Articles

[TIS012 (H20) 24] CLS.HCL.7H20 AS A SOURCE OF TITANIUM FOR PRE ARITH ZEOLITE TITANIUM SILLKA T (TS-L) Sutrisno, Hari
Jurnal Penelitian Saintek Vol 8, No 1: April 2003
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v8i1.5283

Abstract

Titanium silicate of MFJ type (TS-J) has been synthesised by usingtetrapropyl ammonium hydroxide (TPAOH) as organic template, tetraethyl orthosilicate (TEOS) and [Ti80J] (H]O)uJCI8.HCI.7H]O as silicon and titanium source respectively by hydrothermal method, The' zeolites have been characterised by using various well-known techniques such as X-Ray Diffraction (XRD) with WinPlotr Program, Scanning Electron Microscopy (SEM) with Electron Diffraction (ED), IR and Raman spectroscopy. The zeolite  of TS-J crystallises in the,orthorhombic  system,  space  group  Pnma,  with  a   =  20.044  A;b = 19.929 A; c = J3.400 A; a = p = y = 90°. It has been changed bycalsination (TS-JC) in the monoklinik sytem, space group P2/n.J.J, with a  = 20.068 A;  b  = J9.897 A;  c  = J 3.389 A,  a  = 90,024°; B> r= 90°.
ASPEK KIMIA DAN FISIKA DALAM SINTESIS KERAMIK MELALUI PROSES SOL-JEL Sutrisno, Hari
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1997,TH.XVI
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v2i2.9260

Abstract

Pembualan keramik umumnya membutuhkan suhu tinggi untuk peleburanlanpung bahan-bahan olrsida logam. Peleburan olrsida logam bukan salu-satunya camuntuk pembuatan keramik. Salah satu prmes pembuatan keramik yang tidal;membutuhkan suhu tinggi adalah proses sol-jet. Proses sol-jel melibatkan banyak aspek.Dua di antara aspek tersebut menjadi bahan diskusi &lam makalah ini yaitu perananaspk kimia dan fisika.Pr- sol-jel dimulai dengan selcksi bahan baku atau prekumr tenentu untukdibcat koloid berupa sol. Bahan ba!a dapat berasal dari senyawa anorganik atausenyawa organik. Jel-jel disintais dengan cam hidmlisis alkoksida, dilanjulkan denganrealrsi polikondensasi. Reahi hidrolisis diawali realsi kataqlis asam aIau basa,sedangkan polikondensasi meliputi pembentukan ikalan siloban dan kondensasi darialkohol atau air.Aspek kimia yang berperan dalam p- sol-jel menyangkut faklor yangbe'pengaruh pada kinetika reaksi hidmlisis-plikondcnsasi. Aspek lisika menyangkutstruktur prcduk akhir yang bcrhubungan dengan siIat reologi dari sol atau jel.Pengukuran reologi secara kualilatif diidentifikasi saal larutan kehilangan fluiditas,sedangkan -ra kuantitatif diidentifikasi secara kasar dcngnn perubahan viskmitas.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI TIO2-ANATAS TERDADAH -VANADIUM DAN -KROMIUM Sutrisno, Hari; Ariswan, Ariswan; Purwaningsih, Dyah
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 12, No 2 (2016): Alchemy Jurnal Penelitian Kimia
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.12.2.1744.112-127

Abstract

Samples of vanadium- and -chromium doped TiO2-anatas have been conducted antibacterial activity against the bacteria Escherichia coli (E. Coli). The minimum kill concentration (MBC) against the bacteria of E. Coli is determined  by liquid dilution method. The antibacterial activity test of 0; 2.3; 3.3; 4.9% wt. vanadium doped TiO2-anatas and 0; 1.1; 3.9; 4.4% wt. chromium doped TiO2-anatas have been performed against bacteria of E. Coli in the absence of light (dark). The test results indicate that the presence of 3.3 and 4.9 in %wt. vanadium-TiO2-anatas are able to inhibit the growth of bacteria E. Coli, contrary all chromium doped TiO2-anatas are not able to inhibit the growth of bacteria of E. Coli.
OLIGOMERIC CHROMIUM(III) POLICATION SPECIES-PILLARED LAYERED TETRATITANATES ANION Sutrisno, Hari; Siswani, Endang Dwi
Indonesian Journal of Chemistry Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.21706

