Articles

Found 15 Documents
Search

PENGEMBANGAN PROTOTIPE PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA SMK MODEL INKUIRI TERBIMBING MATERI CERMIN UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Suryani, Dewi; Nur, Mohamad; Wasis, Wasis
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v6n1.p1175-1183

Abstract

This research development aims to determine the quality (validity, practicality, and effectiveness) of Physics Learning Material Using Guided Inquiry Model to Practice Student?s Critical Thinking Skills in subject of Mirror for class XI State Vocational High School 2 Kota Pasuruan. This research was conducted   in two phases, namely the development of physics learning materials using the Dick and Carey design, continued with implementation of the learning in the classroom using One Group Pretest-Posttest Design. The result showed that the developing package has a valid, pratical, and effective. Validity  showed by the validator assessment of the Teacher?s Book Prototype; Student?s Book Prototype; Student?s Worksheets; Learning outcomes assessment instruments of Affective, Cognitive Product, Process, Critical Thinking Skills and Psycomotor. Practicality seen from the percentage of 100% level of practicality; scores practicality in class XI of Machine Technique is 3.78; activities that support the guided inquiry model are more dominant in learning and the irrelevant activity has decreased in every meeting; students responded positively to the student?s book prototype and process of learning using guided inquiry model that has been developed. Effectiveness seen from individual mastery of cognitive product outcomes of students of class XI Machine Technique is 100%; individual mastery of affective and psycomotor learning outcomes are 100%; all students?s critical thinking skills is increase, 10% of students change the skill from skillfull to very skillfull; 40% of students change the skill from no skillfull to skillfull and 50% change from less skillfull to skillfull. Obstacles encountered in this study are less efficient in guiding students carry out experiments and practice critical thinking skills. The research showed that the physics learning package using guided inquiry model has valid, practical, and effective to practice critical thinking skills.Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui kualitas (validitas, kepraktisan, dan keefektifan) perangkat pembelajaran fisika menggunakan model inkuiri terbimbing untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis pada materi Cermin untuk siswa kelas XI SMK Negeri 2 Kota Pasuruan. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pengembangan perangkat mengikuti rancangan Dick dan Carey, dilanjutkan implementasi perangkat pembelajaran di kelas menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan telah valid, praktis, dan efektif. Valid terlihat dari penilaian validator terhadap Model Pembelajaran; Buku Guru; Buku Siswa; LKS; Instrumen Penilaian Hasil Belajar Afektif, Kognitif Produk, Proses, Keterampilan Berpikir Kritis dan Psikomotor. Praktis terlihat dari persentase keterlaksanaan tahapan pembelajaran sebesar 100%, dengan skor keterlaksanaan pembelajaran di kelas XI Teknik Permesinan sebesar 3,78; aktivitas yang mendukung model inkuiri terbimbing lebih dominan dalam pembelajaran dan aktivitas tidak relevan mengalami penurunan setiap pertemuan; siswa memberikan respon positif terhadap prototipe buku siswa  dan proses pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing yang telah dikembangkan. Efektif terlihat dari ketuntasan individual hasil belajar kognitif produk siswa kelas XI Teknik Pemesinan sebesar 100%; ketuntasan hasil belajar afektif dan psikomotor siswa sebesar 100%; semua siswa mengalami peningkatan keterampilan berpikir kritis, dari seluruh siswa 3% mengalami perubahan dari terampil menjadi sangat terampil; 50% dari tidak terampil menjadi terampil; 47% dari kurang terampil menjadi terampil. Kendala yang dihadapi dalam penelitian ini adalah kurang efisien waktu dalam membimbing siswa melaksanakan eksperimen dan melatihkan keterampilan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran fisika menggunakan model inkuiri terbimbing telah valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis.
MULTI-MODAL ASIAN CONVERSATION MOBILE VIDEO DATASET FOR RECOGNITION TASK Suryani, Dewi; Ekaputra, Valentino; Chowanda, Andry
International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Vol 8, No 5: October 2018
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.362 KB) | DOI: 10.11591/ijece.v8i5.pp4042-4046

