Jusup Suprijanto
Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Dipenogoro

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

STRUKTUR KOMUNITAS KRUSTASEA: DECAPODA PADA EKOSISTEM MANGROVE DI KECAMATAN GENUK, SEMARANG Putri, Denanda Christina; Suprijanto, Jusup; Taufiq-Spj, Nur
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v7i1.25881

Abstract

ABSTRAK : Mangrove merupakan sumber makanan potensial dalam berbagai bentuk bagi semua biota yang hidup di ekosistem mangrove. Kondisi ekosistem  mangrove  yang  terganggu dapat menyebabkan penurunan fungsi ekologis ekosistem mangrove. Wilayah pesisir Semarang dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas manusia seperti tempat industri, pertambakan, pabrik dan dapat juga sebagai tempat pembuangan limbah. Oleh karena itu perlu adanya penelitian mengenai  struktur komunitas krustasea pada ekosistem mangrove yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji komposisi dan kelimpahan krustasea yang berada di kawasan vegetasi mangrove Kecamatan Genuk, Kota Semarang pada lokasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif, sedangkan metode penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel krustasea dan kerapatan mangrove. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni - Agustus 2016. Analisis sampel penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Lingkungan Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro. Hasil penelitian yang diperoleh adalah Krustasea yang ditemukan pada penelitian ini terdapat 11 spesies yang terdiri dari 5 famili dalam 2 infra ordo yang berbeda. Infraordo Brachyura yang paling banyak ditemukan dengan jumlah 4 famili. Sedangkan untuk infraordo Anomura ditemukan satu famili. Kelimpahan tertinggi terdapat pada Stasiun IV sebesar 0,372 ind/100 m2.Secara keseluruhan nilai Indeks Keanekaragaman masuk dalam kategori sedang (H?=1,57-3,02). Indeks Keseragaman termasuk dalam kategori tinggi (E= 0,93-0,99). Indeks Dominansi termasuk dalam kategori tidak ada dominansi (C=0,13-0,33). Pola sebaran jenis yang mendominasi adalah pola sebaran acak. ABSTRACT : Mangrove is a potential food source  for organisms which live in mangrove ecosystem. Disrupted mangrove ecosystem can cause a decrease in  ecological function. Semarang coastal areas are used for various human activities such as industrial sites, farms, factories and also as a waste disposal site. Therefore, research on the community structure of crustaceans in different mangrove ecosystem need to be conducted. The purpose of this study is to assess the compisition and abundance of crustaceans  in the mangrove vegetation area at Genuk subdistrict, Semarang in different locations to determine the abundance of crustaceans in different ecosystem. This research used descriptive explorative, while the method of determining the locations using purposive sampling method. The materials used in this study were sample crustaceans and mangrove density. The research was conducted in June-August 2016. The samples were analyzed at the Laboratory of Environmental Engineering, Faculty of Engineering, University of Diponegoro. The crustaceans found in this study were as many 11 species consisting of 5 families in two different infra order. Infra order Brachyura was the most commonly found with a number of 4 families. While there was only one family which found from infra order Anomura. The highest abundance found in Stastion IV with the result 0.372ind/100 m2. Overall, the Diversity Index value in the category as medium (H?=1,57-3,02). Uniformity Index was included in the high category (E= 0,93-0,99). Dominance Index included in the category of no dominance (C=0,13-0,33). The distribution pattern of dominant species is a random distribution pattern.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KITOSAN YANG DIPRODUKSI DARI CANGKANG KERANG SIMPING (AMUSIUM SP) DAN KERANG DARAH (ANADARA SP) Cakasana, Nadya; Suprijanto, Jusup; Sabdono, Agus
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.8360

