Articles

Found 21 Documents
Search

VALIDASI PETA LOKASI PENANGKAPAN IKAN PELAGIS DI SELAT BALI Hakim, Luqmanul; Ghofar, Abdul; Susilo, Eko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 2 (2018): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.387 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui validitas dari Peta Lokasi Penangkapan Ikan (Pelikan) pelagis yang dihasilkan oleh Balai Riset dan Observasi Laut. Pelikan memberikan informasi keberadaan kelimpahan ikan berdasarkan kelimpahan zooplankton. Validasi dilakukan dengan membandingkan antara data zooplankton insitu dan data zooplankton pada Pelikan, selain itu juga membandingkan antara data hasil tangkapan ikan di daerah zona potensi rendah, sedang dan tinggi. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengikuti kegiatan penangkapan nelayan dari PPN Pengambengan pada bulan September 2017. Data sampel diambil di titik penangkapan dimana operasi penangkapan ikan berlangsung di Selat Bali. Hasil korelasi antara zooplankton in situ dengan zooplankton Pelikan mendapatkan hubungan yang sangat kuat, yakni sebesar 0,82. Hal ini berarti apabila zooplankton pada Pelikan meningkat maka zooplankton in situ juga meningkat, begitu pun sebaliknya. Hasil tangkapan yang diperoleh selama penelitian berupa ikan tongkol. Rerata tangkapan terbanyak diperoleh di daerah zona potensi sedang. This research was conducted to determine the validity of Pelagic Fishing Map Locations produced by Institute for Marine Research and Observation. Pelikan provide information on the abundance of fish based on the abundance of zooplankton. Validation was done by comparing the in situ zooplankton data and the zooplankton data on pelikan, while also comparing the catch fish data in low, medium and high potential zone areas. Sampling is done by following fishing activity from PPN Pengambengan on September 2017. The sample data were taken at the point where fishing operations took place in Bali Strait. The result of correlation between in situ zooplankton and pelikan zooplankton get a very strong relationship, that is equal to 0.82. This means that when the Pelikan zooplankton increases then zooplankton in situ also increases. The catches obtained during the study were tongkol. The highest catch rates were obtained in medium potential zone areas. 
HUBUNGAN PENERAPAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RSUD AMBARAWA Kholipah, Siti; Susilo, Eko; Purwaningsih, Heni
Jurnal Manajemen Keperawatan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Manajemen Keperawatan
Publisher : Jurnal Manajemen Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan budaya organisasi adalah penghayatan nilai organisasi yang ditunjukkan dengan perilaku saat melakukan kegiatan didalam memberikan pelayanan kepada orang lain untuk memberikan kepuasan yang optimal kepada pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara penerapan budaya organisasi dengan kepuasan pasien di RSUD Ambarawa.Metode penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan menggunakan rancangan cross sectional. Populasi sebanyak 8256 pasien, sampel 99 responden yang dipilih dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner penerapan budaya organisasi dan kepuasan pasien. Uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa penerapan budaya organisasi lemah sebanyak 47 responden (47,5%) dan penerapan budaya organisasi kuat sebanyak 52 responden (52,5%). Kepuasan pasien rendahsebanyak 32 responden (32,3%) dan kepuasan pasien tinggi sebanyak 67 responden (67,7%). Terdapat hubungan antara penerapan budaya organisasi dengan kepuasan pasien di RSUD Ambarawa (p value 0,007, α= 0,05). Saran bagi rumah sakit hendaknya memberikan fasilitas pelatihan dan pengembangan staf untuk meningkatkan penerapan budaya organisasi sehingga meningkatkan budaya kerja yang tanggap terhadap pelanggan.Kata kunci : penerapan budaya organisasi, kepuasan pasien
Budaya Organisasi Dan Profesionalisme Perawat Di Rumah Sakit Swasta Di Temanggung Apriyatmoko, Raharjo; Susilo, Eko
Jurnal Manajemen Keperawatan Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Manajemen Keperawatan
Publisher : Jurnal Manajemen Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organizational culture is one important aspect in achieving an organization’s objectives, including in influencing professionalism. PKU Muhammadiyah Hospital in Temanggung regional is assumed have strong organizational culture differently in raising the level of professionalism of the nurses. The researcher’s goal is to determine the influence of the strength of cultural organization with professionalism of nurses at PKU Muhammadiyah. The study was conducted by applied cross sectional approach with 55 nurses. The questionnaires were used for data collecting tested by management experts (content validity).The results show that there is a significant positive relation ( r = 0.445 ) between the organizational culture and profesonalism. Based on the research, it is required to develop an organizational and managerial system, from both hospitals and nursing profession in PKU Muhammadiyah hospital in developing a system, therefore the cultural values of the organization that are developed in the hospitals can be strengthened .
Analisis Citra Perawat Dalam Konteks Pemasaran Keperawatan Berdasarkan karakteristik Klien Di RSUD Susilo, Eko
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2011: PROSEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN PPNI JATENG
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.844 KB)

