Articles

Found 25 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT KETIDAKPASTIAN DAN KONSEP DIRI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KOMUNIKASI PRIA PADA TAHAP PERKENALAN DENGAN WANITA Azwar, Rwanda Zwazdianza; Sunarto, Dr; Rakhmad, Wiwid Noor; Widowati, Sri
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya prosentase pria yang mengalami kecemasan komunikasi ketika berkomunikasi dengan wanita yang belum dikenal. Setiap hubungan personal baik teman, sahabat, kekasih, dan sebagainya terbentuk melalui tahap-tahap, salah satunya adalah tahap kontak atau perkenalan. Tahap kontak atau perkenalan menjadi krusial karena pada tahap ini masing-masing individu akan memutuskan apakah hubungan dapat dilanjutkan ke tahap selajutnya atau tidak. Dengan demikian, kecemasan komunikasi secara tidak langsung akan menghambat pria untuk mengembangkan hubungan dengan wanita. Kecemasan komunikasi yang dialami pria ditentukan oleh dua faktor, yaitu ketidakpastian dan konsep diri yang dimiliki pria.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat ketidakpastian dan konsep diri yang dimiliki pria dengan tingkat kecemasan komunikasi yang dialami pria pada tahap perkenalan. Beberapa teori yang digunakan pada penelitian ini antara lain teori pengurangan ketidakpastian, teori selanjutnya yang digunakan dalam penelitian ini berkaitan dengan konsep diri yang dimiliki pria, dan teori terakhir yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kecemasan komunikasi.Penelitian ini merupakan tipe penelitian eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif, dan menggunakan paradigma positivistik. Populasi dalam penelitian ini adalah pria berusia 20-40 tahun yang mengikuti produk atau pelatihan Hitman System dan mengalami kecemasan komunikasi. Sampel yang digunakan adalah non random dengan teknik accidental sampling dikarenakan jumlah populasi yang tidak diketahui dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Berdasarkan perhitungan statistik dengan menggunakan rumus uji korelasi Rank Kendall, diketahui terdapat hubungan positif yang signifikan antara tingkat ketidakpastian (X1) dengan tingkat kecemasan komunikasi (Y), atau semakin tinggi tingkat ketidakpastian pria maka semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang dialami pria. Diketahui pula terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara konsep diri (X2) dengan tingkat kecemasan komunikasi (Y), dapat dikatakan semakin positif konsep diri pria maka semakin rendah tingkat kecemasan komunikasi yang dialami pria. Terakhir, didapati bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara tingkat ketidakpastian (X1) dan konsep diri (X2) dengan tingkat kecemasan komunikasi (Y), atau pria mengalami ketidakpastian yang tinggi ketika berkenalan dengan wanita maka tingkat kecemasan komunikasi yang dialaminya juga akan meningkat, namun jika pria memiliki konsep diri yang positif maka tingkat kecemasan yang dialaminya akan menurun.Kata kunci: Tingkat Ketidakpastian, Konsep Diri, dan Tingkat Kecemasan Komunikasi
NATURALISASI TRANSGENDER DALAM FILM LOVELY MAN Arini, Afra Widyawiratih; Sunarto, Dr; Dwiningtyas, Hapsari; Rahmiaji, Lintang Ratri
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film merupakan salah satu media massa yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan ideologi ke masyarakat. Film merepresentasikan beberapa kejadian di dunia nyata.Film Lovely Man adalah film yang menggambarkan naturalisasi transgender.Kehidupan transgender sama seperti kehidupan masyarakat dominan, tidak ada yang berbeda. Heteronormativitas tidak memberikan ruang gerak yang bebas bagi gender lain selain dua gender dominan, yakni laki-laki dan perempuan. Terdapat 26 leksia dalam penelitian ini, dari leksia dipilih berdasarkan tujuan penelitian.Tujuan penelitian ini adalah bagaimana teks film Lovely Man dalam melakukan naturalisasi transgender dan mengetahui nilai-nilai dalam kultur dominan (heteronormatif) dalam film Lovely Man.Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes secara sintagmatik dan paradigmatik. Pada analisis paradigmatik menggunakan lima kode pokok pembacaan teks dari Roland Barthes. Naturalisasi dapat dilihat melalui makna sintagmatik dan paradigmatik dengan menunjukkan bahwa tokoh waria dalam film ini juga memiliki relasi hubungan keluarga yang normal sama seperti keluarga heteroseksual lain. Mitos dan ideologi membangun dan menaturalkan intepretasi tertentu secara khas dan historis dengan menunjukkan ikatan emosional antara ayah dan anak, panggilan orang tua ?bapak? dan hubungan antara ayah dan anak. Panggilan ?bapak? menunjukkan pada film ini ingin meleburkan status seorang bapak tidak hanya dilihat dari sisi biologisnya saja, tapi dilihat dari perannya sebagai seorang ayah. Namun disisi lain, film ini tidak bisa lepas dari heteronormativity yang ada. Waria masih terbelenggu dalam gender yang mereka yakini yakni transgender, namun dalam perannya sebagai pekerja seksual waria harus berperan sebagai peran feminin. Merubah bentuk tubuh dengan melakukan operasi plastik dengan menunjukkan adanya peran laki-laki dan wanita salah satu bentuk dalam teks film yang tidak bisa melepaskan heteronormativity.Kata kunci : transgender, heteronormativas, naturalisasi, film
NEGOSIASI IDENTITAS HIZBUT TAHRIR INDONESIA (HTI) DALAM MENGKOMUNIKASIKAN GAGASAN ALTERNATIFNYA KEPADA KELOMPOK MAYORITAS Sicca, Shintaloka Pradita; Rakhmad, Wiwid Noor; Sunarto, Dr; Yulianto, M
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jika masing-masing elemen bangsa (kelompok kebudayaan) melihat kepentingangolongan atau pribadinya sendiri, maka Indonesia akan mengalami disintegrasisosial yang berujung pada keruntuhan bangsa dan negara (Moesa, 2007: 231).HTI muncul dengan gagasan alternatif yang beranggapan tujuan ideal kehidupanterkait erat dengan religiositas di berbagai aspek. Tujuan HTI adalahmengembalikan kehidupan berasas hukum-hukum syara? dengan khilafah sebagaiinstitusi yang menaungi dan khalifah sebagai pemimpin peradaban. Serta mertahistorisitas mengenai kejayaan masa kekhilafahan terdahulu menjadi kiblatoptimisme HTI mencapai tujuannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara HTI mengkomunikasikangagasan alternatifnya kepada kelompok masyarakat mayoritas yang memilikigagasan dominan mengenai konsep kebangsaan dan kenegaraan. Metodelogipenelitian yang digunakan adalah tipe kualitatif dengan pendekatan fenomenologiyang berupaya menjelaskan proses pengalaman aktivis dakwah HTI dalammengkomunikasikan gagasan alternatifnya kepada anggota kelompok mayoritas.Penelitian ini didukung dengan Teori Negosiasi Identitas dari Stella Ting-Toomeydan Teori Kelompok Pendamping (Co-Cultural Theory) dari Mark Orbe. Selainitu, terdapat penambahan konsep mengenai identitas dan pembentukan persepsi.Informan dalam penelitian ini adalah aktivis dakwah HTI yang memiliki statusstruktural yang berbeda.Hasil penelitin menunjukkan bahwa interaksi komunikasi yang dilakukanpara aktivis HTI kepada kelompok mayoritas terhadap gagasan alternatif HTImerupakan bentuk negosiasi identitas kultural yang dipengurahi oleh tujuanseparasi dalam berkomunikasi. Secara spesifik aksi separasi yang dilakukan HTImeliputi sifat tegas (assertive), agresif (aggressive), dan ketidaktegasan(nonassertive). Interaksi komunikasi negosiasi identitas dengan tujuan tersebutdilakukan para aktivis dilandasi oleh pengetahuan (knowledge), kecakapan (skill),dan kesadaran (mindfulness) terhadap identitas kebudayaan HTI yang diperolehsejak menjadi murid (daris/ darisah) HTI. Ketiga komponen negosiasi identitastersebut digunakan oleh para aktivis untuk pembentukan persepsi baru anggotakelompok mayoritas.
