Articles

Found 28 Documents
Search

LIFETIME PADA PIPA GAS LURUS 14 MENGGUNAKAN METODE RISK BASED INSPECTION BERDASARKAN API 581 Haryadi, Gunawan Dwi; Haryanto, Ismoyo; Wibowo, Dwi Basuki; Suprihanto, Agus
T R A K SI Vol 19, No 1 (2019): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.875 KB) | DOI: 10.26714/traksi.19.1.2019.34-47

Abstract

Korosi terjadi tanpa mengenal waktu di segala aspek kehidupan manusia dan dapat mengakibatkan banyak kerugian. Di industri minyak dan gas, kerugian yang terjadi akibat korosi berdampak pada penurunan kualitas material yang digunakan. Dua hal ini berarti berhubungan dengan lamanya operasional alat berfungsi atau kemampuan jangka panjang dari suatu alat dan kemungkinan terjadinya kegagalan pada peralatan yang digunakan. Sehingga jika korosi menyerang, maka selain kerugian finansial yang dialami. Sehingga jika korosi menyerang maka selain kerugian finansial yang dialami, kerugain juga berdampak terhadap lingkungan sekitar dan juga safety dari pekerja dan masyarakat sekitar juga bisa terjadi. Oleh karena itu inspeksi terhadap peralatan yang ada penting untuk dilakukan. Indonesia yang masih mengacu pada inspeksi berdasarkan jangka waktu (time based inspection) masih memberikan peluang untuk terjadinya kegagalan pada peralatan yang digunakan. Oleh karena itu penting untuk menggunakan acuan lain seperti inspeksi berdasarkan tingkat risiko (Risk-Based Inspection)/RBI.Hasil penelitian menunjukan bahwa dari pipeline yang dianalisa yakni berdiameter 14? dengan lama penggunaan 8 tahun memiliki nilai 1C yang berarti berstatus risiko low medium dan mendapatkan respon corrective maintenance. Usulan inspeksi yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan visual, ultrasonic straight beam, eddy current, flux leakage, radiography, dan pengukuran dimensi. Usulan waktu inspeksi yang dapat dilakukan kembali adalah 3 tahun kemudian. Nilai rendah yang diperoleh melalui penelitian ini dikarenakan pipa memiliki system inspeksi yang baik sehingga nilai TMSF tidak mengalami pertambahan yang signifikan
PENGUJIAN LELAH SIKLUS RENDAH BESI COR KELABU Suprihanto, Agus; Wibowo, Dwi Basuki; Satrijo, Djoeli
ROTASI Volume 12, Nomor 1, Januari 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.652 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.12.1.1-4

Abstract

Bus dan truk merupakan moda transportasi darat untuk penumpang dan barang yang terpenting. Kehandalan operasional bus/truk ditentukan oleh komponen-komponen pendukungnya misalnya tromol rem. Komponen ini dibuat dari besi cor kelabu. Pada saat pengereman, energi kinetik diserap menjadi panas lewat gesekan antara kanvas rem dengan tromol rem. Pola pengereman yang berbeda-beda, menyebabkan troml rem ini menerima beban dinamis. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kekuatan lelah siklus rendah besi cor kelabu yang akan digunakan untuk tromol rem bus/truk.Pada penelitian ini besi cor kelabu FC200 dan 3 paduan besi cor kelabu FC200 dengan Cr (0,23%, 0,32% & 0,47% wt) dan Cu (0,6%-0,7%) dilakukan pengujian lelah siklus rendah. Dimensi spesimen uji mengacu pada standar ASTM E739. Sebanyak 60 spesimen berdiameter 8mm diuji pada lelah pada servo pulser dengan amplitudo regangan antara 0,15 s/d 0,5%. Spesimen dibuat dengan mesin CNC dengan tujuan meminimalkan efek proses pemesinan terhadap sifat mekanisnya.Data pengujian diolah menggunakan metoda yang diajukan oleh Downing (1983) and Fash (1982). Hasil pengujian menunjukkan bahwa koefisien kekuatan lelah (A) antara 2,336 ?2,896 dan eksponen kekuatan lelah antara ?0,251 to ?0,266.
PERBAIKAN SIFAT MEKANIS BESI COR KELABU LEWAT PENAMBAHAN UNSUR CR DAN CU Suprihanto, Agus; Umardani, Yusuf
ROTASI Volume 8, Nomor 3, Juli 2006
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.288 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.8.3.24-28

