Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Index Massa Tubuh/Umur (IMT/U) dengan crowding anterior pada anak usia 10-12 tahun Roesianto, Alvina; Suwindere, Winny; Sembiring, Linda Sari
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 2, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.943 KB) | DOI: 10.24198/pjdrs.v2i2.22512

Abstract

Pendahuluan: Gizi memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh, namun gizi masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Kekurangan gizi terhadap seseorang memiliki dampak terhadap rongga mulutnya yaitu pertumbuhan dan perkembangan rahang yang terhambat sehingga dapat menyebabkan crowding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) dengan terjadinya crowding anterior pada anak usia 10-12 tahun pada SD Mulia Wacana Bandung. Metode: Jenis penelitian observasional-analitik dengan rancangan penelitian berupa cross- sectional. Subjek penelitian berjumlah 74 anak di SD Mulia Wacana Bandung, pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Data yang dikumpulkan berupa status gizi anak berdasarkan Index Massa tubuh / Umur (IMT/U) dan keadaan susunan gigi (crowding). Analisis data menggunakan Fisher Exact Test. Pengolahan data menggunakan program SPSS. Hasil: Terdapat 8,8% anak kategori obesitas (14%) terdapat crowding anterior, 1,8% anak kategori overweight (12,3%) terdapat crowding anterior, 21,1% anak kategori normal (36,8%) terdapat crowding anterior, dan 24,6% anak kategori kurus (36,8%) terdapat crowding anterior dan didapatkan nilai p untuk Fisher Exact Test sebesar 0,108. Simpulan: tidak terdapat hubungan status gizi dengan Crowding Anterior.Kata kunci: Crowding anterior, gizi, status gizi
Black Chocolate Consumption Reduces Subjective Symptoms in 18-22 Years Old Females with Premenstrual Syndrome Nurazizah, Eliza; Tih, Fen; Suwindere, Winny
Journal of Medicine and Health Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstruation is the release of the endometrium with bleeding every month, except during pregnancy. Before or during menstruation, a woman may experience stiffness or abdominal cramps, mood fluctuations and other physical and psychological disorders, which is termed as premenstrual syndrome (PMS). The aim of this research is to observe and value the effect of dark chocolate on clinical symptoms of PMS. This research is an experimental prospective, using experimental design with one group pre and post test. Subjects were 30 women aged 18-22 years. Every day for 2 weeks before menstruation period, subjects took 20 gram of dark chocolate, then were asked to answer questionaire. The data measured is the score as well as individual PMS symptoms before and after eating dark chocolate, was analyzed using a nonparametric Wilcoxon test, followed by McNemar chi square with α=0.05. A highly significant decrease was found in anxiety symptoms, whereas statistically significant reduction was found in fatigue or feeling tired, cramps abdominal, bloating, diarrhea, headache, back pain, change in appetite, muscle or joint pain, and problems in concentration. But the symptom of acne complaint was increased from 73.3% to 76.7%. Consumption of dark chocolate reduces premenstrual syndrome scores on women aged 18-22 years. Keywords: dark chocolate, premenstrual syndrome
Kartu identifikasi gigi, cara sederhanamenggabungkanepidemiologi, kedokteran gigi pencegahandankedokterangigi forensikpadaanak (Dental identificationcard, a simple method to unify epidemiology, preventive dentistry, and forensic dentistry in children ) Setiawan, Ignatius; Monica, Grace; Suwindere, Winny
Journal of Dentomaxillofacial Science Vol 13, No 3 (2014): Formerly Jurnal Dentofasial ISSN 1412-8926
Publisher : DiscoverSys Inc

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15562/jdmfs.v13i3.414

Abstract

Natural disasters, crime, and accidents can happen anytime. The hardest part after the tragedy is to identify the victim,especially if their bodies are no longer intact. Tooth is one of the most important parts of the body that can beidentified even if the body is already destroyed. One of the difficulties in the identification process is the inadequacy ofante mortem data of the victims, especially the children. In this paper, it discussed about dental ID card that can beuseful as summary information on cases of abduction or in the process of identifying the bodies in the event of adisaster. Odontogram in the dental identification card can help the dentist to create a plan of care for children and canalso assist in the gathering of data for epidemiological purposes that give data about the health condition of the child'smouth. Such data can be used as a basis for policy-making is a step to prevention, which is expected to improve theoral health of children in Indonesia. This card must be given to the patient and always taken when they go to thedentist. All providers of oral health services, including UKGS role in updating the data on a regular basis. It was concluded that the oral health information is very helpful in making the right decisions that improve oral health.Dental identification card is a real little effort in realizing it, have a major impact, simple but useful.
Black Chocolate Consumption Reduces Subjective Symptoms in 18-22 Years Old Females with Premenstrual Syndrome Nurazizah, Eliza; Tih, Fen; Suwindere, Winny
Journal of Medicine and Health Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.712 KB) | DOI: 10.28932/jmh.v1i1.502

Abstract

Menstruation is the release of the endometrium with bleeding every month, except during pregnancy. Before or during menstruation, a woman may experience stiffness or abdominal cramps, mood fluctuations and other physical and psychological disorders, which is termed as premenstrual syndrome (PMS). The aim of this research is to observe and value the effect of dark chocolate on clinical symptoms of PMS. This research is an experimental prospective, using experimental design with one group pre and post test. Subjects were 30 women aged 18-22 years. Every day for 2 weeks before menstruation period, subjects took 20 gram of dark chocolate, then were asked to answer questionaire. The data measured is the score as well as individual PMS symptoms before and after eating dark chocolate, was analyzed using a nonparametric Wilcoxon test, followed by McNemar chi square with α=0.05. A highly significant decrease was found in anxiety symptoms, whereas statistically significant reduction was found in fatigue or feeling tired, cramps abdominal, bloating, diarrhea, headache, back pain, change in appetite, muscle or joint pain, and problems in concentration. But the symptom of acne complaint was increased from 73.3% to 76.7%. Consumption of dark chocolate reduces premenstrual syndrome scores on women aged 18-22 years. Keywords: dark chocolate, premenstrual syndrome
Pengaruh tingkat pendidikan tinggi dan perilaku ibu terhadap Indeks def-t pada anak usia 4‒5 tahun Angelica, Cynthia; Sembiring, Linda Sari; Suwindere, Winny
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 3, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.647 KB) | DOI: 10.24198/pjdrs.v3i1.22484

