Articles

ANALISIS PENGARUH SINAR ULTRAVIOLET DAN KOMPOSISI FLY ASH TERHADAP UNJUK KERJA PERMUKAAN BAHAN ISOLASI RESIN EPOKSI SILICONE RUBBER DENGAN VARIASI INJEKSI TEGANGAN TINGGI Anggraeni, Diah Monica; Syakur, Abdul; Hermawan, Hermawan
Transmisi Vol 19, No 4 Oktober (2017): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1275.913 KB) | DOI: 10.14710/transmisi.19.4.152-159

Abstract

Isolator polimer telah dikembangkan untuk menggantikan isolator keramik dan gelas. Salah satu bahan polimer adalah resin epoksi, dimana kelebihannya ringan, bersifat hidrofobik normal, dan proses pembuatannya cepat. Radiasi sinar ultraviolet dapat mempercepat penuaan dan degradasi pada permukaan yang memudahkan mengalirnya arus listrik permukaan. Penelitian ini membahas pengaruh dari paparan sinar ultraviolet dan penambahan fly ash sebagai bahan pengisi terhadap sudut kontak, waktu tracking, serta nilai arus bocor lucutan pertama. Penelitian ini dilakukan pada skala laboratorium menggunakan bahan polimer resin epoksi (DGEBA dan MPDA) yang dicampur bahan silicone rubber dan fly ash dengan variasi komposisi 20% (RTV22), 30% (RTV23) dan 40% (RTV24). Sampel dialiri kontaminan dengan resistivitas 3,95 ± 0,05 ?m dan diberi pengaruh sinar ultraviolet selama 0, 24, 48, 72 dan 96 jam. Pengukuran arus bocor menggunakan metode Inclined-Plane Tracking (standar IEC 587 : 1984) dengan variasi tegangan 3 kV dan 3,5 kV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi bahan pengisi resin epoksi dan penyinaran sinar ultraviolet sangat mempengaruhi besarnya sudut kontak, besarnya nilai arus bocor lucutan pertama, dan lamanya waktu tracking. Setelah diukur diperoleh data sebelum dan sesudah diberi pengaruh sinar ultraviolet sampel RTV23 lebih baik jika dibandingkan dengan sampel RTV22 dan sampel RTV24.
PERANCANGAN EXTERNAL LIGHTNING PROTECTION GEDUNG DI KOMPLEK PLTG GORONTALO 100 MW DENGAN METODE ROLLING SPHERE, PROTECTION ANGLE, DAN COLLECTING VOLUME Bakhtiar, Muhamad Marin; Warsito, Agung; Syakur, Abdul
Transmisi Vol 19, No 3 Juli (2017): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1447.659 KB) | DOI: 10.14710/transmisi.19.3.100-107

Abstract

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika tingkat hari guruh pertahun di Indonesia adalah 25 sampai  200. Ini menunjukkan kecenderungan jumlah sambaran petir yang tinggi. Sambaran petir dapat merusak peralatan, merusak bangunan, bahkan korban jiwa. Hal tersebut menimbulkan kerugian yang sangat besar, sehingga dibutuhkan usaha untuk mengurangi resiko kerusakan, yaitu dengan Sistem Proteksi Petir (SPP). Gedung di komplek PLTG Gorontalo 100 MW belum memiliki SPP padahal Gorontalo memiliki hari guruh pertahun mencapai 175,2. Maka, digunakan SPP eksternal (External lightning protection) untuk melindungi gedung dari sambaran petir langsung dengan metode Rolling Sphere, Protection Angle, dan Collecting Volume. Dengan metode tersebut, kita dapat menentukan letak dan jumlah air terminal, down conductor, grounding rod pada tiap gedung hingga seluruh bagian gedung dapat terlindungi dari sambaran petir.  Perhitungan dan perancangan Rolling Sphere dan Protection Angle yang digunakan  berdasarkan IEC 62305-3 sedangkan Collecting Volume berdasarkan IEEE998-2012 standard. Dari penelitian ini dapat diketahui metode Collecting Volume  memiliki area perlindungan terluas dan juga membutuhkan air terminal paling sedikit dibanding dengan metode lainnya. Sehingga, metode Collecting Volume merupakan SPP eksternal terbaik yang dapat melindungi gedung di komplek PLTG Gorontalo 100 MW dari sabaran petir secara langsung.
KINERJA ARRESTER AKIBAT INDUKSI SAMBARAN PETIR Syakur, Abdul; Warsito, Agung
Transmisi Vol 11, No 1 (2009): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.351 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.11.1.9-15

