Asep Supriyadi
Jurusan Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

DESAIN KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM TERPADU UNTAN Johnson, Benhard; Elvira, -; Supriyadi, Asep
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratorium saat ini adalah sebuah infrastruktur penting dalam dunia pendidikan. Hampir semua sekolah atau universitas memiliki laboratorium sendiri sebagai tempat siswa melatih keterampilan yang diterima di ruang kelas. Meningkatnya kebutuhan akan pendidikan sebagai akibat dari pertumbuhan penduduk mengharuskan pemerintah untuk terus membangun infrastruktur pendidikan baru guna memenuhi kebutuhan tersebut. Sebuah laboratorium yang baik harus direncanakan sesuai peraturan-peraturan nasional yang berlaku agar menjadi sebuah bangunan yang aman dan layak pakai. Pada desain gedung laboratorium terpadu ini akan direncanakan komponen struktural berupa pelat, balok, kolom dan pondasi beserta stuktur pendukung lift dan tangga dengan material struktur berupa beton bertulang dengan menggunakan peraturan SNI-2847-2013. Pembebanan yang ditinjau berupa beban mati dan beban hidup berdasarkan peraturan SNI-1727-2013 serta beban gempa berdasarkan SNI-1726-2012. Analisa struktur dilakukan dengan bantuan program komputer untuk analisis struktur  untuk mendapatkan hasil berupa gaya-gaya dalam yang kemudian akan dipakai untuk mendesain penulangan pelat, balok, kolom, dan fondasi. Hasil perencanaan akhir akan dituangkan dalam bentuk gambar kerja yang berisi detail penulangan pelat, balok, kolom, dan fondasi struktur.Kata Kunci : struktur beton bertulang, gedung laboratorium terpadu
PERHITUNGAN STRUKTUR BETON BERTULANG GEDUNG KANTOR SEWA DELAPAN LANTAI DI PONTIANAK Sucipto, Hari; Yusuf, M.; Supriyadi, Asep
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penulisan tugas akhir ini penulis merencanakan gedung kantor sewa 8 lantai di Jalan Sisingamangaraja Kota Pontianak berdasarkan lokasi data tanah yang digunakan. Perencanaan gedung kantor sewa ini menggunakan spesifikasi perencanaan seperti mutu beton sebesar 25 MPa dan mutu baja sebesar 400 MPa. Standar perencanaan yang digunakan meliputi SNI 2847-2013 ?Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung? dan SNI 1726-2012 ?Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk bangunan gedung dan non gedung? dan juga PPPURG 1987 untuk pembebanan struktur. Dalam analisis, sistem pembebanan yang akan dibebankan pada gedung adalah sistem pembebanan vertikal berupa beban mati dan beban hidup serta beban horizontal berupa beban gempa dan analisis struktur dibantu dengan bantuan program komputer. Dari hasil analisis struktur diperoleh kesimpulan meliputi pelat, balok, kolom dan pondasi, untuk pelat lantai 1 hingga lantai atap setebal 110 mm dan untuk pelat lantai atap penthouse setebal 100 mm, sedangkan untuk balok induk berukuran 35/70, balok anak 1 berukuran 30/60, balok anak 2 berukuran 25/50 dan balok anak 3 berukuran 20/40, untuk kolom lantai 1-3 berukuran 70/70, dan kolom lantai 4-6 berukuran 65/65, kolom 7-8 berukuran 55/55, serta untuk pondasi menggunakan pondasi tiang pancang (pile) yang tiap titiknya berkisar dari 6 s/d 52 tiang pancang. Kata kunci : Perhitungan struktur, beton bertulang, kantor sewa 8 lantai
PERHITUNGAN STRUKTUR HOTEL 11 LANTAI JALAN TEUKU UMAR PONTIANAK Honggo, Eko; Yusuf, M; Supriyadi, Asep
