Linda Suyati
Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Published : 32 Documents
Articles

Found 32 Documents
Search

PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI KATALIS NIKEL/ZEOLIT PADA PIROLISIS TIR BATUBARA Suyati, Linda
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2005): Volume 8 Issue 2 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.71 KB) | DOI: 10.14710/jksa.8.2.39-42

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk pirolisis ter batubara menggunakan katalis Ni-Zeolit. Preparasi katalis dengan impregnasi larutan [Ni(NH3)]2+ 0,15M melalui pengeringan, kalsinasi, oksidasi dan reduksi. Karakterisasi keasaman asam katalisdengan metode gravimetri, adsorbsi gas digunakan untuk mengukur luas permukaan, volume pori dan jejari rerata pori. Kandungan nikel diukur dengan AAS. Karakterisasi katalis dianalisis dengan Gas Sorption Analyser. Hasil penelitian menunjukkan imopregnasi nikel-zeolit sebanyak 86,40%, keasaman padadatan meningkat sebesar 30,19%, Luas permukaan dan volume pori masing-masing meningkat sebesar 42,32% dan 41,29%, sedangkan jejari pori menurun sebesar 4,29%. Konstanta BET terbesar pada Ni/Z sebelum direaksikan sebesar 424,55.
PERENGKAHAN PRODUK CAIR BATUBARA DENGAN KATALIS NI/ZEOLIT Suyati, Linda; Setiaji, Bambang; Triyono, Triyono
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 10, No 1 (2007): Volume 10 Issue 1 Year 2007
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.055 KB) | DOI: 10.14710/jksa.10.1.7-11

Abstract

Penelitian pirolisis tir batubara dilakukan dengan menggunakan metode alir termokopel dalam reactor. Temperatur reaktor konstan pada temperature 450oC-700oC untuk reaksi termal. Dan untuk reaksi katalitik dilakukan pada temperature 350oC-600oC. Berat katalis dan laju alir H2 adalah konstan. Hasil menunjukkan bahwa pada temperature tinggi reaksi termal pirolisis adalah gas, sedangkan dengan menggunakan katalis adalah kokas. Konversi dengan katalis Ni/Zeolit dibawah temperature 550oC lebih besar dibandingkan secara termal. Hasil cairan terbanyak pada temperatur 600oC hasil utama senyawa phenol pada reaksi katalitik.
PENGARUH BUFFER KALIUM FOSFAT DAN NATRIUM FOSFAT TERHADAP PRODUKSI LISTRIK DALAM SISTEM MICROBIAL FUEL CELL (MFC) DENGAN LACTOBACILLUS BULGARICUS PADA WHEY TAHU Sari, Desvita; Suyati, Linda; Widodo, Didik Setiyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 3 (2016): Volume 19 Issue 3 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.138 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.3.107-110

Abstract

Microbial Fuel Cell (MFC) adalah sistem bioelektrokimia yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik yang melibatkan reaksi reduksi dan oksidasi dengan memanfaatkan mikroba. Tujuan penelitian ini adalah menentukan beda potensial yang dihasilkan sistem MFC pada substrat whey tahu menggunakan mikroba Lactobacillus bulgaricus dengan variasi bahan buffer fosfat dan pH. Penelitian ini menggunakan sistem MFC dual chamber dengan jembatan garam sebagai penghantar proton dari kompartemen anoda ke kompartemen katoda. Kompartemen anoda berisi campuran mikroba yang sudah dikultivasi dan buffer kalium fosfat atau buffer natrium fosfat dengan variasi pH, yaitu 5,5; 6; 6,5; 7. Pada katoda berisi elektrolit KMnO4 0,2 M, buffer fosfat, dan pH dengan variasi yang sama. Pengukuran beda potensial dilakukan pada suhu ruang selama 30 jam. Pengukuran kelistrikan pada sistem MFC menggunakan buffer kalium fosfat pada empat pH berbeda yaitu 7 ; 6,5 ; 6 ; 5,5 dalam 100 mL volume sistem masing-masing menghasilkan beda potensial yaitu sebesar 42,2 mV; 32 mV; 30 mV; 29,3 mV. Sedangkan dalam sistem buffer natrium fosfat dan 100 mL dengan variasi pH yang sama berturut-turut adalah 20 mV ; 18,6 mV ; 17 mV ; 4 mV. Buffer kalium fosfat menghasilkan beda potensial yang lebih besar dibandingkan dengan buffer natrium fosfat.
ELECTROSYNTHESIS OF α-FE2O3 IN A FE(S)|KCL(AQ)||H2O(AQ)|C(S) SYSTEM Siskawati, Nia; Widodo, Didik Setiyo; Rahmanto, Wasino Hadi; Suyati, Linda
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 4 (2018): volume 21 Issue 4 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2015.895 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.4.182-186

