Articles

ANALISIS SPASIAL KETERJANGKAUAN RETAILER ROKOK TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA SISWA SMA DI KECAMATAN WANGI-WANGI DAN KECAMATAN WANGI-WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI Awaluddin, Muhammad Ihsan; Supriyati, Supriyati; Fuad, Anis
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 7 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.46187

Abstract

Latar belakang: Indonesia masih menjadi negara ketiga dengan jumlah perokok aktif terbanyak di dunia (61, 4 juta perokok), setelah China dan India. Tahun 2013 proporsi penduduk di Indonesia pada umur ?10 tahun menurut karakteristik. Proporsi terbanyak perokok aktif setiap hari pada umur 30-34 tahun sebesar 33,4 %, umur 35-39 tahun 32,2 %, sedangkan proporsi perokok setiap hari pada laki-laki lebih banyak dibandingkan perokok perempuan 47,5%. Berdasarkan data Susenas 2015, sebanyak 0,21 % usia 5-14 tahun telah menghisap rokok. Kemudian 19,65 % perokok berusia 15-24 tahun (Susenas, 2015). Data Prevalensi penduduk yang merokok di provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2013 sebesar 21,8% untuk perokok aktif, 4,2 %. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi hubungan spasial keterjangkauan retailer rokok terhadap perilaku merokok siswa SMA di Kec. Wangi-wangi dan Ke. Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Metode: Jenis penelitian ini adalah survey analitik, mengunakan rancangan crossectional. Dengan jumlah sampel 94 yang diambil secara acak menggunakan metode purposive sampling. Hasil: Uji statistik Chi-square menunjukkan keterjangkauan retailer (?Value= 0,048), dan perilaku merokok teman (?Value= 0,010) ada hubungan dengan perilaku merokok siswa SMA, Uji regresi spasial GeoDa menunjukkan bahwa keterjangkauan retailer (p=0,00922), perilaku merokok teman (p= 0.00204) dan perilaku merokok orang tua (p= 0.03181) terdapat hubungan spasial dengan perilaku merokok. Simpulan: Terdapat hubungan spasial antara keterjangkauan retailer, perilaku merokok teman dan perilaku merokok orang tua dengan kebiasaan merokok siswa SMA di Kecamatan Wangi-wangi dan Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi.
PERBANDINGAN NILAI DENSITAS CITRA MENGGUNAKAN GRID BERGERAK (MOVING GRID) POSISI HORISONTAL DAN VERTIKAL Supriyati, Supriyati; Setia Budi, Wahyu; Sutanto, Heri
YOUNGSTER PHYSICS JOURNAL Vol 2, No 3 (2013): Youngster Physics Journal Juli 2013
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In making radiographs  often differences exposure  factors used when using  moving  of horizontal and vertical. This study aims to determine the comparative value of the density of the resulting image when using a moving grid of horizontal and vertical position. So that research results can be applied in an effort to improve the quality of the radiograph. The study begins with the initial  test  without the grid to determine   density value, the second initial test using a moving grid both  horizontally  and vertically without  the  use  of material / objects.  Research   continued with three  aluminum thickness variation are  1 mm, 3 mm and 5 mm. Then using acrylic  material three thickness   variation are 1 cm,  2 cm and 3 cm. Results of image density measured using a densitometer.Results are then analyzed the data.  The  results  of research  show   value  of   the   image   using  horizontal    grid  density has    smaller  values  than    the  vertical    but   still within the   range  of  values density using   vertical   grid.  Thus   it can    be  said    that    the   image  density  values using  moving    grid   horizontal   position   is  not different with    density  of  the image using a vertical grid at the same exposure factors.Keywords: radiograph,  moving grid,  density,  comparison value
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT REPORT LAG PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI INDONESIA DAN MALAYSIA Indriyani, Rosmawati Endang; Supriyati, Supriyati
The Indonesian Accounting Review Vol 2, No 02 (2012): TIAR - July 2012
Publisher : The Indonesian Accounting Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/95

Abstract

The purpose of the research is determining the factors that influence audit report lag inmanufacturing companies in Indonesia and Malaysia from 2009 to 2010. Factors are firmsize, profitability, corporate income and debt to equity ratio. The data used were obtainedfrom Indonesia and Malaysia Stock Exchange. This study used purposive sampling methods.Analysis methods used descriptive analysis, the assumptions of classical test (such as normality,multicolinearity, autocorrelation and heterocedasticity) and multiple linear regressions.The results of multiple linear regression show that audit report lag in Indonesia andMalaysia simultaneously influenced by firm size, profitability, corporate income and debt toequity ratio, audit report lag in Indonesia partially influenced by firm size and debt to equityratio, and in Malaysia audit report lag partially influenced by firm size.
THE EFFECT OF AUDIT QUALITY ATTRIBUTES ON CLIENT SATISFACTION Novten van Harling, Marthlin; Supriyati, Supriyati; Djuwari, Djuwari
The Indonesian Accounting Review Vol 3, No 01 (2013): TIAR - January 2013
Publisher : The Indonesian Accounting Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/213

