Articles

Found 18 Documents
Search

IDENTIFIKASI KETERSEDIAAN UNSUR HARA NITROGEN, FOSFOR, DAN KALIUM PADA LAHAN ALUVIAL YANG DITANAMI JERUK SIAM DI DESA TEBING BATU KABUPATEN SAMBAS ENY, ENY; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jeruk siam merupakan anggota dari kelompok jeruk keprok yang memiliki nama ilmiah Citrus nobilis. Nama jeruk siam karena jeruk ini berasal dari Siam (Thailand), yang di negara asalnya disebut Som Kin Wan. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman jeruk sangat dipengaruhi oleh pemberian pupuk dan ketersediaan unsur hara di dalam tanah. Status hara yang terendah akan mengendalikan proses pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan unsur hara nitrogen, fosfor, dan kalium pada lahan Aluvial yang ditanami jeruk siam di Desa Tebing Batu Kabupaten Sambas. Parameter penelitian meliputi: reaksi tanah (pH), nitrogen total tanah, fospor tersedia, kalium tersedia, kalsium tertukar, magnesium tertukar, C-organik, rasio C/N, kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa (KB), dan bobot isi tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lokasi penelitian pH termasuk dalam kriteria sangat masam, sehingga perlu dilakukan pengapuran. Kadar nitrogen (N) total dalam tanah pada  masing-masing lokasi penelitian masuk dalam kriteria sedang, kadar fosfor (P) tersedia pada lokasi penelitian termasuk dalam kriteria sangat tinggi, dan kadar kalium (K) pada lokasi penelitian termasuk dalam kriteria sangat rendah sampai rendah. Berdasarkan hasil analisis tanah pada lokasi penelitian, maka diperoleh rekomendasi sebagai berikut: Unsur hara P tersedia di dalam  tanah pada lokasi penelitian termasuk sangat tinggi, sehingga tidak perlu dilakukan rekomendasi pemupukan P. Rekomendasi pemupukan N (Urea) dan K (KCl) pada masing-masing lokasi penelitian  untuk 1 kali pemupukan  yaitu  lokasi A= 195,51 kg/ha dan 570,64 kg/ha; lokasi B = 206,33 kg/ha dan 634,8 kg/ha; lokasi C = 202,72 kg/ha dan 649,31 kg/ha; lokasi D = 196,70 kg/ha dan 801,03 kg/ha. Rekomendasi pengapuran dolomit pada lokasi penelitian untuk 1 kali pengapuran, yaitu lokasi A = 1.770 kg/ha, lokasi B = 1.850 kg/ha, lokasi C = 1.310 kg/ha, dan Lokasi D = 890 kg/ha.Kata Kunci : Unsur hara, Jeruk, Rekomendasi pemupukan dan pengapuran
IDENTIFIKASI KADAR HARA N, P DAN K PADA JARINGAN TANAMAN JERUK SIAM DI TANAH ALUVIAL DESA TEBING BATU KABUPATEN SAMBAS NURANI, CATUR; SUSWATI, DENAH; HAZRIANI, RINI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadar hara dalam jaringan tanaman menunjukan kadar hara aktual yang diserap oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar unsur hara N, P, dan K dalam jaringan tanaman jeruk siam pada umur 4 tahun. Lokasi penelitian terdiri dari 4 lokasi penelitian yaitu lokasi A luas 1 hektar, lokasi B luas 2 hektar, lokasi C luas 0,5 ha dan lokasi D dengan luas 0,5 ha. Lokasi penelitian terletak di lahan aluvial Desa Tebing Batu Kabupaten Sambas. Parameter penelitian meliputi; kadar hara N, P dan K jaringan tanaman jeruk siam. Hasil analisis kadar nitrogen total jaringan tanaman pada lokasi A  2,71%, lokasi B 2,84%, lokasi C 2,64%, lokasi D yaitu 2,26%, lokasi A, B dan C termasuk dalam kriteria optimum, sedangkan lokasi D termasuk dalam kriteria kahat. Hasil analisis fosfor total jaringan tanaman pada lokasi A 0,17%, lokasi B 0,20%, lokasi C 0,16% dan lokasi D 0,17%, semua lokasi penelitian termasuk dalam kriteria optimum. Hasil analisis kadar kalium total lokasi A 0.43%, lokasi B 0.6%, lokasi C 0.69%, lokasi D 0.53%, semua lokasi penelitian termasuk dalam kriteria kahat. Kata Kunci : Jeruk, Kadar Hara Jaringan Daun Tanaman
