Djoko Suprapto
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 47 Documents
Articles

STUDI PERSEPSI MASYARAKAT DAN KESESUAIAN PERAIRAN KARANG JAHE SEBAGAI OBYEK REKREASI PANTAI DI KABUPATEN REMBANG, JAWA TENGAH Harjanto, Wirawan; Rudiyanti, Siti; Suprapto, Djoko
Journal of Management of Aquatic Resources Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.359 KB)

Abstract

Pantai Karang Jahe merupakan pantai berpasir putih yang terletak di Desa Punjulharjo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pantai yang luasnya 393,93 ha ini mempunyai potensi wisata pantai yang dapat dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui persepsi masyarakat terhadap potensi dan perkembangan wisata di Pantai Karang Jahe dan Mengetahui nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pantai Karang Jahe beserta kategorinya. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2017-Januari 2018. Penelitian ini menggunakan teknik pengolahan data deskriptif dengan menyebar kuisioner kepada 30 responden masyarakat setempat dan 50 responden pengunjung wisata. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling dan penilaian kuantitatif menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) di tiga stasiun. Persepsi masyarakat terhadap potensi di kawasan Pantai Karang Jahe sudah tergolong baik dari kondisi fisik sampai jenis kegiatan dapat dikatakan kawasan ini layak untuk dikunjungi. Perkembangan di kawasan Pantai Karang Jahe ini antara lain pertumbuhan jumlah pengunjung dan penambahan fasilitas / sarana dan prasarana. Pengukuran Nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pantai Karang Jahe diukur di tiga stasiun I, II dan III saat pagi (surut) 100%, 97,61% dan 100% nilai kategori S1, S1 dan S1 (Sangat Sesuai), di stasiun I, II dan III saat sore (pasang) 96,42%, 96,42% dan 96,42% nilai kategori S1, S1 dan S1 (Sangat Sesuai). Hal ini menunjukkan bahwa Pantai Karang Jahe pada pagi dan sore hari tergolong dalam kategori S1 atau sangat sesuai untuk kegiatan wisata pantai.  . Karang Jahe Beach is a white sandy beach which is located in the village of Punjulharjo, Rembang, Central Java. The beach that the extent of this potential 393,93 ha of coastal tourism can be developed. The purpose of this research is to know the perception of society against the potential and development of tourism in coastal Karang Jahe and knowing the value of the Index the Suitability of Tourism (IST) Karang Jahe Beach along with the category. The research was conducted in December 2017-January 2018. This research uses descriptive data processing techniques with a spread of 30 respondents to the questionnaire of the local community and visitors tour the 50 respondents. The sampling technique using a purposive sampling technique and quantitative assessment Index using the Suitability of Tourism (IST) at three stations. Public perception against the potential in the coastal area of the Karang Jahe already belongs to the physical condition of both types of activities can be said this area is worth a visit. Developments in the area of the Karang Jahe Beach is the growth of the number of visitors, the addition of facilities/infrastructure and facilities. Measurement of Index value the Suitability of Tourism (IST) Karang Jahe Beach measured at three stations I, II and III when the morning (receding) 100%, 97,61% and 100% value of category S1, S1 and S1 (very appropriate), at the station I, II and III when the afternoon (pairs) 96,42%, 96,42% and 96,42% value category S1, S1 and S1 (very appropriate). This suggests that Karang Jahe Beach in the morning and evening belongs in category S1 or highly suitable for Beach tourism activities. 
PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE DESA KARANGSONG, KABUPATEN INDRAMAYU Purnamasari, Riana; Suprapto, Djoko; Purwanti, Frida
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.515 KB)

