Articles

Found 15 Documents
Search

PENDAMPINGAN IBU HAMIL MELALUI PROGRAM ONE STUDENT ONE CLIENT (OSOC) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GENUK SEMARANG Wuriningsih, Apriliani Yulianti; Wahyuni, Sri; Rahayu, Tutik; Distinarista, Hernandia; Astuti, Indra Tri; Khasanah, Nopi Nur; Susanto, Herry; Wijayanti, Kurnia; Luthfa, Iskim; Haiya, Nutrisia Nu?im; Puspitasari, Dyah Wiji
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.127 KB)

Abstract

Maternity nursing is part of health services to improve women's health, one of them is high-risk pregnancies. OSOC Program is a program launched by the Central Java Government in an effort to decrease the high Maternal Mortality Rate (MMR) in Central Java based on the continuity of care approach. Direct learning experiences method was used in the community by placing students in each chosen area. Each student will get one client that he / she is managing during the learning experience. All clients in each region has supervisor, thus there was one student one client. There were 40 high risk pregnant women. After accompaniment, there was a significant result. Pregnant women took more than 90% Fe tablets since from the beginning of pregnancy, pregnant women and families prepared with birth planning and prevention of complications program, pregnant women and families who signed the delivery order from 85% up to 100%. Pregnant women who joined the pregnancy class rose from 75% to 100% after being accompanied by students. OSOC program can improve the welfare of mother and fetus. This program can be continued as the continuous basis by enhancing multisectoral further coordination.
Uji Efektifitas Herbisida Atrazin, Mesotrion, dan Campuran Atrazin+Mesotrion terhadap Beberapa Jenis Gulma Wati, Nana Ratna; J. Sembodo, Dad Resiworo; Susanto, Herry
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.625 KB) | DOI: 10.25181/jppt.v15i1.107

Abstract

The aimed of this research was to know the effectiveness of mixing herbicides with active ingredient atrazin and mesotrion in controlling weeds and know the mixture characteristic. This research conducted in the plastic garden house private in Natar, South Lampung and in the Weeds laboratory of Agriculture faculty, Lampung University from June until July 2013. This Research arranged in a Randomized Completely Design (RCD). Treatment consists of three types of herbicides with six level of dosage active ingredient, namely of single herbicides is atrazin 500 g l-1 (0, 76, 152, 304, 608, and 1.215 ha g-1), mesotrion 50 g l-1 (0, 11, 22, 43, 86, and 172 g ha-1), and mixed herbicides from atrazin 500 g l-1 + mesotrion 50 g l-1 (0, 28, 56, 112, 225, and 450 g ha-1). The target weed were a type of broadleaves (Asystasia gangetica), a type of grasses (Paspalum conjugatum), and a type of sedges (Cyperus kyllingia).Homogenity tested using Bartlet and aditivity tested using Tukey, data analyzed by Analisis of Variance and different median values tested with Least Significant Difference (LSD) level 5%. Results showed that an active ingredient mixture of atrazin 500 g L-1 + mesotrion 50 g L-1 has LD50 expectation value of 51,48 g ha-1 and LD50 treatment of 257,48 g ha-1 with the co-toxicity value was 0.2 (co-toxicity < 1) until mixture was antagonist. Keywords: Atrazin, mesotrion, herbicide mixture, Multiplicative Survival Model ( MSM), LD50
Kecemasan Anak Usia Sekolah Sebelum dan Sesudah Mendapatkan Informasi Saat Pemberian Obat Injeksi sutrisno, sutrisno; Widodo, Gipta Galih; Susanto, Herry
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2017): December
Publisher : STIKes Aisyah Pringsewu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v2i2.42

