Articles

MINERALOGICAL CHARACTERIZATION AND CHEMICAL PROPERTIES OF SOILS AS A CONSIDERATION FOR ESTABLISHING SUSTAINABLE SOIL MANAGEMENT STRATEGIES Anda, Markus; Mulyani, Anny; Suparto, Suparto
Indonesian Journal of Agricultural Science Vol 13, No 2 (2012): October 2012
Publisher : Indonesian Agency for Agricultural Research and Development - MOA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problems of soil limiting factors affecting crop growth were not fully understood owing to little attention has been given to soil mineralogy and its association to soil chemical properties. The objective of the study was to assess soil  mineralogical and chemical properties of seven soils derived from different parentmaterials as an integrated strategic consideration to establish soil management. Field study was carried out in 2009. Soils were sampled from each horizon of profiles. Results showed that primary and secondary minerals had a strong effect on soil chemical properties. The sand fraction of soils derived from basalt, gabbro, mica schist and serpentinite was dominated by resistant minerals (quartz or opaques), leading to very limited, if any, nutrients released from parent  materials. The clay fraction was dominated by kaolinite for soils derived frombasalt, mica schist and gabbaro, and by amorphous materials for the soil derived from serpentinite resulting in low soil cation exchange capacity (CEC). For other three soils derived from volcanic tuff, volcanic basaltic andesite and volcanic ash, the easily weatherable minerals (feldspar and ferromagnesian) were dominant, suggesting the high reserved nutrients. The presence of halloysite and smectite minerals in the soil derived from volcanic tuff resulted in high soil CEC, while the dominance of amorphous materials in soils derived from volcanic basaltic andesite and volcanic ash was responsible for the low CEC. Forsoils derived from basalt, serpentinite, mica schist and gabbro, therefore, the strategic management should be directed to restore soil CEC, pH, exchangeable cations and P content. For soils derived from volcanic tuff, volcanic basaltic andesite and volcanic ash, the presence of easily weatherable minerals indicated many reserved nutrients; hence the soil management is directed for  replenishment of nutrients removed by crops.
PERSYARATAN LINGKUNGAN HUNIAN SEHAT Suparto, Suparto
PAWIYATAN Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah yang stretagis merupakan pusat permukiman dan kegiatan penduduk yang dicirikan oleh batasan administratif yang di atur dalam peraturan perundangan serta didominasi oleh kegiatan produktif bukan pertanian. Disamping itu, wilayah tertentu yang strategis  memiliki peran dan fungsi sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, pariwisata dan sebagainya, bahkan memiliki daya tarik bagi kaum urbanis untuk tinggal di dalamnya. UU RI Nomor 1/2011 menyatakan bahwa permukiman adalah bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satu satuan perumahan yang mempunyai prasana, sarana, utilitas umum, serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain di kawasan perkotaan atau kawasan pedesaan. Adapun  ciri-ciri hunian  yang sehat di antaranya: (1) sarana dan prasarana sanitasi ada dan terawatt, (2) adanya ventilasi udara yang cukup untuk pertukaran udara sehat, (3) bangunan yang teratur. Kemudian ciri-ciri lainya, fungsi bangunan sebagai hunian, bukan berfungsi yang lain. Ciri-ciri pemukiman sehat yang terkahir adalah ada peng-hijauan. Rumah sehat adalah kondisi fisik , kimia, biologi, didalam rumah dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Untuk menciptakan rumah sehat, maka diperlukan perhatian terhadap beberapa aspek yang sangat berpengaruh, antara lain: (1) sirkulasi udara yang baik, (2) penerangan yang cukup, (3) air bersih terpenuhi, (4) pembuangan air limbah diatur dengan baik agar  tidak menimbulkan pencemaran, (5) bagian-bagian ruang seperti lantai dan dinding tidak lengkap serta tidak terpengaruh pen-cemaran seperti bau, rembesan air kotor, maupun udara kotor. Kata Kunci : Hunian sehat.
