Articles

Found 40 Documents
Search

ANALISIS KEBERLANJUTAN RAPFISH DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA, IKAN KAKAP MERAH ASEP SURYANA (LUTJANUS SP.) DI PERAIRAN TANJUNG PANDAN Suryana, Asep; Wiryawan, Budy; Monintja, Daniel R.; Wiyono, Eko Sri
Buletin PSP Vol. 20 No. 1 (2012): Buletin PSP (Edisi Khusus)
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.548 KB)

Abstract

Pemanfaatan sumber daya ikan secara berkelanjutan pada dasarnya  adalah tujuan dari pengelolaan yang menjamin tingkat pemanfaatan sumber daya yang tidak merusak atau melampaui daya pulihnya, sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup generasi masa kinimaupun generasi yang akan datang.  Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya pemanfaatan sumber daya ikan kakap merah (Lutjanus sp.) di Perairan Tanjungpandan dan sekitarnya, dari dimensi ekologi, sosial dan etik sudah berada pada kondisi kurang berkelanjutan, sementaradari segi ekonomi dan teknologi berada pada kondisi cukup berkelanjutan.  Dalam rangka untuk meningkatkan status keberlanjutan, pengambil kebijakan sebaiknya mempertimbangkan atribut-atribut utama yang memiliki daya ungkit tinggi, yang  meliputi hasil samping, daerahkonservasi,  tingkat konflik, partisipasi masyarakat, ukuran kapal,  keamanan,  limbah buangan dan mitigasi habitat. Kata kunci: kakap merah, perairan Tanjungpandan, rapfish
Peningkatan Peran dan Performan Inovator untuk Pengembangan Sumber Daya Manusia Pedesaan Suryana, Asep
Mediator Vol 2, No 1 (2001)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The methodology used in this study was survey. Interview and observation were executed on 100 respondents (innovaators) in Kabupaten Bandung, selected randomly. The unit sampling was 50 respondents on rural area, and 50 respondents on urban area. The result of the study showed that: in the general, there was not significantly different between rural and urban areas in factors of human resources deveopment for innovators’ role and performance; all of respondents needed training and education program in leadership, effective communication, enterpreneurships, management of organization, skill of agriculture, skills of breeding, technology, rural economics, and human resources development; the man or institution hoped by respondents to involve in the program were agriculture instructure, nonformal organizations (non government organization), and university; on cognitive domain: respodents in rural area preferred science and skills of agriculture, breeds, and simple technology, whereas respondents in urban area preferred managerial and startegic aspects, like science of enterpreneurship, human resources development, leadership, and rural economics.
Efektivitas Komunikasi Pemasaran pada Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Bandung Suryana, Asep
Mediator Vol 2, No 2 (2001)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of the study were: (1) To know the dynamics of Small and middle Scale Industry (SMSI) in Kabupaten Bandun; (2) Individual effectivity on SMSI in KabupatenBandung; (3) Marketing communication management effectivity on SMSI in Kabupaten Bandung; (4) The correlation between organization dynamics level and individual effectivity on SMSI organization in Kabupaten Bandung; (5) The correlation between organization dynamics level and effectivity of marketing communication management on SMSI in Kabupaten Bandung; and (6) The correlation between individual effectivity level and effectivity of marketing communication management on SMSI in Kabupaten Bandung. The methodology used in this study was Survey Methods, to conducted the manager and workers of Small Scale Industry in Kabupaten Bandung as population target. The sample size was 60 respondents selected randomly based on sampling Random sample, technique. The results of the study showed that: (1) The dynamics of SMSI organization concerning on anatomy, structure, and process organization was effective; (2) the individual on SMSI organization concerning on motivation, attitude, aptitude, temperament, and role perception was effective; (3) The effectivity of marketing communication management on SMSI in Kabupaten Bandung concerning on planning, actuating, controlling, and marketing communication mix was effective; (4) The correlation between the dynamics organization level and individual effectivity on organization SMSI was significan; (5) The correlation between the dynamics organization level and effectivity of marketing communication management on SMSI in Kabupaten Bandung, was significan; and (6) The correlaton between individual effectivity on organization and effectivity of marketing communication managementon SMSI in Kabupaten Bandung was significant.
EVALUASI SISTEM PENCAHAYAAN LAMPU JALAN DI KECAMATAN SUNGAI BAHAR Effendi, Asnal; Suryana, Asep
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.299 KB)

