Dwi Sunarti
Magister Ilmu Ternak Program Pascasarjana Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Kompleks Drh. R. Soejono Koesoemowardojo, Tembalang Semarang

Published : 19 Documents
Articles

Found 19 Documents
Search

Performance of indigenous chicken under intensive rearing with various litter materials Sulistyoningsih, M.; Sunarti, Dwi; Suprijatna, Ejeng; Isroli, I.
International Journal of Science and Engineering Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Chemical Engineering Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.849 KB) | DOI: 10.12777/ijse.4.2.52-56

Abstract

The purpose of the research was to  obtain  information regarding the performance of indigenous chicken  under   intensive  rearing. The  performance criteria were the increasing body abdominal weight, fat, rectal temperature, and the indigenous chicken’s mortality within the 5-week starter phase treatment. Research was conducted using 108 Day Old Chick (DOC). Data variance was analysed  based  on  the  split  plot  design  (3  types  of cage  litter  materials,  5 weeks  of data collection,  and   4   replications)   for   weight   gain   and   abdominal   fat parameters,   and completely  randomized  design  in  time  for rectal temperature. The result indicated a significant  effect  of  different  litter  materials  towards  weight  gain  (P  <0.01), the  highest body weight  was found on  chicken treated with rice straw litter; there was  no effect  of litter material on abdominal fat percentage; there was a significant effect (P < 0.01) of age towards rectal temperature; and there were no  interactions  between litter material with age,  on body weight  gain,  abdominal  fat,  and  rectal  temperature.  Chickens  under intensive  rearing  in rice straw floored cages were proven to have a mortality rate reduced by 3.7% in the starter phase.doi: http://dx.doi.org/10.12777/ijse.4.2.2013.52-56 [How to cite this article: Sulistyoningsih, M., Sunarti, D., Suprijatna, E., & Isroli, I. (2013). Performance of indigenous chicken under intensive rearing with various litter materials. INTERNATIONAL JOURNAL OF SCIENCE AND ENGINEERING, 4(2), 52-56; doi: http://dx.doi.org/10.12777/ijse.4.2.2013.52-56
PENGARUH METODE MARINASI DENGAN BAWANG PUTIH PADA DAGING ITIK TERHADAP pH, DAYA IKAT AIR, DAN TOTAL COLIFORM Nurohim, Nurohim; Nurwantoro, Nurwantoro; Sunarti, Dwi
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.513 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode marinasi dengan bawang putih pada daging itik dengan jus, crush dan blend. Materi yang digunakan penelitian ini yaitu 1 kg daging itik bagian dada dan bawang putih. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu daging itik tanpa perlakuan marinasi (T0), marinasi daging itik dengan 8% jus bawang putih dari berat daging itik (T1), marinasi daging itik dengan 8% crush bawang putih dari berat daging itik (T2), dan marinasi daging itik dengan blend bawang putih (crush ditambah air 10% dari berat daging itik) (T3). Variabel yang diamati adalah pH, daya ikat air, dan total coliform. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji wilayah ganda duncan untuk mengetahui perlakuan yang terbaik. Hasil analisis ragam menunjukkan, bahwa marinasi daging itik pada bawang putih dengan metode yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH, daya ikat air, dan total coliform. Kesimpulan dari penelitian ini daging itik yang dimarinasi dengan blend bawang putih dapat menghasilkan pH dan daya ikat air paling baik. Namun untuk kepentingan keamanan pangan menggunakan jus bawang putih dapat menghasilkan coliform yang rendah pada daging itik.Kata kunci : bawang putih, daging itik, pH, daya ikat air, dan total coliform.ABSTRACT This experiment was conducted to study the effect of the marinated method by garlic in the form of juice, crush and blend in duck meat. The material used in this experiment was 1 kg of chest duck meat and garlic. Completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications was selected in this method. Treatment were non marinated duck meat (T0), marinated duck meat with garlic juices 8% of the duck meat weight (T1), marinated duck meat with garlic crush 8% of the duck meat weight (T2), and marinated duck meat with a blend of garlic (crush plus 10% was of based on duck meat weight) (T3). The variables measured were pH, DIA, and total coliform. Data were analyzed by analysis of variable at the level of 5%, followed by Duncan's test to determine the best treatments. The results of the analysis of showed, that different marinated method demonstrated significant result (P <0.05). Duncan’s test ikrold that the best treatment blend garlic marinated method demonstrated in pH and water holding capacity, while in the coliform performend juice garlic marinated method was the best. However, due to food safety concern it can be conclused that juice garlic method was the best to marinated duck meat.Key words : garlic, duck meat, pH, water holding capacity, and total coliform.
