Articles

Found 20 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KONDOM UNTUK PENCEGAHAN PMS PADA WPS DI LOKALISASI SUKOSARI BAWEN KABUPATEN SEMARANG Fauza, Rizka; Susanti, Rini; Mardiyaningsih, Eko
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.554 KB)

Abstract

Latar Belakang Penyakit menular seksual (PMS) merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi permasalahan kesehatan global karena pola penyakitnya hampir terjadi di semua negara. Salah satu penyebabnya adalah transaksi seks pada wanita pekerja seksual (WPS) dan pelanggannya dengan tingkat penggunaan kondom yang rendah (kurang dari 10%). Faktor yang berhubungan dengan penggunaan kondom antara lain pendidikan, pengetahuan, sikap, dan ketersediaan kondom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yangberhubungan dengan penggunaan kondom untuk pencegahan PMS pada WPS di Lokalisasi Sukosari Bawen Kabupaten Semarang Metode Penelitian Jenis penelitian ini deskriptif korelatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional.Analisis data menggunakan uji statistik Spearman Rank, jumlah sampel sebanyak 90 orang WPS di lokalisasi Sukosari Bawen dengan teknik sampling nonprobability sampling yaitu total sampling. Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan penggunaan kondom untuk pencegahan PMS adalah faktor pengetahuan dan ketersediaan kondom (p<0,05), sedangkan faktor pendidikan dan sikap tidak berhubungan dengan penggunaan kondom untuk pencegahan PMS pada WPS (p>0,05). Faktor pengetahuan memiliki hubungan yang cukup kuat terhadap tindakan penggunaan kondom untuk pencegahan PMS  pada WPS (r = 0,420), sedangkan faktor ketersediaan kondom memiliki hubungan yang lemah terhadap penggunaan kondom untuk pencegahan PMS (r s = 0,390). Kesimpulan Penyuluhan dan pelatihan mengenai PMS dan penggunaan kondom pada WPS perlu dilakukan oleh pihak unit kesehatan setempat dan perlunya pengawasan dari pengasuh berhubungan dengan penggunaan kondom pada anak asuh. Selain itu, diharapkan WPS lebih termotivasi untuk melakukan tindakan penggunaan kondom untuk pencegahan PMS.
PERBEDAAN ANTARA DILAKUKAN PIIJATAN OKSITOSIN DAN TIDAK DILAKUKAN PIJATAN OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMBARAWA Widiyanti, Firriantin Ayu; Setyowati, Heni; Sari, Kartika; Susanti, Rini
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.19 KB)

