Articles

DIFFERENT PERCENTAGES OF GONAD MATURITY ON THE FERTILITY AND HACHING RATE IN ARTIFICIAL BREEDING OF ABALONE (HALIOTIS ASININA) Suminto, Suminto; Sani, Dyah Anggun Permana; Susilowati, Titik
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 5, No 2 (2010): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.882 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.5.2.54-60

Abstract

Abalone is one of the marine mollusk that has high economic value. Mass abalone cultivation requires the mature gonads broodstock to produce seeds, but the maturity of the gonads of male and female often can not be simultaneously. Artificial insemination using a solution of ammonia is one solution to produce abalone seed in the hatchery. Ammonia solution can increase motility, fertilization rate of eggs and abalone seed production, so the provision of seeds for cultivation of abalone is independent from nature. The research of artificial insemination was carried out at various levels of gonadal maturation dams abalone (H. asinina) to determine the percentage of fertility and hatching rate of eggs from each Gonad Maturity Level. In stadia gonadal recovery, no fertilization occurs, whereas in the gonads maturing stadia had fertilization and hatching rate 24.33 ± 2.08% and 22.12 ± 2.18%, respectively at ripe stadia, gonads had been fertilization and hatching rate were 94.67% ± 1.53% and 82.82% ± 3.58%, wasn?t recorded in the stadia spent fertilization did not occur because the eggs were released in culture media. Gonad Maturity Level, thus can be used in artificial insemination was the ripe gonadal stadia, which had the highest percentage of both levels of fertilization and hatching rate with a diameter ranging from 189.6-252.8 ?m. Key Words: Abalone (H. asinine); Artificial breeding; Gonad Maturity Level; Hatching Rate
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG TESTIS SAPI DENGAN DOSIS YANG BERBEDA DALAM PAKAN YANG MENGANDUNG RGH TERHADAP RASIO JENIS KELAMIN, PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) Huda, Rachmat Nurul; Susilowati, Titik; Yuniarti, Tristiana
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.507 KB)

Abstract

Budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) terus dikembangkan hingga saat ini. Berbagai teknologi dalam bidang perikanan telah diterapkan, salah satunya yaitu sex reversal dalam hal ini jantanisasi. Ikan nila jantan lebih cepat pertumbuhannya dari pada ikan nila betina sehingga dapat meningkatkan hasil produksi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung testis sapi dan dosis terbaik tepung testis sapi dalam pakan yang mengandung  rGH terhadap rasio jenis kelamin, pertumbuhan dan kelulushidupan ikan nila. Bahan uji yang digunakan adalah larva ikan nila dengan stadia larva yang berumur 7 hari setelah lepas kuning telur dan memiliki bobot rata-rata 0,07 gram/ekor. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu dengan menambahkan tepung testis sapi dengan dosis pada perlakuan A (0%/kg pakan), perlakuan B (3%/kg pakan), perlakuan C (6%/kg pakan) dan, perlakuan D (9%/kg pakan). Pakan pada setiap perlakuan dalam penelitian ini telah ditambahkan rGH dengan dosis 2 mg/kg pakan. Data yang diamati meliputi rasio jenis kelamin, laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan tingkat kelulushidupan (SR) ikan nila. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan C (6% tepung testis sapi/kg pakan) memberikan hasil terbaik dimana nilai rasio jenis kelamin jantan sebesar 74,44±5,09% dan laju pertumbuhan spesifik sebesar 9,48±0,10% bobot/hari. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu adanya pengaruh nyata terhadap rasio jenis kelamin dan tingkat pertumbuhan spesifik, namun tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kelulushidupan ikan nila dengan pemberian dosis tepung testis sapi terbaik adalah 6% tepung testis sapi/kg pakan. Tilapia fish (Oreochromis niloticus)cultivation still continue to be developed until nowdays. Many fisheries technology had been applied, and one of them is sex reversal which is masculinization. Male tilapia fish grows faster than the female one, so this can boost the produce of the fish. This research aims to know the effect of cow testicle flour addition and determine the best dosage on the fish feed which contains rGH towards the male-sex ratio, growth, and survival rate of tilapia fish. The material which used in this research was tilapia fish (O. niloticus) which under the larvae phase 7 days post the separated egg yolk which have average weight of 0,07 grams/each. This research used experimental methods with Completely Randomized Design of 4 treatments and 3 times of repetitions. The treatments in this research was addition of  different dosage of bull testicle which treatment A (0%/kg fish feed),treatment B (3%/kg fish feed), treatment C (6%/kg fish feed) and, treatment D (9%/kg fish feed). The fish feed in every treatment had been added with 2mg rGH/kg fish feed. Data observation  during this research were male-sex ratio, specific growth rate (SGR), and survival rate (SR) of tilapia fish. Results of the research showed that treatment C (6%/kg fish feed) gave the best result as male-sex ratio by 74,44±5,09% and specific growth rate by 9,48±0,10% weight/day. Conclusion obtained from this research was: there was different result  towards the male-sex ratio and specific growth rate, but there was no difference between the treatments towards the survival rate, the best bull testicle flour dosage was 6%/kg fish feed.
PENGARUH KEPADATAN BERBEDA MENGGUNAKAN RGH PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) Sibarani, Dian Afdelima; Susilowati, Titik; Yuniarti, Tristiana
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.583 KB)

