Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Arsitektur DASENG

STASIUN INTERMODA DI MANADO. TIME SPACE EXISTENCE Manangka, Mattew R.; Suryono, .; Lintong, Steven
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalasey dan supremasi kendaraan beroda merupakan garis besar yang melatarbelakangi kepadatan Kota Manado baik dalam segi kependudukan dan infrastruktur. Hal ini berimbas pada kemacetan jalan, meningkatnya gas buang/polutan, dan terbatasnya lahan pembangunan. Perkeretaapian merupakan salah satu jalan keluar untuk dilema tersebut. Kereta Api Trans-Sulawesi dan LRT Manado-Kalasey merupakan rencana dari Pemerintah Kota Manado dan Kementerian Perhubungan untuk kemajuan merata di seluruh daerah Sulawesi Utara. Daerah Liwas ditempatkan sebagai simpul distribusi logistik yang direncanakan akan menjadi Kawasan Berorientasi Transit. Stasiun Intermoda ini berlokasi didaerah Liwas dengan mengintegrasikan beberapa moda Transportasi antara lain kereta api, Light Rail Transit (LRT), kereta barang, bus, angkutan kota dan kendaraan beroda dalam satu kawasan. Hal ini menjadikanya kompleks sehingga sangat krusial untuk menghadirkan sebuah stasiun tanpa proses perancangan yang komprehensif. Stasiun dirancang dengan gagasan Time-Space Existence oleh Arata Isozaki yang berasosiasi logis pada konsep programming dan sirkulasi dalam skala bangunan maupun kawasan.  Memaksimalkan fungsi ruang dengan memanipulasi hubungan konfigurasi spasial ruang secara tepat tentunya dapat menghasilkan beberapa keuntungan. Selain itu, kawasan ini harus dirancang semaksimal mungkin untuk tidak menimbulkan potensi terjadinya hambatan gerak baik penumpang, kendaraan, maupun barang. Upaya ini tentunya bertujuan untuk melancarkan atau menstabilkan fluktuasi logistik kawasan. Kata kunci : Stasiun, Kereta Api, Intermoda, Time-Space Existence.
MANADO CONCERT HALL. OPTIMASI AKUSTIK DALAM RUANG Punuh, Gratia S.; Suryono, .; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas concert hall secara umum mempunyai masalah yang cukup kompleks, bukan hanya dalam ruang lingkup sosial tetapi juga membahas desain bangunan yang membutuhkan penyelesaian yang optimal. Maka sangat perlu diperhatikan juga desain pada ruang utamanya, semakin optimal desain akustik suatu ruang maka semakin optimal pula pesan dan makna yang tersampaikan kepada pendengar. Untuk itu, pemilihan material pada elemen interior dan perabot sangat berperan pada kualitas akustik suatu ruang. Dengan desain arsitektural yang baik, suara-suara yang diinginkan dapat dinikmati dengan sempurna dan suara-suara yang mengganggu pendengaran dapat dihindarkan contohnya pada bangunan khususnya di ruang utama. Di Kota Manado saat ini, peminat seni sudah sangat berkembang pesat khususnya dalam seni musik. Oleh sebab itu untuk meningkatkan kualitas terhadap seni musik di Manado, maka perlu diadakan wadah yang dapat menfasilitasi hal tersebut, karena kota Manado sampai saat ini belum mempunyai standar gedung dengan akustik yang memadai. Sehingga, wadah itu diharapkan bisa memberikan pengaruh yang baik pada perkembangan seni musik di kota Manado. Jadi, kesimpulannya penerapan arsitektural akustik pada Concert Hall di Manado mampu menyajikan bangunan yang modern serta mampu memberikan kenyamanan dan keamanan akustika bangunan. Kata kunci: Concert Hall, Akustik, Kota Manado.
PUSAT KEGIATAN GEREJA TORAJA MAMASA DI MAKASSAR. ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Panggalo, Clavelin N.; Franklin, Papia J. C.; Suryono, .
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gereja Toraja Mamasa dengan 10 jemaat yang termasuk dalam Klasis Makassar, membutuhkan wadah yang dapat menampung kegiatan-kegiatan kerohanian, seperti beribadah, pelayanan informasi, dan edukasi bagi jemaatnya dan juga umat kristiani yang ada di Makassar. Tujuan perancangan ini tentunya untuk menghadirkan ruang perwadahan yang dapat mengakomodir peribadatan, pusat informatif dan pusat edukatif dalam suatu wilayah sehingga memberi kemudahan bagi jemaat Gereja Toraja Mamasa.Perancangan Pusat Kegiatan Gereja Toraja Mamasa ini menggunakan metode glassbox yaitu berupa penjelasan atau deskripsi yang di dukung adanya literatur-literatur yang berhubungan dengan objek rancangan dan dilakukan secara rasional dan logis oleh perancang dimana konsep tidak datang secara spontan namun melalui tahapan, diantaranya pengumpulan data, analisis data, dan tranformasi konsep.Penerapan tema Arsitektur Neo-Vernakular pada objek perancangan dibuat terlihat pada atap, dinding, lantai, kolom, serta ornament yang digunakan, yang akan kembali membangkitkan arsitektur yang mengandung nilai lokal mamasa yang diharapkan dapat menciptakan suasana peribadatan yang religius dan memperlihatkan image budaya Mamasa yang tidak terlalu mecolok di kota Makassar Kata kunci : Perancangan, Pusat, Gereja, Mamasa, Neo-Vernakular.
TAMAN WISATA BUDAYA DAN HOTEL RESORT DI TANA TORAJA. DYNAMIC MODULAR ARCHITECTURE Paundanan, Selpi; Poli, Hanny; Suryono, .
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 7, No 2 (2018): Volume 7 Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman wisata budaya merupakan wadah untuk menampung setiap wujud kebudayaan suatu daerah. Tana Toraja merupakan daerah kabupaten yang layak untuk membangun sebuah taman wisata budaya dengan melihat jumlah wisatawan yang terus mengalami peningkatan sekaligus sebagai wujud apresiasi, tempat penelitian, pengembangan dan rekreasi. Taman wisata budaya yang dilengkapi dengan hotel resort menjadi strategi penggabungan dua tipologi fungsi arsitektur yang synergy. Menghadirkan taman wisata budaya dan hotel resort dengan tema dynamic modular architecture akan menciptakan karya arsitektur yang memberikan ekspresi bentuk yang kemudian digabungkan dengan kebudayaan setempat. Mengumpulkan data, menganalisa, dan menentukan konsep yang dilakukan berulang hingga mencapai titik maksimal merupakan strategi perancangan yang digunakan. Memilih tapak yang strategis dengan berbagai analisa yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan objek dan kaitannya dengan dynamic modular architecture. Hasil perancangan kemudian menjadi wadah bagi masyarakat setempat untuk pengembangan kebudayaan yang ada sejak lama.Kata kunci: Dynamic, Hotel resort, Taman wisata budaya, Wisatawan