Rossi Suparman
Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan/Bandarosa, Jawa Barat

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

Determinants of Tourism and HIV/AIDS Incidence in West Java Heriana, Cecep; Suparman, Rossi; Rana, Sohel; Sukmanawati, Dera
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Volume 12, Issue 4, May 2018
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.012 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v12i4.1293

Abstract

Indonesia defined as tourist destination where the international and domestic tourists enjoy the tourist attractions. Prostitution existing in tourism place may increase the prevalence of HIV/AIDS. The incidence and spread of AIDS in many areas in West Java is a problem for tourism industry. These issues become acute in locations where sexual attraction is used as a determinant of tourist portability. The aim of this study was to determine relation between tourism and the incidence of HIV/AIDS in West Java. Non-reactive research design was used to collect secondary data from the Central Bureau of Statistics in 2016 from 26 districts/cities in West Java. This study was conducted in January - October 2016. Univariate and bivariate analysis methods with Spearman’s statistical test and multivariate analysis (multiple logistic) were applied. Bivariate analysis results showed the number of star hotels had p value = 0.003, r = -0.552), visit to accommodation had p value = 0.009, r = 0.499) and averageguest per day had p value = 0.022, r = 0.447. Results of multivariate analysis showed that accommodation visits had p value = 0.000). In conclusion, tourism determinants associated with the incidence of HIV/AIDS are the number of star hotels, visits to hotel, and the average guest per day.
MOTIVASI KADER MENINGKATKAN KEBERHASILAN KEGIATAN POSYANDU Djuhaeni, Henni; Gondodiputro, Sharon; Suparman, Rossi
Majalah Kedokteran Bandung Vol 42, No 4
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komponen sistem kesehatan di Indonesia adalah pemberdayaan masyarakat, khususnya posyandu yang keberhasilan kegiatannya bergantung pada peran serta kader dan masyarakat. Peran serta kader dan masyarakat sangat dipengaruhi oleh faktor motivasi yang mereka miliki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh serta faktor motivasi yang paling berpengaruh terhadap peran serta kader dan masyarakat dalam kegiatan posyandu di Kabupaten Kuningan selama tahun 2009. Metode penelitian cross sectional explanatory survey dengan menggunakan kuesioner. Total sampel sebanyak 300 responden, terdiri dari masing-masing 100 orang untuk kader aktif dan tidak aktif yang diambil secara multistage sampling serta 100 orang masyarakat sebagai kontrol diambil secara purposive sampling. Motivasi internal dan eksternal sebagai variabel independen dan partisipasi kader/masyarakat sebagai variabel dependen, kemudian dianalisis menggunakan teknik structural equation modeling (SEM). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa faktor motivasi berpengaruh terhadap peran serta kader dan masyarakat dalam posyandu. Meskipun demikian terdapat berbagai variasi pengaruh, pada kader aktif motivasi eksternal lebih berpengaruh (p=0,97) dibandingkan dengan motivasi internal (p=-0,41). Pada kader tidak aktif terjadi hal sebaliknya, sedangkan pada masyarakat, kedua faktor motivasi menunjukkan pengaruh yang tidak bermakna. Simpulan, pengaruh dan perbedaan pengaruh motivasi terhadap peran serta kader dan masyarakat menentukan keberhasilan kegiatan posyandu. [MKB. 2010;42(4):140?8].Cadres Motivation as the Drive for the Success of PosyanduOne of the most important component of the health system in Indonesia is community empowerment, especially posyandu, which depends on their cadres and the community. It was hypothetically assumed that motivation will increase the participation for both cadres and community in the posyandu. The study aims were to analyze the effect of motivation and also determine which motivation factors that had the most influence towards participation in Kuningan district during 2009. The method adapted cross sectional explanatory survey using questionnaire. A total of 300 respondents were carried out, consisting 100 respondents each taken from active and inactive cadres (multistage sampling) and other 100 taken from the community (purposive sampling). Independent variables (internal and external motivation) and dependent variables (community participation) were mentioned and analyzed using structural equation modeling (SEM) technique. The results showed that motivation were actually had influence towards participations for both cadres and community in posyandu. However, the effect varies between groups. On active cadres, external motivation had more influence (p=0.97) compared to internal motivation (p=-0.41). The exact opposite happened in inactive cadres (internal more than external) and community. It can be concluded that cadres motivation is important as the drive for the success of posyandu. [MKB. 2010;42(4):140?8]. DOI: http://dx.doi.org/10.15395/mkb.v42n4.26
PERLINDUNGAN HUKUM DAN TANGGUNG JAWAB RUMAH SAKIT TERHADAP DOKTER DALAM SENGKETA MEDIS Suparman, Rossi
Syiar Hukum Vol 17, No 2 (2019): Syiar Hukum
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/shjih.v17i2.5441