Abstract

Kepadatan merupakan hal yang penting dalam usaha pendederan karena akan mempengaruhi oksigen terlarut dan ammonia. Pemberian rGH dengan metode oral atau melalui pakan terbukti dapat mempercepat pertumbuhan ikan dikarenakan rGH yang tercampur dalam pakan dapat lebih mudah masuk kedalam tubuh ikan. Fungsi dari rGH adalah sebagai pengatur pertumbuhan, reproduksi, system imun, tekanan osmosis pada ikan teleostei, dan  pengatur metabolism. Pemanfaatan sistem resirkulasi dapat menciptakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan ikan. Hal tersebut dapat menghasilkan tingkat produktivitas yang tinggi dalam wadah budidaya dengan mortalitas yang rendah dan tingkat kelulushidupan yang tinggi. Sistem resirkulasi merupakan wadah pemeliharaan ikan yang menggunakan system perputaran air yaitu air mengalir dari satu wadah ke wadah yang lain melalui filter yang berguna untuk menjaga kualias air. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila yang menggunakan rGH dengan kepadatan berbeda pada sistem resirkulasi dan untuk mengetahui kepadatan yang dapat memberikan pertumbuhan dan kelulushidupan terbaik. Penelitian ini dilakukan di Balai Benih Ikan Siwarak, Ungaran, Kab. Semarang. Penelitian dilakukan selama 63 hari dari bulan November 2014 ? Januari 2015. Wadah yang digunakan berupa akuarium ukuran (50x30x30) cm3 sebanyak 12 buah yang diisi air sebanyak 20 liter dan dialiri air dari ember yang sudah diisi dengan filter bioball. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan padat penebaran 20, 40, 60 dan 80 ekor/wadah, dimana masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Jenis pakan bubuk berupa pakan komersial diberikan secara at satiation. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah padat penebaran tidak berbeda nyata terhadap kelulushidupan, namun memberikan perbedaan yang nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak dan perbedaan yang sangat nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik. Kepadatan yang dapat memberikan pertumbuhan dan kelulushidupan terbaik terdapat pada padat penebaran sebanyak 20 ekor/wadah, dimana dengan nilai Pertumbuhan Panjang Mutlak adalah 9,08±0,43, nilai SGR 9,07 %/hari, nilai FCR 1,18±0,00, dan PER 3.33±0.10, nilai kelulushidupan terbaik adalah perlakuan A (padat penebaran 20 ekor/wadah) yang sama besarnya dengan perlakuan B (padat penebaran 40 ekor/wadah) yaitu sebesar 96,67 %. Density is important factor in breeding method because it will affected to dissolved oxygen and ammonia level. Giving rGH with oral method or adding into feed  has been proven to increasing the growth of Tilapia because rGH which adding into feed can enter to fish body easily. Function of rGH as growth, reproduction, immune system, osmotic pressure in teleost fishes and metabolism system controlling. Using recirculating system can creating an optimal environment for fish?s growth. If that will happen, can produce a high productivity in culture pond with low mortality and high survival rate. Reciculating system is fish culture tank that using water circulating then flowing tank to tank through a filter which function is maintaining of water quality. This research was aimed to find out the effect of different rearing density that using  rGH to growth and survival rate of Tilapia larvae in recirculating system and knows the best density for increasing growth and survival rate. This research was conducted in 63 days from November 2014 to January  2015 at Balai Benih Ikan Siwarak, Ungaran, Kab. Semarang. The fish culture tank is an aquarium size of 50x30x30cm, total amount 12, each aquarium filled water 20 liters and flowing water from bucket that filled with bioball filter. This research used Completely Randomised Design with five treatment (stock density 20, 40, 60 and 80 fish/tank) and three replication. Feed type is a powder commercial feed with using feeding method at satiation. The results is different rearing density not significantly different for survival rate, but significantly different for relative growth rate (RGR) and very significantly different for Specific Growth Rate (SGR). Stocking density that giving the best growth and survival rate is 20 fish/tank (treatment A) with RGR 9,08 ± 0,43, SGR 9,07%/day, FCR is 1,18±0,00 and PER 3,33±0,10, the best survival rate in treatment A (20 fish/tank) and treatment B (40 fish/tank) is 96,67%.
PEMANFAATAN TEPUNG DAUN LAMTORO (LEUCAENA LEUCOCEPHALA) YANG DIFERMENTASI DALAM PAKAN BUATAN UNTUK PERTUMBUHAN BENIH IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO) Handayani, Tri; Susilowati, Titik; Subandiyono, - -
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.91 KB)