Abstract

Penerangan Jalan Umum (PJU) adalah fasilitas vital yang dibutuhkan masyarakat modern. Penerangan jalan umum diperlukan guna meningkatkan keamanan lalulintas, keamanan lingkungan, orientasi daerah dan aksesoris kota dimalam hari. Penerangan jalan umum juga diperlukan untuk menunjang aktifitas perekonomian dan mobilitas masyarakat dimalam hari. Jalan di daerah sungai bahar termasuk jalan lingkungan, yang sangat kurang memadai dalam penataan lampu jalannya. Ada lampu jalan yang intensitas cahayanya sangat kecil, yang mengakibatkan sering terjadinya kecelakaan di jalan tersebut. Pemasangan lampu jalan pun tidak sesuai dengan standar SNI, dimana jarak antar tiang lampu terlalu jauh yang seharusnya menurut standar SNI 40 meter dipasang 100 meter, pemasangan tiang yang seharusnya menurut standar 0,7 meter dari tepi perkerasan jalan dipasang 4 sampai 5 meter dari tepi perkerasan jalan karena pemasangan lampu jalan tersebut menempel pada tiang listrik stang ornamentnya. Oleh karena itu untuk mendukung kenyamanan dan keamanan lingkungan bagi para pengguna jalan, maka diperlukan evaluasi pencahayaan lampu jalan di kecamatan sungai bahar tersebut.
MENGEMBANGKAN INSTRUMEN PENGUKURAN KEKERASAN KOMUNIKASI PADA KELOMPOK WHATSAPP DI LINGKUNGAN KERJA DOSEN Mirawati, Ira; Suryana, Asep; Agustin, Herlina; Hidayat, Mien
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 48a/E/KPT/2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v7i2.23357

Abstract

Berkembang pesatnya media sosial telah memberikan ruang bagi para penggunanya untuk melakukan sekaligus mendapatkan kekerasan komunikasi. Kekerasan komunikasi melalui media sosial dapat terjadi pada berbagai kalangan, termasuk di lingkungan kerja dosen. Perilaku ini terjadi baik disengaja ataupun tidak, serta hadir dalam beragam bentuk bukan semata-mata pesan yang berisi caci maki, kebencian, atau perendahan. Pengalaman kekerasan komunikasi di tempat kerja, baik sebagai pengirim maupun penerima, dapat memiliki konsekuensi bagi emosi dan perilaku kerja seseorang. Berkaitan dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah instrumen pengukuran kekerasan komunikasi yang dialami dosen termasuk emosi yang dirasakan dan perilaku kerja yang dapat dipengaruhinya. Pengembangan instrumen dilakukan dengan mengelaborasi komponen-komponen kekerasan komunikasi, emosi, dan perilaku kerja dengan Affective Events Theory. Pengujian instrumen dilakukan terhadap sampel penelitian yang diambil dengan menggunakan teknik stratified random sampling terhadap dosen perguruan tinggi di kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 dimensi yang terdiri dari 22 pertanyaan pada variabel kekerasan komunikasi, 2 dimensi yang terdiri dari 14 pertanyaan pada variabel emosi, dan 8 dimensi yang terdiri dari 25 pertanyaan pada variabel perilaku kerja dosen yang valid untuk diukur. Simpulannya adalah bahwa instrument yang dikembangkan pada penelitian ini dapat digunakan dalam penelitian yang mengukur pengaruh kekerasan komunikasi di lingkungan kerja dosen. Penelitian dengan instrumen ini disarankan menggunakan structural equation modelling dengan confirmatory factor analysis.
ANALISIS BIO-EKONOMI PENGELOLAAN SUMBER DAYA KAKAP MERAH (LUTJANUS SP) SECARA BERKELANJUTAN DI TANJUNGPANDAN, BELITUNG Suryana, Asep; Wiryawan, Budy; Monintja, Daniel R; Wiyono, Eko Sri
Buletin PSP Vol. 19 No. 3 (2011): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.853 KB)