Abstract

Abstrak: Anak yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit seringkali mengalami masalah dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Kondisi bagi seorang anak menjadi suatu keadaan krisis yang terjadi karena anak berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan dirumah sakit, sehingga kondisi tersebut menimbulkan perasaan cemas bagi anak baik terhadap anak sendiri maupun keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan anak usia sekolah sebelum dan sesudah mendapatkan informasi tentang pemberian injeksi pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan sampel 17 responden kelompok kontrol dan 17 responden kelompok intervensi. Pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi tentang kecemasan anak. Analisis data menggunakan uji beda 2 mean. Hasil penelitian didapatkan Terdapat perbedaan kecemasan sesudah diberikan intervensi pada kedua kelompok di RSUD Ambarawa dengan nilai p sebesar 0,010. Saran kepada petugas kesehatan setempat agar terus menerus memberikan penyuluhan dan informasi yang benar tentang pemberian obat. Sehingga dapat menurunkan kecemasan anak usia sekolah pada saat menerima tindakan pemberian injeksi.Kata kunci : kecemasan anak, prosedur pemberian obat injeksi ANXIETY OF CHILDHOOD SCHOOL AGE BEFORE AND AFTER GETTING INFORMATION WHEN GIVING INJECTIONS Abstract: Children who are undergoing hospital treatment often have problems interacting with the surrounding environment. This condition for a child becomes a state of crisis that occurs because the child is trying to adapt to the environment in the hospital, so that the condition raises anxiety for the child both against their own children and family. The purpose of this study was to determine differences in the anxiety level of school-aged children before and after obtaining information about injection administration in the control group and intervention group. This research method used quasi experiment design with sample of 17 respondent of control group and 17 respondent of intervention group. Sampling using purposive sampling technique. Data collection uses an observation sheet on child anxiety. Data analysis using difference test 2 mean. The results obtained There are differences in anxiety after being given intervention in both groups in hospitals Ambarawa with p value of 0.010. Suggestions to local health officials to continuously provide counseling and correct information about drug delivery. So as to reduce the anxiety of school-age children when receiving an injection treatment.Key words: anxiety children, injection drug administration procedures
GAMBARAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT SERTA PERILAKU MENGGOSOK GIGI ANAK USIA SEKOLAH Khasanah, Nopi Nur; Susanto, Herry; Rahayu, Weny Feftiana
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 4 (2019): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.011 KB)

Abstract

Menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat dilakukan dengan cara menggosok gigi yang baik dan benar. Masalah&nbsp; kesehatan gigi dan mulut paling banyak dialami oleh anak usia 6-12 tahun. Penyebab yang sangat mendasar adalah kurangnya kesadaran diri sendiri dan orang tua dalam membiasakan anak menggosok gigi yang baik dan benar serta tepat waktu. Hal ini dapat mempengaruhi kondisi tubuh ketika kondisi gigi dan mulut tidak bersih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kesehatan gigi dan mulut serta perilaku menggosok gigi pada anak usia sekolah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi menggunakan SOP gosok gigi. Jumlah responden sebanyak 119 siswa dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian diolah secara statistik. Hasil analisis diperoleh bahwa 119 siswa sebagian besar memiliki karakteristik usia 11 tahun dengan tingkat pendidikan sebagian besar kelas 4. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 44,5% memiliki pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut tinggi dan sebanyak 55,5% memiliki pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut rendah. Selain itu, sebanyak 26,9% siswa kelas 4, 5 dan 6 SDN Gebangsari 02 Semarang memiliki perilaku sesuai SOP dalam gosok gigi. Namun, 73,1% diketahui memiliki perilaku tidak sesuai SOP dalam gosok gigi. Terdapat 37 responden (31,1%) memiliki pengetahuan kesehatan gigi dan mulut tinggi namun perilaku menggosok gigi tidak sesuai SOP. &nbsp; Kata kunci: kesehatan gigi dan mulut, anak usia sekolah, perilaku menggosok gigi &nbsp; THE DESCRIBE DENTAL AND ORAL HEALTH TOWARD BRUSHING TEETH PRACTICE AMONG SCHOOL AGE CHILDREN &nbsp; ABSTRACT Maintaining healthy teeth and mouth, can be done by brushing teeth properly. The majority dental and oral health problems are experienced by child aged 6-12 years. Those disorders are caused by the lack of self-awareness of the children and their parents in getting children to brush their teeth properly. This can affect the condition of the body when the oral condition is not hygiene. The purpose of this study was to determine the describe dental and oral health toward brushing teeth practice among school age children.This research was quantitative research with a descriptive research design. Data were collected by using questionnaires and observation of&nbsp; brushing teeth practice. The number of respondents were 119 students selected by purposive sampling technique. Furthermore, the data were processed statistically. The results of the analysis showed that of 119 students, mostl of them aged 11 year as many as 44.5% with the level of education of most of them 4th grade accaunted for 34.5%. The results showed that 44.5% (n = 53) had high knowledge about dental and oral health and as many as 55.5% (n = 66) had knowledge of low oral and dental health. In addition, as many as 26.9% (n = 32) 4th, 5th and 6th grade students of Gebangsari 02 Elementary School Semarang had behavior in accordance with the standard practice in brushing their teeth. However, 73.1% (n = 87) were known to have inappropriate standard practice behavior in brushing teeth. There were 37 respondents (31.1%) having high dental and oral health knowledge but brushing behavior was not in accordance with the SOP. &nbsp; Keywords: dental and oral health, school-age children, brushing teeth practice
EFIKASI HERBISIDA METIL METSULFURON UNTUK MENGENDALIKAN GULMA PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) MENGHASILKAN Koriyando, Virgio; Susanto, Herry; Sugiatno, Sugiatno; Pujisiswanto, Hidayat
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2049

