p-Index From 2015 - 2020
10.887
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Fitopatologi Indonesia Jurnal Kebidanan ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences BULETIN OSEANOGRAFI MARINA SAINTEK PERIKANAN Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika Majalah Keperawatan Unpad Asas: Jurnal Sastra Journal of Management of Aquatic Resources Jurnal Kreatif Tadulako Online Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Prima Edukasia Jurnal Bioterdidik Proceeding International Conference on Global Resource Conservation Jurnal Agritech BioCONCETTA JKG (Jurnal Keperawatan Global) Jurnal Kelautan Tropis Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC) HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Panggung JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya JURNAL ILMIAH GEOMATIKA Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and Biotechnology SUARA GURU Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada NALAR: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam Garak Jo Garik : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Jurnal Keperawatan Abdurrab Jurnal Basicedu JURNAL DUNIA KESMAS Jurnal Kebidanan Malahayati Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Musawa: Journal for Gender Studies JPM : Jurnal Pendidikan Matematika Menara Ilmu Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Perspektif Pendidikan dan Keguruan Bionatural: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Al-Ittizaan : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Syar'Insurance: Jurnal Asuransi Syariah
Articles

Kadar Logam Berat Pb, Cd Dan Kelimpahan Perifiton Pada Ekosistem Lamun Di Pantai Barat Bandengan Jepara Febriana, Himatul Aliyah; Purnomo, Pujiono Wahyu; Suryanti, Suryanti
Buletin Oseanografi Marina Vol 5, No 2 (2016): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.996 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v5i2.15729

Abstract

Ekosistem lamun merupakan ekosistem yang memiliki produktivitas primer yang tinggi, hal tersebut didukung oleh keberadaan perifiton yang melekat pada permukaan daun lamun. Pengaruh tersebut dapat berkurang akibat adanya kegiatan perikanan atau aktivitas antropogenik yang menyebabkan pencemaran kandungan logam berat seperti Pb dan Cd. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis lamun, kelimpahan perifiton dan kandungan logam berat pada daun lamun serta hubungan kelimpahan perifiton dengan kandungan logam berat di Pantai Barat Bandengan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dilaksanakan pada bulan Maret - April 2016 di Pantai Barat Bandengan pada lingkungan lamun padat,  sedang dan jarang. Sampling menggunakan metode purposive random dengan menentukan obyek yang diambil sebagai sampel berdasarkan kerapatan lamun. Jenis lamun yang ditemukan di Pantai Barat Bandengan adalah Thalassia sp. Rata-rata kelimpahan perifiton pada kerapatan lamun padat, sedang dan jarang adalah 1742 (SD = 641,09)  ind/cm2, 1481 (SD = 369,06) ind/cm2, dan 1249 (SD = 116,15) ind/cm2. Perifiton yang ditemukan dari Kelas Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Euglenophyceae, Rodhophyceae, Dinophyceae dan Chlorophyceae. Hasil logam berat  Pb dan Cd selama tiga kali sampling diperoleh nilai yang sama yaitu Pb <100 mg/gr dan Cd <10 mg/gr Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa adanya kandungan logam berat Pb dan Cd tidak mempengaruhi keberadaan perifiton pada daun lamun di perairan Pantai Barat Bandengan. Kata kunci: Lamun, Perifiton, Logam Berat Pb dan Cd
BIODIVERSITAS ECHINODERMATA BERDASARKAN TIPE HABITATNYA DI PANTAI INDRAYANTI, GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA (BIODIVERSITY ECHINODERMS BASED ON HABITAT TYPE IN INDRAYANTI BEACH, GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA) Nugroho, Patric Erico Rakandika; Purnomo, Pudjiono Wahyu; Suryanti, Suryanti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.574 KB)