Abstract

Intercalation of oligomeric chromium(III) polycation species in layered tetratitanates was prepared by three steps: 1) ion-exchange of H+ for K+ in potasium tetratitanates, 2) intercalation of n-alchylamine (n-propylamine, n-butylamine, n-amylamine, and n-hexylamine) compounds in layered hydrogen tetratitanates by adding an aqueous solution of  5M n-alchylamine to  hydogen titanates with stiring at room temperature,  and 3) intercalation of oligomeric chromium(III) polycation species by mixing butylamine-intercalated tetratitanates with an aqueous solution of CrCl3.6H2O at pH various. The procedure was carried out by Chimie Douce method. The results showed that all of n-alchylamine-intercalated tetratitanates crystallize on monoclinic crystal system with the Bravais lattice C. The hight intensity of the first peaks (200)  indicated that butylamine and amylamine-intercalated tetratitanates have a remarkably high crystallinity without impurities phase. The interlayered distance (d) and  the lattice parameter projected along a increase with increasing the amount of C-atoms in n-alchylamine. At pH=1.3, [CrCl(H2O)5]2+ or [CrCl2(H2O)4]+ species was pillared more efective in layered tetratitanates than [Cr(H2O)6]3+ spesies and just one spesies, Cr(H2O)6]3+ at  pH=1.7. On the contrary, [Cr(OH)(H2O)5]2+ or [Cr(OH)2(H2O)4]+ was  intercalated more effevtive than [Cr(H2O)6]3+ species  at pH=5.3.
TRANSISI FASA TITATNIUM OKSIDA MELALUI KONDENSASI EX-SITU HIDROGEN TITANAT TIPE STRUKTUR LEPIDOKSROSIT Sutrisno, Hari; Sunarto, Sunarto
Jurnal Penelitian Saintek Vol 15, No 1: April 2010
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v15i1.1732