Abstract

Latar belakang- Prinsip-prinsip pemasaran dapat diimplementasilan dalam bidang keperawatan untuk mewujudkan pelayanan profesional yang berorientasi pada kepuasan dan kesembuhan klien. Tujuan-Penelitian ini bertujuan untuk mengetauhi gambaran citra perawat dalam konteks pemasaran keperawatan berdasarkan karakteristik klien di RSUD sebagai salah satu dasar penerapan strategi pemasaran keperawatan Metode-Desain penelitian keperawatan dengan rancangan studi pontong lintang. Populasi terjangkau adalah klien rawat inap di RSUD dengan besar sampel 121 responden. Hasil-Berdasarkan uji t-pooled dan one-way ANOVA (a=0,05), terdapat perbedaan citra perawat yang bermakna menurut kelompok umur (p=0,004), strata ekonomi(p=0,017), dan tingkat pendldikan (p=0,029). klien di RSUD, sedangkan jenis kelamin (p=0,242) dan asal tempat tinggal (p=0,115) tidak bermakna. Diskusi-Klien berusia muda cenderung membuat nilai standard pelayanan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok umur yang lebih tua. Pendapat klien dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung berbeda dengan klien dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah. Institusi rumah sakit perlu menerapkan program pemasaran yang lebih terarah dan tepat sasaran terutama penekanan pada citra keperawatan dalam konteks pemasaran keperawatan. Rekomendasi-Perawat pelaksana harus selalu menjaga kualitas layanan keperawatan dengan menerapkan prinsip-prinsip pemasaran, yaitu : dapat dipercaya dan trarnpil, memahami klien, dapai diandalkan, dan cepat tanggap terhadap kebutuhan klien. Kata kunci-citra perawat, pemasaran keperawatan, karakteristik klien
GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK Susilo, Eko
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.094 KB)

