Articles

Found 27 Documents
Search

PENILAIAN TEKNOLOGI UNTUK MENENTUKAN POSISI INDUSTRI PESAING Susihono, Wahyu
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 7, No.2, Mei 2012
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.308 KB) | DOI: 10.12777/jati.7.2.131-138

Abstract

PT Sumiati Ekspor Internasinal bergerak pada usaha penjualan handycraft yang dipasok oleh lima industri kecil binaannya. Perusahaan akan melakukan privatisasi dalam waktu dekat, manajer pusat menginginkan ada satu industri kecil mengambil alih pengelolaan. Pihak manajemen perusahaan menghendaki ada penilaian teknologi secara internal dan eksternal kepada lima industri kecil binaanya sebagai dasar pengambilan keputusan. Dalam Penelitian ini dilakukan penilaian kepada semua industri kecil pemasokhandycraft dengan pendekatan model teknometrik, yaitu memperkirakan derajat sophistication komponen teknologi, evaluasi tiap komponen technoware, humanware, inforware dan organware dan menilai state-of-the-art. Kuesioner yang disebarkan dari lima industri kecil diolah menggunakan pairwise comparison Analytic Hierarchy Process?(AHP), dilanjutkan dengan perhitungan TCC (Technology Contribution Coefficient). Penilaian internal perusahaan dilakukan dengan model DEA (data envelopment analysis). Hasil akhir TCC dan DEA secara kuantitatif dibandingkan. Hasil TCC (Technology Contribution Coefficient) secara berturut-turut dari industry yang memperoleh nilai terbesar adalah Industri Maharani 52.23%, Industri Bestari 42.87%, Industri Priyo 41.51%, Industri Rizky 32.66%, Industri Teguh 31.93%. Unsur kontribusi teknologi terbesar yang dihasilkan industri Maharani adalah organware, sedangkan empat perusahaan lainnya humanware. Unsur teknologi yang harus dikembangkan dalam jangka pendek untuk semua industri kecil adalah technoware. Hasil penilaian internal perusahaan dengan model DEA menunjukan bahwa industri Maharani mempunyai rangking tertinggi, sedangkan Industri Rizki pada rangking terrendah. Model teknometrik dikombinasi pairwise comparison AHP dan DEA dapat membantu perusahaan besar melakukan penilaian teknologi kepada industri kecil sejenis. Kata Kunci : penilaian teknologi, model teknometrik, pairwise comparison AHP, DEA   Abstract Sumiati Export International Corporation is one of handicraft companies supplied by five small industry of its trainee. Since the company will be privet in a short time, the head office manager wanted one of small industries take over its management. Therefore the company needs to determine one of small industry which is the best. The management intends to make an assessment of technology to five small industries of its trainee internally and externally as the basic of decision making. This research will be held by making an assessment to all of handicraft suppliers by using technometric model approach. In this approach assessment conducted by determining degree of technology component sophistication, valuing state-of-the-art, determining contribution of technology component, making the map of relation between the components, and valuing intensity of contribution components. The questioners spreading to five small industries analyzed by pairwise comparison Analytic Hierarchy Process (AHP) then concluded by the calculation of TCC (Technology Contribution Coefficient). The company made internal assessment by using DEA (data envelopment analysis) model then compare the result of TCC white DEA quantitatively. TCC result showed that the values of the industry in a row are Maharani by 52.23%, Bestari by 52.23%, Priyo by 41.51%, Rizky 32.66%, and Teguh by 31.93%. The greatest contribution for Maharani came from organware while the rest companies came from humanware. In the future, all of small industries expected to develop technology known by technoware. The Result of internal assessment of Sumiati Export International Corporation by DEA model showed that Maharani in the first position and Rizky in the last position. Technometric model with combination of pairwise comparison AHP aids big companies to make technology assessment to small industries. Keywords: assessment of technology, technometric model, pairwise comparison AHP, DEA