Abstract

Sifat mekanis besi cor kelabu dipengaruhi oleh laju pendinginan, tebal coran, perlakuan panas, perlakuan saat cairan dan penambahan unsur paduan. Beberapa penggunaan material ini membutuhkan kekuatan yang tinggi. Untuk memperbaiki kekuatannya dapat dilakukan dengan penambahan unsur paduan yang bersifat penggalak karbida seperti Cr dan Cu.Dalam penelitian ini pengaruh penambahan Cr dan Cu pada sifat mekanis besi cor kelagu telah diteliti. Material dasar FC20 yang ditambah dengan Cr Cr 0,23 %, 0, 32% dan 0,47% serta Cu antara 0,6% to 0,7% telah diuji. Pengujian metalografi dan tarik telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan Cr dan Cu terhadap sifat mekanis besi cor kelabu.Hasil pengujian tarik terlihat terdapat peningkatan kekuatan tarik sebesar 20% yaitu dari 191MPa menjadi 232MPa. Meskipun demikian hasil metalografi menunjukkan bahwa kesemua spesimen uji memiliki struktur mikro matrik perlit dengan grafit serpih tipe VII, distribusi A dan berukuran 3-5.
PENGARUH TEMPERATUR QUENCHING PADA PROSES AUSTEMPERING TERHADAP KEKUATAN LELAH AUSTEMPERING GREY IRON Suprihanto, Agus; Ilmi, Miftakhul
ROTASI Volume 9, Nomor 2, April 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.35 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.2.25-30

Abstract

Kegagalan lelah adalah hal yang sangat membahayakan karena terjadi tanpa petunjuk awal. Kelelahan mengakibatkan patah yang terlihat rapuh tanpa terjadi deformasi pada patahan. Untuk meningkatkan sifat-sifat mekanis besi cor kelabu juga dilakukan proses perlakuan panas. Dalam penelitian ini, proses perlakuan panas yang dilakukan adalah Austempering. Temperatur quenching pada proses austempering yang dilakukan yaitu : 350o, 400o, dan 500oC. Dari pengujian siklus tinggi yang dilakukan dengan mesin uji fatigue rotating bending terjadi kenaikan kekuatan lelah sebesar 8,5% dari 94 MPa untuk material tanpa austemper menjadi 102 MPa untuk material dengan austemper 350oC. Dari pengujian struktur mikro terlihat bentuk grafitnya serpih tipe VII dengan distribusi tipe A. Untuk struktur mikro yang telah dietsa nital 5% terlihat perubahan fasa matrik, dari perlit menjadi bainit, dan sedikit ferrit.
HIGH TEMPERATURE GAS NITRIDING TREATMENT OF AISI 430 USING LOW AND HIGH PURITY NITROGEN GAS Suprihanto, Agus
ROTASI Vol 18, No 3 (2016): VOLUME 18, NOMOR 3, JULI 2016
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.452 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.18.3.65-68