Konsep Dasar pada Anestesi Pediatrik Suparto, Suparto
Jurnal Kedokteran Meditek vol. 17 no. 43 Januari-April 2011
Publisher : Jurnal Kedokteran Meditek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Sebuah Keefektifan Pelatihan Dan Pengembangan Tenaga Kependidikan Suparto, Suparto
PAWIYATAN Vol 20, No 4 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diakui bahwa  dalam lingkup pendidikan, tenaga kependidikan  memegang peran yang amat penting dan strategis. Kelancaran proses seluruh kegiatan pendidikan sepenuhnya berada dalam tanggung jawab tenaga kependidikan (guru dan dosen), karena mereka adalah seorang pemimpin yang harus mengatur, mengawasi dan mengelola seluruh kegiatan proses pembelajaran di lembaga pendidikan yang menjadi lingkup tanggungjawabnya. Dalam menghadapi tuntunan situasi perkembangan jaman dan pembangunan nasional, sistem pendidikan nasional harus dapat dilaksanakan secara tepat guna dan hasil guna dalam berbagai aspek dimensi, jenjang dan tingkat pendidikan. Keadaan semacam itu pada gilirannya akan menuntut para pelaksana dalam bidang pendidikan di berbagai jenjang untuk mampu menjawab tuntutan tersebut melalui fungsi-fungsinya. Tenaga kependidikan  memegang peran yang sangat penting dalam upaya membentuk watak bangsa dan mengembangkan potensi siswa dalam kerangka pembangunan pendidikan di Indonesia. Tampaknya kehadiran guru hingga saat ini bahkan sampai akhir hayat nanti tidak akan pernah dapat digantikan oleh yang lain, terlebih pada masyarakat Indonesia yang multikultural dan multibudaya. Kehadiran teknologi tidak dapat menggantikan tugas-tugas guru yang cukup kompleks dan unik. Oleh sebab itu, diperlukan tenaga kependidikan  yang memiliki kemampuan maksimal untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan diharapkan secara berkesinambungan dapat meningkatkan kompetensinya, baik kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, maupun profesional. Di sisi lain, pendidikan dan pengembangan mutlak diperlukan, hal ini selain memberikan bekal kepada para tenaga kependidikan juga bisa meng-up-date ilmu yang selalu berkembang sesuai dengan tuntutan jaman. Diharapkan dengan pendidikan dan pengembangan para tenaga kependidikan SDM-nya dapat meningkat, sehingga profesionalitas guru sebagai tenaga kependidikan dapat sejajar dengan profesi-profesi yang lain. Kata Kunci :  Kualitas SDM, Pelatihan dan Pengembangan
EVALUASI PENERAPAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 46 TAHUN 2013 PADA PENERIMAAN PPh WAJIB PAJAK UMKM DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MALANG SELATAN Suparto, Suparto; Made, Anwar; Sulistyo, Sulistyo
Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi Vol 3 No 1 (2015): April
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat penerimaan PPh wajib pajak UMKM atasPenerapan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Selatan.Teknik analisis data menggunakan metode rasio dan melihat dari sisi trand penerimaan. Hasil analisis tingkat penerimaan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013, sangat kurang jika dirata-rata setiap bulannya hanya diperoleh 8,33%. Penerimaan yang wal bulan Abersifat fluktuatif ini disebabkan karena adanya pelaporan SPT yang tidak merata dari agustus 2013 sampai Juli 2014 sehingga membuat penerimaan pajak masih kategori sangat kurang. Berdasarkan hasil analisis trend rasio Penerimaan Peraturan Pemerintah Nomor 46, menunjukan bahwa garis trend selama 12 bulan selalu bergerak ke atas. Ini menunjukan bahwa trend penerimaan Peraturan Pemerintah Nomor 46 setiap bulannya sangat baik karena selalu mengalami peningkatan. Untuk penelitian selanjutnya agar dapat memperluas cakupan sampel, seperti tingkat pemahaman wajib pajak pada Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013.
Construction of Depth-Structure Shelf-edge Map for Case Study of Kujung Formation, East Java Sea Rusli, Saifatur; Suparto, Suparto
Makara Journal of Technology Vol 8, No 1 (2004)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.856 KB) | DOI: 10.7454/mst.v8i1.77