Abstract

Nilai ekonomi yang baik dan peluang pasar yang masih sangat terbuka mendorong upaya pemanfaatan sumber daya kakap merah dari tahun ke tahun semakin meningkat bahkan cenderung berlebihan. Hal tersebut tidak hanya menimbulkan pemborosan secara ekonomi tetapi juga dapat menimbulkan semakin menurunnya kemampuan daya pulih dari sumber daya kakap merah dan mengancam kelestariannya. Tujuan utama penelitian adalah melihat agar pemanfaatan sumber daya ikan kakap merah (Lutjanus sp.) dapat memberikan hasil yang maksimum dari segi ekonomi dan lestari dari segi ekologi (Maximum Economic Sustainable Yield/ MESY). Penelitian ini menggunakan pendekatan model analisis surplus produksi dan bio-ekonomi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa sejak tahun 2006, pemanfaatan sumber daya kakap merah (Lutjanus sp.) di Perairan Tanjungpandan dan sekitarnya, sudah mengalami kelebihan upaya (over exploited) dan disarankan agar dikurangi hingga 3.424 hari operasi setara pancing, supaya pemanfaatan sumber daya kakap merah (Lutjanus sp.) dapat memberikan hasil ekonomi yang maksimum dan lestari.
PENINGKATAN PERAN DAN PERFORMAN INOVATOR UNTUK PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PEDESAAN Suryana, Asep
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 2, No 1 (2001): ?Publish or Perish!?
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v2i1.712

Abstract

The methodology used in this study was survey. Interview and observation were executed on 100 respondents (innovaators) in Kabupaten Bandung, selected randomly. The unit sampling was 50 respondents on rural area, and 50 respondents on urban area. The result of the study showed that: in the general, there was not significantly different between rural and urban areas in factors of human resources deveopment for innovators? role and performance; all of respondents needed training and education program in leadership, effective communication, enterpreneurships, management of organization, skill of agriculture, skills of breeding, technology, rural economics, and human resources development; the man or institution hoped by respondents to involve in the program were agriculture instructure, nonformal organizations (non government organization), and university; on cognitive domain: respodents in rural area preferred science and skills of agriculture, breeds, and simple technology, whereas respondents in urban area preferred managerial and startegic aspects, like science of enterpreneurship, human resources development, leadership, and rural economics.
PENINGKATAN KUALITAS KERJA MELALUI POLA PEMBINAAN (CAPACITY BUILDING) DOSEN MUDA PADA PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN SPs UPI Satori, Djaman; Suryana, Asep
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 13, No 1 (2013): MODEL PEMBELAJARAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ukuran kinerja dosen yang baik ditentukan oleh pencapaian setiap komponen dalam indikator akademik, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya sering ditemukan hal-hal yang memposisikan bahwa distribusi ketiga indikator tersebut tidak memenuhi standar yang ditetukan, apalagi ketika didasarkan kepada ukuran/alat dalam bentuk Beban Kinerja Dosen. Beberapa hal yang ingin diangkat dalam penelitian ini meliputi kemampuan dosen muda dalam pembelajaran, kehadiran dosen muda dalam proses pembelajaran, dan kesiapan dosen muda dalam meneruskan estapet pembinaan mata kuliah. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini meliputi hal-hal sebagai berikut:1) Bagaimana kemampuan dosen muda dalam proses pembelajaran di dalam kelas? 2) Bagaimana komitmen dan tanggungjawab dosen muda terhadap tugas pokok dan fungsi sebagai tenaga dosen? 3) Bagaimana pola-pola kadersisasi dilakukan dalam pengembangan keilmuan dan pengembangan profesi? Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif kualitatif dengan menggungkan instrumen terbuka, wawancara, dan studi dokumentatif terhadap hasil-hasil kerja dosen. Hasil yang diperoleh meliputi; Pemahaman dan kemampuan dosen muda dalam menerjemahkan tugas dan tanggungjawabnya menjadi ukuran dosen muda untuk memperoleh kesempatan madiri dalam pembelajaran atau masih harus memperoleh bimbingan dari dosen senior/pembina. Dalam bidang akademik dibuktikan dengan proses pembelajaran dan bimbingan yang dilakukan di kelas, penelitian dibuktikan dengan karya ilmiah yang dihasilan, dan pengabdian masyarakat dibuktikan dengan bentuk-bentuk pengembangan yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, baik masyarakat umum maupun secara khusus masyarakat pendidikan.
Methane Adsorption Characteristics of coals from Sambaliung area,Berau, East Kalimantan and Sawahlunto area, West Sumatra, Indonesia Anggayana, Komang; Kamarullah, Denny Reza; Suryana, Asep; Widayat, Agus Haris
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol 18, No 4 (2017): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.918 KB)

