Agus Suprijono
Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Surabaya

Published : 36 Documents
Articles

Found 36 Documents
Search

KANKER PARU MERUPAKAN FAKTOR RISIKO TERJADINYA EFUSI PLEURA DI RUMAH SAKIT DR. MOEWARDI SURAKARTA Suprijono, Agus; Chodidjah, -; Cahyono, Agung Tri
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 49, No 123 (2011): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Maret - Mei 2011
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.271 KB)

Abstract

Insiden kanker paru meningkat di seluruh dunia, angka kematian akibatkanker paru meningkat dengan cepat. Kanker paru telah diketahui dapatmenyebabkan efusi pleura. Efusi pleura pada penyakit keganasan biasanyamempunyai prognosis yang buruk, dengan harapan hidup kurang dari satu tahun.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kanker paru merupakan faktorrisiko terjadinya efusi pleura di Rumah Sakit Dr. Moewardi, Surakarta periode 1Januari â?? 31 Desember 2007.Sampel pada penelitian ini adalah pasien rawat inap pemyakit paru dibangsal paru di rumah sakit Dr. Moewardi Surakarta, periode 1 Januari 2007-31Desember 2007 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 1264orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional denganpendekatan cross sectional. Data yang diambil berupa data sekunder dari catatanmedik pasien rawat inap penyakit paru di rumah sakit Dr. Moewardi Surakarta.Analisis data yang digunakan adalah uji statistik rasio prevalensi.Pada penelitian ini, didapatkan 1264 sampel yang memenuhi kriteria,dikelompokkan menjadi 2 yaitu penderita kanker paru berjumlah 152 orangdengan 114 orang mengalami efusi pleura dan 38 pasien tidak mengalami efusipleura, sedangkan kelompok bukan penderita kanker paru berjumlah 1112 orangdengan 93 pasien mengalami efusi pleura dan 1019 pasien tidak mengalami efusipleura. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik rasio prevalensi, darihasil perhitungan didapatkan nilai RP 11,25 sedangkan IK95% antara 1,057sampai 1,187 selalu diatas 1.Berdasarkan uji statistik rasio prevalensi dapat disimpulkan bahwa kankerparu merupakan faktor risiko terjadinya efusi pleura, dimana risiko terjadinyaefusi pleura 11,25 kali lebih besar pada penderita kanker paru.* kata kunci : kanker paru, efusi pleura
KANKER PARU MERUPAKAN FAKTOR RISIKO TERJADINYA EFUSI PLEURA DI RUMAH SAKIT DR. MOEWARDI SURAKARTA Suprijono, Agus; Chodidjah, -; Cahyono, Agung Tri
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 50, No 126 (2012): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung,Des 2011-Feb 2012
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.271 KB)

Abstract

Insiden kanker paru meningkat di seluruh dunia, angka kematian akibat kanker paru meningkat dengan cepat. Kanker paru telah diketahui dapat menyebabkan efusi pleura. Efusi pleura pada penyakit keganasan biasanya mempunyai prognosis yang buruk, dengan harapan hidup kurang dari satu tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kanker paru merupakan faktor risiko terjadinya efusi pleura di Rumah Sakit Dr. Moewardi, Surakarta periode 1 Januari â?? 31 Desember 2007.Sampel pada penelitian ini adalah pasien rawat inap pemyakit paru di bangsal paru di rumah sakit Dr. Moewardi Surakarta, periode 1 Januari 2007-31 Desember 2007 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 1264 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data yang diambil berupa data sekunder dari catatan medik pasien rawat inap penyakit paru di rumah sakit Dr. Moewardi Surakarta. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik rasio prevalensi.            Pada penelitian ini, didapatkan 1264 sampel yang memenuhi kriteria, dikelompokkan menjadi 2 yaitu penderita kanker paru berjumlah 152 orang dengan 114 orang mengalami efusi pleura dan 38 pasien tidak mengalami efusi pleura, sedangkan kelompok bukan penderita kanker paru berjumlah 1112 orang dengan 93 pasien mengalami efusi pleura dan 1019 pasien tidak mengalami efusi pleura. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik rasio prevalensi, dari hasil perhitungan didapatkan nilai RP 11,25 sedangkan IK95% antara 1,057 sampai 1,187 selalu diatas 1.            Berdasarkan uji statistik rasio prevalensi dapat disimpulkan bahwa  kanker paru merupakan faktor risiko terjadinya efusi pleura, dimana risiko terjadinya efusi pleura 11,25 kali lebih besar pada penderita kanker paru.* kata kunci : kanker paru, efusi pleura
PENGARUH PEMBERIAN TIMBAL (PB) PER ORAL TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR STUDI EKSPERIMENTAL LABORATORIK PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN GALUR WISTAR Suprijono, Agus; Chodidjah, -; Banun, Shaher
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 50, No 126 (2012): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung,Des 2011-Feb 2012
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.145 KB)