Abstract

Limbah cangkang kerang simping dan kerang darah di Semarang merupakan jenis limbah hasil perikanan yang pengolahannya belum maksimal sehingga masih menjadi masalah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kitosan dua bagian cangkang kerang simping dengan warna berbeda dan cangkang kerang darah yang dapat dilihat dari derajat deasetilasinya serta mengetahui aktivitas antioksidan dari kitosan ketiga jenis cangkang tersebut.Pembuatan kitosan dilakukan dengan proses demineralisasi, deproteinasi, dan deasetilasi. Uji derajat deasetilasi dilakukan dengan metode spektroskopi FTIR dan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Uji proksimat kitosan setiap cangkang dilakukan untuk memperoleh data pendukung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Mei 2014. Sampel cangkang diambil dariTambak Lorok, Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat deasetilasi kitosan cangkang simping merah sebesar 66,27%, kitosan cangkang simping putih sebesar 71,37%, sedangkan pada kitosan cangkang kerang darah sebesar 69,72%. Hasil uji DPPH menunjukkan persentase negatif pada masing-masing ketiga sampel kitosan cangkang yang ditandai dengan tidak adanya perubahan warna pada DPPH. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ketiga sampel kitosan cangkang tidak memiliki aktivitas antioksidan sebagai senyawa penangkal radikal bebas.
KANDUNGAN LOGAM BERAT CD PADA AIR, SEDIMEN DAN DAGING KERANG HIJAU (PERNA VIRIDIS) DI PERAIRAN TANJUNG MAS SEMARANG UTARA Purba, Christtenson; Ridlo, Ali; Suprijanto, Jusup
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.6000

Abstract

Tingginya aktifitas di sepanjang daerah perairan Tanjung Mas diduga mengalirkan berbagai limbah yang dapat menimbulkan pencemaran. Salah satu bentuk pencemaran tersebut adalah buangan limbah logam berat Cd. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat Cd dalam air, sedimen dan daging P. viridis dan mengetahui sebaran ukuran cangkang P. viridis. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2013 di tiga wilayah perairan Tanjung Mas yaitu muara, tambak dan pelabuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif sedangkan penentuan lokasi pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive Sampling. Analisa logam berat menggunakan AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometry). Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan logam berat Cd dalam air berkisar  <0,001-0,004  mg/l, sedimen 2,382-7,121 mg/kg, dan P.viridis <0,01 mg/kg. Hasil ini berarti bahwa air dan daging P. viridis di Perairan Tanjung Mas masih sesuai dengan baku mutu KMLH No 51 2004 dan SNI 7387.2009 sedangkan pada sedimen telah tercemar ringan oleh logam berat Cd. Sebaran ukuran panjang cangkang yang paling mendominasi yaitu P. viridis dengan ukuran 37,26-47,25 mm
STUDI KANDUNGAN LOGAM BERAT PB, CU, CD, CR PADA KERANG SIMPING (AMUSIUM PLEURONECTES), AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN WEDUNG, DEMAK SERTA ANALISIS MAXIMUM TOLERABLE INTAKE PADA MANUSIA Azhar, Husnan; Widowati, Ita; Suprijanto, Jusup
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v1i2.2017

Abstract

Wedung, Demak which have large potential of asian moon scallop (Amusium pleuronectes). This potential has leaded the increasing activities of fishing, industrial, and dense residential in Wedung. Those activities were thought to be one of the sources of heavy metals (Pb, Cu, Cd, Cr) accumulated in the simping. This study was aimed to determine the concentration of Pb, Cu, Cd, Cr in the A. pleuronectes, in the water and the sediment. Moreover, this study was also aimed to investigate the maximum weekly consumption A. pleuronectes which contained Pb, Cu, Cd, and Cr in Wedung waters area, Demak. The study was conducted in October-November 2011. The method used in this study was a study case method, while the purposive sampling method was used to determine the sampling locations. Sampling was conducted once every two week, with three repetitions. AAS (Atomic Absorbtion spectrophotometry), were used to analyze the heavy metal concentration, while the consumption of security analysis was used to analyze the MTI (Maximum Tolerable Intake). The range of the analysis results of Pb concentration in the scallop?s shells were 33,1362 ? 35,0762 ppm, and 11,1272 ? 13,0852 ppm in the sediments, while the concentration in the soft tissues and water, were not detected. The Cu concentration in the soft tissue were ranged from 8,9849 ? 9,4659 ppm, where in the scallop?s shells were 11,9836 ? 12,2358 ppm, water were 0,07 ? 0,14 ppm, and in the sediments were 13,0624 ? 17,6040 ppm. The Cd concentration in soft tissue were ranged from 5,9212 ? 8,0136 ppm, scallop?s shell were 2,6195 ? 5,0125 ppm, and water were 0,01 ppm at 2nd and 3rd samplings, while at the first sampling was not detected, whereas in the sediments the concentration ranged from 0,4694 ? 0,7257 ppm. Cr concentration in the soft tissue were only detected in the third sampling with 0,7285 ppm, while in the scallop?s shells ranged from 1,9694 ? 2,6924 ppm, and in the sediments were 0,9693 ? 1,6933 ppm, while its concentration in water was not detected. Maximum weekly intake of scallop in Wedung water which are safe for consumption were 22,64 kg for Cu; 0,06 kg for Cd; and 5,76 kg of Cr per week for people with average body weight 60 kg, while the Pb concentration not detected.
BIOMETRIKA KERANG DARAH (ANADARA GRANOSA) PADA TAMBAK BUDIDAYA DI DESA MENCO KECAMATAN WEDUNG KABUPATEN DEMAK R., Rizky Imtihan; Hartati, Retno; Suprijanto, Jusup
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.11426