Abstract

The objectives of the research are to study of the structure type of titanium dioxide (TiO2) obtained form the ex-situ condensation of hydrated hydrogen titanates with the structure type of lepidocrocite. Hydrated hydrogen titanates were obtained by ion exchabge of H+ for Cs+ in cesium titanates by 1 M HCl solution by Chimie Douce method. The results show that TiO2 (B), anatase, and anatase-rutile mixture were obtained heat treatment of hydrated hydrogen titanate at 100, 200, 300, 500, and 600oc respectively. The powders were characterized by X-rays diffractometer (XRD), High Resolution Scanning Electron Microscopy (HRSEM) and High Resolution Transmission Electron Microscopy (HRTEM). The research indicated that the protonic titanate, H0.54 Ti1.865 0.135O4 0.5H2O ( =vacancy), lost the interlayer water by being heated up to 200oC to produce a dehydrated phase, H0.54 Ti1.865 0.135O4. Above 300oC, the dehydrated phase completely transformed to TiO2(B) and anatase was obtained as pure phase at 600oC. The phase transformed as the following process: H0.54Ti1.865 0.135O4 0.5H2O à H0.54Ti1.865 0.135O4 0.25H2Oà H0.54Ti1.865 0.135O4 à TiO2(B) à TiO2-anatase.
OPTIMASI DAN MEKANISME REAKSI PEMBENTUKAN KRISTAL MIKROPORI REDOKS TITANIUM SILIKAT TIPE MFI Sutrisno, Hari; ., Suharto; Kristianingrum, Susila
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 4, No 2 (2005)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mempelajari karakter kristal titanium silikat tipe MFI (TS-1), yang meliputi: sistem kristal, parameter kisi, grup ruang, kristalinitas dan kemurnian,  (2)  mengetahui waktu kristalisasi optimum untuk menghasilkan TS-1 yang kaya akan titanium dengan kemurnian dan kristalinitas tinggi dan  (3)  mekanisme reaksi yang mungkin terjadi pada pembentukan TS-1 dari bahan awal tetraetil ortosilikat (TEOS) sebagai sumber silika, tetrapropilamonium (TPAOH) sebagai sumber basa kuartener, air sebagai pelarut, dan sumber titanium dari [Ti8O12(H2O)24]Cl8.HCl.7H2O. Sintesis TS-1 dilakukan melalui reaksi bahan awal pada perbandingan mol : SiO2 : TiO2 : TPAOH : H2O = 1,00 : 0,05 : 0,36 : 35,00 dengan metode hidrotermal. Temperatur kristalisasi pada 423 K, sedangkan waktu kristalisasi bervariasi yaitu 12, 24, 48 dan 72 jam yang disimbolkan sebagai TS-1(12), TS-1(24), TS-1(48), dan TS-1(72). Sintesis TS-1 yang lain,disimbolkan TS-1(24)-0,15 dilakukan pada perbandingan mol bahan awal : SiO2 : TiO2 : TPAOH : H2O = 1,00 : 0,05 : 0,36 : 35,00  pada temperatur kristalisasi 423 K dan waktu kristalisasi 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kristal yang dihasilkan merupakan TS-1 yang memiliki struktur tipe MFI dengan kristalinitas dan kemurnian tinggi. Semua kristal TS-1 yang belum terkalsinasi tersebut memiliki sistem kristal ortorombik dengan ruang Pnma. Waktu kristalisasi yang diperlukan untuk menghasilkan TS-1 dengan kadar titanium terbanyak dalam kristalnya sebesar 2,970% yaitu 24 jam (TS-1(24)). Proses sintesis menggunakan waktu kristalisasi optimum tersebut (24 jam), dihasilkan TS-1 yang memiliki kadar Ti dalam kristal TS-1 yang belum terkalsinasi sebesar 3,111% (TS-1(24)-0,15). Fenomena lain yang terungkap bahwa volume kisi kristal semakin kecil seiring lamanya waktu kristalisasi, hali ini menunjukkan bahwa kristal semakin kompak dan semakin baik karena adanya defek kristal semakin kecil. Mekasnisme reaksi yang terjadi pada preparasi TS-1, diawali melalui proses hidrolisis [Ti8O12(H2O)24]Cl8.HCl.7H2O  dan TEOS oleh air dan anion OH-. dilanjutkan proses olasi membentuk 2 jembatan okso yaitu Si-O-Si dan Ti-O-Si.
MODE VIBRASI INFRAMERAH DAN RAMAN DARI RUTIL DUA DIMENSI HASIL HIDROLISIS PARSIAL LARUTAN TITANIUM OKSOKLORIDA Sutrisno, Hari
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 3, No 1 (2004)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mode vibrasi normal inframerah dan raman dari senyawa rutil berdasarkan Teori Grup. Senyawa rutil diperoleh dengan cara meletakkan larutan TiOCl2xHCl (4,3 M, 10 ml) ke gelas kristalisasi dalam desikator yang memiliki tekanan parsial Po = 88% pada temeratur kamar. Endapan putih dihasilkan setelah 2 bulan, kemudian disaring, dicuci dan diletakkan dalam oven pada suhu 80oC selama 4 jam. Perhitungan dan analisis berdasarkan teori grup berhasil mengidentifikasi mode vibrasi spektra Raman dan inframerah eksperimen dari rutil dengan pendekatan grup simetri D4h. Mode normal vibrasi total yang dihasilkan yaitu 2A1g + B1g + B2g + A2u + B2u + 2Eu, dengan perincian mode vibrasi 2A1g + B1g + B2gmerupakan aktif Raman, mode vibrasi A2u + 2Eu merupakan aktif inframerah dan mode vibrasi B2umerupakan tidak aktif Raman ataupun inframerah. 
PENGARUH PERBANDINGAN MOL AWAL TITANIUM DAN PERAK TERHADAP SIFAT-SIFAT FISIKA-KIMIA TIO2-TERSENSITIFKAN AGCL Zulfah, Isnaya Khamida; Sutrisno, Hari
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 3, No. 2, November 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Syarif Hidayatullah State Islamic Uni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1265.117 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v0i0.5822

