Articles

Found 7 Documents
Search

TRANSFORMASI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN MENUJU ABAD XXI Sutiah, Sutiah
EL HARAKAH (TERAKREDITASI) Vol 5, No 1 (2003): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v5i1.5145

Abstract

The development of learning and learning patterns is directed to the four pillars as a whole, learning to know, learn to do, learn to be true, and learn to live together. These four pillars in the 21st century should be developed in an integrative way to be able to issue a refused out put. Learning and learning transformation in an effort to improve the quality and quality of education should continue to be pursued as a consequence of the demands of learning in accordance with the development of science and technology, learning styles, the development of learning and learning theories, and the needs and trends that occur in society as part of the development of the times. The transformation of learning and learning is intended to provide a passive atmosphere, character and learning patterns, depending on a single source, minimal and simplified facilities, uniform learning styles and not empowering learners. Furthermore, it should be developed into patterns and attitudes of learning that develop the integrity of learners actively, productively, and proactively. Pengembangan pola belajar dan pembelajaran diarahkan pada empat pilar secara utuh yaitu, belajar untuk mengetahui, belajar untuk berbuat, belajar untuk menjadi jati diri, dan belajar untuk hidup bersama. Keempat pilar ini pada abad 21 harus dikembangkan secara integratif agar mampu mengeluarkan out put yang refresentatif. Tranformasi belajar dan pembelajaran dalam upaya meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan harus terus diupayakan sebagai konsekuensi dari tuntutan belajar yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, gaya belajar, perkembangan teori belajar dan pembelajaran, serta kebutuhan dan kecenderungan yang terjadi di masyarakat sebagai bagian perkembangan zaman. Transformasi belajar dan pembelajaran dimaksudkan untuk memberikan suasana, watak, dan pola-pola belajar yang pasif, tergantung dari satu sumber, fasilitas yang minim dan seadanya, gaya belajar yang seragam serta tidak memberdayakan peserta didik. Selanjutnya perlu dikembangkan menjadi pola dan sikap belajar yang mengembangkan keutuhan peserta didik secara aktif, produktif, dan proaktif.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN GARAM BERIODIUM TINGKAT RUMAH TANGGA Sutiah, Sutiah; Prameswari, Galuh Nita; Handayani, Oktia Woro Kasmini
Journal of Health Education Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v2i2.17727

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan garam beriodium di Desa Tluwuk pada bulan Februari 2016 yaitu sebesar 4,76%, dan bulan Agustus mengalami kenaikan menjadi 23,80%. Angka ini sangat rendah dibandingkan dengan desa lain yang berada di wilayah kerja puskesmas Wedarijaksa II. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional yang melibatkan 80 responden. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan penggunaan garam beriodium tingkat rumah tangga yaitu pengetahuan ibu tentang garam beriodium (p<0,01), sikap ibu terhadap garam beriodium (p<0,01), dukungan keluarga/ tetangga/ tenaga kesehatan/ tokoh desa (p<0,01), dan jarak tempuh pembelian garam beriodium (p<0,01), sedangkan pendidikan ibu (p: 0,06), pekerjaan keluarga (p: 0,32), pendapatan keluarga per kapita (p: 0,33), dan penyuluhan tenaga kesehatan (p: 0,24) tidak berhubungan. Simpulan: Faktor yang berhubungan dengan penggunaan garam beriodium tingkat rumah tangga yaitu pengetahuan ibu tentang garam beriodium, sikap ibu terhadap garam beriodium, dukungan keluarga/ tetangga/ tenaga kesehatan/ tokoh desa, dan jarak tempuh pembelian garam beriodium.
STUDI KUALITAS MINYAK GORENG DENGAN PARAMETER VISKOSITAS DAN INDEKS BIAS Sutiah, Sutiah; Firdausi, K. Sofjan; Setia Budi, Wahyu
BERKALA FISIKA Vol 11, No 2 (2008): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.731 KB)

Abstract

The aim of this research to investigate the quality of palm oil through its viscosity and refractive index before and after used. Viscosimeter Ostwald is used to measure the viscosity and refractive method in prism is used to measure refractive index. The measurement was carried out in room temperature. The samples are fresh oil, and expired oil. Analysis of the quality of palm oil based on viscosity measurement and refractive index show that palm oil that had not been used is the highest value and the palm oil that twice used is the lowest value. Keyword: viscosity, quality of oil
Model-model Penciptaan Suasana Religius pada SMUN Kodia Malang Muhaimin, Muhaimin; Ali, Nur; Sutiah, Sutiah
ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam Vol 3, No 1 (2001): Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ua.v3i1.6078