Abstract

Research on ?-Fe2O3 electrosynthesis has been performed in the system Fe(s)|KCl(aq)||H2O(aq)|C(s). Electrolysis produces a reduction and oxidation reaction so that it requires a proper electrolyte concentration in the process. The purpose of this study was to obtain ?-Fe2O3 compounds, determine the products produced by FTIR and XRD, and determine the size of the grains of products with PSA. Electrolysis method of two compartment was used in this research. The cathode and anode compartments was connected with the salt bridge. In anode chamber containing electrolyte solution KCl was varied (0,2 M; 0,3 M; 0,4 M; 0,5 M and 0,6 M) whereas at cathode space there was aquades. Electrolysis was run at 12 V for 8 hours. The electrolysis result was then calcined for two hours at a temperature of 500°C. The resulting product was then characterized by (FTIR, XRD, and PSA). The resulting product is then characterized by (FTIR, XRD, and PSA). The results showed that brown ferrihydrite was obtained in a concentration of 0.2 M; 0.3 M; 0.4 M; 0.5 M and 0.6 M were 21.6 mg; 24.1 mg; 34.5 mg; 39.4 mg and 62.4 mg respectively. Ferrihydrite produced from electrolysis of KCl 0.4 M concentration was dark red The XRD results show the presence of ?-Fe2O3 and PSA results show that the ?-Fe2O3 particle size is 151.57-171.25 nm.
PENGARUH PENAMBAHAN POLYDIMETILSILOKSAN TERHADAP LUAS PERMUKAAN DAN SUHU REDUKSI KATALIS NIMO/γ-AL2O3 Dini, Mutiara; Suyati, Linda; Usman, Usman
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 1 (2015): Volume 18 Issue 1 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.128 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.1.24-28

Abstract

Penelitian tentang pengaruh penambahan polydimetilsiloksan terhadap luas permukaan dan suhu reduksi katalis NiMo/?-Al2O3 telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari deaktivasi katalis NiMo/?-Al2O3 melalui perubahan luas permukaan dan suhu reduksi katalis sebelum dan sesudah adsorpsi, menentukan katalis yang lebih stabil terhadap efek dekomposisi polydimetilsiloksan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah adsorpsi polydimetilsiloksan pada katalis A (Pertamina) dan B (komersial) dengan kadar variasi 0; 5; 10% w/w polydimetilsiloksan melalui perendaman dalam light naphtha, pemanasan, dan kalsinasi. Katalis sebelum dan setelah adsorpsi dianalisis menggunakan XRD, XRF, BET-ASAP, dan TPR. Hasil analisis BET menunjukkan adanya penurunan luas permukaan katalis akibat adsorpsi senyawa SiO2 sebesar 8% untuk polydimetilsiloksan 5% dan 21% untuk polydimetilsiloksan 10% pada katalis A. Sementara pada katalis B, terjadi penuruan luas permukaan sebesar 4% untuk polydimetilsiloksan 5% dan 10%. Analisis TPR menunjukkan bahwa suhu reduksi kedua katalis meningkat setelah adsorpsi senyawa SiO2 hingga mencapai suhu 570°C (5% polydimetilsiloksan) dan 572°C (10% polydimetilsiloksan) untuk katalis A serta 584°C (5% polydimetilsiloksan) dan 586°C (10% polydimetilsiloksan) untuk katalis B.
PIROLISIS KULIT BIJI JAMBU METE (CASHEW NUT SHELL) DENGAN KATALIS AG/ZEOLIT Astuti, Rimby Puji; Suyati, Linda; Nuryanto, Rahmad
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 3 (2012): Volume 15 Issue 3 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.818 KB) | DOI: 10.14710/jksa.15.3.100-104