Abstract

Electricity demand continues to increase so that the required power in a large number of high quality and reliability. Problems in electric power system that occur in transmission and distribution lines that is often of lightning stroke. This is because Indonesia is in the region the equator with a tropical climate and high humidity, so that Indonesia has a number of lightning strikes.In this paper the lightning stroke and lightning arrester performance on distribution lines 20 kV were simulated using EMTP (Electromagnetic Transient Program) for lightning stroke observation.As case study, Mojosongo 1 main feeder 20 kV three phase lines were used. From simulation of lightning stroke 20 kA in By1-61-61E-84-9I  on S phase at 0,1 ms, will experience of increase of voltage on S phase was 1,3054 MV and for R phase and T phase will experience of increase of induced voltage were 0,79539 MV and 0,80484 MV. Then we will see performance of MOV Arrester (Metal Oxide Varistor) in overcoming lightning stroke trouble, where arrester can decrease voltage up to 15,198 kV on S phase, while at R phase and T phase arrester can decrease voltage up to 11,375 kV and 13,616 kV. Keywords: Distribution lines 20 kV, lightning arrester, lightning stroke.
SISTEM PROTEKSI PENANGKAL PETIR PADA GEDUNG WIDYA PURAYA Syakur, Abdul; Yuningtyastuti, Yuningtyastuti
Transmisi Vol 8, No 1 (2006): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.453 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.8.1.35-39

Abstract

Makalah ini menjelaskan mengenai sistem proteksi penangkal petir pada Gedung Widya Puraya, kampus UNDIP Tembalang. Sistem proteksi ini diperlukan mengingat gedung tersebut berada pada posisi yang paling tinggi diantara gedung-gedung sekitar dan berada pada lokasi dengan tingkat hari guruh yang tinggi sekitar 128 hari guruh tiap tahun. Dengan menggunakan konsep ruang proteksi menurut model elektrogeometri, akan dihitung dan ditentukan jarak ruang proteksi dari penangkal petir yang digunakan dan tingkat proteksi yang dibutuhkan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa penangkal petir yang dipasang di atas gedung perpustakaan belum mampu melindungi secara keseluruhan gedung-gedung yang ada disekitarnya yang mencakup keseluruhan gedung widya puraya.Kata kunci : petir, ruang proteksi, elektrogeometri
ANALISIS DISTORSI HARMONIK TOTAL ARUS BOCOR PERMUKAAN ISOLATOR RESIN EPOKSI PENGISI SILIKA KONDISI KERING DAN BASAH Wibowo, Andri; Hermawan, Hermawan; Syakur, Abdul
Transmisi Vol 17, No 2 April (2015): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.445 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.17.2.98-107