Abstract

In general, reflection seismic method has capability to represent sub-surface in time domain. Seismic cross-section that depicts the formation of sub-surface usually use time domain in the format of TWT (Two Way Times). This due to in the process of seismic data acquisition, seismic wave propagates in down-going and up-going manner so that the obtained results from data processing are in the format of TWT seismic vs. shot points. This paper will describe the construction of depth-structure map for case study of Kujung Formation, East Java Sea, as exploration activities of oil companies in Indonesia. Manual data is peaked from seismic cross section and crossed with Vrms data of 3 wells in exploration location. TWT Shelf-edge map of Kujung Formation is divided into 2 parts and the results is crossed with velocitystructure map using Geoframe software CPS-3 so that depth-structure of shelf-edge of Kujung Formation, East Java Sea, is obtained. One of the objectives of this map construction is to get more real visualization of sub surface by using depth domain approach and as sustainable exploration activities of oil companies in Indonesia
RATIO MOLAR MINYAK SAWIT DENGAN ETANOL KONSENTRASI RENDAH DALAM PEMBUATAN BIODIESEL Ningsih, Erlinda; Suparto, Suparto; Sato, Abas; Mustikasari, Yeni Ratu; Dewi, Risty Christina
Teknik Kimia Vol 12, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : jurusan teknik kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya pembuatan biodiesel menggunakan etanol dengan kadar 99.8% (pure analitis) yang  membutuhkan biaya tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh ratio mol mnyak sawit dengan etanol konsentrasi rendah terhadap yield dalam pembuatan biodiesel. Ratio mol antara minyak sawit dan etanol yang digunakan dalam pembuatan biodiesel ini adalah 1:12; 1:14; 1:16 dengan waktu reaksi 3 jam dan pemanasan dilakukan pada suhu 60 oC. Proses selanjutnya adalah pemisahan dan pencucian. Berdasarkan hasil analisa, diperoleh bahwa biodiesel yang dihasilkan memenuhi standar SNI-04-7182-2006. Yield terbesar diperoleh pada kondisi waktu reaksi 3 jam, ratio mol 1:16 yaitu 59.26%.
KINERJA KOMISI PEMILIHAN UMUM DAERAH KABUPATEN LUWU UTARA DALAM PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH PADA PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR SULAWESI SELATAN TAHUN 2013 Suparto, Suparto; Muhammadiah, Muhammadiah; Rahim, Syamsir
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 3, No 2 (2013): (October 2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.11 KB) | DOI: 10.26618/ojip.v3i2.75