Abstract

Lead (Pb) is a highly toxic heavy metal which is of no use to the human body, and can accumulated in the body. The main sources of lead pollution are automobile exhaust, and contaminated food and drink. Toxic effects of lead may cause hypertension and ischemia in Heart muscle. This study aimed to investigate the effect of administration lead (Pb) orally on histopathological feature of the liver.An experimental research with a randomized control group post test design was conducted for 14 days. In this study, 25 male wistar strain rats were randomly divided into five groups to receive one of following treatment :  standard diet and distilled water (K-I as control group), K-ll be given a standard diet, distilled water and 2,5 mg of lead (Pb)/ day per oral, K-III was given a standard diet, distilled water and 5 mg of lead (Pb)/ day per oral, K-IV was given a standard diet, distilled water and 7,5 mg of lead (Pb)/ day per oral  and K-IV given a standard diet, distilled water and 10 mg of lead (Pb)/ day per oral. Wet fixation methods and histopathological examination of liver were conducted after day 14. Data were analyzed with Kruskal Wallis test and continued by Mann Whitney U test to show the significancy.Results showed significanly no damage to Liver cells group I,II,III,and IV but show significantly on the fifth group. This study conclude that administration of lead (Pb) orally by 10 mg doses affect on the histopathological feature of the Liver of male wistar strain rats.Keywords: Lead (Pb), histopathological feature of the liver
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK GEMBILI (DIOSCOREA ESCULENTA) TERHADAP PERTUMBUHAN VOLUME ADENOCARCINOMA MAMMAE MENCIT BETINA C3H STUDI EKSPERIMENTAL PADA MENCIT BETINA STRAIN C3H YANG TELAH DIINOKULASI DENGAN BUBUR TUMOR Suprijono, Agus; Sumarno, -; Rachmayanti, Lisa
Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 50, No 128 (2012): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Juni - Agustus 2012
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.387 KB)

Abstract

The incidence of breast cancer (Adenocarcinoma mammae) has been increasing. Gembili extract (Dioscorea esculenta) has been know to have an active substanced called dioscin and diosgenin having anti-oksidan and anti inflammatory property. Few studies have been done to determine the effect of gembili extract (Dioscorea esculenta) on the growth of adenocarcinoma mammae. The purpose of this study was to find out the effect of gembili extract (Dioscorea esculenta) on the volume of adenocarcinoma mammae in C3H female mice.In this experimental study using Pre-post test control group design, 24 C3H female mice were randomly devided into 4 groups of 6 mice each treated for 21 days. Group I (control) was inoculated with cancerous tissue and fed a standard diet and drinking water. Group II, III, IV were inoculated with cancerous tissue, fed a standard diet and drinking water and treated with gembili extract (Dioscorea esculenta) at the dose of 100 mg/kgBW/d, 150 mg/kgBW/d, 200 mg/kgBW/d respectively. The volume of adenocarcinoma mammae was recorded before and after the treatment with Kaliper instrument. Saphiro wilk followed by Pair T-test was applied for the data analysis. The study showed a significant difference in the volume of adenocarcinoma mammae in group IV. No statistically significant difference found in group II and III. It can be concluded that gembili extract (Dioscorea esculenta) effects on the growth of adenocarcinoma mammae in C3H female mice.  Keywords: Gembili Extract (Dioscorea esculenta), Adenocarcinoma mammae, Volume Growth.
KONSTRUKSI SOSIAL SISWA SMA TERHADAP MITOS BUYUT CILI SEBAGAI TRADISI LISAN SEJARAH BLAMBANGAN Suprijono, Agus
Paramita: Historical Studies Journal Vol 23, No 2 (2013): PARAMITA
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v23i2.2671