Abstract

Lamtoro (Leucaena leucocephala) merupakan salah satu bahan pakan alternatif sebagai sumber karbohidrat yang keberadaannya berlimpah di alam.  Lamtoro mengandung nutrisi yang cukup baik yaitu protein kasar sebesar 27,89%, lemak kasar sebesar 8,73%, serat kasar sebesar 19,13%, abu sebesar 11,33%, serta bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) sebesar 33,12%. Serat kasar daun lamtoro sulit dicerna oleh ikan.  Upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah melalui proses fermentasi. Melalui proses fermentasi diharapkan dapat menguraikan karbohidrat kompleks menjadi sederhana, sehingga meningkatkan kandungan nutrisi lamtoro. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung daun lamtoro yang telah di fermentasi ke dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan benih ikan mas (Cyprinus carpio).  Ikan uji yang digunakan adalah ikan mas (C. carpio) dengan bobot individu rata-rata 2,30±0,02 g/ekor.  Pakan diberikan pada pukul 08.00 pagi dan 16.00 sore secara at satiation. Wadah yang digunakan adalah bak dengan kapasitas 15 liter.  Ikan uji dipelihara selama 40 hari dengan padat tebar 1 ekor/l.  Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan.  Perlakuan A, B, C dan D dengan konsentrasi masing-masing sebesar 0, 5, 10 dan 15%.  Data yang diamati meliputi total konsumsi pakan (TKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), protein efisiensi rasio (PER), laju perumbuhan relatif (RGR), kelulushidupan (SR) dan kualitas air.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi daun lamtoro memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap TKP, EPP, PER dan RGR dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap SR. Perlakuan C memberikan nilai tertinggi pada TKP sebesar 69,03%, EPP sebesar 41,89%, PER sebesar 1,23% dan RGR sebesar 3,14%/hari.  Parameter kualitas air selama penelitian berada pada kisaran yang layak untuk kehidupan ikan mas (C. carpio).  Kesimpulan yang diperoleh yaitu pakan daun lamtoro hasil fermentasi dapat meningkatkan proses pertumbuhan ikan mas (C. carpio).Lamtoro (Leucaena leucocephala) was one of the alternative feed ingredients that could be used a as carbohydrate source which was available abundantly in the nature.  Lamtoro leaves contained valuable nutrients such as crude protein of 27,89%, crude lipid of 8,73%, crude fiber of 19,13%, ash of 11,33%, and nitrogen-free extract of 33,12%. Leucaenas crude fiber was difficult to be digested by fish.  The solution for that problem was by applying fermenting proccesses.  Through the fermenting processes reduce crude fiber composition improve lamtoro nutritive value. This experiment was to study the influence of leave lamtoro flour which has been fermented into practical diets on the growth of carp (Cyprinus carpio) seeds.  The trail fishes used were carp (C. carpio) seeds with the average body weight of 2,30±0,02 g/fish.  Feeding frequency applied was twice a day, i.e., at 08.00 a.m and 16.00 p.m, and by appliying at satiation method.  The container used was a tub with a capacity of 15 liters. The fishes were cultured for 40 days with the stocking density of 1 fish/l.  The experimental method used was completely randomize design (RCD) with 4 treatments and 3 replicates.  The treatment of A, B, C, and D were the trial diets with the prosentation of lamtoro leave flour of 0, 5, 10, and 15%.  The measured data included for of feed consumption rate, feed efficiency (FE), protein efficiency ratio (PER) relative growth rate (RGR), survival rate (SR) and water quality parameters.  The data showed that the used of fermented lamtoro into the diets resulted on significantly effects (P<0,05) on the feed consumption rate, FE, PER on the highest biological indicators and RGR valuess, but not for SR value.  Treatment C resulted that feed consumption rate 69,03%, FE 40,62%, PER 1,23% and RGR 3,14%/day.  The water quality parameters during this study were varied for into suitable range the fish life.  It was can be concluded that fermenting lamtoro leaf feed increase the growth process of carp (C. carpio) seeds.
ANALISIS KARAKTER REPRODUKSI IKAN NILA PANDU (F6) (OREOCHROMIS NILOTICUS) PERSILANGAN STRAIN NILA MERAH SINGAPURA MENGGUNAKAN SISTEM RESIPROKAL PADA PENDEDERAN I Prabowo, Bayu Timur; Susilowati, Titik; Nugroho, Ristiawan Agung
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.308 KB)