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa) DALAM RANSUM AYAM BROILER TERHADAP BERAT DAN UKURAN TULANG TIBIA DAN TARSOMETATARSUS Bangun, Gustina Dwi Debora; Mahfuds, Luthfi Djauhari; Sunarti, Dwi
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.731 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk menggambarkan pengaruh dari penggunaan tepung rumput laut pada ayam broiler terhadap berat dan ukuran tulang tibia dan tarsometatarsus yang dipelihara selama 42 hari. Sebanyak 120 ekor ayam broiler unsex umur 17 hari dengan bobot badan 475 ± 0,98 g ditempatkan dalam kandang dengan ukuran 1 x 0.8 x 0.6 m yang disekat menjadi 24 unit percobaan dan diisi 5 ekor ayam broiler per unit. Bahan pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jagung, bekatul, tepung ikan, tepung rumput laut, white pollard, bungkil kedelai dan poultry meat meal (PMM). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan yaitu T0 (kontrol) = ransum perlakuan tanpa tepung rumput laut; T1 = ransum perlakuan dengan penggunaan 2,5% tepung rumput laut; T2 = ransum perlakuan dengan penggunaan 5% tepung rumput laut; T3 = ransum perlakuan dengan penggunaan 7,5% tepung rumput laut. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan prosedur analisis ragam (Analysis of Variance / ANOVA) derngan uji F pada taraf 5 % dan apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh perlakuan yang nyata akan dilanjutkan dengan uji wilayah Ganda Duncan dengan program SAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung rumput laut (Gracilaria verrucosa) pada level 5% menunjukkan adanya perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap berat dan panjang tulang tarsometatarsus.Kata Kunci : Ayam broiler, ransum, rumput laut, tibia, tarsometatarsusABSTRACT This study was aimed to determined effect of seaweed meal (Gracilaria verrucosa) utilization in broiler’s diet on weight and size ot tibia andn tarsometatarsus. One hundred and twenty broiler chickens at 17 days old unsex with average weight 475 ± 0,98 g was placed in a sealed enclosure with a siza 1 x 0.8 x 0.6 m to 24 units and each unit consist of five broiler chickens. Feedstuffs used in this study were corn, rice bran, fishmeal, seaweed meal Gracilaria verrucosa, white pollard, soybean meal and poultry meat meal. Experimantal design used completely randomized design (CRD) withh 4 treatments and 6 replications: T0 (control) = ration treatment without seaweed meal; T1 = ration treatment with seaweed meal 2,5%; T2 = ration treatment with seaweed meal 5%; T3 = ration treatment with seaweed meal 7,5%. The data obtained were analyzed using various analytical procedures (Analysis of Variance / ANOVA) F-test with level 5% and if result of the analysis show that real effect of treatment will be followed by Duncan’s test with SAS program. The result showed that treatment with seaweed mel 5% up to 7% in diet significantly (P<0,05) decreased weight and lenght of tarsometatarsus.Key word: broiler, ration, seaweed, tibia, tarsometatarsus
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG JAHE MERAH (Zingiber officinale var Rubrum) DALAM RANSUM TERHADAP PEFORMANS AYAM KAMPUNG PERIODE LAYER Arifin, Ridlwan; Suprijatna, Edjeng; Sunarti, Dwi
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 3 (2013): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.9 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung jahe merah dalam ransum terhadap performans ayam kampung periode layer. Pada penelitian ini menggunakan ayam kampung betina umur 26 minggu sebanyak 100 ekor. Pemeliharan ayam kampung dilakukan pada kandang baterai dari kawat. Susunan ransum yang digunakan terdiri dari T0: ransum basal; T1: ransum basal + 0,25% tepung jahe merah; T2: ransum basal + 0,5% tepung jahe merah; T3: ransum basal + 0,75% tepung jahe merah; T4: ransum basal + 1% tepung jahe merah. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan dan 4 kelompok sebagai ulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah Konsumsi Ransum, Massa Telur, dan Konversi Ransum. Data terkumpul diolah dengan menggunakan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung jahe merah dalam ransum ayam kampung tidak berpengaruh terhadap konsumsi ransum, massa telur, dan konversi ransum (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung jahe merah dalam ransum ayam kampung periode layer umur (26-32) dari level 0,25-1% tidak memberikan pengaruh terhadap performans ayam kampung pada periode layer.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN BEBAS PILIH (Free choice feeding) TERHADAP PERFORMANS PRODUKSI TELUR BURUNG PUYUH (Coturnix coturnix japonica) Zahra, Atika Asirratu; Sunarti, Dwi; Suprijatna, Edjeng
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.059 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pakan kesukaaan puyuh, mengetahui pengaruh keberagaman pakan, serta mengetahui pengaruh pemberian pakan free choice feeding terhadap performans produksi telur burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2011 - Januari 2012 di Kandang Unggas Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan adalah burung puyuh betina usia 2 minggu sebanyak 216 ekor dengan bobot badan 56,27 g. Bahan pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jagung, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, bungkil kelapa, Poultry Meat Meal (PMM). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 9 ulangan yaitu T1 = 2 sumber energi (bekatul, jagung) dan 2 sumber protein (tepung ikan, bungkil kedelai); T2 = 2 sumber energi (bekatul, jagung) dan 3 sumber protein tepung ikan, bungkil kedelai, bungkil kelapa); T3 = 2 sumber energi (bekatul, jagung) dan 4 sumber protein (tepung ikan, bungkil kedelai, bungkil kelapa, PMM). Tiap ulangan terdiri dari 8 ekor puyuh yang ditempatkan dalam kandang baterai. Data dianalisis ragam menggunakan uji F pada taraf 5%, dilanjutkan uji Duncan jika ada pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puyuh usia 9 minggu menyukai jagung sebagai sumber energi dan pada usia 10 - 12 minggu lebih menyukai tepung ikan sebagai sumber protein dari pakan yang lain. Perlakuan free choice feeding dengan keragaman sumber protein memberi pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, produksi telur, bobot telur dan konversi pakan. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian pakan bebas pilih dengan bahan pakan dua sumber energi dan protein sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan performa produksi puyuh.Kata Kunci : Burung puyuh betina (Coturnix coturnix japonica), Produksi telur, pakan bebas pilih (Free choice feeding).
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG JAHE MERAH (Zingiber officinale var. RUBRUM) DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMANS PUBERTAS AYAM KAMPUNG Farid, Achmad; Suprijatna, Edjeng; Sunarti, Dwi
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 3 (2013): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.644 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung jahe merah dalam ransum ayam kampung dengan dosis yang berbeda pada fase pertumbuhan terhadap performans pubertas.  Pada penelitian ini menggunakan ayam kampung betina sebanyak 100 ekor berumur 16 minggu ditempatkan dalam kandang bateray dibagi menjadi 20 unit percobaan.  Setiap unit percobaan terdiri dari 5 ekor ayam kampung.  Bahan pakan yang digunakan terdiri dari jagung giling, bekatul, tepung ikan, bungkil kedelai, pollard, premiks dan tepung jahe merah.  Model rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan yang terdiri dari 4 kelompok sebagai ulangan dengan perlakuan yaitu T0 = ransum tanpa penambahan tepung jahe merah; T1 = ransum + tepung jahe merah 0,25%; T2 = ransum + tepung jahe merah 0,5%; T3 = ransum + tepung jahe merah 0,75%; T4 = ransum + tepung jahe merah 1%.  Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam menggunakan uji F pada taraf 5 %.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung jahe merah dalam ransum ayam kampung tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap performans pubertas.
Pengaruh penggunaan kulit pisang biokonversi dalam ransum ter-hadap penyerapan kalsium serta kekuatan tulang ayam broiler Siahaan, Nicodemus Bonardo; Sunarti, Dwi; Yunianto, Vitus Dwi
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 24, No 3 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.582 KB)