Abstract

Pantai Indrayanti merupakan salah satu pantai berbatu yang ada di kabupaten Gunungkidul. Pantai Indrayanti memiliki biodiversitas flora dan fauna yang cukup tinggi, hal ini dilihat dari banyaknya makhluk hidup khas pantai berbatu yang menghuni wilayah ini. Kebanyakan Echinodermata ditemukan pada tempat-tempat tertentu atau mempunyai zonasi. Hal tersebut diduga berhubungan dengan vegetasi atau rumput laut yang telah tumbuh di daerah tersebut. Adanya pasang surut yang jelas juga diduga menjadi penyebab lain terjadinya zonasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana zonasi Echinodermata pada zona intertidal di Pantai Indrayanti. Penelitian dilaksanakan pada Maret 2017 di kawasan perairan Pantai Indrayanti. Lokasi penelitian sendiri berada di Pantai Indrayanti yang kemudian dibagi menjadi tiga stasiun antara lain stasiun 1 sebagai daerah dengan tipe habitat karang mati , stasiun 2 sebagai daerah dengan tipe habitat pecahan karang dan pasir kemudian stasiun 3 sebagai daerah dengan tipe habitat karang mati, lamun dan pasir. Masing-masing stasiun yang telah dipilih kemudian dibagi menjadi tiga titik sampling yang nantinya digunakan sebagai titik pengambilan sampel. Pada lokasi penelitian di temukan sebanyak 2 jenis Echinodermata yaitu bulu babi dan bintang mengular. Spesies bulu babi yang ditemukan ada 3 jenis yaitu Stomopneustes sp, Echinometra sp, dan Echinometra mathaei. Spesies bintang mengular yang ditemukan ada 2 jenis yaitu Ophiocoma erinaceus dan Ophiocoma scolopendrina. Stasiun 1 dan 2 dengan daerah tipe habitat karang mati dan pecahan kerang beserta pasir paling banyak ditemukan Echinodermata dibandingkan dengan stasiun 3 dengan tipe habitat pecahan karang mati, lamun, dan pasir. Indrayanti Beach is one of the rocky beaches in Gunungkidul district. Indrayanti beach has a biodiversity of flora and fauna is quite high, it is seen from the number of living creatures typical of rocky beaches that inhabit this region. Most Echinoderms are found in certain places or have zoning. It is thought to be related to vegetation or seaweed that has grown in the area. The presence of a clear tidal is also suspected to be another cause of the occurrence of the zonation. This study aims to answer the question of how the zonation of Echinodermata in the intertidal zone at Indrayanti Beach. The research was conducted in March 2017 in Indrayanti Beach waters area. The research location itself is located at Indrayanti Beach which is then divided into three stations such as station 1 as area with dead coral habitat type, station 2 as area with habitat type of broken coral and sand then station 3 as area with dead coral habitat type, seagrass and sand . Each selected station is then divided into three sampling points which will be used as sampling points. At the location of the study found as many as two types of echinoderms, which are sea urchins and snake stars. Species of pigs found there are 3 types of Stomopneustes sp, Echinometra sp, and Echinometra mathaei. Infectious star species found there are 2 types of Ophiocoma erinaceus and Ophiocoma scolopendrina. Station 1 and 2 with dead coral habitat type and shell fragment with sand found most Echinodermata compared with station 3 with habitat type of dead corals, seagrass, and sand.
STRATEGI PENGEMBANGAN KEGIATAN KONSERVASI MANGROVE DI DESA BEDONO KABUPATEN DEMAK Abiyoga, Reinaldi; Suryanti, Suryanti; Muskananfola, Max Rudolf
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.572 KB)

Abstract

 ABSTRAK Kawasan konservasi mangrove di Desa Bedono memiliki luas ± 300 hektar. Sebagian masyarakat memanfaatkan buah dan daun mangrove jenis Avicennia sp. untuk diolah menjadi makanan ringan. Keindahannya banyak menarik perhatian pengunjung untuk berwisata. Potensi tersebut belum dapat dikelola secara maksimal, sedangkan kegiatan konservasi mangrove yang dilakukan oleh Kelompok Mangrove Bahari sebatas melakukan penanaman mangrove, monitoring, dan penyuluhan.  Alternatif strategi yang tepat dibutuhkan oleh Kelompok Mangrove Bahari supaya dapat mengembangkan kegiatan konservasi mangrove di Desa Bedono. Penelitian ini bertujuan untuk : 1.) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan konservasi mangrove; dan 2.) memperoleh alternatif strategi yang tepat untuk mengembangkan kegiatan konservasi mangrove di Desa Bedono. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Data yang diperoleh didiskusikan melalui fokus grup diskusi (FGD) untuk diolah dan dianalisis menggunakan analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kegiatan konservasi mangrove di Desa Bedono adalah faktor internal dan faktor eksternal. Prioritas alternatif strategi yang terpilih adalah menjaga dan meningkatkan kelestarian ekosistem mangrove, meningkatkan koordinasi dengan stakeholders, melakukan konsultasi dalam bidang ekowisata mangrove, melakukan studi banding ke objek ekowisata mangrove, dan melakukan kerjasama dengan pihak yang berkompeten dalam bidang produksi dan pemasaran produk olahan mangrove. Kata Kunci : Mangrove, Konservasi, Pengembangan, Strategi ABSTRACT The Mangrove conservation area in Bedono village  covers an area of ± 300 hectares. The people also process the fruits and leaves of mangroves of Avicennia sp. for snacks. Although the beauty of mangrove forest attract visitors,  has not been optimally managed. While, the Mangrove Bahari group’s conservation activities are limited to planting mangroves, monitoring, and counceling. Therefore, alternative strategies are needed for the Mangrove Bahari Group to develop mangrove conservation activities. The purpose of this study is : 1.) to determine the factors that affect mangrove conservation activities; and 2.) to obtain appropriate alternative strategies for developing mangrove conservation activities in Bedono village. The research used a descriptive case study method in which a set of interviews, observation and literature studies were adopted. SWOT analysis and a focus group discussion (FGD) with all members of Mangrove Bahari Group was applied in the formulation of development strategies. The analysis showed that the factors that influence the development of mangrove conservation activities in Bedono village are internal and external factors. The priority recommendation include the maintenance and improvement for the sustainability of mangrove ecosystems, improvement of  coordination with stakeholders, consultation of management mangrove ecotourism, comparation studies of mangrove ecotourism, and  cooperation of production and marketing mangrove processed products.. Keywords: Mangrove, Conservation, Development, Strategy.
KADAR LOGAM BERAT Pb, Cd DAN KELIMPAHAN PERIFITON PADA EKOSISTEM LAMUN DI TELUK JEPARA Febriana, Himatul Aliyah; Purnomo, Pujiono Wahyu; Suryanti, Suryanti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 3, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.425 KB)