“PEMBINGKAIAN METROTVNEWS.COM DAN SINDONEWS.COM MENGENAI MUNDURNYA HARY TANOESOEDIBJO DARI PARTAI NASIONAL DEMOKRAT” Pratama, Reza Rahardian; Sunarto, Dr; Nugroho, Adi; Pradekso, Tandiyo
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media Online memiliki banyak kelebihan dalam menyampaikan beritakepada khalayak, salah satunya adalah aktualitas berita yang jauh melampauikecepatan media konvensional seperti surat kabar. Pemberitaan media onlinedipengaruhi oleh ideologi dan ekonomi politik media yang terlihat dari framingberita yang dilakukan oleh media. Hal tersebut tidak lain juga disebabkan olehfaktor kepemilikan media itu sendiri. Terkadang isi berita menjadi timpang danjauh dari netralitas yang seharusnya menjadi dasar sebuah media menyampaikansebuah berita. Bahkan dewasa ini acap kali media seperti di setir kepentinganpemiliknya untuk kepentingan politik dan pencitraan pemilik media tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran sampai sejauh manapengaruh ideologi dan politik ekonomi di media terhadap upaya mendekatiobjektivitas dan posisi netral sebuah pemberitaan. Penelitian ini menggunakanparadigma konstruksionis dengan pendekatan kualitatif. Analisa framingdilakukan dengan model analisis Pan dan Kosicki. Hasil penelitian inimenunjukan bahwa framing yang dilakukan sindonews.com terhadap beritamundurnya Hary Tanoesoedibjo dari Partai Nasional Demokrat sangat berpihakpada kepentingan pemilik media. Sementara framing yang dilakukan olehmetrotvnews.com masih menunjukan usaha media untuk melakukan pendekatanpada objektivitas pemberitaan.Kata kunci: Framing, media online, ideologi media, ekonomi politik media.
ANALISIS BINGKAI: OBJEKTIFIKASI PEREMPUAN DALAM BUKU SARINAH Nugraha, Yudha Setya; Lestari, Sri Budi; Nugroho, Adi; Sunarto, Dr
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya berbagai kasus ? kasus seperti pemerkosaan diangkot, kekerasan dalam rumah tangga, hingga larangan menggunakan rok mini di DPR menuding perempuan sebagai penyebabnya. Dalam kasus tersebut, banyak dari pejabat publik memandang perempuan secara diskriminatif. Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Soekarno diawal kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1947, diterbitkan buku Sarinah yang ditulis oleh presiden pertama Indonesia yaitu Ir. Soekarno. Sebagai pejabat negara, tujuan Soekarno menulis dan menerbitkan buku Sarinah ini untuk memberikan dukungan terhadap perjuangan pergerakan perempuan Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Namun terdapat temuan ? temuan yang bersifat objektifikasi perempuan berupa penggunaan metafora dewi ? tolol sebagai perumpamaan untuk perempuan yang dipundi  - pundikan layaknya seorang dewi, tetapi dianggap tidak penuh layaknya seorang tolol. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan objektifikasi isi penulisan terhadap perempuan oleh Soekarno dalam buku Sarinah beserta ideologi yang dominan di belakangnya.Penelitian ini menggunakan teori kelompok dibungkam sebagai salah satu penerapan dalam pendekatan teori objektifikasi dan feminisme radikal dalam paradigma kritis melalui metode analisis bingkai model William A. Gamson. Subjek penelitian ini adalah tulisan atau teks dalam buku Sarinah ini yang merupakan hasil dari pemikiran atau pandangan dari Soekarno sebagai penulisnya.Berdasarakan temuan penelitian, objektifikasi