Abstract

Kerang Darah (Anadara granosa) termasuk ke dalam kelas Bivalvia yang kebanyakan hidup di laut terutama di daerah litoral, dasar perairan yang berlumpur atau berpasir, tetapi dapat juga dibudidayakan di Tambak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Biometrika Kerang Darah (Anadara granosa ) pada 3 Tambak yang berbeda. 1200  sampel Kerang Darah  diambil dari 3 Tambakdi Desa Menco, Kecamatan Wedung, Demak selama bulan Januari sampai Maret 2014 dengan interval 2 minggu sekali untuk diamati pertumbuhan dan indeks kondisinya. Hasil penelitian ini berupa bentuk model pertumbuhan absolut atau mutlak panjang Kerang Darah (Anadara granosa) pada stasiun 1, 2, dan 3 yaitu = Lt = 12,9944 ( 1 - e ?0.0713(t-0,492017)) , Lt = 11,21197 ( 1 - e ?0,0618(t-0,756669)), dan Lt = 10,68319 ( 1 - e ?0,0565(t-0,620325)). Model pertumbuhan absolut atau mutlak berat kerang darah pada Stasiun 1, 2 dan 3 yaitu = Wt = 13,4798 ( 1 - e ?0,0716(t-0,485747)), Wt = 13,1795 ( 1 - e ?0,0713(t-0,490326)), dan Wt = 13,1795 ( 1 - e ?0,0713(t-0,490326)). Nilai indeks kondisi dominan kategori sedang (2,5 ? 4,5) berjumlah 254 ekor (Stasiun 1), 206 ekor (Stasiun 2), dan 276 ekor (Stasiun 3) kemudian kategori gemuk (>4,5) berjumlah 133 ekor (Stasiun 1), 175 ekor (Stasiun 2), dan 87 ekor (Stasiun 3)
KANDUNGAN SENG (ZN) DALAM AIR, SEDIMEN DAN KERANG DARAH (ANADARA GRANOSA L) DI PERAIRAN TAMBAKLOROK SEMARANG Kalangie, Dimas Judah Mozes; Widowati, Ita; Suprijanto, Jusup
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v7i1.25887

