Yana M. Syah
Organic Chemistry Division, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

TRIMER RESVERATROL DARI KULIT BATANG SHOREA PARVIFOLIA DYER. Rosyidah, Kholifatu; Juliawati, Lia D.; Syah, Yana M.; Hakim, Euis H.; Achmad, Sjamsul A.; Makmur, Lukman; Din, Laily Bin; Latip, Jalifah; Said, Ikram M.
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shorea atau yang dikenal sebagai meranti merupakan genus utama famili Dipterocarpaceae. Masyarakat banyak menggunakan tumbuhan ini sebagai bahan bangunan. Senyawa oligomer resveratrol banyak ditemukan dalam tumbuhan ini berupa dimer, trimer, dan tetramer resveratrol. Beberapa senyawa oligomer resveratrol yang berhasil diisolasi menunjukkan aktivitas biologi yang penting seperti anti-HIV, sitotoksik, anti-jamur, anti-inflamasi, dan anti-bakteri. Pada penelitian ini telah berhasil diisolasi senyawa trimer resveratrol dari ekstrak aseton kulit batang Shorea parvifolia Dyer. Struktur senyawa tersebut ditetapkan berdasarkan berdasarkan data spektroskopi UV, IR, and 1H-NMR.Kata kunci: trimer resveratrol, Shorea parvifolia Dyer., Dipterocarpaceae.
GRANDIFENOL B, SUATU TETRAMER RESVERATROL DARI KULIT BATANG SHOREA PLATYCLADOS (DIPTEROCARPACEAE) Aisyah, Siti; Syah, Yana M.; Hakim, Euis H.; Juliawaty, Lia D.; Latif, Jalifah
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 8, No 2 (2006): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v8i2.333

Abstract

Grandifenol B, suatu tetramer resveratrol yang memiliki unit tetrahidrofuran, telah berhasil diisolasi dari ekstrak aseton kulit batang Shorea platyclados (Dipterocarpaceae). Struktur senyawa ini ditetapkan berdasarkan analisa data spektroskopi UV, IR, NMR 1D dan NMR 2D.  Kata kunci: Dipterocarpaceae, Grandifenol B, Shorea platyclados
Antibacterial Curcuma xanthorrhiza Extract and Fractions Diastuti, Hartiwi; Syah, Yana M.; Juliawaty, Lia D.; Singgih, Marlia
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol 46, No 3 (2014)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.416 KB) | DOI: 10.5614/j.math.fund.sci.2014.46.3.2

Abstract

An acetone extract of Curcuma xanthorrhiza rhizomes and the n-hexane and chloroform fractions obtained from it were tested on eight pathogenic bacteria. The results showed that the acetone extract and the nhexane fraction exhibited significant activities against Bacillus subtilis, Pseudomonas aeruginosa, and Staphylococcus aureus, and weak activities against Shigella dysenteriae and Vibrio cholerae. They were inactive against Escherichia coli, Enterobacter aerogenes and Salmonella thypi, while the chloroform fraction was devoid of activities. NMR analysis disclosed the presence of α-curcumene, xanthorrhizol and an unknown monoterpene in the nhexane fraction. In the chloroform fraction, curcumin was found to be the main compound, together with xanthorrhizol as a minor compound. These results suggest that the antibacterial potency of acetone extract of C. xanthorrhiza is contained in the n-hexane fraction, in which the active constituents are terpenoid compounds. This is the first report of the use of NMR analysis for compound identification contained in an extract or fractions of C. xanthorrhiza.
SENYAWA DIMER DAN TRIMER RESVERATROL DARI KULIT BATANG DIPTEROCARPUS INTRICATUS (DIPTEROCARPACEAE) DAN AKTIVITAS SITOTOKSIKNYA TERHADAP SEL MURIN LEUKIMIA P-388 Muhtadi, Muhtadi; Hakim, Euis H.; Syah, Yana M.; Juliawaty, Lia D.; Achmad, Sjamsul A.; Latip, Jalifah
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dua senyawa oligomer resveratrol, (-)-?-viniferin (2) dan (-)-?-viniferin (3), bersama-sama satu senyawa turunan asam fenolat, bergenin (1) telah berhasil diisolasi untuk pertama kalinya dari ekstrak aseton kulit batang Dipterocarpus intricatus. Struktur molekul senyawa-senyawa tersebut ditetapkan berdasarkan data spektroskopi UV, IR, 1H-NMR dan 13C-NMR serta perbandingan dengan data sejenis yang telah dilaporkan. Senyawa (-)-?-viniferin (2) dan (-)-?-viniferin (3)menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap sel murin leukemia P-388 dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 7,8 dan 17,5 ?g/mL.
AMPELOPSIN A DAN α-VINIFERINDARI KULIT BATANG SHOREA GIBBOSA BRANDIS (DIPTEROCARPACEAE) Saroyobudiyono, Haryanto; Hakim, Euis H.; Syah, Yana M.; Achmad, Sjamsul A.; Juliawaty, Lia D.; Latip, Jalifah
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 4, No 2 (2005)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dua senyawa oligomer resveratrol yaitu (-)-ampelopsin A dan (-)-?-viniferin, telah berhasil diisolasi untuk pertama kalinya dari ekstrak aseton kulit batang Shorea gibbosa. Struktur senyawa ini telah ditetapkan berdasarkan data spektroskopi UV,IR, 1H NMR, 13C NMR serta melalui perbandingan terhadap data senyawa sama yang telah dilaporkan. Pengujian sifat sitotoksikbterhadap dua senyawa oligomer resveratrol tersebut menunjukkan hasil IC50 berturut-turur adalah 17,0 µg.mL-1 ,dan 18,2 µg.mL-1.
Three resveratrol’s oligomers from the stem bark of H. gregaria (dipterocarpaceae) and their toxicity and citotoxicity ., Sahidin; Hakim, Euis H.; Syah, Yana M.; Juliawaty, Lia D.; Achmad, Sjamsul A.; Latip, Jalifah
INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Vol 17 No 3, 2006
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.948 KB) | DOI: 10.14499/indonesianjpharm0iss0pp109-115