Abstract

Masalah yang sering timbul pada ibu post partum adalah sindrom ASI kurang dan ibu bekerja. Masalah sindrom ASI kurang diakibatkan oleh kecukupan bayi akan ASI tidak terpenuhi sehingga bayi mengalami ketidakpuasan setelah menyusu, bayi sering menangis atau rewel, tinja bayi keras dan payudara terasa membesar. Namun kenyataannya, ASI sebenarnya tidak kurang sehingga terkadang timbul masalah bahwa ibu merasa ASInya tidak tercukupi dan ada keinginan untuk menambah susu formula. Kecukupan dapat dinilai dari penambahan berat badan bayi secara teratur, frekuensi BAK paling sedikit 6x sehari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara dilakukan pijatan oksitosin dan tidak dilakukan pijatan oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment design dengan rancangan post test only design control group. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas bulan Mei-Juni 2014 di Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 20 responden di mana 10 responden dilakukanpijat oksitosin dan 10 responden tidak dilakukan pijat oksitosin, pada penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive sampling.Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa ada perbedaan antara dilakukan pijatan oksitosin dan tidak dilakukan pijatan oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa 2014 dengan menggunakan uji t independen, didapatkan nilai t hitung = -3,331 dengan p-value sebesar 0,004, dengan demikian hipotesis kerja (Ha) diterima p-value 0,004 <a (0,05) yang berarti ada perbedaan antara dilakukan pijatan oksitosin dan tidak dilakukan pijatan oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa. Produksi ASI pada ibu yang dilakukan pijat oksitosin lebih banyak dibandingkan ibu yang tidak dilakukan pijat oksitosin. Diharapkan bagi keluarga dan ibu post partum dapat melakukan tindakan pijat oksitosin dalam upaya peningkatan produksi ASI melalui petugas kesehatan.Kata Kunci : pijat oksitosin, produksi ASI
PENGARUH PENDEKATAN MODIFIKASI TERHADAP HASIL BELAJAR SEPAK SILA SEPAK TAKRAW (STUDI PADA SISWA KELAS X SMAN 1 KARANGAN, KAB. TRENGGALEK) SUSANTI, RINI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2017): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar belakang diadakannya penelitian ini adalah berdasarkan observasi dengan guru PJOK.&nbsp; Menurut pengakuan guru tersebut pembelajaran sepak sila sepak takraw pada siswa kelas X SMAN 1 Karangan, Kab. Trenggalek pernah diajarkan akan tetapi siswa kesulitan karena belum terbiasa menggunakan bola takraw yang keras, akibatnya pembelajaran belum tersampaikan secara maksimal. Hal ini menyebabkan rendahnya hasil belajar sepak takraw (tidak sesuai Kriteria Ketuntasan Minimal), oleh karena itu perlunya pendekatan modifikasi berupa bola spons sebagai pengganti bola takraw untuk membantu penyampaian teknik sepak takraw supaya dapat meningkatkan kemampuan sepak sila sepak takraw. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pendekatan modifikasi terhadap hasil belajar sepak sila sepak takraw dan seberapa besar pengaruh pendekatan modifikasi terhadap hasil belajar sepak sila sepak takraw studi pada siswa kelas X SMAN 1 Karangan, Kab. Trenggalek. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimen semu dengan menggunakan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian yaitu kelas X SMAN 1 Karangan, Kab. Trenggalek.yang memiliki 9 kelas yaitu dengan jumlah 342 siswa. Sampel didapatkan dengan teknik cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA-3 di SMAN 1 Karangan, Kab. Trenggalek sebanyak 40 siswa dengan jumlah 16 laki-laki dan 24 perempuan. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur aspek keterampilan adalah tes keterampilan sepak sila berpasangan dengan rubrik penilaian. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur aspek pengetahuan adalah tes tulis uraian. Teknik analisis data yang digunakan berupa rata-rata, standar deviasi, varian, uji normalitas, uji t, dan peningkatan. Hasil analisis data menunjukan bahwa ada pengaruh pendekatan modifikasi terhadap hasil belajar sepak sila sepak takraw dengan peningkatan hasil belajar sebesar 16,76% pada aspek keterampilan dan 39,04 % pada aspek pengetahuan. Berdasarkan hasil penelitian pendekatan modifikasi dengan menggunakan bola spons dapat digunakan untuk membantu penyampaian pembelajaran sepak sila sepak takraw supaya meningkatkan hasil belajar sepak takraw siswa SMA. Kata kunci: modifikasi, bola spons, hasil belajar, dan sepak sila. Abstract The background this research was based on observations with PJOK teacher. According to teacher&rsquo;s recognition, sepak sila sepak takraw teachers teaching in Class X SMAN 1 Karangan, Kab. Trenggalek ever taught but the difficulties students because they were accustomed to using takraw ball hard, learning outcomes have not been submitted to the fullest. This leads to poor learning outcomes sepak takraw (not appropriate minimum completeness criteria), therefore the need for modification approach in the form of a spons ball as subtitute of takraw ball to help the delivery of sepak takraw technique in order to improve skills sepak sila sepak takraw. The purpose of this study was to determine whether any modification approach effect on learning outcomes sepak sila sepak takraw and how much influence a modified approach to the study of sepak sila sepak takraw learning outcomes in Class X SMAN 1 Karangan, Kab. Trenggalek. This research included in this type of quasi-experimental study with single group pretest-posttest design. The study population Class X SMAN 1 Karangan, Kab. Trenggalek that have 9 classes, with the number of 342 students. Samples were obtained bytechnique. random cluster sample. Samples in this study were students of class X IPA-3 at SMAN 1 Karangan, Kab. Trenggalek of 40 students with the amount of 16 male and 24 female. The research instrument used to measure aspects of sepak sila skills test with the assessment rubric. The research instrument used to measure aspects of knowledge is a written test. The data analysis technique used is the average, standard deviation, variance, normality test, t test, and repair. The result of data analysis showed that there was a effect modification approach to the learning outcomes sepak takraw precepts with increase outcomes 39.04% in the knowledge aspect and 16,76% in the skills aspect. Based on research results using spons balls can be used to assist the delivery of learning sepak sila sepak takraw to increase improved learning outcomes sepak takraw high school students. Keywords: modification, spons ball,learning outcomes and sepak sila.
TEACHING READING BY COMBINING REAP (READ, ENCODE, ANNOTATE, PONDER) STRATEGY AND EXIT SLIPS STRATEGY AT SENIOR HIGH SCHOOL Susanti, Rini; Dewi, Rusmala
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam makalah ini penulis membahas bagaimana mengajarkan membaca (reading) dengan menggabungkan dua strategi yaitu Reap and Exit Slips strategy. Adapun aplikasinya, pertama, guru menggunakan strategi Reap, yang diawali dengan pembagian kelompok oleh guru dimana masing-masing anggota kelompok diberikan sebuah teks, kemudian siswa dipandu oleh guru untuk memahami teks yang didiskusikan dalam setiap kelompok. Setelah itu masing-masing kelompok menulis pemahaman mereka dalam sebuah catatan dan mengemukakan pemahaman mereka didepan kelas. Kedua yaitu Exit Slips, dalam aplikasi strategi ini guru akan mendapatkan umpan balik dari pemahaman masing-masing siswa. Setiap siswa memberikan pertanyaan dari pelajaran yang belum mereka pahami dalam teks yang didiskusikan melalui Exit Slips card yang diberikan oleh guru. Setelah itu guru akan memilih salah satu Exit Slips card untuk didiskusikan dan dijelaskan kepada siswa. Hal ini juga diharapkan untuk tercapainya tujuan pembelajaran membaca (Reading) pada siswa sekolah menengah atas (SMA). Jadi, melalui pengajaran  kombinasi kedua strategi ini, siswa mampu memahami teks yang diberikan oleh guru, disamping itu guru juga dapat mengetahui sejauh mana pemahaman masing-masing siswa di dalam membaca (Reading) pada siswa menengah atas (SMA).
Application Micoriza and Baean Varieties by Conservation Tillage for Biological Soil Properties Improvement Susanti, Rini; Afriani, Astri; Harahap, Fitra Syawal; Fadhillah, Wizni; Oesman, Roswita; Walida, Hilwa
Jurnal Pertanian Tropik Vol 6, No 1, April (2019)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.96 KB)