Abstract

ABSTRAK : Tingginya aktivitas pesisir di daerah Tambaklorok serta adanya penurunan tanah dan abrasi pantai diduga menjadi sumber pencemaran logam berat. Salah satu bentuk pencemaran logam berat tersebut adalah logam berat seng (Zn). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat Zn dalam air, sedimen dan jaringan lunak kerang darah (Anadara granosa L) dan mengetahui nilai MTI dan MWI pada manusia. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2015 (uji pendahuluan), pengambilan sampel I (Desember 2015) dan II (Februari 2016). Uji pendahuluan dilakukan dengan cara membeli sampel kerang di pasar Tambaklorok yang langsung diambil dari perairan Tambaklorok. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penentuan lokasi sampling dilakukan dengan metode purposive sampling. Analisa logam berat menggunakan AAS. Hasil penelitian menunjukan kandungan logam berat Zn dalam air sebesar 0,005 mg/l dan <0,001 mg/l, sedimen 109,2 mg/kg dan 75,89 mg/kg, Anadara granosa L sebesar 8,59 mg/kg (uji pendahuluan), 19,67 mg/kg, dan 18,68 mg/kg. Hasil menunjukan bahwa air, sedimen dan jaringan lunak kerang darah (Anadara granosa L) di Perairan Tambaklorok masih sesuai dengan baku mutu KMLH No. 51 tahun 2004 dan Wiconsin Department of Natural Resources tahun 2003 untuk sedimen. Nilai MWI dengan asumsi 60 kg untuk laki-laki sebesar 420 mg dan 45 kg untuk perempuan sebesar 315 mg. Nilai MTI asumsi 60 kg laki-laki pada uji pendahuluan sebesar 48,89 kg, Desember 2015 sebesar 21,35 kg dan Februari 2016 sebesar 22,48 kg. Sedangkan asumsi 45 kg untuk perempuan pada uji pendahuluan sebesar 36,67 kg, Desember 2015 sebesar 16,01 kg dan Februari 2016 sebesar 16,86 kg.  ABSTRACT : The high activity in the coastal areas Tambaklorok and a decrease in soil and coastal erosion is suspected to be the source of heavy metal pollution. One form of the heavy metal pollution was heavy metals zinc (Zn). This study aimed to analyze the Zn content of heavy metals in water, sediments and shellfish soft tissue blood (Anadara granosa L) and know the value of MTI and MWI in humans. This research was conducted in November 2015 (preliminary test), sampling I (December 2015) and II (February 2016). Preliminary test done by buying in the market Tambaklorok shellfish samples taken directly from the waters Tambaklorok. The method in this research is descriptive method. Determining the location of the sampling is done by purposive sampling method. Heavy metal analysis using AAS. The results showed Zn content of heavy metals in water of 0.005 mg / l and <0,001 mg / l, sediment 109.2 mg / kg and 75.89 mg / kg, Anadara granosa L of 8.59 mg / kg (preliminary test) , 19.67 mg / kg and 18.68 mg / kg. Results showed that water, sediments and shellfish soft tissue blood (Anadara granosa L) in the waters of Tambaklorok still in accordance with the quality standards KMLH No. 51 in 2004 and Wiconsin Department of Natural Resources in 2003 for sediment. MWI value assuming 60 kg for males at 420 mg and 45 kg for females at 315 mg. MTI value assuming 60 kg male in a preliminary test of 48.89 kg, in December 2015 amounted to 21.35 kg and February 2016 amounted to 22.48 kg. While the assumption of 45 kg for women in a preliminary test of 36.67 kg, in December 2015 amounted to 16.01 kg and February 2016 amounted to 16.86 kg. 
VARIASI UKURAN KERANG DARAH (ANADARA GRANOSA) DI PERAIRAN PESISIR KECAMATAN GENUK KOTA SEMARANG Mulki, Al Bar Rauuf; Suryono, Chrisna Adhi; Suprijanto, Jusup
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v3i2.4973

Abstract

Kerang Darah merupakan salah satu spesies kerang yang banyak ditangkap oleh nelayan di sekitar pesisir Kecamatan Genuk, Kota Semarang.Penangkapan terhadap Kerang Darah yang berlebihan dan tidak terkendali dikhawatirkan menyebabkan kelangkaan bahkan kepunahan terhadap kerang dari jenis ini ditambah lagi dengan pertumbuhan Kerang Darah yang sangat lambat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi ukuran dan pola pertumbuhan dari Kerang DarahPenelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2012. Pengambilan sampel dilakukan pada 8 stasiun yang berbeda dan diambil satu bulan sekali.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif dan Purposive Sampling Method dalam menentukan lokasi penelitian.Hasil penelitian menunjukkan Kerang darah yang paling mendominasi yaitu kerang berukuran sedang (2,1 cm- 3,0 cm), dan kerang dengan berat 0,5 gram ? 4,5 gram. Pola pertumbuhan Kerang Darah dari periode Oktober ? Desember 2012 adalah allometri negatif dengan nilai b < 3 yang berarti kerang dalam kondisi kurus. Populasi Kerang Darah di perairan pesisir Kecamatan Genuk, Kota semarang sedang mengalami tekanan akibat dari aktivitas penangkapan oleh nelayan yang terus menerus.
STUDI BIOEKOLOGI KERANG SIMPING (AMUSIUM PLEURONECTES) DI PERAIRAN SEMARANG DAN KENDAL Nursalim, Haviz Rachman; Suprijanto, Jusup; Widowati, Ita
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v1i1.1997