Abstract

Desa Karangsong merupakan wilayah pesisir yang mempunyai kawasan rehabilitasi mangrove yang masih terjaga. Konversi hutan mangrove menjadi lahan pertambakan telah mengakibatkan kerusakan pesisir. Ekowisata merupakan salah satu pemanfaatan hutan mangrove dari segi ekonomi untuk mencapai kesejahteraan. Selain itu, ekowisata ini secara langsung memiliki manfaat pelestarian alam dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekowisata mangrove, persepsi, partisipasi, dan aspirasi stakeholder dan untuk menyusun strategi pengembangan ekowisata. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dan dianalisa dengan SWOT. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan observasi terhadap terhadap 50 responden terdiri dari masyarakat, wisatawan dan pengelola. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2015 di Desa Karangsong. Potensi kawasan ekowisata mangrove terdiri dari beberapa kelompok burung (Aves), Gastropoda, dan Crustacea serta lima jenis mangrove. Potensi fisik terdiri dari tempat persemaian benih, tempat pengamatan burung, sarana kebersihan dan tracking mangrove. Tingkat persepsi responden tentang ekowisata masih rendah. Partisipasi masyarakat belum sepenuhnya terlibat dalam kegiatan pengembangan ekowisata. Aspirasi responden terbagi dalam tiga kriteria yaitu aspirasi untuk pengembangan objek daya tarik wisata, perbaikan sarana prasarana, dan pembenahan pengelolaan. Strategi pengembangan ekowisata desa Karangsong adalah strategi Stregth-Opportunities (SO) yaitu melibatkan masyarakat desa lokal untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan ekowisata mangrove. Karangsong village is a coastal region that be keep as a mangrove rehabilitation area. Conversion of mangrove forests into fish pond land has resulted in damage to the coast. Ecotourism is one of the mangrove forest utilization in terms of economy for prosperity. Beside that ecotourism has directly benefit for natural and environmental preservation. This study aims to determine potential of mangrove ecotourism, perception, participation and aspiration stakeholders and to be set development strategy of mangrove ecotorism. The method used is descriptive case studies and be analyzed by SWOT. Data collected by observing the field study and interviewing to 50 respondents  consist of local communities, tourists, and  management staffs. This study was conducted in May 2015 in the village of Karangsong. Mangrove ecotourism potential at the Karangsong village consists of are birds (Aves), Gastropods, and Crustacean and five species of mangrove. Physical potency consists of a seed nursery, bird watching site, sanitary facilities and tracking mangrove. Perceptions of respondents about ecotourism is still low . Participation public has not engaged  involved in the development of ecotourism activities. Aspiration of  respondents divided into three criterias: the aspiration for development tourist attraction objects, infrastructure development, and improvement management. Tourism development strategy of the village Karangsong is strength-Opportunities (SO) that involve local communities to participate in the development of mangrove ecotourism.
PENGEMBANGAN POTENSI WISATA BAHARI DI DESA JATIMALANG, KECAMATAN PURWODADI, KABUPATEN PURWOREJO Yovita, Fabiola Intan; Purwanti, Frida; Suprapto, Djoko
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.627 KB)