Abstract

Penelitian pemuliaan ini adalah untuk mengetahui karakter nisbah dominan dengan menganalisis karakter reproduksi ikan nila pandu F6 (Oreochromis niloticus) persilangan nila Merah Singapura dalam sistem budidaya resiprokal. Karakter reproduksi merupakan nilai dugaan yang mampu menunjukkan laju perubahan yang dapat dicapai dengan seleksi untuk sifat di dalam populasi. Karakter reproduksi dan performa benih mampu menunjukkan laju perubahan sifat didalam populasi dengan seleksi hibridisasi dan Inbreeding. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hasil analisis karakter reproduksi dan performa benih, mengetahui homozigositas pemijahan ikan nila pandu dengan nila singapura, dan kelayakan kualitas air. Penelitian ini dilaksanakan 1 Maret - 28 Juni 2015 di Satuan Kerja Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (BPBIAT) Janti, Klaten. Analisis data terhadap kinerja variabel karakter reproduksi menggunakan uji homogenitas, normalitas, dan additivitas. Data yang memenuhi syarat kemudian dianalisis menggunakan uji ? t untuk memenuhi pengaruh dari perlakuan. Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan nila pandu dan nila Singapore lokal dengan bobot jantan berkisar 330 g dan bobot betina berkisar 240 g. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Karakterisasi reproduksi yang diamati meliputi : Fekunditas, Hatching Rate (HR), diameter dan bobot telur, panjang dan bobot larva kuning telur, panjang dan bobot larva lepas kuning telur. Pengamatan performa benih yang diamati meliputi : Specific Growth Rate (SGR), Food convertion Ratio (FCR), dan Survival Rate (SR).Hasil penelitian menunjukkan variabel analisis karakter reproduksi dan performa benih bahwa berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pengamatan data  Fekunditas, Hatching Rate (HR), bobot telur, panjang larva kuning telur, panjang larva lepas kuning telur, Food Convertion Ratio (FCR), dan Survival Rate (SR). Hasil analisis karakter reproduksi dengan presentase terbaik yaitu; perlakuan B pemijahan Hibrid (Nila Merah Singapura ? x ? Nila Pandu F6) untuk Fekunditas, diameter telur, panjang dan bobot larva kuning telur, panjang larva kuning telur, FCR, dan SR. Kualitas air selama penelitian untuk media pemijahan induk nila, penetasan telur dan pemeliharaan benih pendederan I masih berada dalam kisaran yang layak selama penelitian. The objective is to find character dominant by analyzing character reproduction tilapia guard F6 (Oreochromis niloticus) Tilapia red cross singapura cultivation resiprokal system. Reproductive character is considered as was demonstrated the rate of change that can be attained with a to its nature in population. Character and reproductive seed performance demonstrated in the change the nature of the population with a hybridized and inbreeding. Research purposes to know the analysis character and reproductive seed performance, knows homozigositas spawning tilapia guide to indigo singapura, and feasibility water quality. Study was conducted 1 March 28 - June 2015 BPBIAT Janti, Klaten. Analysis of data on performance variable character use the reproductive homogeneity, normality, and additivitas. The data qualified then analyzed use the t - test to meet the effects of treatment. Fish the used in research is tilapia guard and tilapia Red Singapura male weight ranges 330 g and female weight ranges 240 g. this report is written with the experimental methods used random design complete (RAL) with 4 treatment and 3 times test. Characterization reproduction observed covering: fecundity, hatching rate (HR), diameter and weights eggs, long and weights larvae egg yolks, long and weights larvae off egg yolks. The seed performance observed covering: specific growth rate (SGR), food convertion ratio (FCR), and survival rate (SR).The result showed variable character analysis and reproduction seed performance that influential real (P<0,05) against observation data fecundity, hatching rate (HR), egg weight, long larvae egg yolk, larvae off long egg yolk, food convertion ratio (FCR), and the survival rate (SR). The analysis of the character of reproduction with the percentage best namely; treatment b spawning hybrids ( Tilapia red singapura ? x ? Tilapia guide to F6 ) fecundity, the diameter of eggs, long and weights larvae egg yolk, long larvae egg yolk, FCR, and SR. The quality of water during media research for spawning parent indigo, hatching eggs and maintenance of the seeds system I still be in the range of decent during research.
PENGARUH PERENDAMAN PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (CAULERPA LENTILLIFERA) Ginting, Ely Sufriyanti; Rejeki, Sri; Susilowati, Titik
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.412 KB)