IDENTIFIKASI STATUS HARA N, P DAN K UNTUK TANAMAN PADI SAWAH TADAH HUJAN DI DESA SEBENTE KECAMATAN TERIAK KABUPATEN BENGKAYANG WAHYUNI, TRI; SUSWATI, DENAH; HAZRIANI, RINI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi sawah (Oryza sativa.L) adalah bahan baku pangan pokok yang vital bagi rakyat Indonesia. Menanam padi sawah sudah menjadi tradisi umum bagi sebagian besar petani di Indonesia, yang pada mulanya banyak diusahakan di pulau Jawa.  Namun, saat ini hampir seluruh daerah di Indonesia sudah tidak asing lagi dengan kegiatan menanam padi di sawah. Produksi padi sawah di Kabupaten Bengkayang  sebesar 124,157 ton/ha per tahun, terdiri dari 101,735 ton pertahun padi sawah dan 22,422 ton padi ladang.  Luas panen 39,139 Ha, dengan produktifitas padi tahun 2015 sebesar 31,72 Kwintal/Ha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status ketersediaan unsur hara N, P, K pada tanah sawah di Desa Sebente, dan menghitung rekomendasi pemupukan N, P dan K untuk meningkatkan produksi padi. Penelitian ini dilakukan di Desa Sebente Kecamatan Teriak Kabupaten Bengkayang dengan luas Persawahan 2 Ha.  Waktu penelitian 3 bulan, dimulai dari persiapan sampai penyajian hasil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode sistem diagonal dan metode wawancara, untuk pengambilan sampel tanah pada  kedalaman 0-20 cm, pengambilan sampel tanah komposit diambil 4 petak sawah yang berbeda. Parameter pengamatan adalah reaksi tanah (pH), N total, P tersedia tanah, K tersedia tanah, dan C-Organik tanah. Hasil analisis pH tanah pada lokasi penelitian tergolong masam, C-Organik  pada lokasi penelitian sangat rendah sampai dengan tinggi, nitrogen (N) total tanah pada lokasi penelitian rendah sampai dengan sedang, Fosfor (P) tersedia pada lokasi penelitian rendah sampai dengan sangat rendah, kalium (K) tersedia tanah dilokasi penelitian tergolong sangat rendah.
COASTAL SEDIMENT UTILIZATION TO UPTAKE P, K NUTRIENTS AND THE YIELD OF CORN (ZEA MAYS L.) PLANT ON TAILINGS MEDIA Maspuroh, Siti; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maize (Zea mays L.) is agricultural commodity that many has benefits for human and animals life. Increase of corn in production can be land through expansion (extension) with the former to land use Gold Mining Without Permission (GMWP) KalBar who reached 4922.3 ha and was expected to grow continue each years. Gold mined of land (tailings) has a pH of soil and low on nutrients that it can support the growth and of corn plants. Coastal sediment containing P, K, Ca, Mg and Na nutrients were high as to increase the pH of soil, adding nutrients and base saturation. This research was conducted to determine the effect coastal sediment to uptake P, K nutrients and the yield of corn on tailings media. Design to this research is Completely Randomized Design treatment that consist of 7, 3 replicated and 2 sets of plant. Dose of coastal sediment on treatment is no treatment (L0), 140 g/polybag (L1), 280 g/polybag (L2), 420 g/polybag (L3), 560 g/polybag (L4), 700 g/polybag (L5) and 860 g/polybag (L6). Parameters observed is uptake P, K and on top dry weight of plant and dry weight per plant. The yield indicate general of coastal sediment can increase the yield maize of crop is 6,8 ton/ha compared to control.   Keyword : Corn, coastal sediment, tailings
