Articles

Found 26 Documents
Search

SISTEM CROSS FLOW DALAM PEMISAHAN SENYAWA FLAVOR SERUPA DAGING (Meatlike flavor) DARI KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) TERFERMENTASI OLEH Rhizopus oligosporus MELALUI MIKROFILTRASI Susilowati, Agustine; Aspiyanto, Aspiyanto
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cross-flow Microfiltration System is one of important separation basic using membrane influenced by separation process condition (pressure, flow rate, temperature, time), particles size and molecular weight (MW). The goal of this experiment was to find out composition, type and intensity of flavor compounds produced from autolysate separation of meatlike flavor from fermented mung bean (Phaseolus radiatus L.) through MF membrane at pump motor frequency 20 Hz, room temperature and operation pressure 6 bar for 90 minutes. The experiment results showed that Cross-flow MF System at permeate flux value of 31.83 L/m2.hour was able to separate N-Amino and dissolved protein as meatlike flavor compounds pass through MF membrane more much in permeate, while total solid, fat salt and  protein were rejected and retained more much in concentrate/retentate. Meatlike flavor compounds were dominated by sulphur. MF system was able to separate more much sulphur compounds as meatlike flavor present in permeate than concentrate/retentate. On the permeate was obtained 43 compound of meat analogue dominated by Sulphur-Nitrogen component (71.48%), namely 1,2,3-Triazole,4-flourodinitromethyl-1-methyl (0,01%), 2–Thiopenethiol (0,1%), Chlomethiazole (0,22%), 4-Methyl-5-hydroxyethylthiazole (70,99%), Furfuril-methyl-sulfide (0,11%), 2-Methyl-6-thiopurine (0,05% Area/0,2µg sample), While, other components covered Nitrogen (11), Pyran (4), Furan (5) , Alcohol  (4), Aldehiyde (3), Hidrocarbon (1) and  Ester - organi acid (5).Permeate has potential use as meatlike flavor extract, whereas retentate as concentrate/Hydrolyzed Vegetable Protein (HVP) is used for vegetable food products with meat taste and aroma. Key Words : Meat analog flavor, flavoring reaction, permeate, concentrate/retentate, microfiltration (MF).
SISTEM MODUL MIKROFILTRASI DALAM PEMURNIAN L-THEANINE DARI TEH HIJAU LOKAL (Camellia assamica) Pekoe UNTUK MINUMAN FUNGSIONAL Susilowati, Agustine; Aspiyanto, Aspiyanto; Melanie, Hakiki; Maryati, Yati
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Microfiltration (MF) module system had a potential use in purifying of L-Theanine of local green tea (Camellia assamica) grade Pekoe for functional drink as anti stress compound. Purification process was performed through MF membrane of 0.2 µm at pump motor frequency of 20 Hz, room temperature, and operation pressure of 4 and 6 bar for 30, 60, 90, 120, 150, 180, 210, 240, 270 and 300 minutes. The experiment result showed that MF system was able to pass more much L-Theanine in permeate, but retained more much dry matter and dissolved protein in retentate. Long purification time would decrease permeate flux value and L-Theanine concentration in permeate, but increased dry matter and dissolved protein in retentate. Optimum operation condition based on the highest concentration of L-Theanine in permeate at operation pressures of 4 and 6 bar for 120 and 240 minutes was able to pass L-Theanine in permeate of 86.33 % and 71.21 from all L-Theanine prior to process. Permeate as source of L-Theanine at optimum condition gave permeate flux values of 13.72 and 15.55 L/m2.hour with concentrations of L-Theanine of 10.721 % and 10.203 % (dry weight), dissolved protein of 2.1 and 1.8 mg/mL, and   dry matter of 1.342 and 1.712 %. Retentate has a potential use as functional compounds for anti oxidant,  anti cancer, anti diabetes and anti cholesterol. Key Words : Camellia  asssamica, L-Theanine, Microfiltration (MF), permeate, retentate.