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, maka peraturan-peraturan yang mengatur mengenai konstruksi bangunan juga terus diperbaharui sesuai dengan perkembangan zaman. Salah satunya adalah dalam bidang gempa dimana sebelumnya Kalimantan Barat termasuk dalam wilayah bebas gempa, namun sesuai dengan perkembangan yang ada maka peraturan gempa yang telah diperbaharui tahun 2012 menetapkan Kalimantan Barat sebagai daerah yang berpotensi gempa namun dengan skala yang sangat kecil, hal ini dikarenakan tidak ada daerah yang bisa lepas sepenuhnya dari gempa. Sebagai perencana harus merencanakan struktur bangunan mengacu pada peraturan yang berlaku, dalam hal ini bangunan yang akan ditinjau adalah hotel 11 lantai di jalan Teuku Umar Pontianak yang menggunakan konstruksi beton bertulang. Dalam analisis, sistem pembebanan yang akan dibebankan pada gedung adalah sistem pembebanan horizontal mencakup beban gempa dan angin, dan pembebanan vertikal mencakup beban hidup dan beban mati baik itu berat sendiri struktur maupun beban mati tambahan sebagai akibat dari penggunaan gedung. Analisis struktur dibantu dengan aplikasi  komputer. Hasil desain struktur berupa dimensi elemen-elemen struktur utama yang efektif dan efisien tahan terhadap gempa. Struktur tangga dihitung terpisah dari struktur utama. Fondasi dianggap tidak menerima gaya lentur sehingga dimodelkan sebagai sendi. Analisis struktur meliputi pelat, balok, kolom, dan fondasi. Dari hasil perhitungan diperoleh jumlah titik fondasi minipile, dimensi pelat, kolom, dan balok pada struktur yang telah dikerjakan. Kata kunci: gempa, beton bertulang, SNI 1726-2012, peta zonasi gempa 2012, elemen struktur
Persepsi dan Peran Tokoh Agama Islam di Kabupaten Sleman dalam Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup ., Junanah; Brontowijoyo, Widodo; Supriyadi, Asep; Aditya, Rendy Bayu; Irwan, Muhammad; Fazriyanti, Putri
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 6, No 1 (2014): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam sebagai agama rahmatan lil alamin memiliki ajaran yang sangat luas termasuk di dalamnya ajaran mengenai usaha menjaga lingkungan hidup. Ulama atau tokoh agama sebagai pelaku dakwah dinilai harus pula menguasai area tersebut sebagai materi dakwahnya. Maka melalui penelitian diungkap sejauh mana persepsi dan peran ulama terkait dengan dakwah-dakwah di bidang lingkungan hidup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengandalkan hasil wawancara sebagai informasi utama. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pendidikan formal dan intensitas informasi yang diterima para ulama sangat mempengaruhi persepsi mereka. Peran para ulama juga sangat variatif dan tidak hanya bergerak dalam perpektif Islam tapi juga secara umum. Kata Kunci : persepsi, peran, ulama Islam, pengelolaan lingkungan hidup
STUDI PENGGUNAAN CANGKANG KERANG SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS PADA MORTAR Sianturi, Michael Jhon Martin; Supriyadi, Asep; Sutandar, Erwin
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembuatan benda uji metode yang digunakan yaitu Metode SNI, dengan kuat tekan rencana K-175. Semen yang digunakan adalah semen PCC. Benda uji yang dibuat berbentuk kubus 5x5x5 cm. Pengujianbenda uji meliputi uji kuat tekan,uji modulus elastisitas, dan uji permeabilitas. Dari hasil penelitian cangkang kerang dapat digunakan sebagai alternatif agragat halus pada mortar. Kekuatan tekan karakteristik mortar normal sebesar 366,48 kg/cm2. Peningkatan kuat tekan karakteristik umur 28 hari terjadi