Abstract

Abstrak Kegagalan isolator tegangan tinggi di Indonesia disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah adanya arus bocor pada permukaan isolator yang terkontaminasi. Material polimer epoxy resin dikembangkan sebagai alternative karena memliki beberapa kelebihan, antara lain sifat  menolak air (hydrophobicity), lebih ringan, murah, dan instalasi lebih mudah.  Oleh karena itu, Studi mengenai arus bocor diperlukan untuk mengetahui permukaan isolator. Pada penelitian ini, pengujian arus bocor dilakukan pada isolator resin epoksi pengisi silika. Peneltian ini difokuskan pada besar arus bocor, tipe sirip isolator, dan karakteristik harmonik permukaan isolator pada kondisi kering dan basah. Parameter harmonik tersebut meliputi bentuk gelombang, spektrum frekuensi (FFT), dan Total Harmonic Distortion  (THD). Pengolahan THD  dilakukan dengan menggunakan fungsi Fast Fourier Transform (FFT)menggunakan software Matlab 2012. Hasil pengujian dan analisis menunjukkan bahwa magnituda, bentuk gelombang, spektrum frekuensi, dan THD sangat dipengaruhi oleh kondisi permukaan dan besar permukaan isolator. Pada kondisi basah, arus bocor yang dihasilkan cukup besar dan nilai presentase THD mendekati nol, ini disebabkan permukaan isolator bersifat konduktif dan dapat menyebabkan pemanasan serta degradasi pada permukaan isolator. Pada  kondisi kering memiliki nilai arus bocor dan THD rendah sehingga kondisi permukaan normal. Dari hasil penelitian didapat bahwa indikator arus bocor dan komponen harmonik cukup efektif untuk mengetahui kondisi permukaan sampel isolator. Kata Kunci : isolator, arus bocor, polimer,  resin epoksi , distorsi harmonik total, FFT Abstract High voltage insulator failures in Indonesia caused by many factors, one of which is the presence of leakage current on the surface of contaminated insulators. Epoxy resin polymer material was developed as an alternative because it has several advantages, include water-repellent (hydrophobicity), lighter, cheaper, and easier installation. The study of the leakage current is needed to determine the insulator surface. The research about leakage current on epoxy resin focused on the magnitude, fin-type insulator, and harmonic characteristics of the insulator surface under dry (clean) and wet  condition. The harmonic parameters include waveform, frequency spectrum (FFT), and Total Harmonic Distortion (THD). Leakage current data processing is done by using the Fast Fourier Transform (FFT) using Matlab software. Result test and analysis showed that the magnitude, waveform, frequency spectrum, and the THD were strongly influenced by surface conditions and surface area of the insulator. In wet conditions, the leakage current was quite large and the percentage of THD value closed to zero, due to conductive insulator surface which caused heating and degradation on the insulator surface. On the contrary, the dry condition gave low leakage current and THD, so the surface of insulator became normal. The result of the experiment mentioned that the leakage current and harmonics sample were considerd to be effective to detect the condition of insulator surface. Keywords :  insulator, leakage current, polymer, epoxy resin, total harmonic distortion, FFT
PENGUJIAN TAN δ PADA KABEL TEGANGAN MENENGAH Syakur, Abdul; Susilowati, Galuh; AK, Satyagraha; Siregar, A. Parlindungan
Transmisi Vol 11, No 2 (2009): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.124 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.11.2.107-112

Abstract

High voltage testing have purpose to investigate the electrical properties of dielectric related with isolation quality of power equipment during pre-installed or in operation time to prevent equipment losses. Isolation quality is important rule to determine electrical equipment quality, especially for power transmission and distribution. Cable, one of this electrical equipment will be investigated in this research using the high voltage testing with the tan ? method. We use the high voltage laboratory of PT. PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan, Jakarta, for that kind of testing. There are 6 different middle voltage cable types under the test, as the result the measured tan ? values not extend the maximum value, as IEC 60502-2 (2005-2) standard, 40 (x10-4), for each cable. According to that measurement, all of six cable types passed the tan ? test. Keywords: tan ? testing, cable, isolation quality
ANALISA PENGARUH KONTAMINAN PANTAI TERHADAP UNJUK KERJA SAMPEL ISOLATOR BAHAN KERAMIK SEBELUM DAN SESUDAH DILAPISI MINYAK SILIKON Ashari, Anhar; Syakur, Abdul; Winardi, Bambang
Transmisi Vol 14, No 4 (2012): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.801 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.14.4.134-140