Abstract

This study aims to examine how educational models create religious atmosphere in schools. This research is a concrete effort to find the right pattern to realize a religious environment in an academic context. This study uses a qualitative research approach with case study design. While the subjects in this study included a number of school principals, former principals, deputy principals, teachers and students of 4th State High School of Malang. The techniques used in data collection in this study include observations to obtain data about various teaching and learning activities, and religious activities as well as the religious atmosphere in schools as well as in-depth interviews. The implementation of religious activities in the school, which was originally "top down", was then developed to "bottom up". Through this approach, it turns out that it can bring peace, peace and increase brotherhood, unity, and friendship between leaders, employees, teachers and students. Besides, the religious atmosphere in the school is running dynamically. How to create a religious atmosphere, among others, through various types of progammed religious activities, both of Islamic and non-Islamic. In addition, school leaders use a personal approach both to students and to students families.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT PISANG MAS (Musa acuminate Linn) TERHADAP KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN ZPT Ardianto, Fuad; Sutiah, Sutiah
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11 No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.238 KB) | DOI: 10.35457/viabel.v11i1.230

Abstract

This research aims 1) to knowing interanction between the growing media and ZPT application to repayment bananas, 2) to knowing growing media composition best to repayment seeds banana, 3) to knowing best ZPT composition to repayment seeds bananas. This study was conducted using a randomized block design arranged in factorial (RAK). First factor that is med kind he (M) with three levels and second faktor is ZPT concentration with three levels. The variables measured covers time emerging shoots, high plant, stem diameter, number leaves, long leaf, wide leaves, number root, long roots. Analysis of data using useanalysis variance (ANOVA). The level of 5%. Result research show that no happen interaction between growing media composition and ZPT concentrationagains growth seeds bananas.
EVALUASI USABILITAS PADA PADA SISTEM PAKAR DETEKSI KOMPETENSI INTI DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PAI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ISO 9126 Sutiah, Sutiah; Supriyono, Supriyono
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2019 "Inovasi Cerdas dan Teknologi Hijau untuk Industri 4.0"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.016 KB)

Abstract

Pengembangan perangkat lunak Pada Sistem Pakar Deteksi Kompetensi Inti dan Prestasi Belajar Mahasiswa PAI adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan pada bagian usability. ISO 9126 adalah standar pengukuran jaminan kualitas perangkat lunak. Dengan menggunakan standard ISO 9126 diharapkan pengujian perangkat lunak mampu menghasilkan produk sistem pakar deteksi kompetensi inti dan prestasi belajar mahasiswa PAI sesuai dengan kebutuahn sistem. Ide dasarnya adalah mendefinisikan dan mengevaluasi produk perangkat lunak untuk mengetahui kualitas internal dan kualitas eksternal. Karakteristik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan metode usability. Kegunaan dari perangkat lunak yang dihasilkan dilakukan secara terperinci kemudian diperoleh hasil yang cukup baik. Hasil yang diperoleh menunjukkan tingkat usability dalam evaluasi perangkat lunak mencapai 82.35%.
METODE PEMBERIAN TUGAS DAPAT MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA SEKOLAH DASAR Sutiah, Sutiah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol 5 No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.009 KB) | DOI: 10.31949/educatio.v5i1.33

Abstract

Pembelajaran matematika akan berhasil dengan baik apabila guru dapat menentukan metode belajar yang tepat dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pemahaman merupakan merupakan salah satu tujuan pembelajaran matematika yang banyak siswa sulit mencapainya. Kondisi ini terjadi pada siswa kelas III SDN Palasah III. Metode pemberian tugas  adalah salah satu metode yang biasa di gunakan oleh guru untuk siswa guna meningkatkan pemahaman siswa. Penulsi tertarik untuk mencoba menerapkan metode pemberian tugas sebagai solusi atas rendahnya pemehaman matematika siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman matematis siswa dengan menggunakan pemberian tugas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dan dilaksanakan dalam tiga siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas III SDN Palasah III yang berjumlah siswa 33 orang yang terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan pemahaman matematika siswa meningkat dengan menggunakan metode pemberian tugas.