang optimal dilakukan oleh petani menyebabkan tanaman padi tidak dapat memperlihatkan kemampuannya secara optimal. Oleh karena itu, peningkatan efisiensi pertanaman dilakukan melalui pengaturan sistem tanam dan jumlah bibit per lubang tanam. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi. Penelitian dilaksanakan di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2016. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya interaksi nyata antara perlakuan sistem tanam dengan jumlah bibit per lubang tanam pada parameter pengamatan yang diamati yaitu laju pertumbuhan relatif tanaman umur 20-40 hst, umumnya laju pertumbuhan relatif tanaman paling tinggi didapatkan pada perlakuan 1 bibit per lubang tanam dengan  sistem tanam J3 (20 cm x 15 cm x 35 cm). Sedangkan untuk pengaruh nyata terjadi pada parameter jumlah daun per rumpun, luas daun per rumpun, jumlah anakan per rumpun, bobot kering total tanaman, jumlah anakan produktif per rumpun, bobot malai per rumpun, bobot gabah per rumpun, bobot 1000 butir, hasil panen per petak, dan laju pertumbuhan relatif. Pada perhitungan analisis usahatani per hektar menunjukkan bahwa R/C rasio tertinggi didapatkan pada perlakuan sistem tanam J1 (20 cm x 20 cm) dan penggunaan 1 bibit per lubang tanam yaitu sebesar 2,93.
KAJIAN VARIASI JARAK TANAM DAN PEMUPUKAN KALIUM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt L.) Uliyah, Vika Noer; Nugroho, Agung; Suminarti, Nur Edy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.121 KB) | DOI: 10.21176/protan.v5i12.600

Abstract

Jagung manis di Indonesia memiliki produktivitas rendah yaitu rata-rata 6-8 ton ha-1. Dewasa ini untuk meningkatkan produksi melalui pemupukan K dan pengaturan jarak tanam. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi jarak tanam dan pemupukan kalium serta menentukan kombinasi jarak tanam dan pemupukan kalium yang optimum pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Nganjuk dengan jenis tanah latosol. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan kombinasi jarak tanam dan pemupukan  Kalium sebagai perlakuan, dan terdiri dari 12 kombinasi perlakuan yaitu: 30 cm x 20 cm + 125% KCl (P1), 30 cm x 20 cm + 100% KCl (P2), 30 cm x 20 cm + 75% KCl  (P3), 30 cm x 20 cm + 50% KCl (P4), 50 cm x 20 cm + 125% KCl (P5), 50 cm x 20 cm + 100% KCl (P6), 50 cm x 20 cm + 75% KCl (P7), 50 cm x 20 cm + 50% KCl (P8), 70 cm x 20 cm + 125% KCl (P9), 70 cm x 20 cm + 100% KCl (P10), 70 cm x 20 cm + 75% KCl (P11), 70 cm x 20 cm + 50% KCl (P12). Perlakuan diulang 3 kali sehingga didapatkan 36 petak kombinasi perlakuan.  Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa kombinasi jarak tanam dan pemupukan kalium (K) berpengaruh nyata pada parameter yang diamati yaitu  pertumbuhan dan hasil.  Penggunaan jarak tanam 70 cm x 20 cm + 125% Pupuk K, bobot tongkol per hektar yang dihasilkan paling tinggi dengan R/C tertinggi yaitu 1,83.
Pengaruh Tingkat Ketebalan Mulsa Jerami pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Talas (Colocasia esculenta (L.) Schott var. Antiquorum) Suminarti, Nur Edy
Jurnal Agro Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/439

Abstract

Umbi talas termasuk kelompok tanaman umbi-umbian yang mempunyai peran penting sebagai sumber bahan pangan yang sehat dan aman.  Akibatnya, permintaan terus meningkat.  Namun demikian, produktivitasnya masih rendah daripada potensinya yang telah mencapai 20,7 ton ha-1. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan, dan salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui aplikasi mulsa. Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang tingkat ketebalan mulsa jerami yang tepat pada budidaya tanaman talas telah dilakukan di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya Malang.  Penelitian menggunakan rancangan lingkungan Acak Kelompok dengan enam tingkat ketebalan mulsa sebagai perlakuan, yaitu : kontrol,  ketebalan mulsa 1,5 cm, 3,0 cm, 4,5 cm, 6,0 cm dan 7,5 cm. Pengumpulan data dilakukan secara destruktif. Uji F taraf 5% ditujukan untuk menguji pengaruh perlakuan, sedang perbedaan diantara perlakuan didasarkan pada nilai BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil tanaman talas serta lingkungan mikro yang lebih baik didapatkan pada ketebalan mulsa 4,5 cm – 7,5 cm.  Tetapi yang  lebih efektif dan efisien didapatkan pada penggunaan mulsa ketebalan 6 cm dengan hasil sebesar 10,54 ton ha-1  dan B/C 1,76.Tuber of taro plays a significant role as healthy and safe food resources. As a result, its demand has increased recently. However, the level of taro tuber productivity is still low than the potential outcomes that can achieve up to 20 tons ha-1. Therefore, it is necessary an improvement, one of them is through the application of mulch. Research aimed to find  the proper thickness of straw mulch was conducted at UB experimental field located in Jatikerto, Malang. The study used randomized complete block design with thickness of straw mulch as the treatment, consisted of 6 levels, i.e: no mulch, straw mulch of 1.5 cm, 3 cm, 4.5  cm, 6 cm and 7.5 cm. Data was collected destructively. F test at 5% was used to determine the effect of treatment, while differences between treatments were referred to BNT at 5%.The results showed that the growth and yield of taro and better microenvironment found in mulch thickness of 4.5 cm - 7.5 cm. However, a more effective and efficient yield obtained on the use of mulch thickness of 6 cm with a yield of 10.54 ton ha-1 and B/C 1.76.