Abstract

Abstrak Sampai dengan saat ini, isolator yang paling banyak digunakan adalah dengan menggunakan bahan keramik. Kelemahan bahan isolator keramik ini, terutama pada bagian permukaannya yang bersifat mudah dibasahi oleh air. Kondisi ini sangat mendukung untuk terbentuknya kristal konduktif pada pemukaan bahan isolator bahan keramik, terutama disebabkan oleh kontaminan garam yang dibawa angin pada saat terjadi penguapan saat siang hari. Jika kontaminan ini dibiarkan terus, maka jalur konduktif ini akan menyebabkan arus bocor. Oleh karena itu diperlukan suatu tindakan, agar permukaan bahan isolator keramik ini bisa lebih bersifat menolak air (hidropobik). Dengan demikian permukaan tidak mudah terbasahi oleh air. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kontaminan pantai terhadap sampel isolator keramik dan pengaruh minyak silikon sebelum dan sesudah dilapiskan pada sampel isolator . Sistem pengukuran dan pengujian mengacu pada standar IEC 587 untuk mengetahui karakteristik isolator sebelum dan sesudah diberi lapisan minyak silikon, Karakteristik tersebut meliputi waktu flashover pertama, sudut kontak dan arus bocor. Hasil dari Pengujian menunjukkan bahwa Minyak Silikon terbukti dapat meningkatkan sudut kontak dari sampel uji. Sampel uji sebelum dilapisi minyak silikon mempunyai sudut kontak rata-rata sebesar 43,74o sedangkan sampel yang sudah dilpaisi minyak silikon mempunyai sudut kontak rata-rata sebesar 84,05o. Waktu terjadinya flashover pertama kali pada sampel sebelum diberi minyak silikon dengan dialiri polutan pantai cenderung singkat dengan waktu terlama adalah 351 detik. Sedangkan Untuk waktu terjadinya flashover setelah dilapisi minyak silikon dengan dialiri polutan pantai dengan waktu terlama adalah 11645 detik. Kata kunci :Minyak Silikon, Sudut Kontak, Sampel Isolator Keramik, IEC 587
STUDI ARUS BOCOR PERMUKAAN BAHAN ISOLASI RESIN EPOKSI SILANE DENGAN VARIASI PENGISI PASIR SILIKA (DENGAN POLUTAN PANTAI) Heri, Johanadib; Yuningtyastuti, Yuningtyastuti; Syakur, Abdul
Transmisi Vol 14, No 1 (2012): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.296 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.14.1.20-37

Abstract

Isolasi memiliki peranan yang sangat penting dalam sistem tenaga listrik. Isolasi sangat diperlukan untuk memisahkan dua atau lebih penghantar listrik yang bertegangan sehingga antara penghantar penghantar tersebut tidak terjadi lompatan listrik atau percikan, untuk itu maka diperlukan bahan isolator yang baik. Bahan isolator yang digunakan pada tegangan tinggi dapat berupa porselin, gelas dan polimer, salah satu bahan isolasi polimer yang digunakan adalah resin epoksi. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah resin epoksi yang terbuat dari diglycidyl ether of bisphenol-A (DGEBA) sebagai bahan dasar, metaphenylene diamine (MPDA) sebagai bahan pengeras dan diberi bahan pengisi sealant dan pasir silika. Komposisi bahan DGEBA dan MPDA dibuat sama yaitu masing-masing 30 gr, bahan sealant 20 gr, sedangkan bahan pengisi pasir silika dibuat variasi dari 5 gr, 10 gr, 15 gr, 20 gr, dan 25 gr. Ukuran bahan uji adalah 120 mm x 50 mm x 5 mm. Penelitian dilakukan di laboratorium menurut standar IEC 587:1984. Penelitian dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komposisi bahan pengisi pasir silika terhadap nilai sudut kontak, dan nilai arus bocor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resin epoksi yang digunakan pada penelitian ini dikategorikan bersifat basah sebagian. Kenaikan persentase bahan pengisi pasir silika menyebabkan penurunan nilai sudut kontak yang berarti resistansi permukaan bahan isolasi semakin menurun. Penambahan persentase bahan silika juga dapat mempercepat terjadinya peluahan pada sampel isolator, akan tetapi arus bocor yang terjadi akan menjadi semakin kecil. Kata kunci : Arus bocor, DGEBA, MPDA, pasir silika.
ANALISIS KARAKTERISTIK DIELEKTRIK MINYAK HIDROLIK SEBAGAI ALTERNATIF ISOLASI CAIR UNTUK TRANSFORMATOR DAYA Martono, Andy; Juningtyastuti, Juningtyastuti; Syakur, Abdul
Transmisi Vol 15, No 2 (2013): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.825 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.15.2.73-78

