p-Index From 2015 - 2020
10.363
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Ilmu Pendidikan Maspari Journal SAINTEK PERIKANAN JURNAL GIZI INDONESIA TORANI Jurnal Perikanan dan Kelautan Jurnal Agrista Jurnal Biologi Edukasi Jurnal Rekayasa Elektrika Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan REKA ELKOMIKA Jurnal Pendidikan Sains EDUSAINS Jurnal Pendidikan Indonesia Jurnal Buana Informatika Maspari Journal Pendidikan Matematika Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan LEMMA: Letters Of Mathematics Education Journal of Educational Science and Technology Jurnal BioWallacea Karya Ilmiah Teknik Elektro Jurnal Tataloka ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Padjadjaran Journal of Dentistry JURNAL ENGGANO Informatika Mulawarman LENTERA: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Jurnal Akuntansi dan Pembangunan (JAKTABANGUN) Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal PRIMARY EDUCATION JOURNAL (PEJ) Indonesian Journal of Chemistry TECHSI - Jurnal Teknik Informatika Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) JOURNAL OF APPLIED LINGUISTICS AND LITERATURE Jurnal KATA : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal Ilmiah Dikdaya Greget : Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Tari Jurnal Hilirisasi IPTEKS Proceedings of ISELT FBS Universitas Negeri Padang Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Gentala Pendidikan Dasar Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi JURNAL PERIKANAN TROPIS PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Ners Jurnal Bisnis Tani
Articles

Found 22 Documents
Search
Journal : REKA ELKOMIKA

PEMODELAN DAN SIMULASIAUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR UNTUK GENERATOR SINKRON 3 KVA BERBASIS PROPORTIONAL INTEGRAL ALAM, ABD. ASHAL; SYAHRIAL, SYAHRIAL; TARYANA, NANDANG
REKA ELKOMIKA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1452.208 KB)

Abstract

ABSTRAK Beberapa yang menjadi indikator kualitas pada sistem tenaga listrik adalah kestabilan frekuensi dan tegangan. Kestabilan sistem tenaga listrik merupakan kemampuan sistem untuk kembali bekerja normal setelah mengalami suatu perubahan beban.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan desain pengendali PI digital untuk regulasi tegangan generator sinkron. Diperlukan suatu model dari generator untuk diintegrasi dengan instrument AVR berbasis pengendali PI, sehingga AVR yang dihasilkan dapat memenuhi kriteria. Kondisi steady state pada simulasi ini tercapai saat 1,86 detik pada saat generator dibebani tanpa menggunakan AVR dan kontrol P.I. Saat beban nol tanpa kontrol P.I keadaan stady state dicapai saat 0,15 detik dan pada saat beban penuh tanpa kontrol P.I keadaan steady state dicapai saat 1,2 detik. Kondisi stady state pada simulasi ini tercapai saat 1,86 detik pada saat generator dibebani tanpa mengguankan AVR menggunakan kontrol P.I. Saat beban nol dengan  kontrol P.I keadaan stady state dicapai saat 0,12 detik dan pada saat beban penuh dengan kontrol P.I keadaan steady state dicapai saat 0,6 detik.   Kata Kunci :SIMULINK, tegangan, eksitasi, penyearah, permodelan, AVR, pengendali PI, transient. ABSTRACT Some of quality condition indicators electric power system are frequency and voltage stability. The stability of the electric power system is the ability of the system for return to normal condition after experiencing a change in load. This research aimed to design a digital PI controller for synchronous generator voltage regulation. It was needed a model of the generator to be integrated with AVR instrument based on PI controller. The steady state condition in this simulation was achieved in 1.86 seconds, when the generator was loaded without using AVR and PI controller. When the load was zero without P.I control, the steady state was is achieved in 0.15 seconds and at full load without PI controller, the steady state was achieved when 1.2 seconds. The steady state condition in this simulation was achieved when 1.86 seconds when the generator was loaded without AVR using PI controller. When the load was zero with, PI controller was, the steady state achieved at 0.12 seconds and at the full load with PI controller, the steady state was achieved at 0.6 seconds. Keywords: SIMULINK, voltage, excitation, rectifier, modeling, AVR, PI controllers, transient.
PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM PENGISIAN BATERAI 12 VOLT 45 AH PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PIKOHIDRO DI UPI BANDUNG BUDIMAN, WILDAN; HARIYANTO, NASRUN; SYAHRIAL, SYAHRIAL
REKA ELKOMIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1206.916 KB)

