Articles

UNJUK KERJA MESIN PERAJANG SINGKONG BERBENTUK CHIPS PRODUKSI BALAI LATIHAN KERJA (BLK) WONOJATI, MALANG Setiawan, Andi; Susilo, Bambang; Djoyowasito, Gunomo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.03.06

Abstract

Pada tahun 2012-2016 perkembangan produktifitas Ubi kayu mengalami peningkatan sebesar 2,85% pertahun. Sedangkan luas Ubi kayu di Indonesia pada tahun 2015 seluas 0,95 juta hektar dan produksi yang dicapai sebesar 21,80 juta ton dengan produktivitas sebesar 22,95 ton/ha. Pada tahun 2016 luas panen ubikayu diproyeksikan seluas 1,11 juta hektar dengan produktivitas 20,23 ton/ha maka produksi Ubi Kayu nasional diharapkan mencapai 25 juta ton. Untuk meningkatkan value dari Ubi Kayu perlu di lakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum di distribusikan kekonsumen. Hal ini bertujuan untuk menambah nilai ekonomi dari ubi kayu, yang berdampak pada para petani Ubi Kayu di Indonesia. Pengolahan Ubi kayu (singkong) bisa di lakukan dengan mengolahnya menjadi kripik singkong. Namun selama ini masyarakat masih menggunakan pengirisan secara manual. Untuk meningkatkan efisiensi proses serta kapasitas per satuan waktu, maka perlu penggunaan mesin perajang singkong secara otomatis untuk meningkatkan efisiensi perajangan singkong.  Berdasarkan pemaparakan yang telah di sebutkan di atas, maka penulis melakukan penelitian di Balai Latihan Kerja, untuk merancang dan menguji mesin yang terdapat di Balai Latihan Kerja. Mesin tersebut adalah mesin perajang singkong.  Keunggulan dari mesin Perajang singkong ini adalah Memiliki satu model irisan yakni irisan tipe chips, serta hasil irisan yang lebih banyak daripada irisan secara manual. Sehingga pada akhirnya mesin ini bisa di gunakan oleh masyarakat agar bisa dirasakan manfaatnya serta meningkatkan value dari produk singkong dan menambah nilai jual produk singkong.
Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Biogas terhadap Emisi Gas Buang Mesin Generator Set Prastya, Rendhi; Susilo, Bambang; Lutfi, Musthofa
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.782 KB)

Abstract

Penelitian ini mempelajari pengaruh penggunaan biogas terhadap emisi gas buang yang dihasilkan oleh mesin generator set dan untuk operasional genset berbahan bakar bensin menjadi berbahan bakar biogas perlu dilakukan modifikasi pada bagian karburator. Pemasukan biogas palingmudah dan efektif adalah dimasukkan ke dalam intake manifold. Zat-zat yang merugikan dalam gas buang adalah karbon dioksida, oksigen dan karbon monoksida. Pengujian dilakukan dengan menggunakan Orsat Apparatus pada pembebanan 0/tanpa beban, 300, 540, 840, 1140 Watt. Dari hasil pengujian menunjukkan semakin besar pembebanan pemakaian bahan bakar semakin naik, kadar emisi gas buang karbon dioksida mengalami kenaikan, kadar emisi gas buang oksigen mengalami penurunan, dan kadar emisi gas buang karbon monoksida juga mengalami penurunan. Kadar CO2 tertinggi yang dihasilkan mesin genset ketika menggunakan bensin sebesar 2,54%, sedangkan ketika menggunakan biogas sebesar 2,40%. Kadar O2 tertinggi ketika menggunakan bensin sebesar 18,66%,sedangkan menggunakan biogas sebesar 15,60% dan kadar CO yang dihasilkan oleh bensin sebesar 5,06% sedangkan biogas hanya sebesar 0,20%. Kata kunci: Emisi gas buang, biogas, genset
Studi Pengaruh Penambahan Air dan Suhu Pemanasan terhadap Viskositas Petis Ikan (Inpress, JKPTB Vol 1 No 2) Fitriyah, Rohani Haryati; Susilo, Bambang; Komar, Nur
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.424 KB)