pada persentase cangkang 15% (CK-15)  sebesar 426,48 kg/cm2, persentase cangkang 30% (CK-30) sebesar 405,98 kg/cm2, persentase cangkang 45% (CK-45) sebesar 388,32 kg/cm2, dan persentase cangkang 75% (CK-75) sebesar 380,19 kg/cm2. Sedangkan pada persentase cangkang 100% (CK-100) terjadi penurunan kuat tekan karakteristik sebesar 312,66 kg/cm2. Subtitusi cangkang kerang yang paling baik adalah subtitusi pasir dengan cangkang kerang sebesar 15% (CK-15). Modulus elastisitas(Ec) mortar normal sebesar 20996,396 MPa untuk CK-15 sebesar 23386,258 MPa, untuk CK-30 sebesar 22333,293 MPa, untuk CK-45 sebesar 22862,203 MPa, untuk CK-75 sebesar 22357,835 MPa dan untuk CK-100 sebesar 21378,975 MPa. Dari hasil percobaan permeabilitas diperoleh koefesien permeabilitas rata-rata mortar normal sebesar 3,05574 × 10-8. Pada percobaan koefesien permeabilitas cangkang kerang dengan subtitusi 15% (CK-15) terjadi kenaikan sebesar 1,8807 × 10-8, pada percobaan koefesien permeabilitas cangkang kerang dengan subtitusi 30% (CK-30) terjadi kenaikan sebesar 1,26127 × 10-8, pada percobaan koefesien permeabilitas cangkang kerang dengan subtitusi 45% (CK-45) terjadi kenaikan sebesar 1,4587 × 10-8, pada percobaan koefesien permeabilitas cangkang kerang dengan subtitusi 75% (CK-75) terjadi kenaikan sebesar 1,12029 × 10-8, dan pada percobaan koefesien permeabilitas cangkang kerang dengan subtitusi 100% (CK-100) terjadi kenaikan sebesar 1,944448 × 10-8. Terjadi kenaikan koefesien permeabilitas terhadap mortar normal. Dapat disimpulkan bahwa penambahan cangkang kerang ini memberikan dampak positif terhadap permeabilitas mortar.   Kata kunci: cangkang kerang, mortar, mortar subtitusi pasir dengan cangkang kerang
PERHITUNGAN STRUKTUR BETON BERTULANG RUMAH SAKIT JEUMPA PONTIANAK Lukman, -; Lingga, Andry Alim; Supriyadi, Asep
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah berisikan perencanaan struktur beton bertulang Rumah Sakit Jeumpa Pontianak. Perencanaan rumah sakit direncanakan sesuai dengan Minimun Design Load for Building and Other Structures. Analisa beban mati meliputi berat sendiri struktur serta komponen-komponen tetap seperti beban dinding, beban plesteran lantai, beban plafond, beban mekanikal elektrikal dan lainnya. Beban hidup ditentukan berdasarkan kegunaan bangunan yang diatur dalam Minimun Design Load for Building and Other Structures. Beban gempa ditentukan berdasarkan faktor pada peta zonasi gempa, tinggi bangunan, bentuk bangunan, pemanfaatan dan lainnya yang diatur dalam Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, SNI 1726-2012. Beban didistribusikan ke struktur bangunan utama dan dianalisa dengan bantuan program SAP2000. Hasil desain struktur berupa dimensi serta penulangan elemen-elemen struktur utama yang efektif. Struktur tangga dan struktur ramp dihitung terpisah dari struktur utama. Pondasi dianggap kaku sempurna sehingga dimodelkan sebagai jepit. Analisis struktur meliputi pelat, balok, kolom, dan pondasi. Dari hasil perhitungan diperoleh jumlah titik minipile pada tiap pondasi, dimensi pelat lantai, balok, dan kolom pada struktur. Dengan kata lain, gedung rumah sakit Jeumpa Pontianak berlantai 9 berlokasi dijalan Sultan Abdurrahman kota Pontianak sudah direncanakan dengan peraturan struktur beton bertulang yaitu SNI-03-2847-2013 dan peraturan gempa yang berlaku yaitu SNI 1726-2012.Kata kunci: perhitungan struktur, beton bertulang, struktur tahan gempa, pelat, balok, kolom, pondasi.
