Bambang Supriatno
Jurusan Pen.Biologi

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGEMBANGAN PAKET PROGRAM COACHING BERBASIS VIDEO UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI MENGAJAR GURU SAINS Widodo, Ari; ., Riandi; Supriatno, Bambang
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 1 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Februari 2011, Th. XXX, No. 1
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v1i1.4191

Abstract

Abstract: Developing a Video-Based Coaching Program Package to Improve Science Teachers? Teaching Competencies. A number of programs have been launched by the government to improve teachers? teaching competencies. It seems, however, there is no significant improvement in the practice. This paper presents results of a three-year research project employing the Research and Development (R & D) design. In the first year, a needs assessment was conducted to identify teachers? needs for their professional development. Based on the results of the first year, a video-based coaching package was developed in the second year. In the final year, an experimental study was conducted to assess the effectiveness of the coaching package. The study reveals that through the coaching package there is improvement in teachers? ability to reflect on their own practice as well as their teaching competencies. Keywords: video-based coaching, teacher competencies, teacher professionalism, science
MENINGKATKAN PENGETAHUAN STRUKTUR DAN FUNGSI HUTAN MELALUI MODEL FIELD TRIP TRAINING (FTT) EKPLORASI HUTAN PADA MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI Suprapto, Purwati K; Supriatno, Bambang
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matakuliah ekologi merupakan dasar dari pengetahuan tentang konservasi biasanya hanya dilakukan di kelas dan praktikum di sekitar kampus. Kegiatan tersebut kurang dapat memberi informasi yang lengkap tentang struktur dan fungsi dalam satu area (ekositem). Jumlah mahasiswa yang cukup banyak dan dosen yang terbatas menyebabkan membawa mahasiswa ke  lapangan adalah tidak efisien. Model  Field trip traning  (FTT) adalah solusi untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang ekologi. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui efektivitas model FTT. Penelitian dilaksanakan di hutan  Agathis alba  Baturaden pada bulan Mei 2013. Mahasiswa dibantu oleh 11 instruktur yang telah mengikuti pelatihan terlebih dahulu. Instruktur wajib membuat pedoman kerja lapangan. Populasi dan sampel adalah mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Siliwangi yang sedang mengambil matakuliah ekologi, berjumlah 216 mahasiswa. Mahasiswa melakukan observasi eksplorasi hutan, hasil pengamatan didiskusikan dan mahasiswa wajib membuat display untuk dipresentasikan serta dipamerkan. Mahasiwa membuat laporan hasil observasi. Data diperoleh  dari hasil laporan mahasiswa melalui  lembar penilaian berdasarkan Starko (2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa dapat menghubungkan antara faktor biotik dan abiotik, membuat jaring makanan, memahami interaksi makhluk hidup, dan memahami stratifikasi vertikal hutan. Mahasiswa dapat menghubungkan bahwa empat hal yang diamati merupakan satu sistem yang saling berhubungan. Kata kunci :  Field trip training, struktur dan fungsi hutan, eksplorasi hutan
PENGGUNAAN METODE FIELD TRIP MANGROVE CAGAR ALAM PULAU DUA TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA Ratnasari, Dwi; Koosbandlah, RR Hertien; Supriatno, Bambang
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyze the field trip method of Mangrove in Pulau Dua Nature Reserve on students concepts mastery. The research used quasi experiment method with The Matching Only Posttest Only Control Group Design. This research used experimental class and control class with research subject of X grade student in SMA Negeri A of Serang-Banten City. Data were obtained from concepts mastery test and questionnaire of students responses regarding the implementation of learning. The results showed that the use of field trip method of Mangrove in Pulau Dua Nature Reserve on students concepts mastery is higher than control class.Keywords: Mangrove Pulau Dua Nature Reserve, Field Trip, Concept MasteryStudi ini bertujuan untuk menganalisis metode field trip Mangrove Cagar Alam Pulau Dua terhadap penguasaan konsep siswa.Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian The Matching Only Posttest Only Control Group Design. Penelitian ini menggunakan kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan subjek penelitian siswa kelas X di SMA Negeri A Kota Serang-Banten. Data diperoleh dari soal penguasaan konsep dan angket tanggapan siswa mengenai keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode field trip mangrove Cagar Alam Pulau Dua terhadap penguasaan konsep siswalebih tinggi dari kelas kontrol.Kata kunci: Mangrove Cagar Alam Pulau Dua, Field Trip, Penguasaan Konsep DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v7.i2.201711
PENYARINGAN GENOTIP JAGUNG YANG DAPAT BERASOSIASI DENGAN BAKTERI AZOSPIRILLUM SP Sinaga, Parlin Halomoan; Baihaki, Achmad; Setiamihardja, Ridwan; Supriatno, Bambang
Zuriat Vol 14, No 2 (2003)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v14i2.6791