Abstract

Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengenceran dan suhu pemanasan terhadap viskositas petis ikan. Viskositas petis ikan akan diturunkan hingga mendekati parameter acuan berupa viskositas saus Indofood. Petis ikan ditambahkan air sebanyak 20,30,40, dan 50 % dari 100 ml bahan kemudian dipanaskan pada suhu 60 ?C,70 ?C, dan 80 ?C. Perlakuan tersebut mampu menurunkan viskositas petis ikan dari 729430 cp menjadi 1303 cp. Nilai ini (1303 cp) merupakan viskositas yang paling mendekati parameter acuan untuk pengemasan petis ke dalam botol.
Uji Performansi Motor bakar Bensin (On Chassis) Menggunakan Campuran Premium dan Etanol Agrariksa, Fintas Afan; Susilo, Bambang; Nugroho, Wahyunanto Agung
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada pendapat dari masyarakat yang menyatakan bahwa hanya dengan memakai bahan bakar premium yang ada saat ini kendaraan yang mereka miliki sudah bisa berjalan. Akan tetapi dalam penelitian ini penulis ingin mengajak masyarakat untuk lebih memahami situasi yang terjadi pada satu atau dua generasi ke depan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh campuran bahan bakar bensin dan etanol terhadap unjuk kerja motor bakar bensin berdasarkan nilai kalor bahan bakar. Prosedur pengujian dibagi menjadi tiga tahap, yaitu: Pengujian nilai kalor bahan bakar; Pengujian motor bensin; Pengujian emisi gas buang. Pengujian menggunakan bahan pencampuran bensin dan bioetanol (0%, 5%, 15%, 25% etanol). Hasil pengujian nilai kalor bahan bakar diperoleh nilai kalor premium 11.414,453 kal/gram; campuran etanol 5% = 8905,921 kal/gram; campuran etanol 15% = 8717,552 kal/gram; campuran etanol 25% = 8358,941 kal/gram. Hasil pengujian performansi diperoleh daya tertinggi ada pada campuran 15% yaitu 9,02 kW dan mampu menghabiskan 10 ml bahan bakar dalam waktu 35,87 detik. Hasil pengujian emisi gas buang diperoleh nilai CO terendah ada pada campuran 25% etanol yaitu 0,85% volume udara; nilai CO2 tertinggi ada pada campuran 25% etanol yaitu 10,6% volume udara. Kata Kunci: Etanol, Oktan, Bom Kalorimeter, Hofman Dynatest?
Aplikasi Sludge Bio–Digester Kotoran Sapi Sebagai Pupuk Organik Terhadap Hasil Produksi Tanaman Jagung Di Lahan Kering yulinda, Yulinda; Lutfi, Musthofa; Susilo, Bambang; Ahmad, Ary Mustofa
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.254 KB)

Abstract

Jagung (Zea mays L) merupakan komoditi agribisnis, Lahan yang berpotensi sebagai lahan untuk produksi jagung diantaranya adalah? lahan kering. Lahan kering umumnya miskin unsur hara esensial seperti N, P, K, Ca dan nilai tukar kation (KTK) rendah. Sludge merupakan hasil teknologi biokenversi dari limbah kotoran ternak yang mengandung berbagai unsur hara yang dibutuhkan tanaman sehingga baik untuk pertumbuhan tanaman. Pemberian pupuk organik berupa sludge ini diharapkan dapat memiliki, mempercepat umur bunga tanaman jagung dan meningkatkan hasil tanaman jagung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Perlakuan dari dua faktor yaitu Aplikasi pemberian pupuk (A), terdiri dari di permukaan, diaduk, dan di benamkan. Faktor kedua yaitu dosis pemupukan (D) terdiri dari 20 dan 30 ton/ha. Hasil dari penelitian yaitu cara pemberian pupuk memberikan pengaruh yang nyata terhadap hasil produksi jagung seperti, jumlah bunga, jumlah tongkol, berat kering tanaman jagung, berat kering pipilan jagung. Aplikasi pemupukan yang tepat dengan menggunakan sludge bio-digester kotoran sapi sebagai pupuk organik pada hasil produksi tanaman jagung di lahan kering yaitu dengan cara diaduk dengan hasil berat kering pipilan dan tanaman jagung paling banyak sebesar 22.67 kg dan 5.25 kg. Kata kunci: Jagung, Lahan Kering, Pupuk, Sludge?
Perancangan Alat Sortasi Otomatis Buah Apel Manalagi (Malus sylvestris Mill) Menggunakan Mikrokontroler AVR atmega 16 Anugrahandy, Arga; Argo, Bambang Dwi; Susilo, Bambang
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.344 KB)

