Articles

PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER I TENTANG TABLET FE (STUDI DI PUSKESMAS BANGETAYU SEMARANG TAHUN 2013) Puspitasari, Rahmah Noor Putri; Suprapti, Suprapti; Istiana, Siti
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.655 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.72-76

Abstract

Latar belakang :Studi pendahuluan yang telah dilakukan peneliti di Puskesmas Bangetayu Semarang terdapat 36 ibu hamil trimester 1. Hasil studi pendahuluan dari 10 responden diperoleh 3 responden menunjukkan pengetahuan baik dan 7 responden berpengetahuan rendah tentang tablet fe. Pengetahuan rendah disebabkan informasi yang kurang dipahami oleh responden tentang tablet fe. Tujuan :untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu hamil trimester 1 tentang tablet fe sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan di Puskesmas Bangetayu Semarang.Metode :Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Penelitian ini menggunakan rancangan pengamatan awal dan pengamatan akhir dengan 36 responden ibu hamil trimester 1. Hasil :dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum dilakukan penyuluhan adalah berpengetahuan baik 4 responden (11,1%), berpengetahuan cukup 20 responden (55,6%) dan berpengetahuan kurang 12 responden (33,3%). Setelah dilakukan penyuluhan, tingkat pengetahuan responden menjadi baik ada 15 responden (41,7%), pengetahuan cukup 18 responden (50,0%), pengetahuan kurang (8,3%). Simpulan :ada perbedaan tingkat pengetahuan responden sebelum dan setelah penyuluhan tentang tablet fe.
PERBEDAAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG METODE AMENOREA LAKTASI (MAL) SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN DI PUSKESMAS BANGETAYU KOTA SEMARANG Malinda, Puspa Desy; Suprapti, Suprapti; Kusumawati, Erna
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.665 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.87-92

Abstract

Latar belakang : Metode amenorea laktasi (MAL) adalah kontrasepsi yang mengandalkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif. Keuntungan MAL diantaranya efektivitas tinggi 98% dan tanpa biaya. Keuntungan untuk bayi yaitu bayi mendapatkan antibodi melalui ASI dan sebagai sumber asupan gizi untuk tumbuh kembang bayi Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di Puskesmas Bangetayu, diperoleh hasil bahwa sebanyak 10 dari 12 ibu hamil trimester III belum pernah mendapatkan penyuluhan atau informasi tentang metode amenorea laktasi (MAL). Tujuan : untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang metode amenorea laktasi (MAL) sebelum dan sesudah penyuluhan. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah Pra-eksperimen dengan rancangan One Group Pretest Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 35 ibu hamil trimester III di Puskesmas Bangetayu, dan teknik sampling yang digunakan yaitu teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dan leaflet. Hasil : menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil trimester III tentang metode amenorea laktasi (MAL) sebagian besar berpengetahuan kurang yaitu sebanyak 19 responden (54,3%). Sedangkan pengetahuan ibu hamil trimester III sesudah penyuluhan mengalami peningkatan menjadi baik yaitu sebanyak 35 responden (100%). Hasil Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna pada pengetahuan ibu hamil trimester III tentang metode amenorea laktasi (MAL) sebelum dan sesudah penyuluhan (p-value=0,0001). Simpulan :Ada perbedaan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang metode amenorea laktasi (MAL) sebelum dan sesudah penyuluhan.
PERBEDAAN PENGETAHUAN SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN TENTANG KONTRASEPSI IMPLAN (STUDI PADA WUS DI RW IV DESA WONOLOPO KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG) Rohmawati, Ely; Suprapti, Suprapti; Damayanti, Fitriani Nur
Jurnal Kebidanan Vol 1, No 1 (2012): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.563 KB) | DOI: 10.26714/jk.1.1.2012.27-32

Abstract

Keluarga Berencana merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita. Berdasarkan laporan pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana Provinsi Jawa Tengah, minat wanita menggunakan kontrasepsi implan belum sesuai harapan. Penyebabnya sebagian masyarakat masih merasa takut memakai implan, terutama yang berada di desa.Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pengetahuan WUS tentang kontrasepsi implan di RW IV Desa Wonolopo Kecamatan Mijen Kota Semarang Tahun 2011 sebelum dan sesudah penyuluhan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (eksperimen quasi) dan menggunakan pendekatan ?one group pretest-posttest?. Populasi yang diteliti adalah wanita usia subur yang mempunyai pasangan di RW IV Desa Wonolopo Kecamatan Mijen Semarang yang berjumlah 88 orang. Sampel yang diambil berjumlah 31 orang sesuai kriteria inklusi danekslusi. Teknik pengambilan sampel yang dipakai adalah sampling jenuh. Temuan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan yang bermakna antara pengetahuan tentang kontrasepsi implant sebelum dan sesudah penyuluhan.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU POST PARTUM DENGAN MINAT PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI (BPM) NY. D DESA SUKOMULYO KECAMATAN KALIWUNGU SELATAN KABUPATEN KENDAL Rossyanna, Enggar; Suprapti, Suprapti; Nurjanah, Siti
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.599 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.1.2014.34-40