Abstract

Abstrak   Transformator daya merupakan salah satu peralatan tegangan tinggi yang mempunyai peranan cukup penting dalam Sistem Tenaga Listrik. Permasalahan terpenting pada transformator daya adalah isolasi atau dielektrik. Bahan dielektrik yang digunakan berbahan cair yaitu minyak isolasi, berfungsi sebagai media isolasi dan pendingin. Tiga sifat yang paling penting dari dielektrik cair adalah: viskositas kinematik (kinematic viscosity), kekuatan tegangan tembus (breakdown voltage), dan faktor rugi-rugi (tan ?). Kualitas dielektrik cair yang buruk akan menyebabkan kegagalan isolasi, dan berakibat tembus listrik (electrical breakdown). Untuk itu, penulis melakukan penelitian terhadap minyak hidrolik dengan tingkat kekentalan rendah, sebagai alternatif minyak isolasi transformator daya. Pengujian dimaksudkan untuk menganalisis karakteristik minyak hidrolik, dengan pembanding standar minyak isolasi transformator daya. Hasilnya menunjukkan bahwa: viskositas kinematik pada 200C adalah 27,38cSt, kekuatan tegangan tembus sebesar 16,80kV/2,5mm, dan faktor rugi-rugi (tan ?) bernilai 0,002-0,0032.   Kata kunci : minyak hidrolik, sifat-sifat terpenting  isolasi cair, transformator daya     Abstract   Power transformer is one of the high voltage equipment that has an important function on Power System. The most important problems in power transformers is the dielectrics or insulation. dielectrics material used is a liquid dielectrics namely oil insulation, has a function as an insulating and cooling. The three most important properties of liquid dielectrics are: kinematic viscosity, breakdown voltage, dissipation factor. Poor liquid dielectrics will cause insulation failure, and the resulting electrical breakdown. Therefore, authors research on hydraulic oil with low viscosity level, as an alternative to the power transformer insulating oil. testing is intended to analyze the characteristics of hydraulic oil, then comparison with standard power transformer insulating oil. The results showed that : kinematic viscosity at 200C is 27,38cSt, dielectric strength 16,80kV/2,5mm, and dissipation factor 0,0021-0,0032.   Keyword: hydraulic oil, most important properties of  liquid dielectrics, power transformer
ANALISIS ARUS BOCOR PADA BAHAN ISOLASI RESIN EPOKSI DENGAN METODE INCLINED-PLANE TRACKING DAN ACOUSTIC WAVES SIGNAL Syakur, Abdul; Sutaryono, Agus; Hermawan, H; Christyono, Yuli
Transmisi Vol 21, No 2 April (2019): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.105 KB) | DOI: 10.14710/transmisi.21.2.33-37

