I Nengah Suwastika
Tadulako University

Published : 44 Documents
Articles

INDUKSI KALUS BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) LOKAL PALU PADA MEDIUM MS DENGAN PENAMBAHAN 2,4-D (2,4-ASAM DIKLOROPENOKSI ASETAT) DAN AIR KELAPA Sorentina, Melisa S.M.; Haliani, Haliani; Muslimin, Muslimin; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Number 2 (August 2013)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.904 KB)

Abstract

Shallot c.v. Local Palu (BML-Palu) is one of importance agricultural commodities in Palu and surrounding area of Central Sulawesi. Unfortunately, in agricultural system, it?s facing difficulties in seed propagation. However, tissue culture approach was a potential technology which can be applied in order to overtake the problem. Our study was an early step in the application of this technology. We tried to find out the best combination of 2,4-D and coconut water in MS based medium, which suitable for callus induction. This experimental study was based on Completely Randomized Design (CRD), with 4 treatments, 3 replications, and 3 shallot explants on each unit. The treatments were PK1 (MS0 + 1 ppm 2,4-D + 10% coconut water), PK2 (MS0 + 1,5 ppm 2,4-D + 10% coconut water), PK3 (MS0 + 2 ppm 2,4-D + 10% coconut water), and PK4 (MS0 + 2,5 ppm 2,4-D + 10% coconut water). Out came of this research showed that all treatments, except PK2, were able to induce callus formation up to 80.55% of total explants. Based on the observed parameters i.e. time of Callus emerging, frecuency of explants producing callus, callus morphology and callus cell observation; PK3 was the best medium in callus induction and growth. Callus on this medium was intermediate-type, white in color, active in  cell propagation, also uniform in size. While PK2 was fail to induce the callus due to overproduction of secondary metabolite.
ORGANOGENESIS TANAMAN JERUK KEPROK (CITRUS NOBILIS LOUR.) SECARA IN VITRO PADA MEDIA MS DENGAN PENAMBAHANBERBAGAI KONSENTRASI IAA (INDOLE ACETID ACID) DAN BAP (BENZYL AMINO PURIN) Harliana, Harliana; Weaniati, Weaniati; Muslimin, Muslimin; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.233 KB)

Abstract

Research on"Organogenesis of Tangerine orange (Citrus nobilisLour) onMSmediumsupplemented withvariousconcentrations ofIAAandBAP," has been performedatthe Tissue CultureLaboratory ofthe Faculty ofForestry, Tadulako University, Palu during the period of January andMay 2012. The goal of this study was to determine the optimum growth factor combination of IAA and BAP in MS based medium, for organogenesis of the plant. This research was arranged on Completely RandomizedDesign(CRD) withsix treatments and three replications. Growth factor combinations tested in this study were:  0.1ppm IAA + 0.4ppmBAP(C1), 0.1ppm IAA + 0.6ppm BAP(C2), 0.1ppmIAA+0.8ppmBAP(C3), 0.1ppm IAA + 1.0ppmBAP(C4), 1.0ppm IAA + 0.6ppmBAP(C5), and1.0ppmIAA+1.0ppmBAP(C6). The result indicating that the best organogenesis of Orange explant was in MS medium supplemented with 0.1 ppm IAA and 1.0 ppm BAP (C4). This medium was suitable in inducing shoot and leaf, faster than its in other medium. Explant on this medium was also produced higher number of leaves than it on other treatments.
KEANEKARAGAMAN JENIS GULMA DI AREA PERSAWAHAN DESA KARYA MUKTI KECAMATAN DAMPELAS KABUPATEN DONGGALA Mazidaturohmah, Mazidaturohmah; Suwastika, I Nengah; Pitopang, Ramadhanil
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 1 (2018): Volume 7 Number 1 (March 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.121 KB)

