Articles

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH MANAJEMEN AGRIBISNIS MELALUI PEMBERIAN HAND OUT PADA MAHASISWA JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS RIAU Syahza, Almasdi; Indrawati, Henny
Sosiohumaniora Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v9i3.5572

Abstract

Matakuliah Manajemen Agribisnis bertujuan untuk memperkenalkan gagasan-gagasan dan prinsip dasar manajemen di bidang agribisnis. Penyampaian materi kuliah lebih bersifat monoton, mahasiswa kurang dituntut untuk bersikap aktif di dalam kelas. Akibatnya ketuntasan belajar tidak tercapai. Ketuntasan belajar diukur dengan daya serap rnahasiswa pada setiap akhir proses pembelajaran melalui evaluasi setiap pokok bahasan. Suatu pokok bahasan dikatakan tuntas apabila rata-rata daya serap mahasiswa di atas 75 persen yang ditunjukkan oleh hasil belajar yang diperoleh. Perbaikan pembelajaran dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Instrumen pembelajaran yang digunakan adalah garis besar program pengajaran (GBPP), silabus, handout, buku ajar, satuan acara perkuliahan (SAP), dan kontrak perkuliahan. Sedangkan instrumen pengumpul data adalah berupa tes tertulis bentuk uraian, kertas kerja (makalah) dan jumlah kehadiran. Prosedur pada PTK terdiri dari 5 tahap setiap siklus, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, evaluasi, observasi, dan refleksi. Tingkat penguasaan mahasiswa pada siklus I hanya mencapai sebesar 72,5%, pada siklus II meningkat menjadi kriteria sangat baik yakni mencapai 77,5% dan kriteria baik sebesar 22,5%. Secara statistik terjadi perbedaan yang berarti. Arah perbedaan tersebut bersifat positif, artinya perubahan kepada yang lebih tinggi (lebih baik). Tingkat penguasaan mahasiswa terhadap materi yang disajikan dengan memberikan handout menunjukkan hasil yang lebih baik yakni sebanyak 85% mahasiswa memperoleh kriteria baik dan sangat baik, sedangkan yang memperoleh kriteria cukup hanya 15%. Kata kunci: Perbaikan pembelajaran, manajemen agribisnis, handout
PEMBERDAYAAN KOPERASI BERBASIS AGRIBISNIS DI DAERAH PEDESAAN Syahza, Almasdi
Sosiohumaniora Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v12i3.11551

Abstract

Pembangunan ekonomi kerakyatan di daerah Riau difokuskan kepada pemberdayaan petani terutama di pedesaan. Untuk pembangunan ekonomi pedesaan pemerintah daerah telah mengembangkan sektor pertanian khususnya sub sektor perkebunan berbasis agribisnis. Program ini dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan. Dalam pengembangan agribisnis masih ditemukan permasalahannya, antara lain: lemahnya struktur permodalan dan akses terhadap sumber permodalan; ketersediaan bahan baku dan kontinuitasnya;  terbatasnya kemampuan  dalam penguasaan teknologi; lemahnya organisasi dan manajemen usaha; dan  kurangnya kuantitas dan kualitas sumberdaya manusia. Salah satu alternatif pemecahannya untuk mengatasi masalah tersebut adalah memberdayakan lembaga ekonomi pedesaan yaitu koperasi. Koperasi memegang peranan sangat penting pada kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat terutama di pedesaan. Koperasi harus berfungsi sebagai badan usaha di pedesaan dan pelaksana penuh pemasaran produk agribisnis.  
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PERDESAAN MELALUI PENGEMBANGAN INDUSTRI HILIR BERBASIS KELAPA SAWIT DI DAERAH RIAU Syahza, Almasdi
Sosiohumaniora Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v6i3.5530