Abstract

Penelitian untuk mengevaluasi assosiasi 54 genotip jagung dengan bakteri Azospirillum sp telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Unpad Unit Jatinangor dari bulan Desember 2001 hingga Januari 2002 Penelitian bertujuan mendapatkan genotip-genotip yang tanggap terhadap inokulasi Azospirillum sp dan menyediakan informasi tentang tetua untuk perakitan genotip toleran pupuk N buatan (N-Urea) dosis rendah. Penyaringan genotip yang tanggap terhadap Azospirillum sp. menggunakan rancangan perbesaran (Augmented Design) dan kultivar Wisanggeni sebagai cek. Delapan genotip, yaitu: G23, G25, G26, G27, G38, G41, G50, G52, melebihi cek pada beberapa variable pengamatan sehingga tersaring pada penelitian tersebut. Kedelapan genotip potensial dalam menghemat pupuk N.
ANALISIS RELEVANSI DESAIN KEGIATAN LABORATORIUM TERHADAP KOMPETENSI DASAR PADA KONSEP PROTISTA Rini, Annisa Setya; Supriatno, Bambang; Nilawati, Tina Safaria
Formica Education Online Vol 1, No 1 (2014): Formica Education Online
Publisher : Formica Education Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan menganalisis relevansi desain kegiatan laboratorium terhadap kompetensi dasar yang digunakan dalam pembelajaran yang berasal dari buku paket, buku latihan kegiatan siswa (LKS) ataupun desain kegiatan laboratorium buatan guru. Populasi penelitian adalah desain kegiatan laboratorium SMA kelas X yang digunakan guru sebagai rujukan kegiatan laboratorium. Sampel penelitian adalah seluruh desain kegiatan laboratorium konsep protista yang digunakan di SMA Kota Bandung yang diambil melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa desain kegiatan laboratorium konsep Protista yang dianalisis telah mencapai tuntutan kompetensi dasar. Hal ini terlihat dari tujuan praktikum pada desain kegiatan laboratorium yang dianalisis sudah menuntun siswa untuk mencapai tuntutan kompetensi dasar. Hasil analisis langkah prosedural, sebagian besar langkah prosedural yang dicantumkan dapat dikerjakan dan kemunculan objek atau event dapat teramati yang sesuai dengan tujuan praktikum dan dapat dijadikan dasar pembentukan knowlegde claim. Hasil analisis objek atau event menunjukkan bahwa objek atau event didapatkan melalui seluruh langkah prosedural dan sesuai dengan pertanyaan fokus sehingga dapat memenuhi tuntutan kompetensi dasar. Pertanyaan praktikum mengarahkan siswa pada pembentukan knowledge claim yang sesuai dengan kompetensi dasar serta membantu siswa untuk mengaitkan antara fakta yang teramati dengan konsep yang akan dibentuk menjadi knowledge claim konsep Protista yang diharapkan sesuai kompetensi dasar. Kata kunci: relevansi, desain kegiatan laboratorium, kompetensi dasar, protista
PEMBELAJARAN PRAKTIKUM EKOLOGI TUMBUHAN DENGAN METODE RISET MINI DENGAN MEMANFAATKAN TUTOR SEBAYA Amprasto, Mr; Supriatno, Bambang; Safaria, Tina
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 6, No 1 (2005): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v6i1.367