Abstract

Penelitian dengan judul ? Keanekaragaman Jenis Gulma Di Area Persawahan Desa Karya Mukti Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala? dilaksanakan dari bulan Februari sampai Maret 2017. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui keanekaragaman jenis-jenis gulma yang ada di area persawahan, menggunakan metode petak ganda yang dengan subplot 2x2 m sebanyak 10 plot yang diletakan secara diagonal. Setiap jenis gulma di koleksi untuk pembuatan spesimen herbarium, identifikasi dilakukan di Laboratorium Biodiversity Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tadulako, Analisis data yaitu menghitung keanekaragaman menggunakan rumus Shannon Whiener index H? = -? (ni/N) ln (ni/N). dan menentukan index nilai penting (INP) dari setiap jenis. Hasil penelitian menunjukan bahwa di lokasi penelitian ditemukan 14 jenis tumbuhan gulma dengan jumlah 1.385 individu, terdiri atas 7 famili. Jenis yang paling dominan adalah Monochoria vaginalis (Burm.F.) C. Persal dengan nilai INP 43,04%, sedangkan jenis yang memiliki nilai INP terendah yaitu pada jenis Eclipta alba (L.) Hassk dengan INP sebesar  1,75%.  indeks keanekaragaman jenis pada penelitian ini tergolong sedang yaitu 2,14
ANALISA “IN SILICO” GEN KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) YANG TERLIBAT DALAM SISTEM KETAHANAN TERHADAP HAMA DAN PENYAKIT Agung, Muhammad Budi; Budiarsa, I Made; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2 (August 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1220.821 KB)

Abstract

Biji kakao adalah salah satu komoditas utama di dunia yang hingga saat ini masih memiliki masalah penurunan produksi yang mayoritas disebabkan oleh serangan hama dan penyakit. Mengembangkan kultivar kakao yang secara genetik tahan terhadap serangan hama dan penyakit adalah salah satu solusi yang ideal dalam mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gen-gen Theobroma cacao pada database genom kakao yang homolog dengan gen yang terlibat dalam sistem ketahanan terhadap hama dan penyakit pada tumbuhan lain melalui analisis in silico. Survei informasi dasar dan identifikasi gen yang terlibat dalam sistem ketahanan tumbuhan model Arabidopsis thaliana dan Oryza sativa dilakukan pada GenBank dan The Arabidopsis Information Resource. Analisa in silico yang dilakukan berupa BLAST urutan protein, uji homologi protein kandidat masing-masing gen, dan identifikasi gen homolog pada Cacao Genome Database menggunakan sumber data genom ?Theobroma cacao cv. Matina 1-6 v1.1?. Berdasarkan hasil identifikasi, gen Thecc1EG006332t1 (PR-1), Thecc1EG024509t1 (PR-2), Thecc1EG024514t1 (PR-2), Thecc1EG026942t1 (CTL1), Thecc1EG021326t1 (CTL1), dan Thecc1EG033984t1 (PR-5) pada Cacao Genome Database (CGD) adalah gen Theobroma cacao yang homolog dengan gen yang terlibat dalam sistem ketahanan tumbuhan terhadap hama dan penyakit, serta kemungkinan besar memiliki fungsi yang sama dengan gen homolognya masing-masing.
KULTIVASI MIKROALGA ISOLAT LOKAL PADA MEDIUM EKSTRAK TAUGE Imelda, Silvia; Claudia, Cindy; Lambui, Orryani; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 2 (2018): Volume 7 Number 2 (August 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.786 KB)

Abstract

Mikroalga adalah organisme perairan yang dikenal dengan fitoplankton. Mikroalga dapat melakukan fotosintesis dan hidup dari nutrien anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan mikroalga isolat lokal asal kolam ikan di Desa Langaleso Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi Biromaru pada beragam konsentrasi medium dengan penambahan ekstrak tauge dan menentukan konsentrasi ekstrak tauge yang menghasilkan kepadatan sel tertinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan 6 perlakuan konsentrasi yaitu ekstrak tauge 0, 4, 6, 8 dan 10%.  Hasil isolasi mikroalga diperoleh satu jenis mikroalga yaitu Chlorella. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi esktrak tauge mempengaruhi pertumbuhan Chlorella. Penambahan ekstrak tauge 10% mampu mendorong pertumbuhan mikrolaga Chlorella pada hari ke- 1 sampai hari ke- 3 dengan kepadatan sel tertinggi sebesar 7,4 x 108 sel/mL.
PERBANYAKAN TANAMAN MELON (CUCUMIS MELO L.) SECARA IN VITRO PADA MEDIUM MS DENGAN PENAMBAHAN INDOLE ACETIC ACID (IAA) DAN BENZIL AMINO PURIN (BAP) Lidyawati, Ni Nyoman; Waeniati, Waeniati; Muslimin, Muslimin; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.454 KB)

Abstract

The research on organogenesis of melon (Cucumis melo L.) was done at Tissue Culture Laboratory Forestry Faculty UNTAD Palu, during January until May 2012. The aim of this research was to determine the best concentration of IAA and BAP hormones in inducing organs of this plant.  Sterile seedling of melon was used as explants in this work. The experiment was arranged in  Completely Randomized Design (CRD)  with  4 treatments and 4 replications. The treatments were MS0 + 0,1 ppm IAA + 0,5 ppm BAP (M1), MS0 + 0,1 ppm IAA + 0,7 ppm BAP (M2), MS0 + 0,1 ppm IAA + 0,9 ppm BAP (M3) and MS0 + 0,1 ppm IAA + 1 ppm BAP (M4). Parameters observed on this study were the day appear of shoot and leaves, the number of shoots and leaves and also the present of callus and root. The result showed that the best medium for organs induction was MS0 + 0,1 ppm IAA + 1 ppm BAP, which shoot and leaf emerged in the day of 3,75 and 5,75 after induction, respectively. This media was also induced the number of shoots and leaves, i.e 4,75 and 8,75, respectively. Nevertheles this media was not suitable enough in inducing root formation.
KEANEKARAGAMAN KUMBANG CERAMBYCID (Coleoptera: Cerambycidae) PADA PERKEBUNAN KAKAO DI TIGA TIPE HABITAT rahmat, rahmat; suwastika, I Nengah; fahri, fahri
Biocelebes Vol. 13 No. 3 (2019)
Publisher : Biology Department, Mathematics and natural science, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.56 KB) | DOI: 10.22487/bioceb.v13i3.10509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman kumbang Cerambycid (Coleoptera: Cerambycidae) pada perkebunan kakao di tiga tipe habitat. Penelitian telah dilakukan mulai bulan Juni 2017 hingga April 2018. Koleksi sampel dilakukan menggunakan Atrocarpus trap pada 3 tipe habitat perkebunan kakao yaitu habitat kakao pinggiran hutan (KPH), habitat kakao yang tidak terawat (KTT) dan habitat kakao terawat (KT). Total diperoleh sebanyak 381 individu, yang tergolong dalam 5 tribe, 7 genus dan 13 spesies. Nilai indeks keanekaragaman (H') dan kemerataan (E) tertinggi pada habitat kebun kakao tidak terawat (KTT). Indeks kesamaan Bray-Curtis (IBC), menunjukkan kesamaan antara kebun kakao di pinggiran hutan (KPH) dengan kebun kakao terawat (KT). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tiga jenis perkebunan kakao pada penelitian ini, sangat mendukung keberadaan kumbang cerambycid dan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan mereka.
INVENTARISASI JENIS DAN TINGKAT KESEHATAN POHON PELINDUNG PADA BEBERAPA TAMAN KOTA PALU SULAWESI TENGAH Taher, Sahril M; Suwastika, I Nengah; Pitopang, Ramadhanil
Biocelebes Vol. 12 No. 3 (2018)
Publisher : Biology Department, Mathematics and natural science, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.376 KB)

Abstract

Research entitled? Inventory species and levels of demage Shade Tree at some Park in Palu Town, Central Sulawesi?, has been conducted from July to August 2015. The research was aimed to inventory of all shade tree species and to determine the levels of damage in four (4) Parks in Palu Town. The data analysis was done on the percentage of wound compact to the diameter of a main trunk and the percentage of the damaged on the trunk the result of the research showed that, there were six (6) species of shade tree belong to five (5) families with individual number seventy four (74) of Trembesi (Samanea saman (Jack.) Merr.), Thirty five (35) of Mahoni (Swetenia mahagoni (L.) Jacq), Twenty eigh (28) of Katapang (Terminalia catappa Linn), six (6) of Banyam (Ficus benjamina Linn), Four (4) of Johar (Senna seamea Lamk), Two (2) of Kayu Jawa (Lannea coromandelica (Houtt.) Merr). The highest percentage of damage on these four (4) ports was found on of Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr), which grows in GOR City Park. The average of wounded as 2.71 % and the percentage of damage on stems was 20 %.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KIRINYUH (CHROMOLAENA ODORATA (L.) R. M. KING DAN H. ROB) SEBAGAI HERBISIDA ALAMI TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA (L.) R.WILCZEK) DAN BIJI KARUILEI (MIMOSA INVISA MART. EX COLLA) Frastika, Dian; Pitopang, Ramadhanil; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Number 3 (December 2017)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.401 KB)

Abstract

Penelitian uji efektivitas daun kirinyuh (chromolaena odorata (L.) R. M. King & H.Rob) sebagai herbisida alami terhadap perkecambahan biji kacang hijau (Vigna radiata (L.) R. Wilczek) dan biji karuilei (Mimosa invisa Mart. Ex Colla) dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2016, di Laboratorium Bioteknologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tadulako. Penelitian ini disusun berdasarkan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan dan 3 kali pengulangan dengan konsentrasi ekstrak P0 = 0% P1 = 15% P2 = 20% P3 = 25% P4 = 30% P5 = 35%. Variabel pengamatan meliputi daya kecambah (persentase perkecambahan), laju perkecambahan, panjang hipokotil dan berat basah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian ekstrak daun kirinyuh Chromolaena odorata berpengaruh dalam menghambat perkecambahan biji kacang hijau Vigna radiata dan biji karuilei Mimosa invisa. Pengambatan perkecambahan biji karuilei M. invisa dan kacang hijau V. radiata dimulai dari konsentrasi 15% sampai 35%. Hasil skrining fitokimia daun C. Odorata positif mengandung senyawa metabolit sekunder, yaitu saponin, tanin, flafonoid, alkaloid dan fenilok.
STUDI BEBERAPA ASPEK BOTANI AMORPHOPHALLUS PAEONIIFOLIUS DENNST. NICOLSON (ARACEAE) DI LEMBAH PALU Jintan, Jintan; Yuzammi, Yuzammi; Suwastika, I Nengah; Pitopang, Ramadhanil
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Number 1 (March 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.528 KB)

Abstract

Penelitian tentang tumbuhan Amorphophallus paeoniifolius Dennst. Nicolson di Lembah Palu dilakukan dengan metode survey dan metode deskriptif pada bulan Desember 2011 sampai April 2012.  Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari beberapa aspek botani dari tumbuhan Amorphophallus paeoniifolius meliputi anatomi, ekologi (pengukuran faktor lingkungan abiotik, biotik, sosial ekonomi masyarakat) serta  morfologi. Pengamatan faktor lingkungan biotik  dan pengambilan sampel dilakukan di dua lokasi dengan menggunakan 5 plot pada tiap lokasi untuk tingkat pohon, sapling dan anakan, serta pengamatan jenis fauna. Penelitian deskriptif meliputi identifikasi jenis Amorphophallus, morfologi dan anatomi, dilakukan di Herbarium Celebense dan Laboratorium Bioteknologi. Hasil pengamatan anatomi menunjukkan adanya dua tipe stomata berbeda pada daun dan bunga, serta pigmen warna bunga yang terdiri dari antosianin, xantofil dan klorofil. Pohon yang dominan di lokasi penelitian adalah  Cocos nucifera  dan Lannea grandis.  Jenis fauna teridentifikasi adalah burung Pignonotus aurigaster dan serangga Scarabaeidae (Onthophagus sp) yang berperan penting dalam Amorphophallus yaitu sebagai penyebar biji dan polinator. Amorphophallus termasuk famili Araceae memiliki daun lengkap, majemuk dan batang semu warna hijau dengan totol putih. Merupakan modifikasi batang (umbi). Bunga majemuk tipe tongkol (spadix), dengan bunga jantan dan betina yang bersifat protogeni, serta mengeluarkan bau khas.