Abstract

Latar belakang : Gerakan Keluarga Berencana Nasional yaitu mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera yang menjadi dasar bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pertumbuhan penduduk Indonesia. Jumlah peserta KB aktif di Jawa Tengah yaitu sebanyak 5.080.926 orang atau sebesar 78,37% dari jumlah PUS sebanyak 6.483.189 orang yang menggunakan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim hanya sebanyak 445.718 orang atau sebesar 8,77%. Tujuan :Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan Ibu postpartum dengan minat pemakaian Alat Kontasepsi Dalam Rahim di BPM Ny. D Desa Sukomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal. Metode : Jenis penelitian adalah analitik dengan rancangan cross sectional ini menggunakan sampel 39 ibu postpartum dari bulan April-Juni 2011. Data diperoleh dari kuesioner yang diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis univariat Ibu yang berpengetahuan cukup sebanyak 19 orang (48,8%), yang berpengetahuan kurang sebanyak 10 orang (25,6%) dan yang berpengetahuan baik sebanyak 10 orang (25,6%). Ibu yang tidak minat memakai Alat Kontrasepsi Dalam Rahim sebanyak 20 orang (51,3%), yang minat sebanyak 19 orang (48,7%). Dari hasil Fisher exact menunjukkan hasil bahwa nilai p-value = 0,000 (< a=0,05). Simpulan : Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan minat pemakaian Alat Kontrasepsi Dalam Rahim.
ANALISIS PENAWARAN KEDELAI DI KABUPATEN GROBOGAN Suprapti, Suprapti; Marwanti, Sri; Barokah, Umi
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 26, No 1 (2011): March
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/carakatani.v26i1.14102

Abstract

Soybean crop area that is unstable causing the production of soybean in the District Grobogan as one of the centers in Central Java soybean fluctuated sharply. This study aims to 1) Review and analyze the factors that affect soybean supply in the District Grobogan and 2) Review and analyze the elasticity of supply in the District Grobogan soybean due to changes in the factors that influence it. He method used in this research is descriptive method. Determination of the study area is done by purposive technique with consideration of the area has the largest soybean yield compared to other districts, namely Grobogan district with 15,71 quintal per hectare productivity. Results of secondary data analysis states that the supply function model of soybean in the District Grobogan is Qt = bo + 13,544 Pt-1 to 0,098 Qt-1 + 1,404 At – Purea 24,119 – 3,077 + 7,191 Wt PSP36 with coefficient of determination 0,891 Calculated F value obtained at 15,030, which means that the variable price of soybeans a year earlier, the amount of soybean production last year, the total area harvested during the year, the price of urea fertilizer, the price of SP 36 on the year.
Utilization of Cacao Pods Shells For Charcoal Briquettes Suprapti, Suprapti; Ramlah, Sitti
Biopropal Industri Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.177 KB)

Abstract

Utilization of cacao pod shells waste into charcoal briquettes is a way to find an alternative energy that can be produced within household scale. The aim of the research is to produce charcoal briquettes from cacao pod shells and its characterization. Research was designed with two factors, which is charcoal size (30, 50, and 70 mesh) and the percentage of starch used (3, 5, and 7%). Charcoal briquette produced then tested its physical and chemical properties. In general, charcoal briquettes from cacao pod shells with a mesh of 30 and 7% starch gives the best results. This charcoal briquette have a moisture content of 6.52%, ash content 16.73%, density 0.96 g/cm3; levels of volatile matter 20.18%, bonded carbon content 56.58%, and calorific value 4163.11 cal./g. Most of the parameters have not been meet the quality standards for charcoal briquettes of the SNI, Japan, England, nor American.
PELANGGARAN PERLUASAN BANGUNAN DI KOMPLEKS PERUMAHAN DI KOTA SURABAYA DITINJAU DARI PERATURAN TENTANG GARIS SEMPADAN BANGUNAN Suprapti, Suprapti; Prasetyawati, Niken; Suarmini, Ni Wayan; Hanoraga, Tony; Zahrok, Siti
Jurnal Sosial Humaniora Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.79 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v5i1.623