Abstract

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi rumput laut pada tahun 2015 sebesar 10,3 juta ton. Salah satu jenis rumput yang sangat potensial untuk dikembangkan yaitu Caulerpa lentillifera. Rumput laut ini banyak digemari masyarakat dalam negeri maupun luar negeri karena memiliki nilai ekonomis yang sangat penting yaitu sebagai bahan makanan segar dan bahan untuk obat-obatan. Namun produksi C. lentillifera sendiri belum dapat tercukupi karena bersifat musiman dan masih banyak mengandalkan hasil dari alam. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk meningkatkan produksi C. lentillifera dengan  cara budidaya. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan  C. lentillifera dalam budidaya adalah ketersediaan nutrien yang biasanya dapat diperoleh dari pemberian pupuk. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian pengaruh perendaman pupuk organik cair dengan dosis yang berbeda dan dosis yang terbaik terhadap pertumbuhan C. lentillifera. Peneltian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Adapun perlakuan tersebut yaitu perlakuan A (0 mL), B (1,5 mL), C (2,5 mL) dan D (3,5 mL) dengan lama perendaman 6 jam. Data yang didapatkan selama penelitian yaitu laju pertumbuhan spesifik (SGR) dan kualitas air. Data dianalis dengan Anova dan dilakukan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan perendaman pupuk organik cair dengan dosis yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik C. lentillifera. Perlakuan D (perendaman dosis 3,5 mL) memberikan hasil terbaik dari semua perlakuan dengan laju pertumbuhan spesifik sebesar 3.29±0.06%/hari. Ministry of Maritime Affairs and Fisheries (KKP) targets 10,3 million tons seaweed production in 2015. One of potential seaweed to be developed is Caulerpa lentillifera. This type of seaweed is preferred by many people in Indonesia and the world because it has high economic value as fresh produce and for medicine. However, production is still insufficient because it is seasonal variety and its production still depends on natural harvest. Therefore, it is needed to increase C. lentillifera production by cultivation. One factor that affects C. lentillifera growth in the cultivation is the availability of nutrient. Therefore, a study on difficult dosage of liquid fertilizer throught immertion method is needed. The aim of this research was to determine the effect of different dosage of liquid fertilizer on the growth of C. lentillifera and to find out the proper dosage which can produce the best growth of C. lentillifera. This study was done experimentally with Completely Randomised Design. There were 4 treatments: A (0 mL), B (1,5 mL), C (2,5 mL) and D (3,5 mL) with time of immersion of 6 hours. Each treatment was replicated 5 times. The data collected were specific growth rate (SGR) and water quality parameter. Data was analyzed using collected were Anova and followed by Duncan?s test. The result shows that different dosage of liquid organic fertilizer showed highly significantly effected the specific growth rate (SGR). Treatment D (dose of 3,5 mL) gives the best result compared with another treatments, with specific growth rate of 3.29±0.06%/day.
PENGARUH PEMBERIAN DIET MIKROALGA YANG BERBEDA (CHLORELLA VULGARIS, CHAETOCEROS CALCITRANS, NANNOCHLOROPSIS OCULATA DAN TETRASELMIS CHUII) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN REPRODUKSI DIAPHANOSOMA BRACHYURUM Ni?mah, Hikmatun; Suminto, - -; Susilowati, Titik
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.5 KB)