Abstract

The research focused on a social construction or interpretation of the Buyut Cili Myth as a storytelling tradition Blambangan history. The research objectives identified socially constructed form of knowledge as well as the values of the Buyut Cili myth. The research method was classroom action research. The result of the research found that Buyut Cili myth was a conceptual instrument for students to understand the concept of historical continuity. The complexity of life was contained in reality which displayed by the Buyut Cili. It proved that social reality was plural or multi-dimension. The Myth of Buyut Cili is as a learning resource to achieve basic competence to describe the historical tradition in Indonesian society during the prehistory and history” consisted of historical, religious, cultural, social, and economic values, that needed for students’ character education.Keywords: social construction, buyut cili myth, oral tradition Fokus penelitian adalah konstruksi sosial atau pemaknaan terhadap mitos Buyut Cili sebagai tradisi lisan sejarah Blambangan. Tujuan penelitian mengidentifikasi hasil konstruksi sosial berupa pengetahuan maupun nilai-nilai dari mitos Buyut Cili. Metode penelitian adalah classroom action research. Hasil penelitian adalah mitos Buyut Cili  merupakan instrumen konseptual bagi siswa memahami konsep kesinambungan sejarah. Kompleksitas kehidupan terkandung pada realitas yang ditampilkan oleh mitos Buyut Cili membuktikan bahwa realitas sosial atau kenyataan sosial bersifat jamak atau multidimensional. Mitos Buyut Cili sebagai sumber belajar untuk mencapai kompetensi dasar “mendeskripsikan tradisi sejarah dalam masyarakat Indonesia masa pra-aksara dan masa aksara” sarat nilai historis, agama, budaya, sosial, dan ekonomi yang urgen untuk pendidikan karakter siswa. Kata kunci: konstruksi sosial, mitos buyut cili, tradisi lisan   
EFFECT OF JINTEN HITAM SEEDS OIL (NIGELLA SATIVA L.) IN ADENOCARSINOMA MAMMAE C3H MICE IN VIVO AN EXPERIMENTAL STUDY ON C3H MICE INOCULATED WITH CANCEROUS TISSUE Suprijono, Agus; Sumarno, Sumarno; Hanugalih, Hanugalih
Sains Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2011): Juli-Desember 2011
Publisher : Fakultas Kedokteran; Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.65 KB) | DOI: 10.26532/sainsmed.v3i2.395

Abstract

Background: Jinten hitam (Nigella sativa L.) oil is a liquid made from Jintem hitam seeds which has been known to contain Thymoquinone having anti-cancer efect. Many cancer patients turn to cheaper alternative therapy including the traditional therapy. The objective of this experimental was to evaluate anti-cancer effect of Jinten hitam seeds oil in adenocarsinoma mammae C3H mice.Design and Methods: In this xperimental research with pre post test randomized control group design for 21 days, 24 C3H mice with tumor were divided into 4 group. K-I serves as a control given standard diet and aquades, K-II given standard diet, aquades and first dose of Jinten Hitam oil (0.1 ml/days), K-III given standard diet, aquades and second dose of Jinten Hitam oil ( 0.2 ml/days) and K-IV given standard diet, aquades and third dose of Jinten Hitam oil ( 0.3 ml/days). The volume was recorded at the day 21.Results: mean of the effect of Jinten hitam oil effect in adenocarcinoma mammae for the four group were 158.83 mm³, 259.73 mm³, 191.13 mm³, K-IV 126.27 mm³ respectively. Pair t-test and Wilcoxon test showed significant difference between First dose pre-First dose post and Second dose pre-second dose-post (p<0.05) and Anova test showed no significant difference between K-I K-II, K-I K-III, K-I K-IV, K-II K-III, K-II K-IV, K-III K-IV (p>0.05).Conclusion: Jinten Hitam oil has effect on the volume of Adenocarcinoma mammae in C3H mice (Sains Medika, 3(2):129-134).
MINYAK NILAM (PATCHOULI ALCOHOL) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH (1,1-DIFENIL-2-PIKRILHIDRAZIL) Suprijono, Agus; Gunawan, Yoel; Hesti Wulan, Ariani
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Volume 12 No. 1 Juni 2015
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v12i1.1400

