Syahriani Syahrir
Laboratorium Jurusan Peternakan Universitas Bengkulu

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

Efek Ekstrak Daun Murbei Terfermentasi sebagai Komponen Pakan terhadap Performa Mencit Syahrir, Syahriani; Wiryawan, Komang Gede; Parakkasi, Aminuddin; Winugroho, Winugroho; Lini, Christina
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kandungan nutien dan produksi daun murbei cukup tinggi sehingga berpotensi menjadi sumber pakan ternak. Namun, daun murbei mengandung senyawa aktif 1-deoxynojirimycin (DNJ), yang dapat menghambat hidrolisis disakarida menjadi monosakarida. Penghambatan tersebut dapat meningkatkan fermentabilitas pakan berserat dalam system rumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dampak senyawa DNJ yang terkandung dalam ekstrak daun murbei (EDM) dalam sistem pasca rumen. Penelitian menggunakan mencit sebagai hewan model percernaan pasca rumen. Penelitian terdiri atas 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas: P0 = Ransum semi purified (kontrol), P1 = P0 + padatan residu fermentasi in vitro, P2 = P1 + EDM dengan kadar DNJ ransum sebesar 0,03%, P3 = P1 + padatan residu fermentasi in vitro yang diberi substrat EDM dengan kadar DNJ ransum sebesar 0,03%, P4 = P1 + EDM dengan kadar DNJ ransum sebesar 0,06%, dan P5 = P1 + padatan residu fermentasi in vitro yang diberi substrat EDM dengan kadar DNJ ransum sebesar 0,06%. Hasil penelitian menginformasikan bahwa penambahan ekstrak daun murbei dalam pakan mengakibatkan penurunan bobot badan, konsumsi dan kecernaan pakan serta kadar glukosa darah mencit. EDM tidak terdegradsi sempurna dalam sistem rumen, sehingga masih berdampak negatif pada sistem pasca rumen. Namun, fermentasi EDM dapat mengurangi dampak negatif senyawa DNJ dalam sistem pasca rumen.Kata kunci: Ekstrak daun murbei, 1-deoxynojirimycin, residu fermentasi in vitro, mencit.
Change of Water Content, Fresh Weight and Dry Weight of Complete Feed Silage Based Rice Straw and Mulberry Biomass Syahrir, Syahriani; Rasjid, Syamsuddin; Mide, Muhammad Zain; Harfiah, .
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fermentation process that takes place during the making of silage material allows moisture silage will change compared to before made silage, even ensilase process can increase or decrease the nutrients contained in the complete feed. This study examines the changes in water content, fresh weight and dry weight of complete feed silage compared with the complete feed silage has not been made. It is associated with the loss of nutrients that are used in the fermentation process or otherwise there is an increased nutrients formed by the fermentation process. Treatment consisted of six different compositions complete feed silage made, namely: J1 = 50% rice straw + concentrate + 50% 0% mulberry biomass;            J2 = 50% rice straw + 40% + 10% concentrate mulberry biomass; A = 50% rice straw + 30% + 20% concentrate mulberry biomass; J4 = 50% rice straw + 20% + 30% concentrate mulberry biomass; J5 = 50% rice straw + 10% + 40% concentrate mulberry biomass and J6 = 50% rice straw + 0% + 50% concentrate mulberry biomass. The results showed that the weight of the material per unit of fresh whole experiment was not significantly different, there are significant differences in the changes in the water content, fresh weight and dry weight of the material before and after made silage.
Preparation of Phosphate Liquid and Urea Molasses Minerals Liquid (UMML) As a Precursor of Rumen Biofermentation Syahrir, Syahriani; Natsir, Asmuddin; Mide, Muhammad Zain; Islamiyati, Rohmiyatul; Asrianie, Ani
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urea Molasses Minerals Liquid (UMML) may be a precursor of rumen biofermentation. UMML can provide slow-release nitrogen, minerals and readily available carbohydrate (RAC), but require special studies, especially in determining the type and preparation of constituent materials, especially the provision of water-soluble phosphate minerals. The purpose of this study is to produce a formula of UMML then be used as a precursor of rumen biofermentation. Some of the treatment of super phosphate (SP36) was performed to obtain a preparation method produces dissolved  phosphate  concentrations  are high. Preparation  that  the  highest levels of dissolved phosphate is mixed of super phosphate, organic acids and urea solution, then boiled for 5 minutes. Urea Mineral Molasses liqiud mixed from materials Ca(urea)4Cl2 phosphate solution, saturated NaCl solution and molasses.
