Articles

Found 32 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS TANAH BEKAS TAMBANG PASIR MELALUI PENAMBAHAN AMELIORAN BIOLOGIS Nurbaity, Anne; Yuniarti, Anni; Sungkono, Sungkono
Agrikultura Vol 28, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i1.12295

Abstract

ABSTRACTImproving soil quality from sand mining area by application of biological ameliorantsSoil from disturbed mine sites render to be unfertile and have poor characteristics. One of the solutions to improve the soil and to rehabilitate the ecosystem is through application of biological amendments such as organic matter, soil microbes, and plant which known to be adaptive such as dragon fruit (Hylocereus costaricensis). This study was aimed at understanding the effects of arbuscular mycorrhizal (AM) fungi and organic matter on soil C-organic, soil N-total, soil C/N, and length of bud of dragon fruits grown on soil originated from sand mining, Sumedang, Indonesia under greenhouse condition. Different types of organic matter i.e. chicken manure, goat manure, cow manure and rabbit manure were applied. Results of experiment showed that application of manures and AMF was significantly improved soil C-organic content, N-total, and C/N, as well as length of bud of dragon fruit plants. Planting soil from sand mine sites with dragon fruit combined with organic matter and mycorrhiza has potential as restoration tools on ecosystem of sand-mining areas.Keywords: Sand-mine, Mycorrhiza, Manure, Dragon fruitABSTRAKTanah pada lahan bekas tambang galian pasir memiliki tingkat kesuburan yang rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas tanah dan ekosistem di wilayah penambangan pasir adalah melalui aplikasi amelioran biologis berupa bahan organik, mikroba tanah, dan tanaman yang dikenal adaptif terhadap lahan berpasir, seperti buah naga (Hylocereus costaricensis). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian berbagai jenis pupuk kandang (PK: berasal dari kotoran ayam, kambing, sapi, dan kelinci) dan fungi mikoriza arbuskula (FMA) terhadap kandungan C-organik, N-total, C/N tanah dan panjang tunas bibit buah naga super merah yang ditanam pada tanah bekas tambang pasir asal Sumedang, Indonesia pada kondisi rumah kaca. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberikan pupuk kandang dan mikoriza meningkatkan kandungan C-organik, N-total, C/N tanah dan panjang tunas bibit buah naga super merah secara nyata. Kombinasi PK sapi dengan FMA atau PK kelinci tanpa FMA menghasilkan tunas bibit buah naga terbaik. Penanaman buah naga di lahan bekas tambang pasir yang dikombinasikan dengan pupuk kandang dan mikroba tanah seperti fungi mikoriza memiliki potensi sebagai sarana untuk restorasi ekosistem di wilayah penambangan pasir.Kata kunci: Tambang pasir galian C, Pupuk kandang, Mikoriza, Buah naga
EFEKTIFITAS SISTEM LAYANAN PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI D I YOGYAKARTA Suparno, Suparno; Budi Prasetyo, Eko; Sungkono, Sungkono
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol 5, No 2 (2012): September
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpipfip.v5i2.4759

Abstract

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai efektifitas sistem layanan pendidikan yang diberikan institusi terhadap anak-anak berkebutuhan khusus di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian expost-facto, dengan subjek institusi/sekolah yang memperikan layanan pendidikan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus yang diambil secara purposive, sebanyak 5 (lima) sekolah, dan 25 responden. Hasil penelitian menunjukkan: Lembaga/ sekolah yang memiliki visi misi yang baik, dengan mengembangkan kurikulum dan proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa berkebutuhan ternyata telah berkontribusi terhadap prestasi belajar siswanya. Ada empat (.80.%) dari lima sekolah yang dijadikan subyek yang telah melakukan hal tsb; Secara umum komponen pembelajaran, kurikulum, proses, dan tenaga pendidik yang ada, sebagian besar (? 75%) dianggap sudah memadai dan memenuhi persyaratan kualifikasi dan profesionalisme untuk pemberian layanan pendidikan anak berkebutuhan khusus. Namun sebagian lain (? 25%) menilai masih kurang memadai, untuk pemberian layanan pendidikan anak berkebutuhan khusus, dan Dari sisi hasil (outcome) menunjukkan adanya pencapaian tujuan pembelajaran (79%), dan hanya sebagian kecil (21%) yang menyatakan bahwa hasil (outcome) yang ada belum memadai untuk memberikan layanan kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Secara umum KKM telah tercapai, meskipun tingkat keberhasilan melanjutkan studi, dan pencapaian prestasi-prestasi (akademik dan nonakademik) di luar lembaga masih kurang, atau belum memenuhi harapan.   Kata Kunci: Pendidikan anak berkebutuhan khusus
PENGARUH PENGEROLAN PANAS TERHADAP KARAKTER PADUAN ZR-0,6NB-0,5FE-0,5CR Sungkono, Sungkono; Aidah, Siti
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 21, No 3 (2015): Oktober 2015
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2015.21.3.2461

Abstract

ABSTRAKPENGARUH PENGEROLAN PANAS TERHADAP KARAKTER PADUAN Zr-0,6Nb-0,5Fe-0,5Cr. Paduan Zr-0,6Nb-0,5Fe-0,5Cr hasil pengerolan panas telah diteliti karakternya. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan data pengaruh pengerolan panas terhadap karakteristik mikrostruktur, kekerasan dan fasa yang terbentuk dalam paduan Zr-0,6Nb-0,5Fe-0,5Cr. Proses pengerolan panas  paduan Zr-0,6Nb-0,5Fe-0,5Cr dilakukan pada temperatur  800 oC dengan waktu penahanan (soaking time) 1,5 dan 2 jam dan reduksi ketebalan 5?25 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paduan Zr-0,6Nb-0,5Fe-0,5Cr memiliki struktur Widmanstätten dengan evolusi mikrostruktur menjadi kolumnar terdeformasi dan batang pipih terdeformasi seiring dengan  semakin  besarnya reduksi ketebalan. Selain itu, semakin lama waktu penahanan pada temperatur  800 oC maka ukuran butir relatif lebih besar dan terjadi pembentukan fasa a-Zr dan Zr3Fe. Kekerasan paduan Zr-0,6Nb-0,5Fe-0,5Cr mempunyai kecenderungan yang sama yaitu semakin besar reduksi ketebalan maka semakin tinggi kekerasannya. Paduan Zr-0,6Nb-0,5Fe-0,5Cr  mampu menerima deformasi besar berupa pengerolan panas dengan reduksi ketebalan  25 % dan terbentuknya fasa a-Zr dan Zr3Fe dapat meningkatkan kekerasan dan kekuatan paduan Zr-0,6Nb-0,5Fe-0,5Cr.Kata kunci: Paduan, pengerolan panas, reduksi ketebalan, mikrostruktur, kekerasan, fasa.  ABSTRACT HOT ROLLING EFFECT ON THE CHARACTERS OF Zr-0.6Nb-0.5Fe-0.5Cr ALLOY. Characters of Zr-0.6Nb-0.5Fe-0.5Cr alloy after hot rolling have been studied. The objective of this research was to obtain of hot rolling effect on the characteristics of microstructures, hardness and phases formed in Zr-0.6Nb-0.5Fe-0.5Cr  alloy. The hot rolling process of alloy carried out at temperature of  800 oC with retention time of 1.5 and 2 hours and a thickness reduction between 5 to 25 %. The results of this experiment showed that the Zr-0.6Nb-0.5Fe-0.5Cr alloy has Widmanstatten structure with microstructure evolving into deformed columnar grains and deformed elongated grains with increasing thickness reduction. Besides, the longer the retention time at temperature of 800 oC is the larger are the grain structures and formation of a-Zr and Zr3Fe phase. The hardness of  Zr-0.6Nb-0.5Fe-0.5Cr alloy has same trends i.e the larger thickness reduction gives higher hardness. The Zr-0.6Nb-0.5Fe-0.5Cr alloy can under go hot rolling deformation at a thickness reduction of  25 %  and the formation of a-Zr and Zr3Fe can increased of hardness and strength of Zr-0.6 Nb-0.5 Fe-0.5 Cr alloy.Keywords: Alloy, hot rolling, thickness reduction, microstructure, hardness, phase.
PENGEMBANGAN INTRUMEN EVALUASI MEDIA MODUL PEMBELAJARAN Sungkono, Sungkono
MAJALAH ILMIAH PEMBELAJARAN No 2 (2012): Jurnal Majalah Ilmiah Pembelajaran Edisi Oktober 2012
Publisher : MAJALAH ILMIAH PEMBELAJARAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan instrumen evaluasi media modul pembelajaran untuk mahasiswa yang dapat digunakan untuk mengevaluasi modul dari aspek materi, pembelajaran dan aspek permediaan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian pengembangan dengan mengacu pada langkah-langkah yang dikembangkan oleh Borg and Gall yaitu 1) Melakukan penelitian pendahuluan dan pengumpulan informasi, 2) Melakukan perencanaan 3) Mengembangkan produk awal  4) Melakukan uji coba permulaan, 5) Melakukan revisi terhadap produk utama  6) Melakukan uji lapangan utama, 7) Melakukan revisi terhadap produk operasional 8) Melakukan uji lapangan operasional 9) Melakukan revisi terhadap produk akhir 10) Mendesiminasikan dan mengimplementasikan produk.. Subjek penelitian 1 ahli materi, 2 ahli media dan 5 mahasiswa untuk uji utama dan 14 mahasiswa untuk uji operasional.  Metode pengumpulan data yaitu angket.. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik  deskriptif. Hasil penelitian secara umum menunjukkan  bahwa Instrumen Evaluasi Modul Pembelajaran untuk mahasiswa yang mencakup aspek fisik, aspek pendahuluan, aspek isi, aspek tugas/evaluasi, dan aspek rangkuman pada kategori baik dan dapat digunakan sebagai instrumen dalam mengevaluasi modul pembelajaran untuk mahasiswa.
PENGARUH HIDROGEN TERHADAP KEKUATAN TARIK KELONGSONG BAHAN BAKAR NUKLIR BERBASIS PADUAN ZIRKONIUM Sigit, Rohmad; Al Afghani, Fajar; Setiawan, Jan; Sungkono, Sungkono
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 23, No 3 (2017): Oktober 2017
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2017.23.3.3648

Abstract

Selama operasi reaktor nuklir, zircaloy-4 (Zr-4) sebagai kelongsong bahan bakar nuklir berada pada lingkungan yang berpotensi menimbulkan kegagalan mekanik, terutama akibat interaksinya dengan hidrogen. Hidrogen berdifusi ke dalam kelongsong dan pada saat melewati batas kelarutan akan terpresipitasi menjadi hidrida rapuh yang menyebabkan degradasi sifat mekanik. Teknik pengujian tarik ring digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh keberadaan hidrida terhadap kekuatan tarik kelongsong Zr-4. Kelongsong Zr-4 dipanaskan pada temperatur 500 °C dan 600 °C dalam kondisi vakum selama satu jam yang diikuti dengan proses hidrogenasi bertahap hingga mencapai tekanan 1000 mbar dan ditahan selama tiga jam sebelum didinginkan secara normal di dalam tungku. Dengan menggunakan persamaan gas ideal diperoleh kandungan hidrogen yang terserap oleh kelongsong Zr-4 berturut-turut sebesar 674 ppm dan 1215 ppm pada temperatur hidrogenasi 500 °C dan 600 °C. Proses hidrogenasi pada temperatur 500 °C menyebabkan peningkatan kekerasan mikro hingga 36 % dan pada temperatur 600 °C dapat meningkatkan kekerasan mikro hingga 49 % jika dibandingkan dengan kelongsong Zr-4 tanpa perlakuan. Sementara itu, analisis  mikrotruktur menunjukkan presipitat hidrida lebih banyak menempati batas butir. Presipitat hidrida lebih panjang dan tebal pada temperatur hidrogenasi yang lebih tinggi. Kenaikan jumlah hidrogen menghasilkan kenaikan nilai tegangan sebesar 4,4 %, penurunan nilai regangan sebesar 2,1 % dan kenaikan level kekerasan mikro Vickers sebesar 13 %. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan presipitat hidrida dalam kelongsong meningkatkan kekuatan tarik dan menurunkan daktilitasnya..Kata kunci: Hidrogen, kekuatan tarik, kelongsong, uji tarik ring, daktilitas.
KUALITAS PRODUK MEDIA AUDIO PEMBELAJARAN MAHASISWA TEKNOLOGI PENDIDIKAN Sungkono, Sungkono
MAJALAH ILMIAH PEMBELAJARAN No 2 (2011): Jurnal Majalah Ilmiah Pembelajaran Edisi Oktober 2011
Publisher : MAJALAH ILMIAH PEMBELAJARAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas produk media audiopembelajaran yang dikembangkan oleh mahasiswa program studi Teknologi PendidikanFIP UNY ditinjau dari penerapan prinsip desain pesan pembelajaran dan aspekpermediaan.Pendekatan penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian analisis isi.Metode pengumpulan data yaitu dengan metode observasi, dan instrumen yang digunakan yaitulembar observasi. Obyek penelitian yaitu tujuh judul produk media audio pembelajaran karyamahasiswa Program studi Teknologi Pendidikan pada tahun 2010. Teknik analisis data yangdigunakan yaitu analisis statistik deskriptif kuantitatif teknik persentase.Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa kualitas produk media audiopembelajaran pada kategori cukup baik, dan secara khusus masing-masing aspek menunjukkanbahwa aspek penerapan prinsip disain pesan pembelajaran secara umum pada kategori baik(92%) dengan kontribusi aspek prinsip motivasi kategori baik (72%), prinsip pemusat perhatiankategori baik (85%) prinsip aktivitas kategori baik (90%), aspek perulangan kategori baik(90%), dan umpan balik kurang baik (43%). Sementara aspek permediaan secara keseluruhanpada kategori cukup baik (69%), secara rinci aspek penyajian kategori baik (71%), narasikategori cukup baik (62%), musik kategori cukup baik (60%), fisik kategori cukup baik (58%),dan aspek efek suara kategori cukup baik (55%).
KARAKTERISASI LAPISAN PENYERAP DAPAT BAKAR PADA PERMUKAAN PELET UO2 + DOPAN TIO2 Sungkono, Sungkono; Atmono, Tri Mardji
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 22, No 3 (2016): Oktober 2016
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2016.22.3.3182