terkait isi penulisan buku Sarinah berupa dehumanisasi dan stereotipe terhadap perempuan. Dehumanisasi dalam buku Sarinah dimunculkan melalui metafora, leksikon, dan ilustrasi seperti menganggap perempuan sebagai blesteran dewi ? tolol, sebagai benda yang harus dimiliki, barang yang harus ada dalam rumah, benda perhiasan rumah tangga, perempuan tidak lebih dari "benda zaliman suaminya", dan "seorang pengurus rumah yang tidak bergaji serta alat pelahirkan anak". Sedangkan stereotipe perempuan yang dimunculkan dalam buku Sarinah berupa penggambaran sosok perempuan sebagai kaum lemah, kaum bodoh, kaum nrimo, perempuan diperintah laki ? laki, bunga rumah tangga, sebagai budak, dan "kodrat" perempuan hidup di bawah telapak laki-laki. Ideologi yang melatarbelakangi terjadinya objektifikasi perempuan ini dikarenakan adanya patriarkisme yang mengakar kuat di masyarakat. Terbukti dengan adanya dominasi kaum laki ? laki terhadap perempuan berupa dehumanisasi dan stereotipe dalam isi penulisan buku Sarinah. Kata Kunci: Objektifikasi, Dehumanisasi, Stereotipe, Patriakisme
RESISTENSI DARI OBJEKTIFIKASI TERHADAP PEREMPUAN DALAM NOVEL THE SINDEN KARYA HALIMAH MUNAWIR Budiarti, Yuyun Octaviani; Sunarto, Dr; Dwiningtyas, Hapsari; Widagdo, M Bayu
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novel merupakan salah satu bentuk karya sastra yang memiliki struktur yang bermakna dan menggunakan bahasa sebagai medianya. Selain merupakan salah satu media massa yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan sekaligus menyebarkan ideologi kepada masyarakat novel juga dapat dijadikan sebagai media untuk melakukan perlawanan terhadap suatu konstruksi dominan di masyarakat. Stereotip pada sinden merupakan produk konstruksi sosial di masyarakat yang menempatkan sinden pada posisi subordinat. Melalui novel The Sinden, penulis Halimah Munawir ingin menunjukkan adanya sebuah perlawananterhadap konstruksi negatif dari sosok sinden.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana bentuk perlawanan dari objektifikasi terhadap perempuan sinden dalam novel The Sinden karya Halimah Munawir, serta mengungkap gagasan residual konstruksi dominan yang negatif di dalam novel. Teori yang digunakan adalah teori standpoint dan teori feminis radikal kultural dan teori resistensi. Metode yang digunakan adalah analisis semiotik naratif A.J Greimas, yaitu dengan analisis struktur cerita dan analisis struktur dalam untuk mendapatkan makna yang terdapat di dalam teks.Hasil penelitian menunjukkan adanya bentuk perlawanan yang dilakukan sinden dengan cara terbuka. Perempuan berusaha melawan opresi laki-laki dari objek tatapan dan objek seksualnya, dengan melarikan diri dan menolak menjadi seorang selir, menolak menjadi objek tatapan serta objek hasrat seksual laki-laki. Objektifikasi seksualitas perempuan mereduksi kaum perempuan menjadi pasif dan objek gender (hasrat, eksploitasi, siksaan). Oleh karenanya, pembebasan perempuan dari opresi hanya dapat dilakukan melalui penghancuran ideologi patriarki yang menjadi gagasan residual di dalam novel. Gagasan residual masih menempatkan laki-laki berada di posisi dominan sehingga dapat melakukan kontrol seksualitas atas perempuan. Kata kunci: resistensi, objektifikasi, perempuan sinden, novel