Abstract

ABSTRACTAlong with the rapid flow of information and globalization, led to the lifestyle of modern society is also becoming more and more advanced. But this was not accompanied by increased quality of public health. Lifestyle such as this may result in exposure to free radicals degna. Antioxidants are compounds that can inhibit the oxidation of free radicals, so it will form a more stable compound. Oil Patchouli (Patchouli oil) contains patchouli alcohol which have antioxidant activity. The rate is determined by the quality of patchouli oil patchouli alcohol content therein. The purpose of this research is to show the antioxidant activity of patchouli oil and standard determine differences in activity with BHT, as well as to determine the effective concentration expressed in EC50 values by using DPPH method. The examination was conducted by using the test solution at a concentration of 5%, 10%, 15%, 20% and 25%. The process to obtain the patchouli oil is done by means of steam distillation of the dried herb patchouli. Identification test to determine the quality of the oil produced by TLC test and also qualitative test to determine the antioxidant activity. From the research it can be seen that the average value of EC50 for patchouli oil sample is equal to 19.95%, while 11.93% of standard BHT. Based on these results, concluded that the antioxidant activity in patchouli oil, and there are significant differences in antioxidant activity between standard patchouli oil with BHT.Keywords: patchouli oil, patchouli alcohol, anti-oxidant, DPPH.
ANALISA TINGKAT KESULITAN SOAL LATIHAN USBN 2019 MELALUI APLIKASI ANATES PUTRI HIDINIA, DELLA; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi telah memberikan dampak yang positif dan negative bagi setiap umat manusia. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi membuat tidak adanya batasan antar sesama manusia untuk berkomunikasi. Perkembangan ilmu dan teknologi membuat tidak adanya batasan antar sesama manusia untuk berkomunikasi. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi membawa manusia ke arah persaingan nasional maupun internaisonal. Salah satu cara yang ditempuh suatu negara dengan meningkatkan kualitas sumber daya menusia. Sumberdaya manusia yang berkualitas berakar dari kualitas pendidikan.Berdasarkan dokumentasi yang dilakukan penulis, penulis ingin menulis tentang Analisa Tingkat Kesulitan Soal Latihan USBN 2019 Melalui Aplikasi Anates ini adalah karena pada tahun kemarin beberapa media online memberitakan tentang bagaimana sulitnya soal UN maupun UNBK HOTS.Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dalam pengumpulan data berupa dua paket berbeda latihan USBN. Serta teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. dimana peneliti mendapatkan soal latihan dari guru. Teknik triangulasi digunakan untuk menguji keabsahan data. Dari hasil penelitian, menurut siswa soal sulit merupakan soal yang tidak umum dan tidak diajarkan di kelas. Tentunya soal ini bukan soal yang bertipe hafalan. Serta soal-soal ini bukan materi kelas satu SMA yang bisa dihafal dengan mudah. Soal sulit ini menurutnya soal yang menghubungkan satu peristiwa dengan peristiwa lainnya.Untuk kategori soal sedang, menurut siswa soal sedang disini soal yang tidak susah maupun tidak mudah. Jadi ditengah-tengah. Soalnya biasanya bukan yang bertipe hafalan maupun menghubungkan satu peristiwa dengan peristiwa lain.Untuk kategori mudah, menurut siswa disini soal yang factual atau bisa dihafalkan serta bisa ditebak jawabannya. Bisa ditebak disini maksudnya soal ini soal-soal menjodohkan antara satu pernyataan dengan pernyataan lain.Kata Kunci : Kesulitan soal, Latihan Soal USBN.