Abstract

Three resveratrol oligomers have been isolated from the stem bark of H. gregaria including a resveratrol trimer i.e. α-viniferin (1), and two resveratrol tetramers i.e. vaticanol B (2) and hopeaphenol (3). These structures were determined by spectroscopic evidence including UV, IR, 1H , 13C NMR and compared with that of the reported data in the literatures. Activities of the compounds were determined toward brine shrimp Artemia salina (toxicity) and murine leukemia P-388 cells (cytotoxicity). The compound 1 is the most active against A. salina (LC50 = 49,0 ± 5,8 μg/mL), and the compound 3 has very active level toward murine leukemia P-388 cells (LC50 = 5,7 ± 0,3 μM).Key words : Resveratrol oligomers, H. gregaria, toxicity, and cytotoxicity.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK ASETON DAUN MACARANGA PRUINOSA BANGKA BELITUNG Roanisca, Occa; Syah, Yana M.
Jurnal Riset Kimia Vol 9, No 2 (2016): March
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v9i2.248

Abstract

Macaranga is a large genus in Euphorbiaceae, locally known as "Mahang-mahangan", and consisting about 300 species. Distribution of Macaranga is widespread from Africa and Madagascar in the west to the tropical regions of Asia including Indonesia. Based on previous research of the M. pruinosa, secondary metabolites that have been reported are flavonoid, and stilbenoid derivatives from Borneo. M. pruinosa that grow in South Sumatra produce poilanoat acid (diterpene). Therefore, this research is done to investigate phytochemical constituent of leaves of M. pruinosa from Bangka Belitung Islands. Isolation is done by maceration in acetone, separation and purification using vacuum liquid chromatography and radial chromatography. Structure determination were elucidated by 1H-NMR,13C-NMR, 2D NMR. Two compounds are identified as flavanon derivatives. They are nymphaeol B, and 6-farnesil-3',4',5,7-tetrahidroksiflavanon. These compounds are substituted with terphenyl group, known as geranyl (C10), and farnesyl (C15). Nymphaeol B (1) and compound of 6-farnesil-3', 4', 5,7-tetrahidroksiflavanon (2) have been found in other species of Macaranga. In conclusion, we here acquired two phenolic derivatives substituted by terphenyl groups from acetone extracts of leaves of M. pruinosa from Bangka Belitung. They are nymphaeol B, and 6-farnesil-3',4',5,7-tetrahidroksiflavanon. The result showed that M.pruinosa can produce different secondary metabolites depend on where they grow. 
LIMA SENYAWA CALKON DARI KULIT BATANG CRYPTOKARYA PHOEBEOPSIS (LAURACEAE) DAN SIFAT SITOTOKSIKNYA TERHADAP SEL P 388, SEL HCT 166 DAN SEL A549 Kurniadewi, Fera; Syah, Yana M.; D., Lia; Juliawaty, Juliawaty; Hakim, Euis H.
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 3 No 1 (2013): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 3 Nomor 1 Juli 2013
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.194 KB)