REPRESENTASI PEMBISUAN WANITA DI DALAM RUBRIK OLAHRAGA “SPIRIT” PADA HARIAN UMUM SUARA MERDEKA Utomo, Dimas Herdy; Sunarto, Dr; Nugroho, Adi; Lestari, Sri Budi
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surat kabar merupakan salah satu media massa yang mempunyai kemampuan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas. Artikel berita yang terdapat dalam surat kabar dapat menghasilkan representasi mengenai realitas yang sengaja di konstruksi-kan sesuai dengan kode-kode dan ideology yang dianut surat kabar tersebut. Rubrik olahraga ?Spirit? pada harian umum Suara Merdeka adalah sebuah rubrik yang menggambarkan posisi wanita dalam hubungannya dengan dunia olahraga yang cenderung maskulin.Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pembisuan wanita ter representasikan dari hal-hal yang terungkap dan terdapat dalam teks berita yang ditampilkan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Muted group yang dirintis oleh Antropolog Edwin dan Shirley Ardener dan teori representasi dari Stuart Hall. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika Rolland Barthes untuk meneliti kode-kode yang nampak dalam teks berita.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wanita dalam dunia olahraga hanya menarik khalayak dari segi fisiknya saja, wanita adalah Secondary Sex, dan budaya patriarki menjadi langgeng dengan stereotipe yang dikemukakan oleh media massa. Kesemua hasil penelitian yang ada dengan jelas telah merepresentasikan pembisuan yang ada dalam diri seorang wanita yang menjadi objek berita. Hal tersebut dapat dilihat dari ke-tujuh berita yang menjadi fokus penelitian. Saran dari penelitian yang dilakukan ini adalah arti penting dari jurnalisme media yang berprespektif gender.Keywords : Surat kabar, Representasi, Semiotika, Wanita
ANALISIS ISI SIKAP MAJALAH HIJABELLA MENGENAI FENOMENA PERKEMBANGAN HIJAB S.D., Intan Maylani; Sunarto, Dr; Rakhmad, Wiwid Noor; Ayun, Primada Qurrota
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini melihat bagaimana sikap media dalam majalah Hijabella yang ada pada setiap informasi mengenai fenomena perkembangan hijab. Skripsi ini menggunakan tipe penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode analisis isi. Tujuan skripsi ini adalah mendeskripsikan bagaimana sikap majalah Hijabella dan Republika mengenai fenomena perkembangan hijab. Teori yang digunakan adalah teori Agenda Setting sebagai dasar kategorisasi sikap media. Populasi penelitian ini adalah seluruh informasi dalam majalah Hijabella edisi Juli hingga Oktober 2014 dipilih informasi yang memuat tentang hijab menggunakan teknik sampel sembarang. Teknik analisis data menggunakan uji reliabilitas antarkoder.Hasil uji reliabilitas antar koder diperoleh temuan penelitian menunjukan sikap majalah Hijabella, dari 10 informasi menunjukkan adanya sikap media pada majalah Hijabella. Berdasarkan kategorisasi yang meliputi ukuran informasi, halaman penempatan informasi, pengulasan isi, bentuk informasi, data pendukung, cover both side, penulisan judul, pengungkapan isi, penulisan narasumber, penyebutan aribut penggunaan hijab, dan sudut pandang. Jadi, dalam penelitian tentang analisis isi sikap majalah Hijabella mengenai fenomena perkembangan hijab dapat disimpulkan bahwa Hijabella memiliki sikap media yang memihak. Memihak memiliki pengertian bahwa media dalam menampilkan isi informasi atau penyebutan narasumber dengan satu pihak.
