Heni Susiati
Badan Tenaga Nuklir Nasional Pusat Pengembangan Energi Nuklir

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

SIMULASI SEBARAN PANAS DI PERAIRAN TELUK MENGGRIS, LOKASI TAPAK PLTN BANGKA BARAT Susiati, Heni; Mellawati, June
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 14, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2012.14.2.1483

Abstract

ABSTRAKSIMULASI SEBARAN PANAS DI PERAIRAN TELUK MENGGRIS, LOKASI TAPAK PLTN BANGKA BARAT. Penelitian telah dilakukan di perairan Teluk Menggris, Muntok, Bangka Barat yang direncanakan dibangun PLTN. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi numerik untuk mengetahui pola sebaran ilai bepanas yang keluar dari outlet PLTN. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada musim barat luas penyebaran panas terhadap lingkungan, terjadi perbedaan suhu 0,50C sejauh 3 km ke arah utara dan sejauh 5 km ke arah selatan dari outlet buangan. Pada saat pasang, nilai beda suhu pada jarak 500 dari sebesar 1oC dan pada saat surut nda suhu pada jarak 50 m di atas 4.5 oC, 1 km dari outlet pembuangan nilai beda suhu masih di atas 2 oC. Sedangkan pada musim timur, penyebaran panas dengan mengalami perbedaan suhu sebesar 0,5 oC adalah sejauh 3 km hanya ke arah utara saja dari outlet buangan. Pada saat pasang sekitar 50 m dari outlet buangan panas nilai beda suhu masih di atas 3 oC, 100 m kemudian nilai beda suhu menurun hingga 1 oC.Kata kunci: sebaran, panas, PLTN, simulasi numerik ABSTRACTSIMULATION OF THERMAL DISTRIBUTION AT THE MENGGRIS BAY, NPP?s SITE LOCATION, WEST BANGKA. Research has been conducted in the waters of the Gulf Menggris, Muntok, West Bangka planned nuclear power plants built. In this research, numerical simulations to determine the distribution pattern of the heat emanating from nuclear power outlet. Simulation results show that in the vast western spread of heat to the environment, there is a temperature difference 0.50 C is 3 km to the north and as far as 5 km to the south of the discharge outlet. At high tide, the value of the temperature difference at a distance of 500 from at 1oC and at low tide the value of the temperature difference at a distance of 50 m above 4.5 ° C, 1 km from the exhaust outlet temperature difference value is still above 2o C. While in the east, spreading of heat by having a temperature difference of 0.5 ° C is only 3 kilometers away to the north away from the exhaust outlet. At high tide about 50 m from the outlet exhaust heat temperature difference value is above 3° C, 100 m and then the value of the temperature difference decreases to 1oC.Keywords: distribution, thermal, nuclear power plants, numerical simulation
APLIKASI DATA PENGINDERAAN JAUH DAN SIG DALAM PEMILIHAN TAPAK POTENSIAL PLTN KALIMANTAN BARAT Susiati, Heni; S.B.S., Yarianto; Anzhar, Kurnia; Kironi, Bansyah; Mellawati, June
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 17, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2015.17.2.2608