Abstract

Pakan alami dalam akuakultur sangatlah penting bagi pemeliharaan larva. D. brachyurum merupakan salah satu pakan alami yang pergerakannya lambat dan berenang bebas dalam kolom air, serta mempunyai nilai kandungan nutrisi yang tinggi. Kultur D. brachyurum memerlukan pengkajian diet mikroalga untuk mendapatkan performa pertumbuhan terbaik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh diet mikroalga yang berbeda terhadap performa pertumbuhan (kepadatan populasi, laju pertumbuhan dan produksi telur) D. brachyurum dan mendapatkan diet mikroalga yang memberikan hasil performa pertumbuhan (kepadatan populasi, laju pertumbuhan dan produksi telur) D. brachyurum terbaik. Metode penelitian menggunakan RAL dengan 4 perlakuan 4 ulangan yang kepadatannya 1 ind/ml. Diet yang digunakan untuk kultur D. brachyurum adalah Chlorella vulgaris; Chaetoceros calcitrans; Nannochloropsis oculata; dan Tetraselmis chuii. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian diet mikroalga yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) pada performa pertumbuhan D. brachyurum. Diet T. chuii menghasilkan kepadatan terbaik pada anakan (neonata) (3,013±1,582 ind/ml), juvenil (2,513±0,638 ind/ml), dewasa (7,325±1,981 ind/ml), dewasa bertelur (4,050±2,401 ind/ml) dan dewasa beranak (8,975±1,569 ind/ml). Kepadatan total juga pada diet T. chuii (25,875±1,142 ind/ml) yang merupakan nilai tertinggi. Diet T. chuii juga menunjukkan hasil terbaik dan berbeda nyata (P<0,05) dibanding perlakuan lain pada laju pertumbuhan (0,163±0,002 /hari). Diet N. oculata menunjukkan hasil terbaik serta berbeda nyata (P<0,05) pada produksi telur (3,446±0,363 telur/ind), namun tidak berbeda nyata terhadap Chaetoceros calcitans (3,104±0,705 telur/ind). The live food organisme in aquaculture is very important for larvae rearing. D. brachyurum is one of the live food organisme  which slow movement and has capabiity as a free swimmer in water column, and has a high nutritional value. The study of D. brachyurum fed by different microalgal diets needs to be conducted in order to perceive its growth performance. This study aimed to determine the effect of different microalgal diets on growth performance (population density, growth rate and egg production) of D. brachyurum and suitable microalgal that supperied growth performance (population density, growth rate and egg production) of D. brachyurum. The method of this study was experimental laboratory which used completely random design (CRD) with 4 treatment and 4 replicates. The initial density of D. brachyurum was 1 ind/ml. The diets that used in this study here Chlorella vulgaris; Chaetoceros calcitrans; Nannochloropsis oculata; and Tetraselmis chuii. The results of this study showed that different microalgal diets had significant effect (P<0,05) on growth performance of D. brachyurum. The highest density of the neonata (3.013±1.582 ind/ml), juvenile (2,513±0.638 ind/ml), adult (7,325±1,981 ind/ml), adult spawn (4,050±2,401 ind/ml) and adult childbearing (8,975±1,569 ind/ml) was on D treatment (fed by T. Chuii). The highest total density of D. brachyurum (25.875±1.142 ind/ml) was on D treatment (fed by T. Chuii). D. brachyurum that fed by T.chuii had best growth rate value (0.163±0.002/day) significantly different (P<0.05) than other treatments. D. brachyurum that fed by N. oculata had best egg production value (3.446±0.363 eggs/ind) significantly different (P<0.05), but not significantly different with egg production value of D. brachyurum that fed by C. calcitrans (3.104±0.705 eggs/ind).
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN MIKROALGA YANG BERBEDA (CHLORELLA VULGARIS., CHAETOCEROS CALCITRANS., NANNOCHLOROPSIS OCULATA., DAN TETRASELMIS CHUII) TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN TIGRIOPUS SP. Hasmalasari, Nelly; Suminto, - -; Susilowati, Titik
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.371 KB)

Abstract

Ketersediaan pakan alami diperlukan untuk budidaya ikan baik fitoplankton maupun zooplankton yang dimanfaatkan untuk pakan larva ikan. Salah satu zooplankton yang diberikan sebagai pakan larva yaitu Tigriopus sp. Tigriopus sp. dapat digunakan sebagai salah satu pengganti pakan alami seperti artemia ataupun rotifer karena memiliki nutrisi cukup tinggi untuk pertumbuhan ikan. Produksi Tigriopus sp. dapat ditingkatkan dengan pemberian mikroalga. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pakan mikroalga terhadap performa pertumbuhan Tigriopus sp. Selain itu penelitian ini bertujuan  untuk mendapatkan pakan dengan hasil terbaik pada performa pertumbuhan terbaik kepada Tigriopus sp. Metode penelitian yang digunakan eksperimental labotaris laboraturium secara langsung di Laboraturium Pakan Hidup, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Kultur Tigriopus sp. dengan menggunakan botol kaca 50 ml, dengan volume air laut 20 ml, dan kepadatan awal Tigriopus sp. stadia dewasa 1 individu ml-1. Perlakuan pakan berdasarkan pada dosis 0,01 mg berat kering mikroalga unruk setiap satu individu copepoda. Perlakuan antara lain A(Chlorella vulgaris), B (Chaetoceros calcitrans), C (Nannochloropsis oculata), D (Tetraselmis chuii). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan alami berbeda nyata (P<0,05) terhadap kepadatan total, laju pertumbuhan dan produksi telur. Kepadatan total (116,10±5,88),  laju pertumbuhan (0,238±0,003), dan produksi telur (5,84±0,21). Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pakan Chlorella vulgaris dan Tetraselmis chuii masing-masing menghasilkan kepadatan total populasi, laju pertmbuhan dan produksi telur terbaik. Pakan Chlorella vulgaris disarakan sebagai pakan untuk pengembangan kultur Tigriopus sp. selanjutnya. The availability of natural feed is required for the surviving of fish for example both phytoplankton and zooplankton can be used as the natural feed for larvae. One of kinds the zooplankton given as natural feed for larvae is Tigriopus sp. Tigriopus sp. Is onekind of natural feed for open ocean fish can be used as an alternatif natural food such as artemia or rotifer. Tigripus sp. has a high nutrient, that is very important for the surviving of the fish. To develop production of Tigripus sp. High quality food is important such as microalga. This study given 5 different types of microalgae to determine it?s  effect to the growth performance of Tigriopus sp. Moreover, tis research aims to find the appropiate microalga which able to give the best result on the growth of Tigriopus sp. The research method  is hand on  experiment in Laboraturium Pakan Hidup Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara wore Completely Randomized Research Design (CRD) with 4 treatments and 3 repitation. Tigriopus sp. culture used 50 ml glass bottles,contained 20 ml culture media with density 20 individuals per ml. Microalgal Pakan treatment based on 0.01 mg microalgal dry weight for one individu of copepod. Research treatments a (Chlorella Vulgaris), B (Chaetoceros calcitrans), C (Nannochloropsis oculata), D (Tetraselmis chuii).  The experimental result showed that the given of different microalgal Pakan had significant effect (P< 0,05) for  density of the Tigriopus sp.  (116.10 ± 5.88), the rate of growth (0,238 ± 0.003),and egg production (0,238±0,003). Conclusion based on this experimental result was Chlorella Vulgaris and Tetraselmis chuii Pakan produced the best result each density of the Tigriopus sp., the rate of growth and egg production. Chlorella Vulgaris was suggested as the Pakan for the next development of Tigriopus sp. culture. 
PENGARUH KOMBINASI PAKAN ALAMI CHLORELLA VULGARIS DAN PAKAN ORGANIK AMPAS TAHU, BEKATUL DAN TEPUNG IKAN YANG DIFERMENTASI TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN TIGRIOPUS SP. Nugraheni, Risma Dwi; Suminto, - -; Susilowati, Titik
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.635 KB)