PENGARUH KECEPATAN PUTAR DAN JENIS GEL SORGUM (Sorghum Bicolor L. Moench) DALAM PEMEKATAN PATI RESISTEN MELALUI SEL ULTRAFILTRASI BERPENGADUK UNTUK ANTI KOLESTEROL Susilowati, Agustine; aspiyanto, .; maryati, yati
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemekatan serat makanan (Dietary Fiber) dari sorgum Sorgum bicolor L. Moench) yang diperoleh dari ekstraksi secara kimia (gelatinisasi) melalui ultrafiltrasi ((UF) sel berpengaduk dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kecepatan putar pengaduk pada gel sorgum dari proses gelatinisasi dengan pH yang semakin meningkat terhadap komposisi konsentrat gel sorgum terutama SDF (Solouble Dietary Fiber) yang berfungsi sebagai pati resistan atau pati tak tercernakkan untuk anti kolesterol. Pemekatan dilakukan pada gel sorgum dari proses gelatinisasi dengan pH 10, 11, 12, 13 dan 14 menggunakan membran UF 30000 MWCO pada kecepatan putar 200, 300 dan 400 rpm dengan tekanan proses 30 selama 30 menit pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi kecepatan putar pengaduk akan meningkatkan komposisi retentat pada tingkat alkalinitas gel yang semakin rendah. Kondisi proses optimal berdasarkan SDF tertinggi dicapai pada kecepatan putar 400 rpm selama 30 menit  pada gel dari proses gelatinisasi pada pH 10 dengan menghasilkan konsentrat sebagai pati tidak tercernakkan (resistance starch) dengan konsentrasi SDF, Tannin, Total Padatan, Serat kasar berturut-turut sebesar 5,62 % (b.k),  0,36% (b.k) , 0,79%, 1,19% dan IDF sebesar 2,635% (by difference).  Pada kondisi optimal ini dihasilkan perolehan kembali SDF sebesar 60,08% dari TDF sebesar 8,255% pada konsentrasi 30% pati kering whole grain atau rendemen sebesar 27,52% dari whole grain sorgum berdasarkan 100% pati kering. Kata kunci : sorgum, gelatinisasi, serat terlarut (SDF), kecepatan putar pengaduk, ultrafiltrasi. Abstract Dietary Fiber concentration from sorghum (Sorghum bicolor L. Moench) extract by gelatinization process (chemical method) through Stirred Ultrafiltration (UF) Cell was aimed to find out effect of rotation speed of stirred cell on gelatinized sorghum gel. pH value becoming more and more high on composition of sorghum gel concentrate, especially Total Dietray Fiber (TDF) and Soluble Dietary Fiber (SDF) functioned as resistance starch for anti cholesterol. Concentrating of gelatinized sorghum gel with pH of 10, 11, 12, 13 and 14 utilized UF membrane of 30,000 MWCO at stirrer rotation speeds of 200, 300 and 400 rpm, room temperature and operation pressure of 30 psia for 30 minutes. The experiment result indicated that rotation speed of high stirrer cell would increase retentate composition at low gel alkalinity level. Based on the highest SDF, optimal process condition was reached at rotation speed of stirrer cell of 400 rpm for 30 minutes using gelatinized gel at pH of 10 produced retentate as resistance starch with concentrations of  SDF, Tannin, Total Solids, Crude Fibre of 5.62 % (dry weight), 0.36 % (dry weight), 0.79 %, 1.19 %, and IDF of 2.635 % (by difference). At this optimal process condition was resulted a recovery of SDF of 60.08 % and TDF of 8.255 % at dry starch concentration (whole grain) of 30 % or or rendement of 27.52 % from whole grain sorghum based on 100 % of dry starch. Key Words : Sorghum (Sorghum bicolor L. Moench), dietary fiber (DF), gelatinization, soluble dietary fiber (SDF), ultrafiltration (UF).