Abstract

ABSTRAK   Aliran air sungai yang berada di UPI Bandung, telah dimanfaatkan untuk pembangkit pikohidro. Pembangkit tersebut menghasilkan daya 100 Watt dan digunakan untuk sistem penerangan dengan menggunakan lampu pijar atau lampu hemat energi. Pada penelitian ini telah dicoba memanfaatkan listrik tersebut untuk sistem pengisian baterai, dimana dirancang dan direalisasikan suatu alat untuk mengisi baterai dengan tegangan charging 14,2 Volt dan arus pengisian maksimal 4,5 Ampere yang bersumber dari pembangkit pikohidro. Metode pengisian yang digunakan adalah metode pengisian lambat, yaitu suatu pengisian baterai dengan memberikan arus pengisian 1/10 dari kapasitas baterai, sehingga memperpanjang usia baterai. Perancangan yang dihasilkan yaitu battery charger yang terdiri dari rangkaian penyearah arus, IC regulator tegangan LM338 dan rangkaian komparator IC LM741 sebagai pemutus arus pengisian. Jenis baterai yang digunakan adalah Lead Acid dengan tegangan 12 Volt dan kapasitas 45 Ah yang digunakan untuk penerangan ruangan menggunakan lampu LED (Light Emiting Diode) 12 Volt. Lama pengisian baterai Lead Acid 45 Ah adalah 12 Jam dengan tegangan awal 11,7 Volt, kemudian berhenti di 12,8 Volt dan arus pengisian menurun dari 3,9 Ampere menjadi 0,3 Ampere, sedangkan lama pembebanan 12 jam dengan tegangan awal 12,1 Volt dan 11 Volt tegangan saat kapasitas baterai telah kosong untuk arus beban 3 Ampere. Kata kunci : Battery Charger, Regulator , Komparator, Pikohidro, Lampu LED.   ABSTRACT   The water flow from the river which was in UPI Bandung, has been used for pikohidro power plant. The plant produced 100 Watts of power and used for lighting system using bulb lamp or fluorescent lamp. In this study it has been tested to utilize that electricity for the battery charging system, where designed and realized a device to charge the battery with a charging voltage of 14.2 Volts and 4.5 Amperes maximum charging current which sourced from pikohidro power plant. The charging method was used a slow charging, which was the battery charging with providing charging current one tenth of the battery capacity, so it can extend the battery life. The designing of battery charger consisted of a rectifier, IC LM338 as a voltage regulator and IC LM741 comparator circuit as a circuit breaker charging. The type of used batteries was Lead Acid with 12 Volts voltage and 45 Ah capacity used for an indoor lighting using LED (Light Emiting Diode) lamp 12 Volt. The time of charge for Lead Acid batteries for 45 Ah were 12 hours with the initial voltage of 11.7 volts, then it stopped at 12.8 Volts and the charging current decreased from 3.9 to 0.3 Amperes, while the time of discharge were 12 hours with the initial voltage of 12.1 Volts, and 11 volts voltage when the battery capacity was empty for the load current of 3 Amperes.   Keywords: Battery Charger, Regulator, Comparator, Picohydro, LED Lamp.
PENENTUAN SETTING RELE ARUS LEBIH GENERATOR DAN RELE DIFERENSIAL TRANSFORMATOR UNIT 4 PLTA CIRATA II ISTIMAROH, ANAA; HARIYANTO, NASRUN; SYAHRIAL, SYAHRIAL
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.174 KB)

