Dedy Supriadi
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP KEMAMPUAN MERAWAT KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Supriadi, Dedy; Kusyati, Eni; Sulistyawati, Erna
Jurnal Manajemen Keperawatan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Manajemen Keperawatan
Publisher : Jurnal Manajemen Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penderita Diabetes melitus beresiko 15% terjadinya ulkus kaki diabetik. Perawatan kaki yang baik mencegah kejadian amputasi sekitar ½ sampai ¾. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terhadap kemampuan merawat kaki pada penderita Diabetes melitus.Metode: Penelitian kuantitatif jenis penelitian quasy eksperiment. Menggunakan total sampling sejumlah 22 responden. Pengumpulan data menggunakan check list. Hasil penelitian: Wilcoxon Sign Rank Test, ada perbedaan kemampuan merawat kaki pada penderitaDiabetes melitus sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode demonstrasi dan menggunakan leaflet p-value = 0,003 dan 0,027 (p<0,05). Mann-Whitney Test, hasil p-value = 0,001 (p<0,05).Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terhadap kemampuan merawat kaki pada penderita Diabetes melitus.Kata kunci: kemampuan merawat kaki, demonstrasi, pendidikan kesehatan
Improving Students Reading Comprehension Ability Through Story Mapping Strategy at SMAN 1 Terusan Nunyai Aditya, Desta; Suparman, Ujang; Supriadi, Dedy
U-JET Vol 6, No 3 (2017): U-JET
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah ada peningkatan pada kemampuan siswa dalam kemampuan pemahaman membaca stelah belajar melalui stategi story mapping. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Sasaran penelitian ini sebanyak 32 siswa. Tes membaca, observasi dan wawancara digunakan sebagai alat untuk pengambilan data. Hasil menunjukan bahwa terdapat perbedaan signifikan secara statistik pada pencapaian kemampuan pemahaman membaca siswa dengan tingkat signifikan 0.00<0.05. Dapat disarankan bahwa pengajaran membaca menggunakan strategi story mapping dapat membuat siswa aktif dan kreatif dalam pembelajaran dan dapat membantu siswa menemukan informasi yang terdapat di dalam teks dengan mudah.Abstract. The aim of this study was to find out whether there was a statistically significant improvement of students reading comprehension ability after they were taught through story mapping strategy. This research was quantitative. The subjects of this research were 32 students. The reading test, observation, and interview were administrated as the instrument of this research. The result showed that there was a statistically significant improvement of students reading comprehension ability with the significant level 0.00<0.05. This suggests that teaching reading using story mapping strategy facilitates the students to find the imformation from the text easily.Keywords:strategy, story mapping, reading comprehension
Improving Students Reading Comprehension Through Story Mapping Strategy at SMA Negeri 1 Terusan Nunyai Aditya, Desta; Suparman, Ujang; Supriadi, Dedy
U-JET Vol 6, No 3 (2017): U-JET
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah ada peningkatan pada kemampuan siswa dalam kemampuan pemahaman membaca stelah belajar melalui stategi story mapping. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Sasaran penelitian ini sebanyak 32 siswa. Tes membaca, observasi dan wawancara digunakan sebagai alat untuk pengambilan data. Analisis data menggunakan paired sample test. Hasil menunjukan bahwa terdapat perbedaan signifikan secara statistik pada pencapaian kemampuan pemahaman membaca siswa dengan tingkat signifikan 0.00<0.05. Dapat disarankan bahwa pengajaran membaca menggunakan strategi story mapping dapat membuat siswa aktif dan kreatif dalam pembelajaran dan dapat membantu siswa menemukan informasi yang terdapat di dalam teks dengan mudah.The aim of this study was to find out whether there was a statistically significant improvement of the students reading comprehension ability after they were taught through story mapping strategy. This research was quantitative. The subjects of this research were 32 students. The reading test, observation, and interview were administrated as the instrument of this research. The data were analyzed using paired sample test. The result showed that there was a statistically significant improvement of the students reading comprehension ability with the significant level 0.00<0.05. This suggests that teaching reading using story mapping strategy facilitates the students to find information from the text easily.Keywords: strategy, story mapping, reading comprehension
Vocabulary Mastery in Different Language Learning Strategies of The Beginner Language Learners Junaidi, Aulia Afifah; Sutarsyah, Cucu; Supriadi, Dedy
U-JET Vol 7, No 5 (2018): U-JET
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mencari tahu jumlah rata-rata vocabulary mastery siswa, menyelidiki strategi yang paling sering digunakan dan paling efektif, dan mengetahui bagaimana perbedaan dari vocabulary mastery diantara penggunaan strategi yang berbeda-beda. Populasi dari penelitian ini adalah pelajar pemula di level pertama pada Just Speak English Learning Center. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data pada penelitian ini adalah kuesioner berdasarkan penelitian terdahulu yang dirancang oleh Setiyadi (2012) dan uji pengukuran kosakata yang dikuasai. Hasil analisis data menunjukan bahwa jumlah rata-rata vocabulary mastery para pelajar tersebut adalah 71,07.  Analisis hasil kuisioner menunjukkan bahwa cognitive strategy adalah strategi yang paling sering digunakan (47%). Sementara itu, rata-rata nilai pengguna cognitive strategy adalah 71,86, pengguna metacognitive strategy 83,67, dan pengguna social strategy 62,4. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan metacognitive strategy paling efektif untuk vocabulary mastery. This current study was aimed to find out the average of learners’ vocabulary mastery, investigate the most frequently used and the most effective strategy, and to find out how  was the difference of vocabulary mastery among different learning strategy used. The population of this research was the beginner learner of Just Speak English Learning  Center. The instruments in collecting the data were questionnaire based on Setiyadi (2012) study and vocabulary mastery test. The result of data analysis showed that the learners’ average vocabulary mastery score was 71,07. The questionnaire analysis showed that cognitive strategy was the most frequently used (47%). While, the average score of cognitive strategy learner was 71,86, metacognitive strategy learner was 83,67, and social strategy learner was 62,4. It can be concluded that metacognitive strategy was the most effective for vocabulary mastery.