Abstract

Saat ini wisata yang banyak diminati oleh masyarakat baik lokal maupun non lokal yakni wisata yang mengarah ke alam. Wilayah Purworejo yang bersinggungan langsung dengan laut memiliki potensi wisata yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wisata, mengetahui pemahaman dan aspirasi aparat pemerintahan, masyarakat, pengunjung dan pengguna lain untuk pengembangan wisata serta menyusun strategi pengembangan wisata di Desa Wisata Jatimalang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi sebagai data primer sedangkan data sekunder untuk menunjang penelitian diperoleh dari berbagai dinas/instansi seperti: BAPPEDA, Dinas Pariwisata Kabupaten Purworejo dan kantor Desa Jatimalang. Responden terdiri dari 10 aparat pemerintah, 30 masyarakat Desa Jatimalang, 40 pengunjung dan 20 pengguna lain. Analisis SWOT digunakan untuk mengetahui strategi pengembangan wisata di Desa Wisata Jatimalang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 hingga Februari 2015 di kawasan Desa Wisata Jatimalang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Hasil penelitian potensi wisata yang dimiliki Desa Jatimalang adalah wisata kuliner dan wisata pantai yang menawarkan berbagai menu ikan bakar dengan harga yang terjangkau serta keindahan alamnya dengan didukung sarana prasarana yang memadai dan pemahaman responden tentang Desa wisata Jatimalang cukup baik. Aspirasi responden yaitu mengarah kepada kebersihan, kerjasama antara masyarakat dan pemerintah serta penambahan fasilitas di sekitar pantai agar menarik lebih banyak pengunjung. Strategi pengembangan desa wisata Jatimalang adalah dengan memperbaiki komunikasi antara masyarakat dan pedagang dengan pemerintah, memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan serta memberikan sosialisasi tentang pemanfaatan dan pengelolaan daerah wisata. Currently tourism demand by both local and non local communities leads to nature tourism. Purworejo territory that adjacent to the sea have a lot of tourism potential. This research aims to identify the tourism potential, to know and understand the aspirations of government officials, community, visitors and other consumer for the tourism development and to set tourism development strategy in the Jatimalang Village, Purwodadi District, Purworejo Regency. Data collected using interviews and observation as the primary data while secondary data from various departments/agencies such as: BAPPEDA, Purworejo Department of Tourism and Jatimalang village offices. Respondents consisted of 10 government officials , 30 villagers of Jatimalang , 40 visitors and 20 other users. SWOT analysis is used to determine tourism development strategy at the Jatimalang Tourism Village. This research was conducted on January 2015 to February 2015 at the Jatimalang Village, Purwodadi District, Purworejo Regency, Central Java. Research show that tourism potential of the Jatimalang village are culinary and beach tourism that offers a variety of grilled fish menu at affordable prices as well as its natural beauty, that supported by adequate infrastructure and respondents understanding of the Jatimalang tourism is good enough. Aspirations of the respondents leading to cleanliness, cooperation between public and the government as well as addition of facilities around the beach to attract more visitors. Strategies development of the Jatimalang village to improve the communication between public and traders with government, provide socialization to the public about the importance of protecting the environment and provide socialization on the utilization and management of tourist area.
STRUKTUR POPULASI TIRAM (SACCOSTREA CUCCULLATA BORN, 1778) PADA EKOSISTEM MANGROVE DAN NON-MANGROVE DI SEMARANG, JAWA TENGAH Rismawati, Ulfah; Afiati, Norma; Suprapto, Djoko
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.782 KB)

Abstract

Tiram (Saccostrea cuccullata), merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting. Pengambilan tiram umumnya dilakukan secara tidak teratur baik jumlah, ukuran dan waktunya sehingga diduga hal tersebut berpengaruh terhadap struktur populasi. Penelitian ini dilakukan di Pantai Mangkang yang merupakan daerah bermangrove dan Pantai Maron yang non-mangrove, Semarang Jawa Tengah selama bulan Juli ? September 2014, yang bertujuan untuk mengkaji perbedaan struktur populasi tiram berdasarkan perbedaan pada ekosistem mangrove dan non-mangrove. Metode survei deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan teknik pengambilan sampel bersifat purposive random. Jumlah sampel tiram yang terkumpul selama tiga bulan (Juli ? September, 2014) pada daerah bermangrove yaitu 209 individu, sedangkan pada daerah non-mangrove berjumlah 253 individu. Kisaran panjang cangkang tiram pada ekosistem mangrove yaitu 12,00 ? 82,20 mm dan untuk berat basah total yaitu 1,01 ? 55,03 g. Pada daerah non-mangrove kisaran panjang cangkang yaitu 21,30 ? 82,00 mm dan berat basah totalnya 2,04 ? 83,45 g. Kerapatan populasi tiram di daerah bermangrove berkisar 16 ? 96 individu/m2 dan pada daerah non-mangrove yaitu 24 ? 104 individu/m2. Pola distribusi pada ekosistem mangrove dan non-mangrove umumnya mengelompok. Sifat pertumbuhan yang didapat dari analisis hubungan panjang berat yaitu alometrik negatif, dimana b<3. Pada pengamatan Indeks STORET (Kepmen LH No. 115, 2003) diperoleh hasil yaitu perairan Pantai Mangkang (Mangrove) dan Pantai Maron (Non-Mangrove) masuk kategori perairan tercemar sedang. Oysters (Saccostrea cuccullata) is the one of the fisheries resource that has an important economic value. Collection of oysters usually done in irregular either total, size and time allowing allegedly this impact on the structure of population. This research is conducted in Mangkang Beach wich is a mangrove areas and Maron beach is a non-mangrove areas, Centtral Java Sea during July ? September 2014 with a purpose to study the differences of structure population based on mangrove and non-mangrove areas. Methods that used in this study was descriptive survey with purposive random sampling. Variable observed  i.e  physic, chemist, biology, social and economic factors. Total of sample that collected during three months (July ? September) in mangroves areas 209 individuals and in non-mangrove areas 253 individuals. The range of shell length in mangroves ecosystem is 12,00 ? 82,20 mm and the total weight is 1,01 ? 55,03 g. In non-mangrove ecosystem the range of shell length is 21,30 ? 82,00 mm and the total weight is 2,04 ? 83,45 g. Population density of oyster in mangrove and non-mangrove areas is generally clumped. Correlation of length and weight of oysters has a meaning negative allometric both of mangrove and non-mangrove, wich  b<3. Sex ratio of oysters both of mangrove and non-mangrove areas is not balanced, wich the male less than female. The results of STORET Index (Kepmen LH No. 115, 2003) categorised that both the waters in mangrove and non-mangrove ecosystem as relatively contaminated.
ASPEK BIOLOGI IKAN SEBELAH (PSETTODES ERUMEI) YANG TERTANGKAP DAN DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TAWANG KABUPATEN KENDAL Barokah, Leni; Solichin, Anhar; Suprapto, Djoko
Journal of Management of Aquatic Resources VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.754 KB)