Abstract

ABSTRAK Generator dan transformator adalah dua peralatan utama untuk menghasilkan listrik. Dalam pengoperasiannya tidak selalu berjalan normal, melainkan kadang-kadang terjadi gangguan yang mengakibatkan keandalannya berkurang dan apabila tidak segera diatasi dapat mengganggu kerja sistem bahkan kerusakan pada peralatan tersebut. Oleh karenanya dibutuhkan yang disebut dengan proteksi. Dari sini akan dibahas bagaimana cara proteksi generator terhadap gangguan arus lebih dan proteksi transformator terhadap kemungkinan terjadinya gangguan hubung singkat. Gangguan yang dimaksudkan adalah gangguan dari arus hubung singkat yang berada pada wiring diagram generator unit 7 dan 8 pada transformator unit 4 cirata II. Untuk mempermudah perhitungan dan analisa gangguan, sistem ini disimulasikan menggunakan software dan menghitung manual. Rele proteksi yang digunakan dan di setting adalah rele arus lebih dan rele diferensial. Rele ini berfungsi memproteksi arus gangguan terhadap fasa-tanah, fasa-fasa, dan fasa-fasa tanah. Dengan mengetahui arus gangguan tersebut, maka diperoleh setting rela arus lebih generator dengan arus yang melewati rele 2,65 A dan waktu delay 0,068 detik. Sedangkan pada rele diferensial transformator, dengan cara yang sama diperoleh arus diferensial sebesar 14,01 A. Kata kunci : Gangguan hubung singkat, sistem proteksi, over current relay, relay differensial, generator, transformator.   ABSTRACT Generators and transformers are the two main tools to generate electricity. In normal operation does not always work, but sometimes it happens disorders (abnormal) resulting in reduced reliability and if not addressed can interfere with the system even damage to the equipment. Therefore, it takes the so-called protection.In this thesis, we discuss how to protect the generator against overcurrent interruption. Disorder is a disorder of the intended short-circuit current is the wiring diagram of generator units 7 and 8 on the transformer unit 4 Cirata II. To simplify the calculation and analysis of interference, the system is simulated using software. Protection relays are used or in the setting is over current relays and differential relays. Relay serves to protect against fault current phase-ground, phase-phase and phase-ground phase.By knowing short circuit currents, over current relay is 2,65 A and time dial 0,068 detik. Otherwise at differensial relay transformers with the same calculating, differensial relay currents value is 14,01 A. Keywords: Short circuit, system protection, over current relays, differential relays, generators and transformers.
PERANCANGAN DAN REALISASI KONVERTER JEMBATAN PENUH SEBAGAI PENGATURAN KECEPATAN PUTARAN MOTOR BERBASIS MICROCONTROLLER ATMEGA 8535 WAHYUDI, WAHYUDI; SYAHRIAL, SYAHRIAL; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.37 KB)

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi yang sangat pesat, membuat peralatan elektronik banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Peralatan elektronik tersebut membutuhkan sumber tegangan DC, salah satunya. Konverter dc-dc merupakan alat yang berfungsi untuk meregulasi tegangan dc statis menjadi tegangan dc yang variabel. Konverter jembatan penuh ini dirancang menggunakan trafo centre tap dimana nilai tegangan masukan dinaikkan hingga 2,5 kali, setelah itu disearahkan dengan diode MUR1560 sehingga tegangan yang diterima oleh beban adalah tegangan dc. Beban yang digunakan dalam penelitian ini adalah motor dc magnet permanen dengan daya ½ HP dimana untuk mengatur kecepatan motor magnet permanen ini adalah dengan mengatur lebar pulsa (duty cycle) sinyal PWM (Pulse Widht Modulation) yang dihasilkan dari generator sinyal berupa mikrokontroler ATmega8535. Metode yang digunakan dalam proses switching PWM adalah dengan metode Phase Correct PWM. Pembangkit sinyal dengan mikrokontroler ATmega8535 serta rangkaian optocoupler sebagai rangkaian proteksi antara rangkaian kontrol dengan rangkaian daya. Penggunaan komponen switching dan komponen pasif linier serta transformator center tap akan mempengaruhi hasil tegangan keluaran pada perancangan ini penulis melakukan pengamatan dari duty cycle 5% sampai 20% dan menghasilkan tegangan 12,44 V sampai 19 V dengan kecepatan motor 2654 rpm. Hal ini dikarenakan adanya induktansi bocor yang terjadi pada trafo penaik tegangan. Kata Kunci : Konverter, dc chopper, mikrokontroller ATmega8535, PWM, optocoupler.   ABSTRACT The rapid developments of technology makes electronic equipment are mostly used in daily activities. An example for this case is that electronic device requiring DC voltage. A dc to dc converter is an instrument that serves regulating static dc voltage into a DC voltage variable. A full bridge converter was designed using center trap trafo where the income voltage value was increased until 2,5 times after rectified with MUR1560 diode, so that the voltage recieved by the load was dc voltage. The used load in this research was ½ HP power permanent magnetic dc motor, to adjust the speed of permanent magnetic motor with adjusting the pulse widht (duty cycle) PWM signal resulting from signal generator, such as Atmega 8535 microcontroller. The used method in PWM switching process was PWM phase correct method. The signal generator with Atmega8535 microcontroller and optocoupler serie as the protection series between the control and power. The using of switching component, linear passive component and center tap transformator would influence the outcome result voltage in this design. The author conducted the testings from 5% to 20% of duty cycle, and generated the voltage of 12,44 to 19 V, with 2654 rpm motor speed. This case was caused by a leakage inductance in the step up transformer. Keywords: switching type of full bridge converter, microcontroler Atmega 8635, phase correct PWM, optocoupler series.
ANALISIS MOTOR RELUKTANSI TIPE SWITCHED RELUCTANCE MOTOR DENGAN SUMBER TIGA FASA TRIAJI, RYAN AGUNG; HARIYANTO, NASRUN; SYAHRIAL, SYAHRIAL
REKA ELKOMIKA Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1386.802 KB)