Persepsi dan Peran Tokoh Agama Islam di Kabupaten Sleman dalam Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Junanah, Junanah; Brontowijoyo, Widodo; Supriyadi, Asep; Aditya, Rendy Bayu; Irwan, Muhammad; Fazriyanti, Putri
Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Vol 6, No 1 (2014): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol6.iss1.art6

Abstract

Islam sebagai agama rahmatan lil alamin memiliki ajaran yang sangat luas termasuk di dalamnya ajaran mengenai usaha menjaga lingkungan hidup. Ulama atau tokoh agama sebagai pelaku dakwah dinilai harus pula menguasai area tersebut sebagai materi dakwahnya. Maka melalui penelitian diungkap sejauh mana persepsi dan peran ulama terkait dengan dakwah-dakwah di bidang lingkungan hidup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengandalkan hasil wawancara sebagai informasi utama. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pendidikan formal dan intensitas informasi yang diterima para ulama sangat mempengaruhi persepsi mereka. Peran para ulama juga sangat variatif dan tidak hanya bergerak dalam perpektif Islam tapi juga secara umum. Kata Kunci : persepsi, peran, ulama Islam, pengelolaan lingkungan hidup
STUDI EKSPERIMENTAL BETON ADUKAN KERING DENGAN MENGGUNAKAN METODE PIPA BERKATUP PADA AIR GAMBUT Sulung, Odie; ., Herwani; Supriyadi, Asep
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of increasingly advanced technology in all fields, including the field of construction. be it residential, office buildings, bridges, highways, dams, ports and so on. Effect of water level at the time of casting, often become problems and obstacles for planners in determining the characteristics of the concrete to be used in the construction. Investigators therefore conducted research to test specimens of concrete with compressive strength of concrete dried mortarusing peat water with the method of casting pipe with valves, where in the mold (cylinder) there are puddles of peat 50% of the mold, with a view to determine the compressive strength of concrete driedmortarand influence on the amount of peat puddles on the formwork (cylinder). In the manufacture of test specimens using ACI method of normal concrete with plan compressive strength of 25 MPa. Where cement, fine and coarse aggregates mixed with the water needs of normal concrete mix design. Casting method is done by pouring concrete into a mold to dry mixture contained 50% of the puddle prints.  15 cm, height 30 cm. Diamater Test objects are made cylindrical with  Testing / testing includes testing the compressive strength and modulus of elasticity test. As a comparison is made also samples of normal concrete and concrete dry peat water with direct pour pipe methods. From the research value of the concrete compressive strength of the dried mortar using peat water with a variable water level of 50% obtained average value of compressive strength characteristics - average 25 MPa for normal concrete, 11.06 MPa for dried concrete peat valves and 8.85 MPafor dry concrete without valve , Water uptake value per sample average is 16,5 %for dry concrete with pipes valves and 15,54 % for methods pipe without valve. Cement loses value the average per sample is 29% to methods of pipe valves and 31% for pipes without valves. Pattern collapse of the specimen on the waterlogged peat areas due to the binding material that is not perfect. Keywords: the amount of peat puddles, compressive strength, concrete mortar dry