Abstract

ABSTRAK Ikan Sebelah (Psettodes erumei) merupakan ikan demersal yang hidup di dasar perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek biologi ikan Sebelah di Perairan Kabupaten Kendal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2016. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling atau acak sederhana. Data primer meliputi panjang berat, tingkat kematangan gonad, dan fekunditas untuk mengetahui aspek biologi ikan Sebelah, sedangkan data sekunder meliputi data produksi ikan Sebelah selama penelitian. Hasil penelitian menunjukan ukuran panjang ikan Sebelah mempunyai kisaran 140 mm ? 310 mm dan berat dengan kisaran 31 gram ? 332 gram, ukuran pertama kali ikan tertangkap (L50%) adalah 228 mm. Sifat pertumbuhanya bersifat allometrik positif  dengan nilai Kn adalah 1,19. Tingkat kematangan gonad ikan Sebelah jantan didominasi oleh TKG III dan IV, sedangkan tingkat kematangan gonad ikan Sebelah betina didominasi oleh TKG IV. Nilai indeks kematangan gonad terendah pada ikan Sebelah jantan adalah 0,07% dan nilai IKG tertinggi adalah 1,03%, sedangkan nilai IKG terendah pada ikan Sebelah betina adalah 0,24% dan nilai IKG tertinggi adalah 4,41%. Fekunditasnya berkisar antara 38.832 ? 64.318 butir. Diameter telur terkecil pada TKG IV dan terbesar pada TKG VI. CPUE tertinggi pada sampling minggu ke 1 yaitu sebesar 5.607 kg/kapal sedangkan CPUE terendah terjadi pada sampling minggu ke 4 yaitu sebesar 3.623 kg/kapal. Kata Kunci : Ikan Sebelah (Psettodes erumei), Perairan Kendal, Pola Pertumbuhan. ABSTRACT Flatfish (Psettodeserumei) is kind of demersal fish that lives in seabed. The aimed of this research is to find out the biological aspect of flatfish of Kendal Regency waters. The research was done in May to June of 2016. The method used in this research is descriptive method. In taking the sample, it uses simple random sampling method. The primary data include long weight, gonad maturity level and fecundity to know the biological aspect of flatfish. Secondary data include flatfish production data during research. The result shows the flatfish length is about 140 ? 310 mm and its weight is about 31? 332 gram. The length of first caught flatfish (L50%) is 228 mm. Its nature of growth is allometrikpositif, and its Kn value is 1,19. The gonad maturity level of male flatfishis dominated by TKG III and IV, and the gonad maturity level of female flatfish is dominated by TKG IV. The lowest value of gonad maturity level of male flatfish is 0,07% and the highest IKG value is 1,03%, while the lowest IKG value of female flatfish is 0,24% and the highest IKG value is 4,41%. The fecundity is about 38.832 ? 64.318 egg. The smallest egg diameter is in TKG IV and the biggest is in TKG VI. The highest CPUE of first week sampling is 5.607 kg/ship, while the lowest CPUE is occurred on the fourth week, i.e. 3.623 kg/ship. Keywords:Flatfish (Psettodeserumei), Kendal waters, Growth pattern.
KEPADATAN DAN DISTRIBUSI SPASIAL KERANG KIJING (ANODONTA WOODIANA) DI SEKITAR INLET DAN OUTLET PERAIRAN RAWAPENING Yanuardi, Firman; Suprapto, Djoko; Djuwito, -
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.074 KB)

Abstract

Rawapening merupakan salah satu perairan air tawar yang banyak dihuni oleh kerang kijing Anodonta woodiana, kepadatan dan pola sebaran dari kerang tersebut di sekitar inlet dan outlet perairan Rawapening masih belum diketahui. Adanya perubahan ekosistem akibat sedimentasi di Rawapening kemungkinan akan berdampak pada populasi kerang tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan pola sebaran dari populasi Kijing di sekitar inlet dan outlet di Rawapening dan mengetahui distribusi spasial kijing A. woodiana berdasarkan ukuran panjang cangkang kerang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan rumus kepadatan populasi dan Indeks Morishita, untuk mengetahui distribusi spasial kerang berdasarkan ukuran panjang digunakan uji Analysis of Variance. Hasil penelitian bahwa jumlah kepadatan populasi pada stasiun I (inlet) DAS Panjang 1 ind/m² - 5 ind/m²; stasiun II (inlet) DAS Rengas 1 ind/m² - 9 ind/m²; stasiun III (inlet) DAS Ringis 1 ind/m² - 8 ind/m²; stasiun IV (outlet) DAS Kedungringin 1 ind/m² - 16 ind/m², dan angka rataan Indeks Morishita dari seluruh stasiun pengamatan kurang dari 1 (Id < 1) yang berarti bahwa pola sebaran dari kerang A. woodiana cenderung seragam dan teratur. Hasil analisis distribusi spasial berdasarkan ukuran panjang kerang diketahui F sebesar 4,952 dengan signifikansi sebesar 0,003. Oleh karena signifikansi sebesar 0,003 < 0,05, maka inferensi yang diambil adalah terdapat perbedaan panjang kerang berdasarkan empat stasiun dan panjang minimal kerang A. woodiana dari seluruh stasiun 8,03 cm dengan panjang maksimal sebesar 16,54 cm. Rawapening is one waters of freshwater that many inhabited by shells Kijing Anodonta woodiana, density and distributions paterns of the shells around inlet and outlet in Rawapening still unknown.  The ecosystem as a result of change in sediment in Rawapening would likely impact  on the population  of the shells. This research was conducted in September 2014. This research aimed to understand the density and the pattern of the population to scatter shells around inlet and outlet in Rawapening and knowing spatial distribution shells based on size A. woodiana the long shells. The method used in the survey was done by deskriptif the case study. Then analyzed the result of the research using formula density of population and morishita index, to know the spatial distribution shells used measure of length based on analysis of variance. The result showed that the population density in the station I (inlet) DAS Panjang 1 ind/m² - 5 ind/m²; station II (inlet) DAS Rengas 1 ind/m² - 9 ind/m²; station III (inlet) DAS Ringis 1 ind/m² - 8 ind/m²; station IV (outlet) DAS Kedungringin 1 ind/m² - 16 ind/m², and value an average of the index morishita an observation station less than 1 (Id < 1) which means that the distribution of shell A. woodiana inclined uniform and orderly. The results of the analysis of spatial distribution arrangement based on the length shell is known that the F of 4.952 with the significance of 0.003. Thus significance of 0.003 <  0.05, then the inference taken is there are difference of the shells long based on four station and the long minimal of shell A. woodiana from all stations of 8,03 cm long with the long maximum of 16,54 cm.
VALUASI EKONOMI OBJEK WISATA TREKKING MANGROVE, GRAND MAERAKACA TAMAN MINI JAWA TENGAH DAN POTENSI PENGEMBANGANNYA Alviani, Nadya Nurita; Suprapto, Djoko; Wijayanto, Dian
Journal of Management of Aquatic Resources Vol 7, No 3 (2018): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.225 KB)