Abstract

ABSTRAK Ekosistem padang lamun merupakan ekosistem yang memiliki produktivitas primer yang tinggi, hal tersebut didukung oleh keberadaan perifiton yang melekat pada permukaan daun lamun. Pengaruh tersebut dapat berkurang akibat adanya kegiatan perikanan atau aktivitas antropogenik yang menyebabkan pencemaran kandungan logam berat seperti Pb dan Cd. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis lamun, kelimpahan perifiton dan kandungan logam berat pada daun lamun serta hubungan kelimpahan perifiton dengan kandungan logam berat di Teluk Jepara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - April 2016 di Teluk Jeparapada lingkungan lamun padat (368 ind/m2), sedang (240 ind/m2), dan jarang (178 ind/m2). Sampling menggunakan metode purposive random sampling dengan menentukan obyek yang diambil sebagai sampel berdasarkan kerapatan lamun. Jenis lamun yang ditemukan di Teluk Jepara adalah Thalassia sp. Rata-rata kelimpahan perifiton pada kerapatan lamun padat, sedang dan jarang adalah 1742 ind/cm2, 1481 ind/cm2, dan 1249 ind/cm2. Perifiton yang ditemukan dari kelas Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Euglenophyceae, Rodhophyceae, Dinophyceae dan Chlorophyceae. Hasil logam berat  Pb dan Cd selama tiga kali sampling diperoleh nilai yang sama yaitu Pb <100 mg/gr dan Cd <10 mg/gr Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa adanya kandungan logam berat Pb dan Cd tidak mempengaruhi keberadaan perifiton pada daun lamun di perairan Teluk Jepara. Kata kunci: Lamun; Perifiton; Logam Berat Pb dan Cd; Teluk Jepara ABSTRACT Seagrass ecosystem is one of the ecosystems that has high primary productivity, supported by the presence of periphyton which attached to the seagrass leaf surface. The influence can less result of fishing activity or anthropogenic activities can also cause contamination of heavy metals like a Pb and Cd. The purpose of this research were to determine the type of seagrass, the abundance of perifiton and heavy metal content in the seagrass leaves and relationship periphyton abundance to the heavy metal content in the Gulf of Jepara. This research uses descriptive method. Research activities carried out arround March-April 2016 in the Gulf of Jepara in dense seagrass environment (368 ind/m2), moderate (240 ind/m2), dan rare (178 ind/m2).    Determining location of sampling using purposive random sampling method to determine the object sampled by different densities of the seagrass. Seagrass species found in the Gulf of Jepara is Thalassia sp. The average abundance of periphyton in dense, medium and rare seagrass density are 1742 ind/cm2, 1481 ind/cm2, and 1249 ind/cm2. Periphyton types were found came from class of Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Euglenophyceae, Rodhophyceae, Dinophyceae and Chlorophyceae. The result of heavy metals Pb and Cd for three times of the sampling obtained similar content of heavy metals which are Pb <100 mg/gr and Cd <10 mg/gr. Based on the research results concluded that content of Pb and Cd heavy metals is not affect the existence periphyton on leaves of seagrass in the Gulf waters Jepara.  Key Words: Seagrass; Periphyton; Heavy Metal of Pb and Cd; Gulf of Jepara 
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN WISATA BAHARI DI PANTAI SADRANAN KABUPATEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA (Community Participation on Marine Tourism Development the Sadranan Beach, Gunungkidul Regency, Yogyakarta) Denia, Mareta Fitri; Ghofar, Abdul; Suryanti, Suryanti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.952 KB)