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas yang penting dan strategis di daerah Riau karena peranannya cukup besar dalam mendorong perekonomian rakyat, terutama bagi petani perkebunan. Sampai tahun 2002 luas areal perkebunan kelapa sawit telah mencapai 1.312.661 ha. Untuk masa akan datang luas areal kelapa sawit akan terus berkembang, karena tingginya minat masyarakat terhadap usahatani kelapa sawit. Ini terbukti semakin berkembangnya perkebunan kelapa sawit secara swadaya. Perkembangan luas areal perkebunan tersebut akan diikuti oleh produksi tandan buah segar (TBS). Masalah yang dihadapi oleh petani kelapa sawit adalah adanya distorsi harga TBS antara petani plasma dengan petani swadaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) multiplier effect yang diciptakan dari kegiatan perkebunan kelapa sawit dan dampaknya terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat perdesaan; 2) daya dukung wilayah terhadap pengembangan industri hilir kelapa sawit di daerah Riau. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa; 1) Kegiatan perkebunan kelapa sawit menciptakan multiplier effect sebesar 2,48 dan meningkatkan indek pertumbuhan kesejahteraan petani pada tahun 2003 sebesar 1,74 persen; 2) Daya dukung wilayah sangat mendukung pembangunan industri hilir kelapa sawit (PKS). Kata kunci: Pemberdayaan, ekonomi perdesaan, industri hilir
PELUANG PENGEMBANGAN AGRIBISNIS SAYUR-SAYURAN DI KABUPATEN KARIMUN, RIAU Syahza, Almasdi
Jurnal Sagu Vol 2, No 03 (2003)
Publisher : Jurnal Sagu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of tlie .study was to identify the possibility and strategy of vegetables agrobusiness development inKarimun. The Development of vegetables agrobusines.s in Karimun is promising, because of its geographicalcondition. The surrounding areas of Karimun are Batam Island and international trade route: Singapore-Malay,sia-lndonesia. The area is connected to Karimun-Tanjung Pinang lini<age project. The promisingcommodities were: lettuce, petal, celery, legume, bitter mellon, cucumber, mustard greens, leafy vegetable,eggplant Having 500 hectares potential land area use for vegetables, Karimun was expected to be the major ofvegetable supplier for Batam, Tanjung Pinang and Singapore.
DAMPAK KEBIJAKAN SERTIFIKASI TERHADAP KINERJA GURU DISEKOLAH MENENGAH SE KECAMATAN KUANTAN HILIR SEBERANG KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Yelni, Muhlina; Syahza, Almasdi; Hendripides, Hendripides
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 3, No 1 (2016): Wisuda Februari 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to determine the impact of certification policy on the performance of middle school teachers throughout the district across the downstream districts kuantanSingingiKuantan. The population in this study amounted to 65 with a sample of 31 people. The type of data used in this study are primary and secondary data. The collected data is then analyzed using normality test and test different T with SPSS. This study proves that there is a certification policy impact on the performance of middle school teachers throughout kuantan downstream districts across KuantanSingingi where the average performance of teachers who have been certified higher than the average performance of teachers who have not been certified. The study recommended for teachers who have not been certified to be more motivated to perform better and improve the performance shown to prove that teachers are not certified does not necessarily have a lower performance compared to teachers who have been certified and able to compete with teachers who have been certified in improving the quality of produced by training, upgrading and adding media information.Keywords: Certification Policy, TeacherPerformance.
MODEL PENGEMBANGAN DAERAH TERTINGGAL DALAM UPAYA PERCEPATAN PEMBANGUNAN EKONOMI PEDESAAN Syahza, Almasdi; Suarman, Suarman
EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) Vol 18, No 3 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya(STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.057 KB) | DOI: 10.24034/j25485024.y2014.v18.i3.154

Abstract

Kemiskinan menjadi masalah fenomenal sepanjang sejarah Indonesia sebagai nation-state. Kemiskinan tersebut menyebabkan daerah terabaikan dan terisolir. Ketimpangan pembangunan muncul dan berdampak terhadap semakin tertinggalnya perkampungan miskin terebut. Salah satu kabupaten di Provinsi Riau yang merasakan kondisi tersebut adalah Kabupaten Kepulauan Meranti.  Sebagian besar dari desa yang ada yakni 59 desa (80,82%) merupakan desa tertinggal. Jumlah rumah tangga sebanyak 45.564 KK, dan sebesar 56,76% (25.863 KK) merupakan rumah tangga miskin yang terdiri dari 114.496 jiwa. Pada hal daerah ini memiliki letak geografis yang strategis karena berada di jalur pelayaran dan perdagangan internasional selat malaka, berdekatan dengan negara tentangga Malaysia dan Singapura, serta berpotensi sebagai daerah hinterland dari  kawasan Free Trade Zone Batam, Bintan dan Karimun (FTZ-BBK). Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana strategis model pengembangan daerah tertinggal dalam upaya percepatam pembangunan ekonomi di pedesaan. Penelitian dilakukan melalui survey dengan metode perkembangan (Developmental Research). Untuk pengambilan sampel masyarakat miskin digunakan teknik pengumpulan data dengan metode purposive sampling, analisis  digunakan adalah metode deskriptif kuantitaif dan kualitatif. Penelitian ini menemukan strategi pengembangan daerah pedesaan dalam upaya memacu pertumbuhan ekonomi  daerah dengan pendekatan lintas sektoral di  semua bidang. Penelitian juga menemukan model penurunan jumlah keluarga miskin dengan mengacu kepada empat prinsip strategi penurunan jumlah keluarga miskin.
PROFIL LITERASI KEUANGAN MAHASISWA PENERIMA BEASISWA BIDIKMISI Kurniadi, Romi; Syahza, Almasdi; Suarman, Suarman
SOROT Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.562 KB) | DOI: 10.31258/sorot.13.2.7123