Abstract

Salah satu bagian terpenting dari sistem tenaga adalah isolator. Perkembangan riset terhadap bahan isolator terus dilakukan. Salah satu jenis bahan isolator adalah bahan resin epoksi. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran arus bocor kondisi basah terhadap permukaan bahan isolator dengan metode pengukuran Inclaned-Planed Tracking (IPT) sesuai standart IEC 587:1984 dengan kontaminan NH4Cl, dan metode pengukuran Acoustic Emission Properties of Partial Discharge sesuai dengan standart IEC 60270:2000 dengan parameter gelombang akustik. Sampel pengukuran menggunakan bahan resin epoksi yang teediri dari Diglycidyl Ether of Bisphenol-A (DGEBA) dan Metaphenylene Diamine (MPDA) dengan campuran bahan pengisi silicone rubber dan sekam padi. Parameter yang dianalisa adalah arus bocor lucutan pertama, arus maksimal, magnitude lucutan awal dan magnitude maksimal. Persentase bahan pengisi yang digunakan sebesar 20, 30, dan 40. Hasil pengukuran menggunakan metode pengukuran Inclined-Plane Tracking (IPT) menghasilkan aru sebesar 4,9646 mA pada komposisi 20%, 2,3967 mA pada komposisi 30%, dan 3,9371 mA pada komposisi 40%. Sedangkan untuk metode pengukuran Acoustic Emmision Properties of Partial Discharge menunjukan magnitude sebesar 588,9350 pada komposisi 20%, 480,8126 pada komposisi 30%, dan 501,8363 pada komposisi 40%. Sehingga kedua metode menunjukan presentase bahan pengisi yang paling baik adalah sebesar 30% karena menghasilkan nilai arus bocor dan magnitude yang paling kecil.
Co-Authors A. Parlindungan Siregar Adhitya Sukma W Agung Aprianto Agung Nugroho Agung Warsito Aji Suryo Alam Alga Bagas Setiawan Ali, Dzulfikar Ali, Muhamad Mukti Andri Wibowo Andy Martono Anggit Suko Pandu, Anggit Suko Anggraeni, Diah Monica Anhar Ashari Arga Mahardika Arif Dermawan Arifuddin Lamusa Bakhtiar, Muhamad Marin Bambang Winardi Bayu Seno A.N Bernad, Dwaldes Budi Setiyono Budiatno Budiatno, Budiatno Burhanudin Latarang Caroline Caroline DENI SETIAWAN Devy Martoni Dwi Aji Sulistyanto Dyah Kusumawati Eddy Darmawan Elok Faiqoh Fajar Kurniawan Galuh Susilowati Ginting, Nofita Sari Br Hadayani Hadayani Hakim, Muhamad Azizul Hamzah Berahim Harri Bensu Saris Hermawan Hermawan Hermawan, H Hidayat, Adhitya Fauzan Ika Novia Ika Novia A Ilham Muttaqin, Ilham Ira Debora Parhusip Irpan Logitra Purba Irwan Iryanto Jamari Jamari Jamari Johanadib Heri Juningtyastuti Juningtyastuti Karnoto Karnoto Lailatul Musyarofah, Lailatul Lazuardi, Wildan Liliyana N.S. M. Ervan Dwi Setiaji M. Tauviqirrahman Mochammad Facta Muhammad Yudi Nugroho, Muhammad Yudi Napitupulu, Anastasia Br NFN Rochmadi NFN Tumiran Nirwan Sahiri Novriani Tria Pratiwi, Novriani Tria Nugroho, Marcellinus Christian Adi Nur Taat Sayekti Nurlailati - Pamudji, Teguh Prasetyo, Gilang Pratiwi, Novy Arizka Pravitasari, Chyntia Dewi Candra Purnomoaji, Ari Purwono Purwono, Purwono Ramal Yusuf Reifeldi, Haikal Alfaro Rifky Ismail Rindu Putra Ambarita, Rindu Putra Rini Hidayati Rochim, Basten Bastory Rochmadi Rochmadi Saphira, Debby Bella Sarjiya Sarjiya Satyagraha AK Savitri, Fanny Rizka Savitri, Fanny Rizka Septian Palma Ariany Shilvi Herviany, Shilvi Siti Nurjanah Sriyanto, Nadia Noviarty Sugiyanto Sugiyanto Sugiyanto Sulam, Kani Sulistyaningsih, - Sutaryono, Agus Swastika Mahardika, Swastika Tumiran Tumiran Vingtsabta, Victorius Veinard Winarko AP Yonny Koesmaryono Yuli Christyono Yuningtyastuti Yuningtyastuti