Abstract

This study aims to determine whether the quality attributes affect the quality of the audit clientsatisfaction. The primary data were taken through questionnaires using non probabilitysampling with convenience sample technique. The sample being processed consists of 37 respondentsthat financial managers of companies already involved in services, trades and industries.The statistical analysis is OLS (Ordinary Least Square) using SPSS version 17.0.The results of this study concluded that audit quality attributes are formed by the attributes ofexperience in audit, understanding industry customer to respond to the needs of the clientcomplying with common rules, the attitude of care, strong commitment to quality, audit firm,leadership participation doing work field properly, the participation of the audit committee,high ethical and not easily to believe simultaneously and partially are not influential significantlytoward the customer satisfaction. In this case, such finding is in terms of significancelevel each of audit quality has significance level above 0.05 or 5 percent.
Upaya Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Melalui Layanan Bimbingan Klasikal Supriyati, Supriyati
KES Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan program pendidikan tidak lepas dari Proses Belajar Mengajar (PBM). Keberhasilan proses belajar mengajar (PBM) sendiri dipengaruhi oleh bebagai aspek, seperti metode mengajar, sarana dan prasarana, materi pembelajaran, maupun kurikulum. Bila pendidikan di sekolah ditinjau dari segi murid mengalami suatu perkembangan di dalamnya dirinya selama dia bersekolah, perkembangan ini mengandung pola beberapa komponen atau aspek, antara lain perkembangan intelektual, perkembangan emosi, perkembangan motivasi, dan perkembangan sosial. Secara tradisional perkembangan intelektual mendapat perhatian utama di sekolah, hal ini berlaku pula dewasa ini tetapi perkembangan murid dalam aspek – aspek yang lain semakin perlu juga diperhatikan disekolah, mengingat tujuan pendidikan nasional jauh lebih dari pada pemahaman dan pengetahuan ( prestasi intelektual). Hasil perkembangan yang bulat menyangkut perkembangan dari semua komponen atau aspek yang harus dikaitkan antara satu dengan yang lain. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas Bimbingan dan Konseling (PTK BK).Metode penelitian komparatif menggunakan analisis diskriptif.Ada bermacam jenis layanan dalam BK, salah satunya adalah layanan bimbingan belajar. Cara ini diyakini dapat mengatasi masalah siswa karena keterdekatan dan kebersamaan diantara murid dapat dibangun kemandirian belajar siswa untuk pencapaian prestasi belajar. Padapenelitian tindakan kelas ini, sumberdata diperoleh dari : (1) Data (Proses) diperoleh dari peneliti dalam memberikan layanan bimbingan kelompok, dan siswa sewaktu mengikuti layanan dan situasi pada saat layanan. (2) Data (Hasil) diperoleh dari pengamatan terhadap siswa berupa hasil remedial teaching siswa dalam ulangan harian. Data ini merupakan hasil pengamatan dengan kolaborator yang dituangkan dalam tahap refleksi pada tiap – tiap siklus. Dari pengumpulan data melalui angketdari 20 siswa. Dari aspek yang diterapkan 15 siswa tidak sesuai dari aspek yang diterapkan karena masih menggantungkan kepada teman dan kurangnya kemandirian bejara siswa dan 5 siswa terlihat kurang sesuai karena masih ikut – ikutan temannya atau belum mempunyai sikap kemandirian. siklus I ini Setelah dilaksanakan layanan bimbingan klasikal dan siswa mengisi angket kemandirian belajar, hasilnya dibandingkan dengan kondisi awal dengan jumlah siswa yang pencapaian kemandirian belajar siswa kurang yang semula 20 siswa, menjadi 7 siswa yang masih kurang dalam kemandirian belajar, sehingga pada siklus I layanan bimbingan klasikal yang belum mencapai kemandirian belajar dengan jumlah  sebesar 35 %. Dengan kata lain layanan bimbingan klasikal dalam meningkatkan kemandirian belajar mengalami peningkatan 65 %. siklus II ini layanan bimbingan klasikal yang belum mencapai kemandirian belajar berjumlah 35 %. Dengan kata lain layanan bimbingan klasikal mencapai keberhasilan 100 %. Saran yang peneliti berikan kepada rekan-rekan guru BK untuk lebih meningkatkan kualitas layanan Bimbingan dan Konseling perlu mengeksplorasi model-model layanan bimbingan, khususnya bimbingan kelompok, sehingga memiliki kesiapan dan jika ada kesulitan dan/atau kelemahan dalam pelaksanaannya dapat diatasi dengan baik lewat budaya meneliti. Kata Kunci : Kemandirian, belajar siswa, bimbingan klaksial
Pengaruh kompetensi user, keandalan software dan keandalan database terhadap kualitas informasi akuntansi supriyati, supriyati
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol 13 No 01 (2015): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/miu.v13i01.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh kompetensi user, keandalan software, dan keandalan database terhadap kualitas informasi akuntansi baik secara simultan maupun secara parsial pada perusahaan BUMN yang menerapkan sistem informasi akuntansi berpusat di kota Bandung.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dan untuk menguji hipotesis digunakan analisis MRA (Moderating Regression Analysis). Survey dilakukan pada 9 perusahaan BUMN yang berpusat di Bandung.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kompetensi user, keandalan software dan keandalan database secara simultan berpengaruh positif terhadap kualitas informasi akuntansi. Begitu juga kompetensi user, keandalan software dan keandalan database secara parsial berpengaruh positif terhadap kualitas informasi akuntansi.