Abstract

This study aimed at describing the performance of the electoral commission in the North Luwu regency in updating the voters data on the election of Governor and Governor Deputy in 2013, and describing the supporting and obstacles factors of the implementation of the data updating for determining the voters. The research methods used by the author in this study was descriptive-qualitative by using two kinds of data, namely primary and secondary data. The data was analyzed descriptive qualitatively by analyzing all the data collected by the writer, then be displayed in sentences based on the interviews results from the informants who had been determined in advance. The findings showed performance of Electoral Commission of North Luwu regency in the context of updating voters data in the election of South Sulawesi Governor and Governor Deputy in 2013 had been running well but not fully effective. This is proved by many of northern Luwu communities should be registered as voters at the election, but did not get summons for the election, in contrary the number of summonses were realeased for the people whom their presence were not known by the local society, so that the summonses were useless. Moreover, human resources, Loyalty of PPDP members and staff, and cooperation were the supporting factors while the obstacles were the Data of Potential Population of Voters in Election, Lack of Public Participation, Budget, and the total area.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kinerja komisi pemilihan umum kabupaten luwu utara dalam pemutakhiran data pemilih pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur tahun 2013, serta menggambarkan faktor yang mendukung dan menghambat dari pelaksanaan pemutakhiran untuk ditetapkannya sebagai pemilih. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah deskriftif-kualitatif dengan menggunakan dua macam data yaitu data primer dan data sekunder.Data tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif yaitu menganalisis semua data yang berhasil dikumpulkan penulis dan selanjutnya ditampilkan dalam bentuk kalimat sesuai dengan hasil wawancara dari beberapa informan yang sebelumya telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan Kinerja Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Luwu Utara dalam konteks pemutakhiran data pemilih pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan tahun 2013 telah berjalan dengan baik namun sepenuhnya belum efektif. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat luwu utara yang seharusnya terdaftar sebagai pemilih pada pemilihan, tidak mendapat surat panggilan untuk melakukan pemilihan, dan sebaliknya banyaknya surat panggilan yang ditujukan pada orang-orang yang keberadaannya dalam suatu daerah tidak diketahui oleh masyrakat setempat, sehingga surat panggilan tersebut tinggalah menumpuk dan tak dipergunakan. Sumber daya manusia (SDM), Loyalitas anggota PPDP dan staf serta Kerjasama selaku factor pendukung dan adapun sebagai Faktor Penghambat yaitu Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4), Kurangnya Partisipasi Masyarakat, Anggaran, dan Luas wilayah.
Cross-Linguistic Intertranslatability of Culturally Loaded Terms Suparto, Suparto
PRASASTI: Journal of Linguistics Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prasasti.v2i1.322

Abstract

The paper tests if the translation of Javanese local cultural terms can denotatively be conveyed in English. The tool employed for this purpose is componential analysis of meaning, which can objectively asses the accuracy of the translation. In addition to this analysis, this study also discusses connotative assigned to the cultural terms by native speakers of Javanese and English. Connotative meanings were determined by collecting data from native speakers via questionnaires. The responses indicate which connotative meanings the respondents assigned to local cultural terms and their English equivalents. The findings indicate that at the denotative level, local cultural terms are very problematic. It is driven by the fact that though translators have tried to find the closest equivalents in the target language, there are still semantic features that differentiate both the source text and the target text. It demonstrates that full intertranslatability of cultural terms is not possible at denotative level. This study classifies the results of the translation into five classifications: (1) both the denotation and the connotation are different; (2) different denotations but the same connotations; (3) both of denotations and connotations are identical or near identical; (4) generic target text; and (5) specific target text. The findings show that respondents can attribute connotations to cultural terms only if they have been exposed to them and are familiar with the concepts that they convey. The connotations can semantically be classified into good or bad; active or passive; and strong or weak. It is also shown that people of the same cultural background do not always have the same connotations. Their prior knowledge plays and important role in determining what kind of connotations they yield. It is clear that connotations consist of posteriori knowledge. Key words: denotation, connotation, cultural terms, intertanslatability.
PEMISAHAN KEKUASAAN, KONSTITUSI DAN KEKUASAAN KEHAKIMAN YANG INDEPENDEN MENURUT ISLAM Suparto, Suparto
Jurnal Selat Vol 4 No 1 (2016): JURNAL SELAT
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.35 KB)

Abstract

Separations of Powers theory had just been developed by John Locke and Montesquieu circa 17 A.C. Theory of Constitution had also just been emerged circa 18 A.C., even though in Old Greece many people had already discussed about this theory, when Rasulullah SAW rule Madinah and Madinah Constitution circa A.C..At that time Islam has also implemented independent and unbiased judicature. Keywords: Separations of Powers, Constitution, Judicature   Teori Pemisahan Kekuasaan yang dikembangkan oleh John Locke dan Montesquieu baru muncul sekitar abad ke 17 dan 18. Sedangkan Islam sendiri telah mengenal adanya Pemisahan Kekuasaan dan Konstitusi jauh sebelum dunia barat (eropa) mempopulerkannya, yaitu pada masa pemerintahan Rosulullah Muhammad SAW di Negara Madinah. Islampun juga telah menerapkan adanya peradilan yang independen, bebas dan tidak memihak. Kata kunci: Pemisahan Kekuasaan, Konstitusi, Peradilan