Abstract

Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam meningkatkan produksi tanaman kelapa sawit adalah faktor lingkungan terutama masalah keberadaan gulma yang dapat menekan pertumbuhan dan hasil. Aplikasi herbisida merupakan pengendalian gulma secara kimiawi dan herbisida metil metsulfuron berpotensi efektif mengendalikan gulma pada piringan tanaman kelapa sawit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh herbisida metil metsulfuron terhadap gulma total dan gulma dominanpada lahan tanaman kelapa sawit menghasilkan, dosis herbisida metil metsulfuron yang efektif untuk mengendalikan gulma total dan gulma dominan pada lahan tanaman kelapa sawit menghasilkan, dan perubahan komunitas gulma akibat perlakuan herbisida metil metsulfuron pada lahan tanaman kelapa sawit menghasilkan. Penelitian dilakukan di areal perkebunan kelapa sawit di Desa Mujimulyo, Natar, Lampung Selatan dan di Laboratorium Gulma, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Bandar lampung. Penelitian menggunakan rancangan kelompok teracak sempurna (RKTS) yang terdiri atas 7 perlakuan yaitudosis metil metsulfuron 15,75, 21,00, 26,25, dan 31,50 g ha -1 , metil metsulfuron pembanding (20,00 g ha -1 ), penyianganmekanis, dan tanpa pengendalian (kontrol). Penelitian diulang 4 kali dan setiap satuan percobaan terdiri atas 3 piringantanaman kelapa sawit. Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlet dan aditivitas data diuji dengan uji Tukey. Data dianalisisragam dan perbedaan nilai tengah diuji dengan Uji BNT pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasiherbisida metil metsulfuron dosis 15,75 – 31,50 g ha -1 efektif mengendalikan gulma total pada 4, 8, dan 12 MSA. Herbisida metilmetsulfuron dosis 15,75 – 31,50 g ha -1 efektif mengendalikan Ageratum conyzoides dan Synedrella nodiflora pada 8 dan 12MSA, Axonopus compressus pada 12 MSA, dan Cyperus kyllingia pada 8 MSA dan terjadi perubahan komunitas gulmaakibat aplikasi herbisida metil metsulfuron.
RESPON DELAPAN JENIS GULMA INDIKATOR TERHADAP PEMBERIAN CAIRAN FERMENTASI PULP KAKAO Pratama, Aris Faisal; Susanto, Herry; Sembodo, Dad R. J.
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v1i1.1919

Abstract

Cairan fermentasi pulp kakao merupakan salah satu hasil sampingan dari pengelolaan kakao, yang masih belum termanfaatkan secara optimal. Berdasarkan hasil uji awal yang dilakukan, cairan fermentasi pulp kakao memiliki potensi untuk dijadikan sebagai bioherbisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya racun yang terkandung dalam cairan fermentasi pulp kakao dan jenis gulma yang dapat teracuni. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan dari Febuari sampai Juli 2012. Perlakuan disusun secara faktorial (2 x 8) dalam rancangan strip plot dengan tiga ulangan. Faktor pertama fermentasi pulp kakao dan faktor kedua delapan jenis gulma indikator. Data yang didapat dianalisis ragam dan apabila terdapat perbedaan nilai tengah perlakuan, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan cairan fermentasi pulp kakao memiliki kandungan asam organik yang dapat meracuni delapan jenis gulma indikator. Persentase keracunan gulma golongan rumput 83 %, daun lebar 41 %, dan teki 33 %. Gulma golongan rumput memiliki persentase keracunan paling tinggi, sedangkan golongan teki persentase keracunannya paling rendah. Bobot kering brangkasan delapan gulma indikator, baik diaplikasi cairan fermentasi pulp kakao maupun yang tidak diaplikasi, tidak terjadi perbedaan. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan zat yang terdapat dalam cairan fermentasi pulp kakao dapat meracuni gulma, tetapi tidak dapat menekan dan mengendalikan pertumbuhan gulma.
EFIKASI HERBISIDA 2,4-D TERHADAP GULMA PADA BUDIDAYA TANAMAN PADI SAWAH (Oryza Sativa L.) Apriadi, Waskita; Sembodo, Dad R. J.; Susanto, Herry
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2040

