Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Cakrawala Pendidikan

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN KOMPUTER DENGAN METODE KOOPERATIF Supriyadi, Edy
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1995,TH.XIX
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.084 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.9162

Abstract

Untu1- menguasai pemrograman kompuler dengan baikdiperlukan kemampuan dasar-dasar pemrograman, alur logikaberpikir rasional dan sistematis, kemampuan memahami danmenentukan masalclh, serta kemampuan mengaplikasikankaidah-kaidah bahasa pe~rograman untuk merancang danmembuat program guna memecahkan suatu masalah. Penggunaanmetode klasikal, individual serta pengajaran berbantuankomputer yang selama ini digunakan dipandang kurangtepat karena tidak sesuai dengan karakteristik mated pemrogramankomputer. Oleh karena itu, periu dikembangkanmetode pembelajaran pemrograman komputer yang palingtepat agar ha~sil pembelajaran dapat dicapai secara optimal.Metode kooperatif merupakan metode yang palingsesuai dan efektif uotuk mengajarkan materi pemrogramankomputer karena pada proses pembelajaran metodc ini mahasiswamampu meningkatkan penemuan dan pengembanganstrategi kognitif pada kualitas yang tinggi, berpikir analisissintesis dan mengarah pada pemecahan masalah. Pdns1p-·prinsip metode kooperatif antara lain: menekankan adanyakerja sarna dan keberhasilan bersama, terdiri a tas kelompokkelompokkedl (3 s.d. 5 mahasiswa perkelompok), aktivitasbelajar Iebih berpusat pada mahasiswa, dosen berfungsisebagai fasilitator dan motiva~or, diskusi untuk mengemukakaninformasi baru, menjelaskan dan mcnyatukan pemikiranpemikiranrasional yang mengarah pada pemecahan masalah.Berbagai keuntungan penggunaan\ metode kooperatH diantaranya adalah: mampu meningkatkan aktivitas dankreativitas mahasiswa, lebih termotivasi secara intrinsik,mempunyai self-esteem lebih baik dan secara personal lebih. terampil serla mempunyai apresiasi yang Iet.ib tinggiterbadap materi yang dipelajari.
WAJIB BELAJAR SEMBILAN TAHUN BAGI MASYARAKAT TIDAK MAMPU Supriyadi, Edy; Zamtinah, Zamtinah
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1993,TH.XIII
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.737 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8927

Abstract

Pada tahuo 1994 nanti, pemerintah akan memberlakukanprogram wajib be~ajar 9 tahuo.. · yaitu pendidikan dasarminimal yang harus dialami oleh setiap warga negara. Programpemerataan kesempatan belajar ini dimaksudkan agarsetiap warga' negara Indonesia menjadi anggota masyarakatyang tahu akan kewajiban dan haknya, memiliki keterampilanuntuk mengatasi kesulitan dan meningka'tkan kualitas hidupoya.Program ini sangat esensial terutama bagi masyarakattidak mampu yang sebagian besar tinggal di pedesaan karenaanak-anak usia sekolah yang tidak memperoleh kesempatanmenikmati perididikan formal SD dan SLTP sebagian besarberasal dari masyarakat ini. Mengingat kondisi sosial e"konomimasyarakat pedesaan yang kurang begitu menguntungkan,yaitu seperti kemi$kinan, rendahnya kesadaran tentang pendidikan,kondisi l.ingkungan dan lain-Iainnya, maka pelaksanaanwajib belajar 9 tahv.n hen,daknya direncanakan dengan mempertimbangkankon~si-kondisi tersebut sehingga programwajib belajar dapat terlaks~~:a dengan baik dan memberimanfaat yang sebesar-besarnya bagi peninglli;,tan kesejahteraanmasyarakat pedesaan. Di samping itu. sistem pendidikan(wajar 9 tahun) yang hendak diterapkan hendaknya sejalandBn berorientasi pada ltebutuhan masyarakat karena pendidikanbagi ma:$yarakat desa harus menyajikan model yang hidup.berfaedah, diperlukan dan cocok dengan situasi kebud:-.)'aanpedesaan setempat. baik lokal maupun regional.
RELEVL4NSI PENGEMBANGAN CAI BIDANG PENDIDIKAN Soenarto, Sunaryo; Supriyadi, Edy
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 2 (2002): Cakrawala Pendidikan edisi Juni 2002, Th. XXI, No. 2
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1653.827 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8757