PERBAIKAN POSTUR KERJA UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSKULOSKELETAL DENGAN PENDEKATAN METODE OWAS (Studi kasus di UD. Rizki Ragil Jaya – Kota Cilegon) Susihono, Wahyu; Prasetyo, Wahyu
SPEKTRUM INDUSTRI Vol 10, No 1: April 2012
Publisher : SPEKTRUM INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbaikan postur kerja penting dilakukan untuk menjaga kenyamanan pekerja dalammelakukan aktifitas kerja. Gangguang pada sistem musculoskeletal seminimal mungkin terjadi.Pada aktifitas proses produksi pembuatan kripik singkong teridentifikasi bahwa postur kerjamemiliki potensi menimbulkan cidera sehingga perlu dilakukan perbaikan metode kerja gunamenurunkan indeks resiko kerja.Metode Ovako Work Posture Analysis System (OWAS) digunakan untuk mengevalusidan menganalisa sikap kerja sehingga diperoleh kategori dan rekomendasi metode kerja yangbaru. Perhitungan indek resiko kerja dilakukan agar dapat mengklasifikasikan kategoripekerjaan yang dilakukan. Perancangan mesin dengan menggunakan data antropometri dandata hasil rekomendasi OWAS.Hasil analisis OWAS menunjukkan bahwa sebelum perbaikan masuk pada kategori 3yang artinya memerlukan perbaikan dengan segera dan 2 yang artinya memerlukan perbaikandimasa mendatang, sedangkan setelah perbaikan diperoleh kategori 1 yang artinya tidak adamasalah pada sistem musculoskeletal. Indeks resiko sebelum perbaikan sebesar 243 satuan,setelah perbaikan menjadi 129 satuan artinya pekerjaan mempunyai resiko yang kecil(minimum risk) Kata Kunci : postur kerja, muskuloskeletal, OWAS
PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN Bianca, Audra; Susihono, Wahyu
SPEKTRUM INDUSTRI Vol 10, No 2: Oktober 2012
Publisher : SPEKTRUM INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIklim organisasi yang baik, menentukan keberlangsungan suatu perusahaan untuk menjalankanusahanya, sedangkan perencanaan karir yang terprogram dapat meningkatkan kinerja karyawan. Padaumumnya perusahaan menuntut karyawan untuk memberikan kontribusi yang maksimal agar keuntunganperusahaan optimal, sedangkan karyawan membutuhkan jaminan kerja dan terpenuhinya hak sesuaiperundangan. Kondisi ini akan tercapai apabila ada integrasi dari berbagai elemen kegiatan.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh iklim organisasi dan pengembangan karir terhadapkepuasan kerja di Perusahaan menggunakan metode uji regresi berganda.Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa iklim organisasi berpengaruh signifikan terhadapkepuasan kerja dimana hasil uji T nilai signifikansinya sebesar 0.072, begitu juga dengan pengembangankarir berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dimana hasil uji T nilai signifikansinya sebesar0.421 (p value dengan α = 0.05). Model regresi menunjukkan bahwa iklim organisasi memberi pengaruhnegatif terhadap kepuasan kerja, sedangkan pengembangan karir memberi pengaruh positif. Iklimorganisasi dapat diperbaiki melalui psikologi kerja, motivasi kerja, beban kerja yang sesuai, perbaikanstruktural dapat dilakukan dengan memberikan kenyamanan fasilitas kerja, pemberian penghargaanpada karyawan yang berprestasi. Kata Kunci : iklim organisasi, karir, kepuasan kerja
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Identifikasi Potensi Bahaya Kerja (Studi kasus di PT. LTX Kota Cilegon- Banten) Susihono, Wahyu; Rini, Feni Akbar
SPEKTRUM INDUSTRI Vol 11, No 2: Oktober 2013
Publisher : SPEKTRUM INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.547 KB)

Abstract

Perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja masih jauh dari yang diharapkan karena masih banyak terjadi kecelakaan kerja serta potensi bahaya kerja yang dapat membahayakan tenaga kerja. Penerapkan sistem manajeman keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) perlu dilakukan secara optimal. Penerapan SMK3 di perusahaan belum tentu berbanding lurus terhadap potensi bahaya (hazard) yang ada di lingkungan sekitar perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai risiko potensi bahaya kerja dan kategori potensi bahaya kerja di perusahaan serta mengetahui faktor penyebab terbesar terjadinya kecelakaan kerja di perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode HIRA dan FTA. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan SMK3 telah sesuai dengan undang-Undang yang berlaku, namun nilai resiko potensi bahaya bagian fluid utility menunjukkan tingkat keparahan bahaya kerja kecil dan kemungkinan terjadinya potensi bahaya kerja juga kecil, nilai kategori potensi bahaya kerja perlu dikendalikan dengan prosedur rutin. Faktor penyebab potensial terjadinya potensi bahaya adalah suara mesin bising, Standard Operational procedure (SOP) belum terpasang secara ergonomis, terdapat benda asing yang menghalangi jalan, temperatur ruangan meningkat 50C dari temperatur normal. Kata Kunci : Penerapan SMK3, Potensi bahaya, HIRA, FTA
PERBAIKAN METODE KERJA BERDASAR RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA) PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI DAN FABRIKASI Susihono, Wahyu; Rubiati, Endah
SPEKTRUM INDUSTRI Vol 11, No 1: April 2013
Publisher : SPEKTRUM INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.547 KB)

Abstract

Pengamatan awal yang telah dilakukan pada perusahaan konstruksi dan fabrikasi terdapat beberapa pekerjaan yang dapat menimbulkan cidera, dari kuesioner Nordic Body Map diketahui keluhan yang dirasakan oleh pekerja, seperti sakit atau kaku di leher bagian atas sebesar 61%, kaku di leher bagian bawah 53%, sakit di punggung 69%, sakit pada lengan kanan 46%, sakit pada pinggang 53% dan sakit di bagian betis 53%, sakit pergelangan kaki 46% dari 13 pekerja. Kondisi ini dapat menimbulkan potensi cidera punggung (low back pain) dan keluhan musculoskeletal yang berkepanjangan, sehingga harus segera dilakukan perbaikan kerja dalam waktu singkat.Metode RULA (Rapid Upper Limb Assement) merupakan metode untuk meminimalisir pekerjaan dari ergonomic hazard, juga merupakan program pengendalian kelelahan pada pekerja, mengevaluasi postur tubuh, kekuatan yang dibutuhkan dan gerakan otot pekerja pada saat sedang bekerja.Hasil diperoleh skor RULA 6 pada proses preparation tahap pengerjaan membuat pola dan skor 7 pada proses cutting, assembling, finishing proses mengoprasikan alat. Prioritas gerakan kerja yang harus diperbaiki adalah saat proses mengambil tools, gerakan saat menghidupkan dan mematikan  mesin dan gerakan saat mengoperasian mesin. Perbaikan yang dapat dilakukan adalah dengan penambahan fasilitas kerja dan re-layout menyimpan alat. Kata Kunci : Metode kerja, RULA, Fabrikasi
PERBAIKAN METODE KERJA BERDASAR RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA) PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI DAN FABRIKASI Susihono, Wahyu; Rubiati, Endah
SPEKTRUM INDUSTRI April 2013
Publisher : SPEKTRUM INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.547 KB)

Abstract

Pengamatan awal yang telah dilakukan pada perusahaan konstruksi dan fabrikasi terdapat beberapa pekerjaan yang dapat menimbulkan cidera, dari kuesioner Nordic Body Map diketahui keluhan yang dirasakan oleh pekerja, seperti sakit atau kaku di leher bagian atas sebesar 61%, kaku di leher bagian bawah 53%, sakit di punggung 69%, sakit pada lengan kanan 46%, sakit pada pinggang 53% dan sakit di bagian betis 53%, sakit pergelangan kaki 46% dari 13 pekerja. Kondisi ini dapat menimbulkan potensi cidera punggung (low back pain) dan keluhan musculoskeletal yang berkepanjangan, sehingga harus segera dilakukan perbaikan kerja dalam waktu singkat.Metode RULA (Rapid Upper Limb Assement) merupakan metode untuk meminimalisir pekerjaan dari ergonomic hazard, juga merupakan program pengendalian kelelahan pada pekerja, mengevaluasi postur tubuh, kekuatan yang dibutuhkan dan gerakan otot pekerja pada saat sedang bekerja.Hasil diperoleh skor RULA 6 pada proses preparation tahap pengerjaan membuat pola dan skor 7 pada proses cutting, assembling, finishing proses mengoprasikan alat. Prioritas gerakan kerja yang harus diperbaiki adalah saat proses mengambil tools, gerakan saat menghidupkan dan mematikan  mesin dan gerakan saat mengoperasian mesin. Perbaikan yang dapat dilakukan adalah dengan penambahan fasilitas kerja dan re-layout menyimpan alat. Kata Kunci : Metode kerja, RULA, Fabrikasi
INTERVENSI PARTISIPATORI ERGONOMI MENURUNKAN KELELAHAN MELALUI REDESAIN LADLE-KOWI Susihono, Wahyu; Adiputra, N; Tirtayasa, K; Sutjana, I.D.P
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 13, No 1: MARET 2017
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.531 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v13i1.1584