Abstract

Tigriopus sp. adalah salah satu pakan alami untuk larva termasuk dalam Copepoda Harpacticoida. Kultur Tigriopus sp. belum dikembangkan secara optimal, faktor penunjang pertumbuhan Tigriopus sp. yaitu pakan. Pakan organik yang difermentasi dapat ditambahkan pada pakan Tigriopus sp. untuk meningkatan nilai nutrisi pakan. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi pakan alami Chlorella vulgaris dan pakan organik yang difermentasi dan mengetahui kombinasi pakan terbaik terhadap performa pertumbuhan Tigriopus sp. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan tiga kali ulangan. Kultur Tigriopus sp. dilakukan di botol kaca 50 ml dengan volume air 20 ml dan kepadatan awal Tigriopus sp. yaitu 1 ind/ml. Pemeliharaan Tigriopus sp. dilakukan selama 21 hari. Perlakuan dalam penelitian yaitu perlakuan A (100% Chlorella vulgaris), B (75% Chlorella vulgaris : 25% fermentasi), C (50% Chlorella vulgaris : 50% fermentasi), D (25% Chlorella vulgaris : 75% fermentasi) dan E (100% fermentasi). Kebutuhan pakan untuk satu individu Tigriopus sp. adalah 0.01 mg/individu/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pakan alami Chlorella vulgaris dan pakan organik yang difermentasi berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap performa pertumbuhan Tigriopus sp. Perlakuan C (50% Chlorella vulgaris : 50% fermentasi) merupakan kombinasi pakan terbaik. Kepadatan total Tigriopus sp. dari perlakuan C (50% fitoplankton : 50% fermentasi) mencapai 143.98±12.94 ind/ml, kepadatan nauplii 99.87±8.03 ind/ml, kepadatan copepodit 12.83±0.84 ind/ml, kepadatan dewasa 23.56±2.35 ind/ml dan kepadatan betina bertelur 8.90±0.87 ind/ml. Laju pertumbuhan populasi dan produksi telur masing-masing sebesar 0.310±0.006 ind/hari dan 15.356±0.235 telur/ind Tigriopus sp. one of the live food organisms for larvae included Harpacticoid Copepod. Tigriopus sp. culture has not been developed optimally, growth supporting factors of  Tigriopus sp. that is feed. Fermentation of organic feed can be added of feed Tigriopus sp. to increase nutritional value of feed. The purpose of the research to determined the effect of combination of live food organisms of Chlorella vulgaris and fermented organic feed and  determine the best combination feed on the growth performances of  Tigriopus sp. Experimental design used completely randomized design (CRD) with five treatments and three replicates. The culture was conducted in 50 ml of glass bottle with water volume 20 ml and with initial density of 1 in/ml. Maintenance of  Tigriopus sp. was caried out for 21 days. Those treatments were A (100% Chlorella vulgaris), B (75% Chlorella vulgaris : 25% fermentation), C (50% Chlorella vulgaris : 50% fermentation), D (25% Chlorella vulgaris : 75% fermentation) and E (100% fermentation). The results showed combination of live food organisms of Chlorella vulgaris and fermented organic feed were significantly effected (P<0.05) on the growth performances of Tigriopus sp. Treatment C (50% Chlorella vulgaris : 50% fermentation) was the best combination feed. Total density of Tigriopus sp. of treatment C (50% Chlorella vulgaris : 50% fermentation) reached 143.98±12.94 ind/ml, nauplii density reached 99.87±8.03 ind/ml, copepodit density reached 12.83±0.84 ind/ml, adult density reached 23.56±2.35 ind/ml and ovigerous female density reached 8.90±0.87 ind/ml. Population growth rate and egg production were respectively 0.310±0.006 ind/day and 15.356±0.235 egg/ind.
PENGARUH BOBOT AWAL YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN CAULERPA LENTILLIFERA YANG DIBUDIDAYAKAN DENGAN METODE LONGLINE DI TAMBAK BANDENGAN, JEPARA Iskandar, Sarah Nur; Rejeki, Sri; Susilowati, Titik
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.004 KB)