Abstract

Abstrak Switched Reluctance Motor (motor SR) merupakan motor kutub ganda yang memiliki beberapa kelebihan seperti struktur yang sederhana dengan konstruksi tanpa belitan di sisi rotor dan  tanpa menggunakan magnet permanen. Untuk melakukan penelitian maka telah dirancang motor switch reluktansi dengan diberi sumber tiga fasa. Pada perancangan dari stator menggunakan bahan letter E tipe M19, dan sedangkan pada rotor menggunakan bahan besi. Pada penelitian motor switch reluktansi ini dilakukan dengan mengatur besaran frekuensi secara bertahap berdasarkan kecepatan putaran generator. Dari hasil percobaan motor didapat bahwa kecepatan putaran rotor sebesar 588 rpm, dengan besaran jalur fluks magnetik yang melalui motor sebesar 8,03 x 10-3 Wb. Kata kunci : Motor SR, 3 Fasa, Putaran Rotor, fluks magnetik Abstract Switched reluctance motors (SR motors) are doubly salient pole which have some advantages such as simple structure with construction without winding on the rotor side and without use permanent magnet. To conduct the study, it has been designed a switch reluctance motor with a three-phase source. The design of the stator used material E letter M19 type, and the rotor used iron material. The switch reluctance motor research was done by adjusting the frequency gradually by the rotation of generator. From the motor testing, it was yielded the speed of rotor rotation on the switched reluctance motor was 588 rpm and the paths magnetic flux through on the switched reluctance motor was 8.03 x 10-3 Wb. Keywords : Motor SR, 3 Phase, Rotation Rotor, flux magnetic
ANALISIS PEMILIHAN PENTANAHAN TITIK NETRAL GENERATOR PADA PLTMH 2 X 4,4 MW NUA AMBON AGRISELIUS, ASYER; SYAHRIAL, SYAHRIAL; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.133 KB)