Abstract

Pengendalian gulma dengan herbisida dipilih karena memiliki keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan cara pengendalian lain. Pengendalian gulma dilaksanakan sebab gulma dapat menurunkan hasil padi hingga 87%. Penelitiandilakukan bertujuanmengetahui: (1) efikasi herbisida 2,4-D terhadap pertumbuhan gulma pada budidaya tanaman padi sawah; (2)terjadinyaperubahan komposisi jenis gulma pada lahan budidaya padi sawah setelah aplikasi herbisida 2,4-D; dan (3) pengaruh herbisida 2,4-D terhadap tanaman padi sawah. Penelitian dilaksanakan di desa Tempuran kecamatan Trimurjo, kabupaten Lampung Tengah dan Laboratorium Ilmu Gulma Universitas Lampung dari bulan Februari sampai Mei 2012. Perlakuan yang diuji yaitu 2,4-D 0,649 kg ha-1(0,75 l ha-1), 2,4-D 0,865kg ha-1(1,00 l ha-1), 2,4-D 1,081 kg ha-1 (1,25 l ha-1), 2,4-D 1,297 kg ha1 (1,50 l ha-1), Metil metsulfuron 0,004 kg ha-1(20g ha-1),penyiangan mekanis, dan kontrol. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 ulangan. Perbedaan nilai tengah perlakuan diuji dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada α =0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) herbisida 2,4-D pada semua taraf dosis yang diuji mampu menekan bobot kering gulma total, bobot kering gulma daun lebar dan teki, tetapi tidak mampu menekan bobot kering gulma rumput pada 3 dan 6 MSA; (2) Terjadi perubahan komposisi gulma akibat aplikasi herbisida yang ditunjukkan dengan jenis dan peringkat dominansi gulma yang tumbuh berbeda pada setiap perlakuan yang dibandingkan dengankontrol (tanpa pengendalian) pada 3 dan 6 MSA; dan (3) Herbisida 2,4-D tidak meracuni dan tidak menekan pertumbuhan dan produksi tanaman padi sawah.
RESPONS GULMA TERHADAP LAMA FERMENTASI CAIRAN PULP KAKAO SEBAGAI BIOHERBISIDA Kusnendar, Dwi Apri; Sembodo, Dad R.J.; Susanto, Herry
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v1i2.2019

Abstract

Cairan fermentasi pulp kakao merupakan limbah yang belum banyak dimanfaatkan. Kandungan asam organik yang terdapat pada cairan fermentasi membuat limbah tersebut berpotensi sebagai bioherbisida pascatumbuh. Berdasarkan hasil uji awal limbah ini dapat meracuni dengan munculnya klorosis pada gulma.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh lama fermentasi cairan buah kakao terhadap tingkat keracunan pada gulma; (2) pengaruh beberapa jenis gulma terhadap tingkat keracunan; dan (3) pengaruh interaksi antara lama fermentasi dan jenis gulma terhadap tingkat keracunan gulma. Aplikasi pulp kakao dilakukan secara pascatumbuh, perlakuan disusun secara faktorial (10 x 7).  Faktor pertama adalah lama fermentasi pulp kakao (F) yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 minggu dan kontrol (tanpa diaplikasi)) sebagai pembanding. Faktor kedua adalah 7 jenis gulma (G) yaitu Mimosa invisa; Borreria latifolia; Richardia brasiliensis; Asystasia gangetica; Setaria plicata; Axonopus compressus; Cyperus kyllingia.  Percobaan dilakukan dengan Rancangan Petak Berjalur (Strip Plot Design). Data dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji BNT pada α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Carian pulp kakao yang difermentasi selama 4 sampai 5 minggu dapat meracuni gulma paling tinggi. (2) Cairan fermentasi pulp kakao yang diaplikasikan secara langsung ke gulma sangat efektif dalam meracuni gulma M. pudica, B. latifolia, R. brasiliencis, A. gangetica, dan A. compressus, sedangkan Setaria plicata dan Cyperus kyllingia tahan terhadap aplikasi cairan pulp kakao yang di fermentasi; (3) Ada pengaruh interaksi antara lama fermentasi dan jenis gulma dalam mempengaruhi persentase keracunan.
IMPLIKASI HERMENEUTIS MEMBACA INJIL-INJIL KANONIK SEBAGAI TULISAN BIOGRAFI YUNANI-ROMAWI Susanto, Herry
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 2, No 2 (2018): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.736 KB)