Abstract

Images, audio, and videos have been used by researchers for a long time to develop several tasks regarding human facial recognition and emotion detection. Most of the available datasets usually focus on either static expression, a short video of changing emotion from neutral to peak emotion, or difference in sounds to detect the current emotion of a person. Moreover, the common datasets were collected and processed in the United States (US) or Europe, and only several datasets were originated from Asia. In this paper, we present our effort to create a unique dataset that can fill in the gap by currently available datasets. At the time of writing, our datasets contain 10 full HD (1920 1080) video clips with annotated JSON file, which is in total 100 minutes of duration and the total size of 13 GB. We believe this dataset will be useful as a training and benchmark data for a variety of research topics regarding human facial and emotion recognition.
PERANCANGAN BALANCED SCORECARD UNTUK PENGEMBANGAN STRATEGI DI SEAMEO BIOTROP Suryani, Dewi; Syarief, Rizal; Suroso, Arif Imam
Jurnal Manajemen & Agribisnis Vol. 11 No. 1 (2014): Vol. 11 No. 1, Maret 2014
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.369 KB) | DOI: 10.17358/jma.11.1.33-40

Abstract

ABSTRACTThe objectives of the research were 1) Outlining the vision, mission, and strategy of SEAMEO into strategic objectives in four perspectives of the Balanced Scorecard, 2) Determining KPIs, targets, strategic initiatives, and strategy map which can be implemented by Seameo Biotrop , 3) Designing a causal relationship of the strategic objectives through strategic map, and 4) Formulating managerial implications for Seameo Biotrop. The result showed that in the financial perspective four key indicators were identified, in the customer perspective five key indicators were identified, and both in the internal business process and the learning and growth perspective three key indicators were identified. In the financial perspective, amount of funding received from the Government shows the highest contribution to the institution's performance, meanwhile in the customer perspective, number of regular/new research/program conducted in collaboration with academia, research and development organizations, and other related industries shows the highest contribution to institution's performance. In the internal business process perspective, number of MOU signed and implemented shows the highest contribution to the institution?s performance, and in the growth and learning perspective, ratio of labor productivity shows the highest contribution to the institution's performance. Keywords: seameo biotrop, balanced scorecard, KPIABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah 1) menguraikan visi, misi, dan strategi Seameo menjadi tujuan strategis dalam empat perspektif Balanced Scorecard, 2) menentukan KPI, target, inisiatif strategis, dan peta strategi yang dapat diterapkan oleh Seameo Biotrop, 3) merancang hubungan sebab akibat dari tujuan strategis melalui peta strategis, dan 4) merumuskan implikasi manajerial untuk Seameo Biotrop. Metode analisis data yang digunakan adalah Balanced Scorecard dan Key Performance Indicator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif keuangan terdapat empat indikator utama yang diidentifikasi, dalam perspektif pelanggan lima indikator utama diidentifikasi, dan baik dalam perspektif proses bisnis internal serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan masing-masing terdapat tiga indikator utama yang diidentifikasi. Dalam perspektif keuangan, jumlah dana yang diterima dari Pemerintah menunjukkan kontribusi tertinggi terhadap kinerja lembaga, sedangkan pada perspektif pelanggan,  jumlah penelitian/program reguler/baru yang dilakukan bekerja sama dengan organisasi akademisi, penelitian dan pengembangan, dan industri terkait lainnya menunjukkan kontribusi tertinggi terhadap kinerja lembaga. Pada perspektif proses bisnis internal, MOU yang ditandatangani dan diimplementasikan menunjukkan kontribusi tertinggi terhadap kinerja lembaga tersebut, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran, rasio produktivitas tenaga kerja menunjukkan kontribusi tertinggi terhadap kinerja lembaga.Kata kunci: seameo biotrop , balanced scorecard, KPI
Pengaruh Manajemen Laba Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kualitas Audit Sebagai Variabel Pemoderasi Abdallah, Zachari; Suryani, Dewi
Jurnal Ilmiah Professional Indonesia Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Profesional Indonesia