PERBEDAAN WAKTU FERMENTASI DALAM PEMBUATAN TEH KOMBUCHA DARI EKSTRAK TEH HIJAU LOKAL Arraca Kiara, Arraca Yabukita, Pekoe DAN Dewata SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL UNTUK ANTI OKSIDAN Susilowati, Agustine
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fermentasi teh kombucha selama 1 dan 2 minggu pada suhu ruang dengan konsentrasi starter kombucha 5% (v/v substrat) dan sukrosa 10% (b/v) menggunakan ekstrak teh hijau local Camellia sinensis grade Arraca Kiara dan Arraca Yabukita dan Camellia assamica grade Pekoe dan Dewata dengan pembanding teh hitam komersial, menghasilkan teh kombucha dengan komposisi yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu fermentasi optimal pada 4 jenis ekstrak teh hijau untuk anti oksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu fermentasi terbaik dicapai selama 2 minggu oleh Arraca Kiara yang menghasilkan teh kombucha dengan total polyfenol, L-theanine, total padatan, total asam dan gula reduksi berturut-turut sebesar 8,06 % (b.k), 1,2951% (b.k), 11,841%, 0,395 % dan 7,5 mg/mL. Pada kondisi ini ekstrak teh hijau Arraca Kiara , Arraca Yabukita, Pekoe, Dewata menghasilkan total polyfenol berturut-turut sebesar 8,006, 2,165, 2,521 dan 3,271 % (berat kering) atau lebih tinggi berturut-turut sebesar 893% atau 8,93x, 151% atau 15,14x, 193% atau 19,3x dan 280% atau 28x, dibandingkan total polyfenol hasil teh kombucha dari teh komersial (0,861%).Kata kunci : teh hijau, kombucha, fermentasi, ekstrak, polifenol.
ALTERNATIF ENZIM INULINASE DARI KAPANG ENDOFIT HASIL ISOLASI KULIT UMBI DAHLIA MERAH (Dahlia spp) LOKAL DAN APLIKASINYA SEBAGAI SUMBER ENZIM INULINASE UNTUK PEROLEHAN SERAT INULIN Susilowati, Agustine
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umbi dahlia merah (Dahlia sp.) dari Sukabumi merupakan sumber mikroba penghasil enzim inulinase diantaranya adalah kapang endofit yang diisolasi dari kulitnya setelah dilayukan beberapa waktu (74-6 hari). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kapang endofit hasil isolasi kulit umbi dahlia merah (Dahlia spp) yang berpotensi sebagai penghasil enzim inulinase melalui perbedaan media selektif dan aktifitas inulinase optimum. Isolasi dilakukan melalui pertumbuhan kapang pada media PDA, koloni dominan selanjutnya ditumbuhkan pada media PDA yang diperkaya dengan inulin 1% pada suhu 30ºC selama 72 jam untuk memperoleh kultur stock. Aplikasinya dalam pembuatan enzim inulinase dilakukan dengan menggunakan media selektif sebagai media A, B, C dan D selama 72 jam pada suhu 30ºC disertai agitasi 160 rpm. Hasil penelitian menunjukkan diperolehnya 4 jenis kapang endofit dominan dengan aktifitas inulinase optimum pada media yang berbeda yaitu kapang Scopulariopsis sp-CBS1 pada media A, Acremonium sp-CBS3 pada media D, kelas Deuteromycetes sp-CBS4 pada media D dan Aspergillus sp-CBS5 pada media D. Aplikasinya dalam pembuatan enzim inulinase kasar melalui inkubasi pada suhu 30ºC selama 72 jam, pH 5 menghasilkan aktifitas inulinase berturut-turut sebesar 0,0872, 0,1843, 0,00463 dan 0,0268 U/mL. Dalam hidrolisisnya pada suhu 30°C selama 120 jam, pH 5 dengan konsentrasi 12% (v/b inulin kering) untuk perolehan serat inulin, enzim inulinase kasar dari Acremonium sp-CBS3 sebagai jenis inulinase terbaik mampu meningkatkan SDF (Solouble Dietary Fiber) sebesar 86,04% dari SDF inulin (1,84% b.k) menjadi SDF pada hidrolisat inulin (13,182% b.k).Kata-kata kunci: inulinase, Scopulariopsis sp-CBS1, Acremonium sp-CBS3, Kelas Deuteromycetes-CBS4 , Aspergillus sp-CBS5 .