PERUBAHAN TERHADAP KADAR AIR, BERAT SEGAR DAN BERAT KERING SILASE PAKAN LENGKAP BERBAHAN DASAR JERAMI PADI DAN BIOMASSA MURBEI Syahrir, Syahriani; Rasjid, Syamsuddin; Mide, Muhammad Zain; Harfiah, .
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses fermentasi yang berlangsung pada saat pembuatan silase memungkinkan  kadar air bahan silase akan berubah dibandingkan sebelum dibuat silase, bahkan proses ensilase dapat meningkatkan atau menurunkan nutrien yang terkandung dalam pakan komplit. Penelitian ini mengkaji perubahan kadar air, berat segar dan berat kering silase pakan komplit dibandingkan dengan pakan komplit yang belum dibuat silase. Hal ini terkait dengan kehilangan nutrien yang digunakan pada proses fermentasi atau sebaliknya terdapat peningkatan nutrien yang terbentuk akibat proses fermentasi. Perlakuan terdiri atas enam komposisi pakan komplit yang berbeda yang dibuat silase, yakni: J1 = 50% Jerami padi + 50% konsentrat + 0% biomassa murbei; J2 = 50% Jerami padi + 40% konsentrat + 10% biomassa murbei; J = 50% Jerami padi + 30% konsentrat + 20% biomassa murbei; J4 = 50% Jerami padi + 20% konsentrat + 30% biomassa murbei;           J5 = 50% Jerami padi + 10% konsentrat + 40% biomassa murbei dan J6 = 50% Jerami padi + 0% konsentrat + 50% biomassa murbei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan berat segar seluruh bahan perunit percobaan tidak berbeda nyata, terdapat perbedaan yang nyata pada perubahan terhadap kadar air, berat segar dan berat kering bahan  sebelum dan sesudah dibuat silase. Kata kunci: Silase, pakan, jerami padi, murbey
NILAI NUTRISI PAKAN BERBAHAN JERAMI PADI, GAMAL DAN UREA MINERAL MOLASES LIQUID (UMML) DENGAN PREPARASI YANG BERBEDA Syahrir, Syahriani
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimalisasi pemanfaatan jerami padi dalam ransum diupayakan  dengan meningkatkan fermentabilitasnya dalam sistem rumen. Peningkatan fermentabilitas bahan pakan dalam sistem rumen dilakukan dengan menstabilkan populasi mikroba penghasil enzim pencerna karbohidrat struktural. Kajian terhadap Urea Mineral Molases Liquid (UMML) yang menjadi penyedia nitrogen, mineral larut air dan RAC dalam sistem rumen telah dilakukan. Penelitian kali ini mengkaji efektifitas jerami padi yang ditambahkan UMML dan biomassa gamal.  Penelitian diharapkan akan menghasilkan formula yang terbaik sebagai pakan ternak potong dari beberapa perlakuan jerami padi, biomassa gamal dan UMML. Perlakuan terdiri atas P0 = 60% jerami padi + 10 % UMML + 30% biomassa gamal (kontrol, tanpa ada fermentasi bahan); P1 = P0, tapi jerami padi dan UMML bahan dicampur lalu difermentasi, setelah fermentasi selesai baru dicampur dengan biomassa gamal; P2 = seluruh bahan P0 dicampur lalu difermentasi. Kajian terhadap kandungan nutrisi menghasilkan  formula terbaik sementara adalah perlakuan P2 yakni seluruh bahan dicampur lalu difermentasi, ditandai dengan kadar protein tertinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain.  