Abstract

Cryptocarya merupakan salah satu genus besar dari famili tumbuhan Lauraceae dan tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Genus ini dikenal sebagai sumber yang kaya akan senyawa flavonoid, alkaloid, piron, dan triterpen. Sebagai bagian dari kajian fitokimia dan evaluasi biologis dari beberapa spesies Cryptocarya yang berasal dari Indonesia, kami meneliti tumbuhan C. phoebeopsis yang berasal dari Sorong, Papua, Indonesia. Hasil kajian fitokimia terhadap spesies ini menghasilkan lima senyawa calkon yaitu infektokaryon (1), kriptokaryon (2), kurzicalkolakton A (3), B (4) dan calkokaryanon C (5). Penentuan struktur senyawa hasil isolasi dilakukan berdasarkan analisis data spektroskopi (UV, IR, NMR, MS). Hasil uji bioaktivitas senyawa hasil isolasi untuk aktivitas sitotoksiknya terhadap sel murine leukemia P388, sel HCT 116 (kanker usus besar) dan sel A549 (adenokarsinoma paru-paru), terlihat bahwa infektokaryon (1) dan kriptokaryon (2) menunjukkan aktivitas sitotoksik yang sangat kuat terhadap sel murine leukemia P388 dan sel HCT 116.   Cryptocarya is one of the large genera of Lauraceae and growing in tropical and subtropical regions. This genus is known to be a rich source of flavonoids, alkaloids, pyrones, and triterpenes. As part of our chemical and biological evaluation of the Cryptocarya spesies growing in Indonesia, we examined C. phoebeopsis collecting from Sorong, Papua, Indonesia. Our investigation of chemical constituents on this species afforded five chalcone compounds namely infectocaryone (1), cryptocaryone (2), kurzichalcolactone A (3), B (4) and chalcocaryanone C (5). The structures of these compounds were elucidated based on spectroscopic analysis (UV, IR, NMR, MS). On biological evaluation of these compounds for their cytotoxic activity against murine leukemia P388 cells, HCT 116 (colon cancer) cell line and A549 (Human lung adenocarcinoma epithelial) cell line. it was found that infectocaryone (1) and cryptocaryone (2) exhibited strong inhibition activities against murine leukemia P388 cells and HCT 116 cell line. KeywordsCalkon, Cryptocarya phoebeopsis, Sel Murine Leukemia P388, Sel HCT 116 dan Sel A549
N-METIL LAUROTETANIN DAN BOLDIN, DUA SENYAWA TURUNAN ALKALOID APORFIN DARI Cryptocarya tawaensis Merr (Lauraceae) Kurniadew, Fera; Syah, Yana M.; Juliawaty, Lia D.; Hakim, Euis H.
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 1 No 2 (2011): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 1 Nomor 2 Desember 2011
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.961 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.012.02

Abstract

Cryptocarya  (Lauraceae),  yang  dikenal  dengan  nama  daerah  â??medangâ?  merupakan  salah  satu  kelompok tumbuhan  endemik  hutan  tropik  Indonesia.  Kelompok  tumbuhan  ini  secara  fitokimia  merupakan  penghasil metabolit sekunder golongan alkaloid, α-piron, flavonoid dan triterpen. Berkaitan dengan hal tersebut di atas, kajian fitokimia terhadap senyawa alkaloid dari spesies Cryptocarya tawaensis  Merr (Lauraceae) belum pernah dilaporkan  sebelumnya.  Hasil  penelitian  terhadap  spesies  ini  telah  berhasil  diisolasi  dan  diidentifikasi  dua senyawa turunan alkaloid aporfin, yaitu N-metillaurotetanin (1) dan  boldin (2), dimana struktur molekul kedua senyawa  tersebut  ditetapkan    berdasarkan  sifat  fisika,  data  spektroskopi  UV,  IR,  1H-NMR  dan  serta perbandingan dengan data senyawa standar yang telah dilaporkan. Senyawa 1 pernah dilaporkan sebelumnya dari spesies C. longifolia, sementara senyawa 2 baru pertama kali ditemukan dalam tumbuhan Cryptocarya. Berdasarkan penemuan kedua senyawa tersebut, dapat disimpulkan bahwa C. tawaensis dapat dikelompokkan ke dalam tumbuhan Cryptocarya penghasil alkaloid. Kata kunci: Alkaloid, Aporfin, N-metil laurotetanin, boldin, Cryptocarya tawaensis  Merr, Lauraceae