Abstract

Ladel-kowi merupakan alat transportasi manual baja cair suhu 900-12000C. Ditemukan sikap kerja yang tidak alamiah saat mengoperasikan Ladle-kowi, terdapat gerakan kerja tidak nyaman yang disebabkan desain alat bantu kerja tidak memperhatikan kaidah ergonomi, sehingga timbul kelelahan berlebih. Pajanan suhu lingkungan yang tinggi berpengaruh terhadap aktivitas kerja, motivasi dan kondisi fisik karyawan. Tujuan penelitian ini adalah redesain Ladle-kowi berbasis intervensi partisipatori ergonomi untuk menurunkan kelelahan pekerja di industri pengecoran logam. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental treatment by subject design. Subjek dipilih secara random sampling. Sampel berjumlah 62 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. RedesainLadle-Kowi berdasarkan data antropometri pekerja setempat. Skor kelelahan didata dengan 30 items of rating scale yang dikeluarkan oleh Japan Associatin of Industrial an Health. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan secara bermakna antara rerata skor kelelahan subjek pada P1 dengan P2 (nilai p<0,05). Rerata skor kelelahan sebelum intervensi partisipatori ergonomi 112,61±3,84 dan setelah intervensi partisipatori ergonomi 89,07±1,70 atau turun sebesar 12,91%. Penurunan kelelahan pada aspek aktivitas 11,55%, motivasi 10,69%, fisik 16,36%, sedangkan skor penurunan kelelahan secara beturut-turut berdasarkan hari kerja adalah Senin 12,26%, Selasa 11,39%, Rabu 13,71% dan Kamis 14,23%.
Evaluasi Potensi Bahaya dan Risiko Kerja pada Aktivitas Cleaning Tanki Chusada, Fazrul Syalam; Susihono, wahyu
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 3 September 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.815 KB)

Abstract

PT. VTM merupakan salah satu perusahaan jasa yang penyedia tanki storage asal Belanda. Aktivitas cleaning tanki merupakan salah satu aktivitas yang ada di PT VTM yang memilikipotensi bahaya dan tingkat risiko yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bahaya apa saja yang ada dalam aktivitas cleaning tanki,menilai risiko yang terjadi dari potensi bahaya yang ada dan mengetahui akar penyebab dari risiko yang ada. Pada penelitian ini menggunkan JSA, HIRA dan FTA. Pada analisa dengan menggunakan JSA di dapatkan bahwa banyak sekali potensi bahaya yang mungkin terjadi pada aktivitas cleaning tanki ini,dan berdasarkan hasil penilaian dengan menggunakan HIRA didapat bahwa tingkat risiko masuk kedalam kategori trivial sampai dengan moderate, dimana kategori moderate tersebut terdapat pada risiko keracunan pada aktivitas pencucian awal, tertimpa material pada aktivitas pemasangan scaffolding, dan tertimpa material pada aktivitas pembongkaran scaffolding. Kemudian dilakukan analisa kembali terhadap ketiga risiko tersebut dengan menggunakan FTA dengan maksud untuk mengetahui akar penyebab dari ketiga risiko tersebut. Pada risiko keracunan diketahui bahwa penyebab utamanya yaitu kurang perawatan, masker bukan untuk pekerjaan confined space, kabel ada yang terputus, blower tidak berputar, kabel tidak terhubung dengan sumber listrik, inspeksi tidak menyeluruh dan tidak ada informasi. Pada risiko tertimpa material pada aktivitas pemasangan scaffolding maupun pembongkaran scaffolding diketahui akar penyebabnya yaitu tidak ada display, spesifikasi tali pengangkat material tidak sesuai, pekerja ingin cepat selsai, pekerja melamun atau tidak konsentrasi, dan pekerja tidak fit.
Perbaikan Postur Kerja dengan Pendekatan Metode RULA dan NIOSH di Bagian Produksi Mixer Bahri, Saepul; Susihono, Wahyu
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 1 Maret 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.843 KB)