Abstract

Perumahan yang dibangun pengembang mulai dekade delapan-puluhan, pada awalnyadibangun sesuai dengan ketentuan tata ruang Kota Surabaya. Namun demikian dalampengembangannya sesudah ditempati penghuni, rumah-rumah tersebut mengalami banyakperubahan; salah satunya adalah perluasan ke arah depan yang melebihi Garis SempadanBangunan (GSB). Perluasan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang kota merupakanpelanggaran GSB yang menyebabkan pemunduran bangunan menjadi tidak rapih;berkurangnya halaman depan dan ruang terbuka di dalam kaveling; serta membahayakanpengguna jalan yang akan berbelok karena pandangannya tertutup bangunan pada kavelingpojok. Masalah yang mendasar adalah, perubahan dan penambahan luas bangunan yangdilakukan pemilik rumah melanggar peraturan tentang GSB, baik peraturan pada tingkatundang-undang, peraturan pemerintah, keputusan menteri maupun peraturan walikota.Tujuan studi ini adalah mencari penyelesaian secara hukum terhadap pelanggaran GSByang telah ditetapkan dalam peraturan perundangan dan rencana tata ruang  melaluipendekatan kasus dengan cara mengevaluasi kondisi empiris lapangan terhadap peraturanmengenai GSB.Usulan penyelesaiannya adalah (1) pelanggaran yang dilakukan sesudah diberlakukannyaPerda Kota Surabaya No. 7 Tahun 2009 tentang Bangunan, yaitu pengenaan sangsiadministrasi; (2) pelanggaran yang dilakukan sebelum diberlakukanya Perda Kota SurabayaNo. 7 Tahun 2009 tentang Bangunan, ada dua penyelesaian, yaitu (a) pelanggaran yangdilakukan pemilik bangunan yang mengajukan pembaruan IMB atau pemutihan IMB,sangsinya adalah membayar denda atas pelanggaran dan mengembalikan posisi GSB sesuaiketentuan yang berlaku; (b) pelanggaran yang dilakukan pemilik bangunan yang tidakmelakukan perubahan apapun, tidak dikenakan sangsi apapun tetapi bisa digugat jika ataspelanggaran tersebut menimbulkan kerugian pada orang lain, atau dikenakan disinsentifberupa denda yang diberlakukan setiap tahun.
PENYELESAIAN SENGKETA PENGELOLAAN SUMUR TUA SECARA TRADISIONAL OLEH MASYARAKAT DI DESA WONOCOLO BOJONEGORO DITINJAU DARI ASPEK HUKUM Suprapti, Suprapti
Jurnal Sosial Humaniora Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.707 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v4i2.628

Abstract

Sumur-sumur minyak di Desa Wonocolo Kecamatan Kadewan Kabupaten Bojonegoro, telah dieksplorasi lebih dari satu abad yang lalu oleh Dordtsche Petroleum Maatschappij. Sumur-sumur tua tersebut banyak yang dinyatakan telah habis, tetapi kenyataannya tidak. Puluhan titik sumur peninggalan Belanda tersebut ternyata masih aktif yang menandakan masih adanya cadangan minyak di kawasan tersebut. Cadangan minyak tersebut sejak tahun 1945 dikelola oleh pemerintah dan sebagian dikelola warga secara tradisional. Minyak yang ditambang oleh masyarakat disetor ke KUD Bogo Sasono dan disetor ke PT Pertamina EP Cepu. Tetapi sejak tahun 2005 mulai masuk orang-orang dari luar Desa Wonocolo yang membeli minyak mentah langsung dari penambang dengan harga lebih tinggi dari harga yang ditetapkan KUD Bogo Sasono. Karena sejak Nopember 2006 tidak ada lagi warga yang menyetor minyak mentah ke KUD Bogo Sasono, maka  penyetoran minyak mentah ke PT. Pertamina EP Cepu terhenti. Ditinjau dari aspek hukum, penambangan dan dijual kepada pihak lain untuk kepentingan individu adalah melanggar peraturan perundangan yang berlaku. Studi ini bertujuan untuk merumuskan  penyelesaian sengketa  pengelolaan sumur tua antara warga setempat  dan KUD  Bogo Sasono selaku mitra kerja PT Pertamina EP Cepu, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Studi ini merupakan doctrinal research dengan pendekatan kasus (Marzuki; 2005). Usulan penyelesaiannya adalah: (1) melakukan sosialisasi peraturan perundangan yang terkait dengan kegiatan penambangan yang boleh dilakukan secara formal dan informal melalui kepala desa yang pada dasarnya harus menyadarkan warga setempat agar tunduk pada hukum; (2) menyelesaikan sengketa antara warga setempat  dan KUD  Bogo Sasono selaku mitra kerja PT. Pertamina EP Cepu melalui penyelesaian di luar pengadilan; (3) melakukan negosiasi biaya ongkos angkut berdasarkan pertimbangan kepentingan masyarakat luas, bukan sekelompok masyarakat; (4) melakukan penegakan hukum terutama untuk memutus jalur penambang ke pihak luar.
PEMASANGAN REKLAME DI KORIDOR JL. KERTAJAYA DITINJAU DARI ASPEK HUKUM Suprapti, Suprapti; Prasetyawati, Niken; Arief, Usman; Purwadio, Heru
Jurnal Sosial Humaniora Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.704 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v6i2.606