Publisher : Sumatera Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study is to analyze the influence of earnings management to firm value with audit quality as moderating variable on listed Food and Beverages companies in Indonesian stock exchange. The variable examined in this study is earnings management measured with discretionary accrual by modified Jones model, firm value, and audit quality. The samples used in this study were listed Food and Beverages companies in Indonesian stock exchange during the year 2011-2015 with purposive sampling method based some multiple criteria and obtained samples of 4 companies. Regression analysis method used multiple regression/moderated regression analysis. The result showed that the earnings management have positive and significantly influence to firm value. Audit quality as moderating variable from influence earnings management to firm value were  unprovable. Keywords : earnings management, modified Jones’s model, firm value, audit quality.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh manajemen laba terhadap nilai perusahaan dengan kualitas audit sebagai variabel pemoderasi pada perusahaan Food and Beverages pada Bursa Efek Indonesia. Variabel yang diuji dalam penelitian ini terdiri dari manajemen laba dengan akrual diskresioner diestimasi menggunakan model Jones yang dimodifikasi, nilai perusahaan, dan kualitas audit. Sampel yang digunakan di dalam penelitian ini adalah perusahaan food and beverages yang terdaftar di BEI selama tahun 2011-2015 dengan metode purposive sampling  berdasarkan beberapa kriteria dan diperoleh 4 perusahaan yang menjadi sampel penelitian. Sedangkan metode analisis data menggunakan analisis regresi moderasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa manajemen laba berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan kualitas audit tidak dapat dibuktikan sebagai variabel moderasi dari pengaruh manajmen laba terhadap nilai perusahaan. Kata kunci : manajemen laba, model Jones modifikasi, nilai perusahaan, kualitas audit.
FAKTOR INTERNAL PENYEBAB GEJALA LESBIANISME Suryani, Dewi; Bahari, Yohanes; ., Imran
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 9 (2016): September 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.707 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor psikogin dan  Faktor psikologis apa saja yang menyebabkan gejala lesbianisme siswa  SMAN 6 Pontianak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.Sedangkan alat pengumpul data adalah panduan observasi, panduan wawancara, dan dokumentasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa remaja atau usia sekolah anak-anak rawan terhadap pengaruh buruk lingkungan pertemanannya. Dalam penelitian ini gejala lesbianisme merupakan suatu stadium belaka dan bukan merupakan pola yang menetap, lambat laun anak atau gadis remaja tersebut akan menemukan pasangan yang sebenarnya Tiga informan menyebutkan bahwa mereka menjadi seperti itu dikarenakan lingkungan pertemanan serta faktor psikologis berupa lemahnya kontrol diri juga ikut mempengaruhi dirinya hingga menjadi lesbianisme sejak SMP. Namun seiring berjalannya waktu mereka semua menyadari bahwa pilihan itu salah dan memutuskan untuk berubah. Saat ini diantara mereka bahkan ada yang sudah berpacaran dengan lawan jenis.   Kata Kunci : Faktor Internal, Faktor Psikogin, Faktor psikologis Abstract: The purpose of this research is to understand the factors psikogin and any psychological factors that cause symptoms of lesbianism SMAN 6 Pontianak. The approach used in this study is a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques used were observation, interview, and study dokumentasi.Data collection tool is a guide observation, interview, and documentation of results showed that in adolescence or school age children vulnerable to the adverse environmental effects of friendship. In this study the phenomenon of lesbianism is a stage alone and is not a pattern of persistent, slowly the child or adolescent girls will find a partner who actually three informants mentioned that they become like that because the neighborhood friendship as well as psychological factors such as the lack of self-control also affects him to be lesbianism since junior high. But over time they all realized that it was the wrong choice and decided to change. Currently there even among those who have a relationship with the opposite sex. Keyword: Internal Factors, Psikogin Factors, Psikologis Factors
Edukasi Deteksi Dini Stroke Pada Komunitas Diabetes Di Kota Mataram Hunaifi, Ilsa; Harahap, Herpan Syafii; Anggoro, Joko; Asmara, I Gede Yasa; Lestari, Rina; Suryani, Dewi
Jurnal Gema Ngabdi Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Gema Ngabdi
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v1i1.10