Abstract

ABSTRAK   Pengolahan tanah terlalu sering dapat menyebabkan tanah menjadi lebih gembur dan terbuka dalam waktu lama, sehingga meningkatkan laju evapotranspirasi dan mengurangi daya pegang tanah terhadap air. mengurangi daya pegang tanah terhadap air. Pemberian pupuk hayati yang mengandung mikoriza merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. bermikoriza merupakan pupuk yang mampu bersimbiosis dengan perakaran tanaman dan berfungsi untuk meningkatkan ketersedian PH Tanah dan P dalam tanah. Sehubungan dengan hal tersebut, maka diperlukan penelitian tentang uji efektifitas pupuk hayati berbasis mikoriza arbuskula dalam meningkatkan Total Mikroba ketesersedian P dan meningkatkan pertumbuhan tanaman Penelitian dilaksanakan dikebun Pembibitan Balai Benih Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Medan pada titik Koordinat N 98042’23,7” dan E 3030’28,3” dengan ketinggian ± 20 m diatas permukaan laut dimulai dari bulan April 2008 sampai dengan Mei 2018. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design) yang terdiri dari 3 faktor yaitu Faktor Pengolahan Tanah sebagai anak petak yang terdiri dari 3 taraf : No Tillage (T0), Minimum Tillage (T1), Full Tillage (T2), Faktor inokulasi Mikoriza sebagai anak petak terdiri dari 2 taraf : tanpa inokulasi Mikoriza (M0), ipnokulasi Mikoriza (M1). Faktor Varietas sebagai anak-anak petak terdiri dari 3 taraf yaitu : Varietas Lokal (V1). Varietas gajah (V2) dan Varietas kancil (V3). Hasil Penelitian  Untuk mengetahui pengolahan tanah dan pengaruh mikoriza serta kombinasi yang terbaik dari sistem pengolahan, penambahan mikoriza dan varietas kacang tanah (Arachis hypogaea L.) yang terbaik bagi peningkatan pH tanah, C-organik, P-tersedia, Bahan Organik Serta Total Mikroba Tanah  
SAMPLING DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN Susanti, Rini
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005
Publisher : Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.341 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.543

Abstract

Penelitian dalam ilmu pendidikan dapat berupa kualitatif maupun kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif, data dikumpulkan dengan mengukur variabel dari subjek penelitian untuk mendapatkan data yang objektif, bebas nilai dan teruji. Proses pengumpulan dapat dilakukan atas seluruh subjek yang dinamakan populasi atau atas sebagiannya yang disebut sampel. Jika data dikumpulkan dari sampel, maka sampel harus dipilih dari populasi sebelum pengumpulan data. Pemilihan sampel dari populasinya dinamakan sampling. Sampling dapat dilakukan secara random atau tidak. Keduanya berbeda dalam peluang semua subjek terpilih menjadi anggota sampel. Dalam sampling random, seluruh subjek populasi memiliki peluang yang sama, sedang dalam sampling nonrandom tidak. Sampling random dapat dijalankan dalam tiga langkah: menentukan kesalahan sampling, menentukan jumlah sampel, dan menggunakan teknik sampling yang tepat. Menurut karakter populasi, sampling random dapat berupa : sederhana, berstrata atau kluster. Menurut alasan sampling, sampling nonrandom dapat berupa : purposif, kuota, insidental, ketersediaan atau sistematik.
KONTRIBUSI PENYELENGGARAAN SIARAN TELEVISI EDUKASI (TVE) TERHADAP PENUNTASAN WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR 9 TAHUN Susanti, Rini
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007
Publisher : Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.506 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i3.467