Abstract

Pantai Sadranan merupakan pantai yang terletak di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai Sadranan adalah salah satu obyek wisata alam yang banyak digemari karena pantai ini memiliki berbagai macam wisata yang tersedia, mulai dari pasir nya yang putih, pemandangan alam yang indah dan berbagai permainan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman masyarakat tentang wisata bahari, persepsi dan partisipasi masyarakat, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat terhadap pengembangan wisata bahari di Pantai Sadranan. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik sampling purposive sampling dan accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman tentang wisata bahari memiliki nilai tertinggi 96% tentang pemanfaatan wisata dan terendah 8% tentang lingkungan wisata. Persepsi pengunjung tentang pengembangan wisata bahari memiliki nilai sedang pada kondisi daya tarik wisata, sarana dan prasarana dan tingkat keberhasilan pengembangan. Sedangkan partisipasi masyarakat memiliki nilai tertinggi 98% pada pelayanan dan jasa, terendah memiliki nilai 52% pada culture dan atraksi wisata. Sebagian besar Pantai Sadranan dikelola masyarakat, maka dapat dikatakan bahwa partisipasi masyarakat terhadap pengembangan wisata bahari di Pantai Sadranan cukup baik.  Sadranan Beach is a beach located at the Gunungkidul Regency, Yogyakarta Special Region. The Sadranan Beach is one of nature's most popular attractions because this beach has a variety of tours available, ranging from white sand, beautiful natural scenery and various water games. This study aims to determine the understanding of the community about marine tourism, perceptions and community participation, knowing the factors that influence community participation on the development of marine tourism on the Sadranan Beach. The study was conducted from April to May 2017. This research used qualitative descriptive method. The data were collected using purposive sampling technique and accidental sampling technique. The results of this study indicate that the level of understanding about marine tourism has the highest value of 96% about tourism utilization and the lowest 8% about the tourist environment. Visitor perception about marine tourism development has medium value at condition of tourist attraction, facility and infrastructure and success rate of development. While community participation has the highest value of 98% on services, the lowest has a value of 52% on culture and tourist attractions. Most of Sadranan Beach is managed by the community, it can be said that community participation towards the development of marine tourism on the beach Sadranan quite good.
PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE SEBAGAI KAWASAN EKOWISATA DI MAROON MANGROVE EDU PARK (MMEP) SEMARANG, JAWA TENGAH Management Of Mangrove Ecosystem As Ecotourism Area In Maroon Mangrove Edu Park (MMEP) Semarang, Central Java Sari, Desy Melinda; Suryanti, Suryanti; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 1 (2019): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.151 KB)