Abstract

Stroke remains one of the major causes of death and disability in Indonesia with a mortality and disability rate of 15% and 65%, respectively. Diabetes is known as a modifiable risk fator on stroke. Promptly identifying the symptoms of stroke is crucial as it leads to faster treatment and minimize brain damage. However, most patients are unaware of the early warning signs and symptoms of stroke. Therefore, providing education on early detection of stroke for patients with diabetes is essential as it may improve awareness on early signs of stroke hence allow patients to seek early treatment and later reduce the impact of the disease. The aim of this community education is to increase awareness of stroke and provide information on early signs and prevention of stroke among patients with diabetes.To achieve the aim of this community education include provide a talk/presentation on early sign of stroke and healthy life style for diabetes patient and evaluation of process. Evaluation of the community education was conducted through a pre and posttest to all participant on the related issue. Approximately 18 diabetes patients took part in this community education. The pre-test average score of participants was 73.33%. After providing education on stroke early detection, the participants' average score increased to 86.67 or increased by 18%. Education for early detection of stroke among Diabetes patients increased participants' understanding of the symptoms and early signs of stroke
STUDI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIKAPASIEN RAWAT INAP DI RSUP NTB Wardoyo, Eustachius Hagni; Suryani, Dewi; Sabrina, Yunita
Jurnal Kedokteran Vol 3 No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kualitas penggunaan antibiotika yang baik merupakan bagian dari kampanye pengendalian resistensi antibiotika. Penggunaan antibiotika yang baik memiliki ciri-ciri penggunaan antibiotika spectrum sempit sesuai dengan indikasi, dosis adekuat dan lama penggunaan sesuai kebutuhan. Resistensi antibiotika merupakan isu dunia yang berkembang sejak beberapa dekade terakhir. Pada negara-negara berkembang, sekitar 44% sampai 97% pasien di RS diresepkan antibiotika, seringkali tidak perlu atau tidak tepat indikasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas penggunaan antibiotika pasien rawat inap RSUP NTB. Metodologi: Penelitian ini dilakukan menggunakan metode potong lintang menggunakan data rekam medis dalam kurun 2004-2014. Kualitas penggunaan antibiotika yang dipergunakan adalah berdasarkan kriteria Gyssens. Hasil: Sebanyak 120 kasus memenuhi kriteria inklusi memiliki diagnosis/ diagnosis kerja yang beragam. Dari 120 kasus tersebut diberikan peresepan 360 antibiotika dengan rerata 3 kombinasi antibiotika. Didapatkan tingkat ingkat konsumsi antibiotika per 100 hari rawat (bed days) adalah ceftriaxone (28.9%); metronidazole (24.2%), levofloxacin (17.3%), ciprofloxacin (15.7%), cefotaxim (8.8%), meropenem (2.1%), amoxicillin dan gentamicin (0.7%), fosfomycin (0.3%) dan chloramphenicol (0.1%).Hasil yang diperoleh berdasarkan analisa kualitatif penggunaan antibiotik adalah sebagai berikut: pemberian empiris (58.6%), disusul tidak diketahui (22.5%), definitif (13.9%) dan profilaksis (5%). Untuk tipe terapi profilaksis 100% menggunakan ceftriaxon. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini terdapat penggunaan ceftriaxone yang berlebihan dan tidak rasional. Kualitas peresepan tertinggi adalah meropenem disusul ampisilin, levofloxacin, fosfomycin, amoxicillin, metronidazole, cefotaxim dan ceftriaxone. Adapun kriterianGyssens yang mendominasi pada studi ini adalah tidak adanya indikasi penggunaan antibiotika. Dengan demikian maka perlu (1) dibuat panduan penggunaan antibiotika RSUP dan (2) Pembatasan penggunaan ceftriaxone dan cephalosporin generasi ketiga. Kata Kunci: rasionalisasi, antibiotika, rawat inap.
Studi Status Gizi, Pola Makan serta Aktivitas pada Anak Sekolah Dasar di Kota Mataram Suryani, Dewi; Sabrina, Yunita; Cholidah, Rifana; Ekawanti, Ardiana; Andari, Marie Yuni