Abstract

Caulerpa lentillifera termasuk kedalam alga hijau. Produksi C. lentillifera masih rendah karena mengandalkan hasil dari alam sehingga dibutukan teknologi budidaya untuk menunjang kontinuitas produksi C. lentillifera. Perbedaan biomassa awal sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut. Hal ini sangat berkaitan dengan persaingan setiap individu rumput laut dalam mendapatkan unsur hara sebagai makanannya. Keberhasilan sistem penanaman dipengaruhi oleh penggunaan bibit yang baik dan bobot yang sesuai akan meningkatkan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan bobot awal penanaman terhadap pertumbuhan C. lentillifera yang dibudidayakan dengan metode longline dan bobot awal penanaman rumput laut yang memberikan pertumbuhan terbaik. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 7 Februari 2015 - 22 April 2015 di Tambak Bandengan, Jepara, Jawa Tengah. Tanaman uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumput laut dari jenis C. lentillifera yang berasal dari Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, Sulawesi. Tanaman uji dibudidayakan dengan metode longline dan dipelihara selama 35 hari. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu perlakuan A (50 g), B (75 g), C (100 g), dan D (125 g). Variabel yang diamati adalah pertumbuhan relatif, laju pertumbuhan spesifik, dan kualitas air. Hasil analisa ragam anova menunjukkan bahwa perbedaan bobot awal berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap pertumbuhan C. lentillifera. Hasil uji wilayah ganda (Duncan) menunjukkan perlakuan A dengan bobot 50 g memberikan pertumbuhan terbaik. Kesimpulan yang diperoleh adalah pertumbuhan rumput laut C. lentillifera dengan bobot awal penanaman 50 g memberikan pertumbuhan relatif terbaik sebesar 152.00±10.95%, dan pertumbuhan spesifik terbaik yaitu sebesar 2.64±0.13%/hari dan disarankan untuk dibudidayakan. Caulerpa lentillifera is belong to green algae species. C. lentillifera production is remains low and still depend on natural harvest, in other to cultivation technology is necessary to support the sustainable production of C. lentillifera. Initial weigh of biomass greatly affect the growth of seaweed. It is strongly associated with each individual seaweed competition in getting nutrients as food. The success of the culture system is affected by using a good seed and the appropriate weights will increase the growth. The aims of this study was to determine the effect of different initial weights on the growth of seaweed C. lentillifera and to find out the initial weight that gives the best growth during culture period with Long line method. This study was conducted from February 7th to April 22th 2015. The plants test used in this study was seaweed C. lentillifera that comes from Brackish Water Aquaculture Center (BPBAP) Takalar, Sulawesi. The tested of C. lentillifera cultivated by long line method and maintained for 35 days. This study using experimental design by Completely Randomized Design with 4 treatments and 5 replications. The treatments tested were A (50 g), B (75 g), C (100 g) and D (125 g). The variables measured were relative growth, specific growth rate, and water quality. ANOVA variance analysis results indicate that the initial weight difference was highly significant (P<0.01) on the growth of C. lentillifera, the result of the double region (Duncan) showed treatment A with 50 g in weight gave the best growth. The conclusion of this study that the growth of C. lentillifera with 50 g Initial weigh of planting gives the best result in relative growth rate about 152.00±10.95% and specific growth rate about 2.64±0.13%/day and it recommended to be cultured.