Abstract

Praktek kesehatan selalu berpotensi menimbulkan resiko hukum bagi dokter dan rumah sakit, resiko, setiap resiko hukum akan menuntut tanggung jawab hukum sehingga persoalan ini perlu dikaji untuk mendapat solusi. Tulisan ini menggunakan metode yuridis normatif dengan menggunakan data sekunder yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian (1) Implementasi dari pelaksanaan tanggung jawab rumah sakit terhadap dokter dalam Undang ? undang tersebut berbeda ? beda, tergantung dari status kepegawaian / ketenagakerjaan dokter, kontrak kerjasama yang telah disepakati antara pihak rumah sakit dengan dokter, status rumah sakit sebagai suatu badan hukum atau korporasi, regulasi, keputusan serta ketetapan internal rumah sakit, peran organisasi profesi dan masyarakat. Konsep penanganan sengketa medik yang ada selama ini, disamping menggunakan cara litigasi, dilakukan juga dengan mengedepankan cara alternatif penyelesaian sengketa diluar pengadilan (non ligitasi). (2) Model yang dapat diterapkan dalam rangka perlindungan hukum dan tanggungjawab rumah sakit terhadap dokter dalam sengketa medik adalah Model yang adil menurut hukum, dimana dokter dibekali kode etik kedokteran, standar profesi, hukum kesehatan, hak asasi manusia, fungsi sosial serta peraturan?peraturan yang mengatur praktik kedokteran; dan rumah sakit harus mempunyai berbagai aturan untuk melindungi pasien dari praktek rumah sakit yang tidak layak beroperasi, melindungi tenaga kesehatan dari bahaya yang ditimbulkan oleh rumah sakit, melindungi masyarakat dari dampak lingkungan rumah sakit, mengendalikan fungsi rumah sakit kearah yang benar, meningkatkan mutu rumah sakit.
Pengaruh Faktor Motivasi Peran Serta Kader dan Masyarakat Dalam Kegiatan Posyandu di Kabupaten Kuningan Suparman, Rossi
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Antara Tingkat Kecemasan Orang Tua Ketika Balita Demam Dengan Pemberian Obat Penurun Panas Antipiretik di Desa Cihideunghilir Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan Suparman, Rossi; Ramadhy, Asep sufyan; Nurseha, Kosim
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 2 No 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Demam pada balita adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan suhu tubuh yang dapat menyebabkan terjadinya kecemasan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan orang tua ketika balita demam dengan pemberian obat penurun panas (antipiretik) di Desa Cihideunghilir Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan Cross Sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling selanjutnya respomden diberikan kuesioner tentang tingkat kecemasaan orang tua ketika balita demam dengan pemberian obat penurun panas (antipiretik). Analisis penelitian menggunakan uji statistik rank sperman. Hasil: penelitian menunjukan bahwa tingkat kecemasan ringan pada orang tua yang memberikan obat sebanyak 38% dan orang tua yang tidak memberikan obat sebanyak 9%. Uji statistik ini menunjukan hubungan yang signifikan antara hubungan antara tingkat kecemasan orang tua ketika balita demam dengan pemberia obat penurun panas (antipiretik) didesa cihideunghilir kecamatan cidahu kabupaten kuningan tahun 2014 dengan p value 0,017 dan nilai rho 0,239. Kesimpulan: Simpulan dari penelitian ini adalah (1) Kecemasan orang tua diketahui bahwa sebagian besar respondenmemiliki tingkat kecemasan ringan, (2) Pemberian obat antipiretik pada balita diketahui bahwa sebagian besar responden memberikan obat penurun panas terhadap balitanya, (3) Terdapat hubungan antara tingkat kecemasan orang tua ketika balita demam dengan pemberian obat penurun panas (antipiretik) didesa cihideunghilir kecamatan cidahu kabupaten kuningan. Diharapkan orang tua dapat melakukan penanganan yang terbaik bila balita terkena demam.
Distribusi Spasial dan Determinan Kejadian HIV/AIDS di Propinsi Jawa Barat Tahun 2014 Heriana, Cecep; Nurjannah, Siti Nunung; Suparman, Rossi
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV/AIDS is a health problem in the West Java Province and unknown patterns of spatial detail until now. The objective of this study to determine the spatial Distribution and determinants of HIV/AIDS in West Java. Design cross-sectional study using secondary data from 2010 until 2013 with a sampleof 26 District/cities in West Java at January-Oktober 2015. Analysis used univariate and bivariate with the statistical test used was Chi-square and multivariate (regresi logistik). The result of this research shows the spatial distribution of HIV/AIDS prevalence, The highest prevalence of HIV and AIDS as 7 District/City in West Java and the lowest 19 District/cities in West Java . Statistical analysis showed that determinant of classification of the town ( p-value : 0.018 , 95 % CI : 0.001 to 0.089 ) , the type of highway ( P value : 1.000 , 95 % CI : 0.145 to 9047 ) , characteristics of the region ( p-value : 0.046 , 95 % CI : 0.001 to 1.027 ) and the use of condoms ( P value : 0.046 , 95 % CI : 0.826 to 56.504 ). The Conclusion is spatial distibusi highest HIV incidence in areas with tourist destinations and areas that have national lines ( north coast ) . There is a relationship between the classification of the town , characteristics of the region and the use of condoms with HIV/AIDS is dominant factor and there is no relationship between the type of highway with the HIV/AIDS in West Java.
Perbandingan Sistem Pembiayaan Kesehatan Sebelum dan Selama Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Kuningan Tahun 2014 Suparman, Rossi; Heriana, Cecep
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Indonesia implementing health financing system of social insurance starting on January 1, 2014 Health financing policy in this year ensured that all Indonesian society in terms of health insurance. Kuningan Regency Society already registered BPJS approximately 52%. Kuningan district health budget allocation in 2014 reached 4.9% of regional budget. When a policy is launched it will cause a change before or when the policy is launched insluding policy National Health insurance. This study aims to describe the comparison of the health financing system before and during the implementation of the national health insurance (JKN) in the Kuningan District. Methods: This study is a descriptive study with a qualitative approach. Subject of research was stakeholders, profesional organization, college. Characteristics of data collected include primary data obtained from interviews using an interview guide, while the secondary data obtained with the document study and the data were analyzed qualitatively. Result: The funds of health financing before JKN was approved from the state budget, provincial budget and the district also levies charges. Currently plus funds from the public (non-PBI). Allocation of health financing before and after JKN has not changed still 4,9% of the budget. Before JKN was approved, health care payment was using fee for service, and currently uses pattern CBG's INA rates. Governance in the region has not changed, the law refers to national legislation for the regulation of only a capitation system. The role of stakeholders or any agency in JKN was as implementers, monitoring and evaluation. The major of management role JKN program, each agency work together in order to all citizens will have become participants BPJS in Kuningan District. Conclusion and recommendation: health financing system in Kuningan district generally has not changed due to the allocation of health funding still does not tend to rise. Expected to increase the allocation of Health funding, and poor people who are not covered can be covered BPJS.
KESIAPAN TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT (SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT) UNTUK BERMITRA DENGAN FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA DALAM UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF Suparman, Rossi; Saprudin, Ade; Heriana, Cecep
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v10i2.98