Abstract

Abstrak Pentanahan titik netral generator pada pembangkit tenaga listrik sangat penting dalam hal proteksi peralatan dari gangguan hubung singkat ke tanah, pengamanan terhadap manusia dan penyaluran daya listrik, oleh karena itu diperlukan perhitungan dan perancangan agar generator dapat terproteksi jika terjadi gangguan hubung singkat ke tanah. Dalam penelitian ini, untuk menentukan jenis pentanahan titik netral generator dengan kapasitas 2 x 4,4 MW maka dilakukan perhitungan dan simulasi gangguan hubung singkat 3 phasa ke tanah, gangguan hubung singkat 1 phasa ke tanah, pemilihan metoda pentanahan titik netral generator, perhitungan tegangan sentuh dan perhitungan tegangan langkah. Dimana jenis pentanahan yang dipilih adalah pentanahan dengan tahanan yaitu 72 ?, sedangkan model pentanahan yang dipilih untuk pengamanan area pembangkit adalah pentanahan menggunakan grid dengan jumlah batang konduktor yang terpasang = 12 batang, sehingga diperoleh Es sebenarnya = 225,3 Volt lebih kecil dari nilai Es yang diizinkan = 730,5 Volt dan El yang sebenarnya = 102,6 Volt lebih kecil dari nilai El yang diizinkan = 2429,7 Volt. Dengan demikian design pentanahan yang dilakukan telah memenuhi persyaratan. Pembahasan ini berdasarkan perhitungan dan simulasi menggunakan batasan-batasan yang terdapat dalam teori. Kata kunci: Pentanahan, Generator 2 x 4,4 MW, Gangguan Hubung Singkat,  Es,  El, Sistem Grid, Konduktor Abstract Neutral grounding Generator point on the power plant is very important in terms of equipment protection from short circuit to ground disturbance, human security and distribution of electrical power, therefore the necessary calculations and design so that the generator can be protected in the event of a short circuit fault to ground. In this study, to determine the type of grounding the neutral point of the generator with a capacity of 2 x 4.4 MW, the calculation and simulation of 3-phase short circuit fault to ground, short circuit interruption 1 phase to ground, the selection method of grounding the generator neutral point, touch voltage calculation and calculation of the voltage step. Where grounding type chosen is grounded with a resistance that is 72 ?, while grounding the model chosen for securing the grounding area using a grid generation is the number of conductor bars are attached = 12 rods, in order to obtain the actual Es = 225.3 volts less than the value of Es which allowed = 730.5 Volts and actual El = 102.6 volts less than the allowable value of El = 2429.7 Volt. Thus the grounding design has been undertaken to meet the requirements. This discussion is based on calculations and simulations use restrictions contained in the theory. Keywords: Grounding, Generator 2 x 4.4 MW, Short-circuit Disorders, Es, El, Grid Systems, Conductor
PERHITUNGAN SETTING RELE OCR DAN GFR PADA SISTEM INTERKONEKSI DIESEL GENERATOR DI PERUSAHAAN “X “ NOVA, TIRZA; SYAHRIAL, SYAHRIAL
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.46 KB)

Abstract

ABSTRAK Terdapat suatu permasalahan utama dari sistem daya yaitu adanya gangguan arus hubung singkat. Sehingga diperlukan alat pengaman yang dapat merespon dengan cepat, fleksibel dan handal. Jenis pengaman yang digunakan untuk mengatasi arus lebih diantaranya Over Current Relay (OCR) dan Ground Fault Relay (GFR). Rele tersebut bekerja dengan membaca masukan  berupa  besaran  arus  kemudian membandingkannya  dengan  nilai  setting. Pada setting rele juga diterapkan waktu tunda agar terjadi koordinasi terhadap rele yang lainnya. Hasil yang didapat membuktikan bahwa dengan menggunakan sistem koordinasi OCR dan GFR yang diterapkan, mampu mengatasi arus hubung singkat pada sistem daya listrik. Hal tersebut juga dapat dilihat dari kurva karakteristik OCR dan GFR  yang digunakan. Kata kunci : hubung singkat, rele OCR, rele GFR ABSTRACT There is a major problem of the existence of the power system short-circuit current interruption. So that the necessary safety equipment must be able to respond quickly, flexibly and reliably. Type of security used to overcome such Over Current Relay (OCR) and Ground Fault Relay (GFR). Relay works by reading the input of the amount of current and compares the value of setting. On the relay setting  a delay time is also applied to enable the coordination of the other relays. The results show the  OCR and GFR coordinate system is able to protection of the short-circuit currents in electrical power systems. It can also be seen from the characteristic curve generated from both of relay. Keywords: short circuit, OCR relay, GFR relay
PERANCANGAN DAN REALISASI PEMBANGKIT KORONA DENGAN SUMBER DC DARI BATERAI 12 VOLT DC MENGGUNAKAN FLYBACK CONVERTER NURENDI, DERI MUHAMAD; WALUYO, WALUYO; SYAHRIAL, SYAHRIAL
REKA ELKOMIKA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.334 KB)