Abstract

Apel manalagi (Malus sylvestris mill) merupakan salah satu varietas apel? yang sudah dikenal luas di Indonesia, karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Salah satu cara meningkatkan nilai ekonomis buah apel terutama untuk pasar ekspor adalah dengan proses sortasi sebelum dilakukan pengiriman ke pasar. Proses penyortiran dengan menggunakan alat/mesin sortasi perlu diarahkan menuju sebuah desain alat/ mesin sortasi yang memiliki prestasi kerja yang baik, efektif dan efisien Pada penelitian ini proses perancangan alat sortasi didesain dengan bagian utama berupa mekanik alat dan elektronik. Bagian mekanik alat terdiri atas sistem hopper, sistem ruang pengumpan buah, dan pintu output hasil sortasi. Sedangkan pada bagian elektronik alat terdiri atas sistem kontrol dengan mikrokontroller ATMega 16 dan perangkat komputer dengan program Delphi 7.0 untuk pengolahan data ukuran diameter buah. Hasil pengujian kapasitas kerja alat didapatkan data rata-rata sebesar 20 buah/222.67 detik atau sama dengan 324.57 buah/jam. Hal ini masih dibawah kapasitas kerja efektif yang bisa didapatkan pada alat sortasi buah ini yaitu sebesar 600 buah/jam. Kata kunci: Alat sortasi buah otomatis, Apel manalagi, Mikrokontroler ATMega 16
Pengolahan Limbah Daun Kelapa Sawit (Elaeis guineensis JACQ) Dan Ampas Singkong Sebagai Alternatif Pakan Tambahan Untuk Ternak Ruminansia Asmandani, Dwi Anggreini; Sumarlan, Sumardi Hadi; Susilo, Bambang
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.627 KB)

Abstract

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam. Sumber daya alam yang melimpah terkadang tidak dimanfaatkan secara optimal. Pengolahan limbah perkebunan khususnya kelapa sawit yaitu daun kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui bagaimana tingkat kesukaan hewan ternak, terhadap prosentase penggunaan? daun sawit dan ampas singkong dengan penambahan komposisi bahan pelengkap serta analisa prosesnya. 2) Mengetahui pengaruh penggunaan? daun kelapa sawit dan ampas singkong dengan penambahan komposisi bahan pelengkap terhadap pertambahan berat ternak. Penelitian ini menggunakan metode rancanga acak lengkap (RAL) dengan dua faktor,? faktor pertama yaitu konsentrasi? yang terdiri dari? daun kelapa sawit 50%, 60%, 70%, 80% faktor kedua yaitu ampas singkong 0% dan 10%. Proses pelaksanaan penelitian terdiri dari pembersihan, penggilingan, pengayakan dan pemberian pakan untuk mengetahui bagaimana tingkat kesukaan ternak dan pertambahan berat ternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon ternak mempengaruhi pertambahan berat badan ternak pada, respon ternak nilai tertinggi dari skala 0.00 sampai dengan 1.00 respon yang ditunjukan memiliki range 0.5 kg sampai dengan 0.6 kg dan respon tertinggi sebesar 0.596 kg sedangkan pada pertambahan berat badan dari skala 0 sampai dengan 10 pertambahan menunjukan range 5 kg sampai dengan 9 kg dengan berat tertinggi sebesar 160.6 kg dan hasil analisa anova juga BNJ (5%) didapatkan hasil yang signifikan pada perlakuan daun kelapa sawit dan interaksi antara daun kelapa sawit dan ampas singkong. Kata Kunci: Pakan Ternak,Daun Kelapa Sawit, Ampas singkong, Respon Ternak, Pertambahan Berat Badan Ternak
Rancang Bangun dan Uji Coba Solar Tracker pada Panel Surya Berbasis Mikrokontroler ATMega16 Simatupang, Sandos; Susilo, Bambang; Hermanto, Mochamad Bagus
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.926 KB)