Abstract

ABSTRAK APLIKASI DATA PENGINDERAAN JAUH DAN SIG DALAM PEMILIHAN TAPAK POTENSIAL PLTN KALIMANTAN BARAT. Untuk inventarisasi tapak potensial PLTN di wilayah pesisir Kalimantan Barat telah dilakukan penelitian di sepanjang pesisir di Provinsi Kalimantan Barat berdasar kriteria yang berlaku dalam pemilihan tapak PLTN. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan tapak potensial PLTN di wilayah pesisir provinsi Kalimantan Barat berdasarkan kriteria yang berlaku. Metode penelitian meliputi pengumpulan data primer, interpretasi data penginderaan jauh dan analisis pembobotan berbasis sistem informasi geografi. Hasil pemeringkatan diperoleh 6 tapak potensial PLTN yang sesuai, yaitu: peringkat pertama di desa Air Besar, kecamatan Kendawangan, peringkat kedua di desa Sie, kecamatan Simpang, kabupaten Kayong Utara, peringkat ketiga ada di desa Sungai Kanan, Kecamatan Muara, kabupaten Ketapang, peringkat keempat berada di desa Sungai Nanjung, peringkat kelima berada di desa Kendawangan Kanan, kabupaten Ketapang dan peringkat keenam terdapat di desa Matang, kecamatan Paloh, kabupaten Sambas. Hasil analisis kesesuaian lahan menunjukkan bahwa semua tapak yang terpilih telah memenuhi kriteria umum dan khusus dalam pemilihan tapak potensial PLTN, antara lain: bukan merupakan lahan gambut, serta jauh dari pemukiman. Kata kunci: tapak potensial, PLTN, Penginderaan Jauh, SIG, matching   ABSTRACT REMOTE SENSING AND GIS APPLICATION IN THE A NPP POTENTIAL SITE SELECTION AT WEST KALIMANTAN. To inventory of potential site of nuclear power plants in the coastal areas of West Kalimantan has conducted research along the coast in the province of West Kalimantan based on the applicable criteria in the selection of nuclear power plant site. The research objective is to get the potential site of nuclear power plants in the coastal areas of West Kalimantan province based criteria and a weighting system based on geographic information and matching. The rating results obtained 6 appropriate location to be used as a potential site of nuclear power plants, namely in sequence as follows: first place in the village of Air Besar, sub Kendawangan, ranked 2nd in the village Sie, sub Simpang, district North Kayong, ranking third in the village Sungai Kanan, Muara, Ketapang district, as well as to the fourth rank in the village Nanjung River, ranked fifth in the village Kendawangan, Ketapang district and ranked sixth in the coastal areas located in the village of Matang, sub Paloh, Sambas district. The results of land suitability analysis showed that all selected site have met the general and specific criteria in the selection of a potential site of nuclear power plants, among others: not a peat land, as well as away from the settlements. Keywords: potential site, NPP, Remote Sensing, GIS, matching
SEDIMENT ACCUMULATION RATES IN COASTAL AREA OF MURIA PENINSULA, CENTRAL JAVA, ELUCIDATED FROM ENVIRONMENTAL ISOTOPE 210PB Lubis, Ali Arman; Susiati, Heni
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 13, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2011.13.1.1460

Abstract

ABSTRACTSEDIMENT ACCUMULATION RATES IN COASTAL AREA OF MURIA PENINSULA, CENTRAL JAVA, ELUCIDATED FROM ENVIRONMENTAL ISOTOPE 210Pb. Sediment accumulation rates was investigated based on the profiles and inventories of 210Pb and Constant Rate of Supply (CRS) model in sediment cores collected from the coastal area of Muria Peninsula. Sediment cores were collected using gravity corer. The derived sediment accumulation rates vary along the coastline and along the cores and appear to be higher in the eastern part than western part of the site; i.e, between 0.5 to 3.4 kg/m2.y on the eastern part, 0.3 to 3.1 kg/m2.y in the central and 0.5 to 2 kg/m2.y on the western part. Highly deposited sediment may relate to the change in the up-land as well as in the coastal area itself.Keywords: sediment rate, 210Pb, CRS model ABSTRAKLAJU AKUMULASI SEDIMEN DI AREA PESISIR SEMENANJUNG MURIA, JAWA TENGAH, DENGAN ELUSIDASI LINGKUNGAN ISOTOP 210Pb. Telah dilakukan investigasi laju akumulasi sedimen berdasarkan profil dan inventori dari 210Pb dan model Constant Rate of Supply (CRS) pada sedimen core yang diperoleh dari daerah pesisir Semenanjung Muria. Sedimen diambil menggunakan alat gavity core. Laju akumulasi sedimen yang diperoleh bervariasi sepanjang pesisir dan sepanjang core dan untuk laju tersebut lebih tinggi di sebelah timur dibandingkan dengan daerah sebelah barat, yaitu antara 0,5 hingga 3,4 kg/m2.tahun di sebelah timur, 0,3 hingga 3,1 kg/m2.tahun in bagian tengah dan 0,5 hingga 2 kg/m2.tahun di sebelah barat. Laju deposit sedimen yang tinggi kemungkinan disebabkan oleh perubahan di daerah daratan dan daerah pesisir tersebut.Kata kunci: laju sedimen, 210Pb, model CRS
LAND SUITABILITY DETERMINATION OF NPP’S POTENTIAL SITE IN EAST KALIMANTAN COASTAL USING GIS Susiati, Heni; Sukadana, I Gde; Budi Susilo, Yarianto Sugeng; Yuliastuti, Yuliastuti
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 21, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2019.21.1.5434

Abstract

Nuclear Power Plant (NPP) site selection is the key phase of the nuclear power plant process and significantly influence the construction cost and safety. In order to prepare for nuclear power programs in East Kalimantan province, Geographical Information System (GIS) analysis along the coast of East Kalimantan province, especially the Berau district, East Kutai, Kutai Kartanegara, Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara and the Paser. The research purpose is to find suitable site for nuclear power plants location using spatial analysis and modeling. The potential Nuclear Power Plant (NPP) site is based on several criteria, such as: geology, slope, soil type, land use, hydrology, and existing road network. Based on the weighting and ranking results using GIS application: there are three locations serve as the potential NPP sites are obtained Kutai Kartanegara and Kutai Timur regency. Next, land suitability analysis is done by using GIS application which shows potential sites suitable general and specific criteria of the site evaluation process development.
PEMODELAN TRANSPORT SEDIMEN DI PERAIRAN PESISIR SEMENANJUNG MURIA, JEPARA Susiati, Heni; Pandoe, Wahyu; Budi Susilo, Yarianto Sugeng; Kusratmoko, Eko; Poniman, Aris
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 12, No 1 (2010): Juni 2010
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2010.12.1.1447

Abstract

ABSTRAKPEMODELAN TRANSPORT SEDIMEN DI PERAIRAN PESISIR SEMENANJUNG MURIA, JEPARA. Penelitian pergerakan transport sedimen di perairan Semenanjung Muria telah dilakukan. Dalam studi ini digunakan model matematika yang terdiri dari model hidrodinamika dan model transport sedimen. Input data yang digunakan dalam model adalah pasang surut, angin muson, dan debit sungai. Hasil simulasi pemodelan transport sedimen menunjukkan bahwa penyebab utama dari variasi pola distribusi sedimen tersuspensi di perairan Semenanjung Muria adalah pasang surut dan variasi musim.Kata kunci: pemodelan, transpot sedimen, hidrodinamika ABSTRACTMODELLING OF SEDIMENT TRANSPORT AT MURIA PENINSULA COASTAL, JEPARA. Modelling of transport sediment modelling at Muria Peninsula have been done. In this study we had been used mathematical model that consist of hydrodynamics and sediment transport . Data input for modelling has been used tidal, moonson wind, and river debit. Simulation result of sedimen transport modelling showed that tides pattern and seasonal variations are the main causes of variations in the suspended sediment distribution in Muria Peninsula.Keywords: modelling, sediment transport, hydrodynamics
KAJIAN EVOLUSI GEOKIMIA DAN KAITANNYA DENGAN TINGKAT BAHAYA GUNUNG API MURIA TERHADAP TAPAK PLTN MURIA Wibowo, Basuki; Mellawati, June; Susiati, Heni
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 13, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2011.13.1.1459

Abstract

ABSTRAKKAJIAN EVOLUSI GEOKIMIA DAN KAITANNYA DENGAN TINGKAT BAHAYA GUNUNG API MURIA TERHADAP TAPAK PLTN MURIA. Telah dilakukan kajian aspek evolusi geokimia pada siklus Gunung Muria untuk memprediksi tingkat bahaya gunung api yang ditimbulkan di masa yang akan datang pada tapak PLTN Muria. Tujuan kajian adalah untuk mengetahui kondisi geokimia Muria, pola tektonik dan memprediksi tingkat bahaya gunung api di masa mendatang pada tapak PLTN Muria. Metodologi yang digunakan adalah pengumpulan data sekunder kondisi geokimia pada kompleks gunung api Muria selama masa aktif, melakukan korelasi siklus geokimia yang dilaluinya terhadap kondisi tektonik yang paling mungkin dialami, dan interpretasi tingkat bahaya gunung api yang ditimbulkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kondisi geokimia di komplek Gunung Muria tersusun atas potasium berkadar rendah yang diperkirakan dominan produk lelehan magma bertemperatur tinggi (dekompresi) dan potasium berkadar tinggi (kompresi). Pola tektonik dekompresi terkait dengan kondisi geokimia potasium rendah pada Muria tua, sedangkan pola tektonik kompresi terkait dengan kondisi geokimia potasium tinggi pada Muria muda. Tingkat bahaya gunung api di masa mendatang diindikasikan oleh sifat non kapabel dari Gunung Muria. Kata kunci: aspek geokimia, bahaya gunung api, PLTN, non kapabel ABSTRACTASSESSMENT OF MURIA GEOCHEMISTRY EVOLUTION AND RELATED TO VOLCANIC HAZARD TO NPP SITE AT MURIA. Study of geochemistry evolution aspect in Mt. Muria cycle to predict the level of volcanic hazards posed in the future on Muria nuclear power plant site was conducted. The purpose of the study was to determine the Muria geochemistry condition, tectonic patterns and to predict the level of volcanic hazard in the future on Muria nuclear power plant sites. The methodology used is the collection of secondary data on the complex geochemical conditions Muria volcanic in their life cycle, perform correlation geochemical cycle in its path towards conditions that most likely experienced tectonic, volcanic, and interpretation of the hazard posed. The study shows that geochemical conditions in Muria Volcano complex composed of potassium, low-yield product predicted high-temperature molten magma (decompression) and high potassium levels (compression). Pattern of tectonic decompression geochemical conditions associated with low potassium in Muria old, while the pattern of tectonic compression geochemical conditions associated with high potassium in young Muria. The level of volcanic hazard in the future indicated by the nature of non capable of Mt. Muria.Keywords: aspects of geochemistry, volcanic hazards, non capable
PENENTUAN TAPAK POTENSIAL PLTN DENGAN METODE SIG DI WILAYAH PESISIR PROPINSI KALIMANTAN BARAT Susiati, Heni
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 16, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2014.16.2.2502