Abstract

The use of peel banana fermentation rumen fluid was aimed to increase bone calcium and to determine the strength of broiler’s bone. This study used one hundred and twenty broilers aged 14 days with average body weight 475+ 0.98 g. The research was experimental research that used completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 6 replications. Each replication used 5 birds. The treatments were ration without peel banana fermentation rumen fluid (T0), ration with 5% of peel banana fermentation rumen fluid (T1), ration with 10% of peel banana fermentation rumen fluid (T2) and ration with 15% of peel banana fermentation rumen fluid (T3). The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) specifically with F-test and continued by Duncan multiple range test if it were found differences among the treatments. The result showed that 10% of peel banana fermentation rumen fluid in the diet significantly decrease femur strength (P&lt;0.5). This study concluded that 10% of peel banana fermentation utilization in the diet was good for broilers at the starter period.   Keywords: Broiler, peel banana fermentation, bone
COMPARISON OF BROILER CHICKEN BEHAVIORAL RESPONSE IN DIFFERING CLOSED HOUSE LENGTH THROUGHOUT THE DRY SEASON Sitorus, Winda Virdya; Sunarti, Dwi; Sarjana, Teysar Adi
Jurnal Peternakan Integratif Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.288 KB)

Abstract

This study aims at comparing the behavioral response of broiler chickens maintainedat different closed house length in the dry season. 600 broiler chickens with an average weightof 41.30 ± 2.68 g and two closed house units, each with a length of 60 m and 120 m having acapacity of 11,000 and 22,000 were used. Heat production is represented through eating,walking, and stretching behaviors. This research observed drinking and resting behaviors of thechickens. This is descriptive research conducted in the starter period (14 days old) of thechickens. The results show that the resting and stretching behaviors of chickens residing in the120 m closed house are higher than those in the 60 m closed house; no difference is observedin drinking behaviors. The average frequency and duration of walking and eating of chickensresiding in the 120 m closed house are lower than those in the 60 m closed house indicatingthat broilers reduce the frequency and duration of walking and eating. The findings show thatchickens raised in longer cages will show behavioral responses representing an increase of heatloss and a reduction of heat production.Keywords: broiler chicken behavior, heat loss, heat production, dry season, closed house.
PENGARUH PENGGUNAAN KULIT PISANG BIOKONVERSI DALAM RANSUM TERHADAP PENYERAPAN KALSIUM SERTA PERTUMBUHAN TULANG AYAM BROILER Siahaan, Nikodemus Bernando; Sunarti, Dwi; Yunianto, Vitus Dwi
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan penggunaan kulit pisang fermentasi cairan rumen bertujuan meningkatkan kalsium tulang dan melihat pengaruhnya terhadap morfologi tulang ayam broiler. Penelitian menggunakan 120 ekor ayam broiler umur 14 hari dengan rata-rata bobot badan 475 ± 0,98 g/ekor. Analisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dibagi dalam 4 perlakuan dan 6 ulangan, masing-masing ulangan menggunakan 5 ekor ayam. Perlakuan sebagai berikut: T0 = Ransum perlakuan tanpa kulit pisang fermentasi cairan rumen, T1 = Ransum mengandung 5% Kulit pisang fermentasi cairan rumen, T2 = Ransum mengandung 10% Kulit pisang fermentasi cairan rumen, T3 = Ransum mengandung 15% Kulit pisang fermentasi cairan rumen. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan prosedur analisis ragam (Analysis of Variance / ANOVA) dengan uji F dan dilanjutkan dengan uji Duncan melalui program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kulit pisang fermentasi cairan rumen pada level 10% dalam ransum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan panjang tulang femur (P&lt;0,05). Kesimpulan dari penelitian adalah, penambahan kulit pisang fermentasi baik digunakan pada taraf 10% pada periode starter dalam memaksimalkan pertumbuhan panjang tulang ayam broiler