Abstract

Abstract: Leadership style is a guideline in determining the success of an organization, to improve public services, there must be a leader motivation to its employees in order to produce a good performance. The purpose of this study was to determine and describe the leadership style, employee motivation, the factors inhibiting and supporting applied to the Director of PLN Dinoyo.This research is qualitative. The research sample using purposive sampling, informants in this study is the Director of PLN Dinoyo, SPV techniques and SPV Administration PLN Dinoyo. Researchers used data collection techniques by interview, observation and documentation and using descriptive data analysis method, which describe the results data. Results of this research is the leadership style of the Director PLN Dinoyo is leadership style democracy. Motivation provision by the Director PLN Dinoyo in improving public services is the career path that will be obtained by employees, if it has a good performance in improving public services and a limiting factor in the application of leadership style in PLN Dinoyo is a lack of provision of information to employees about the issue of working equipment. Thus, a leader in providing good service to the public there should be awareness of each employee. Keyword: Leasership, Motivation, Publick Service Abstrak: Gaya kepemimpinan merupakan tolak ukur dalam menentukan keberhasilan sebuah organisasi, untuk meningkatkan pelayanan publik maka peru adanya motivasi yang diberikan pimpinan kepada pegawai agar mendukung terwujudnya kinerja yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan gaya kepemimpinan, motivasi kerja dan faktor-faktor penghambat serta pendukung yang diterapkan Direktur PLN Dinoyo. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif. Sampel penelitian mengunakan purposive sampling dengan informan yaitu Direktur PLN Dinoyo, SPV Adminitrasi dan SPV teknik PLN Dinoyo. Teknik pengumpulan data yang lakukan oleh peneliti adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisa data yang digunakan dengan metode deskriptif, dimana mendeskripsikan hasil data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Direktur PLN Dinoyo yaitu gaya kepemimpinan Demokrasi. Motivasi kerja yang diberikan Direktur PLN Dinoyo dalam meningkatkan pelayanan publik yaitu adanya jenjang karir yang akan diperoleh pegawai apabila mempunyai kinerja yang baik dalam meningkatkan pelayanan publik dan faktor penghambat dalam penerapan gaya kepemimpinan di PLN Dinoyo yaitu: kurang adanya pemberian informasi terlebih dahulu dari pegawai tentang masalah yang barkaitan dengan peralatan kerja. Dengan demikian dalam memberikan pelayanan yang baik bagi publik harus ada kesadaran masing-masing dari pegawai. Kata kunci : Kepemimpinan, Motivasi, Pelayanan Publik.
PENYUSUNAN MEDIA INFORMASI TENTANG DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) Lestari, Puji; Ch, Zumrotul; Susilo, Eko
medisains Vol 15, No 3 (2013)
Publisher : medisains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : In Indonesia, cancer is the third leading cause of death after heart disease and stroke. Nearly 85 % ofall breast cancer incidences are found by the patients themselves. Breast cancer detection and early treatment mayincrease life expectancy and provide more treatment options for patients .Objective : The purpose of the research is to develop an informative media about early detection of breast cancer inwomen of childbearing-age, therefore they can increase their understanding about early detection of breast cancerthrough Breast Self Examination ( BSE )Methods : This research used an action research method. The first stage was by doing an assessment of the women’scondition and level of understanding about early detection of breast cancer and by compiling an informative media. Thesecond stage was by making an implementation to apply the compiled media in educational institutions and society. Therespondents were 80 childbearing-age women in the working area of Lerep Health Center, Semarang Regency.Result : The results showed that 52 % of the respondents were 20-35 years old, 60% of them had low education(elementary school and junior high school), 86% were married, 56% had not get information about BSE, 48% had lessgood understanding about breast cancer, and 32% had less good understanding about BSE. The kinds of the desiredmedia were oral (82%), movie (10%), and television (74%). The respondents’ need became the basis to compile anaudiovisual informative media that could be seen in the television in the form of video. Then the media could beimplemented in the society of the working area of Lerep Health Center and in the educational institution of the studentsat Ngudi Waluyo School of Health.Conclusion : It needs to compile various informative media which are interesting and suitable with the society’s needs,therefore the society can be educated by getting the information easily.Keywords: Informative Media, Early Detection of Breast Cancer, Breast Self Examination
Penyusunan Media Audiovisual untuk Customer Education pada Pasien dan Keluarga Penderita Penyakit Jantung Susilo, Eko; Rosidi, Imron
Jurnal Keperawatan Komunitas Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan Komunitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian penderita sakit jantung di Indonesia atau secara nasional masih sangat tinggi. Penyakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian utama di Indonesia .Kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol dan makanan berlemak, kurang berolahraga merupakan faktor risiko gangguan jantung, hal ini sangat merugikan, tidak hanya medis, tetapi juga sosial-ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu media informasi (Audiovisual) tentang pencegahan dan perawatan yang dapat disampaikan pada keluarga dan penderita, sehingga dapat secara efektif meningkatkan pemahaman keluarga dan penderita tentang pencegahan dan perawatan penyakit jantung. Penelitian ini menggunakan metode action research. Tahap pertama Mengidentifikasi pengetahuan penderita dan keluarga, Tahap kedua menyusun multimedia customer education pencegahan dan perawatan pada penderita dan keluarga penyakit jantung tahap ketiga mengidentifikasi pengetahuan penderita dan keluarga setelah melihat tayangan multimedia customer education tentang pencegahan dan perawatan pada penyakit jantung. Analisa pengetahuan responden setelah diberi materi tentang penyebab terjadinya penyakit Jantung dan Hipertensi serta pencegahan dan penanganannyadengan Media Audio Visual tersebut didapat : 8 responden (28.50%) pengetahuannya sangat baik dan 20 responden (70.40%) dengan pengetahuan baik. Dukungan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat terkait beberapa penyakit, pencegahan dan perawatannya sangatdibutuhkan saat ini. Oleh karena itu penggunaan Media informasi seperti Audio Visual sangat membantu sekali dalam meningkatkan pengetahuan dengan cara belajar yang menarik dan dapat digunakan setiap mereka membutuhkannya, sehingga akan terwujud sikap dan perilaku terhadap kesehatan Jantung dengan baik.
KETERKAITAN KONDISI OSEANOGRAFI DENGAN PERIKANAN PELAGIS DI PERAIRAN SELAT BALI Suniada, Komang Iwan; Susilo, Eko
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.793 KB) | DOI: 10.15578/jppi.23.4.2017.275-286