Abstract

Pelayanan kesehatan dalam Pelaksanaan JKN di Indonesia terdiri dari Promotif, Preventif, kuratif dan rehablitiatif, namun pada pelaksanaannya pelayanan promotive dan preventif oleh FKTP belum dilaksanakan secara optimal, salah satunya disebakan karena tidak tersedia Tenaga Kesehatan Masyarakat. Tenaga Kesehatan Masyarakat atau Sarjana Keshatan Masyarakat (SKM) dapat bermitra dengan FKTP untuk melaksanakan upaya promotive dan preventif dengan persyatakan tenaga kesehatan masyarakat harus siap melaksanakan kemitraan sebagai implementasi prakatik kesehatan masyarakat. Sampai dengan saat ini tidak tersedia data tentang kesiapan tenaga kesehatan masyarakat untuk bermitra dengan FKTP. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kesiapan Tenaga Kesehatan Masyarakat/SKM yang mandiri untuk bermitra dengan FKTP di Kab. Kuningan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 80% responden tidak memiliki STR, sebanyak 85% belum menjadi anggota IAKMI, 90% tidak memiliki pengalaman bermitra dengan FKTP. Sebanyak 100 persen SKM siap bermita dengan FKTP dan memiliki kepercayaan diri atas kompetensinya. Simpulan bahwa sebagain besar tidak memiliki STR, bukan anggota IAKMI, pengetahuan baik, tidak memiliki pengalaman bermitra dan memiliki kepercayaan diri. Saran diharapkan SKM meningkatkan kompetensi untuk mendapatkan STR dan tergabung dalam orgnisasi profesi IAKMI dan bagi IAKMI dan AIPTKMI harus menyusun panduan praktik kesehatan masyarakat dan kemitraan dengan FKTP sebagai bagian dari praktik mandiri kesehatan masyarakat.