PREPARASI LARUTAN FOSFAT DAN UREA MINERAL MOLASES LIQUID (UMML) SEBAGAI PENYEDIA PREKURSOR BIOFERMENTASI RUMEN Syahrir, Syahriani; Natsir, Asmuddin; Mide, Muhammad Zain; Islamiati, Rohmiyatul; Asriani, Anie
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urea Mineral Molases Liquid (UMML) dapat menjadi prekursor biofermentasi dalam sistem rumen. UMML dapat menyediakan nitrogen lepas lambat, mineral larut air dan readily available carbohydrate (RAC),  namun memerlukan kajian khusus, terutama pada penentuan jenis dan preparasi bahan penyusunnya, khususnya penyediaan mineral fosfat larut air.  Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan formula UMML yang selanjutnya akan digunakan sebagai prekursor biofermentasi rumen.  Beberapa perlakuan terhadap super fosfat (SP36) dilakukan untuk mendapatkan metode preparasi yang menghasilkan fosfat terlarut dengan konsentrasi yang tinggi. Preparasi yang menghasilkan kadar fosfat terlarut yang tertinggi adalah super fosfat yang di tambah asam organik dan larutan urea lalu dididihkan selama 5 menit. Urea Mineral Molases Liqiud diramu dari bahan Larutan Ca(Urea)4Cl2 + Larutan fosfat + Larutan NaCl jenuh + Molases. Kata Kunci:  Preparasi, Larutan fosfat, Urea Mineral Molases Liquid.
NILAI NUTRISI PAKAN BERBAHAN JERAMI PADI, GAMAL DAN UREA MINERAL MOLASES LIQUID (UMML) DENGAN PREPARASI YANG BERBEDA Syahrir, Syahriani
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimalisasi pemanfaatan jerami padi dalam ransum diupayakan  dengan meningkatkan fermentabilitasnya dalam sistem rumen. Peningkatan fermentabilitas bahan pakan dalam sistem rumen dilakukan dengan menstabilkan populasi mikroba penghasil enzim pencerna karbohidrat struktural. Kajian terhadap Urea Mineral Molases Liquid (UMML) yang menjadi penyedia nitrogen, mineral larut air dan RAC dalam sistem rumen telah dilakukan. Penelitian kali ini mengkaji efektifitas jerami padi yang ditambahkan UMML dan biomassa gamal.  Penelitian diharapkan akan menghasilkan formula yang terbaik sebagai pakan ternak potong dari beberapa perlakuan jerami padi, biomassa gamal dan UMML. Perlakuan terdiri atas P0 = 60% jerami padi + 10 % UMML + 30% biomassa gamal (kontrol, tanpa ada fermentasi bahan); P1 = P0, tapi jerami padi dan UMML bahan dicampur lalu difermentasi, setelah fermentasi selesai baru dicampur dengan biomassa gamal; P2 = seluruh bahan P0 dicampur lalu difermentasi. Kajian terhadap kandungan nutrisi menghasilkan  formula terbaik sementara adalah perlakuan P2 yakni seluruh bahan dicampur lalu difermentasi, ditandai dengan kadar protein tertinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain.  
PREPARASI LARUTAN FOSFAT DAN UREA MINERAL MOLASES LIQUID (UMML) SEBAGAI PENYEDIA PREKURSOR BIOFERMENTASI RUMEN Syahrir, Syahriani; Natsir, Asmuddin; Mide, Muhammad Zain; Islamiati, Rohmiyatul; Asriani, Anie
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urea Mineral Molases Liquid (UMML) dapat menjadi prekursor biofermentasi dalam sistem rumen. UMML dapat menyediakan nitrogen lepas lambat, mineral larut air dan readily available carbohydrate (RAC),  namun memerlukan kajian khusus, terutama pada penentuan jenis dan preparasi bahan penyusunnya, khususnya penyediaan mineral fosfat larut air.  Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan formula UMML yang selanjutnya akan digunakan sebagai prekursor biofermentasi rumen.  Beberapa perlakuan terhadap super fosfat (SP36) dilakukan untuk mendapatkan metode preparasi yang menghasilkan fosfat terlarut dengan konsentrasi yang tinggi. Preparasi yang menghasilkan kadar fosfat terlarut yang tertinggi adalah super fosfat yang di tambah asam organik dan larutan urea lalu dididihkan selama 5 menit. Urea Mineral Molases Liqiud diramu dari bahan Larutan Ca(Urea)4Cl2 + Larutan fosfat + Larutan NaCl jenuh + Molases. Kata Kunci:  Preparasi, Larutan fosfat, Urea Mineral Molases Liquid.