Abstract

ABSTRAK PENENTUAN TAPAK POTENSIAL PLTN DENGAN METODE SIG DI WILAYAH PESISIR PROPINSI KALIMANTAN BARAT. Dalam pemilihan tapak PLTN, IAEA (Safety Guide NS-R-3) dan BAPETEN (Perka BAPETEN No. 5 tahun 2007) telah mengeluarkan pedoman yang berhubungan tentang evaluasi tapak untuk mendapatkan tapak PLTN yang aman dan menjamin keselamatan. Untuk mempersiapkan program PLTN di Kalimantan Barat, BATAN telah melakukan penelitian di sepanjang pesisir Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat untuk mendapatkan tapak terpilih. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan tapak potensial PLTN di wilayah pesisir kabupaten Ketapang dan Kayong Utara berdasarkan kriteria pembobotan dan pemodelan spasial dan SIG. Penentuan tapak potensial didasarkan pada beberapa kriteria, yaitu: kemiringan lereng, litologi, geologi, topografi, curah hujan, kerawanan bencana, jarak ke badan air, posisi daerah pemukiman, tataguna lahan, lahan gambut, hidrogeologi, dll. Berdasar hasil pembobotan dan skoring diperoleh 4 lokasi yang sesuai untuk dijadikan sebagai tapak potensial PLTN, diantaranya berada di wilayah pesisir yang terdapat di kecamatan Sukadana, Kendawangan, Matan Hilir Utara dan Matan Hilir Selatan. Kata kunci: tapak, potensial, PLTN, SIG.   ABSTRACT DETERMINATION OF POTENTIAL NPP SITE WITH GIS IN THE COASTAL PROVINCES WEST KALIMANTAN. In a NPP site selection, IAEA (IAEA Safety Guide NS-R-3) and BAPETEN (Perka BAPETEN No. 5, 2007) has published guidance link of site evaluation forNPP site for ensuring program preparation safety of NPP that will built. NPP's in West Kalimantan, BATAN has conducted research throughout Ketapang and Kayong Utara coastal, West Kalimantan to get selected site. The aim of research is to get the potential site of NPP's plants in coastal areas Ketapang and Kayong Utara base criteria on weighting, spatial modeling and GIS. Criteria for determination of potential site based on several criteria: slope, lithology, geology, topography, rainfall, disaster vulnerability, proximity to water bodies, the position of residential areas, land use, peat, hydrogeology, etc. The results obtained by weighting and scoring four suitable sites serve as a potential site for a NPP's , which was located in coastal areas in the district Sukadana Kendawangan Matan Matan Hilir Utara and Matan Hilir Selatan. Keywords: site, potentially, nuclear power plants, GIS.
KANDUNGAN LOGAM BERAT (CU, CR, ZN, DAN FE) PADA TERUMBUKARANG DI PERAIRAN PULAU PANJANG, JEPARA Susiati, Heni; Budi Susilo, Yarianto Sugeng; Arman L, Ali; Menri, Yulizon
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 10, No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2008.10.1.1417

Abstract

ABSTRAKKANDUNGAN LOGAM BERAT (Cu, Cr, Zn, DAN Fe) PADA TERUMBUKARANG DI PERAIRAN PULAU PANJANG, JEPARA. Pengamatan terhadap akumulasi logam berat Cu, Cr, Zn, dan Fe pada terumbu karang telah dilakukan di perairan pulau Panjang, Jepara dengan metode APN. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan konsentrasi logam berat pada tisue terumbu karang yang mengakomodasikan data lingkungan terkini dalam rangka mendukung ijin tapak dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) PLTN. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar unsur logam berat yang ada dalam tissue terumbu karang, kandungan Zn berkisar antara 1,78 ? 42,34 ppm, Cu berkisar antara tidak terdeteksi ? 0,41 ppm, Cr berkisar antara 0,03 ? 0,35 ppm, dan Fe berkisar antara 5,25 ? 30,56 ppm. Data ini menunjukkan adanya akumulasi keempat logam berat tersebut dalam tisu karang dengan konsentrasi di atas ambang batas yang diijinkan bagi kehidupan biota laut yang hidup di perairan laut menurut SK. Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 51 tahun 2004.Kata kunci: logam berat, APN, tisue terumbu karang, dan AMDAL ABSTRACTHEAVY METAL (Cu, Cr, Zn, and Fe) CONCENTRATION ON CORALREEF IN PANJANG ISLAND COASTAL, JEPARA. Observation on the accumulation of Cu, Cr, Zn, and Fe heavy metals in coral tissue were carried out in Panjang island, Jepara by NAA method. The purpose of this research is to determine the concentration of heavy metals on coral reef tissue in order to update environmental data to support site licensing and Environmental Impact Assessment (EIA) of Nuclear Power Plants (NPP). The result indicated that the concentration of Zn is 1,78 ? 42,34 ppm, Cu is undetected ? 0,41 ppm, Cr is 0,03 ? 0,35 ppm and Fe is 5,25 ? 30,56 ppm. The data shows that the accumulation of heavy metals in the coral reef tissue is higher than environmental treshold value, especially for marine biota life referring to the Environmental Ministry Decree Number 51 year 2004.Keywords: heavy metal, AAN, coral tissue, and EIA
APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DALAM PEMETAAN PENGGUNAAN LAHAN DETIL TAPAK RDE, PUSPIPTEK SERPONG Susiati, Heni; Subagio, Habib
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 18, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2016.18.2.3232

