Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan

PROSES BERPIKIR MAHASISWA FIELD DEPENDENT BERDASARKAN KERANGKA BERPIKIR MASON Dewi, Ika Rahayu Sintiya; Chandra, Tjang Daniel; Susanto, Hery
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 7: JULI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i7.12643

Abstract

Abstract: The aim of this study is to describe field dependent students? thinking process based on Mason?s thinking stcructure. Man and woman field dependent subject used all of aspect exclude introduce aspect in entry phase and why in attack phase. Man subject got stuck ones and he believed that his solution can answer the problem. Women subject get twice stuck and the solution can?t answer the problem.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir mahasiswa field dependent berdasarkan kerangka berpikir matematis Mason. Subjek field dependent laki-laki dan perempuan memenuhi semua aspek kecuali aspek introduce pada fase entry dan why pada fase attack. Perbedaannya yaitu subjek 1 mengalami stuck 1 kali dan percaya bahwa hasil pekrjaannya telah dapat menjawab persoalan dan subjek 2 mengalami 2 kali stuck dan tidak dapat menyelesaikan masalah yang diberikan.
KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH OPEN-ENDED BERDASARKAN ASPEK FLUENCY, FLEXIBILITY, DAN NOVELTY Ramandani, Rina; Susanto, Hery; Dwiyana, Dwiyana
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 8: AGUSTUS 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i8.12660

Abstract

Abstract: This qualitative research aims to describe students' ability to solve open-ended problems based on fluency, flexibility, and novelty aspects. The study was conducted at MTsN 1 Malang. The subjects in this study were four students. The instruments used were interview guidelines and open-ended problem test. The results of this research confirm that highly ability students are able to think broadly and apply many ideas so that they are flexible in making a flat build. He fulfils the fluency, flexibility and novelty aspects. Moderate students are less able to bring up and apply many ideas in answering open-ended problems so that they meet the fluency and flexibility or fluency aspects only. Low-ability students are unable to bring up and apply many ideas to produce many answers so that they do not fulfil all three aspects.Abstrak: Penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah open-ended berdasarkan aspek fluency, flexibility, dan novelty. Penelitian dilaksanakan di MTsN 1 Malang. Subjek dalam penelitian ini sebanyak empat siswa. Instrumen yang digunakan pedoman wawancara dan lembar tes masalah open-ended. Hasil penelitiannya siswa berkemampuan tinggi mampu berpikir secara luas dan menerapkan banyak ide sehingga fleksibel dalam membuat bangun datar. Ia memenuhi aspek fluency, flexibility, dan novelty. Siswa berkemampuan sedang kurang dapat memunculkan dan menerapkan banyak ide dalam menjawab masalah open-ended sehingga memenuhi aspek fluency dan flexibility atau fluency saja. Siswa berkemampuan rendah tidak mampu memunculkan dan menerapkan banyak ide untuk menghasilkan banyak jawaban sehingga tidak memenuhi ketiga aspek.
IMPLEMENTASI DESAIN PEMBELAJARAN PADA KURIKULUM 2013 DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL Pramita, Mitra; Mulyati, Sri; Susanto, Hery
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.3, Maret 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.893 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i3.6150

Abstract

This purpose of this research is to describe the process and the learning implementation on 2013 curriculum, social arithmetic lesson using contextual approach. The research used was descriptive qualitative research that had been done at Seventh grade students of SMPN 13 Banjarmasin. This research used contextual approach that had been designed on lesson plan and used student worksheet that had been arranged and was based on contextual approach. The result of this research showed that learning mathematic lesson social arithmetic with contextual approach which consist of seven components that are able to make students involve actively in teaching and learning process. This could be a guidance of one of alternative ways in learning mathematic activity by using contextual approach on junior high school in 2013 curriculum.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil implementasi desain pembelajaran pada kurikulum 2013 materi aritmetika sosial menggunakan pendekatan kontekstual. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SMPN 13 Banjarmasin. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-B SMPN 13 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kontekstual yang dirancang pada rencana pembelajaran dan menggunakan LKS yang telah disusun berdasarkan pendekatan kontekstual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran matematika materi aritmetika sosial dengan pendekatan kontekstual yang memuat 7 komponen didalamnya mampu membuat siswa terlibat aktif dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Hal ini bisa dijadikan pedoman sebagai salah satu alternatif dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan kontekstual di SMP pada kurikulum 2013.
STRUKTUR KONEKSI MATEMATIS SISWA KELAS X PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL Rismawati, Melinda; Irawan, Edy Bambang; Susanto, Hery
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 4: April, 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.747 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i4.8754

Abstract

Mathematical connection is an interconnection among concepts in a similar topic and an interconnection among materials in a particular topic with other topic in mathematics. When students can connect mathematical ideas, their understanding is deeper and more lasting. This research studies about the structure of mathematical connection of the students with a high mathematical abilities in solving problem on Linear Equation System Two Variable (LESTV) by giving individual worksheet and interviewing one subject with a high mathematical abilities. The structure of mathematical connection is studied by linking the indicators of mathematical connection that are: (1) recognizing and utilizing the relationship between mathematical ideas, and (2) understanding how the mathematical ideas are connected and built each other resulting the ideas thoroughly and coherently.Koneksi matematis adalah hubungan antar konsep dalam satu topik yang sama, serta hubungan antar materi dalam matematika. Jika siswa dapat membuat banyak koneksi matematis, maka pembelajaran akan bermakna dan optimal. Penelitian ini mengkaji struktur koneksi matematis siswa berkemampuan matematis tinggi dalam menyelesaikan soal SPLDV dengan memberikan lembar tugas individu dan melakukan wawancara kepada satu subjek yang memiliki kemampuan matematis tinggi. Hasil tes dianalisis menggunakan indikator koneksi matematis (1) mengenal dan menggunakan hubungan diantara ide-ide matematis, (2) memahami bagaimana ide matematis saling berhubungan dan membangun satu sama lain untuk menghasilkan keseluruhan yang koheren.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MELALUI PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) Damayani Hutahaean, Lely Grace; Sutawidjaja, Akbar; Susanto, Hery
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.4, April 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.459 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i4.6205

Abstract

The purpose of this study is to describe Think Pair Share (TPS) learning, which can improve students ability in mathematic story problems probability material. According to the purpose of the research, the type of the research is descriptive qualitative. The subjects of the research is 30 students of SMK Telkom Malang. The learning phases in this research is (1) Think, (2) Pair, (3) Share. Student’s ability to solve story problems include (1) understanding the problem, (2) change the problem to mathematic model form, (3) making solution, (4) write the final answer accurately. The results of the research is the level of students have the ability to solve mathematic story problem at probability material is 80%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran Think Pair Share (TPS) yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi peluang.Berdasarkan tujuan penelitian tersebut maka jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun subyek penelitiannya adalah siswa SMK Malang dengan banyak siswa 30 orang. Tahap pembelajaran dalam penelitian ini adalah (1) Think, (2) Pair, (3) Share. Kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita meliputi (1) memahami soal, (2) mengubah soal ke bentuk model matematika, (3) membuat penyelesaian, (4) menulis jawaban akhir dengan tepat. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi Peluang adalah sebesar 80%.
ANALISIS KESALAHAN DAN SCAFFOLDING SISWA BERKEMAMPUAN RENDAH DALAM MENYELESAIKAN OPERASI TAMBAH DAN KURANG BILANGAN BULAT Badriyah, Lailatul; As’ari, Abdur Rahman; Susanto, Hery
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.2, No.1, Januari 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.48 KB) | DOI: 10.17977/jp.v2i1.8403

Abstract

This study aims to find out the error made by the low achievement students in completing the operation of adding and subtracting integers as well as scaffolding to help studenst correct thire errors. Researchers gave 7 items about integer arithmetic operations to 20 students of class VIII. The errors contained in the low achievement student worksheets were then analyzed and used as the basis for on-to-one scaffolding. The results showed that the pattern of students error in completing the operation of adding and subtracting integers is that they neglect the minus sign in the negative numbers. Scaffolding to help the low ability students improve their knowledge and fix their errors in completing the the operation of adding and subtracting integers are the level 2 (Reviewing and Restructuring), and level 3 (Making Connection) scaffolding.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan yang dilakukan siswa berkemampuan rendah dalam menyelesaikan operasi tambah dan kurang bilangan bulat serta scaffolding yang dapat membantu siswa memperbaiki kesalahan tersebut. Peneliti memberikan 7 butir soal operasi hitung bilangan bulat kepada 20 siswa kelas VIII. Kesalahahan yang terdapat pada lembar kerja siswa berkemampuan rendah dianalisis dan digunakan sebagai dasar pemberian on-to-one scaffolding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kesalahan siswa dalam menyelesaikan operasi kurang bilangan bulat adalah pengabaian lambang minus pada bilangan negatif. Sescaffolding yang dapat membantu siswa berkemampuan rendah meningkatkan pengetahuan dan memperbaiki kesalahan dalam menyelesaikan operasi tambah dan kurang bilangan bulat adalah scaffolding level 2 reviewing dan restructuring dan level 3 (Making Connections).
Keberhasilan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Berdasarkan Kemampuan Membuat Berbagai Representasi Matematis Khairunnisa, Gusti Firda; As’ari, Abdur Rahman; Susanto, Hery
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 6: JUNI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.307 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i6.11117

Abstract

Abstract: This research aims to describe students’ achievement in solving word problem based on the students’ ability to make multiple representations. This research conducted by give two word problems to 29 students in XII SMA. In each problem, students asked to make visual and symbolic representation which is represents the story given, and then solve the problem with the procedure to solve it as detail as possible. The research result shows that (1) students’ ability to make a symbolic representation is better than the students’ ability to make a visual representation, (2) the students’ inability to make a visual representation doesn’t effect the achievement in problem solving, (3) the students whom can’t make a symbolic representation which is compatible with the problem given tend to unable to make a visual representation which is represents the problem and use try and error strategy to solve the problem. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberhasilan siswa dalam menyelesaikan soal cerita ditinjau dari segi  kemampuan siswa tersebut dalam membuat berbagai representasi matematis. Penelitian dilakukan dengan memberikan dua masalah berupa soal cerita kepada 29 siswa kelas XII SMA. Pada setiap soal, siswa diminta untuk membuat representasi visual dan simbolik yang sesuai dengan cerita yang diberikan, kemudian siswa diminta untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan menyertakan langkah-langkah penyelesaian sedetail mungkin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan siswa dalam membuat representasi simbolik lebih baik daripada kemampuan siswa dalam membuat representasi visual, (2) ketidakmampuan siswa dalam membuat representasi visual tidak memengaruhi keberhasilan siswa tersebut dalam memecahkan masalah, (3) siswa yang tidak mampu membuat representasi simbolik cenderung juga tidak bisa membuat representasi visual yang sesuai dengan masalah dan menggunakan strategi try and error untuk menyelesaikan masalah.
Buku Ajar Siswa Berbasis Pemecahan Masalah pada Materi Luas Permukaan dan Volume Tabung Kurniyati, Thoufina; Susanto, Hery; Dwiyana, Dwiyana
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 9: SEPTEMBER 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.095 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i9.11580

Abstract

Abstract: This development research aims to describe the process and results of student book development based on problem solving. This study uses the model of Plomp development and research subjects are students of class IXA MTs Attaraqqie Malang. The test results show that the validity of the students’ book is valid and the score obtained 3.37. The test results of practicality of the model teacher and two observers is pratical and the scores obtained respectively 3.84 and 3.32.Abstrak: Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan buku siswa berbasis pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp dan subjek penelitian adalah siswa kelas IXA MTs Attaraqqie Kota Malang. Hasil uji kevalidan menunjukkan bahwa buku siswa memenuhi kriteria valid yaitu skor yang diperoleh 3,37. Hasil uji kepraktisan dari guru model dan dua observer memenuhi kriteria praktis yaitu skor yang diperoleh berturut-turut 3,84 dan 3,32.
Scaffolding untuk Mengatasi Hambatan Berpikir Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Sudut pada Dimensi Tiga Asri, Dwita Tyasti; Nusantara, Toto; Susanto, Hery
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 10: OKTOBER 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.5 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i10.11651

Abstract

Abstract: The pupose of this research is to describe the thinking barriers of high school students in solving angle problems in the three dimensions. This research is a qualitative descriptive study. Data obtained from student tes result in solving problems, interviews and scaffolding. Subjects in this study are high school students who have learned abaut the angle between the line with the plane in the three dimensions. The results showed that subjects 1 (S1) and subject 2 (S2) experienced obstacles in solving angle problems in the three dimensions. High-ability student thinking barriers occur at the stage of devising a plan implementing a carrying out plan and looking back due to lack of initial knowledge, lack of student analogy skills, and lack of connection ability students. While the low-ability student thinking impediment occurs in the stage of drafting a devising plan which continues in the step of carrying out the plan and looking back.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hambatan berpikir siswa SMA dalam menyelesaikan masalah sudut pada dimensi tiga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari hasil pekerjaan siswa dalam menyelesaikan masalah, wawancara, dan scaffolding. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMA yang telah memperoleh materi sudut antara garis dengan bidang pada dimensi tiga. Hasil penelitian menunjukkan subjek 1 (S1) dan subjek 2 (S2) mengalami hambatan dalam menyelesaikan masalah sudut pada dimensi tiga. Hambatan berpikir siswa kemampuan tinggi (S1) terjadi pada tahap menyusun rencana penyelesaian,  melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksa kembali yang dikarenakan kurangnya pengetahuan awal, kurangnya kemampuan analogi siswa, dan kurangnya kemampuan koneksi siswa. Hambatan berpikir siswa kemampuan rendah (S2) terjadi pada tahap menyusun rencana penyelesaian yang berlanjut pada langkah melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali
Identifikasi Level Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Open Ended pada Materi SPLTV Shalahuddin, Herman; Susanto, Hery; Parta, I Nengah
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 2: FEBRUARI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.991 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v4i2.11954

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to identify the level of students' creative thinking skills in solving open-ended story problems in SPLTV material. The study was conducted by giving open ended story matter problems to SPLTV material to 34 high school students in class X. The results of data analysis showed that the level of creative thinking of students at the very creative level was 3 students, the creative level was 14 students, the level was quite creative as many as 3 students, the level was less creative as many as 14 students.Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi level kemampuan berpikir kreatif siswa menyelesaikan soal cerita open ended pada materi SPLTV. Penelitian dilakukan dengan memberikan masalah soal cerita open ended pada materi SPLTV kepada 34 siswa kelas X SMA. Hasil analisis data yang diperoleh bahwa level berpikir kreatif siswa pada level sangat kreatif sebanyak 3 siswa, level kreatif sebanyak 14 siswa, level cukup kreatif sebanyak 3 siswa, level kurang kreatif sebanyak 14 siswa.