POTENSI NANOFILTRASI DALAM PEMEKATAN BAKTERI ASAM LAKTAT SEBAGAI PROBIOTIK SAVORY DARI KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.) TERFERMENTASI OLEH Rhizopus-C The Potential Application of Nanofiltration for Concentrating Lactic Acid Bacteria as Savory Probiot Moerniati, Sri; Susilowati, Agustine; ., Aspiyanto
Jurnal Agritech Vol 29, No 03 (2009)
Publisher : Jurnal Agritech

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.659 KB)

Abstract

Concentration of fermented Mung beans as ingredient probiotic through Nanofiltration at fixed pump motor frequency and pressure for long time was an important effort to reach optimal operation condition, so it is generated savory functional product with the best total LAB count and composition. Concentration process of fermented Mung beans substrates by Rhizopus-C fermented by LAB using mixed cultures of L. bulgaricus and S. thermophilus and enriched by full cream milk at 40 °C for 48 hours was performed at pump motor frequency of 20 Hz, room temperature and pressure of 25 bar for 30, 60, 90, 120, 150, 180, 210, 240, 270 and 300 minutes, respectively. The result of activity demonstrated that long time of concentration process would reduce permeate flux, increased retentate composition of total LAB count, total solids, total acids, dissolved protein and reducing sugar, while salt concentration would be de- clined. Based on total LAB count and process efficiency, optimal time of concentration to generate retentate as savory probiotic was 210 minutes with concentrations of total solids of 21.25 %, total acids of 1.35 %, dissolved protein of 5.65 mg/mL, reducing sugar of 127.5 mg/mL, salt of 0.57 % and total LAB count of 2.6 x 1010 cfu/mL, whereas permeate as side product could be used as probiotic acidulent gave flux of  9 L/m2.hour with concentrations of total solids of 2.24%, total acids of 1.24 %, dissolved protein of  0.02 mg/mL, reducing sugar of 2.985  mg/mL, salt of 0.67 %  and totalLAB count of 1.2 x 107 cfu/mL.ABSTRAKPemekatan konsentrat kacang hijau terfermentasi sebagai probiotik ingredient menggunakan sistem nanofiltrasi den- gan waktu yang semakin meningkat pada tekanan & kecepatan motor tetap merupakan upaya untuk memperoleh kon- disi operasi optimal sehingga dihasilkan produk fungsinal savory dengan total BAL dan komposisi terbaik. Proses pemekatan dilakukan selama 30, 60, 90, 120, 150 ,180, 210, 240, 270 dan 300 menit, tekanan 25 bar, frekwensi motor pompa 20 Hz, suhu ruang pada substrat kacang hijau terfermentasi oleh Rhizopus C yang difermentasi oleh BAL pada suhu 40 °C selama 48 jam menggunakan campuran L. bulgaricus dan S. thermophilus dan diperkaya dengan susu skim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan waktu proses akan menurunkan fluks bahan namun meningkatkan komposisi retentat terhadap total BAL, total solid, total asam, protein terlarut, gula pereduksi sedangkan kadar garam cenderung menurun. Berdasarkan jumlah BAL dan efesiensi proses, Waktu pemekatan 210 menit adalah optimal dalam dalam menghasilkan retentat sebagai probiotik savory dengan total padatan kering 21,25 %, total asam 1,35 %, protein terlarut 5,65 mg/mL, gula pereduksi 127,5 mg/mL, garam 0,57 % dan jumlah BAL 2,6 x 1010 cfu/mL dan fluks permeat 9L/m2.jam sedangkan permeat sebagai produk samping yang berpotensi sebagai acidulant berprobiotik dengan kandun-gan total padatan kering 2,24 %, total asam 1,24 %, protein terlarut 0,02 mg/mL, gula pereduksi 2,985 mg/mL, garam0,67 % dan jumlah BAL 1,2 x 107 cfu/ml.
Ultrafiltration Lactic Acid Bacteria (LAB) in mung Beans Broth by Mixed LAB Culture Aspiyanto, Aspiyanto; Susilowati, Agustine
Biopropal Industri Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak