Articles

Found 28 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Suku Dayak Asli dan Transmigran Melalui Inovasi Kesmi (Kesehatan dan Ekonomi) Dalam Mewujudkan Masyarakat Yang Sehat dan Produktif Selviana, Selviana; Suwarni, Linda; Maulina, Iin; Fachri, Helman
Al-Khidmah Vol 1, No 2 (2018): AL-KHIDMAH (Desember)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1193.813 KB) | DOI: 10.29406/al-khidmah.v1i2.1324

Abstract

Kecamatan Ambawang merupakan bagian dari wilayah pemekaran yang masih perlu penataan, dan pembenahaan organisasi dan administratif wilayahnya. Sebagian wilayah ini dihuni oleh masyarakat suku dayak asli dan sebagian lagi adalah penduduk transmigran. Sistem sosial kemasyarakatannya masih sangat kental dengan adat istiadat. Permasalahan di daerah ini adalah kurangnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat oleh masyarakat, serta tingkat ekonomi yang rendah.Dalam upaya mengatasi permaslahan tersebut dilakukan Pemberdayaan masyarakat melalui inovasi KESMI (Kesehatan dan Ekonomi) diantaranya: (a). PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) melalui Pembentukan Kader PHBS, Promosi Kesehatan, CTPS, Germas, PSN, dan Praktek Pembuatan Teknologi Penyaringan Air Bersih  (b) Pembentukan dan Peningkatan Potensi UKM melalui pelatihan kewirausahaan, pengemasan produk, dan manajemen pemasaran serta Pembinaan Kelompok Tani Perikanan mengenai budidaya perikanan melalui kolam terpal.Hasil program pengabdian ini  adalah peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam penerapan PHBS, pemanfaatan lahan untuk budidaya perikanan dengan menggunakan teknologi kolam terpal, dan peningkatan UKM yang ada dimasyarakat. Dari hasil pengebdian ini diperlukan dukungan dari semua pihak baik pemerintah maupun swasta dalam membina masyarakat dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMERIKSAAN PAYUDARA KLINIS (SADANIS) PADA WUS DI PUSKESMAS ALIANYANG PONTIANAK Nurhayati, Santi; Suwarni, Linda; Widyastutik, Otik
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 6, No 1 (2019): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.098 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v6i1.1998

Abstract

Berdasarkan data GLOBOCON, International Agency for Research on Cancer (IARC) kanker payudara menduduki posisi yang tertinggi yaitu sebesar 40 per 100.000 perempuan di dunia. Di Indonesia, kanker payudara menjadi pembunuh nomor satu dibandingkan kanker lainnya. Setiap tahunnya diperkirakan 100 penderita baru per 100.000 penduduk yang ada di Indonesi. Provinsi Kalimantan Barat menempati urutan ke 20 kasus kanker dari 34 provinsi. Kanker payudara dapat  di deteksi dengan pemeriksaan  payudara klinis. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan  dengan  pemeriksaan  payudara  klinis  (SADANIS) pada WUS di wilayah kerja Puskesmas Alianyang Pontianak. Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol. Sampel penelitian sebanyak 56 orang (28 kasus dan 28 kontrol) yang diambil dengan teknik Insedental sampling. Teknik matching yang digunakan adalah usia. Uji statistik  yang digunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji chi-square menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan nilai (nilai p=0.045, OR= 3.987, 95% CI=1.178-13.495), sikap dengan (nilai p=0.016, OR= 4.500, 95% CI=1.458-13.887), dukungan petugas kesehatan dengan nilai p=0.016 OR= 4,457,  95% CI=1.452-13.681) dengan pemeriksaan payudara klinis, tetapi tidak terdapat hubungan antara keterpaparan informasi (nilai p=1.000), integrasi IMS (nilai p=0.146) dengan pemeriksaan payudara klinis. WUS diharapkan meningkatkan pengetahuannya tentang SADANIS dengan mencari informasi melalui media massa ataupun petugas kesehatan dan melakukan pemeriksaan SADANIS.
PKM INOVASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN TARO TELA DAN RENGGINANG PADA KELOMPOK TRANSMIGRAN Heriansyah, Heriansyah; Risti K. D, Ria; Fachri, Helman; Selviana, Selviana; Suwarni, Linda
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v4i1.1991

Abstract

Kelompok Pos UKK Cempaka dan UKM Harum Sari adalah mitra dalam programProgram Kemitraan Masyarakat (PKM) yang terdiri dari kelompok wanita yang bergerak dalamindustri Rumah Tangga skala kecil yang mengolah hasil alam menjadi taro tela dan rengginang.Masalah yang dihadapi adalah teknologi produksi taro tela dan rengginang masih sederhana,dan sistem pengeringan yang hanya mengandalkan sinar matahari menjadi permasalahan yangbesar ketika musim hujan tiba, produk dikemas sederhana, tanpa merk dagang, komposisibahan, kandungan gizi, dan izin (PIRT) dan pemasaran yang masih terbatas. Tujuan kegiatan iniadalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta produktivitas produk Taro Teladan Rengginang. Metode partisipatif digunakan untuk melibatkan mitra secara aktif dalampelaksanaan penerapan inovasi teknologi pengolahan potensi hasil alam. Adapun teknologi yangakan diintroduksikan kepada kelompok mitra adalah pelatihan pengolahan produk perikananberbagai macam bentuk olahan, pembuatan mesin pemotong percontohan, mesin pemeras danpemarut singkong, mesin pemarut singkong, alat pengemas produk (siller), dan alat pengeringpercontohan serta packing produk dengan merk dagang, komposisi bahan, komposisi gizi, danPIRT. Hasil kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah pelatihan kewirausahaan, packing produk,dan introduksi teknologi mesin pemeras ubi, mesin pengering multifungsi dan pemotong tarotela. Berdasarkan kegiatan yang sudah dilakukan efektif dalam menyelesaikan permasalahanmitra dan dapat meningkatkan produksi yang dihasilkan.Kata Kunci: Inovasi Teknologi, Program Kemitraan Masyarakat, Taro Tela, Rengginang
PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA FILM DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, SELF EFFICACY PENCEGAHAN SEKS PRANIKAH REMAJA Dasilva, Deva; Suwarni, Linda; Selviana, Selviana; Mawardi, Mawardi
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v5i2.7155

Abstract

Perilaku seksual remaja sudah sangat mengkhawatirkan, terjadi peningkatan dari tahun ke tahun. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk mencegah perilaku seks pranikah remaja. Pendidikan kesehatan melalui media film menjadi media yang menarik bagi remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap dan self efficacy remaja dalam menolak ajakan seks pranikah antara sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan melalui media film. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 279 remaja SMA Muhammadiyah 1 Pontianak dengan teknik purposive sampling.Uji Wilcoxon dengan tingkat kepercayaan 95% digunakan dalam analisa data bivariate. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan self efficacy antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan melalui media film (p-value < 0.05). Pendidikan kesehatan melalui media film dapat dijadikan sebagai media alternative dalam upaya pencegahan perilaku seks pranikah remaja melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan self efficacy remaja dalam menolak ajakan seks pranikah.
PARENTAL PERMISSIVENESS AND FAMILY FUNCTION TOWARDS UNWANTED PREGNANCIES OF ADOLESCENTS IN BORDER AREAS Wahyuningsih, Lisa Dwi; Suwarni, Linda; Ridha, Abduh
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 5, No 2: JANUARI 2019
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33485/jiik-wk.v5i2.149

Abstract

ASFR in Sintang District in pregnancy 15-19 years is 9.85% highest in West Kalimantan.This because of free sex. Many factors that cause pregnancy in teenagers one of them is the permissiveness of parents and the application of family functions. The purpose of this study was to determine the description of parental permissiveness toward adolescent dating behavior, the application of family functions, and the incidence of unwanted pregnancy in adolescents in Sintang District. The type of research used was observational with a cross sectional approach. Research was carried out in the working area of Puskesmas in Sintang District. Data collection techniques using questionnaires. The population in this study were all pregnant women aged <20 years in the Sintang District Work Area obtained from the cohort. The study sample was 52 people. The results showed that the permissiveness of parents to the dating behavior of adolescents with unwanted pregnancies was partially permissive, namely (61.5%). Permissive parental statements showed parents entrusting children to courtship 96.2%, parents leaving a relationship with boyfriend 86.5%, parents freeing courtship 69.2%, parents considered courtship ordinary matters 96.2% and 36,5% does not support the function of families with unwanted pregnancies. The family function statement showed that there was a culture gathered on a certain day 84.6% tradition of drinking alcohol 82.7%. results of dating behavior of adolescents, adolescents (kissing) 96.2%, (necking) 38.5%, (petting) 34.6%, (intercourse) 57.7% and ever accessing pornographic media by 57.7%. And most of their feelings of being married <20 years are normal at 55.8% even though 25.0% feel sorry.
INISIASI SEKS PRANIKAH REMAJA DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI Suwarni, Linda; Selviana, Selviana
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3378

Abstract

Perilaku seks pranikah remaja di Kota Pontianak tahun 2009 menunjukkan 56,9% pernah kissing, 30,7 necking, 13,8% petting, 7,2% oral seks, 5,5% anal seks, dan 14,7% pernah intercourse. Angka intercourse ini lebih tinggi dari angka yang dirilis Kemenkes 2009 (6.9% di Jakarta, Medan, Bandung, dan Surabaya). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui inisiasi seks pranikah remaja dan faktor prediktornya pada remaja di Kota Pontianak tahun 2014. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional de ngan menggunakan teknik simple random sampling dalam pengambilan sampel. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 300 remaja SMP dan SMA yang ada di 6 kecamatan Kota Pontianak. Hasil penelitian ini menunjukkan inisiasi seks remaja diawali dengan pegangan tangan (82,7%), berpelukan (60,7%), cium pipi (66%), meraba daerah sensitive (19,3%), seks oral (7%), seks anal (4%), dan intercourse (14,7%). Faktor prediktor inisiasi seks pranikah diantaranya: usia pasangan (p value =0,0001; PR=2,461), monitoring orangtua (p value =0,001; PR=1,537), perilaku teman sebaya (p value =0,0001; PR=2,993), sikap seksual (p value =0,0001; PR=1,868), norma subjektif (p value =0,0001; PR=1,309), niat berperilaku (p value =0,0001; PR=3,150), dan paparan media pornografi (p value =0,0001; PR=2,803).Adolescent premarital sexual behavior in Pontianak (2009) showed that 56.9% had been kissing, 30.7 necking, 13.8% petting, 7.2% oral sex, 5.5% anal sex, and 14.7% intercourse. The number of intercourse was higher than free sex adolescent number by the Ministry of Health in 2009 (6.9% in the Jakarta, Medan, Bandung, and Surabaya). The purpose of this study was to investigate and analyze adolescence premarital sexual initiation and associated factors in 2014. A cross-sectional study with simple random sampling data collection was used. The study involved 300 adolescents participated from junior and senior high school at six subdistrict in Pontianak. This study showed initiation of premarital sexual starting from 82.7% hand touching, 60.7% hugging, 66% kissing, 19.3% touching sensitive areas, 7% oral sex, 4% anal sex, and 14.7% intercourse. The associated factors with premarital sex initiation were older age pair (p value = 0.0001; PR = 2.461), low parental monitoring (p value = 0.001; PR = 1.537), risky peers behavior (p value = 0.0001; PR = 2.993), permissive sexual attitude (p value = 0.0001; PR = 1.868), permissive subjective norm (p value = 0.0001; PR = 1.309), risky intention to behave (p value = 0.0001; PR = 3,150), and pornography media exposure (p value = 0.0001; PR = 2.803).
PERCEIVED PARENTAL MONITORING ON ADOLESCENCE PREMARITAL SEXUAL BEHAVIOR IN PONTIANAK CITY, INDONESIA Suwarni, Linda; Ismail, Djauhar; Prabandari, Yayi Suryo; Adiyanti, MG
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 4, No 3: September 2015
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v4i3.4736

Abstract

Inadaquate parental monitoring is widely recognized as a risk factor for the development of child and adolescent conduct problems, including early premarital sexual behavior. Previous studies examining parental monitoring have largely effect to adolescents premarital sexual behavior. Parental monitoring is the most important and effective factor to prevent early adolescents sexual activity. This paper examines the role of perceived parental monitoring in adolescent?s premarital sexual behavior (study on Adolescent?s Junior High School in Pontianak). A cross-sectional study and proportionated random sampling was conducted among 402 adolescents of junior high school at six subdistricts in Pontianak. SEM analyses was conducted using SMART-PLS. Result of path analysis revealed that parental knowledge (r = 0.389) and parental-adolescence relationship (r = 0.334) had a strong influence on parental monitoring. Then, parental monitoring had a significant indirect relationship with adolescent premarital sexual behavior through attitudes about premarital sexual (path coefficient = 0.063), and attitudes about premarital sexual and intention to sexual behaviour (path coefficient = 0.03). Parental monitoring can act as protective factor in early adolescent premarital sexual behavior. Therefore, risk reduction interventions with adolescents should include their parents to learn about monitoring skill and develop skill that will allow them to buffer negative influences.
THE APPLICATION OF THE IMB MODEL AS PRIMARY PREVENTION ON ADOLESCENT’S PREMARITAL SEXUAL INTENTION Suwarni, Linda; Selviana, Selviana; Ruhama, Ufi; Arfan, Iskandar
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 6, No 1: March 2017
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v6i1.6533

Abstract

Previous studies showed the information, motivation, and behavioral skills (IMB) model could be used to predict and prevent reducing sexual risk behaviors. This paper examines the effectiveness of IMB interventions in reducing adolescent?s premarital sexual intentions. A quasy experimental nonequivalent pretest-posttest control group design was conducted among 250 students in 20 secondary schools in Pontianak with intervention IMB models and 100 students in the control group. There was a significant differences of information (delta mean = 3.008; 95% CI = 2.329 to 3.687; p value = 0.0001), motivation (delta mean = 1.532; 95% CI = 0.846 to 2.218; p value = 0, 0001), and skills to refuse or delay premarital sexual behavior (delta mean = 1.604; 95% CI = 0.629 to 2.579; p value = 0.001) on adolescents between before and after the application of the IMB model in secondary students in pontianak, Indonesia. In addition, there were significant differences intention adolescents in the control group and the experimental between before and after the IMB intervention (p value &lt; 0.05). IMB model could be applied as primary prevention on adolescent?s premarital sexual intention through integration in school subjects. It is needed a support and debriefing skills in teachers.
GAMBARAN 8 FUNGSI KELUARGA PADA PERNIKAHAN REMAJA PUTRI USIA 15-19 TAHUN DI KECAMATAN SINGKAWANG UTARA Suwarni, Linda; Mardjan, Mardjan; Hairunnisa, Hairunnisa
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 3, No 2 (2016): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.456 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v3i2.370

Abstract

Pernikahan dini dapat diartikan sebagai pernikahan yang dilakukan oleh anak yang masih di bawah umur ideal untuk menikah atau yang biasa disebut masih dalam fase remaja. di Kecamatan Singkawang Utara, kasus ini meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2011 dari 215 pasangan yang menikah terdapat 33 pasangan atau 15% yang menikah dini, tahun 2012 ada 233 pasangan yang menikah terdapat 42 pasangan atau 18% kasus menikah dini, dan pada tahun 2013 ada 245 pasangan yang menikah terdapat 49 pasangan atau 20% yang melakukan pernikahan dini.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran 8 fungsi keluarga pada pernikahan remaja usia 15-19 tahun di Kecamatan Singkawang Utara. Penelitian ini menggunakan penelitian observasional bersifat deskriftif. Sampel penelitian sebanyak 40 orang, 20 orang kasus dan 20 orang kontrol yang diambil dengan teknik purposive sampling.Hasil distribusi frekuensi baik menikah dini maupun tidak menikah dini menunjukkan berdasarkan fungsi agama baik sebesar 75%, fungsi sosial budaya baik sebesar 50%, fungsi cinta kasih sebesar baik 50%, fungsi perlindungan baik sebesar 62,5%, fungsi reproduksi baik sebesar 62,5%, fungsi sosialisasi dan pendidikan kurang baik sebesar 57,5%, fungsi ekonomi baik sebesar 57,5% dan fungsi lingkungan baik sebesar 60%.Disarankan agar masyarakat dapat meningkatkan fungsi sosialisasi dan pendidikan.Kata Kunci : 8 fungsi keluarga, pernikahan dini, pendidikan dan pekerjaan.
TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) DI WILAYAH TERTINGGAL PADA MASYARAKAT SUKU DAYAK ASLI PEDALAMAN KALIMANTAN BARAT Sarwono, Eko; Suwarni, Linda; Selviana, Selviana
BULETIN AL-RIBAATH Vol 13, No 1 (2016): BULETIN AL-RIBAATH
Publisher : LPPM UM PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.581 KB) | DOI: 10.29406/br.v13i1.575

Abstract

Kubu Raya is a new district, the expansion of Pontianak regency in which still needs restructuring, and organizational, and administrative territory revamping. This condition will affect the social environment, the economy and the health of local communities. One of district in Kubu Raya Regency, Sungai Ambawang district, contained several underdeveloped villages. The majority people there are indigenous Dayak. Their customs are dominantly affected their social system . Human Development Index (HDI) of Kubu Raya in 2012 amounted to 69.42, where the rate is still below of the IPM Kalbar is 70.31 and Indonesia is 73.29. Community service activities is aimed at improving the productivity of fisheries communities in civilizing the utilization of river water through the application of appropriate technology (TTG) to improve the welfare of the communities in the disadvantaged areas. The method implemented was a partnership with the government of village, district, and related agencies, as well as participatory methods that involve communities actively in the implementation of the application of appropriate technology (TTG), so that people can produce and be able to apply these technologies in daily life in the disadvantaged areas to empower indigenous Dayak communities inland through the Appropriate Technology (TTG). The implementation of Appropriate Technology was the result of this activity. In the field of health technology built filtering water, whereas in the field of fisheries technology development and training pool tarp fish feed production, all of which was made as a pilot which aimed that the application of technology is so easily imitated and implemented by the community. Transfer of knowledge and skills to the community has been implemented in various fields, and it needs optimal development resulting in the improvement of health, economic and social welfare in indigenous Dayak inland region. Therefore, the cooperation among the governments of villages, districts and related agencies and universities need to be done so the promotion and development Appropriate Technology, especially in the district of Kubu Raya Ambawang be sustained to achieve a healthy and prosperous society.Keywords: Appropriate Technology, filtering water, vegetable gardening, SRI, selendang polan, backward Areas.