Abstract

Titanium dioksida (TiO2)merupakan semikonduktor yang memiliki fungsi sebagai fotokatalis, sel surya, anti bakteri, anti polutan, dan anti buram. Salah satu cara untuk meningkatkan aktifitas fungsional  TiO2dengan menggeser daerah aktifitas atau energi celah pita (Eg) dari sinar ultra violet (UV) ke daerah sinar tampak melalui penambahan zat pensensitif TiO2.Pada penelitian ini, perak klorida (AgCl) digunakan sebagai zat pensensitif TiO2. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi perbandingan mol awal [Ti8O12(H2O)24]8.Cl8.HCl.7H2O dengan AgNO3 terhadap sifat-sifat fisik TiO2 tersensitifkan AgCl (TiO2@AgCl) yang disintesis dengan metode pengendapan basah dalam suasana asam. Variasi perbandingan awal yang digunakan yaitu perbandingan mol [Ti8O12(H2O)24]8.Cl8.HCl.7H2O :mol AgNO3sebesar 1:9, 1:10, 1:11, 1:12, dan 1:13yang dilarutkan dalam pelarut etanol (total pelarut 37.5 mL). Sampel padat TiO2@AgCl dihasilkan dengan metode pengendapan basah dalam kondisi asam melalui pengontrolan asam HNO3 pada pH~1. Sampel dihasilkan dari penguapan filtrat yang  bebas dari endapan AgCl, hingga volume yang didapat setengah dari volume awal. Sampel TiO2@AgCl dikarakterisasi dengan berbagai instrumen: Difraktometer Sinar-X (XRD),Scanning Electron Microscopy-Electron Dispersive X-Ray Analyzer (SEM-EDAX), dan Spektrofotometer UV-Vis Diffuse Reflectance. Hasil penelitian menunjukkan semua sampel TiO2@AgCl berisi 1 fasa nanopartikel (nanokristalit) TiO2 dan 3 fasa kristal yaitu rutil, anatas, dan AgCl.TiO2@AgCl memiliki bentuk morfologi berupa mikrosferik dengan ukuran berkisar 0.5-1 ?m. Berdasarkan hasil analisisdengan spektrofotometer UV-Vis Diffuse Reflectance menunjukkan semua sampel TiO2@AgCl mengabsorbsi sinar ultra violet (UV) dengan Eg sebesar 2.87-3.89 eV, dan sinar tampak dengan Eg sebesar 1.60-2.40 eV. Titanium dioxide (TiO2) is a semiconductor that can be applied in the field of photocatalyst, solar cell, anti-bacterial, anti-pollutants, and anti-fogging. The functional activity of TiO2 can be increased by shifting the activity area from ultraviolet (UV) to visible through the addition of sensitizer. In this research, silver chloride (AgCl) was used as a sensitizer The objective of the research is to study the effect of the initial mole comparison of [Ti8O12(H2O)24]8.Cl8.HCl.7H2O and AgNO3on the physical properties of AgCl-sensitized TiO2(TiO2@AgCl). All TiO2@AgCl were synthesized using the wet chemical precipitation method under acidic conditions by the addition of a concentrated HNO3 with pH ~ 1. The initial comparison variation used was the mole ratio of [Ti8O12(H2O)24]8.Cl8.HCl.7H2O  : AgNO3 of 1: 9, 1:10, 1:11, 1:12, and 1:13. Each of these materials was dissolved in ethanol to 37.5 ml. All samples were produced from evaporation of filtrate free from AgCl precipitate, until the volume obtained half of the initial volume. The solid samples were characterized using X-Ray Diffractometer (XRD), Scanning Electron Microscopy-Electron Dispersive X-Ray Analyzer (SEM-EDAX), and UV-Vis spectrophotometer Diffuse Reflectance.The results showed that all samples of TiO2@AgCl consisted of 1 phase of TiO2-nanoparticles and 3 phases of rutile, anatase and AgCl crystals. The morphology of TiO2@AgCl is microspheric with a size ranging from 0.5-1 ?m. Based on the results of the analysis with the UV-Vis spectrophotometer Diffuse Reflectance showed that all samples of TiO2@AgCl absorb ultraviolet (UV) rays with bandgap (Eg) ranging from 2.87 to 3.89 eV, and the visible light with Eg ranges from 1.60 to 2.40 eV.
PHYLOGENETIC RELATIONSHIPS WITHIN ARCTORNIS (LEPIDOPTERA: EREBIDAE) BASED ON COI GENE SEQUENCES SUTRISNO, HARI
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 22 No. 1 (2015): January 2015
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1763.568 KB) | DOI: 10.4308/hjb.22.1.6