Abstract

Tanaman jambu mete, Anacardium occidentale L. merupakan salah satu komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Kulit biji jambu mete mengandung 50% minyak yang terdiri dari senyawa fenolat berupa 90% asam anakardat dan 10% berupa kardol dan kardanol. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi katalis Ag/zeolit, melakukan pirolisis kulit jambu mete, mengetahui pengaruh temperatur pirolisis terhadap produk cair pirolisis dan membandingkan produk cair hasil pirolisis yang menggunakan katalis zeolit dan Ag/zeolit. Penelitian dilakukan beberapa tahap yaitu pembuatan katalis Ag/Zeolit dan pirolisis kulit biji jambu mete. Pirolisis dilakukan dengan katalis Ag/zeolit pada temperatur 200, 250, 300, 350, dan 400°C. Karakterisasi katalis menggunakan Surface Area Analyzer, AAS, uji keasaman dan GC-MS untuk produk cair pirolisis. Hasil penelitian diperoleh katalis Ag/zeolit yang mengalami penurunan luas permukaan spesifik sebesar 70,28%, volume total pori sebesar 70,19%. Nilai keasaman katalis Ag/zeolit mengalami kenaikan sebesar 50%, mengandung logam Ag sebesar 0,6326%. Hasil analisis GC-MS produk cair pirolisis pada temperatur 400°C dengan katalis Ag/zeolit diperoleh senyawa 3-octylphenol dengan kelimpahan sebesar 72,28%, dengan katalis zeolit alam teraktivasi dihasilkan senyawa 3-(pentadec-8-enyl)phenol dengan kelimpahan sebesar 77,04%.
PENGARUH SUHU KALSINASI TERHADAP KONDUKTIVITAS DAN KRISTALINITAS ELEKTROLIT PADAT NAMN2-XMGXO4 Indriati, Medina; Nuryanto, Rahmad; Suyati, Linda
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 2 (2013): Volume 16 Issue 2 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.633 KB) | DOI: 10.14710/jksa.16.2.46-49

Abstract

Telah dilakukan pembuatan elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 melalui metode sol-gel dengan variasi suhu kalsinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu kalsinasi optimum dalam pembuatan elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 dan karakterisasi elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 menggunakan FTIR dan XRD. Elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 dibuat dengan mencampurkan larutan natrium asetat, mangan asetat, magnesium asetat, dan asam sitrat, kemudian dilakukan pengadukan, penguapan pada suhu 80°C, pengeringan gel pada suhu 180°C, dan kalsinasi pada berbagai variasi suhu, yaitu 700, 750, 800, 850, dan 900°C. Uji konduktivitas elektrolit padat dilakukan melalui pengukuran tahanan menggunakan multimeter, kemudian elektrolit padat dengan nilai konduktivitas tertinggi dan terendah dikarakterisasi menggunakan FTIR untuk menentukan interaksi antar atom-atom dalam elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 dan XRD untuk menentukan kristalinitas elektrolit padat NaMn2-xMgxO4. Data konduktivitas menunjukkan bahwa suhu 800°C merupakan suhu kalsinasi yang optimum, sedangkan data FTIR dan XRD menunjukkan bahwa elektrolit padat yang terbentuk adalah padatan kristal NaMn2-xMgxO4 dan kristalinitas sampel 900°C lebih tinggi dari sampel 800°C.
BIOELECTRICITY OF VARIOUS CARBON SOURCES ON SERIES CIRCUIT FROM MICROBIAL FUEL CELL SYSTEM USING LACTOBACILLUS PLANTARUM Ainun, Mufid; Suyati, Linda
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 2 (2018): Volume 21 Issue 2 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.086 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.2.70-74