Abstract

Setelah terbit Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 10 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Penyelenggaraan Reklame dan Pajak Reklame, serta Peraturan Walikota Surabaya Nomor 79 Tahun 2012 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Reklame, pemasangan reklame di koridor utama Kota Surabaya tampak lebih teratur. Namun demikian masih dijumpai penempatan reklame yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Salah satunya adalah pemasangan reklame di sepanjang koridor Jl. Kertajaya mulai perempatan Jl. Menur sampai viaduct Gubeng Terowongan. Masalah yang diidentifikasikan adalah, penempatan reklame yang melebihi batas persil; melebihi ketinggian bangunan reklame tersebut berada; reklame yang  proporsinya lebih besar dibandingkan bidang reklame tersebut berada; jarak antara penempatan reklame yang satu dan reklame lainnya sangat berdekatan; dan reklame pada kaki viaduct kereta api.Studi ini bertujuan untuk menemukenali penyimpangan penempatan reklame, yang dilakukan melalui evaluasi  kondisi faktual pemasangan reklame di sepanjang koridor Jl. Kertajaya terhadap aspek hukum; dalam hal ini terhadap Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 10 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Reklame; Peraturan Walikota Surabaya Nomor 79 Tahun 2012 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Reklame; dan Peraturan Pemerintah No. 56 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian. Studi ini masuk dalam kategori doctrinal research melalui pendekatan kasus (Marzuki; 2005) dengan cara mengevaluasi kondisi lapangan terhadap ketentuan undang-undang, peraturan pemerintah dan peraturan lain yang berlaku.Berdasarkan hasil studi ditunjukkan bahwa (1) terdapat tujuh reklame billboard di atas tiang yang melebihi Garis Sempadan Pagar atau batas persil; (2) terdapat satu reklame videotron yang berada di dalam Rumija Kereta Api; (3) terdapat dua reklame pada bangunan yang melebihi Garis Sempadan Bangunan; dan (5) terdapat delapan reklame billboard yang dipasang melebihi tinggi bangunan; terdapat satu reklame tanpa materi; terdapat empat spot yang jarak penempatan reklamenya berdekatan; dan satu reklame pada pos polisi lalu lintas yang melebihi luas bidang reklame.
Efficacy of 20% urea cream on uremic pruritus with uremic xerosis in chronic renal failure patients undergoing hemodialysis Yahya, Yulia Farida; Roiana, Nina; Andarina, Rosi; Suprapti, Suprapti; Saleh, Irsan
Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Vol 30, No 1 (2018): APRIL
Publisher : Faculty Of Medicine Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.749 KB) | DOI: 10.20473/bikkk.V30.1.2018.1-9

Abstract

Background: Uremic pruritus (UP) is the most common symptoms in patients with chronic renal failure (CRF) undergoing hemodialysis (HD). It is a chronic itch sensation of the skin, with the most frequent clinical manifestation being xerosis, which is difficult to treat. There is a significant relationship between UP and moderate to severe uremic xerosis (UX) in CRF patients undergoing HD. This condition could affect the quality of life and increase the risk of morbidity and mortality. The causes of UP with xerosis are still unclear, however it is evident that there is a disruption of skin barrier function. A 20% urea with the base materials cream consisting sodium pidolat sodium lactate (NaPCA) and vegetable oils that act as a natural moisturizing factor (NMF) can improve the skin barrier function by increasing skin hydration, reducing transepidermal water loss (TEWL) will result in the improvement of  UP with UX.