Abstract

ABSTRAK Ekosistem mangrove sangat berpotensi dijadikan kawasan ekowisata. Maroon Mangrove Edu Park (MMEP) Semarang  telah  dikembangkan sebagai ekowisata  berbasis  edukasi.  Penelitian  ini dilakukan pada  bulan Mei 2018, dengan tujuan mengetahui kondisi pengelolaan dan potensi daya tarik, persepsi pengunjung, dan mengetahui strategi pengelolaan ekowisata edukatif di MMEP. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi untuk melakukan pengamatan terhadap lokasi kawasan,   kegiatan dan pelakunya melalui responden terhadap pengunjung dan pengelola. Teknik pengambilan sampel  pengunjung dengan accidential sampling, untuk pengelola dengan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan  analisis SWOT. Hasil yang  diperoleh  menunjukan  potensi  daya  tarik  wisata  meliputi :  keragaman  mangrove  yang   terdiri dari Avicennia marina, Rhizopora mucronate, Bruguiera gymnorrhiza dan Ceriops sp, keanekaragaman burung,  fasilitas yang tersedia meliputi  tracking,  gardu  pandang,  gazebo,  aula.  Persepsi  pengunjung  terhadap  fasilitas  dan   aksesbilitas tergolong kurang  baik,  persepsi  terhadap  manfaat  edukasi  tergolong  kurang  baik.  Strategi  pengelolaan   ekosistem  mangrove sebagai ekowisata edukatif meliputi mengoptimalkan program edukasi dengan berkoordinasi  terhadap instansi sekolah untuk melakukan kunjungan lingkungan di MMEP, menguatkan kerjasama dengan pihak   lain untuk pengadaan atraksi wisata serta mengoptimalkan sarana prasarana,  meningkatkan pengetahuan dan  ketrampilan metal dengan melalukan studi banding dan mangajukan kerjasama dengan dinas terkait seperti pengadaan   penyuluhan, Mengoptimalkan ketersediaan  media  informasi  berupa  pengetahuan  mengenai  mangrove,  papan   peringatan  bagi  pengunjung  dan melakukan promosi.ABSTRACT Mangrove  ecosystems  have  the  potential  as  ecotourism  areas.  Maroon  Mangrove  Edu  Park  (MMEP) Semarang has developing as ecotourism based on education. This research occurred during May 2018, the aim is to understand  the  condition  of  management  and  potential  attractiveness,  visitor  perceptions,  and  understand  the educational ecotourism management strategies at MMEP. The research method used was survey method. The data collected by interview and observation on the location, activities and subject by interview to visitors and managers.  The sampling technique for visitors is accidential sampling, and for managers with purposive sampling. The data analyzed by SWOT analysis. The results showed that the potentials of tourist attraction include: mangrove diversityi.e. : Avicennia marina, Rhizopora mucronate, Bruguiera gymnorrhiza and Ceriops sp, bird diversity, facilities that available are tracking, guardhouse view, gazebo, hall. The visitor perceptions about facilities and accessibility were considered not good, and the perception of the benefits of education was not good enough too. Mangrove ecosystem management strategies as educational ecotourism are optimizing educational programs by coordinatinate with school institutions to visit environmental in MMEP, improving cooperation with other parties to procure tourist attractions  and optimizing infrastructure, increase managers (METAL) knowledge and skills by conducting comparative studies   and promoting  cooperation  with  the  related  official  for  the  provision  of  counseling,  optimizing  the  availability  of information media in the form of knowledge about mangroves, warning boards for visitors and conducts promotions.  
MANFAAT STIMULUS VERTEBRA CERVIKALIS KE 5-6 DAN STIMULUS OTOT RECTUS ABDOMINIS TERHADAP PERUBAHAN TFU IBU POST PARTUM PER VAGINAM Suryanti, Suryanti; Ambarwati, Dewi
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.047 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.1.2017.19-22

Abstract

Latar Belakang : Involusi uterus merupakan proses normal pada masa nifas dan dimulai segera setelah plasenta lahir akibat kontraksi otot-otot polos uterus. Stimulus adalah perangsang organism tubuh atau reseptor lain untuk menjadi aktif. Pemberian stimulus Vertebra Cervikal dapat merangsang hipofisis anterior dan posterior untuk mengeluarkan hormon oksitosin. Hormon oksitosin akan memicu kontraksi otot polos pada uterus. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk manfaat stimulus vertebra cervikalis ke 5-6 dan stimulus otot rectus abdominis terhadap perubahan tfu ibu post partum pervaginam. Metode: Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah ibu postpartum pervaginam di Ruang Nifas RSUD Dr. Soeselo Slawi. penelitian ini menggunakan t-test of relate. Hasil : Dalam uji hipotesis didapatkan t hitung ? t table (10.863 ? 1.980), maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan : Artinya terdapat manfaat stimulus vertebra cervikalis ke 5-6 dan stimulus otot rectus abdominis terhadap perubahan tinggi fundus uteri ibu postpartum pervaginam.
VALUASI EKONOMI PEMANFAATAN EKOSISTEM MANGROVE DI KELURAHAN KANDANG PANJANG KOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH Economic Valuation of Mangrove Ecosystem Utilization in Kandang Panjang Village, Pekalongan City, Central Java Province Maulida, Gita; Supriharyono, Supriharyono; Suryanti, Suryanti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 3 (2019): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.143 KB)