Vocabulary Mastery in Different Language Learning Strategies of The Beginner Language Learners Junaidi, Aulia Afifah; Sutarsyah, Cucu; Supriadi, Dedy
U-JET Vol 7, No 5 (2018): U-JET
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu jumlah rata-rata vocabulary mastery siswa, menyelidiki strategi yang paling sering digunakan dan paling efektif, dan mengetahui bagaimana perbedaan dari vocabulary mastery diantara penggunaan strategi yang berbeda-beda. Populasi dari penelitian ini adalah pelajar pemula di level pertama pada Just Speak English Learning Center. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data pada penelitian ini adalah kuesioner berdasarkan penelitian terdahulu yang dirancang oleh Setiyadi (2012) dan uji pengukuran kosakata yang dikuasai. Hasil analisis data menunjukan bahwa jumlah rata-rata vocabulary mastery para pelajar tersebut adalah 71,07.  Analisis hasil kuisioner menunjukkan bahwa cognitive strategy adalah strategi yang paling sering digunakan (47%). Sementara itu, rata-rata nilai pengguna cognitive strategy adalah 71,86, pengguna metacognitive strategy 83,67, dan pengguna social strategy 62,4. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan metacognitive strategy paling efektif untuk vocabulary mastery.  This current study was aimed to find out the average of learners’ vocabulary mastery, investigate the most frequently used and the most effective strategy, and to find out how  was the difference of vocabulary mastery among different learning strategy used. The population of this research was the beginner learner of Just Speak English Learning  Center. The instruments in collecting the data were questionnaire based on Setiyadi (2012) study and vocabulary mastery test. The result of data analysis showed that the learners’ average vocabulary mastery score was 71,07. The questionnaire analysis showed that cognitive strategy was the most frequently used (47%). While, the average score of cognitive strategy learner was 71,86, metacognitive strategy learner was 83,67, and social strategy learner was 62,4. It can be concluded that metacognitive strategy was the most effective for vocabulary mastery.Keywords : vocabulary learning, vocabulary mastery, language learning strategies
PENGUJIAN EMPIRIS HUBUNGAN INVESTASI ASING LANGSUNG DAN PRODUK DOMESTIK BRUTO (STUDI PADA ASEAN-5) Supriadi, Dedy
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menginvestigasi pola hubungan investasi asing langsung danproduk domestik bruto di masing-masing negara ASEAN-5. Teknik kausalitas Toda-Yamamotodigunakan untuk menguji pola hubungan investasi asing langsung dan produk domestik brutoyang disesuaikan dengan karakteristik data. Sebelum melakukankan estimasi, data di uji untukstasioneritas menggunakan tes ADF dan keberadaan keseimbangan hubungan jangka panjangmelalui uji kointegrasi Johannsen.Menggunakan data 1980 sampai 2013, hasil penelitian menunjukan pola hubungan investasiasing langsung menyebabkan produk domestik bruto terjadi di Singapura dan Thailland.Sedangkan terdapat hubungan dari produk domestik bruto menuju investasti asing langsung diIndonesia dan Malaysia. Terakhir, di Filipina tidak terdapat hubungan di antara kedua variabel.Kata kunci: Investasi Asing Langsung, Produk Domestik Bruto, Kausalitas, ASEAN-5
Evaluasi Kualitas Complete Feed Fermentasi Berbahan Dasar Tongkol Jagung dengan Lama Pemeraman yang Berbeda Supriadi, Dedy; Usman, Yunasri; Samadi, Samadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.217 KB)

Abstract

Abstrak.  Pakan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produtivitas dan reproduktivitas ternak, disamping beberapa faktor lainnya seperti genetik, pengontrolan penyakit, dan manajemen pemeliharaan. Salah satu usaha yang dapat menunjang ketersediaan pakan ternak ruminansia adalah dengan memanfaatkan berbagai limbah pertanian berupa tongkol jagung. Namun kandungan nutrisi yang terdapat pada tongkol jagung sangat rendah dengan kandungan serat kasar yang cukup tinggi dan kandungan protein kasar masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas nutrisi dari Complete feed berbahan dasar tongkol jagung yang difermentasi dengan menggunakan saus burger pakan (SBP) pada lama pemeraman yang berbeda.Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan berupa lama pemeraman yaitu P0 (0 hari), P7 (7 hari), P14 (14 hari) dan P21 (21 hari). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 16 unit perlakuan. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar bahan kering, kadar protein kasar, kadar serat kasar, kadar abu, kadar lemak kasar dan kadar BETN.Evaluation of Nutritive Values Complete Feed Based on corn cob with Different Incubation TimeAbstract. Feed is one of the factors influencing productivity and reproductivity of animals besides other factors such as genetics, disease control, and management. One of the efforts to support the availability of ruminant feed is to utilize agriculture by products such as corn cob. However, nutritive values of corn cob was very low fiber with high level of crude fiber and low level of  crude protein. One of the efforts to improve the nutritional quality of corn cob is by fermentation. This study aimed to evaluate the nutritional quality of the fermented complete feed based on corn cob  with different incubation time. The design used in this study was completely randomized design (CRD) with 4 treatments (incubation time) ; P0 (without incubation-control), P7 (7 days), P14 (14 days) and P21 (21 days) of incubation time. Each treatment was repeated four times with total of 16 treatment units. The parameters observed in this study were the contents of dry matter, crude protein, crude fiber, ash, fat and N-free extract.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP KEMAMPUAN MERAWAT KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Supriadi, Dedy; Kusyati, Eni; Sulistyawati, Erna
Jurnal Manajemen Keperawatan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Manajemen Keperawatan
Publisher : Jurnal Manajemen Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penderita Diabetes melitus beresiko 15% terjadinya ulkus kaki diabetik. Perawatan kaki yang baik mencegah kejadian amputasi sekitar ½ sampai ¾. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terhadap kemampuan merawat kaki pada penderita Diabetes melitus.Metode: Penelitian kuantitatif jenis penelitian quasy eksperiment. Menggunakan total sampling sejumlah 22 responden. Pengumpulan data menggunakan check list. Hasil penelitian: Wilcoxon Sign Rank Test, ada perbedaan kemampuan merawat kaki pada penderitaDiabetes melitus sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode demonstrasi dan menggunakan leaflet p-value = 0,003 dan 0,027 (p<0,05). Mann-Whitney Test, hasil p-value = 0,001 (p<0,05).Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terhadap kemampuan merawat kaki pada penderita Diabetes melitus.Kata kunci: kemampuan merawat kaki, demonstrasi, pendidikan kesehatan
PENGARUH KOMBINASI DOSIS PUPUK ANORGANIK DAN PUPUK HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium cepa L.) VARIETAS LEMBAH PALU Supriadi, Dedy
AGROTEKBIS Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi dosis pupuk anorganik dan pupuk hijau terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium cepa L.) varietas Lembah Palu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan kombinasi dosis pupuk anorganik yang telah di rekomendasikan oleh BPTP Sulteng (2007), yaitu terdiri dari : P0 (Tanpa pupuk), P1 (50kg Urea, 75kg SP-36, 50kg KCl), P2 (100kg Urea, 150kg SP-36,100kg KCl),         P3 (50kg Urea, 75kg SP-36, 50kg KCl + 3,9kg pupuk hijau daun gamal),  P4 (50kg Urea, 75kg   SP-36, 50kg KCl + 7,8kg pupuk hijau daun gamal), P5 (100kg Urea, 150kg SP-36, 100kg KCl       + 3,9kg pupuk hijau daun gamal), dan P6 (100kg Urea,150kg SP-36, 100kg KCl + 7,8kg pupuk hijau daun gamal). Perlakuan tersebut diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 21 petak percobaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi dosis pupuk anorganik setengah rekomendasi di tambah pupuk hijau 10 ton/ha menunjukan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yang tertinggi yaitu rata-rata tinggi tanaman 34,94 cm, jumlah daun 31,87 cm2, luas daun 358,26 cm, bobot segar umbi 56,80 g, dan bobot segar tanaman 69,18 g. Pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yang terbaik terlihat pada pemberian setengah rekomendasi pupuk anorganik dibanding dengan pemberian pupuk anorganik sesuai rekomendasi. Pemberian pupuk hijau daun gamal 10 ton/ha memberikan respon pertumbuhan dan hasil tanaman yang lebih tinggi namun tidak berbeda dengan pemberian pupuk hijau daun gamal 5 ton/ha.