Abstract

Perikanan pelagis di perairan Selat Bali telah diusahakan sejak lama. Data runtut tahun hasil tangkapan yang didaratkan cenderung berfluktuasi. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi spasial dan temporal karakteristik oseanografi, terkait dengan dengan dinamika perikanan pelagis di Selat Bali. Data parameter oseanografi meliputi suhu permukaan laut (SPL) dan klorofill-a (chl-a) yang diperoleh dari citra satelit penginderaan jauh Aqua/Terra MODIS, sedangkan data sumberdaya perikanan pelagis berupa hasil tangkapan/satuan upaya (Catch per Unit Effort, CPUE) ikan pelagis diperoleh dari Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Pengambengan, Jembrana - Bali pada periode Januari 2007 hingga Desember 2015. Uji statistik regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh parameter oseanografi terhadap kondisi perubahan sumberdaya perikanan pelagis. Sebaran spasial SPL menunjukkan bahwa pada Mei hingga November suhu permukaan laut cenderung rendah serta tidak ada perbedaan yang signifikan antara suhu di perairan pantai dan di laut lepas. Secara temporal terlihat bahwa suhu terendah terjadi pada musim timur yaitu pada Agustus 2007. Sebaran spasial chl-a menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi chl-a dimulai dari Mei hingga Oktober serta terdapat perbedaan yang signifikan antara chl-a perairan pantai dan laut lepas. Secara temporal terlihat bahwa konsentrasi chl-a tertinggi terjadi pada Oktober 2015. Faktor iklim yang merupakan faktor eksternal memberikan pengaruh terhadap perubahan konsentrasi chl-a pada lokasi penelitian. Faktor iklim tersebut adalah kecepatan angin dan kejadian El-Nino. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perubahan parameter SPL dan chl-a secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap perubahan CPUE ikan pelagis, namun secara parsial parameter chl-a memberikan pengaruh yang lebih signifikan dibandingkan dengan parameter SPL.Pelagic fisheries around Bali Strait have been exploited since decades. Based on monthly and annual landing data, fish production around Bali strait are very fluctuated. This study aims to determine the spatial and temporal conditions of oceanographic characteristics and how they relate to the dynamics of pelagic fisheries in the Bali Strait. The oceanographic parameter data consist of sea surface temperature (SST) and chlorophyll-a (chl-a) that obtained from Aqua / Terra MODIS remote sensing satellite imagery, while the dynamics of pelagic fish resource data indicated by Catch per Unit Effort (CPUE) derrived from landing place (TPI) Pengambengan, Jembrana - Bali in the period January 2007 to December 2015. Multiple linear regression analysis were applied to determine the effect of oceanographic parameters on the changing conditions of pelagic fishery resources. Spatial distribution of SPL indicates that in May to November sea surface temperature tends to be low and there is no significant difference between the temperature in coastal waters and on high seas. The temporal distribution shows that the lowest temperature occurred during the southeast monsoon in August 2007. The spatial distribution of chl-a showed that the chl-a concentration starts to increase from May to October and there were significant differences between chl-a coastal waters and high seas. The temporal distribution shows that the highest chl-a concentration occurred in October 2015. Climate factor which is an external factor has an effect on the change of chl-a concentration at the research location. Climatic factors are wind speed and El-Nino events. The result of the statistical analysis shows that the change of SPL and chl-a parameters together significantly influence on the CPUE of pelagic fish, but partially chl-a parameter gives highly significant effect than SST parameter.
ROLE OF SUB SURFACE TEMPERATURE, SALINITY AND CHLOROPHYLL TO ALBACORE TUNA ABUNDANCE IN INDIAN OCEAN Novianto, Dian; Susilo, Eko
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 22, No 1 (2016): (June 2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.296 KB) | DOI: 10.15578/ifrj.22.1.2016.17-26