Abstract

ABSTRAK Ekosistem mangrove sebagai salah satu ekosistem di kawasan pesisir memiliki peran penting dalam aspek ekologi dan ekonomi. Ekosistem mangrove yang terletak di Kelurahan Kandang Panjang memiliki luas lahan 60 ha. Mengingat pentingnya peranan ekosistem mangrove tersebut maka diperlukan suatu kajian yang mampu mengestimasi besarnya nilai sumberdaya pada ekosistem mangrove dengan valuasi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai ekonomi manfaat langsung, manfaat tidak langsung, manfaat pilihan dan nilai ekonomi total pemanfaatan ekosistem mangrove. Metode analisis yang digunakan yaitu travel cost method, market price method, replacement cost method dan benefit transfer method. Nilai ekonomi manfaat langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Kandang Panjang, meliputi: a) ekowisata; b) perikanan tangkap dan c) perikanan budidaya dengan total nilai Rp. 6.824.069.600,00 per tahun. Nilai ekonomi manfaat tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Kandang Panjang, meliputi: a) penahan abrasi dan b) tempat mencari makan (feeding ground), tempat pengasuhan (nursery ground) dan tempat pemijahan (spawning ground) dengan total nilai Rp. 886.842.900,00 per tahun. Nilai ekonomi manfaat pilihan ekosistem mangrove di Kelurahan Kandang Panjang, meliputi nilai biodiversitas dengan total nilai Rp. 224.084.000,00 per tahun. Nilai ekonomi total pemanfaatan ekosistem mangrove di Kelurahan Kandang Panjang dengan total nilai Rp. 7.934.996.500,00 per tahun. ABSTRACT Mangrove ecosystem as an ecosystem in coastal area with has an important role in ecologic and economic aspects. The mangrove ecosystem which is located in Kandang Panjang Village has 60 hectares area. Considering the important role of the mangrove ecosystem, there should be a study which is able to estimate the amount of resources value in mangrove ecosystem with economic valuation. The aims of this study is calculating the value of a direct economic benefits, an indirect economic benefits, an economic benefits of choice and a total economic benefit of the utilization of mangrove. An analytical method used in this study are travel cost method, market price method, replacement cost method and benefit transfer method. The direct economic benefits of mangrove ecosystem in Kandang Panjang Village, include: a) ecotourism b) catching fish and c) aquaculture with a total value of Rp. 6,824,069,600.00 per year. The indirect economic benefits of mangrove ecosystem in Kandang Panjang Village, includes: a) abrasion resistance and b) feeding ground, nursery ground and spawning ground with a total value of Rp. 886,842,900.00 per year. The economic value of choice of mangrove ecosystem in Kandang Panjang Village, includes: biodiversity value with a total value of Rp. 224,084,000.00 per year. The total economic value of the utilization of mangrove ecosystem in Kandang Panjang Village with a total value of Rp. 7,934,996,500.00 per year.
PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP DI KAWASAN TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA Management of Capture fisheries in the Area of Karimunjawa National Park Santi, Yulia; Anggoro, Sutrisno; Suryanti, Suryanti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 2 (2019): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.593 KB)