Abstract

Aktivitas Manual Material Handling (MMH) dan perancangan alat yang tidak memperhatikan dengan dimensi tubuh dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan nyeri pada salah satu anggotatubuh karyawan oleh karena itu diperlukan system  kerja yang baik dan benar. Keluhan rasa sakityang dirasakan oleh operstor pada bagian produksi di mixer  sudah dirasakan karena akibat aktivitas manual material handling yang tidak tepat dan postur kerja yang tidak alami, yaitu berupa rasa sakit pada leher, bahu, punggung, pinggang, tangan dan jari. Oleh karena itu peneliti menganalisa dan mengevaluasi gerakan postur kerja pada proses produksi agar mengetahui score RULA dan NIOSH pada gerakan postur kerja operator kemudian memberikan rekomendasi perbaikan sistem kerja terhadap postur kerja yang berbahaya serta mengetahui estimasi score RULA dan NIOSH setelah perbaikan metode kerja. Hasil dari perhitungan postur kerja mengangkat dan mengambil dengan metode RULA sebelum perbaikan nilai skornya 7 dan setelah perbaikan menjadi 4 dan 5 dan NIOSH nilai sebelum perbaikan 2.9 setelah perbaikan menjadi 0.9, maka disarankan adanya perbaikan metode kerja agar tidak mengalami cidera sistem muskoloskeletal disorder pada operator produksi bagian mixer.
Pengaruh Intensitas Kebisingan Terhadap Tekanan Darah dan Tingkat Stres Kerja Ardiansyah, Muhamad Rian; Susihono, Wahyu
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 1 Maret 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.22 KB)

Abstract

Seksi Pallet memiliki mesin potong, serut, belah dan Nailer, suara mesin tersebut dapat menimbulkan kebisingan. Kebisingan akan terpapar kepada operator yang bekerja, bila dilakukan terus-menerus akan menimbulkan efek negatif pada tekanan darah dan stres kerja. Tahun 2011 Seksi Pallet memiliki intensitas kebisingan sebesar 92.033 dB. Tujuan penelitian ini mengukur intensitas kebisingan, tekanan darah dan stres kerja kemudian menggambarkan hubungan intensitas kebisingan terhadap tekanan darah dan stres kerja, serta membuktikan pengaruh stres kerja terhadap tekanan darah. Responden pada penelitian ini berjumlah 23 orang yang bekerja pada shift 1. Metode untuk mengukur intensitas kebisingan adalah kebisingan ekivalen, untuk mengukur tekanan darah digunakan alat digital blood pressure, untuk mengukur tingkat stress kerja digunakan kuesioner DASS 42, serta untuk mengidentifikasi ada tidaknya pengaruh antar variable digunakan uji chi-square.  Hasil penelitian Intensitas kebisingan pada area mesin potong, belah dan nailer melewati batas NAB sedangkan area mesin serut memiliki intensitas kebisingan dibawah NAB. Tekanan darah mengalami kenaikan sebelum dan sesudah bekerja masing-masing sebesar 2.39 mmHg untuk sistolik dan 3.53 mmHg untuk diastolik. Tingkat stres kerja mengalami kenaikan sebesar 5.33 satuan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bukti adanya pengaruh intensitas kebisingan terhadap tekanan darah dan tingkat stres kerja, serta adanya pengaruh antara tingkat stres kerja dan tekanan darah.