ANALISIS BINGKAI: KONSTRUKSI KORUPTOR DI MAJALAH DETIK Oktaviyani, Rossa; Dwiningtyas, Hapsari; Sunarto, Dr; Rahardjo, Turnomo
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media massa cenderung menggambarkan perempuan pelaku kejahatan seperti pembunuhanmaupun pelecehan seksual dengan menonjolkan penderitaan mental, psikologis dan cacatfisik. Lain halnya jika laki-laki yang melakukan tindak kejahatan, media lebih berfokus padakorbannya, motif pelaku, atau modus kejahatannya. Fenomena yang terjadi sekarang adalahbanyaknya perempuan yang bekerja di sektor publik namun melakukan tindak kejahatankorupsi. Media sebagai sumber informasi turut mengambil andil dalam membentukkonstruksi masyarakat tentang para koruptor iniPenelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana sikap Majalah Detikdalam mengemaspemberitaan laki-laki dan perempuan pelaku korupsi. Teori yang digunakan diantaranya teorikonstruksi realitas sosial, teori konstruksi sosial media massa, konsep media and crime danmaskulinitas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatananalisis framing model Zhondang Pan dan Gerald M. Kosicki. Analisis framing model inidibagi menjadi empat struktur, yaitu: struktur sintaksis, skrip, tematik dan retoris. Berdasarkan struktur sintaksis diperoleh frame yang menunjukkan perempuanmanipulator kalah yang sedang menjalani karma dan laki-laki playboy yang bersalah namunmasih berani melawan. Struktur skrip diperoleh frame perempuan manipulator yang jelasbersalah dan sedang menjalani karma dan laki-laki agresor masih berani melawan. Strukturtematik diperoleh frame perempuan manipulator kalah yang sedang menjalani karma danlaki-laki agresor masih berani melawan. Struktur retoris diperoleh frame perempuan cantikyang tidak benar sebagai simbol komersialisme yang sedang menjalani karma dan laki-lakiplayboy yang bersalah namun masih berani melawan. Dari keempat struktur tersebut dapatdiperoleh frame utama yaitu perempuan pelaku korupsi layak mendapatkan hukumansedangkan bagi laki-laki pelaku korupsi frame utamanya adalah laki-laki yang masihmemiliki kekuatan untuk melawanKata kunci: framing, konstruksi, korupsi, Majalah Detik
REPRESENTASI NILAI-NILAI METROSEKSUAL DI DALAM MAJALAH MEN’S GUIDE Apriliono, Ricki; Nugroho, Adi; Sunarto, Dr; Rahardjo, Turnomo
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya jumlah pria metroseksual merupakan angin besar bagi industri fashion dan sekitarnya, khususnya yang memproduksi item khusus pria. Zaman dahulu, produk pria hanya terbatas pada pakaian, tetapi lihat sekarang, dengan semakin boomingnya fenomena metroseksual maka tersedia pusat kecantikan bagi pria, produk-produk perawatan untuk pria, make up untuk pria, serta majalah-majalah khusus pria. Majalah Men?s Guide merupakan salah satu diantara banyaknya majalah khusus pria di Indonesia yang menawarkan life style baru yang berlawanan dengan sosok pria dalam budaya patriarki yang melihat sosok pria seharusnya kuat, rasional, kasar, ceroboh serta pria yang terpola menghadapi pekerjaan yang memerlukan tenaga dan tidak mementingkan penampilan luarnya.Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika dari tokoh Charles Sanders Peirce. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Majalah Men?s Guide merepresentasikan nilai-nilai metroseksual yang digambarkan oleh sosok figure dalam artikel Profile Guide.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai metroseksual yang direpresentasikan oleh Majalah Men?s Guide digambarkan dari sosok pria yang menjadi bahasan dalam artikel Profile Guide sebagai pria yang menjaga penampilan dirinya, berkarakter sensitif dan lembut yaitu terlihat dari peduli terhadap permasalahan sosial dan ramah terhadap semua orang, memiliki kecakapan komunikasi dan interpersonal yang baik terhadap semua orang baik pria maupun wanita, terlihat dari mereka dinobatkan sebagai pemenang dalam ajang male pageant yang diselengggarakan dan membawa visi misi untuk menginspirasi masyarakat luas agar bergaya hidup sehat. Majalah Men?s Guide melalui artikel Profile Guide menekanan pria untuk memperhatikan penampilan dirinya dengan memiliki tubuh atletis ideal yang didapatkan dari gemarnya olahraga gym di pusat kebugaran (fitness center),  serta memperhatikan gaya busana yang dikenakan agar terlihat fashionable. Kata Kunci : Representasi, Majalah, Pria Metroseksual, Semiotika