Abstract

ABSTRAK Korona merupakan lucutan elektrostatik yang disebabkan oleh ionisasinya fluida yang mengelilingi sebuah konduktor, yang terjadi saat gradien potensial (kekuatan medan listrik) melebihi nilai tertentu, tapi kondisinya tidak cukup untuk menimbulkan busur elektrik. Tegangan tinggi untuk pembangkit korona akan dibangkitkan menggunakan flyback converter. Oleh karena itu dirancanglah rangkaian pembangkitan tegangan tinggi menggunakan flyback converter dengan menggunakan 4 variasi tegangan yang bersumber dari baterai 12 VDC. Dengan jarak antar konduktor 0,1 cm, maka dari 4 variasi tegangan didapatkan korona. Variasi tegangan pertama menghasilkan 3656 VDC dengan medan listrik 36,56 KV/cm menghasilkan discharge current berkisar 0,005 A. Variasi tegangan kedua menghasilkan 4487VDC dengan medan listrik 44,87 KV/cm menghasilkan discharge current berkisar 0,010 A. Variasi tegangan ketiga menghasilkan 6582 VDC dengan medan listrik 65,82 KV/cm menghasilkan discharge current berkisar 0,015 A. Variasi tegangan keempat menghasilkan 7049 VDC dengan medan listrik 70,9 KV/cm menghasilkan discharge current berkisar 0,015 A. Kata Kunci : korona discharge, medan listrik, flyback, variasi tegangan, ozon ABSTRACT An electrostatic corona discharge caused by the ionization of fluid surrounding a conductor, which occurred when the potential gradient (electric field strength) exceeds a certain value, but conditions are not enough to cause an electric arc. A high voltage would be generated using a flyback converter. This, a corona generating circuit was designed using a flyback converter using four variations of voltage coming from the battery 12 VDC. With a distance of 0.1 cm between the conductors, the voltage variation was obtained the corona. In the first variation, it produced a voltage of 3656 VDC with the electrical field 36.56 kV / cm and the generate discharge current of 0.005 A. The second voltage variation produced a voltage of 4487 VDC with the electrical field 44.87 kV/cm and the generated discharge current of  0.010 A. The third voltage variation generated a voltage of  6582 VDC with the electrical field 65.82 KV / cm and generated discharge current of 0.015 A. The fourth voltage variation produced a voltage 7049  VDC with the electrical field 70.39 kV/cm and the  generate discharge current of  0.015 A. Keywords: corona discharge, electric field, flyback, voltage variations, ozone
PERANCANGAN SISTEM PENTANAHAN TITIK NETRAL TRANSFORMATOR DAN SETTING RELE GANGGUAN 1 FASA KE TANAH PADA JARINGAN TRANSMISI 20 KV PLTMH NUA AMBON RAGIL, YUDHO; SYAHRIAL, SYAHRIAL; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dengan semakin berkembangnya sistem tenaga listrik baik dalam ukuran jarak (panjang) daya yang dikirim maupun tegangan, maka diperlukan sistem pengaman yang handal untuk menjaga kelangsungan pengiriman daya dari sumber ke beban. Jaminan ketersediaan pengiriman daya dapat lebih baik dengan cara memperbaiki desain sistem proteksi pada saat sistem mengalami gangguan.Jenis gangguan yang sering terjadi pada sistem distribusi yang menggunakan saluran udara yaitu hubung singkat satu fasa ke tanah.Maka dari itu, salah satu upaya membatasi arus gangguan yang dapat menimbulkan kerusakan pada peralatan utama, dipasanglah sistem pentanahan pada transformator.Pengaman sistem tersebut, digunakan pemutus dengan rele tanah untuk gangguan hubung singkat fasa ke tanah. Laporan penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan besar sistem pentanahan yang selanjutnya dipakai untuk menghitung setting rele gangguan fasa ke tanah pada penyulang 20 kV di PLTMH Nua Ambon dengan menghitung besar arus hubung singkat. Untuk mendapatkan kriteria yang diinginkan, maka dilakukan perancangan pentanahan dan setting rele gangguan ke tanah dengan melakukan  perhitungan dan simulasi untuk mendapatkan waktu kerja rele yang baik, sehingga gangguan yang terjadi tidak merusak peralatan listrik. Hasil yang diperoleh dibandingkan dengan hasil simulasi. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai pentanahan transformator sebesar 72,73 ohm dengan mengacu 10% dari arus nominalnya terhadap dua pembangkit. Hasil simulasi rele untuk gangguan pada jarak 25% didapat waktu operasi rele memutuskan CB 1 yaitu 0,664 detik dengan arus 308 Ampere, pada jarak 50% didapat waktu operasi rele memutuskan CB 1 yaitu 0,717 detik dengan arus 295 Ampere, pada jarak 75% didapat waktu operasi rele memutuskan CB 1 yaitu 0,784 detik dengan arus 281 Ampere dan pada bus GH Waipia didapat waktu operasi rele memutuskan CB 1 yaitu 0,871 detik dengan arus 268 amper. Kata Kunci : Hubung singkat satu fasa, pentanahan, setting rele, simulasi, transformator ABSTRACT By the development of electric power systems, both in the size of the distancetransmitted power and voltage, it was needed a reliable security system for maintaining the continuity of power delivery from the source to the loads.Guarantee the availability of power delivery could be better by improving the design of protection system during the system crash. This type of disorder that often occurs inthe distribution system that uses air ducts are short circuited one phase to ground. Therefore, one attempts to limit fault currents can cause damage to major equipment,grounding system was installed on the transformer. The protection system, installed breaker with rele ground to phase short circuit to ground. The research aimed to get the value of grounding systems then used to calculate the rele setting phase to ground disturbance at 20 kV feeders in mini hydro electric power plant Nua Ambon by calculating the short-circuit current.To obtain the desired criteria, it was designed grounding and setting rele disturbance to the ground by performing calculations and simulations to gain the good working time rele, so that the disturbance did not damage the electrical equipment. The results were compared to the simulation results. The results of research was obtained the values of 72.73 ohm grounding transformers with reference to 10% of the nominal current of the two sources. The simulation results for the disturbance at the distance 25% obtained the operating time reletripped CB 1 was 0.664 seconds with 308 Ampere, at the distance of 50% obtained the operating time reletripped CB 1 was 0.717 seconds with 295 Ampere, at the distance of 75% obtained the operating time reletripped CB 1 was 0.784 seconds with 281 Ampere and the bus GH Waipia obtained the operating time reletripped CB 1 was 0.871 seconds with 268 Ampere. Keywords : Single phase short circuit, grounding, setting rele,simulation, transformer
PERANCANGAN MODIFIKASI AIR CONDITIONER DAN PENERAPAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) SEBAGAI SUMBER CATU DAYA PEANUS, ARIAN DWI; HARIYANTO, NASRUN; SYAHRIAL, SYAHRIAL
REKA ELKOMIKA Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.611 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada saat ini, lebih dari 10 persen energi listrik dikonsumsi dalam bentuk DC dan diperkirakan di masa yang akan datang banyak peralatan elektronik menggunakan sumber arus DC. Dengan demikian modifikasi air conditioner (AC) dengan mengganti motor fan unit indoor dan outdoor dengan motor DC sehingga air conditioner (AC) bersumber DC dan penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber catu daya akan sangat penting. Dari pengujian dan pengukuran untuk keseluruhan unit air conditioner (AC), daya yang digunakan air conditioner (AC) sebelum modifikasi 282,2 watt dan setelah modifikasi 263,63 watt. COP (Coefficient Of Performance) air conditioner (AC) setelah dimodifikasi adalah 3,49. Asumsi penggunaan air conditioner (AC) 6 jam, kapasitas modul surya yang dibutuhkan untuk tegangan sistem 12 volt adalah 22 Wp dan untuk tegangan sistem 24 volt adalah 612 Wp. Kapasitas baterai yang diperlukan