PENGARUH PENGGUNAAN DAUN UBI JALAR DALAM PAKAN TERHADAP PRODUKSI KARKAS AYAM BROILER (The Effect Of Sweet Potatos Leaves Meal In The Diet On Broiler Carcass Production) Ali, Saiful; Sunarti, Dwi; Mahfudz, Luthfi D.
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.806 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ransum dengan penggunaan tepung daun ubi jalar (Ipomea batatas) terhadap bobot hidup, bobot karkas dan persentase karkas ayam broiler yang dilaksanakan Di Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro Semarang selama 42 hari. Metode penelitian adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap menggunakan 112 ekor ayam jantan berumur 20 hari yang dibagi menjadi 28 unit kandang dengan bobot badan rata-rata 845,2 ± 39,56 g. Campuran ransum yang digunakan disusun dari jagung giling, bungkil kedelai, bekatul, tepung ikan dan PMM. Perlakuan terdiri dari 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan: T0 (Ransum tanpa penggunaan tepung daun ubi jalar/ kontrol), T1 (Ransum dengan penggunaan tepung daun ubi jalar hijau 1%), T2 (Ransum dengan penggunaan tepung daun ubi jalar hijau 2%), T3 (Ransum dengan penggunaan tepung daun ubi jalar hijau 3%), T4 (Ransum dengan penggunaan tepung daun ubi jalar ungu 1%), T5 (Ransum dengan penggunaan tepung daun ubi jalar ungu 2%) dan T6 (Ransum dengan penggunaan tepung daun ubi jalar ungu 3%). Parameter yang diteliti yaitu bobot hidup, bobot karkas, persentase bobot karkas. Bobot hidup, bobot karkas dan persentase karkas yang diperoleh dianalisis ragam dengan uji F. Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang diperoleh penggunaan daun ubi jalar hijau dan ungu  dalam ransum dengan taraf hingga 3% tidak adanya pengaruh nyata (P>0,05) terhadap produksi karkas. Daun ubi jalar baik yang hijau maupun yang ungu dapat digunakan sebagai bahan pakan ternak ayam broiler.Kata kunci : daun ubi jalar; karkas; ayam broiler ABSTRACT The research purpose is to find out the response of broiler consuming sweet potato leaves meal (Ipomea batatas) on live weight, carcass weight and carcass weight percentage was conducted at Faculty of Animal Agriculture, Diponegoro University Semarang. The experiment design was a completely randomized wich use 112 male broiler chicken at 20 days old. The birds were placed randomly into 28 cages. The mix rations was consisted of yellow corn, soybeans meal, rice bran, fish meal, PPM. The experimental design used in this study was a Randomized Complete Design with 7 treatments and 4 replicates. The treatments were: T0 (ration without use of sweet potato leaf meal/control), T1 (ration with use of sweet potato green leaf meal 1%), T2 (ration with use of sweet potato green leaf meal 2%), T3 (ration with use of sweet potato green leaf meal 3%), T4 (ration with sweet potato purple leaf meal 1%), T5 (ration with use of sweet potato purple leaf meal 2%) and T6 (ration with use of sweet potato purple leaf meal 3%). The parameters studied were carcass production there were live weight, carcass weight and carcass weight percentage. Live weight, carcass weight and carcass weight percentage variance was analyzed by F test. Based on the results of this study, the conclucion the use of sweet potato leaves of green and purple in the ration with a level of up to 3% no significant effect (P> 0,05) on carcass production. Sweet potato leaves green and purple can be used as a feed stuff of broiler chicken.Keywords: sweet potato leaves; carcass; chicken