Abstract

ABSTRAKKARAKTERISASI LAPISAN PENYERAP DAPAT BAKAR PADA PERMUKAAN PELET UO2 + DOPAN TiO2. Lapisan penyerap dapat bakar pada permukaan pelet UO2 + dopan TiO2 telah berhasil dibuat dengan menggunakan mertoda RF sputtering. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakter mikrostruktur pelet UO2 + dopan, ketebalan, kekerasan mikro, komposisi kimia dan struktur kristal lapisan penyerap dapat bakar pada permukaan pelet UO2.  Penentuan mikrostruktur dan ketebalan lapisan dilakukan dengan menggunakan mikroskop optik, kekerasan lapisan dengan metode kekerasan mikro Vickers, komposisi kimia dengan spektrometri XRF dan struktur kristal dengan difraksi sinar-X. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar kandungan TiO2 dalam pelet maka semakin besar ukuran butir dalam mikrostruktur pelet dan semakin tebal lapisan yang terbentuk pada permukaan pelet UO2. Kekerasan lapisan permukaan pelet UO2 + dopan TiO2 sinter relatif sama dan tidak bergantung pada konsentrasi dopan TiO2. Lapisan permukaan pelet UO2 + 0,3 % TiO2, pelet UO2 + 0,5 % TiO2 dan pelet UO2 + 0,7 % TiO2 sinter mengandung unsur zirkonium masing-masing 1,97 mg, 2,47 mg dan 4,81 mg. Lapisan penyerap dapat bakar pada permukaan pelet UO2 + dopan TiO2 sinter mempunyai fasa ZrB2 dengan struktur kristal heksagonal.Kata Kunci: lapisan permukaan, penyerap dapat bakar, pelet UO2, mikrostruktur, kekerasan, komposisi kimia, struktur kristal. ABSTRACTCHARACTERIZATION OF BURNABLE ABSORBER LAYER ON THE SURFACE OF UO2 + DOPED TiO2 PELLETS. Burnable absorber layer on the surface of UO2 + doped TiO2 pellets have successfully created using RF sputtering methods. The objective of this research is to obtain of microstructure characters of UO2 + doped TiO2 pellets, thickness, micro hardness, chemical composition and crystal structure of burnable absorber layer on the surface of UO2 pellets. The methods used are the microstructure and layer thickness using optical microscopy, layer hardness with micro Vickers hardness method, chemical composition by XRF spectrometry, and crystal structure by X-ray diffraction. The results showed that the larger of TiO2 content in the pellets then the greater of the grain size in the microstructure of the pellets and the thicker of the layer formed on the surface of UO2 pellets. The hardness of surface layer of UO2 + doped TiO2 sintered pellets are equal and does not depend on the dopant concentration of TiO2. The surface layer of UO2 + 0.3 % TiO2, UO2 + 0.5 % TiO2 and UO2 + 0.7 % TiO2 sintered pellets are containing zirconium respectively 1.97 mg, 2.47 mg and 4.81 mg. Burnable absorber layer on the surface of UO2 + doped TiO2 sintered pellets have ZrB2 phase with a hexagonal crystal structure.Keywords: surface layer, burnable absorber, UO2 pellet, microstructures, micro hardness, chemical composition, crystal structure.