Abstract

Investigation of methane adsorption capacity has been performed in Sambaliung Area, Berau, East Kalimantan (Latih Formation) and Sawahlunto Area, West Sumatra (Sawahlunto Formation). The study involves some analyses: methane sorption, petrography, and proximate. Adsorption isotherm analysis reveals storage capacity of Sambaliung and Sawahlunto coals about 113 to 269 scf/ton (daf) and from 486 to 561 scf/ton (daf), respectively. The adsorption capacity of the coals is thought to be related with formation pressure represented by depth as well as coal rank. The Sambaliung coal rank is low as indicated by the lower vitrinite reflectance (Rr about 0.38%) and higher total moisture (TM about 31%, ar). The Sawahlunto coal rank is higher as indicated by higher Rr (about 0.72%) and lower TM (about 6%, ar).
BEHAVIOUR ORIENTED OF LEADERSHIP AND THE UTILIZATION OF FACILITIES TOWARD STUDENTS SATISFACTION Permono, Fannia Juwita; Suryana, Asep
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 22, No 1 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.1 April 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan kejuruan merupakan salah satu lembaga untuk menyiapkan tenaga kerja di industri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisisorientasi perilaku kepemimpinan dan pemanfaatan sarana dan prasarana terhadap kepuasan siswa di SMK Kabupaten Indramayu. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dan analitik. Data dikumpulkan dengan menyebarkan angket. Data dianalisis denganstatistik deskriptif. Penelitian ini menemukan bahwa gambaran umum mengenai orientasi perilaku kepemimpinan kepala sekolah berada pada kategori tinggi, pemanfaatan sarana dan prasarana berada pada kategori sangat tinggi, dan kepuasan siswa berada pada kategori puas. Orientasi perilaku kepemimpinan memberikan pengaruh yang signifikan dengan kategori sedang. Pemanfaatan sarana dan prasarana memberikan pengaruh signifikan dengan kategori sedang terhadap kepuasan siswa. Orientasi perilaku kepemimpinan dan pemanfaatan sarana dan prasarana memberikan pengaruh signifikan dengan kategori kuat terhadap kepuasan siswa. Abstract Vocational education is one of the institution to prepare the labors in industries. The aims of study are to describe and analyze behaviour oriented of leadership and the utilization of facilities toward students satisfaction. This study was done by descriptive analytic method. Data were collected by distributing questionnaire. Data were analyzed by using descriptive statistics. The study foundthat general description of the orientation of leadership behavoiur that is implemented by principal is in high category, the utilization of facilities is in very high category, and students satisfaction is in satisfied category. The orientation of leadership behaviour gives a significant influence with enough category to students satisfaction. The utilization of facilities gives a significant influence with enough category to students satisfaction. The Orientation of leadership behaviour and the utilization of facilities give a significant influence with strong category to students satisfaction.