Abstract

Herry Susanto, The Hermeneutical Implication of Reading the Canonical Gospels as Greco-Roman Biographical Writing. Historical method and narative criticism are the two approaches that have become important tools in exegetical work of canonical Gospels. Both have given important contribution, however the two approaches have inadequacies. The historical approach depends on external data, and narrative criticism tends to treat the Gospel texts as modern narratives. In the subsequent development of studies on the canonical Gospels, it has been found some significant similarities between the Gospels and Greco-Roman biographical writings. This writing observes three similarities, namely the format of content, focus of story and purpose. The content of Greco-Roman biography, mostly narrates the public work or ministry of the main character. The same thing is found on the Gospels. Likewise, the focus of story that orients to one main character and the purpose of authorship that has rhetorical and persuasive element. The similarities indicate that the canonical Gospels may be categorized as Greco-Roman biographical genre. Certainly, it has hermeneutical implication. The Gospels should be read in accordance with its genre.Herry Susanto, Implikasi Hermeneutis Membaca Injil-Injil Kanonik sebagai Tulisan Yunani-Romawi. Metode historis dan kritik naratif merupakan dua pendekatan yang telah menjadi alat penting dalam karya eksegesa Injil-Injil kanonik. Keduanya telah memberi kontribusi penting, namun dua pendekatan tersebut memiliki kelemahan. Pendekatan historis bergantung pada data eksternal, dan kritik naratif cenderung memperlakukan teks-teks Injil sebagai naratif modern. Dalam perkembangan selanjutnya studi terhadap Injil-Injil kanonik, didapati kesamaan-kesamaan yang signifikan antara kitab-kitab Injil dengan tulisan biografi Yunani-Romawi. Tulisan ini melihat tiga kesamaan, yaitu format isi, fokus cerita dan tujuan. Isi biografi Yunani-Romawi, sebagian besar menceritakan karya atau pelayanan publik tokoh utama. Hal yang sama dijumpai pada kitab-kitab Injil. Demikian juga dengan fokus cerita yang berorientasi kepada satu tokoh utama dan tujuan penulisan yang memiliki unsur retoris dan persuasif. Kesamaan-kesamaan ini tentu mengindikasikan bahwa Injil-Injil kanonik dapat dikategorikan bergenre biografi Yunani-Romawi. Ini tentu memiliki implikasi hermeneutis. Kitab-kitab Injil harus dibaca sesuai dengan genrenya tersebut.
Modified Legos is Effective in Stimulating Development on Pre-School Children Khasanah, Nopi Nur; Mustafidah, Atina; Susanto, Herry
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Keperawatan Anak
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.073 KB) | DOI: 10.32584/jika.v1i2.131

Abstract

Background: Optimizing pre-school children development can be performed through stimulation with play activities. Interesting games able to motivate children actively to follow the rules of the designed game. Objective: This study aimed to analyze the effect of modified lego games on the development of pre-school children. Method: The research design of this study was Pre experimental One Group Pre-Post Test Design with the number of 17 respondents. Data analysis used  marginal homogeneity test. Results and discussion: The number of children who had 'normal development' category had increased significantly from 52.9% (pre- test) to 76.5% (post-test). Bivariate analysis showed that there was ρ-value of 0.025 (<0.05).  Games need to be modified to make it more attractive to children and hope that able to stimulate all aspects of development. Conclusion: This study shows a significant effect of modified lego games on the development among pre-school children.