PELAPISAN PERMUKAAN BAJA TAHAN KARAT AISI 304 DENGAN KHROM OKSIDA MENGGUNAKAN METODA SPUTTERING Sungkono, Sungkono; Setiawan, Jan; isfandi, Isfandi; Aziz, Ihwanul
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 25, No 2 (2019): Juni, 2019
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2019.25.2.5433

Abstract

PELAPISAN PERMUKAAN BAJA TAHAN KARAT AISI 304 DENGAN KHROM OKSIDA MENGGUNAKAN METODE SPUTTERING. Baja tahan karat digunakan sebagai bahan struktur reaktor daya tipe LWR, AGR dan LMFBR. Permasalahan bahan struktur yang timbul adalah ketahanan korosi rendah dan swelling dalam lingkungan iradiasi tinggi. Salah satu cara yang digunakan adalah melapisi permukaan kelongsong baja tahan karat dengan khrom oksida. Tujuan penelitian adalah mendapatkan karakter mikrostruktur, kekerasan mikro, dan senyawa yang terbentuk pada lapisan permukaan baja tahan karat AISI 304. Metode  yang digunakan adalah pelapisan permukaan SS 304 dengan metode DC-sputtering. Proses pelapisan menggunakan bahan pelapis berupa target khrom, argon sebagai gas sputter, yang didoping gas oksigen dengan konsentrasi bervariasi dari 0 ? 50 %volume, arus 10 ? 20 mA, dan waktu 1 - 3 jam. Karakterisasi lapisan meliputi pengamatan mikrostruktur menggunakan mikroskop optik, kekerasan dengan microhardness Vickers tester, dan senyawa dalam lapisan dengan X-ray difractometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikrostruktur base metal tersusun dari fasa austenit dan endapan karbida, antarmuka logam-lapisan terlihat jelas, serta lapisan kompak dan homogen dengan ketebalan cenderung naik dalam rentang   0 ? 30 %volume, menurun pada 30 ? 40 %volume, dan bertambah tebal pada 40 ? 50 %volume gas O2  Kekerasan lapisan bertambah tinggi hingga doping gas oksigen 30 %volume, kemudian menurun hingga 50 %volume gas O2. Pada konsentrasi dopan tetap dengan arus 10 ? 20 mA dan waktu proses 1 ? 3 jam diketahui kekerasan lapisan permukaan SS 304 bertambah tinggi seiring dengan bertambah besarnya arus dan waktu sputtering. Pada konsentrasi dopan 30 %volume O2, arus 10 mA dan waktu 2 jam, lapisan yang terbentuk mengandung CrO2 Kata kunci: Karakterisasi, lapisan permukaan, bahan struktur, SS 304, mikrostruktur, kekerasan, senyawa lapisan.
KARAKTERISASI MIKROSTRUKTUR, KEKERASAN, KOMPOSISI KIMIA DAN STRUKTUR KRISTAL LAPISAN PADA PERMUKAAN BAJA Sungkono, Sungkono; Kartaman Ajiriyanto, Maman; Ismarwanti, Sri; Sigit, Rohmad
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 25, No 3 (2019): Oktober, 2019
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2019.25.3.5708