untuk tegangan sistem 12 volt adalah 7,6 Ah dan untuk tegangan sistem 24 volt adalah 299 Ah. Kata Kunci: Air conditioner (AC), Motor DC, PLTS ABSTRACT At this time, more than 10 percent of the electrical energy is consumed in the form of DC and expected future many electronic devices use DC current source. Thus, the modification of the air conditioner (AC) by replacing the fan motor of indoor and outdoor units with DC motors so that air conditioner (AC) DC source and application of Solar Power Plant (SPP) as a source of power supply is very important. Test and measurement data for the overall unit air conditioner (AC), power used by air conditioner (AC) before modification was 282,2 watts and after modification was 263,63 watts. COP (Coefficient Of Performance) air conditioner (AC) after modified was 3,49. Assuming the use of air conditioner (AC) was 6 hours, the capacity of solar modules required for system voltage of 12 volts was 22 Wp and 24 volt system voltage was 612 Wp. The battery capacity required for the system voltage was 12 volts 7.6 Ah and for 24 volt system voltage was 299 Ah. Key word: Air conditioner (AC), Motor DC, SPP
Co-Authors ABD. ASHAL ALAM, ABD. ASHAL Adelina Meria Uli Sagala, Herlina ADITYA FITRIANSYAH Afdhal Afdhal Alazi, Arahul ALINDA NOVITA SARI, ALINDA NOVITA Alirmansyah, Alirmansyah ANAA ISTIMAROH Anandari, Qalbi Shanaz Anna Lilian Aras Mulyadi Arbaeyah, Arbaeyah ARDHIANS ABDILLAH WIJAYA, ARDHIANS ABDILLAH ARIAN DWI PEANUS, ARIAN DWI ARIEF, JAUZIE Arono Arono Asrial Asrial ASYER AGRISELIUS Azwandi Azwandi Bintal Amin Bobby Yuhanda, Bobby Chairunas Chairunas Chandrika Eka Larasati, Chandrika Eka Depari, Riky Oktavianus DERI MUHAMAD NURENDI, DERI MUHAMAD Desi Purnamasari Taher, Desi Purnamasari DEWI APRI ASTUTI Diani, Irma Dianti, Devi Dietriech G Bengen Elhakim, Siti Khairani Erlidawati Erlidawati Ernita Dewi Meutia Evy Damayanthi Fadlisyah Fadlisyah Fahriansyah Fahriansyah Faisal Faisal Faizal Chan FAKHRULLAH, AHMAD FARID Firnanda, Ary FITRA PADILLAH Frimasary, Amelia Eka GEMAHAPSARI, PARTRIANTI HARI WASKITO Hariandi, Ahmad HERI SEPTIADI ALIUS Heriyanto, Teguh Herman, Hanafi Herman, Welly IHFAZH NURDIN EKA NUGRAHA Ilham Antariksa Tasabaramo, Ilham Antariksa Ilham Ilahi Ilham Martadona, Ilham Irwan Koto, Irwan Isma, Muhammad Fauzan KANIA SAWITRI, KANIA Karsim, Nanang Khairul Mukmin Lubis, Khairul Mukmin Kurniawan, Agung Rimba Kurniawan, Dwi Agus Kurniawan, Dwi Agus Lestari, Meri Lestari, Surya Liana Rahmayani Lubis, Nila Sari M. Muchalal Madarisa, Fuad Maison Maison, Maison Maisura Maisura Muhammad Fahmi Muhammad Irhamsyah Muhammad Nazar Mukhlis Mukhlis Mukhroji, Mukhroji Mukroji, Mukhroji NANDANG TARYANA Nasaruddin Nasaruddin NASRUN HARIYANTO Nazaruddin Nazaruddin Novita MZ, Novita MZ Nugroho, Putut Nur Amalina Nur Atikah Nurhamsih, Yeli Nurlina Nurlina Oktavian, Bayu Pamela, Issaura Sherly Perdana, Rahmat Pipih Suptijah Piyana, Suci Okta Pranata, Eryc Pratama, Reza Aditya Purwanti, Neneng R. GERHA TERIMANANDA, R. GERHA RAGIL, YUDHO Rasoel Hamidy Resigia, Elara Rezeki, Nura Riani Riani, Riani RIKI ARNANDO, RIKI Rimbawan Rimbawan Rina Febriana Rizal Munadi Rizki, Rahmad RYAN AGUNG TRIAJI Saifuddin Ishak, Saifuddin Saleky, Dandi SALISTIA PUTRA PERDANA Samad, Agus Putra Abdul Saputri, Dewi Sarfina, Ega Aulia Sastra, Hasan Yudie Septiasari, Retno Simbolon, Novhitasari SITI SAODAH Sofyan H Siregar Sofyan, Dedi Sri Winarni Subandiyo, May Suhaemi, Zasmeli Sulastri Sulastri Susilo, Hendri Suwarno, Bambang Syafriani Syafriani, Syafriani Syahputra, Muhammad Reza Syahrian, Windi Tanjung, Cahyani Fitrah Teuku Yuliar Arif Thursina Andayani TIRZA NOVA TRI PRARTONO TRIWAHYU RUBIANTO Veranita, Desi Verid Aria Susammesin, Verid Aria Wahyudi Wahyudi Waluyo Waluyo WILDAN BUDIMAN Yeni Sustriani, Yeni Yogi Irawan Yudi Pratama, Yudi Yudi Sastriawan Yulina Sari, Yulina Yunirwan, Teuku Z, Yulia Rahmawati Zuhar Musliyana, Zuhar Zulfaneti Zulfaneti