Abstract

Sejak berdirinya 3 tahun yang lalu, banyak hal telah dilakukan dalam penyelenggaraannya. Berbagai kalangan pemerhati pendidikan mulai mempertanyakan kontribusi siaran TVE terhadap penuntasan Wajar Dikdas 9 Tahun. Penelitian ini dilaksanakan di SMP yang tersebar di 28 Propinsi di Indonesia pada bulan Desember tahun 2006. Metode yang digunakan adalah metoda survei. Populasinya adalah siswa-siswa SMP dan guru yang tersebar di sekolah perintisan dari 28 propinsi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memanfaatkan siaran TVE secara efektif. Sedangkan guru telah memanfaatkan siaran TVE cukup efektif. Kontribusi siaran TVE ditunjukkan pada setiap peningkatan satu unit skor efektivitas pemanfaatan siaran TVE pada konstanta -5,69 menghasilkan 0,124 peningkatan hasil belajar siswa. Kekuatan hubungan antara efektivitas pemanfaatan siaran TVE dengan hasil belajar siswa berdasarkan uji signifikansi koefisien korelasi ditunjukkan oleh korelasi r = 0,685 dengan persamaan regresi v = -5,69 + 0,124X. Hal ini berarti setiap peningkatan satu unit skor efektivitas pemanfaatan siaran TVE pada konstanta -5,69, menghasilkan 0,124 peningkatan hasil belajar siswa, atau dengan perkataan lain, semakin tinggi efektivitas pemanfaatan siaran TVE, maka semakin tinggi skor hasil belajar siswa. Sebaliknya, semakin rendah efektivitas pemanfaatan siaran TVE, maka semakin rendah skor hasil belajar siswa.
An Analysis of Local and Target Culture Integration in English Textbooks Sorongan, Dian Anggraini; Susanti, Rini; Syahri, Indawan
LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to find out the percentage of local culture integration and target culture integration in the selected English textbooks for senior high school “English Zone” and ”Interlanguage”. This research design was a content analysis with 1487 paragraphs and 638 pictures as the study data. The procedure of analyzing the data started by classifying the data into local or target culture division then it was analyzed based on Byrams cultural content checklist (1993) while the pictures were simply classified into local culture or target culture. The result of the analysis was made in the form of percentage. The results show that for analysis of the paragraph, the percentage of local culture integration in English Zone is 31,23 % and in Interlanguage is 9,6 % meanwhile the percentage of target culture integration in English Zone is 10,17% and in Interlanguage is 11,02%. For the picture analysis, the percentage of local culture integration in English Zone is 6,43 % and in Interlanguage is 18,2% meanwhile the percentage of target culture integration in English Zone is 12,41% and in Interlanguage is 20 %.
PERKEMBANGAN EMOSI MANUSIA Susanti, Rini
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004
Publisher : Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.432 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v4i15.389

Abstract

Emosi mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia karena mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial. Pertumbuhannya bervariasi pada semua orang. Emosi dikendalikan oleh proses kematangan dan belajar. Katarsis emosi membersihkan seseorang dari energi yang tidak tersalurkan. Dia mencegah ledakan emosi yang dapat menimbulkan penolakan sosial.
ANALISIS SENYAWA ANTIFUNGAL BAKTERI ENDOFIT ASAL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Hanif, Andini; Susanti, Rini
Agrintech: Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.339 KB) | DOI: 10.30596/agrintech.v1i1.1666

Abstract

Endophytic bacteria repoted can produce metabolite as antifungal compound. This study was aimed to knowing and obtain antifungal compound wich are produced of endophytic bacteria to control fungal pathogen. Isolation of endophytic bacteria was done using surface sterilization method, furthermore hypersensitive reaction test of bacteria was done for selection pathogenicity of bacteria. Endophytic bacteria was tested their antagonism against fungal pathogen for selection the potential of endophytic bacteria. Isolate of endophytic bacteria which have highest growth inhibitor would be extracted and analyzed the antifungal compound. The result showed that threeisolate of endophytic bacteria wich one potentially in inhibiting fungal pathogen are isolate EF14III, ER1I and ER101. Isolate bacteria ER1I was the most effective in inhibiting the growth of fungal pathogen. Antifungal compound in isolate bacteria ER1I are fenol, lauric acid, propenoic acid, and cyclohexanone.Keywords: Antifungal compound, Endophytic Bacteria, Fungal pathogen