Abstract

The development of computer and multimedia technologyhas been so swift that it has led to changes in many facets ofman's life In the educational sector, the potential role of the multimediacomputer as a learning aid, source, and strategy has been ,.able to improve students' /earning motivation, interaction, andefficiency The strategy of using Computer -4ssistedInstruction (CAI) has empirically shown that CAI is able to promotelearning effectiveness.The development of the CAI program at the level of highereducational institution in the effort of sustaining the developmentof students' competence to make them competitive studentsindividually is at present the target of educational institutions'accountability in innovation and vision. The development of theCAI program is a synergic and integrated step of needs analysis,design, development, and implementation. This step should involvea group of experts, creative workers, and production staff.I11 order to implement such a project, the State University ofYogyakarta should be able to manage the visions and programsof its Learning Resource Development Unit, Computer Center, CurPnculum and Educational Techology Depmment. andElectronic EngineeIlng Department to empower Its human resourcesand equipment in ax Integrated and synergic way for thedevelopment and production of interactive multimedia hnstmction-based CAI.
A CHARACTER-BASED ASSESSMENT MODEL FOR VOCATIONAL HIGH SCHOOLS Supriyadi, Edy; Zamtinah, Zamtinah; Soenarto, Sunaryo; Hatmojo, Yuwono Indro
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 2, JUNE 2019
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.055 KB) | DOI: 10.21831/cp.v38i2.24099

Abstract

The competencies of vocational high school (VHS) graduates, especially in terms of character have not met its standards. This study aims to develop a character-based assessment model for VHS in the form of a guide and procedure. Borg & Gall?s (1989) model with the following stages was utilized: (1) needs analysis, (2) planning, (3) development, (4) phase I trial, (5) phase II trial, (6) evaluation of model effectiveness, and (7) final product development. This study involved some experts in the model validation. Trials were done to teachers and principals in eight VHSs in Yogyakarta Special Province, Indonesia in 2017 (first trial), and those from 42 VHSs throughout Java island, Indonesia in 2018 (second trial). Data were collected by questionnaires and interviews and analysed by quantitative and qualitative descriptive statistics. This study suggest that, overall, the model is appropriate and feasible to use, proven by (1) the assessment guide is categorized as ?very appropriate? (Mean 3.55; SD .52); (2) assessment procedure achieves an ?very appropriate? category (Mean = 3.60; SD = .51); and (3) effectiveness of the assessment model in trial 1 is in the ?very appropriate? category (Mean 3.43, and SD .51), and in trial 2 is in the ?appropriate? category (Mean 3.38, SD .53).
PUSAT LISTRIK TENAGA NUKLIR: ENERGI DAN PENGARUHNYA TERHADAP LINGKUNGAN Supriyadi, Edy
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1994,TH.XIV
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4757.798 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.9035

Abstract

Pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam telah menyebabkan meningkatnya suhu atmosfir bumi, terjadinya hujan asam dan pengaruhi pencemaran lingkungan lainnya. Di lain pihak, kebutuhan energi listrik di Indonesia terus meningkat seiring dengan laju pembangunan. Pusat listrik tenaga nuklir (PTLN) merupkan salah satu jenis pembangkit tenaga listrik alternatif yang prospektif karena mempunyai potensi sebagai pembangkit energi yang besar, hemat bahan bakar, dan juka dibuat dengan teknologi yang memadai akan memiliki tingkat keamanan yang tinggi bagi kehidupan manusia maupun bagi alam lingkungannya.