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis literasi keuangan mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi. Penelitian ini dilaksanakan di Pekanbaru dengan subjek penelitian mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei yang bertujuan memaparkan literasi keuangan mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi. Sampel penelitian ini sebanyak 178 mahasiswa yang diambil dari populasi sebanyak 630 mahasiswa dengan teknik Cochran sampling. Data dikoleksi melalui kuesioner berupa tes yang dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi keuangan mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau berada pada kategori literate dengan persentase jawaban benar 64,61%.This study aims to analyze the financial literacy of Bidikmisi Scholarship recipient students. This research was conducted in Pekanbaru with the research subject of the Bidikmisi Scholarship recipient students of the University of Riau Teacher Training and Education Faculty. This research is a type of survey research that aims to explain the financial literacy of Bidikmisi Scholarship recipient students. The sample of this study was 178 students taken from a population of 630 students using the Cochran sampling technique. Data collected through questionnaires in the form of tests that are analyzed descriptively. The results of the study indicate that the financial literacy of students receiving the Bidikmisi Scholarship in the Teacher Training and Education Faculty of the University of Riau is in the literate category with the percentage of correct answers 64.61%.
STRATEGI PENGEMBANGAN DAERAH TERTINGGAL DALAM UPAYA PERCEPATAN PEMBANGUNAN EKONOMI PEDESAAN Syahza, Almasdi; Suarman, Suarman
Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Vol 14, No 1 (2013): JEP Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammdaiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jep.v14i1.166

Abstract

The implementation of development, especially in coastal areas of Riau Province, has not been able to improve the welfare of the people especially those living in rural areas. The disparity between rural and urban areas caused by bias and distortion of the development which more pro to urban economy. It causes disadvantaged areas that poor and underdeveloped. The strategy of disadvantaged areas development in Regency of Kepulauan Meranti is the development of agriculture sector based on agribusiness, because most of its population are farmers and fishermen. In the effort to spur the development from economic and social aspects in disadvantaged areas, then the program of rural development should prioritize the three main aspects, those are: 1) Improvement of Peoples Economy (Eradicate Poverty); 2) Improving the Quality of Human Resources (Alleviation of Ignorance); 3) Infrastructure Development.
STRATEGI PENGEMBANGAN DAERAH TERTINGGAL DALAM UPAYA PERCEPATAN PEMBANGUNAN EKONOMI PEDESAAN Syahza, Almasdi; Suarman, Suarman
Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Vol 14, No 1 (2013): JEP Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammdaiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of development, especially in coastal areas of Riau Province, has not been able to improve the welfare of the people especially those living in rural areas. The disparity between rural and urban areas caused by bias and distortion of the development which more pro to urban economy. It causes disadvantaged areas that poor and underdeveloped. The strategy of disadvantaged areas development in Regency of Kepulauan Meranti is the development of agriculture sector based on agribusiness, because most of its population are farmers and fishermen. In the effort to spur the development from economic and social aspects in disadvantaged areas, then the program of rural development should prioritize the three main aspects, those are: 1) Improvement of Peoples Economy (Eradicate Poverty); 2) Improving the Quality of Human Resources (Alleviation of Ignorance); 3) Infrastructure Development.
PERCEPATAN EKONOMI PEDESAAN MELALUI PEMBANGUNAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT * Syahza, Almasdi
Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Vol 12, No 2 (2011): JEP Desember 2011
Publisher : Universitas Muhammdaiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research assessed the impact of oil palm plantation development to the acceleration of economic development of community in effort to alleviate poverty in rural areas. The research was conducted through survei with descriptive method. Information obtained through the approach of Rapid Rural Appraisal (RRA). The results obtained by oil palm plantation activities in the rural areas created a figure amounting to 3.03 of multiplier effect, especially in employment and business opportunity. In year 2003, the farmer’s welfare index of rural areas amounting to 1.72. It means the growth of the farmer’s welfare increased by 172 percent. In the period of 2003-2006, farmers welfare index was 0.18 and the period of 2006- 2009 also experienced positive at 0.12. It means the welfare of farmers during this period increased by 12 percent.