Abstract

The properties of stainless steels can be improved by high temperature gas nitriding (HTGN) treatment. The improving of their properties are obtained from nitrogen atom which diffuse into stainless steel. Nitrogen gas is the main source of nitrogen atom on the HTGN treatment. Generally, these treatment use high purity of nitrogen gas. The aim of this research is to investigate the effect of nitrogen gas purity on the HTGN treatment for AISI 430. Stainless steel AISI 430 plate 2 mm thick was processed by HTGN treatment. The specimens was exposed at nitrogen gas atmosphere at temperature 1200oC and held for 2 hours prior quenching in water. The treatment used industrial/welding grade (99.5%) as low nitrogen gas purity and ultra high purity (UHP) grade (99.999%) as high nitrogen gas purity. The vickers micro-hardness test was conducted to evaluate the hardness distribution from surface into middle section of the specimens before and after treatment. Light optical microscope was applied to examine the microstructure of specimens after treatment. Metallographic examination shows both treatments using low and high purity gas have the same grain size. However HTGN treatment using low purity of nitrogen gas produces hardness slightly lower than the high purity. This is due the high content of impurity of the low purity gas that reduces the partial pressure of nitrogen gas. Another effect of impurity is the reaction between nitrogen gas and its impurity especially oxygen gas. These reactions reduce the amount of free nitrogen atom which diffuses on the stainless steel.
PENGEMBANGAN METODE PENINGKATAN KEKERASAN BAJA TAHAN KARAT AISI 316L LEWAT PROSES NITRIDASI GAS TEMPERATUR TINGGI Umardhani, Yusuf; Suprihanto, Agus
ROTASI Vol 15, No 1 (2013): VOLUME 15, NOMOR 1, JANUARI 2013
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.453 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.15.1.7-10

Abstract

Stainless steel AISI 316L merupakan salah satu material teknik yang digunakan sebagai biomaterial terutama untuk aplikasi implan tulang. Upaya perbaikan sifat mekanisnya sangat diperlukan untuk meningkatkan kehandalannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi nitridasi gas temperatur tinggi (high temperatur gas nitriding/HTGN) guna meningkatkan kekerasan AISI 316L. Teknik yang digunakan adalah dengan mengekspose spesimen stainless steel 316L berukuran 50mm x 100mm x2mm dalam atmosfer nitrogen pada temperatur T = 1000oC, 1100oC dan 1200oC dan t = 15menit, 30menit dan 60menit. Dengan proses tersebut atom nitrogen dapat berdifusi ke dalam spesimen dan membentuk larutan padat interstisi pada sel satuan Fe sehingga akan emningkatkan kekerasannya. Spesimen yang telah dinitridasi dilakukan pengujian kekerasan mikro. Pengujian kekerasan mikro menggunakan metode mikro Vickers yang bertujuan untuk mengetahui distribusi kekerasan searah ketebalan spesimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur dan semakin lama waktu penahanan menyebabkan kekerasan dipermukaan spesimen meningkat hampir 75% yaitu dari 143VHN menjadi 249VHN yaitu untuk temperatur proses 1200oC dan waktu 60menit. Peningkatan kekerasan yang diperoleh mengindikasikan bahwa ketahanan korosi akibat gesekan (freeting corrosion) dan ketahanan ausnya meningkat
ANALISIS CACAT COR PADA PROSES PENGECORAN BURNER KOMPOR (STUDI KASUS DI PT. SUYUTI SIDO MAJU, CEPER) Sulardjaka, Sulardjaka; Suprihanto, Agus; Wahyudi, P
ROTASI Volume 12, Nomor 3, Juli 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.534 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.12.3.27-33

Abstract

Objective of this research is to analysis casting defect in burner casting process. The research have been conducted in Small Medium Enterprise PT. Suyuti Sido Maju. Casting deffects were observeb by visual inspection. There are some casting deffect such as : cold shut, shearing and void. Composition of casting product, pouring temperature and characterization of sand casting have been done to investigate the casting process that caused casting deffect
PENGUJIAN MEKANIK DAN FISIK PADA METAL MATRIX COMPOSITE (MMC) ALUMINIUM FLY ASH Suprihanto, Agus; Setyana, Budi
ROTASI Volume 8, Nomor 4, Oktober 2006
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.624 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.8.4.50-57

Abstract

Fly ash (abu terbang) merupakan salah satu hasil sisa (limbah) batubara yang diperoleh dari penyaringan gas yang dikeluarkan dari saluran pembuangan pada suatu power plant. Berton-ton fly ash yang semakin menumpuk setiap tahunnya dibiarkan begitu saja sehingga menimbulkan polusi bagi lingkungan bahkan manusia. Oleh sebab itu diperlukan solusi untuk menaggulangi masalah ini. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa ternyata fly ash ini mempunyai sifat fisik dan kimia yang berguna dalam material konstruksi dan industri. Aluminium yang merupakan salah satu material yang banyak digunakan manusia di jadikan sebagai matriks bagi pemanfaatan fly ash yang salah satunya berfungsi sebagai partikel penguat (reinforcement). Penggunaan fly ash ini diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanik dari aluminium. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan fly ash ini terhadap sifat mekanik aluminium maka dalam tugas sarjana ini dilakukan pengujian tarik, impak dan kekerasan, sedangkan pengujian koefisien muai linear, konduktivitas termal dan densitas dilakukan sebagai pengujian sifat fisik, dimana sebelumnya dilakukan proses pembuatan komposit aluminium fly ash dengan metode stir casting. Dengan mengunakan variasi awal persentase berat fly ash sebesar 5%, 10% dan 15%, dapat diketahui bahwa nilai kekuatan tarik, impak dan kekerasan cenderung meningkat seiring dengan semakin besar persentase penambahan fly ash dan terjadi penurunan nilai koefisien muai, konduktivitas termal dan densitas seiring dengan semakin besar persentase penambahan fly ash
PERBAIKAN SIFAT MEKANIS BESI COR KELABU DENGAN PENAMBAHAN UNSUR CROM DAN TEMBAGA Suprihanto, Agus; Umardani, Yusuf; Wibowo, Dwi Basuki
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sifat mekanis besi cor kelabu dipengaruhi oleh laju pendinginan, tebal coran,perlakuan panas, perlakuan saat cairan dan penambahan unsur paduan.Beberapa penggunaan material ini membutuhkan kekuatan yang tinggi. Untukmemperbaiki kekuatannya dapat dilakukan dengan penambahan unsur paduanyang bersifat penggalak karbida seperti Cr dan Cu.Dalam penelitian ini pengaruh penambahan Cr dan Cu pada sifat mekanis besicor kelagu telah diteliti. Material dasar FC20 yang ditambah dengan Cr Cr0,23 %, 0, 32% dan 0,47% serta Cu antara 0,6% to 0,7% telah diuji. Pengujianmetalografi dan tarik telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahanCr dan Cu terhadap sifat mekanis besi cor kelabu.Hasil pengujian tarik terlihat terdapat peningkatan kekuatan tarik sebesar 20%yaitu dari 191MPa menjadi 232MPa. Meskipun demikian hasil metalografimenunjukkan bahwa kesemua spesimen uji memiliki struktur mikro matrik perlitdengan grafit serpih tipe VII, distribusi A dan berukuran 3-5.
PERANCANGAN INTI CASING DAN IMPELLER POMPA AIR MENGGUNAKAN MATERIAL RESIN POLYESTER DENGAN CETAKAN SILIKON RUBBER RTV 497 Suprihanto, Agus; Satya, Tomy; Wibowo, Dwi Basuki
T R A K SI Vol 19, No 2 (2019): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/traksi.19.2.2019.87-94

Abstract

Sistem pemompaan merupakan salah satu elemen terpenting dalam proses perindustrian, pertanian, perumahan dan lainnya yang berhubungan dengan pengairan, hal ini menjadikan pompa merupakan mesin yang dipakai dalam  kuantitas besar, sehingga menuntut pengadaan pompa yang berkualitas dan dalam harga yang relatif terjangkau bagi kebutuhan industri, pertanian dan lainnya. Menginggat kebutuhan akan pompa dalam jumlah besar, maka dewasa ini  banyak berdiri industri untuk memproduksi pompa, sebahagian besar metode yang dipakai industri untuk memproduksi pompa adalah dengan metode pengecoran. Pompa terdiri dari beberapa bahagian seperti rumah pompa, inpeller, mechanical seal, poros dan lainnya, rumah pompa merupakan bahagian terbesar dari sebuah pompa sehingga proses produksi sangat mempengaruhi harga produksi pompa secara keseluruhan. Rumah pompa diproduksi dalam jumlah yang banyak dengan metode pengecoran dikarenakan bentuknya yang rumit dan dimensinya yang relatif besar.