Abstract

The swimming layer is one of the important factors to get maximum catches, especially on tuna longline effort. The vertical abundance of the albacore tuna was investigated based on catch data and 3-DINDESO Ocean Model data, such as sub-surface conditions of sea water potential temperature (Temp), salinity (Sal) and mass concentration of diatoms and flagellates expressed as chlorophyll (Chl) in the Eastern Indian Ocean period 2014-2015. Combining he statistical method of generalized additive model (GAM) was performed to analysis in this study. There were seven GAM models that generated with the number of ALB vertical abundance as a response variable, and Temp, Sal, and Chl as predictor variables. Sal has highly significant (P < 0.001) while Chl and Temp significant (P < 0.01) to ALB vertical abundance. Deduced from GAMs, indicated that a negative effect of Sal on the number of ALB was observed at salinity >34.52 psu. There was a positive effect of salinity on the number of ALB, which was from 34.30 to 34.47 psu and Chl showed a positive effect of this variable on the number of ALB caught occurred between 0.01 mg/m3 and 0.12 mg/m3 in the region of high confidence level where negative effect on > 0.13 mg/m3. While ALB catches abundance varied in the temperature range with the highest frequency at 24.0-24.9 °C. Sal was the most important environmental variable to the number of ALB vertically caught, followed by Chl and Temp.
PERGERAKAN ZONA KONVERGENSI DI SAMUDERA PASIFIK BAGIAN BARAT BERDASARKAN DATA INSITU DAN SATELIT Hamzah, Faisal; Susilo, Eko; Triyulianti, Iis; Setiawan, Agus
Jurnal Kelautan Nasional Vol 10, No 2 (2015): AGUSTUS
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3516.601 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v10i2.6159

Abstract

Samudera Pasifik berperan penting dalam siklus El-Nino Southern Oscillation (ENSO) dan berpengaruh signifikan pada kegiatan penangkapan tuna di Indonesia, khususnya ikan Cakalang. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola pergerakan zona konvergensi di Samudera Pasifik bagian Barat dengan mengamati pergerakan parameter oseanografi seperti suhu, salinitas, klorofil-a, dan produktivitas primer. Data parameter oseanografi tersebut terdiri dari data insitu, data satelit maupun hasil pemodelan. Hasil analisis menunjukan adanya pergerakan zona konvergensi di Barat Pasifik yang dicirikan variabel proksi yaitu isotermal 29°C, isohalin 34,6 psu, konsenrasi klorofil-a sebesar 0,1 mg/m3 dan NPP 300 mgC/m2/day. Pola pergerakan zona konvergensi baik secara horisontal maupun vertikal dipengaruhi oleh ENSO. Pada saat terjadi La-Nina massa air dengan suhu yang hangat bergeser ke arah Barat yang diikuti dengan meningkatnya kesuburan perairan. Pergerakan vertikal massa air hangat terjadi pada kedalaman 25-75 m (suhu) dan 50 m (salinitas). Namun pada saat El-Nino massa air hangat bergerak ke arah Timur Samudera Pasifik. Fluktuasi produksi tangkapan ikan Cakalang di perairan Indonesia Timur mengikuti pola pergerakan zona konvergensi tersebut. Peningkatan jumlah produksi ikan Cakalang di Kota Sorong meningkat seiring dengan keberadaan zona konvergensi di bagian Barat (La-Nina), namun di Propinsi Papua menunjukan pola sebaliknya.