Endang Sri Susilo
Jurusan Ilmu Kelautan FPIK-Universitas Diponegoro, Semarang Telp. (024) 7474698

Published : 12 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences

Pengaruh Selang Waktu Peletakkan Terhadap Keberhasilan Penetasan Telur Penyu Hijau (Chelonia mydas L.) (Effect of Planting Time on Egg Hatching Success of Green Turtle (Chelonia mydas L.) Kushartono, Edi Wibowo; Susilo, Endang Sri; Fatchiyyah, Sayyidah
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 19, No 3 (2014): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.765 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.19.3.159-164

Abstract

Salah satu usaha konservasi melindungi Penyu hijau (Chelonia mydas L.) yaitu dengan tindakan relokasi dengan memindahkan telur dari sarang alami ke tempat penetasan semi alami. Waktu pemindahan dan peletakan telur yang tepat sangat diperlukan untuk memperoleh daya tetas maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh selang waktu peletakan telur Penyu Hijau terhadap keberhasilan penetasannya. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok berdasarkan 3 induk yang berbeda dengan perlakuan selang waktu peletakan yaitu 2, 7 dan 12 jam. Pengukuran dan pengamatan kondisi lingkungan dilakukan selama inkubasi. Pengamatan munculnya tukik mulai dilakukan pada hari ke 50 masa inkubasi.  Pembongkaran sarang dilakukan pada hari ke 60 masa inkubasi kemudian dilakukan pembedahan secara manual untuk mengamati telur yang gagal menetas. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh nyata secara signifikan adanya perbedaan selang waktu peletakan terhadap keberhasilan penetasan dan keberhasilan kemunculan. Namun selang waktu peletakan dengan nilai yang baik ditunjukkan pada 2 jam, dilanjutkan dengan 12 jam dan 7 jam. Kata kunci: penetasan, penyu hijau (Chelonia mydas L.), semi alami One of the conservation efforts undertaken to protect the green turtle (C. mydas L.) is by relocation of the nest where the eggs are removed from natural to semi-natural hatchery. A right time for the removal and burial of eggs are needed to obtain maximum hatching rate. The purpose of this study is to determine the impact of interval laying period on the hatching success of the green turtle eggs. Randomized block design is used which is based on three different turtles with treatment interval of burying, which is 2, 7, and 12 h. Measurements and observations were made during the environmental conditions of the incubation period. Observations hatchling emergence started on day 50 of incubation. Nest destruction was conducted on the 60th day incubation then eggs that failed to hatch were manually disected. The result showed that there is no significant influence of the time differences on the hatching success and emergence success. However, the best time was foound on 2h time treatment, folowed by 12h and 7h. Keywords: hatching, green turtle (Chelonia mydas L.), semi-natural hatchery
Teknik Setting Spora Gracilaria gigas Sebagai Penyedia Benih Unggul dalam Budidaya Rumput Laut Yudiati, Ervia; Susilo, Endang Sri; Suryono, Chrisna A
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 9, No 1 (2004): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.922 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.9.1.37-40

Abstract

Rumput laut Gracilaria gigas dapat dikembangkan melalui cara generatif dengan cara menumbuhkan spora hingga menjadi thalus dengan teknik setting spora. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari media yangtepat untuk tumbuhnya spora hingga menjadi thallus muda. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan perlakuan media tempat melekatnya spora hingga menjadi thallus muda adalah talirafia, tali nilon, tali ijuk dan tali kapas. Hasil yang didapat menunjukan bahwa media yang paling banyak ditumbuhi oleh thalus muda adalah media dati tali rafia dengan kepadatan pertumbuhan 84 ind/cm2 sedangkan yang paling sedikit adalah media dari tali kapas dengan kepadatan pertumbuhan 24 ind/cm2.Kata kunci : Gracilaria gigas, setting spora, thallus, mediaSeaweed of Gracilaria gigas has developed by generative method with the concept to growing spores to be young thallus on the substrates. The aim of the research is to find the substrate which has comfortable sporesstick on to be young thallus. Randomized design was used in these experiment with four kind of rope (raffia, nylon, palm fiber and cotton) as a substrates. The highest number of young thallus was grew on raffia rope as substrate and the lowest was on cotton rope as a substrate.Key words : Gracilaria gigas, spora setting, thallus, media