EFFECT OF CADMIUM CONTAMINANTS AGAINST ABSORPTION OF CADMIUM AND THE RESULTS OF 3 TYPES OF FAMILIES BRASSICACEAE VEGETABLES ON PEAT SOIL Panthera Boy, Godefridus Delanova; Suswati, Denah; Susana, Rini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cadmium (Cd) is a heavy metal that is often the pollutants on agricultural land. This research aimed to study the absorption of cadmium (Cd) and yield of the three kinds family brassicaceae grown in peat media contaminated with cadmium (Cd). The method used in this research was Split Plot Design. As the main plot are 3 types of vegetables consist of 3 types of mustards: mustard greens, Chinese cabbage, and Chinese broccoli. Sub plot the dose cadmium treatment consisting of c0 (no contaminant), c1 (Soil contaminated with 2 mg Cd/kg soil), c2 (Soil contaminated with 4 mg Cd/kg soil), c3 (Soil contaminated with 8 mg Cd/kg soil), c4 (Soil contaminated with 16 mg Cd/kg soil) and c5 (Soil contaminated with 32 mg Cd/kg soil). The observation variables in this study consisted of soil pH, available Cd after incubation (mg/kg), the shoot fresh Weight (g), and Total Cd absorption of shoot (mg). The results showed that soil reaction (pH) after contaminant application has not changed significantly, whereas availability of cadmium increase of dose of Cd contaminant. Dose of Cd contaminant influenced the fresh weight of three crops used. Cd contaminant at the highest dose (32mg Cd/kg) tend to decrease fresh weight of mustard green and chinese cabbage but not to chinese broccoli. Dose of Cd contaminated significantly effected the absorption of Cd in plant, the higher the dose the greater the absorption of Cd by plant. Keywords: Cadmium (Cd), Brassicaceae, Peat Soil
PENGARUH LUMPUR LAUT TERHADAP SERAPAN UNSUR HARA N, P, K DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PADA PODSOLIK MERAH KUNING Sutomo, Sutomo; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian lumpur laut terhadap serapan unsur hara N, P, K dan hasil tanaman jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor perlakuan yaitu faktor pemberian lumpur laut (L) terdiri 8 taraf perlakuan yaitu L0 (tanpa lumpur laut), L1 (60 g/polibag), L2 (120 g/polibag), L3 (180 g/polibag), L4 (240 g/polibag), L5 (300 g/polibag), L¬6 (360 g/polibag) dan L7 (420 g/polibag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah serapan nitrogen ,serapan fosfor dan serapan kalium bagian atas tanaman serta berat pipilan kering per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian lumpur laut berpengaruh nyata terhadap serapan nitrogen, fosfor dan serapan kalium bagian atas tanaman serta berat pipilan kering per tanaman. Perlakuan lumpur laut yang terbaik terhadap semua parameter yang diamati yaitu pada perlakuan L4 yaitu 240 g/polibag.Kata kunci : , jagung, lumpur laut, Podsolik Merah Kuning 
STUDI STATUS HARA N, P DAN K TANAH ALUVIAL UNTUK TANAMAN PADI DUSUN MU’MIN KECAMATAN SELAKAU TIMUR KABUPATEN SAMBAS Aprianti, Gita; Suswati, Denah; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi status hara merupakan proses untuk mengetahui kandungan unsur hara yang ada di dalam tanah untuk pertumbuhan tanaman. Status hara diperoleh melalui survey lapangan dan analisis unsur hara di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara N, P dan K serta merekomendasi penggunaan hara N, P dan K pada tanah alluvial untuk meningkatkan produksi padi. Hasil rekomendasi menunjukkan bahwa status hara N, P dan K pada masing-masing petak sawah A, B, C, D dan E adalah rendah sampai sangat rendah. Pada masing-masing petak di lokasi penelitian unsur hara yang tersedia rendah sehingga perlu dilakukan pemupukan N, P dan K untuk petak sawah A (287,22 kg urea ha-1, 164,72 kg SP36 ha-1 dan 144 kg KCl ha-1). Petak sawah B (288,78 kg urea ha-1, 164,89 kg SP36 ha-1 dan142,7 kg KCl ha-1). Petak sawah C (287,74 kg urea ha-1, 164,89 kg SP36 dan ha-1 97 kg KCl ha-1. Petak sawah D (288,26 kg urea ha-1, 164,89 kg SP36 ha-1 dan 112,7 kg KCl ha-1). Petak sawah E (288,26 kg urea ha-1, 163,5 kg SP36 ha-1 dan 97 kg KCl ha-1 ). Dosis rekomendasi digunakan untuk meningkatkan produksi tanaman padi di Dusun Mu?min. Kata Kunci : Status Hara, Tanah Aluvial, Padi, Sawah, Rekomendasi Pemupukan.