Abstract

Energi surya adalah energi yang luar biasa karena tidak menimbulkan polusi dan merupaka energi terbesar yang diterima dibumi. Indonesia menerima energi surya sekitar 4,5 kWh/m2/hari di daerah barat dan 5,1 kWh/m2/day untuk daerah timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesain dan membangun solar tracker dua axis pada panel surya 10 Wp yang akan mengkonversi sinar matahari menjadi energi listrik. Solar panel akan didesain dengan sistem solar tracker yang dikontrol dengan mikrokontroler ATMega 16. Dengan menggunakan sistem solar tracker akan bertambah efektifitas panel surya, karena energi terbesar yang diterima oleh solar panel adalah arah radiasi matahari yang tegak lurus dengan bidang solar panel. Jadi solar tracker diperlukan untuk mendapatkan sudut yang benar sesuai dengan arah radiasi matahari yang datang. Servo motor digunakan untuk menggerakkan solar panel ini agar didapatkan sudut yang sesuai. Hasil pengukuran menunjukkan energi surplus sebesar 4.22% dari sistem yang tidak menggunakan solar tracker dengan pengaruh dari kondisi atmosfer. ? Kata kunci: Energi surya, panel surya, solar tracker, mikrokontroller AVR ATMega 16
Studi Pemanfaatan Minyak Karet (Hevea brasiliensis) sebagai Bahan Bakar pada Kompor Rumah Tangga Lufina, Ismi; Susilo, Bambang; Yulianingsih, Rini
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.898 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan penambahan katalis terhadap kualitas minyak karet dan untuk mengetahui kondisi optimal yang digunakan pada pembuatan minyak karet. Penelitian dilakukan melalui pirolisis dengan suhu 200?C,250?C, dan 300?C, dan penambahan katalis zeolit 20%,40%,dan 60% dari berat getah karet yaitu 0,25 kg. Proses yang terjadi pada penelitian ini yaitu proses pirolisis. Hasil dari semua variabel suhu dan penambahan katalis berpengaruh nyata terhadap visakositas, kadar CO2, dan kadar O2, untuk titik nyala dan nilai kalor hasilnya tidak signifikan. Kondisi yang paling optimal untuk pembuatan minyak karet yaitu pada suhu yang lebih tinggi yaitu 3000C dan untuk penambahan katalis sesuai dengan massa bahan yang digunakan. Pada pengujian pada kompor dari segi kecepatan mendidihkan air maka minyak tanah lebih cepat, sedangkan dari segi banyaknya bahan bakar yang digunakan untuk mendidihkan air, ternyata minyak karet lebih hemat dibandingkan dengan minyak tanah. ? Kata Kunci: Pirolisis,gerah karet, minyak karet, zeolit
Uji Pembuatan Marning Jagung dengan Menggunakan Autoclave Permatasari, Tutut Dyah Ayu; Sumarlan, Sumardi Hadi; Susilo, Bambang
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.178 KB)