Abstract

ABSTRAKPerikanan  tangkap  di  kawasan  Taman  Nasional  Karimunjawa  dikelola  oleh  lebih  dari  satu  instansipengelola.  Setiap  instansi  diduga  mempunyai  peran  masing-  masing  sesuai  tupoksinya.  Saat  ini  belum diketahui secara nyata instansi apa saja yang mengelola beserta perannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi instansi pengelola yang berperan dalam pengelolaan perikanan tangkap di kawasan TNKJ, persepsi,  aspirasi  dan  partisipasi  nelayan  terhadap  pengelolaan  perikanan  tangkap  serta  bagaimana  strategi pengelola  dalam  pengawasan  perikanan  tangkap.  Metode  penelitian  ini  adalah  studi  kasus  dengan  analisis deskriptif, dimana pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka. Penentuan responden menggunakan metode purposive sampling, responden terdiri dari nelayan dan instansi pengelola. Hasil penelitian menunjukan bahwa  instansi yang  mengelola  perikanan tangkap adalah Unit  Pelaksana  Teknis   Pelabuhan Perikanan Pantai Karimunjawa, Balai Taman Nasional Karimunjawa, Dinas Perikanan, Polisi Air   dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dan Satuan Kerja Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan   Perikanan. Pembagian peran masing- masing instansi pengelola sudah sesuai dengan bidang masing-masing  serta tidak terjadi tumpang tindih kewenangan. Sinkronisasi dan koordinasi sudah dilakukan, hal ini terbukti   dengan  adanya  Nota  Kesepakatan Bersama. Sebanyak 80% nelayan setuju dengan peraturan yang diterapkan. Partisipasi nelayan terhadap sosialisasi dan pelatihan rendah yaitu 35% dan 19%. Strategi pengelola dalam pengawasan perikanan tangkap adalah dengan membentuk dan memberdayakan Pengawas   Perikanan  dan  Kelompok  Masyarakat  Pengawas  secara  sinergi. Strategi untuk  meningkatkan partisipasi  nelayan  dalam  sosialisasi  dan  pelatihan  adalah  dengan  memberikan penyadaran  motivasi dan  apresiasi berupa penghargaan dan pendampingan. ABSTRACTCapture   fisheries   in Karimunjawa National   Park   are   managed by   more   than one   management institutions.  Each  institution  is  assumed  to  have  their  respective  roles  according  to  their  basic  tasks  andfunctions. It is not yet known exactly what institutions are managing along with their roles. The purposes of  this study  were to know what institutions  were involved  in the management of capture fisheries in TNKJ  areas, perceptions, aspirations and participation of fishermen on the management of capture fisheries and  how the management strategy in the supervision of capture fisheries. This research method was case study with descriptive analysis, where data collected by interview and literature study. Determination of  respondents used purposive sampling method, respondents consist of fishermen and manager institution. The results showed that the institutions that managed capture fisheries were Technical Implementation Unit  Karimunjawa Fishery Port, Karimunjawa National Park Office, Fisheries Official, Water Police and Indonesian National Army – Navy and Work Unit of Supervision of Marine and Fisheries Resources. The  division of roles of each institution agency was in accordance with their respective fields and there was no  overlapping authority. Synchronization and coordination had been done, it was proved by the Memorandum of Understanding (MoU). As many as 80% of fishermen agree with the regulations applied. The  participations of fishermen on socialization and training were low at 35% and 19%. The management strategies in the supervision of capture fisheries were by establishing and empowering Fisheries Supervisor  and a group of supervisor community (PokMasWas). The strategies to increase the participation of fishermen in socialization and training were by giving awareness of motivation and appreciation in the form  of recognition and assistance.
PRODUKTIVITAS PRIMER PERAIRAN BERDASARKAN KANDUNGAN KLOROFIL-a DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI MUARA SUNGAI BEDONO DEMAK Febbrianna, Vida; Muskananfola, Max Rudolf; Suryanti, Suryanti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.868 KB)