EFEK RESIDU PEMBERIAN LUMPUR LAUT TERHADAP KONSENTRASI HARA N, P, DAN K TANAMAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI LAHAN GAMBUT Suhandi, Logi; Suswati, Denah; Chandra, Tino
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek residu pemberian lumpur laut terhadap konsentrasi hara  nitrogen, fosfor, dan kalium tanaman kelapa sawit rakyat di lahan gambut di Desa Rasau Jaya III, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung mulai pada 2 Juli 2016 hingga 2 Agustus 2016, diawali dengan mengumpulkan data biofisik tanaman yang meliputi daun tanaman kelapa sawit. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 ulangan, sehingga jumlah  kaseluruhan sampel yang diambil yaitu 24 tanaman dan akan dianalisis N, P, dan K pada jaringan (pelepah ke-9 ) tanaman kelapa sawit yang terdiri dari kontrol (A), perlakuan lumpur laut 20 ton/ha (B), perlakuan lumpur laut 40 ton/ha (C), perlakuan lumpur laut 60 ton/ha (D). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah konsentrasi nitrogen, konsentrasi fosfor, dan konsentrasi kalium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek residu lumpur laut di tanah gambut tidak berpengaruh nyata terhadap konsentrasi nitrogen, tidak berpengaruh nyata terhadap konsentrasi fosfor, dan tidak berpengaruh nyata terhadap konsentrasi kalium dalam jaringan tanaman kelapa sawit.       Kata Kunci: Kelapa Sawit, Lumpur Laut, Residu, Tanah Gambut
STUDY OF SUITABILITY AND ENVIRONMENTAL CARRYING CAPACITY FOR BARRAMUNDI (Lates calcarifer. Bloch) CULTURE IN WATERS OF LEMUKUTAN ISLAND AND PENATA BESAR ISLAND, BENGKAYANG REGION, WEST KALIMANTAN Shubhi, Muhammad Zamhar Auli; Kusumadewi, Yohana S; Suswati, Denah
AQUASAINS Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research are to study location suitability for developing Asian Seabass culture with floating cage culture system based on carrying capacity at Lemukutan Island and Penata Besar Island. The methods of this research include : field survey for assessing the biophysics characteristic of Lemukutan and Penata Besar Island, Geographycal Information System for suitability analyze and carrying capacity analyze which compare to Kepmen LH No. 51 Years 2004. The results indicated that all the water quality parameters mostly good and suitable to support Asian Seabass culture. GIS results indicated that 1.564 Ha can be developed for Asian Seabass culture on the floating net cage, or arround 14,44% from the total 10.830,7 Ha with depth about more than 6 metres and less than 25 metres. Limited factor are sheltered area from the wave, wind and storm, current rate are generally more than 0,6 m/s and depth water some less than 6 m and more than 25 m. 
PEMANFAATAN LUMPUR LAUT TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA N, P, DAN K UNTUK BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Subhi, Subhi; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian lumpur laut terhadap ketersediaan unsur hara N, P dan K untuk budidaya tanaman jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor perlakuan yaitu faktor pemberian lumpur laut (L) terdiri 8 taraf perlakuan yaitu L0 (tanpa lumpur laut), L1 (60 g/polibag), L2 (120 g/polibag), L3 (180 g/polibag), L4 (240 g/polibag), L5 (300 g/polibag), L­6 (360 g/polibag) dan L7 (420 g/polibag). Parameter penelitian terdiri dari pH tanah, N-total tanah,  P-tersedia tanah, ketersediaan K tanah, berat kering bagian atas tanaman jagung. Acuan  kriteria kesuburan tanah yaitu Staf Pusat Penelitian Tanah tahun 1983. Hasil penelitian menunjukkan reaksi tanah (pH tanah) N-total tanah dan ketersediaan K tanah berpengaruh nyata, tetapi P-tersedia tanah berpengaruh tidak nyata sedangkan berat kering bagian atas tanaman jagung berpengaruh nyata.Kata Kunci: Jagung, Lumpu Laut, Podsolik Merah Kuning