Abstract

Asian Moon Scallop (Amusium pleuronectes) is one of scallop species which catch as the secondary crops of the fishing activity. This condition need to understand his biological background, such as the relationship between length and weight, growth, condition index and gonad index. The research purpose is to identify the relationship between length and weight, growth, condition index and gonad index of the Asian Moon Scallop, collected from the Semarang and Kendal Waters. This research was carried out from June to July, 2011 in the Semarang and Kendal waters. Three times collections was done during the research period. A total of 594 individuals of Asian Moon Scallop were collected, which determined there shell length, height, thickness and the total weight. Measurement and observation processes were held in Biology Laboratory, Faculty of Fishery and Marine Diponegoro University, Semarang. The descriptive-explorative methods was used as the research method. While the purposive sampling was applied as the data collection method, and determined the research site. The Asian Moon Scallop growth was determined using the nisbi mothod. The relationship between length and weight, condition index and gonad index were also determined. The b constanta show the value of 3.070, 2.853 and 2.862, which show that the length and weight relationship of Asian Moon Scallop is isometric and alometric negative. The Asian Moon Scallop growth with nisbi method show an equation of 1 cm for the shell length, 0.5 cm for the height, 0.2 sm for the thickness and 5 gr for the total weight of shells. The condition index value of Asian Moon Scallop (A. pleuronectes) is approximately for about 36.01 % - 61.44 %, while the gonad index value is about 8.31 % - 12.09 %.
STIMULASI FISSION REPRODUKSI ASEKSUAL TERIPANG HOLOTHURIA ATRA DAN TERIPANG HOLOTHURIA IMPATIENS Nugroho, David; Hartati, Retno; Suprijanto, Jusup
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v1i2.2033

Abstract

Natural production of sea cucumbers in decline, it is because of overfishing and use without any attempt for cultivation. There are several ways for the provision of seeds, one with a reproduction. Sea cucumbers can reproduce sexually and asexually. Sexual reproduction involves the sea cucumber sperm and egg cells, and that asexual reproduction through fission technique. Fission is the process of cleavage of the specimen the anterior, middle and posterior to the sea cucumber. The third part will grow into new individuals after each specimen was able to grow the missing part. The research was conducted on April-June 2012 at Bandengan, Jepara with the aim of analyzing the ability of the sea cucumber Holothuria fission reproduction impatiens and Holothuria atra and observe individual performance and survival of fission results from the fission through the stimulation of 1, 2, and 3 fission plane in sea cucumber Holothuria atra and Holothuria impatiens for the supply of seed. The method used was field experimental research. The results of this research showed stimulation of fission with 1 fission plane is faster than 2 fission plane and 3 fission plane. H. atra to fission faster than H. impatiens. On the stimulation of 2 fission plane, the anterior fission faster than the middle or posterior. The results of regeneration of the species H. impatiens are not able to regenerate. The posterior regenerate faster than the anterior and middle. The posterior regenerate faster than the anterior and middle. In general, sea cucumbers which were going through the stimulation of fission stage, wound closure phase, the stage of regeneration, which in turn will form the mouth and anus on the part of the divide.
ANALISA KUALITATIF REPRODUKSI KERANG KIPAS-KIPAS AMUSIUM SP DARI WELERI - KENDAL, JAWA TENGAH Widowati, Ita; Suprijanto, Jusup; Suprapto, Djoko
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 7, No 2 (2002): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.541 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.7.2.127-130

Abstract

Analisa kualitatif reproduksi kerang kipas-kipas Amusium sp dari perairan Weleri-Kendal Jawa Tengah telah dilakukan selama bulan Maret sampai Juni 2001. Data kualitatif didapatkan setiap bulan berdasarkan kriteria tingkat kematangan gonad dan index gonad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bulan Maret dan April, gonad dalam keadaan matang (tingkat kematangan gonad VI), dengan indeks gonad 13,86 % dan 13,87 %. Bulan Mei-Juni indeks gonad menurun menjadi 8,49 % dan 3,97 %, dimana diduga berkaitan dengan masa pemijahan.Kata kunci: Amusium sp, indeks gonad, tingkat kematangan gonad   Qualitative analysis of reproductive organ of the scallop Amusium sp from Weleri - Kendal waters was carried from March to June 2001 In Weleri-Kendal (Central Java). Data were compiled monthly based on staging criteria and gonad indices. Scallop were generally ripe by March-April (stage of VI), with gonad index 13.86 % and 13.87 %. From May -June, gonad indices decreased 8.49 % and 3.97 %, it was suggested that it correlated with their spawning periods.Keywords: Amusium sp, gonad indices, gonadal maturity stages.