Abstract

KARAKTERISASI MIKROSTRUKTUR, KEKERASAN, KOMPOSISI KIMIA DAN STRUKTUR KRISTAL LAPISAN PADA PERMUKAAN BAJA. Baja dan paduannya digunakan sebagai bahan struktur komponen reaktor nuklir dan peralatan dukung fasilitas hot cell. Selama pengoperasian reaktor nuklir atau fasilitas hot cell, bahan struktur mengalami tegangan tarik, tekan, dan gesek dalam lingkungan radiasi tinggi sehingga dapat menurunkan umur komponen. Salah satu solusi yang digunakan adalah pelapisan permukaan baja dengan bahan pelapis yang mempunyai kekerasan, ketahanan korosi dan aus tinggi. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendapatkan karakter mikrostruktur, ketebalan, kekerasan, komposisi kimia dan struktur kristal lapisan pada permukaan baja. Metode yang digunakan adalah pengamatan mikrostruktur menggunakan mikroskop optik, kekerasan dengan Vickers microhardness tester, komposisi kimia dengan spark spectrometer dan struktur lapisan permukaan baja dengan difraktometer sinar-X (XRD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikrostruktur base metal terdiri dari butiran ekuiaksial halus dengan fasa ferit dan perlit, antarmuka logam-lapisan terlihat jelas, serta lapisan kompak dan homogen dengan ketebalan rerata 624,071 ?m. Kekerasan lapisan adalah 943 VHN. Dari komposisi kimia diketahui base metal adalah baja karbon S45C, sedangkan lapisan permukaan berupa senyawa stabil khrom oksida (Cr2O3) dengan struktur kristal heksagonal. Kata kunci: lapisan permukaan, baja, mikrostruktur, kekerasan, komposisi kimia, struktur kristal.
PEMBELAJARAN TEMATIK DAN IMPLEMENTASINYA DI SEKOLAH DASAR Sungkono, Sungkono
MAJALAH ILMIAH PEMBELAJARAN No 1 (2006): Jurnal Majalah Ilmiah Pembelajaran Edisi Mei 2006
Publisher : MAJALAH ILMIAH PEMBELAJARAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran diharapkan dapat berlangsung dengan menarik,sehingga akan memusatkan perhatian siswa, rasa senang, danmemudahkan siswa dalam mengikuti pembelajaran, dan bermaknabagi siswanya. Kondisi pembelajaran yang deniikian dapat diciptakandengan pendekatan pembelajaran tematik.Pembelajaran tematik memiliki karakteristik berpusat pada siswa,memberikan pengalaman langsung kepada siswa, pemisahrn matapelajaran tidak begitu jelas, menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran dalam suatu proses pembelajaran., bersifat fleksibel, hasilpembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat, dan kebutuhansiswaLangkah pelaksanaan pembelajaran tematik meliputi perencanaan,pencrapan Jan evaluasi. Pelaksanaan pembelajaran tematik .disuatusekolah akan memberikan keuntungan seperti lebih menyenangkansiswa karena hertolak c:a~i minat dan kebutuhan siswa, pengalamandan kegiatan belajar relevan dengan tingkat perkembangan dankebutuhan siswa, hasil belajar akan bertahan lebih lama karena lebihberkesar. dan bermakna, dan menumbuhkan keterampilan sosial,seperti bekerja sama, toleransi, kom?mikasi dan tanggap terhadapgagasan orang lain. Nrunun pembelajaran ini juga masih terdapatkekurangan yang ditimbulkan yakni tidak setiap guru mampumengintegrasikan kurikulum dengan konsep-konsep yang ada dalammata pelajaran secara tepat.