PENGARUH VARIASI SIKAMENT LN TERHADAPMUTU BETON 25 MPADALAM PEMBUATAN BETON SCC (SELF COMPACTING CONCRETE) Al Husain, Muhammad Fajrul Islam; Mungok, Crisna Djaja; Supriyadi, Asep
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembuatan benda uji metode yang digunakan yaitu Metode SNI, dengan kuat tekan rencana 25 MPa. Semen yang digunakan adalah semen PCC. Benda uji yang dibuat berbentuk silinder dengan Æ 15 cm, dan tinggi 30 cm. Tidak dilakukan penelitian lebih mendalam terhadap reaksi kimia yang terjadi dan setting time concrete. Dari hasil penelitian nilai kuat tekan karakteristik beton normal menghasilkan kuat tekan karakteristik 33,98 MPa, beton normal + Sikament Ln 0,5 % menghasilkan kuat tekan karakteristik 36,80 MPa, beton normal + Sikament Ln 1 % menghasilkan kuat tekan karakteristik 31,32 MPa, beton normal + Sikament Ln 1,5 % menghasilkan kuat tekan karakteristik 28,31 MPa dan beton normal + Sikament Ln 2 % menghasilkan kuat tekan karakteristik 24,51 MPa. Kuat tarik belah rata-rata beton normal adalah 3,28 MPa,  Kuat tarik belah rata-rata beton normal + Sikament Ln 0,5 % adalah 4,38 MPa, Kuat tarik belah rata-rata beton normal + Sikament Ln 1 % adalah 4,05 MPa, Kuat tarik belah rata-rata beton normal + Sikament Ln 1,5 % adalah 4,04 MPa dan Kuat tarik belah rata-rata beton normal + Sikament Ln 2 % adalah 3,15 MPa. Modulus Elastisitas rata-rata beton normal adalah 21715,14 MPa, Modulus Elastisitas rata-rata beton normal + Sikament Ln 0,5 % adalah 22135,53 MPa, Modulus Elastisitas rata-rata beton normal + Sikament Ln 1 % adalah 24199,68 MPa, Modulus Elastisitas rata-rata beton normal + Sikament Ln 1,5 % adalah 22487,81 MPa dan Modulus Elastisitas rata-rata beton normal + Sikament Ln 2 % adalah 17123,55 MPa.   Kata kunci: self compacting concrete, sikament ln,
ANALISIS PERBANDINGAN DESAIN CAMPURAN BETON NORMAL MENGGUNAKAN SNI 03-2834-2000 DAN SNI 7656:2012 DENGAN KUAT TEKAN 30 MPA Kuntari, Helena Dewi; Lingga, Andry Alim; Supriyadi, Asep
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya perbedaan acuan dan cara pandang desain campuran beton antara Inggris (DOE) dan Amerika (ACI) yang menjadi pedoman untuk metode SNI 03-2834-2000 dan SNI 7656:2012. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan selisih perbandingan jumlah kebutuhan bahan, kuat tekan dan modulus elastisitas beton normal antara metode SNI 03-2834-2000 dan metode SNI 7656:2012 untuk mutu rencana 30 MPa dengan menggunakan dua variasi nilai slump. Benda uji dibuat sebanyak 72 cetakan silinder dengan Ø 15 cm dan tinggi 30 cm. Hasil dari analisis perbandingan desain tersebut menunjukan untuk variasi I (slump 30-60 mm dan 25-50 mm) kebutuhan semen, batu pecah dan air lebih banyak dengan metode SNI 7656:2012, namun kebutuhan pasir dengan untuk metode SNI 03-2834-2000 lebih banyak. Pada variasi II (slump 60-180 mm dan 75-100 mm) kebutuhan semen dan air dengan metode SNI 03-2834-2000 lebih banyak, namun jumlah kebutuhan pasir dan batu pecah lebih banyak dengan metode SNI 7656:2012. Analisis pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas menunjukan hasil yang signifikan pada masing-masing variasi nilai slump dimana kedua metode yaitu SNI 03-2834-2000 dan SNI 7656:2012 mencapai target kuat tekan rencana yaitu 30 MPa dengan nilai kuat tekan dan modulus elastisitas tertinggi menggunakan metode SNI 03-2834-2000 dengan value slump 30-60 mm.Kata kunci : beton nomal, SNI 03-2834-2000, SNI 7656:2012, kuat tekan, mix design