Abstract

ABSTRAK Muara Sungai Bedono merupakan salah satu kawasan bermangrove yang terdapat di wilayah Pantai Utara Jawa Tengah. Wilayah ini telah mengalami proses degradasi berat oleh activitas gelombang dan kegiatan antropogenik yang berpengaruh terhadap erosi, akresi dan kesuburan perairan. Hal ini akan menggangu fungsi muara sungai  sebagai habitat ikan mencari makan (feeding grounds), daerah pemijahan (spawing grounds) dan daerah pengasuhan (nursery grounds). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesuburan perairan berdasarkan nilai produktivitas primer, kandungan klorofil-a dan kelimpahan fitoplankton. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2017 di Muara Sungai Bedono Kabupaten Demak. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Lokasi sampling ditentukan tiga stasiun yaitu laut, muara bagian bawah dan tengah dengan 3 (tiga) kali pengulangan tiap stasiun pada kondisi pasang dan surut. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai produktivitas primer di Muara Sungai Bedono berkisar antara 425-1.650 mgC/m3/hari. Kandungan klorofil-a berkisar antara 0,07-0,45 mg/L dan kelimpahan fitoplankton berkisar antara 2.144-5.478 ind/l. Kesuburan perairan di Muara Sungai Bedono dikategorikan perairan Eutrofik ditinjau dari nilai produktivitas primer, Oligotrofik ditinjau dari kandungan klorofil-a dan Mesotrofik ditinjau dari nilai kelimpahan fitoplankton. Berdasarkan uraian tersebut kunci utama kesuburan perairan adalah produktivitas primer sehingga Muara Sungai Bedono dikategorikan perairan Eutrofik. Kata kunci: Produktivitas Primer; Kandungan Klorofil-a; Kelimpahan Fitoplankton; Muara Sungai Bedono, Demak ABSTRACT Bedono Estuary, which is located in Northern coast of central Java, is one of the coastal region inhabited with mangroves. This area has experienced heavy degradation process due to waves actions and antrophogenic activities that can affect erosion, accretion and costal water production. This will disturb the functions of estuary as fish habitat as well as feeding grounds, spawing grounds and nursery grounds. The purpose of this research to determine the fertility of waters based on the value of primary productivity, the content of chlorophyll-a and the abundance of phytoplankton. This research was conducted in March 2017 in the Bedono Demak Estuary. A descriptive method is applied in the analysis. Three stations are chosen as sampling locations: that are at the sea, lower and middle area of the estuary with three repetitions during high and low tides. The analysis results show that the value of primary productivity at the Bedono Demak Estuary ranges from 425 to 1.650 mgC/m3/day, chlorophyll-a content ranges from 0,07 to 0,45 mg/L, phytoplankton abundance ranges from 2.144 to 5.478 ind/L. Fertility waters at the Bedono Demak Estuary can be categorized as eutrophic based on the value of primary productivity, as oligotrophic based on chlorophyll-a content and Mesotrophic based on phytoplankton abundance. The results show that primary productivity is the key of fertility waters so that Bedono Demak Estuary can be categorized as eutrophic. Keywords:        Primary Productivity; Chlorophyll-a; Phytoplankton Abundance; Bedono Demak Estuary. 
Co-Authors A’in, Churun Abduh H. Harun Abdul Ghofar Abiyoga, Reinaldi Achmad Noerkhaerin Putra, Achmad Noerkhaerin agung Suryanto Aini, Muslidin Ambarwati, Dewi Angelia Maharani Setya Putri, Angelia Maharani Setya Anggun P. Situmorang Ariani, Dwi Ariani, Dwi Arif Wibowo Arnentis Arnentis, Arnentis Azzahra, Fella Suffa Bambang HADISUTRISNO Bambang Sulardiono Boedi Hendrarto Christanti Sumardiyono Churun Ain Chusna, Rendra Rini Rismatul Citra Mayang Wardhika, Citra Mayang Citra, Lalik Salistia Daisy Prapto Sriyanti, Daisy Prapto Darmawati Darmawati Denia, Mareta Fitri Diah Lestari Ayudiarti Djagal Wiseso Marseno Dwi Kiswanti, Dwi Dwi Septiwiharti Dwiyitno Dwiyitno Endarwati, Hadi Fadheela, Salsabyla Febbrianna, Vida febrianto, sigit Febrianto, Sigit Firdaus, Fandu Zakariya Fitradini Har, Afnila Fredy Hermanto, Fredy Gamawan, Rosyid Paundra Ganefiani, Ajeng Hari Eko Irianto Hari Santoso Harissman, Harissman Hendra Hendra Heruwati, E.S. Heryana, Rafika Himatul Aliyah Febriana, Himatul Aliyah Ikasari, Diah Ismoyo, Untung JAKA WIDADA Komalasari, Indri Maulida, Gita Max Rudolf Muskananfola Megawati Arsita Putri Muhammad Asrullah Muhammad Ilyas Muhammad Imron, Muhammad Muhammad Zainuri Muljanah, Ijah Mulyadi Mulyadi Neni Mariana Nia, Eka R Nia, Eka R Niniek Widyorini Nugroho, Patric Erico Rakandika Nugroho, Setiaji Nurkhairo Hidayati, Nurkhairo Nurul Aulia, Devi Lestari nurul latifah Pramesti, Cicik Pratama, Fachry Rizky Pribadi, Ary Hendri Pujiono Wahyu Purnomo Purnomo, A.H. Purnomo, Pudjiono Wahyu Putri Rositasari, Putri Putri, Rahmadhani Nuzul Ratna Djuniwati Lisminingsih Retno Indrati Rian, Rica Riki Tristanto Riza, Anastia Afika Rizal Syarief Rosmawaty Paranginangin Rosmawaty Peranginangin Ruswahyuni Ruswahyuni S, Dwi Ariani Safitri, Fani Sakinah Haryati Santi, Yulia Sari, Desy Melinda Sari, Marlina Puspita Sepita Ferazona Setiawan, Bagus Putro Siti Lestari Siti Rudiyanti SRI SULANDARI Subaryono Subaryono, Subaryono Sudarmi Sudarmi Sudarmi Suhaimi Suhaimi SUHARYANTO SUHARYANTO Sukarno Sukarno Supriharyono Supriharyono Suryaningrum, Theresia Dwi Susamto Somowiyarjo Susilo Hadi, Susilo Sutrisno Anggoro T, Nefri T, Nefri Taufik, Akbar Taufik, Akbar Tazwir Tazwir Teguh Erawati, Teguh Tri Harjaka, Tri Tri Joko Utiya Azizah Wahono Widodo Wibawa, Teja Arief wignyo, su wignyo, su Willy Indrawan Wiwi Siti Rohmah, Wiwi Siti Y. M.S. Maryudani, Y. M.S. Yakin, Ikin Ainul YOYOK YERMIANDHOKO Yufita Dwi Chinta, Yufita Dwi Yulia Roslinawati Yunita, Reni Ria