Abstract

Grand Maerakaca merupakan salah satu objek wisata yang ada di Semarang, yang memiliki daya tarik yaitu Trekking Mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penggunjung, persepsi pengunjung mengenai potensi pengembangan objek wisata dan menghitung nilai ekonomi Objek Wisata Trekking Mangrove menggunakan metode Travel Cost Method (TCM) dan Willingness to Pay (WTP). Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 100 orang. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan Convinience Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pengunjung Objek Wisata Trekking Mangrove, Grand Maerakaca mayoritas adalah pelajar/mahasiswa dan karyawan swasta yang berumur 15-25 tahun, menggunakan alat transportasi sepeda motor, melakukan kunjungan bersama keluarga dengan tujuan berlibur. Persepsi pengunjung mengenai potensi pengembangan adalah bahwa Objek Wisata Trekking Mangrove memiliki daya tarik paling tinggi dan harga yang terjangkau menjadi faktor penentu utama kunjungan. Sedangkan penambahan wisata pengembangan yang paling berpotensi dengan estimasi pengguna tertinggi adalah edukasi penanaman mangrove dengan nilai WTP sebesar Rp. 5.000,00. Nilai ekonomi Objek Wisata Trekking Mangrove, Grand Maerakaca dengan metode TCM sebesar Rp. 45.779.385.645,00/tahun dan Nilai WTP wahana perahu sampan, wahana perahu motor, tiket masuk, tiket parkir motor dan tiket parkir mobil adalah Rp. 10.000,00, Rp. 5.000,00, Rp. 10.000,00, Rp. 2.000,00, dan Rp. 5.000,00.  The Grand Maerakaca is one of the tourist destination in Semarang, that have attraction is Tracking Mangrove. The purpose of this study are to know the characteristics of the visitors, the visitor's perception about the potential of tourism development and to calculate the economic value of Trekking Mangrove Object using Travel Cost Method (TCM) and Willingness to Pay (WTP) method. The number of respondents in this study are 100 people. Technique of taking data in this research using Convinience Sampling. The results showed that the visitors characteristics of Tracking Mangrove Tourism Object, Grand Maerakaca majority are students and private employees aged 15-25 years, use motorbike transportation, come with their family on the purpose of vacation. The visitor perception on potential development are the highest attraction of Tracking Mangrove and affordable price to be the main determinant factor of visitation. While addition of the most potential development tours with the highest user estimation is education of mangrove planting with a WTP value of IDR. 5,000. Economic value of Mangrove Trekking Tourism Object, Grand Maerakaca with TCM method is IDR. 45,779,385,645/ year and WTP Value boat ride, motorboat ride, entrance ticket, motorcycle parking ticket and car parking ticket is IDR. 10,000., IDR. 5,000., IDR. 10,000., IDR. 2,000 and IDR. 5,000. 
EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DI DESA SARAWANDORI, KOSIWO KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN, PROVINSI PAPUA Karubaba, Obaja; Purwanti, Frida; Suprapto, Djoko
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.456 KB)