PENGELOLAAN HUTAN DI JAWA DAN MADURA: KAJIAN TENTANG KEBIJAKAN EKSPLOITASI HUTAN TAHUN 1913-1932 NUR AFIFAH, IMROATUN; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama tahun 2000-2009, deforestasi yang terjadi di Jawa mencapai 60,64% dan merupakan yang tertinggi dibandingkan pulau lain di Indonesia. Selain mengganggu daur karbon, deforestasi dan degradasi hutan di Jawa dan Madura menyebabkan kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi kritis. Pengelolaan hutan di Indonesia (Nusantara), terutama di Jawa dan Madura sebenarnya sudah mulai mendapat perhatian sejak masa pemerintahan Daendels, terutama dalam bidang rehabilitasi hutan. Namun karena masalah prioritas dan kondisi politik saat itu, program rehabilitasi hutan berjalan lambat. Dan pada tahun 1927, pemerintah kolonial mengeluarkan UU Kehutanan untuk Pulau Jawa dan Madura yang dinamakan Boschordonnantie voor Java en Madoera 1927 (Ordonansi Hutan untuk Jawa dan Madura 1927).Adapun masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Mengapa pemerintah kolonial Hindia Belanda mengganti Reglemen Hutan 1913 dengan Boschordonnantie voor Java en Madoera 1927 (Ordonansi Hutan untuk Jawa dan Madura 1927)? dan (2) Bagaimana efektivitas kebijakan eksploitasi hutan di Jawa dan Madura tahun 1927-1932?. Dalam menjawab rumusan tersebut, peneliti menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian ini adalah pemerintah kolonial mengganti Reglemen Hutan 1913 karena dua masalah, yaitu terkait masalah konversi hutan dan akses masyarakat terhadap hutan. Sedangkan terkait efektivitas kebijakan eksploitasi hutan selama 1927-1932, Ordonansi Hutan untuk Jawa dan Madura 1927 dapat dikatakan tidak efektif karena pembatasan akses masyarakat terhadap hutan ternyata tidak berhasil mengurangi kasus pelanggaran hutan secara signifikan.Kata kunci: Pengelolaan Hutan, Eksploitasi Hutan.
STUDI DESKRIPTIF PEMBELAJARAN SEJARAH UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KHASANAH, ISWATIN; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Programme for International Student Assessment (PISA) menyebutkan bahwa hasil studi tahun 2009 menempatkan peserta didik Indonesia pada peringkat bawah 10 besar dari 65 negara peserta PISA. Sedangkan Global Institute menunjukkan hanya 5% peserta didik Indonesia yang mampu mengerjakan soal penalaran berkategori tingkat tinggi, sedangkan peserta didik dari Korea mencapai 71%. Perkembangan zaman, menuntut perlunya perbaikan sistem pendidikan nasional untuk mewujudkan masyarakat yang mampu berdaya saing, salah satunya dapat dilakukan dengan pembelajaran yang mendorong pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah rancangan pembelajaran guru dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik; (2) Apakah pelaksanaan pembelajaran guru telah mengarah pada pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik; dan (3) Apakah evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru telah mengarah pada pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian didapatkan bahwa rancangan pembelajaran dalam bentuk RPP sudah mengarah dan dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, dengan persentase kelayakan RPP SMAN 13 Surabaya sebesar 74% dan SMAN 16 Surabaya sebesar 76%. Pelaksanakan pembelajaran telah mengarah pada pengembangan kemampuan berpikir kritis. Dan untuk soal evaluasi pembelajaran, keduanya dapat digunakan tanpa revisi dengan persentase kelayakan SMAN 13 Surabaya sebesar 80% dan SMAN 16 Surabaya sebesar 85,71 %. Meskipun begitu, secara keseluruhan substansi soal evaluasi keduanya belum mengarah pada berpikir kritis. Soal evaluasi SMAN 13 Surabaya, hanya memberikan stimulan sampai tingkat mengingat, memahami dan mengevaluasi dengan 26 soal pilihan ganda (74,28%) termasuk dalam aspek interpretasi berpikir kritis Facione. Sedangkan soal evaluasi SMAN 16 Surabaya, hanya memberikan stimulan sampai tingkat memahami dan menjelaskan dengan 16 soal pilihan ganda (64%) termasuk dalam aspek interpretasi, analisis, dan inferensi berpikir kritis Facione. Kata Kunci: Rancangan Pembelajaran, Pelaksanaan Pembelajaran, Evaluasi Pembelajaran, Berpikir Kritis