Abstract

Telah dilakukan pemetaan tutupan lahan dan perkembangannya dalam skala detil (1 : 5.000) dengan radius 5 km dari pusat tapak rencana pembangunan Reaktor Daya Eksperimental (RDE) di Kawasan Nuklir Serpong (KNS), PUSPIPTEK Serpong. Tujuan penelitian adalah untuk membuat database penggunaan lahan skala detil 1:5.000 sebagai persiapan dalam rencana pembangunan RDE dan melengkapi peta tutupan lahan skala 1: 10.000. Metode penelitian dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu pengumpulandan pengolahan data citra, ground check lapangan, analisis penggunaan lahan radius 300-500 m, radius 1,2,3,4, dan 5 km dari tapak RDE, serta perubahan penggunaan lahan tahun 2014-2015. Pengolahan citra satelit dilakukan di Pusat Pemetaan dan Tataruang, Badan Informasi Geospasial (BIG). Pengolahan data menggunakan program ArcGis dan Er Mapper, sedangkan analisis data citra satelit menggunakan Image Analysis yang merupakan salah satu tool dalam ArcGis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan lahan KNS setelah radius 3 km merupakan pemukiman yang padat di berbagai tempat. Perubahan penggunaan lahan pada tahun 201 4-201 5 menunjukkan bahwa terjadi perkembangan pesat pemukiman ditunjukkan dengan peningkatan luasan pemukiman di bagian Utara ? Timur kawasan PUSPIPTEK.
PEMETAAN SEBARAN SUBSTRAT SEDIMEN DASAR PERAIRAN PESISIR DI SEMENANJUNG MURIA KABUPATEN JEPARA Susiati, Heni; Mellawati, June
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 15, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2013.15.1.1618

Abstract

ABSTRAK PEMETAAN SEBARAN SUBSTRAT SEDIMEN DASAR PERAIRAN PESISIR DI SEMENANJUNG MURIA, KABUPATEN JEPARA. Kawasan pesisir Semenanjung Muria telah dilakukan studi untuk pemilihan lokasi pembangkit listrik, salah satunya adalah rencana pembangunan PLTN. Sehubungan dengan hal itu, studi terhadap sebaran substrat sedimen permukaan dasar di perairan tersebut perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ukuran butir sedimen permukaan dasar di perairan pesisir Semenanjung Muria. Ukuran butir sedimen dan karakteristiknya akan bermanfaat dalam desain sistem pendingin PLTN. Metode penelitian dengan pengambilan sampel dan analisis laboratorium untuk penentuan besar ukuran butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen yang terdistribusi di perairan Semenanjung Muria didominasi oleh ukuran butir kecil yaitu dalam kelompok lanau (silt). Pola akumulasi sedimen dasar di perairan Semenanjung Muria mempunyai pola sejajar dengan garis pantai. Sebaran substrat sedimen sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik perairan, salah satunya adalah kondisi arus dan gelombang. Kata kunci: Pesisir, PLTN, sedimen ABSTRACT SUBSTRATE SEDIMENT DISTRIBUTION MAPPING IN THE MURIA PENINSULA COASTAL WATERS, JEPARA DISTRICT. Muria Peninsula coastal area has been conducted to study the development of the power station, one of which is a plan to build Nuclear Power Plants (NPP). In this connection, the study of sediment substrate bottom surface water distribution needs to be done. The purpose of this study was to determine the grain size of the sediment surface in coastal at Muria Peninsula. Sediment grain size and characteristics will be useful in the design of NPP cooling system Research methods with sampling and laboratory analysis for the determination of grain size of sediment. The results showed that the sediments are distributed in water is dominated small grain size in the silt. The pattern of accumulation of sediments in the Muria Peninsula waters have a pattern parallel to the coastline. Distribution of sediment substrate is strongly influenced by the physical condition of the water, one of which is a condition of current or wave. Keywords: Coastal, NPP, sediment