Abstract

Program Pemberdayaan Masyarakat pesisir di desa Sarawandori dapat membantu meningkatkan pendapatan nelayan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat pesisir di desa Sarawandori Kosiwo Kabupaten Kepulauan Yapen Papua. Metode penelitian bersifat deskriptif  dimana pengambilan sampel dilakukan secara purposive berdasarkan pertimbangan jenis kegiatan. Data dikumpulkan dengan cara observasi lapangan, wawancara terhadap 50 masyarakat nelayan dari 18 KK yang menerima bantuan dan mengikuti program pemberdayaan masyarakat pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 5 kegiatan program pemberdayaan masyarakat pesisir di desa Sarawandori yaitu: Pengembangan kapasitas aparat kampung, Pelatihan budidaya rumput laut dan ikan (Keramba), Metode Penangkapan ikan, Pemasaran hasil perikanan, Metode bantuan sarana budidaya ikan yang sudah berjalan dari tahun 2007 sampai sekarang. Pelaksanaan program yang prioritas di desa Sarawandori yaitu pemanfaatan sumber laut untuk meningkatkan kehidupan masyarakat nelayan. Prosedur atau mekanisme penyaluran bantuan berjalan sesuai dengan ketentuan. Community Empowerment Program at the coastal village of Sarawandori can help to increase the income of fishermen. The purpose of this study were to identify and to evaluate the implementation of the program in the coastal village of Sarawandori Kosiwo Yapen Islands District of Papua. The research method is descriptive in which sampling was done purposively based on the consideration of the type of activity. Data were collected by field observations, interviews to the 50 fishers communities from 18 family leaders who receive aid and get the empowerment program. The research showed that there are 5 activities of the program in the Sarawandori villages namely: Capacity building of the officials village, training on culture of seaweed and fish (Cage), Fishing Methods, Fishery marketing and aids for aquaculture facilities. The program has been running from 2007 to the present. Implementation of the priority programs at Sarawandori village is marine resources utilization to improve the life of fishers communities. Procedure and mechanism of aid delivery is running well in accordance to the regulation.
KADAR LOGAM BERAT BESI (FE), SENG (ZN) PADA SEDIMEN DAN JARINGAN LUNAK KERANG HIJAU (PERNA VIRIDIS) DI PERAIRAN TAMBAK LOROK SEMARANG Triantoro, Dian Dwi; Suprapto, Djoko; Rudiyanti, Siti
Journal of Management of Aquatic Resources Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.856 KB)