Abstract

Pendahuluan: Karies gigi merupakan masalah utama dalam kesehatan gigi masyakat, terlihat dengan tingginya prevalensi karies pada anak usia 1‒4 tahun adalah 10,4%, dan pada anak usia 5‒9 tahun adalah 28,9%, karies yang te rjadi pada anak disebut Early Childhood Caries (ECC) atau karies dini yang terjadi pada anak usia 71 bulan atau lebih muda. Anak memperoleh perilaku kebersihan mulut dan kebiasaan kesehatan rongga dari ibu sehingga peran ibu sangat mempengaruhi keadaan rongga mulut anak. Metode: Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan tinggi dan perilaku ibu terhadap indeks def-t pada anak usia 4‒5 tahun di TK Santa Maria Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah anak usia 4‒5 tahun di TK Santa Maria Kota Cirebon. Sampel penelitian berjumlah 74 orang dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Hasil: Analisis statistik penelitian dilakukan dengan menggunakan model regresi tobit.. Simpulan: terdapat pengaruh tingkat pendidikan tinggi dan perilaku ibu terhadap indeks def-t pada anak usia 4‒5 tahun di TK Santa Maria Kota Cirebon. (p-value < 0,05).Kata kunci: Tingkat pendidikan, perilaku, Indeks def-t
Efektivitas mengonsumsi keju Brie terhadap kenaikan pH saliva Lazarus, Celia; Mandalas, Henry Yonatan; Suwindere, Winny
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 3, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.184 KB) | DOI: 10.24198/pjdrs.v3i1.22480

Abstract

Pendahuluan: Derajat keasaman (pH) saliva merupakan faktor kunci utama keseimbangan demineralisasi dan remineralisasi gigi. Demineralisasi email terjadi pada keadaan pH <5,5 dan terjadi dalam waktu beberapa menit setelah asupan sukrosa. Saliva memiliki peran signifikan dalam proses meningkatkan pH rongga mulut sehubungan dengan kemampuan buffering, yaitu kandungan bikarbonat yang dapat menetralkan pH sehingga mencegah enamel gigi dari demineralisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengukur atau menilai peranan keju brie dalam menaikan pH saliva. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimental semu bersifat komparatif. Jumlah subjek penelitian adalah 32 orang yang dibagi menjadi kelompok perlakuan, yaitu mengonsumsi keju brie, dan kelompok kontrol, yaitu tidak mengonsumsi keju brie. Subjek penelitian diukur nilai pH saliva awal dan akhir menggunakan pH test strip.Hasil: rerata selisih nilai pH awal dan akhir pada kelompok perlakuan adalah sebesar 0,48 dan pada kelompok kontrol adalah sebesar -0,29. Rerata selisih pH saliva pada kelompok perlakuan, yaitu mengonsumsi keju brie lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol, dengan perbedaan yang signifikan (p<0,05).Simpulan: Mengonsumsi keju brie efektif dalam meningkatkan pH saliva.Kata kunci: Efektivitas, keju brie, pH saliva
Tingkat kepuasan pasien dewasa pada pelayanan radiografi panoramik di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Maranatha Meilasari, Wine; Suwindere, Winny; Polii, Hendra
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 2, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v2i2.22511

Abstract

Pendahuluan: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan yang semakin banyak dipakai sebagai alat ukur yang dipercaya untuk menilai keberhasilan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang baik dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan masyarakat. Salah satu sarana pelayanan kesehatan yang tersedia dalam bidang kesehatan gigi dan mulut adalah Rumah Sakit Gigi dan Mulut. RSGM adalah sarana pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan rawat jalan, gawat darurat, pelayanan medik dan pelayanan penunjang, salah satunya adalah pelayanan radiologi kedokteran gigi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk dapat memberikan data yang akurat tentang kepuasan pasien radiografi panoramik di instalasi radiologi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Maranatha. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptifanalitik dengan menggunakan metode survei. Studi penelitian ini menggunakan rancangan crosssectional. Penelitian dilakukan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Maranatha yang dilaksanakan pada bulan Juli- Agustus 2017. Pengambilan sampel pasien dengan cara accidental sampling dimana sampel yang digunakan adalah seluruh pasien dewasa yang datang ke instalasi radiologi. Analisis data menggunakan uji statistik oneway anova yang diolah menggunakan program komputer SPSS. Hasil: Sebagian besar responden menyatakan puas pada dimensi Reliability (kehandalan) dengan skor 95,25 %, Assurance (jaminan/keyakinan) dengan skor 94,6%, Tangibles (penampilan) dengan skor 100%, Empathy  (perhatian)  dengan skor 100% Responsiveness (ketanggapan) yaitu memiliki skor 100%. Simpulan: Pelayanan pemeriksaan radiografi panoramik di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Maranatha pada periode 18 Juli-18 Agustus  2017 sangat baik, dengan tingkat kepuasan yang tinggi pada dimensi kualitas pelayanan reliability (kehandalan), assurance (jaminan/keyakinan), tangibles (penampilan), empathy (perhatian) dan responsiveness (ketanggapan).Keywords: Pelayanan, kepuasan, radiografi panoramik