Abstract

Study on bioelectrisity various carbon sources on the circuit series Microbial Fuel Cell using Lactobacillus plantarum has been conducted. This study aims to determine the electrical energy generated by various types of substrates in MFC and determe the effect of a series circuit of the electrical energy produced using Lactobacillus plantarum. The research stage consisted of preparation stages MFC components, electrical power measurements on variations in the type of substrate, and the measurement of electrical power in series circuit variation. Electrical power measurements were performed on a variety of substrate types by comparing the electrical power generated by the fructose, lactose and starch substrates while the electric power measurements with series variations are used in single series, series 2 and series 3. The results of the maximum electrical power measurement on the variation of fructose, lactose and starch substrate in MFC system using Lactobacillus plantarum were obtained respectively 10,26 mW; 63 mW and 27.47 mW. The maximum electric power generated in the MFC system uses Lactobacillus plantarum in a single circuit, series 2, series 3 series with lactose substrate obtained respectively of 63 mW, 164.74 mW and 290.51 mW. The measurement of electrical power showed that the lactose substrate produces a greater power than the other substrates. Series circuit capable of increasing electrical power in MFC system.
DECOLORIZATION OF ARTIFICIAL WASTE REMAZOL BLACK B USING ELECTROGENERATED REACTIVE SPESIES Widodo, Didik Setiyo; Suyati, Linda; Gunawan, Gunawan; Haris, Abdul
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 1 (2018): Volume 21 Issue 1 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.667 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.1.29-33

Abstract

Electrolysis method (electrodecolorization) coupled with ?OH radicals and chlorine generation has been performed in decolorizing of artificial waste of remazol black B (reactive black 5). The electrodecolorization as one of advanced oxidation process (AOP) shows its determinant potential in overcoming environmental problems due to dye contained waste as well as its green in desaign and efficiency. The project aim was to decolorize the RBB solution completely and effectively. The mission was completed by designing decolorizing reactor working with electrolytic system in tandem with electrogeneration of reactive species from HCl and NaCl electrolyte. Lead oxide, PbO2 was choosen as anode. The efficiency of decolorization process was comparated with those of Na2SO4 as electrolyte. Data of UV-Vis spectrometry, atomic absorption spectrophotometry and COD showed that the performance of electrolysis design was significantly enhanced with the reactive species generation process. Electrolysis of 100 mL sample of 200 mgL-1 RBB with reactive species generation was rearched almost two-fold faster in decolorizing the dye solution rather than in Na2SO4 one. The design rearchs more than 99 % in decoloriziation percentages, reducing COD more than 96 % indicating the potential and effectiveness of electroremediation process.
THE EFFECT OF KMNO4 AND K3[FE(CN)6] CONCENTRATIONS ON ELECTRICAL PRODUCTION IN FUEL CELL MICROBIAL SYSTEM WITH LACTOBACILLUS BULGARICUS BACTERIA IN A TOFU WHEY SUBSTART Muftiana, Ilmi; Suyati, Linda; Widodo, Didik Setiyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 1 (2018): Volume 21 Issue 1 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.45 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.1.49-53

Abstract

Microbial Fuel Cell (MFC) is a bioelectrochemical system that utilize metabolism of microorganisms to produce electrical energy. Microbial fuel cell is a bioelectrochemical system involving redox reactions that required an oxidizing agent in the process The purpose of this study was to determine the effect of various concentration of electrolyte solution KMnO4 and K3[Fe(CN)6] on electricity produced by microbial fuel cell system with Lactobacillus bulgaricus in tofu whey substrate. The principle of this study was bioelectrochemistry that changes chemical energy into electrical energy which involves a redox reaction by utilizing microbes. This study used a microbe Lactobacillus bulgaricus and substrate tofu whey with 0.39 % carbohydrate content in dual chamber MFC system using a salt bridge as a conductor of protons from anode to cathode. Anode compartment contains a mixture of microbes that have been cultured and phosphate buffer with pH 7 while cathode compartment contained electrolytes KMnO4 or K3[Fe(CN)6] in some various concentration that is 0.25 M; 0.2 M; 0.15 M; 0.1 M and 0.01 M with added potassium phosphate buffer pH 7. The MFC system using Lactobacillus bulgaricus and substrate tofu whey with 0.39% carbohydrate content and electrolyte solution KMnO4 generated maximum potential difference of 99.2 mV at concentration of 0.2 M which was higher than system with electrolyte solution K3[Fe(CN)6] 0.2 M that produced maximum potential difference of 48.6 mV.