Abstract

ABSTRAKLimbah yang berasal dari aktifitas manusia diindikasikan mengandung logam berat Besi dan Seng yang berasal dari industri, PLTU, pelabuhan Tanjung Mas Semarang dan kegiatan rumah tangga di sekitar perairan Tambak Lorok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat Besi dan Seng pada sedimen, dan jaringan lunak kerang hijau (P. viridis) di perairan Tambak Lorok, Semarang. Pengambilan sampel dilakukan pada tanggal 14 Oktober 2016 dan 06 Maret 2017 sampel yang di ambil berupa air, sedimen dan biota kerang hijau dan pengukuran kualitas perairan. Penentuan titik sampling berdasarkan kebiasaan nelayan mengambil ataupun membudidayakan kerang hijau dengan membagi menjadi tiga stasiun dengan jarak antar stasiun satu dan stasiun dua yaitu kisaran ±500 meter kemudian jarak dari stasiun dua dengan stasiun tiga yaitu kisaran ±1 km. Untuk mengetahui kadar logam berat menggunakan metode SNI atau APHA yaitu AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Hasil penelitian menunjukan kadar logam berat besi pada air yaitu <0,001 hingga 0,062 dan seng kisaran <0,001 - 0,009 mg/l, sedangkan untuk sedimen dengan rerataan (Fe) 50498,5 mg/kg hingga 55616,3 mg/kg kemudian kandungan logam berat sedimen rataan (Zn) 69,51 mg/kg hingga 403,45 mg/kg, selanjutnya untuk kadar logam berat yang terdapat pada jaringan lunak kerang hijau adalah (Fe) 102,52 mg/kg hingga 129,72 mg/kg dan (Zn) 13,75 mg/kg hingga 62,84 mg/kg. Hasil yang didapat menggambarkan bahwa sampel yang sudah di analisis bernilai fluktuatif. Kata kunci: Pesisir; Logam Berat; Fe; Zn; Sedimen; Kerang Hijau; AirABSTRACKThe waste that originated from human activities is indicated in having the content of Iron (Fe) and Zinc (Zn) from the industry, coal fired steam power plant (PLTU), Tanjung Mas Semarang harbour and household activities near the coastal area of Tambak Lorok. This study aims to know the condition of Iron (Fe) and Zinc (Zn) in the sediment and soft tissue of mussels (Perna viridis) at Tambak Lorok waters, Semarang. The sampling has been done on 14th October 2016 and 6th March 2017. The sampling is taken from water, sediment, mussels biota and waters quality measurement. The points of sampling are determined based on fishermen customs in taking and cultivating mussels, also divided to three stations with the distance of the first to the second station is around 500 meters, the distance of the second to the third station is around 1 kilometers. The content of Iron (Fe) and Zinc (Zn) is known by using SNI or APHA methods, that called as AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). The result shows that the content of Iron (Fe) in water is <0,001 to 0,062, and Zinc (Zn) is <0,001 to 0,009 mg/l, while for the sediment with rerataan is (Fe) 50498,5 mg/kg to 55616,3 mg/kg and the content of sediment rerataan metal (Zn) is 69,51 mg/kg to 403,45 mg/kg, and next the content of metal in soft tissue of mussels is (Fe) 102,52 mg/kg to 129,72 mg/kg and (Zn) is 13,75 mg/kg to 62,84 mg/kg.  Key words: Costal Area; Meta;, Fe; Zn; Sediment; Mussels; Water
JENIS DAN KELIMPAHAN IKAN PADA KARANG BRANCHING DI PERAIRAN PULAU LENGKUAS KABUPATEN BELITUNG Yuspriadipura, Aga; Suprapto, Djoko; Suryanti, -
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.769 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kelimpahan ikan yang terdapat di Karang Branching, Pulau Lengkuas Kabupaten Belitung. serta mengetahui Indeks Keanekaragaman dan Keseragaman ikan yang terdapat di Karang Branching, Pulau Lengkuas Kabupaten Belitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2013 di Pulau Lengkuas Kabupaten Belitung. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 17 jenis ikan karang yaitu Siganus gulatus (baronang), Epibulus msidlator (tikus-tikus), Scarus rivulatus (kakak tua), Hemigymnus melapterus (nori merah), Halichoeres hortulanus (piso-piso), Caesio cuning (platak), Cheilimus fasciatus (betok biru), Pomacentrus coelestis (ekor kuning), Heniochus varuis (kepe-kepe monyong), Scarus iwulatus (keling tanduk), Celiscus strigatus (betok sri gunting), Scolopsis margarefiter (kepe-kepe susu), Chelmon rostrastus (keling perak), Hovaculichthys taeniorys (tanda-tanda), Lutjanus fulvilamma (nori monyong), Chaetodon kleini (kakak tua merah), Paraglyphidodon nogoris (kepe-kepe tanduk). Nilai indeks keanekaragaman (H?) Ikan Karang di lokasi sebesar 2,553, dan nilai indeks keseragaman (e) 0,901, hal tersebut menunjukkan bahwa di perairan tersebut ada dominasi salah satu spesies yaitu Pomacentrus coelestis. This research aims to find out the type and abundance of fish in Branching Coral, Lengkuas Island in Belitung Regency. The method that was used in this research was a survey method. Was carried out in June until August 2013 at the Lengkuas Island of Belitung Regency. Based on the research results there were 17 types of coral fish namely Siganus gulatus (Rabbitfish), Epibulus msidlator (rats), Scarus rivulatus (parrot), Hemigymnus melapterus (red nori), Halichoeres hortulanus (piso-piso), Caesio cuning (platak), Cheilimus fasciatus (blue anabas), Pomacentrus coelestis (yellow tail), Heniochus varuis (monyong butterflyfish), Scarusi wulatus (rivet horns), Celiscus strigatus (sri gunting anabas), Scolopsis margarefiter (butterfly milk) Chelmon rostrastus (Silver-rivet), Hovaculichthys taeniorys (signs), Lutjanus fulvilamma (nori monyong), Chaetodon kleini (red parrot), Paraglyphidodon nogoris (Horn butterflyfish). Value of diversity index (H?) coral fish in the research location of 2,553, and uniformity index value (e) 0,901, it showed that in the water, there was a one predominance species of Pomacentrus coelestis.