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dewasa ini negara berkembang termasuk Indonesia dihadapkan pada dua permasalahan status gizi anak, yaitu gizi kurang dan gizi lebih. Kecenderungan peningkatan prevalensi gizi lebih di Indonesia ditunjukkan oleh studi di Yogyakarta dan Denpasar. Sebuah studi di Yogyakarta tahun 1999 menunjukkan bahwa proporsi gizi lebih pada anak sekolah dasar di Yogyakarta sebanyak 15,8%, sedangkan di Denpasar tahun 2002 sebanyak 27,5%. Belum ada penelitian serupa di Kota Mataram. Penelitian status gizi perlu dilakukan secara periodik untuk mengetahui kecenderungan status gizi pada anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gizi, pola makan dan pola aktivitas pada anak SD di Kota Mataram. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain belah lintang. Pengukuran status gizi anak diukur berdasarkan nilai Z-score kemudian kategori status gizi akan ditentukan berdasarkan standar age per weight. Penentuan faktor risiko diperoleh dari hasil pengisian kuesioner oleh anak dan orang tua. Aspek yang tertuang dalam kuesioner meliputi) pola makan, pola aktivitas dan latar belakang sosial ekonomi keluarga. Hasil: Sebanyak 105 anak terlibat dalam penelitian ini. Proporsi anak yang mengalami gizi lebih adalah 9%. Dari hasil penelitian didapatkan anak yang pola hidupnya dapat mengarah pada gizi lebih, yaitu 16,2% anak menonton TV dan bermain video game melebihi waktu yang direkomendasikan, 38% anak melakukan aktivitas fisik kurang dari 1 kali dalam seminggu, 81% anak tidak menggunakan active commute (naik sepeda atau berjalan kaki ke sekolah), 29,5% anak mempunyai waktu tidur kurang dari jam tidur yang direkomendasikan, 74% anak tidak rutin membawa bekal ke sekolah; dan 5% anak mengkonsumsi makanan cepat saji minimal 1 kali dalam seminggu. Kesimpulan: Kasus gizi lebih sudah menjadi permasalahan di kota Mataram. Diperlukan upaya intervensi terkait faktor-faktor yang telah diketahui terkait dengan gizi lebih. Intervensi ini diperlukan pada anak yang gizi lebih maupun pada anak gizi cukup untuk mencegah terjadinya overweight maupun obesitas. Katakunci status gizi, pola makan, pola aktivitas, anak sekolah dasar
Deskripsi Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Pencegahan terhadap Malaria pada Siswa Sekolah Dasar di Daerah Non Endemis Malaria di Lombok Suryani, Dewi; Cenderadewi, Mutia; Wiguna, Putu Aditya; Rahman, Hadian; Fathana, Prima Bella
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Malaria merupakan mosquito borne-disease yang masih menjadi permasalahan global. Banyak penelitian yang mendukung anak sekolah sebagai agen perubahan karena memiliki potensi untuk menyebarkan pesan kesehatan kepada anak yang lain, anggota keluarga, dan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan setelah sebelumnya telah dilakukan penelitian serupa di daerah endemis malaria di Lombok Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan terkait malaria, sumber informasi tentang malaria serta perilaku dan penggunaan anti-nyamuk terkait penularan malaria pada siswa sekolah dasar di Mataram. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif observational dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 5 dan 6 di 4 Sekolah Dasar (SD) di Kota Mataram.  Hasil: Tedapat 128 siswa yang terlibat dalam penelitian ini. Sebesar 92% siswa pernah mendengar istilah malaria dan sumber informasi utama mengenai sakit malaria adalah dari orang tua (46%). Didapat hanya 21,1% siswa yang mempunyai tingkat pengetahuan baik terhadap malaria. Aspek pengetahuan mengenai malaria yang perlu ditingkatkan adalah 1) pendapat mengenai sakit malaria; 2) gejala sakit malaria; 3) penyebab sakit malaria; 4) waktu nyamuk menggigit dan 5) cara pencegahan sakit malaria untuk diri sendiri. Ibu adalah anggota keluarga yang bertanggungjawab menyediakan metode pencegahan gigitan nyamuk di rumah. Sebagian besar rumah tangga menggunakan semprotan pembasmi nyamuk untuk menghindari gigitan nyamuk. Berdasarkan hasil penelitian ini, perlu dilakukan upaya intervensi berbasis sekolah untuk meningkatkan pengetahuan anak SD mengenai malaria. Kesimpulan: Pengetahuan anak SD di Kota Mataram tentang malaria sebagian besar tergolong sedang dan baik. Pencegahan malaria terutama dilakukan oleh ibu dengan menggunakan obat nyamuk semprot.
Peran Toxin Panton-Valentine Leukocidin (PVL) dalam Patogenesis Community-acquired Methicillin-Resistance Staphylococcus aureus (MRSA) Suryani, Dewi
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 4 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panton-Valentine Leukocidin (PVL) merupakan salah satu gen yang terdapat pada Community Acquired Methicillin-Resistance Staphylococcus aureus (CA-MRSA). Terdapat kontroversi sejauh manaperan dari PVL dalam menyebabkan konsekunsi klinis yang berat dalam patogenesis CA-MRSA. Ada sebagian peneliti yang setuju bahwa PVL merupakan faktor virulensi utama namun ada sebagian peneliti yang menentang hal ini. Dalam tinjauan pustaka ini akan dibahas mengenai distribusi, struktur dan mekanisme kerja dari PVL positif CA-MRSA. Disamping itu akan dibahas pula mengenai hubungan PVL dengan faktor lain yang berkontribusi terhadap patogenesis penyakit CA-MRSA meliputi: variasi kadar produksi PVL antar strain MRSA, sistem imun host dan gen lain pad CA-MRSA genome yang bekerja bersama PVL dalam menyebabkan penyakit.