Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH SUHU TERHADAP PERKEMBANGAN PRADEWASA PARASITOID ERIBORUS ARGENTEOPILOSUS CAMERON (HYMENOPTERA: ICHNEUMONIDAE) Nelly, Novri; Habazar, Trimurti; Syahni, Rahmat; Buchori, Damayanti
Jurnal Natur Indonesia Vol 13, No 3 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.996 KB) | DOI: 10.31258/jnat.13.3.250-255

Abstract

Temperature effect on development time of the preadult parasitoid Eriborus argenteopilosus Cameron(Hymenoptera: Ichneumonidae) were studied to know development time, degree days and survival rate.Crocidolomia pavonana (Fabricius)(Lepidoptera: Pyralidae) larvae was exposed to E. argenteopilosus female andreared at four different temperatures i.e 160C, 200C, 250C and 300C. Data were analyzed using anova and linearregression to calculate degree day. At 200C E. argenteopilosus showed the highest degree day and survival rate(18.67 %), while at 300C nothing adult parasitoid emergenced. Degree day to development time of parasitoid attemperature 200C i.e fase egg-adult: 300.05; egg-pupae 173.35; pupae-adult 171.
KETERGANTUNGAN MASYARAKAT TERHADAP KAWASAN TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT PASCA PELAKSANAAN KEGIATAN KONSERVASI TERPADU Rahmat, Mamat; Helmi, Helmi; Syahni, Rahmat
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2006.3.3.191-204

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis dampak dari pelaksanaan program Integrated Conservation and Development Project (ICDP) pada kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Program ICDP dalam pengelolaan TNKS telah dimulai sejak tahun 1998 dan berakhir pada tahun 2002. Pertanyaan utama yang diajukan adalah apakah pelaksanaan program ICDP dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sumberdaya di dalam kawasan TNKS dan sejauh mana pengaruh program ICDP serta faktor faktor-faktor sosial ekonomi lainnya terhadap pendapatan masyarakat, baik pendapatan dari sumberdaya di dalam kawasan TNKS maupun pendapatan dari luar kawasan TNKS sebagai alternatif pola pengembangan kedepan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Napal Licin dan Desa Pulau Kidak, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas, Propinsi Sumatera Selatan yang termasuk desa-desa penyangga TNKS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program ICDP tidak dapat menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kawasan TNKS, terutama terhadap lahan perladangan. Pelaksanaan program ICDP belum mampu menurunkan pendapatan masyarakat dari dalam kawasan TNKS, disamping itu juga belum mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dari luar kawasan TNKS. Dalam rangka melaksanakan kegiatan konservasi TNKS, maka kegiatan perladangan di dalam kawasan TNKS harus dihentikan. Sebagai kompensasinya disarankan untuk meningkatkan akses masyarakat dalam pemanfaatan zona pemanfaatan khusus TNKS secara legal sebagai alternatif mata pencaharian masyarakat yang tidak mengakibatkan kerusakan kawasan TNKS tetapi memiliki nilai ekonomi tinggi.  Pola penanaman karet secara tradisional (non intensif) pada zona pemanfaatan khusus merupakan pilihan yang lebih baik dalam rangka pelestarian kawasan TNKS dan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
FUNCTIONAL RESPONSE OF THE PARASITOID ERIBORUS ARGENTEOPILOSUS (CAMERON) TO CROCIDOLOMIA PAVONANA (FABRICIUS) UNDER DIFFERENT TEMPERATURE NELLY, NOVRI; HABAZAR, TRIMURTI; SYAHNI, RAHMAT
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 12 No. 1 (2005): March 2005
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.271 KB) | DOI: 10.4308/hjb.12.1.17

Abstract

The functional response of the parasitoid Eriborus argenteopilosus (Cameron) (Hymenoptera: Ichneumonidae) were studied using Crocidolomia pavonana (Fabricius) (Lepidoptera: Pyralidae) larvae as host at different densities. All larvae were exposed to one E. argenteopilosus female for three hours at three different temperatures, i.e 20 oC, 25 oC, and 30 oC. Data were analyzed using logistic regression to determine the type of functional response. At 20 oC E. argenteopilosus showed type II functional response, while at 25 oC and 30 oC the functional response is type III. Based on surface analysis, the optimal parasitism rate occurred at 22.24 oC with 10.12 larvae parasitized/hour. The larvae density to achieve optimal parasitism rate was 69.38 larvae. The optimal oviposition rate was 12.59 eggs/hour which occurred at 24.41 oC, using a density of 94.54 larvae.
PERBANDINGAN PENDUGA ORDINARY LEAST SQUARES (OLS) DAN GENERALIZED LEAST SQUARES (GLS) PADA MODEL REGRESI LINIER DENGAN REGRESOR BERSIFAT STOKASTIK DAN GALAT MODEL BERAUTOKORELASI Iswati, Helmi; Syahni, Rahmat; ., Maiyastri
Jurnal Matematika UNAND Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendugaan parameter model regresi linier pada analisis regresi linier, biasanyadilakukan dengan metode penduga OLS. Penduga OLS harus memenuhi asumsi-asumsistatistik yang disebut dengan asumsi klasik. Jika asumsi tidak dipenuhi, maka akanmenghasilkan kesimpulan yang tidak valid sehingga penduga OLS tidak bisa digunakanlagi dalam melakukan pendugaan parameter. Oleh karena itu diperlukan metode pendugaan lain untuk memperoleh hasil yang valid yaitu penduga GLS. Pelanggaran asumsidiantaranya terdapat autokorelasi pada galat model dan regresor bersifat stokastik.Adanya autokorelasi dengan regresor bersifat stokastik dilihat melalui simulasi MonteCarlo dengan ukuran sampel, koefisien autokorelasi dan ulangan yang bervariasi. Selainitu, pendugaan parameter juga dievaluasi melalui beberapa kriteria yaitu nilai AbsolutBias, Varian dan MSE. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semakin bertambahnya ukuran sampel mengakibatkan kriteria penduga parameter semakin kecil. Sementara itu,ulangan yang tinggi yang dilakukan pada simulasi ini tidak mempengaruhi kriteria penduga parameter. Pada pendugaan parameter model untuk semua penduga, penduga GLSlebih efisien dan stabil dibanding dengan penduga OLS kecuali untuk koefisen autokorelasi −0.5 ≤ ρ ≤ −0.25 dan ρ = 0.5 pada βb1 , dan ρ = −0.25 pada βb2.
RESPONS PERMINTAAN PANGAN TERHADAP PERTAMBAHAN PENDUDUK DI SUMATERA BARAT Khairati, Rusda; Syahni, Rahmat
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Balitbang Provinsi Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.177 KB)

Abstract

The objective of this research is to estimate the demand response ofmain food (rice, meat, egg, and milk) to population increasein West Sumatera.To achieve this objective, we use multiple regression analysis using secondary data of West Sumatera from 2002 to 2013. In this case we use  the product price, total population, and per kapita income asindependent variabels; and food demand as dependent variabel. The result shows that only total population significantly influence the demandon rice, meat, eggs, and milk, with coefficient of response8% for rice; 2.95% for meat; 4.37% for eggs, and14.03% for milk.These numbers shows that the demand on food is very elastic to the increase of total population. It means that the 1% increase on total population, would increase about 8% demand on rice; about 2.95% demand on meat; 4.37% demand on eggs, and 14.03% demand on milk.