Abstract

Salah satu komoditas industri pangan dengan bahan baku biji jagung yang dianggap cukup potensial untuk dikembangkan adalah marning. Marning merupakan makanan ringan yang dibuat dari biji buah jagung ( Zea mays) tua, direbus,dikeringkan dan digoreng menggunakan minyak. Tujuan penelitian yaitu untuk menentukan lama perebusan yang terbaik pada pengolahan marning sehingga mendapatkan marning yang berkualitas terhadap beberapa sifat fisik( kadar air, perubahan berat, perubahan volume dan organoleptik). Hasil penelitian diperoleh nilai rerata nilai kadar air marning mentah 9.24 % - 10.6 %, rerata nilai kadar air marning matang 1.41 % - 1.98 %. Sedangkan rerata rendemen marning jagung adalah 94.99 % - 100.9 %. Sifat fisik marning jagung diperoleh nilai rerata tekstur marning jagung 0.00049- 0.00142 ( mm/g.sec ). Perlakuan terbaik menurut indeks efektivitas adalah perlakuan perebusan 2.5 jam dengan nilai produk 0.676. Nilai Daya Kembang marning jagung memiliki rerata 164.29-235.28 %. ? Kata kunci: Marning Jagung, Sifat Fisik ( Kadar air, Rendemen, Daya Kembang dan Tekstur)
Co-Authors A, Ulfinasari Adi Mas Sulthon Agus Susanto AGUSTIN KRISNA WARDANI Aji Sutrisno Akbar, Dheniz Fajar Alvian Budhi Irianto Anang Lastriyanto Andi Setiawan Andri Wardhani Angky Wahyu Putranto Anni Faridah Annisaa Ira Wahdini Arga Anugrahandy Ary Mustofa Ahmad Aulia Rakhmawati Bambang Dwi Argo Chandra Satya Pujiarga Dani Pratama Putra Dendy Satyabima Devita Arumaningrum Dewi Maya Maharani Dian Anggianda Marpaung Dimas Firmanda Al Riza Dina Wahyu Indriani Dony Fahmi Dwi Anggreini Asmandani Dwi Diyan Arimad Dwi Lestari Dyah Ayu Agustiningrum, Dyah Ayu Elok Kurnia Novita Sari Erning Indrastuti Fintas Afan Agrariksa Ginting, Dwi Stia Br Gunomo Djoyowasito Harijono Harijono Helmi Fadhlurrahman Felayati Idham Khalid Nasution Indrawan Cahyo Adilaksono, Indrawan Cahyo Ismi Lufina Izza, Ni'matul Izza, Ni'matul Krakuko, Ronald Nelson La Chovia Hawa La Choviya Hawa Lutfian Nizar Nur Luthfi Mubarok M Bagus Hermanto, M Bagus Mantong, Jimmy Olsanaya Maya Lisa Moch. Bagus Hermanto Mochamad Bagus Hermanto Mu'nim, Muhammad Muhammad Agung Nugraha Muhammad Fatikhillah, Muhammad Musthofa Lutfi Nahmudiyah, Sukses Agustin nainggolan, Yenni Nani Sumarni Natalia Eka Jayasari Nofiyanti, Sri Handayani Nur Komar Nuraeni, Yustita Nuraeni, Yustita Nurihyatun Sardjono Nurirenia, Dela Feminda Palupi Widiyastuti Pramesi, Niken Dieni Pusputasari, Novantia Rachmawati, Muchnuria Rahartina W. Okaryanti Rendhi Prastya Rendi Hadi Santoso Retno Damayanti Rini Yulianingsih Riza, Dimas Firmanda Al Rohani Haryati Fitriyah Rohmad Abdul Aziz Al Fathoni Sa'adah, Khotimatus Sa'diyah, Halimatus Sandos Simatupang Sandra Sandra Shinta Rosalia Dewi, Shinta Rosalia Simanjuntak, Natalia Simon Bambang Widjanarko Sumardi Hadi Sumarlan Susinggih Wijana Swasti Riska Putri Syed Ihtsham Ul Haq Gilani, Syed Ihtsham Taufiq . Tutut Dyah Ayu Permatasari Veri Andriawan Vita Noeravila Putri Wahyunanto Agung Nugroho Widiastutik, Yuliani Wignyanto Wignyanto Windri Cessari Yulinda yulinda Yusron Sugiarto Yusuf Hendrawan Yusuf Wibisono