Abstract

The result of evaluation on the Plant Ecology for student of Biological education was still low. It indicated that the learning process of this subject was not efective enough. Therefore, it has to be though, how to conduct this learning process of Plant Ecology learning effectively. The first step of  Plant Ecology learning was selecting some student to be peer tuturs, then giving them instruction the practical exercise was carrying out by using peer tutors on learning concepts of each the practical topics. The method of practical exercise was small research, designing each topic of practical exercise as simple research. This method was  expected to optimize the student ability. The study reavealed that the learning in practical exercise with peer tutor  increasing the result of evaluation. It is shown that average of final test was 69.96 higher than primary test (48.8). The increasing result of evaluation is conducted with student motivation, whole activities of teacher and students. Peer tutors can be played as catalysator, dinamysator and motivator on groupe; small research  made the learning process more interested, so the learning became more effectively.Keywords: Plant Ecology, small research Method, Field work,peer tuturs
PEMBELAJARAN EKOLOGI TUMBUHAN MENGGUNAKAN METODE PEMECAHAN MASALAH DENGAN BANTUAN TUTOR SEBAYA Amprasto, MR; Supriatno, Bambang; Safaria, Tina
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v9i2.325

Abstract

Masih rendahnya hasil belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi dalam Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan masih belum memuaskan. Karakteristik mata kuliah Ekologi Tumbuhan yang terkait dengan cabang ilmu lainnya menuntut mahasiswa menggunakan konsep-konsep cabang ilmu lainnya dalam mempelajari ekologi. Karakteristik tersebut menyebabkan tidak semua mahasiswa dapat memahami konsep ekologi dengan mudah. Diperkirakan apabila difasilitasi dengan metode yang memungkinkan mahasiswa menggunakan dan menghubungkan banyak konsep dapat membantu mahasiswa memahami konsep ekologi. Penelitian dilakukan dengan metode action research dalam dua siklus . Penerapan metode Pemecahan Masalah yaitu dengan mendisain praktikum sedemikian rupa sehingga masing- masing topik praktikum menjadi suatu masalah yang dipecahkan melalui observasi/penelitian sederhana diharapkan dapat mengoptimasi kemampuan mahasiswa karena sifat materi mata kuliah bersifat interdisipliner (melibatkan banyak konsep biologi lainnya) dan terkait dengan kehidupan sehari-hari, selain itu juga pelaksanaan praktikum menjadi menarik, tidak membosankan. Pelaksanaan praktikum di luar kelas, dengan tempat yang terpisah,  menggunakan Tutor sebaya yang dipilih dengan kualifikasi tertentu yang berperan sebagai katalisator, dinamisator, dan motivator dalam kerja kelompok sehingga pembelajaran lebih efektif. Hasil belajar  mahasiswa menunjukkan rerata nilai tes awal = 13,16; nilai tes pertama = 78,81 dan nilai tes kedua = 68,68. Meskipun sudah ada peningkatan hasil belajar, namun masih perlu ditindaklanjuti dengan penelitian lain.
Analisis komponen penyusun desain kegiatan laboratorium bioteknologi Laelasari, Iseu; Supriatno, Bambang
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.961 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v6i2.10592