HUBUNGAN MINAT BACA DAN BERPIKIR KRITIS DENGAN KEMAMPUAN MENULIS ILMIAH: PENELITIAN KORELASIONAL DI SMPN 255 JAKARTA TIMUR Supriyati, Supriyati
UHAMKA Graduate School Thesis Abstract Collection Vol 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed at determining the correlation between Reading Interest and Critical Thinking also to identify weather there is an interaction of both toward the ability of scientific writing. While critical thinking in this case is a process of thinking systematically in deciding the truth and exactness as well as confection based on logic, facts and language. The research was conducted at the State Junior High School 255, Duren Sawit, East Jakarta in 2013. The population is the students of grade IX of the State Junior High School 255, Duren Sawit, East Jakarta, with samples taken as many as 71 students randomly. The method used is descriptive with correlation technique. The concept of research used descriptively and inferentially with analyze of double regression an simple correlation, double correlation and partial correlation at the significance level ? = 0,05. The result shows there is a positive correlation between reading interest with scientific writing. There is a positive correlation between critical thinking with ability of scientific writing. There is a positive correlation altogether among reading interest and critical thinking with ability on scientific writing. Based on the findings in this research, it is stated that the writing ability can be increased by the students through the efforts of increasing reading interest and critical thinking.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN-WRITE UNTUK MENDAPATKAN GAMBARAN KUANTITAS MISKONSEPSI SISWA SMA MATERI SUHU DAN KALOR Supriyati, Supriyati
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Fisika JPF FKIP UM Metro
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Application of learning models POEW done to minimize the quantity of misconceptions experienced by students. The research was conducted by applying the POEW model of the experimental class and POE model of the control class. A method use quasi-experimental by design “Randomized Control Group Pretest-Posttest Design” implemented in X class one of high school at the city Cimahi in 2012/2013. Research results show that the description of misconception experienced by students in the experimental class lower than the control class. Responses of students to learn with the application of this POEW generally positive.
RANCANG BANGUN PENGONTROL LAMPU LISTRIK MENGGUNAKAN ANDROID DILENGKAPI DENGAN SAKLAR MANUAL Suryono, Suryono; Supriyati, Supriyati
Orbith Vol 13, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya mengontrol (menyalakan dan mematikan) lampu listrik di rumah, kantor hotel dan tempat lainnya selalu menggunakan saklar (switch). Dengan adanya saklar yang dipasang pada dinding, maka jika ingin mengontrol lampu, seseorang harus berjalan menuju saklar untuk merubah kedudukan tuas saklar supaya lampu menyala atau mati. Aktivitas untuk mengontrol lampu listrik dengan merubah kedudukan tuas saklar adalah pengontrolan secara manual. Dengan adanya smartphone yang dilengkapi dengan sistem android, maka pada smartphone android dapat bebas ditambah dengan aplikasi atau fungsi-fungsi lainnya. Dalam penelitian ini smartphone android akan ditambah aplikasinya yang berfungsi sebagai remot tanpa kabel (wire less remote) melalui fungsi bluetooth untuk mengontrol lampu listrik. Karena smartphone android adalah salah satu alat yang berfungsi untuk komunikasi mobile, maka smartphone tersebut jika dibawa keluar rumah, pengontrolan lampu tidak bisa dilakukan. Untuk mengatasi masalah tersebut supaya pengontrolan lampu tetap berfungsi normal maka perlu ditambah saklar manual. Dengan adanya dua perangkat, smartphone dan saklar manual, untuk mengontrol lampu, maka dibutuhkan pengondisi sinyal yang berupa mikrokontroller Arduino. Arduino digunakan untuk mengolah sinyal bluetooth atau saklar menjadi logika 1 atau 0 yang menggerakan driver lampu berupa Solid State Relay (SSR) yang akan menyalakan atau mematikan lampu pada jarak kurang lebih tujuh meter.Kata kunci : Android, Bluetooth, Arduino
PEMBELAJARAN SAINS UNTUK ANAK SD/MI DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK Supriyati, Supriyati
Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 1 No 2 (2015): Elementary
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.825 KB)

Abstract

Learning is a process of the interaction of learners with educators and learning resources pada suatulingkungan belajar. At elementary school age children experience rapid growth both in the physicaland inteligensi. Science is knowledge that is verifiable by using scientific methods. The process skills andscientific attitude can be trained to learners to learn science. The nature of science is a product, processand scientific attitude. The process of learning with a scientific approach which touches three domainsare cognitive, affective and psychomotor. Results of study with scientific approach makes studentsproductive, creative, and innovative. Enhancement affective through the strengthening of attitudes,skills and integrated knowledge. Five basic learning experiences in the scientific approach is to observe,ask, gather information, associates, and communicate.