Abstract

Genus Arctornis is one of Tussock moths which are most diverse in tropics, particularly in Sundaland.Several species associate with cultivated plants and have potential to become pests.  The systematic of this genus is still in dispute, especially on the monophyly and the relationship within this genus due to the fact that it is very large genus (137 described species). To clarify the monophyly of the genus Arctornis, and to reveal the phylogenetic relationship among the Indonesian species, we analyzed ten species of Indonesian Arctonis involving seven other species distributed around the world based on a 600 bp region in the COI gene. The results showed that the monophyly of Arctornis was supported by a high bayesian partition test at Maximum likelihood tree building method. The relationship among groups was supported by moderate to high bayesian partition values. Indeed, COI gene was very useful to characterize Arctornis species, especially to distinguish member of Indonesian species. Nevertheless, this should be taken with precaution because more species and more conserved genes should be involved in the future analysis to test the validity of the proposed phylogeny.
PENCEMARAN LINGKUNGAN OLEH ADANYA PROSES B10METILASI LOGAM BERAT Sutrisno, Hari; Salirawati, Das
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1993,TH.XIII
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8968

Abstract

Air limbah industri yang dikeluarkan oleh proses-proses industriberbeda-heda dalam jumlah maupun kekuatan pencemaranoya,sesuai dengan satuan operasi atau proses yang merupakansumbernya. Dalam Ungkup sempit. air limbah buanganyang dapat dapat mengakibatkan pencemaran antara lain:buangan dari laboratorium kimia, yang di dalamnya terdapatlogam-Iogam herat, seperti air raksa, arsen. .Logam herat tersebut dapat berubah menjadi suatusenyawa metil dari logam herat yang sangat berbahaya bagikesehatan, baik dalam bentuk gas maupun cab". Proses 1nlterjadi dengan bantuan bakteri dalam kondisi anaerob karenadi dalam bakteri ada suatu koenzim metilkobalamin. Mekanismeperpindahan metil menjadi suatu senyawa metiI darilogam berat yang utama melalui: serangan elektrofilH: Fadaikatan Co-C (metilkobalamin) atau perpindahan CH3-, danserangan radikal bebas (CH3.).Agar hasil dari reaksi' di a tas tidak terjadi (da pa t dikurangi)diperlukan suatu teknik pembuangan, proses pengolahansedemikian rupa sehingga proses metilasi oleh bakteritidak dapat berlangsung. Misalnya, penghilangan ion-ionlogam berat sebelum dibuang ke lingkungan.