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan tiga komponen utama dalam desain kegiatan laboratorium bioteknologi yakni tujuan, proses dan pertanyaan  yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan rekonstruksi terhadap desain kegiatan laboratorium tersebut. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif dengan mengambil 10 sampel desain kegiatan laboratorium yang terdapat di sepuluh SMA Negeri di kota Bandung. Peneliti mengembangkan instrument berupa tabel deskriptif yang digunakan untuk menganalisis keterkaitan antara komponen tujuan, proses dan pertanyaan. Hasil menunjukkan bahwa praktikum secara keseluruhan mengarah pada kategori meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran dan mengembangkan keterampilan dasar. Hanya 20% tujuan praktikum mengacu pada indikator hasil penjabaran Kompetensi Dasar, tergambar dalam langkah kerja dan dapat dicapai setelah melakukan kegiatan laboratorium, 20% proses sesuai dengan tujuan, berstruktur logis, sistematis, serta tepat dalam menghasilkan data, dan temuan mengungkap hanya 39,28% pertanyaan yang bersesuaian dengan tujuan dan proses. Sisanya bermasalah terutama dalam hal tidak tergambarnya tujuan dalam langkah kerja, tidak dapat dicapainya tujuan, proses tidak mengacu pada tujuan, tidak logis, dan juga tidak sistematis, tidak menghasilkan data yang diharapkan, serta tidak mengacunya pertanyaan pada tujuan ataupun proses. Hasil tersebut merupakan temuan yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk melakukan rekonstruski terhadap desain kegiatan laboratorium bioteknologi. Analysis of the components of the design of biotechnology laboratory activities. The aims of this study was to describe the components of objectives, processes, and questions in Biotechnology lab activities design that can used as a basis for reconstruction it. Sample was taken purposively by taking 10 samples of lab activities design in 10 SMA Negeri in Bandung. Researchers developed descriptive table as instrument that used to analyze the interrelations between objective, process and questions. The results show that overall lab objectives leads to category of developing basic skills and improving understanding of subject matter. There are only 20% of objectives which refer to Basic Competence outcome indicator, illustrated in activity step, and can be achieved after lab activities, 20% of process refers to objectives, systematic and logical structure, and can produce correct data, and only 39,28% of questions refer to objectives and processes. The rest is problematic especially in event that objectives are not illustrated in activity steps, objectives can not be achieved, process is not referring to objectives, not systematic and illogical, and does not produce expected data, question does not refer to objectives or process. These results are findings can be used as a basic for reconstruction lab activities design of biotechnology.
Plant vs. Animal, Which is the Most Prefer Understanding of Evolution? Mahbubah, Hana Gardenia; Hidayat, Topik; Supriatno, Bambang
International Journal of Science and Applied Science: Conference Series Vol 2, No 1 (2017): International Conference on Science and Applied Science 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijsascs.v2i1.16700

Abstract

Evolution is one of the main subjects of biology taught in science colleges. Unfortunately, students seem less attention to this subject. In the subject of evolution, the lesson commonly uses the animal as a model to improve the students understanding. The purpose of this study is to compare the ability of tree thinking students who use animals and plants as a model in the evolution lesson. Tree thinking refers to an approach to evolution that emphasizes reading and interpreting phylogenetic tree. This study involved 20 undergraduate students enrolled in the evolution course for biology majors at Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The tree thinking ability of students was measured using Tree Thinking Concept Inventory (TTCI) of Naegle with a little modification. In this test, we analyzed student preferences using animal or plant models using phylogenetic tree diagrams. Results showed that students’ TTCI score was higher when using animal models (65.42%) than plant models (55%). These results suggested that students remain to prefer animal models compare to plant models to study evolution. Nevertheless, the use of plants as models can be an alternative to learning evolution in the future.
Pengaruh Field Trip Mangrove Cagar Alam Pulau Dua terhadap Sikap Ilmiah Siswa SMA Ratnasari, Dwi; Koosbandiah, RR Hertien; Supriatno, Bambang
JURNAL EKSAKTA PENDIDIKAN (JEP) Vol 1 No 2 (2017): JEP : Jurnal Eksakta Pendidikan
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jep.v1i2.50

Abstract

The aims of this study was to determine the effect of field trip Mangrove Pulau Dua Nature Reserve on the scientific attitude of high school students. The research method is used quasi experiment. On the design using two classes, experimental class and control class. The population is used the students of grade X SMA Negeri A Kota Serang. Data were obtained from a scientific attitude questionnaire calculated using MSI (Methode of Successive Interval) and a questionnaire of teacher and student responses regarding the implementation of learning. The results showed that there was no significant difference of scientific attitude between the experimental class and the control class.