PERUBAHAN TERHADAP KADAR AIR, BERAT SEGAR DAN BERAT KERING SILASE PAKAN LENGKAP BERBAHAN DASAR JERAMI PADI DAN BIOMASSA MURBEI Syahrir, Syahriani; Rasjid, Syamsuddin; Mide, Muhammad Zain; Harfiah, .
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses fermentasi yang berlangsung pada saat pembuatan silase memungkinkan  kadar air bahan silase akan berubah dibandingkan sebelum dibuat silase, bahkan proses ensilase dapat meningkatkan atau menurunkan nutrien yang terkandung dalam pakan komplit. Penelitian ini mengkaji perubahan kadar air, berat segar dan berat kering silase pakan komplit dibandingkan dengan pakan komplit yang belum dibuat silase. Hal ini terkait dengan kehilangan nutrien yang digunakan pada proses fermentasi atau sebaliknya terdapat peningkatan nutrien yang terbentuk akibat proses fermentasi. Perlakuan terdiri atas enam komposisi pakan komplit yang berbeda yang dibuat silase, yakni: J1 = 50% Jerami padi + 50% konsentrat + 0% biomassa murbei; J2 = 50% Jerami padi + 40% konsentrat + 10% biomassa murbei; J = 50% Jerami padi + 30% konsentrat + 20% biomassa murbei; J4 = 50% Jerami padi + 20% konsentrat + 30% biomassa murbei;           J5 = 50% Jerami padi + 10% konsentrat + 40% biomassa murbei dan J6 = 50% Jerami padi + 0% konsentrat + 50% biomassa murbei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan berat segar seluruh bahan perunit percobaan tidak berbeda nyata, terdapat perbedaan yang nyata pada perubahan terhadap kadar air, berat segar dan berat kering bahan  sebelum dan sesudah dibuat silase. Kata kunci: Silase, pakan, jerami padi, murbey
Meningkatkan Nilai Mutu Pakan Pada Kelompok Ternak Melalui PKM Di Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa Propinsi Sulawesi Selatan Purwanti, Sri; Syahrir, Syahriani; Langkong, Jumriah
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol 3 No 1 (2019): Vol 3 No 1 (2019): JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Dosen Indonesia JATIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.104 KB) | DOI: 10.36339/je.v3i1.190

Abstract

The purpose of the Community Partnership Program (PKM) program this time were to provided skills to the Tanah Adat and Ngangang Baku livestock groups in Manuju District, Gowa Regency, South Sulawesi Province. The disseminated technology, among others, utilizes bran ammonia as a high protein feed source for poultry, and the manufacture of silage technique feed by utilizing agricultural waste. The Tanah Adat and Ngangang Baku farmer groups are farmers' farmer groups which each member of the farmer group maintains poultry in addition to having large livestock. The problem faced by partners is that the maintenance system is still extensive, the low production is due to the problem of availability of feed with quality that is in line with the needs of livestock, the partners have not been able to utilize local natural resources as feed ingredients. The solutions offered include fulfilling the nutritional needs of livestock by utilizing local resources through the introduction of simple feed processing technology so that farmers can make their own feed and are not dependent on concentrate feed or only use feed without processing. Through this activity, it is expected that farmers and agricultural extension workers will work together to learn to utilize the available local resources into high-yield food. Methods of conducting socialization, training and demonstrations for members of farmer groups as well as mentoring to monitor the development and productivity of post-activity livestock. The results obtained by tabulating the questionnaire given showed that almost all members of the breeders group did not recognize alternative high protein sources and silage techniques. Farmer groups want guidance on an ongoing basis, given the lack of knowledge of breeders and the introduction of technology. Overall the results obtained were very positive responses and active participation from members of the livestock group.